Artikelilmiahs

Menampilkan 7.601-7.620 dari 48.892 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
76018494G1B009020HUBUNGAN ASUPAN ENERGI DAN PROTEIN DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA KARYAWAN BAGIAN KNEETING DI PT ROYAL KORINDAH PURBALINGGAKualitas fisik secara garis besar ditentukan oleh kemampuan untuk memelihara tubuhnya dengan makanan bergizi yang cukup. Seorang pekerja membutuhkan asupan zat gizi yang baik agar dapat menghasilkan produktivitas kerja yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan asupan energi dan protein dengan produktivitas kerja pada karyawan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian cross sectional, dengan metode penelitian observasional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua karyawan bagian proses Knetting bulu mata di PT Royal Korindah Purbalingga sebesar 250 karyawan. Sampel dalam penelitian ini karyawan bagian proses Knetting bulu mata di PT Royal Korindah Purbalingga sebesar 70 karyawan. Hasil penelitian menyatakan bahwa ada hubungan asupan energi dengan produktivitas kerja karyawan (p value = 0,043) dan tidak ada hubungan asupan protein dengan produktivitas kerja karyawan (p value = 1,000). berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan kepada karyawan agar mengkonsumsi makanan yang bersumber energi seperti ketela,singkong,nasi dan mengkonsumsi makanan bersumber protein misalnya tempe, tahu, telur perlu ditingkatkan kembali agar tidak mempengaruhi produktivitas dalam bekerja.
Physical quality is generally determined by the ability to nourish his body with enough nutritious food. A worker needs a good intake of nutrients in order to produce high work productivity. The purpose of this research is to know the relation of energy and protein intake to work productivity of employees. It’s a cross sectional research which used observational method. The population of this study are all employees of the eyelashes knetting unit in PT Royal Korindah Purbalingga, there are 250 employees. There are 70 employees of knetting unit as samples of this research. Results of the study suggested that there is a relation of energy intake to employee productivity (p value = 0,043) and there is no relationship of protein intake to work productivity of employees (p value = 1,000). Based on the results of this study, the researchers suggest to
employees to consume energy such as cassava, cassava, rice and consume food protein source such as tempe, tofu, eggs, it need to be improved so it will not have negative affect to the productivity of work.
760210356A1M009039EKSTRAKSI PIGMEN KULIT BUAH PALEM JEPANG (Ptychosperma macarthurii)Palem Jepang (Ptychosperma macarthurii) merupakan jenis tanaman yang sudah banyak dibudidayakan sebagai penghias pekarangan. Palem Jepang menghasilkan buah berwarna merah. Pigmen dalam kulit buah palem Jepang sejauh ini belum teridentifikasi. Jenis pelarut, cara dan lamanya ekstraksi merupakan faktor yang menentukan banyaknya pigmen yang dapat diekstrak. Parameter yang diuji pada penelitian ini adalah intesitas warna dan total karotenoid hasil ekstrak pigmen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pelarut etil asetat menghasilkan ekstrak pigmen dengan intensitas warna dan total karotenoid tertinggi, sementara lama ekstraksi 3 jam merupakan waktu optimal untuk mengekstraksi pigmen dalam kulit buah palem Jepang dan kombinasi perlakuan pelarut etil asetat dengan lama waktu maserasi 3 jam (P2W3) menghasilkan intensitas warna dan total karotenoid tertinggi. Ekstraksi P2W3 menghasilkan ekstrak pigmen warna merah-jingga, intensitas warna sebesar 0,404 (λ 500 nm) dan total karotenoid 9,193 mg/100g.Japanese Palm (Ptychosperma Macarthurii) is a type of plant that has been widely cultivated as a ornamental plants. Japanese Palm yield the red colored fruit which indicates carotenoid pigments. Pigment contained in the husk of Japanese palm fruit has not been identified yet. The solvent, method and the length of extraction is the factor that affect the result of the pigment extraction. The parameters observed in this research is the color intensity and the total carotenoids of pigment extract. The result of this research showed that ethyl acetate solvent produce pigments extract with the highest color intensity and total carotenoids, while the extraction duration at 3 hours can produce the pigments extract with the highest color intensity and total carotenoids. The treatment combination with the ethyl acetate solvent with 3 hours extraction duration ( P2W3 ) produced the highest color intensity and total carotenoids. Extraction P2W3 produced the pigment extract with red-orange colour, intensity of colour was 0,404 (λ 500 nm), and total carotenoids 9,193 mg/100g.
760310368F1C010067Hubungan Antara Intensitas Menonton Tayangan Talkshow Dr. Oz Indonesia Trans TV Dengan Perilaku Hidup Sehat Pada Ibu Rumah Tangga Kelurahan Karangklesem Kecamatan Purwokerto SelatanPenelitian ini berjudul “Hubungan Antara Intensitas Menonton Tayangan Talkshow Dr. Oz Indonesia Trans TV Dengan Perilaku Hidup Sehat Pada Ibu Rumah Tangga Kelurahan Karangklesem Kecamatan Purwokerto Selatan”. Dengan menggunakan pendekatan uses and gratification penelitian ini berusaha mencari hubungan antara intensitas menonton tayangan talkshow Dr. Oz Indonesia Trans TV dengan perilaku hidup pada sehat ibu rumah tangga Kelurahan Karangklesem Kecamatan Purwokerto Selatan. Metode penelitan yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survey. Teknik Proporsional Random Sampling dipilih untuk menentukan jumlah responden yang akan menjadi sampel penelitian dengan berdasarkan pada rumus Taro Yamane, maka diperoleh jumlah sampel 64 responden. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis korelasi Pearson Product Moment, dilanjutkan dengan teknik regresi linier sederhana untuk meramalkan arah hubungan, sedangkan uji t digunakan untuk mengetahui sejauh mana hipotesis penelitian (Ha) dapat diterima.
Dari proses analisis data yang dilakukan diperoleh kesimpulan, koefisien korelasi antara intensitas menonton tayangan talkshow Dr. Oz Indonesia Trans TV dengan perilaku hidup sehat sebesar 0,811 yang berarti hubungannya tinggi atau kuat. Hasil perhitungan regresi menjelaskan variabel perilaku hidup sehat ibu rumah tangga mampu dipenuhi dengan intensitas menonton tayangan talkshow Dr.Oz Indonesia Trans TV sebesar 65,7% dengan arah hubungan yang positif. Dari hasil uji t dengan tingkat signifikansi 0,05 diperoleh nilai t sebesar 17,359 yang lebih besar dari nilai t tabel yaitu 2,008. Dengan demikian Ho yang menyatakan tidak terdapat hubungan antara intensitas menonton tayangan talkshow Dr. Oz Indonesia Trans TV dengan perilaku hidup sehat pada ibu rumah tangga Kelurahan Karangklesem Kecamatan Purwokerto Selatan ditolak, sedangkan Ha diterima.
This study entitled “Correlation Beetween Intensity of Watching Dr. Oz Indonesia Trans TV Talkshow With the Healthy Living Behaviours of Housewife from Karangklesem Village Purwokerto Selatan Subdistrict”. Using the uses and gratification approach, this study tried to find a correlation between the intensity of watching Dr. Oz Indonesia Trans TV talkshow with the healthy living behaviours of housewife from Karangklesem Village Purwokerto Selatan Subdistrict.
Using research method is a method of quantitative research using survey methods. Random Proportional Sampling technique chosen to determine the number of respondents who will be based on research samples with the formula Taro Yamane, then obtained the total sample of 64 respondents. Data analysis techniques in this study using Pearson Product Moment correlation analysis, followed by simple linear regression technique to predict the direction of the correlation while the t test used to determine the extent to which the research hypothesis (Ha) can be accepted.
From the data analysis process is concluded, the correlation coefficient between the intensity of watching Dr. Oz Indonesia Trans TV talkshow with the healthy living behaviours at 0,811 which means a high or strong correlation. Results of regression calculations to explain the healthy living behaviours of housewife variables can watch a show filled with intensity of watching Dr. Oz Indonesia Trans TV talkshow at 65,7% with the direction of the positive correlation. From the results of t test with a signifance level of 0,05 was obtained t value of 17,359 which bigger than t table value of 2,008. Thus Ho to stating there is a correlation between the intensity of watching Dr. Oz Indonesia Trans TV talkshow with the healthy living behaviours of housewife from Karangklesem Village Purwokerto Selatan Subdistrict rejected, while the working hypothesis (Ha) which states that there is a correlation between the intensity off watching Dr. Oz Indonesia Trans TV talkshow with the healthy living behaviours of housewife from Karangklesem Village Purwokerto Selatan Subdistrict accepted.
760410369H1I012009Pengaruh Jenis Pupuk Kompos Berbeda Terhadap Produksi Lemna minor Sebagai Bahan Pakan IkanPenelitian berjudul Pengaruh Jenis Pupuk Kompos Berbeda Terhadap Produksi Lemna minor Sebagai Bahan Pakan Ikan. Tujuan penelitian, mengetahui pengaruh jenis pupuk kompos berbeda terhadap produksi, pertumbuhan harian, kandungan protein dan serat Lemna minor. Penelitian dilakasanan selama 16 hari pada bulan Oktober 2014 di Stasiun Percobaan D-III Pengelolaan Sumber Daya Perikanan dan Kelautan (PSDPK) Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yaitu L0 (tanah), L1 (kompos ayam), L2 (kompos sapi) dan L3 (kompos kambing). Variabel yang diamati yaitu produksi, kandungan protein dan serat lemna minor. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang nyata pada produksi lemna minor ( F hitung > F tabel 0,01). Pertumbuhan harian Lemna minor terbaik pada perlakuan L3 dengan rata – rata 2.70 g/hari. Protein pada Lemna minor pada media mengalami peningkatan yang berbeda sedangkan pada serat terjadi penurunan yang diberi pupuk kompos sapi, ayam dan kambing.This research entitled The Effect of the Different Compost to the Production of Lemna Minor as Fish Food. The purpose of this research is to know the effect of the different compost cariety to the production, daily growth, protein composition of Lemna minor. The research was conducted for 16 days on October 2014 at Stasiun Percobaan D-III Pengelolaan Sumber Daya Perikanan dan Kelautan (PSDPK) Biology Faculty of Jenderal Soedirman University Purwokerto. Research layout uses Completely Random Design with with five tests and four repeats. The treatment is L0 (land), L1 (chicken compost), L2 (cow compost) and L3 (sheep compost). The variable observation consists of the production, fiber and protein composition. The result of the research shows significant for the lemna minor production (F count > F table 0,01). The best daily growth for lemna minor is for L3 treatment with 2.70 g/day in average. The protein of lemna minor in media has the different enhancement but the decreasing happens for the fiber with cow, chicken and sheep compost.
76058495P2PA11043KAJIAN PERILAKU PETANI DALAM MENGELOLA LAHAN PERTANIAN DAN KAITANNYA DENGAN KUALITAS AIR SUNGAI CIGINTUNG KABUPATEN CILACAP
Degradasi sumberdaya alam secara langsung maupun tidak langsung dipengaruhi oleh perilaku manusia. Secara ekologi, Sungai Cigintung berperan sebagai feeding ground, spawning ground, nursery ground, jebak cemaran, dan jebak hara. Praktik pertanian yang tidak ramah lingkungan menyebabkan peningkatan erosi. Erosi tanah yang membawa partikel tanah dan unsur hara akan meningkatkan sedimen total, penurunan kualitas air, dan perubahan komunitas biota air. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji perilaku petani dalam mengelola lahan pertanian di sekitar Sungai Cigintung Kabupaten Cilacap, mengkaji kualitas air di Sungai Cigintung Kabupaten Cilacap, serta menganalisis hubungan antara perilaku petani dalam mengelola lahan pertanian dan kualitas air di Sungai Cigintung Kabupaten Cilacap. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei pada musim hujan (Februari-Mei 2013). Sampel perilaku petani diambil dengan metode acak sederhana (simple random) di sekitar Sungai Cigintung dan responden sebesar 45 orang. Kualitas air diteliti pada tiga stasiun menggunakan teknik purposive sampling dan diulang empat kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap pada perilaku pro lingkungan cenderung lebih tinggi dari tindakannya karena faktor ekonomi dan ketersediaan pangan. Tindakan perilaku anti lingkungan pada Stasiun III (73%) cenderung mengakibatkan erosi, kemudian diikuti oleh Stasiun I (67%) dan Stasiun II (53%). Erosi yang muncul dideteksi oleh kehadiran TSS yang tinggi di Stasiun III (275 mg/l), kemudian diikuti oleh Stasiun I (266 mg/l) dan Stasiun II (263 mg/l). Kecenderungan parameter TSS adalah sesuai dengan kehadiran spesies Terebralia palustris pada Stasiun III (80 ind/m2), kemudian diikuti oleh Stasiun I (48 ind/m2) dan Stasiun II (32 ind/m2). Demikian pula, kecenderungan parameter kualitas air yang lainnya seperti TDS, Salinitas, pH, DO, dan COD. Secara umum, tindakan pada perilaku anti lingkungan pada Stasiun III cenderung mengakibatkan erosi. Oleh karena itu, TSS lebih tinggi dan diindikasikan oleh kehadiran spesies Terebralia palustris yang lebih dominan, kemudian diikuti oleh Stasiun I dan Stasiun II.Natural resources degradation is either directly or indirectly influenced by human behavior. Ecologically, Cigintung River functions is as feeding ground, spawning ground, nursery ground, pollutant trap, and nutrition trap. An eco-unfriendly agricultural cultivation brings about an erosion increase. Land erosion which carries soil particle as well as nutrition results in total sedimentation, water quality decrease, and change of water biota community. This research is aimed at identifying farmer’s behavior in cultivating their farming land of Cigintung River in Cilacap Regency, identifying the water quality of Cigintung River in Cilacap Regency, and analyzing the correlation between farmer’s behavior in cultivating their farming land and the water quality of Cigintung River in Cilacap Regency. The research was conducted through survey method in rainy season (February-May 2013). Samples of farmer behavior were taken by simple random in surrounding Cigintung River (45 respondents). Meanwhile, the water quality was taken from three stations by purposive sampling technique by four times repetition. The result shows that knowledge and attitude of pro environment behavior tend to be higher than its action due to economic and food availability factor. However, anti environment behavior in Station III (73%) tends to cause erosion, then followed by Station I (67%) and Station II (53%). The erosion is detected by the presence of high TSS in Station III (275 mg/l), then followed by Station I (266 mg/l) and Station II (263 mg/l). The tendency of TSS parameter is in accordance with the presence of species Terebralia parustris on Station III (80 ind/m2), then followed by Station I (48 ind/m2) and Station II (32 ind/m2). Similarly, the tendency of other water quality parameters includes TDS, Salinity, pH, DO, and COD. Generally, the anti environment behavior in Station III tends to cause erosion. Therefore, the TSS is higher which is indicated by the dominant presence of species Terebralia parustris, then followed by Station I and station II.
76068515P2EA12062EFEKTIVITAS LEMBAGA PEMASYARAKATAN TERBUKA KLAS IIB NUSAKAMBANGAN DALAM MELAKSANAKAN PROSES ASIMILASI NARAPIDANA
Pelaksanaan pembinaan proses asimilasi narapidana di Lapas Terbuka Klas IIB Nusakambangan secara umum tidak efektif, hal ini dikarenakan keterbatasan baik dibidang peraturan, pembinaan dan segi geografis pulau Nusakambangan, selain itu adanya narapidana yang mempunyai Pidana Resiko Tinggi dengan hukuman pidana tinggi dari segi penanganan narapidana tersebut sangat beresiko karena sarana dan prasarana yang terdapat di Lapas Terbuka belum memadai dan jumlah petugas yang terdapat di Lapas Terbuka Klas IIB Nusakambangan masih sangat kurang khususnya terjamin pengamanan.
Kendala yang dihadapi Lapas Terbuka Klas IIB Nusakambangan dalam melaksanakan proses asimilasi narapidana terbentur dengan jumlah narapidana yang sangat minim sehingga proses pembinaan yang dilaksanakan di Lapas Terbuka tidak berjalan efektif. Penempatan narapidana ke Lembaga Pemasyarakatan Terbuka, menyatakan beberapa kualifikasi narapidana yang dapat dimasukan ke dalam Lapas Terbuka menjadi semakin ketat dalam hal ini hanya narapidan kasus kriminal saja yang mendapatkan asimilasi, pengecualian narapidana yang akan ditempatkan pada Lapas Terbuka, yaitu narapidana dengan kasus penipuan, narkotika psikotropika, dan kasus terorisme. Secara umum hal ini merupakan diskriminasi karena tidak semua narapidana mendapatkan hak asimilasi dan ditempatkan di Lapas Terbuka. Hal-hal ini sangat berpengaruh terhadap jumlah narapidana yang ditempatkan di Lapas Terbuka sehingga menghambat proses pembinaan pendidikan keterampilan. Selain itu interaksi narapidana yang berada di Lapas Terbuka Klas IIB Nusakambanga sangat sulit untuk bersosialisasi dengan warga masyarakat karena letak geografis Lapas Terbuka berada di suatu pulau yang sepi dengan kondisi masyarakatan umum.
Pelaksanaan pembinaan proses asimilasi narapidana di Lapas Terbuka Klas IIB Nusakambangan secara umum tidak efektif, hal ini dikarenakan keterbatasan baik dibidang peraturan, pembinaan dan segi geografis pulau Nusakambangan, selain itu adanya narapidana yang mempunyai Pidana Resiko Tinggi dengan hukuman pidana tinggi dari segi penanganan narapidana tersebut sangat beresiko karena sarana dan prasarana yang terdapat di Lapas Terbuka belum memadai dan jumlah petugas yang terdapat di Lapas Terbuka Klas IIB Nusakambangan masih sangat kurang khususnya terjamin pengamanan.
Kendala yang dihadapi Lapas Terbuka Klas IIB Nusakambangan dalam melaksanakan proses asimilasi narapidana terbentur dengan jumlah narapidana yang sangat minim sehingga proses pembinaan yang dilaksanakan di Lapas Terbuka tidak berjalan efektif. Penempatan narapidana ke Lembaga Pemasyarakatan Terbuka, menyatakan beberapa kualifikasi narapidana yang dapat dimasukan ke dalam Lapas Terbuka menjadi semakin ketat dalam hal ini hanya narapidan kasus kriminal saja yang mendapatkan asimilasi, pengecualian narapidana yang akan ditempatkan pada Lapas Terbuka, yaitu narapidana dengan kasus penipuan, narkotika psikotropika, dan kasus terorisme. Secara umum hal ini merupakan diskriminasi karena tidak semua narapidana mendapatkan hak asimilasi dan ditempatkan di Lapas Terbuka. Hal-hal ini sangat berpengaruh terhadap jumlah narapidana yang ditempatkan di Lapas Terbuka sehingga menghambat proses pembinaan pendidikan keterampilan. Selain itu interaksi narapidana yang berada di Lapas Terbuka Klas IIB Nusakambanga sangat sulit untuk bersosialisasi dengan warga masyarakat karena letak geografis Lapas Terbuka berada di suatu pulau yang sepi dengan kondisi masyarakatan umum.
76078496G1D008087PERBEDAAN TINGKAT SPIRITUALITAS PADA LANSIA DI PANTI (UNIT REHABILITASI SOSIAL DEWANATA CILACAP) DAN KOMUNITAS (DESA KALISABUK KESUGIHAN CILACAP)Jumlah penduduk lansia di Indonesia meningkat setiap tahun. Spiritualitas merupakan bahan utama untuk meningkatkan kualitas hidup lansia di usia senjanya. Oleh karena itu, sangatlah penting peran orang di sekitarnya dalam membantu lansia memenuhi kebutuhan spiritualitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat spiritualitas pada lansia di panti (Unit Rehabilitasi Sosial Dewanata Cilacap) dan komunitas (Desa Kalisabuk Kesugihan Cilacap). Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia di panti (Unit Rehabilitasi Sosial Dewanata Cilacap) yang berjumlah 90 lansia. Sampel penelitian sebanyak 60 responden yang terdiri dari 30 lansia di panti dan 30 lansia di komunitas yang di ambil dengan metode purposive random sampling selama masa penelitian pada bulan November-Desember 2013. Instrument yang digunakan adalah kuisioner dan di analisis dengan uji Chi Square. Hasil analisis dengan uji Chi Square diketahui bahwa nilai signifikansi (p) dari t hitung : 0.008, p < 0.05. Terdapat perbedaan tingkat spiritualitas pada lansia di panti (Unit Rehabilitasi Sosial Dewanata Cilacap) dan komunitas (Desa Kalisabuk Kesugihan Cilacap)The elderly population in Indonesia is increasing every year . Spirituality is the main ingredient for improving the quality of life of the elderly in old age . Therefore, it is extremely important role in helping people around the elderly meet the needs of its spirituality . This study aims to determine the differences in the level of spirituality in the elderly in nursing ( Social Rehabilitation Unit Dewanata Cilacap ) and community ( village Kalisabuk Kesugihan Cilacap ) . This study is observational analytic cross sectional approach . The population in this study were all elderly in nursing ( Social Rehabilitation Unit Dewanata Cilacap ) , amounting to 90 elderly people . The study sample consisted of 60 respondents in the homes of 30 elderly and 30 elderly people in the community were taken by purposive random sampling method during the study period in November- December 2013 . Instrument used was a questionnaire and analyzed by Chi Square test . The results of the analysis with the Chi Square test is known that the value of significance ( p ) of t : 0.008 , P <0.05 . There are differences in the level of spirituality in the elderly in nursing ( Social Rehabilitation Unit Dewanata Cilacap ) and community ( village Kalisabuk Kesugihan Cilacap )
76088497G1B009066Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Low Back Pain Pada Penjahit Baju Di Pasar Kebon Dalem Purwokerto Utara Tahun 2013JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS JENDRAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO
2014

INTISARI

TONI YANA
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN LOW BACK PAIN PADA PENJAHIT BAJU DI PASAR KEBON DALEM PURWOKERTO UTARA TAHUN 2013

Penjahit merupakan profesi sektor informal yang mempunyai resiko besar terkena low back pain (LBP), karena penjahit melakukan kerja dengan posisi duduk dalam waktu yang relatif lama, apalagi jika kerja yang dilakukan tidak ergonomis (duduk dengan tidak bersandar, dan pekerjaan di lakukan monoton) dan tidak diimbangi dengan aktifitas fisik (olahraga) secara teratur dan terukur, serta memiliki kebiasaan merokok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan LBP pada penjahit baju di Pasar Kebon Dalem Purwokerto Utara tahun 2013. Jenis penelitian yang digunakan adalah explanatory reasearch, dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penjahit yang ada di pasar Kebon Dalem Purwokerto Utara yang berjumlah 40 penjahit. Teknik yang digunakan untuk pengambilan sampel adalah total sampling. Data yang diperoleh diolah melalui uji bivariat dengan menggunakan chi-square dan korelasi rank spearman untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan LBP. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan LBP adalah usia (0,014 <0,05), dan kebiasaan merokok (0,032 <0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan kepada penjahit agar menggunakan sarana kerja yang ergonomi, olahraga rutin, menjaga pola makan, berhenti merokok, dan melakukan perubahan posisi duduk setiap minimal 10 menit, agar risiko timbulnya keluhan LBP dapat dihindari atau dihilangkan.
DEPARTMENT OF PUBLIC HEALTH
FACULTY OF MEDICINE AND HEALTH SCIENCES
JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY
PURWOKERTO
2014

ABSTRACT


TONI YANA
FACTORS RELATED TO COMPLAINT OF LOW BACK PAIN IN TAILORS OF PASAR KEBON DALEM NORTH PURWOKERTO IN 2013.

Tailor is an informal job whose big risk to get Low Back Pain deseases, because they work by sitting for a long time without pay attention in ergonomic positions. Beside that, they do monotonous work without physical exercises regulary, and also a smoking habit. The purpose of this research is to know factors related to complaint of Low Back Pain in tailors of Pasar Kebon Dalem Nort Purwokerto in 2013. The type of this research is explanatrory research used cross sectional approach. The population of this reaserch are all of tailors of Pasar Kebon Dalem North Purwokerto which found 40 tailors. The technique used for sampling of this research was total sampling. Acquired data were prossesed by bivariate test by using chi-square and range spearmen corralation to find out the factors related to the complain of Low Back Pain. The Result of this research stated that the factors related to the complaint of Low Back Pain were age (0,014 <0,05), smoking habbit (0,032 <0,05). Based on the result of this research the reseacher sugests to the tailors to use mean of ergonomic work, exercise regularly, keep a diet, stop smoking, and change sitting posisition each 10 minutes in order to risk of complaint of Low Back Pain can be avoided and elaminated.
76098498G1B007122PERILAKU MEROKOK PADA MAHASISWI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN (UNSOED) PURWOKERTO TAHUN 2013merokok adalah menghisap gulungan tembakau yang dibungkus dengan kertas (Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990: 752). Walaupun berbahaya bagi kesehatan akan tetapi masih banyak mahasiswi yang merokok. Salah satu kawasan yang menjadi objek penelitian adalah Kawasan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto utara . Tujuan dari penelitian ini Menganalisis perilaku merokok pada mahasiswi UNSOED Purwokerto. Jenis dan metode metode penelitian kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi. Jumlah sampel sebanyak 5 responden. Berdasarkan hasil wawancara responden, dari 5 responden mahasiswi yang merokok terdapat 5 responden pengetahuan baik. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 5 responden peran keluarga besar dalam perilaku merokok, 5 responden peran teman sangat besar, 5 responden faktor ekonomi tidak mempengaruhi, 5 responden mendapatkan kepuasan psikologis,. Hasil wawancara menunjukkan tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku merokok. Sedangkan peran keluarga mempengaruhi, peran teman mempengaruhi, faktor ekonomi tidak mempengaruhi. Disarankan bagi pihak Universitas untuk memberikan bimbingan dan konseling yang efektif, inspeksi sebagai upaya pengawasan secara kontinyu kepada mahasiswa yang merokok di area kampus ini ditujukan bukan untuk kebersihan dan kessehatan saja tetapi juga untuk menjadikan kampus bebas asap rokok.tobacco smoke is smoking rolls wrapped in paper (Kamusbesarbahasa Indonesia, 1990: 752). Though harmful to health but still many students who smoke.One area that the object of research is the University JenderalSudirman area north of Purwokerto.purpose of the study This Analyze student smoking behavior UNSOED Purwokerto. types and methods of qualitative research methods, with a phenomenological approach. 5 The samples of respondents. Based on the interview respondents, 5 respondents of students who smoke are 5 respondents better knowledge. Results showed by 5 respondents of the family's role in smoking behavior, 5 respondents the role of friends is very large, 5 respondents does not affect the economic factors, 5 respondents gain psychological satisfaction,. Results show interview no knowledge of the relationship between smoking behavior. Whereas the role of family influence, the role of friend influence, economic factors do not affect. advisable for the University to provide effective guidance and counseling, monitoring inspections as a continuous effort to students who smoked in the campus area is intended not for cleanliness and kessehatan but also to make the campus smoke-free.
76107910P2CD11004ANALISIS KINERJA LAPORAN KEUANGAN PERGURUAN TINGGI BADAN LAYANAN UMUM (BLU) DI JAWA TENGAH DAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTABadan Layanan Umum pada dasarnya adalah alat untuk meningkatkan kinerja pelayanan publik melalui penerapan manajemen keuangan yang berbasis pada hasil, profesional, akuntabilitas dan transparansi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah perbedaan kinerja keuangan perguruan tinggi negeri di Jawa Tengah dan DIY sebelum ditetapkan menjadi satuan kerja Badan Layanan Umum dan setelah ditetapkan menjadi satuan kerja Badan Layanan Umum.
Pengujian ini dilakukan dengan menguji rasio-rasio keuangan dan rasio pendapatan PNBP terhadap biaya operasional sebelum dan sesudah menjadi satuan kerja Badan Layanan Umum. Rasio-rasio keuangan terdiri dari: rasio likuiditas, rasio aktivitas dan rasio profitabilitas. Hasil uji statistik paired sampel t-Test terhadap rasio-rasio keuangan menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan rasio likuiditas dan rasio pendapatan PNBP terhadap biaya operasional yang signifikan antara sebelum dan sesudah penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum sedangkan untuk rasio aktivitas dan rasio profitabilitas terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum.
Public Service Agency is basically a tool to improve the performance of public services through the implementation of financial management based on outcomes, professional, accountability and transparency. This study aims at finding out if differences in financial performance of public universities in Central Java and Yogyakarta before the unit is set to Public Service Agency and after the unit is set to Public Service Agency.
The test is performed by testing the financial ratios and the ratio of non tax revenues (PNBP) to operating costs before and after the unit of work Public Service Agency. Financial ratios are: liquidity ratios, activity ratios and profitability ratios. Statistical test results of paired sample t-test against the financial ratios indicate that there is no difference in the liquidity ratio and the ratio of non tax revenues (PNBP) to operating costs significantly between before and after the implementation of Financial Management for the Public Service Agency, while activity ratios and profitability ratios there are differences significantly between before and after the implementation of Financial Management of Public Service Agency.
761110370E1A009046Perlindungan Hak Asasi Manusia Terhadap Anak Jalanan Berdasarkan UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Di Kabupaten BanyumasSkripsi dengan judul Perlindungan Hak Asasi Manusia Terhadap Anak Jalanan Berdasarkan UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Di Kabupaten Banyumas, dilatarbelakangi dengan semakin meningkatnya angka anak jalanan saat ini. Anak jalanan dalam mencari kebutuhan ekonomi, menjadi seorang pengamen, pengemis, pemulung, pedagang asongan. Pemerintah memiliki regulasi terhadap nasib para pekerja anak, tetapi pemerintah belum sanggup menangani permasalahan anak jalanan. Oleh karena itu diperlukan sinergi antara pemerintah Kabupaten Banyumas dan masyarakat maupun LSM dalam memecahkan permasalahan anak jalanan.
Penelitian ini akan menguraikan tentang perlindungan hak asasi manusia bagi anak jalanan yang berada di Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah Yuridis normatif dengan pendekatan yang digunakan yaitu Pendekatan Perundang-Undangan.
Hasil yang diperoleh bahwa sebagian besar hak-hak anak jalanan yang terdapat di wilayah Kabupaten Banyumas telah sesuai dengan UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, tetapi masih terdapat kendala dalam mewujudkan hak anak jalanan di Kabupaten Banyumas.
Thesis entitled Protection of Human Rights Against Street Children by virtue of law No. 23 of 2002 On child protection in the Regency of Banyumas, effected with the ever increasing number of street children at this time. Street children in the search for economic needs, become a busker, beggar, slum dwellers, hawkers. The Government has a regulation against the fate of child workers, but the Government has not been able to handle the problems of street children. Therefore the necessary synergy between the County Government and the NGO community and Banyumas in solving the problems of street children.
These studies will elaborate on the protection of the human rights of street children in the Regency of Banyumas. Research methods used are Juridical normative approach is used that approach to legislation.
The results obtained that most street children's rights contained in the Regency of Banyumas has been in accordance with law No. 23 of 2002 on Child Protection, but there are still constraints in realizing the rights of street children in the Regency of Banyumas.
761210977P2CC12030KEPATUHAN DOKTER DALAM PENGISIAN DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT INAP DI RSUD Hj. ANNA LASMANAH BANJARNEGARA KAJIAN BERDASARKAN TEORY OF PLANNED BEHAVIOR
Rumah Sakit dalam menjalankan fungsi pelayanan mempunyai beberapa kewajiban, salah satu diantaranya adalah menyelenggarakan rekam medis yang merupakan bagian dari sistem pencatatan dan pelaporan pelayanan Rumah Sakit. Dokumen rekam medik digunakan sebagai bukti tertulis yang dapat dipertanggungjawabkan oleh dokter dapat dijadikan sebagai alat bukti dalam perkara hukum terhadap pasien, provider kesehatan. Kelengkapan pengisian dokumen rekam medis merupakan salah satu indikator kinerja mutu pelayanan kesehatan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan, yang dimanfaatkan untuk mengukur kualitas pelayanan pada dimensi proses pelayanan. Kesadaran akan kepatuhan dalam pengisian dokumen rekam medis terkait dengan cerminan perilaku dokter. Theory of Planned Behavior (Ajzen 1991) merupakan model yang sangat kuat dan prediktif untuk menjelaskan perilaku manusia. Perilaku yang ditampilkan oleh individu timbul karena adanya niat untuk berperilaku, sedangkan munculnya niat berperilaku ditentukan oleh 3 faktor penentu yaitu : sikap terhadap perilaku, norma subyektif dan persepsi pengendalian perilaku. Dalam penelitian ini dilakukan analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan dokter dalam pengisian dokumen rekam medis di RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara. Jenis penelitian ini eksplanatory dengan pendekatan cross sectional.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sensus, yaitu seluruh dokter yang melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai pemberi pelayanan pada pasien kecuali yang masuk dalam kriteria eklusi di RSUD Hj. Anna Lasmanah sejumlah 21 orang. Alat uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah SmartPLS 2.0 M3.
Berdasarkan hasil pengujian, diketahui bahwa terdapat hubungan antara sikap dalam pengisian dokumen rekam medis terhadap niat dokter untuk mengisi dokumen rekam medis dengan nilai t hitung 2,83 > 1,96. Tidak terdapat hubungan antara norma subyektif dalam pengisian dokumen rekam medis terhadap niat dokter untuk mengisi dokumen rekam medis dengan t hitung 0,000019 < 1,96. Tidak terdapat hubungan antara persepsi pengendalian perilaku dalam pengisian dokumen rekam medis terhadap niat dokter untuk mengisi dokumen rekam medis dengan t hitung 1,08 < 1,96. Terdapat hubungan antara persepsi pengendalian perilaku dalam pengisian dokumen rekam medis terhadap kepatuhan dokter dalam pengisian dokumen rekam medis dengan t hitung 7,95 > 1,96. Terdapat hubungan antara niat dalam pengisian dokumen rekam medis terhadap kepatuhan dokter dalam pengisian dokumen rekam medis dengan t hitung 2,08 > 1,96.

The Hospitals in performing with her functions have some responsibility, one of them is organizing medical record which being part of system for recording and reporting of hospital service. Medical record documents use as written evidence that can be justified by a doctor can be used as a evidence in case of legal proceeding against the patient, healthcare providers. Admission filling completeness procedure of medical record documents is one of the health services quality performance indicators which set by the Ministry of Health, that use to measure the dimension of service quality in service process. Awareness of compliance in admission filling of document medical records related to the reflection of the doctors behavior. Theory of Planned Behavior (Ajzen 1991) is very powerful model and the predictive to explain human behavior. Behavior displayed by individuals arises because of the intention to behave, while the emergence of intention to behave is determined by three (3) factors, i.e : (1) attitude toward behavior, (2) subjective norms, and (3) perceived behavioral control. In this research, have been analyzes the factors influencing adherence of doctor in admission filling of medical records document in RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara. This Research is using explanatory research with cross sectional approach.
Method used in this research is census, means that all doctors who carry out their duties and functions as the service provider for patiens, exept those entered in the exclusion criteria in RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara, amount 21 people. Statistical program used in this research was SmartPLS 2.0 M3.
Based on the test results, noted that there is effect between the attitude of the admission filling of document medical record toward doctors’ intention to fill the medical record documents with t value of 2,83 > 1,96. There was no effect between subjective norms in admission filling of medical record documentsand toward doctors’ intention to fill the medical record documents with a value of 0,000019 < 1,96. There was no effect between perceived behavioral control in admission filling of medical record documents toward doctors’ intention to fill the medical record documents with value of 1,08 < 1,96. There was a effect between perceived behavioral control in admission filling of medical record documents toward doctors’ compliance in admission filling of medical record documents with value of 7,95 > 1,96. There was a effect between intention in admission filling of medical record documents toward doctors’ compliance in admission filling of medical record documents with value of 2,08 > 1,96.
76138499P2BA09003EFEKTIVITAS EKSTRAK KAPANG ENDOFIT TUMBUHAN BENALU TEH DALAM MENEKAN PERTUMBUHAN BAKTERI Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) SECARA IN VITRO
Tumbuhan benalu teh (Scurrula oortiana) merupakan salah satu jenis tumbuhan obat (herba medicina) yang terbilang sulit dan memiliki beberapa kendala dalam pemanfaatannya secara langsung sehingga diperlukan pendekatan lain melalui pemanfaatan kapang endofit yang hidup di dalam jaringan tubuh tumbuhan benalu teh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keragaman kapang endofit pada tumbuhan benalu teh, mengkaji kemampuan kapang endofit tumbuhan benalu teh dalam menghasilkan senyawa antimikroba, mengkaji keefektifan senyawa antimikroba yang dihasilkan oleh ekstrak kapang endofit tumbuhan benalu teh dalam menekan pertumbuhan bakteri MRSA secara in vitro, dan mengkaji golongan senyawa antimikroba yang dihasilkan oleh ekstrak kapang endofit tumbuhan benalu teh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 17 isolat kapang endofit telah berhasil diisolasi dari organ akar, batang, dan daun tumbuhan S. oortiana, diketahui 5 isolat yaitu isolat BK-S1 (A) (Zopfiella curvata), BK-S2 (B) (Curvularia lunata), BR-S1 (A) (Helicodendron sp.), BR-L (A) (Humicola fuscoatra), dan BR-L (C) (Basidiomycetes) memiliki kemampuan dalam menghasilkan senyawa antimikroba terhadap bakteri MRSA, senyawa antimikroba dari ekstrak etil asetat kapang endofit isolat BR-S1 (A) paling efektif dalam menekan pertumbuhan bakteri MRSA secara in vitro, dan senyawa antimikroba dari ekstrak etil asetat kapang endofit isolat BR-S1 (A) termasuk dalam golongan flavonoid dan tanin. Parasite plant of tea is one kind of plant which has been explored and exploited as raw material source of drugs or medication. However, this effort is dificult due to the limitation of the source plant. To extract the active substances from the plant, it takes large amounts of biomass. In this regard, an efford should be found by the use of endophytic fungi from parasite plat which hipothetically has influence to active compounds production, such as antimicrobe compound to various pathogenic bacteria such as Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA).
This study aimed to assess 1). diversity of endophytic fungi on tea parasite plant, 2). ability of the endophytic fungi to produce antimicrobial compounds, 3). effectiveness of the antimicrobial compounds in suppressing the growth of MRSA bacteria In Vitro, and 4). class of antimicrobial compounds produced by the endophytic fungi.
This research was conducted experimentally. Samples of tea plant parasite obtained from the Purwodadi, Cendana village, Kutasari Purbalingga. The samples were identified and determined, the endophytic fungi then waere isolated from the organs of roots, stems and leaves of the tea plant parasite. The the pure isolates were then characterized and identified to genus / species and preserved into two kinds of stocks i.e. labor and stock (preserved) cultures. The following steps were micro-scale cultivation and initial selection of endophytic fungi's ability to produce antimicrobial compounds using a crude extract of endophytic fungi and choose the best one to do cultivation in macro-scale, extracted using 4 kinds of solvents different, n-hexane, ethyl acetate, 96% ethanol, and methanol, and tested the ability of each extract in suppressing the growth of MRSA bacteria using the agar diffusion method. Each extract which contained active compounds were also tested both qualitatively and quantitatively.
The results showed that the samples of tea plant parasite belong to the species of Scurrula oortiana (Korth.) Dans. Isolation results obtained 17 isolates of endophytic fungi consisting of 4 isolates on root, 9 isolates on stem, and 4 isolates in leaf organs respectively. Initial selection of endophytic fungi's ability to produce antimicrobial compounds showed that of the 17 isolates isolated, only 5 isolates were indicated the ability to produce antimicrobial compounds which were BK-S1 (A) (Zopfiella curvata), BK-S2 (B) (Curvularia lunata), BR-S1 (A) (Helicodendron sp.), BR-L (A) (Humicola fuscoatra), and BR-L (C) (Basidiomycetes). Extracts of endophytic fungi isolates BR-S1 (A) had a various ability to suppress the growth of MRSA bacteria in vitro and most effective extract was an extract of ethyl acetate followed by methanol and ethanol extracts, while the n-hexane extract was not effective at all. Test results are qualitatively showed that the four kinds of extracts of endophytic fungi isolates BR-S1 (A) did not contain alkaloids. In addition, flavonoids was found in ethyl acetate extracts only, tannins was found in ethyl acetate and ethanol extracts of 96 %, and saponins was found in the methanol extract only. Quantitative test showed that total flavonoids of antimicrobial compounds from the ethyl acetate extract of endophytic fungi isolates BR-S1 (A) belonged to the class of flavonoids or tannins.
Conclusions could be drawn from this study i.e. 1). endophytic fungi obtained 17 isolates of S. oortiana plant consisting of four isolates on root organ, the organ stem 9 isolates, and 4 isolates in leaf organs, 2). Out of the 17 isolates of endophytic fungi were obtained, only 5 isolates of endophytic fungi were able to produce antimicrobial compounds that isolate BK-S1 (A) (Zopfiella curvata), BK-S2 (B) (Curvularia lunata), BR-S1 (A) (Helicodendron sp.), BR-L (A) (Humicola fuscoatra), and BR-L (C) (Basidiomycetes), 3). Antimicrobial compounds from the ethyl acetate extract of endophytic fungi BR-S1 (A) the most effective in suppressing the growth of MRSA bacteria in vitro, 4). Antimicrobial compounds from the ethyl acetate extract of endophytic fungi BR-S1 (A) included in the class of flavonoids or tannins.
76148470G1F010066ANALISIS KETERAMPILAN KONSELING APOTEKER DI KABUPATEN BANYUMAS DALAM PENATALAKSANAAN SAKIT KEPALA DENGAN METODE SIMULASI PASIENHeadache is a common self medication case in Banyumas region that need right medical treatment. The role of pharmacist as the person who has good ability in understanding medicine for healing headache will optimize the prevention, medication, and giving information for healing headache. This research is attempted to find out the quality of pharmacist counseling skill to cure headache in Banyumas.
This research is a descriptive research with cross sectional study while the method is using patient simulation so that it will find out the real ability of pharmacist counseling in pharmacy. The sample of this research consists of 25 pharmacists which practice in Banyumas region. The data gained is audio visual result that used in score form fulfillment. The scoring of pharmacist counseling skill covers two things which are the scoring of counseling process and communication skills.
The result of pharmacist counseling process in Banyumas region in healing headache is good enough with average percentage reapondents 53,79%, while the pharmacist communication skills shows average percentage value 65,07%of maximum value which means it is good enough. The result of this research draws a pharmacist counseling skill which is expected to be such a material evaluation, so that it will increase pharmacist treatment of headache case further.
ASSESSMENT OF COMMUNITY PHARMACISTS COUNSELLING SKILLS IN BANYUMAS DISTRICT ON HEADACHE MANAGEMENT BY USING THE SIMULATED PATIENT APPROACH
76158501A1M010056PENGARUH PENAMBAHAN GARAM ALKALI DAN PATI TERHADAP SIFAT FISIK DAN KIMIA MIE JAGUNGMie jagung merupakan produk pangan yang dibuat dari adonan tepung jagung sebagai bahan utama atau tanpa penambahan bahan tambahan lainnya.Penambahan pati berfungsi sebagai bahan pengikat dan pembentuk struktur mie, sedangkan penambahan garam alkali berfungsi dalam pembentukan gluten, menghaluskan tekstur adonan, dan meningkatkan elastisitas dan ekstensibilitas adonan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proporsi tepung jagung terbaik terhadap sifat fisik dan kimia mie jagung, mengetahui pengaruh penambahan pati dan garam alkali terhadap sifat fisik dan kimia mie jagung dan mengetahui pengaruh kombinasi terbaik antara proporsi tepung, jenis pati dan jenis garam alkali terhadap kualitas sifat fisik dan kimia mie jagung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (Completely Randomized Block Design) dengan tiga faktor yaitu: proporsi tepung jagung, tepung terigu, dan pati (J) yang terdiri dari 40:45:15 (J1); 50:35:15 (J2); 60:25:15 (J3); jenis pati (P) yaitu maizena (P1); tapioka (P2); sagu (P3); jenis garam alkali yaitu air Q (G1); soda ash (G2), sehingga diperoleh 18 unit perlakuan yang diulang 2 kali. Variabel yang dikaji adalah variabel kimia (kadar air, kadar abu, protein total, kadar lemak), variabel fisik (daya pengembangan), dan variabel sensori (kesukaan) untuk mie jagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwaproporsi tepung jagung mempengaruhi kadar protein total dan daya pengembangan mie jagung, penambahan pati pada pembuatan mie jagung mempengaruhi kadar abu dan kadar protein total mie jagung. penambahan garam alkali jenis soda ashmenghasilkan kadar abu lebih tinggi daripada garam alkali jenis air Q, dan perlakuan terbaik yaitu mie tepung jagung dengan kombinasi perlakuan J1P2G1 dengan perlakuan proporsi tepung jagung, tepung terigu, dan pati 40:45:15 dengan penambahan pati jenis tapioka dan garam alkali jenis air Q menghasilkan kadar protein total 9,37% bk, lemak 1,9% bk, air 7,795% bb, abu 1,555% bk, daya pengembangan 7,325%, dan skor kesukaan 2,4 (agak disukai). Corn noodle is a food product made from corn flour as the main ingredients or without any additional additive. Intercalation of starch has function as the binder and structure forming of noodle, while alkali salt is to gluten formed, refine dough structure, and increase the elasticity and extensibility of dough. The purpose of this research is to know the best proportion of corn flour towards physical and chemical characteristics of corn noodle, to know the effect of addition of starch and alkali salt towards physical and chemical characteristic of corn noodle and to know the effect of the best combination within flour proportion, starch type and alkali salt type towards physical and chemical characteristics of corn noodle.This research used Completely Randomized Block Design with three factors; proportion of corn flour, wheat flour and starch (J) which consist of 40:45:15 (J1); 50:35:15 (J2); 60:25:15 (J3); starch type (P) which are maizena (P1); tapioca (P2); sago (P3), and type of alkali salt which are water Q (G1); ash soda (G2); therefore obtained 18 units treatment with duplication, resulted 36 unit experiment. The studied variables are chemical variable (water content, ash content, total protein, fat content), physical variable (expansion), and sensory variable (hedonic) for corn noodle. The result of the research showed that proportion of corn flour affect to total protein content and expansion of corn noodle,addition of starch in processing of making corn noodle affect to ash content and total protein content in corn noodle. Addition of alkali salt type ash soda produce the higher number of ash content than the alkali salt type water Q and the best treatment is the corn noodle with the combination treatment of J1P2G1 with the proportion of corn flour, wheat flour and starch is 40:45:15, the addition of tapioca starch and water Q that resulted 9,37% dbin total protein, 1,9% db in fat content, 7,795% wbin water content, 1,555% db in ash content, 7,325% in expansion, and hedonic in score is 2,4 (mid-like).
76168502P2BA12003FAKTOR RISIKO MASTITIS MIKOTIK DI BBPTU-HPT BATURRADEN
Mastitis mikotik adalah peradangan pada jaringan internal ambing yang disebabkan oleh jamur. Penyakit ini merupakan masalah utama dalam tata laksana usaha peternakan sapi perah karena sangat merugikan peternak sapi perah. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan pengkajian faktor risiko mastitis dan pengkulturan jamur sebagai suatu bentuk pemantauan kasus mastitis untuk pencegahan dan memulai pengobatan antijamur tertentu sebelum ambing menjadi benar-benar rusak dan menimbulkan kerugian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan faktor risiko yang mempengaruhi kejadian mastitis mikotik dan mengetahui jenis jamur yang ada pada kasus mastitis mikotik di BBPTU-HPT Baturraden. Sebanyak 144 sapi perah dipilih secara simple random sampling dari BBPTU-HPT Baturraden. Data mengenai kondisi sapi perah, manajemen pakan, manajemen kandang serta manajemen pemerahan dicatat, yang kemudian dikorelasikan dengan pemeriksaan mastitis untuk mengetahui faktor risiko mastitis mikotik. Diagnosis mastitis dilakukan dengan pemeriksaan secara visual dan palpasi ambing sapi perah untuk pemeriksaan mastitis klinis serta dengan Whiteside Test pada pemeriksaan mastitis subklinis. Pemeriksaan laboratoris dilakukan dengan melakukan kultur susu dari pemeriksaan mastitis pada Sabouraud Dextrose Agar untuk mengetahui mikroba yang mengakibatkan respon peradangan ambing. Jamur yang teridentifikasi pada kasus mastitis mikotik dianalisis secara deskriptif. Hubungan antara predisposisi faktor risiko kasus mastitis mikotik diuji menggunakan Chi Square (x2) tanpa hipotesis a priori. Perhitungan Risk Ratio (RR) digunakan untuk mengetahui besarnya dampak dari setiap faktor risiko potensial terhadap kasus mastitis mikotik di BBPTU-HPT Baturraden. Hasil penelitian menunjukkan nilai prevalensi mastitis mikotik di BBPTU-HPT Baturraden sebesar 11,80%, dengan prevalensi mastitis mikotik klinis dan subklinis masing-masing adalah 3,47% dan 8,33%. Faktor predisposisi sapi perah yang meliputi umur sapi perah, paritas, tahap laktasi, kondisi ambing, dan riwayat penyakit mastitis; manajemen kandang yang meliputi banyaknya ternak dalam satu kandang dan kondisi lantai kandang; serta manajemen pemerahan yang meliputi penggunaan klorin, pencucian dan kebersihan pemerahan adalah faktor risiko yang signifikan dalam kasus mastitis mikotik di BBPTU-HPT Baturraden (p < 0,05), dengan nilai Risk Ratio (RR) berturut-turut sebesar 1,45; 2,21; 1,27; 1,45; 1,43; 1,61; 1,27; 1,28; 1,28; dan 1,15. Jamur yang mengakibatkan respon peradangan ambing pada kasus mastitis mikotik di BBPTU-HPT Baturraden yaitu Mucor sp., Trichophyton rubrum, Fusarium sp., Paecilomyces variotii, Nigrospora sp., Geotrichum sp., Filobasidiella neoformans, Saccharomyces sp., Trichosporon beigelii, Candida tropicalis, C. krusei, C. guilliermondi dan C. albicans.Mastitis is an inflammation of the udder on the internal tissue which caused by fungi. This disease is a major problem in the management of the dairy farm because is very harmful for dairy farmers. Based on this condition, it is necessary to study the risk factors of mastitis and culturing fungi as a form of monitoring for the prevention of mastitis cases and initiating antifungal treatment before the udder becomes totally damaged and cause any harm.
The aim of this study was to determine the risk factors which affected the incidence of mycotic mastitis and to know what types of fungi that exist in the case of mycotic mastitis in BBPTU-HPT Baturraden.
A total number of 144 dairy cows was selected by simple random sampling of BBPTU-HPT Baturraden. Data about the dairy cows, feed management, cage management and milking management is recorded, which is then correlated with mastitis examination to find out the risk factors for mycotic mastitis. The diagnosis of mastitis was done by visual examination and palpation of the udder of dairy cows for mastitis clinical examination and Whiteside Test on subclinical mastitis. Laboratory examinations was performed by milk cultured from mastitis examination on Sabouraud Dextrose Agar to determine the microbial which causing the udder inflammation response. The identification of fungi in the case of mycotic mastitis was analyzed using descriptive method. The relationship between predisposing risk factors of mycotic mastitis cases were tested using the chi-square (x2) without a priori hypotheses. Calculation of Risk Ratio (RR) is used to determine the impact of each potential risk factor in cases of mycotic mastitis in BBPTU-HPT Baturraden.
The result showed the prevalence value of mycotic mastitis in BBPTU-HPT Baturraden is 11.80%, with the prevalence of clinical and subclinical mycotic mastitis respectively are 3.47% and 8.33%. Dairy cows predisposing factors which includes age, parity, stage of lactation, conditions of the udder, and mastitis disease history; the cage management which includes the number of animals in a cage and cage floor conditions; and milking management which includes the use of chlorine, cleaning and milking hygiene is a significant risk factor in the case of mycotic mastitis in BBPTU Baturraden-HPT (p <0.05), with the value of the Risk Ratio (RR) respectively are 1.45; 2.21; 1.27; 1.45; 1.43; 1.61; 1.27; 1.28; 1.28; and 1.15. Fungi which cause to the udder inflammation response in the case of mycotic mastitis in BBPTU-HPT Baturraden are Mucor sp., Trichophyton rubrum, Fusarium sp., Paecilomyces variotii, Nigrospora sp., Geotrichum sp., Filobasidiella neoformans, Saccharomyces sp., Trichosporon beigelii, Candida tropicalis, C. krusei, C. albicans and C. guilliermondi.
76178503P2FB09029FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN MASYARAKAT TERHADAP PROGRAM PEMBUDAYAAN AKTA CATATAN KELAHIRAN DI KABUPATEN KEBUMEN
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji: 1) pengaruh wawasan masyarakat terhadap penerimaan masyarakat, 2) dukungan masyarakat terhadap penerimaan masyarakat, dan 3) jenis pekerjaan masyarakat terhadap penerimaan masyarakat pada program pembudayaan akta catatan kelahiran di Kabupaten Kebumen.
Penelitian ini adalah penelitian survey. Pengukuran besaran sampel pada populasi sebanyak 299.480 menggunakan rumus Slovin sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 100 responden, menggunakan teknik proporsional sampling untuk menentukan jumlah sampel di 4 kecamatan. Selanjutnya pegambilan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Uji validitas menggunakan pearson product moment, dan reliabilitas data menggunakan alpha cronsbach. Analisis data menggunakan korelasi ganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) wawasan masyarakat tentang manfaat akta kelahiran mempengaruhi penerimaan masyarakat pada program pembudayaan akta kelahiran di Kabupaten Kebumen, 2) Dukungan masyarakat berpengaruh terhadap penerimaan masyarakat pada program pembudayaan akta kelahiran di Kabupaten Kebumen dan 3) Jenis pekerjaan berpengaruh terhadap penerimaan masyarakat pada program pembudayaan akta catatan kelahiran di Kabupaten Kebumen.
The aims of this research are to analyzing: 1) the affected of community insight to community acceptance on the civilizing program of birth certificate, 2) the affected of community support to community acceptance on the civilizing program of birth certificate, and 3) the affected of kind of occupation to community acceptance on the civilizing program of birth certificate in Kebumen Regency.
This research is a survey research. To calculate howmuch sample of 299.480 population research by Slovin formula, and get 100 volunteer, using proporsional sampling to get sample at 4 district. Technique sampling by simple random sampling. Data collecting by questioner. Instrument validity used product moment correlation, and instrument reliability used alpha Cronbach. Data analyzing in this research by multiple regression.
The results indicated that: 1) community insight about the benefit of birth certificate affected community acceptance on the civilizing program of birth certificate in Kebumen Regency, 2) Community support also affected community acceptance on the civilizing program of birth certificate in Kebumen Regency, and 3) Kind of occupation affected community acceptance on the civilizing program of birth certificate in Kebumen Regency.
761810371A1M009042EKSTRAKSI PIGMEN BIJI BUAH PALEM JEPANG (Ptychosperma macarthurii)Palem Jepang (Ptychosperma macarthurii) merupakan jenis tanaman hias yang banyak dijumpai di Indonesia. Palem Jepang menghasilkan buah berwarna merah yang mengindikasikan adanya pigmen karotenoid. Jenis pigmen yang ada dalam biji palem Jepang belum diketahui. Jenis pelarut, cara dan lamanya ekstraksi merupakan faktor yang menentukan banyaknya pigmen yang dapat diekstrak. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Faktor yang dicoba yaitu, jenis pelarut (P) etanol (P1), etil asetat (P2), heksan (P3) dan lama ekstraksi (T) 1 jam (T1), 2 jam (T2), 3 jam (T3) sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan. Ulangan dilakukan 3 kali sehingga didapatkan 27 unit percobaan yang diamati. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelarut etanol menghasilkan ekstrak pigmen dengan intensitas warna dan total karotenoid tertinggi, lama ekstraksi 1 jam merupakan waktu optimal untuk menghasilkan ekstrak pigmen dengan intensitas warna dan total karotenoid tertinggi dan kombinasi etanol dengan lama ekstraksi 1 jam menghasilkan ekstrak pigmen intensitas warna dan total karotenoid tertinggi yaitu absorbansi 0,711 (λ 500 nm) dan 10,527 mg/100g.Japanese palm (Ptychosperma macarthurii) is an ornamental plant species that are often found in Indonesia. Japanese palm produce red fruit which indicates carotenoid pigments. Pigment contained in the kernels of Japanese palm fruit has not been identified yet. The factor that determines the amount of pigment that can be extracted are type of solvent, a method and duration of the extraction. Randomized block design (RBD) is used in this research which done in experimental. The factor were type of solvent (P) consisted of the ethanol (P1), ethyl acetate (P2), hexane (P3) and extraction duration (T) were 1 hour (T1), 2 hours (T2), 3 hours (T3), so 9 combinations of treatment was obtained. Deuteronomy was done 3 times, it gain 27 units of experiment to be observed. The result of this research showed that ethanol produce pigments extract with the highest color intensity and total carotenoids, while the extraction duration at 1 hour can produce the pigments extract with the highest color intensity and total carotenoids. The treatment combination of ethanol with 1 hour extraction duration produce pigment extract with the hightest color intensity was 0.711 (λ 500nm) and total carotenoids was 10.527 mg per 100g.
761910372F1A010030Life History Seorang Penari Ebeg di Desa Bajing Kulon, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap Ebeg merupakan bentuk kesenian tari daerah Banyumas yang menggunakan boneka kuda yang terbuat dari anyaman bambu. Bahkan ebeg dianggap sebagai seni budaya yang benar-benar asli dari Jawa Banyumasan mengingat didalamnya sama sekali tidak ada pengaruh dari budaya lain. Para pemain ebeg pada umumnya adalah laki-laki, namun di Desa Bajing Kulon, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap terdapat pemain ebeg perempuan.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Lokasi di Desa Bajing Kulon, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kehidupan seorang wanita yang telah berkeluarga namun mempunyai profesi sebagai penari ebeg. Metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis interaktif.
Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa Rosiah telah menjadi seorang penari ebeg perempuan selama 12 tahun di Desa Bajing Kulon, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap. Menurut Rosiah sendiri ebeg itu adalah sebuah simbol ksatria penunggang kuda yang ingin berperang. Baginya ebeg adalah sisi lain dalam kehidupannya. Kehidupan sehari-hari Rosiah di luar panggung hanyalah sebagai ibu rumah tangga biasa seperti pada umumnya.
Kesimpulannya, Tari ebeg sampai saat ini masih berkembang di daerah Cilacap. Di Kecamatan Kroya sendiri terdapat 45 grup Tari ebeg. Rosiah merupakan salah satu pemain ebeg perempuan yang bergabung selama 12 tahun.
Ebeg is the traditional dance of Banyumas that use the horse puppet made from woven bamboo. Even, ebeg regarded as a cultural art that really original from Java Banyumasan, remember in it is absolutely no influence from other cultures. The most ebeg players are a man, but in Bajing Kulon Village, Kroya’s district, Cilacap there are female ebeg players.
This study used descriptive qualitative method. The location is in Bajing Kulon Village, Kroya’s district, Cilacap. The sampling technique is purposive sampling. The purpose of this study is to determine the life of a woman who has been married but have a profession as an ebeg dancer. Data were collected through in-depth interviews, observation and documentation. Analysis of the data used interactive analysis.
The results of this study revealed that Rosiah has become an dancer for 12 years in the village of Bajing Kulon, Kroya’s district, Cilacap district. According Rosiah itself, ebeg is a symbol of equestrian knight who wants to fight. Ebeg is another side of her life. Rosiah daily life at the outside of stage just as an ordinary housewife like in general.
In conclusion, ebeg is still growing in the area of Cilacap. In Kroya’s district, there are 45 ebeg dance groups. Rosiah is one of the women who joined the ebeg player for 12 years.
762010373A1M010055PENGARUH JENIS KEMASAN TERHADAP KARAKTERISTIK DAN UMUR SIMPAN PANGAN DARURAT DARI TEPUNG JAGUNG DAN TEPUNG KEDELAIIndonesia merupakan salah satu negara yang berpotensi mengalami bencana alam, baik karena faktor alam maupun kesalahan manusia. Pada saat kondisi darurat, bantuan yang sangat dibutuhkan korban adalah pangan. Bantuan pangan yang diberikan kepada korban bencana alam harus bersifat siap santap (ready to eat) sehingga memudahkan korban dalam mengkonsumsinya, juga harus dapat memenuhi kebutuhan energi harian manusia dalam keadaan darurat. Pangan darurat mudah rusak selama penyimpanan sehingga dibutuhkan pengemasan yang tepat untuk memperpanjang umur simpannya. Penelitian ini menggunakan bahan lokal yaitu tepung jangung dan tepung kedelai sebagai bahan bakunya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk pangan darurat yang dapat diterima dan memenuhi standar pangan darurat dan menentukan jenis kemasan yang dapat mempertahankan kualitas pangan darurat sampai waktu penyimpanan yang maksimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pangan darurat yang dikemas dengan menggunakan oriented polipropilen (OPP) selama 16 hari masih layak dikonsumsi. Adapun kandungan gizi sebagai berikut, kadar protein total 16,03%, kadar lemak 17,59%, dan kadar karbohidrat (by difference) sebesar 56,51%, serta total mikroba sebesar 4,99 koloni/g. Sifat sensori meliputi tekstur dengan skor 4,4 (cukup remah), cita rasa 4,03 (cukup enak), dan kesukaan 4 (cukup suka). Oriented polipropilen (OPP) merupakan bahan pengemas yang dapat mempertahankan kualitas pangan darurat sampai waktu penyimpanan yang maksimal.Indonesia is one country that is potentially affected by disasters, either due to natural factors and human error. At the time of an emergency, the help which most needed is food. Food assistance provided to victims of natural disasters should be ready to eat so as to facilitate the victim in taking it. Emergency food must be able to fulfill the daily energy needs of humans in emergencies. Emergency food have a short shelf life so that it takes proper packaging to extend shelf life. This study uses local ingredients are corn flour and soy flour. The purpose of this study is to produce an acceptable and fulfill the standards of emergency food and determine the type of packaging that can maintain the quality of emergency food to the maximum shelf life. The results showed that the best product in this research is an emergency food packaged with oriented polypropylene (P3) on the shelf life to 16 (D4) with a nutrient content of total protein content of 16.03%, 17.59% fat, and carbohydrate (by difference) amounted to 56.51%, and 4.99 for total microbial koloni/g, as well as sensory properties include texture with a score of 4.4 (quite crumbs), the taste of 4.03 (fairly good), and preferences 4 (quite like). The oriented polypropylene (OPP) is a packaging material that can maintain the quality of emergency food to the maximum shelf life.