Artikelilmiahs

Menampilkan 7.541-7.560 dari 48.891 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
75418459P2EA12033PERLINDUNGAN HUKUM ANAK SEBAGAI PELAKU DALAM TINDAK KEKERASAN (SCHOOL BULLYING) SISWA DI SEKOLAH (Studi pada Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Banyumas)
Kekerasan sangat dekat dengan kehidupan anak.Sejak usia sangat dini anak-anak sudah di kenalkan pada bentuk-bentuk kekerasan mulai dari yang verbal, fisikal, hingga seksual. Sekolah sudah seharusnya menjadi tempat yang nyaman bagi anak dalam menimba ilmu. Namun terkadang sekolah menjadi tempat yang menakutkan bagi anak, karena banyaknya kejahatan-kejahatan anak yang dianggap sepele seperti bullying.Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis bentuk dan faktor penyebab terjadinya tindak kekerasan (school bullying) siswa di Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Banyumas. Selainituditujukan pula untukmengetahuiperlindungan terhadap anak sebagai pelaku dalam tindak kekerasan (school bullying) siswa di Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Banyumas.Penelitianmenggunakan metodependekatanyuridissosiologi, dengansumber data primer daninformandanobservasi.Lokasidilakukannya penelitian ini yaitu berada di SMA Negeri Wangon, SMA Baturaden, SMA Negeri 5 Purwokerto dan SMA Maarif NU 1 Karanglewas.
Hasil penelitian menunjukan bahwa, bentuk bullying yang terjadi pada siswa Sekolah Menengah Atas di mana mereka menempatkan diri sebagai pelaku terbagi menjadi dua kategori yaitu kekerasan Psikis dan kekerasan fisik. Perilaku bullying bersifat Fisik antara lain, seperti memukul, mendorong saat berkelahi, berkelahi, menganiaya, memukul dan lainnya. Sedangkan bentuk perilaku bullying secara Psikis berupa verbal dan yang bersifat relasi, seperti menjadi bahan pembicaraan / gosip, tidak dilibatkan dalam relasi sosial, serta diejek. Penyebab terjadinya bullying pada Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Banyumas meliputifaktor lingkungan teman, faktorkeluarga, faktorbalasdendam, faktoreksistensidiri, danfaktorimitasi. Perlindungan hukum terhadap anak sebagai pelaku dalam tindak kekerasan (school bullying) siswa di Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Banyumas adalah dengan tetap melindungi hak haknya dalam kegiatan belajar. Perlindungan hukum terhadap anak sebagai pelaku dalam tindak kekerasan (school bullying) siswa di Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Banyumas adalah dengan memberikan hukuman yang manusiawi dan juga mendidik bagi siswa. Sanksi yang dilakukan sekolah antara lain teguran kepada pelaku bullying, pemanggilan orang tua, danmelakukan skorsing. Oleh karena itu oerlunya pemahaman terhadap siswa mengenai dampak dari bullying di sekolah selain itu diperlukan pula pengawasan yang ketat dalam bentuk CCTV dan interaksi yang lebih dekat dari guru dan murid dalam menanggulangi perilaku bullying di sekolah.. Perlunya peran sekolah dengan regulasi yang tegas untuk perlindungan hukum dari bullying.
Violence is very close to the child's life. Since a very early age children are already introduced in the forms of violence ranging from verbal, physical, sexual up. School is supposed to be a comfortable place for children to gain knowledge. But sometimes the school be a scary place for a child, because of the many crimes that are considered trivial children such as bullying. This study aimed to analyze the forms and causes of violence ( bullying ) in high school students in Banyumas. Additionally it also aimed to determine the protection of children as perpetrators of the violence ( bullying ) in high school students in Banyumas. Research using sociological juridical approach, with primary data sources and informants and observations. The location of this study is located in SMA Wangon, Baturaden SMA, SMA and SMA Negeri 5 PurwokertoMaarif NU 1 Karanglewas.
The results showed that, the form of bullying that occurs in high school students in which they put themselves as the actors are divided into two categories: Psychological violence and physical violence. Physical bullying is, among others, such as hitting, pushing the current fight, fight, persecute, and the other hit. While the forms of bullying behavior in the form of verbal Psychic and the nature of relationships, such as the talk / gossip, are not involved in social relations, and ridiculed. The causes of bullying at the high school in Banyumas include environmental factors friends, family factors, revenge factor, factor the existence of self, and imitation factor. Legal protection of children as perpetrators in violence ( bullying ) in high school students in Banyumas is right while protecting the rights of the learning activities. Legal protection of children as perpetrators in violence ( bullying ) in high school students in Banyumas is to provide humane punishment and also educational for the students. The sanctions include reprimand the school do to bullying, calling parents, conduct and suspension. Therefore oerlunya understanding of students about the effects of bullying in schools are also required in addition to the strict supervision in the form of CCTV and closer interaction of teachers and students in tackling bullying behavior at school.
75428460P2CA11016ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI INVESTASI
(Studi Kasus pada Provinsi di Pulau Jawa)
Investasi merupakan motor penggerak pembangunan ekonomi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Berbagai masalah yang timbul dalam perekonomian sangat memengaruhi keputusan para investor untuk menanamkan modalnya. Pulau Jawa sebagai penyumbang terbesar dalam penanaman modal dalam negeri dan asing di Indonesia diharapkan mampu menjaga dan meningkatkan stabilitas ekonomi sebagai faktor-faktor yang menarik minat investor untuk menanamkan modalnya.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) pada enam provinsi di Pulau Jawa tahun 2006 sampai 2012. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah PDRB, suku bunga, inflasi, kurs rupiah terhadap dolar AS, rasio belanja modal daerah, angkatan kerja dan upah minimum provinsi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM).
Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa variabel PDRB, inflasi, kurs rupiah/dolar AS dan rasio belanja modal berpengaruh positif terhadap realisasi PMDN dengan time lag 2 tahun, sedangkan suku bunga dalam negeri, angkatan kerja dan upah minimum provinsi berpengaruh negatif terhadap realisasi PMDN dengan time lag 2 tahun. Adapun variabel tersebut secara bersama-sama mampu menjelaskan 99 persen variasi variabel PMDN.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel PDRB dan kurs rupiah terhadap dolar AS berpengaruh positif terhadap realisasi PMA dengan time lag 2 tahun, sedangkan suku bunga LIBOR, inflasi, rasio belanja modal, angkatan kerja dan upah minimum provinsi berpengaruh negatif terhadap realisasi PMA dengan time lag 2 tahun. Variabel tersebut secara bersama-sama mampu menjelaskan 90 persen variasi variabel PMA.
Investment is the motor of economic development to accelerate economic growth. Various issues that arise in the economy greatly affects the decision of investors to invest. Java as the largest contributor in growing domestic and foreign capital in Indonesia is expected to maintain and enhance economic stability as factor that attract investors to invest their money.
This study aims to analyze the factors that influence the realization of domestic investment (domestic) and foreign direct investment (FDI) in the six provinces on the Java Island from 2006 to 2012. The variables used in this study are GDP , interest rates , inflation , exchange rate IDR/ U.S. dollar, the ratio of government capital expenditure, labor force and the provincial minimum wage. The analysis technique used in this study is data panel with an approach Fixed Effect Model (FEM).
Based on the results is that the variables GDP, inflation, exchange rate of the IDR/ U.S. dollar and the ratio of capital expenditure has a positive effect on domestic investment with a time lag of 2 years , while the domestic interest rate, labor force and the minimum wage province negative effect on domestic investment with a time lag of 2 years. These variables are able to explain 99 percent variation in domestic investment.
The results showed that variable GDP and the exchange rate IDR/U.S. dollar has a positive effect on the realization of FDI with a time lag of 2 years, while the LIBOR interest rate, inflation, the ratio of capital expenditures, labor force and the provincial minimum wage negatively towards the realization of FDI with a time lag of 2 years. These variables are able to explain 90 percent of the variation variables FDI.
75438461G1A010067HUBUNGAN ANEMIA KEHAMILAN DENGAN SKOR APGAR NEONATUS DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO TAHUN 2013

HUBUNGAN ANEMIA KEHAMILAN DENGAN SKOR APGAR NEONATUS DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO TAHUN 2013

Agista Khoirul Mahendra

ABSTRAK

Latar Belakang: Anemia pada kehamilan dapat berdampak asfiksia pada janin. Diperkirakan sekitar 23% seluruh angka kematian neonatus di seluruh dunia disebabkan oleh asfiksia neonatorum, dengan proporsi lahir mati yang lebih besar. Penyebab tingginya AKB sebesar 33,6% di Indonesia adalah asfiksia neonatorum. Angka kematian karena asfiksia di Rumah Sakit Pusat Rujukan Propinsi di Indonesia mencapai 41,94%. Neonatus yang mengalami asfiksia tingkatannya perlu diketahui dengan skor Apgar.
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan anemia kehamilan dengan skor Apgar neonatus.
Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Data yang diambil merupakan data sekunder yang didapatkan dari rekam medis bagian Obstetri dan Ginekologi RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Data yang diambil terdiri dari kadar hemoglobin ibu hamil, usia ibu hamil, paritas, dan skor Apgar. Data dianalisis menggunakan uji Chi- Square dan Fisher’s Exact Test.
Hasil Penelitian: Anemia kehamilan dengan skor apgar menit 1 tidak memiliki hubungan bermakna (p = 0,25; PR = 1,93; X2 = 1,296). Anemia kehamilan dengan skor apgar menit 5 tidak memiliki hubungan bermakna (p = 0,53; PR = 1,50; X2 = 0,402). Anemia kehamilan dengan skor apgar menit 10 tidak memiliki hubungan bermakna (p = 1,00; PR = 1,38; X2 = 0,159).
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan anemia kehamilan dengan skor Apgar neonatus.


Kata Kunci: Anemia kehamilan, asfiksia, skor Apgar

RELATIONSHIP ANEMIA OF PREGNANCY WITH APGAR SCORES OF NEONATAL IN RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO IN 2013

Agista Khoirul Mahendra

ABSTRACT

Background: Anemia in pregnancy may affect fetal asphyxia. It is estimated that approximately 23% of all neonatal mortality worldwide are caused by neonatal asphyxia, with the proportion of stillbirths is greater. The cause of the high IMR of 33.6% in Indonesia is a neonatal asphyxia. The mortality rate due to asphyxia Provincial Referral Hospital Center in Indonesia reached 41.94%. Asphyxiated neonates level should be determined by Apgar scores.
Objective: The purpose of this study was to determine the relationship of anemia of pregnancy with Apgar scores of neonates.
Research Methodology: This study uses observational analytic cross sectional approach . Data taken a secondary data obtained from the medical records section of Obstetrics and Gynecology Hospital Prof . Dr. Margono Soekarjo. Data taken consisted of hemoglobin levels of pregnant women , maternal age , parity , and Apgar scores . Data were analyzed using Chi - Square and Fisher’s Exact Test.
Result: Anemia of pregnancy with Apgar scores 1 minute does not have a significant relationship ( p = 0.25, PR = 1.93 ; X2 =1.296 ) . Anemia of pregnancy with Apgar score 5 minutes has no significant relationship ( p = 0.53 ; PR = 1.50 ; X2 = 0.402 ) . Anemia of pregnancy with Apgar score of 10 minutes does not have a significant relationship ( p = 1.00 ; PR = 1.38 ; X2 = 0.159 ).
Conclusion: There was no relationship of anemia of pregnancy with Apgar scores of neonates.

Keywords : Anemia of pregnancy , asphyxia , Apgar score
75448463G1D010011PERBEDAAN SENAM DISMENORE DAN TEKNIK MASASE EFFLEURAGE ABDOMEN TERHADAP INTENSITAS NYERI MENSTRUASI PADA MAHASISWI KEPERAWATAN UNSOED ANGKATAN 2012-2013Latar Belakang: Menstruasi sering menimbulkan dismenore. Dismenore akan berdampak pada terganggunya aktivitas akademik atau aktivitas sehari-hari. Terapi non-farmakologi yang dapat menjadi alternatif untuk menurunkan dismenore adalah senam dismenore dan masase effleurage abdomen.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara senam dismenore dan masase effleurage abdomen terhadap intensitas nyeri menstruasi pada mahasiswi keperawatan Unsoed angkatan 2012-2013.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimen dengan rancangan one group pre test post test design. Terdapat satu kelompok yang diberikan dua perlakuan yaitu senam dismenore dan masase effleurage abdomen. Sampel penelitian sebanyak 36 reponden yang diambil dengan metode purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan skala nyeri NRS (Numeric Rating Scale). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney.
Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa ada pengaruh senam dismenore terhadap penurunan skala nyeri responden dengan uji Wilcoxon diketahui p=0,000 (p<0,05). Hasil penelitian juga menunjukkan terdapat pengaruh masase effleurage abdomen terhadap penurunan skala nyeri responden dengan uji Wilcoxon p=0,000 (p<0,05). Sementara hasil penelitian ini juga menunjukkan tidak ada perbedaan antara senam dismenore dan masase effleurage abdomen terhadap intensitas nyeri menstruasi yang diketahui dengan uji Mann-Whitney p=0,114 (p>0,05).
Kesimpulan: Kedua terapi non-farmakologi terbukti sama efektif untuk menurunkan dismenore dengan cara melancarkan aliran darah dan memberikan efek relaksasi dengan dikeluarkan endorphin dalam tubuh sehingga dapat menekan produksi prostaglandin ketika menstruasi.
Kata Kunci: Dismenore, Senam Dismenore, Masase effleurage abdomen

Background: Menstruation often causes dysmenorrhea. Dysmenorrhea will give impact to disturbance of academic activity or daily activity. Non-pharmacological therapy which can be an alternative to reduce dysmenorrhea are dysmenorrhea gymnastics and effleurage abdomen massage.
Purpose: The aim of this research was to know the difference between the dysmenorrhea gymnastic and effleurage abdomen massage to the intensity of menstruation pain in the nursing students at Unsoed in period 2012 – 2013.
Method: This research used pre experimental design with pre and post test design. There was one group which given two treatments namely dysmenorrhea gymnastic and effleurage abdomen massage. The study sample were 36 respondents which taken by purposive sampling method. Instrument of the research used observation sheet and pain scale of NRS (Numeric Rating Scale). Data was analyzed using Wilcoxon and Mann-Whitney test.
Result: The analysis results showed that there was effect of dysmenorrhea gymnastic to decreased pain scale of respondents with test of Wilcoxon it’s known p =0.000 (p < 0.05). The results also showed that there was effect of effleurage abdomen massage to decreased pain scale of respondents with test of Wilcoxon p=0.000 (p<0.05). Meanwhile, the results of the research also showed that there’s no difference between dysmenorrhea gymnastic and effleurage abdomen massage to intensity of menstruation pain it’s known by Mann-Witney test with p=0.114 (p>0.05).
Conclusion: Both of non-pharmacological therapy proven equally effective to reduce dysmenorrrhea by accelerating blood circulation and gives relaxation effect by producing endorphin in the body so it can depress the production of prostaglandin while getting menstruation.

Keywords: Dysmenorrhea, Dysmenorrhea Gymnastic, effleurage abdomen massage
75458462G1D010056HUBUNGAN MEKANISME KOPING SAAT PREMENSTRUAL SYNDROME DENGAN TEKNIK KOMUNIKASI INTRAPERSONAL PADA MAHASISWI JURUSAN KEPERAWATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANLatar Belakang: Komunikasi intrapersonal merupakan proses yang terjadi di dalam individu mulai dari kegiatan menerima pesan atau informasi, mengolah, menyimpan dan menghasilkan kembali. Mekanisme koping merupakan upaya untuk penyelesaian masalah langsung dan untuk melindungi diri bisa dilakukan pada diri sendiri dengan komunikasi intrapersonal. Mahasiswi Jurusan Keperawatan FKIK UNSOED mengatakan pernah mengalami premenstrual syndrome dengan gejala suka marah-marah, mudah tersinggung, hingga sulit berkonsentrasi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan mekanisme koping saat premenstrual syndrome dengan teknik komunikasi intrapersonal pada mahasiswi Jurusan Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman.
Metode: Metode penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 132 mahasiswi dengan jumlah sampel 69 mahasiswi. Uji analisis menggunakan Chi-Square.
Hasil: Ada hubungan yang bermakna antara mekanisme koping saat premenstrual syndrome dengan teknik komunikasi intrapersonal berdasarkan Uji Chi-Square . Diketahui nilai p = 0,000 dengan demikian nilai p ≤ 0,05 dan X2 hitung = 23,672 lebih besar daripada X2 tabel = 5,591.
Kesimpulan: Mekanisme koping saat premenstrual syndrome terdapat hubungan yang bermakna terhadap teknik komunikasi intrapersonal pada Mahasiswi Jurusan Keperawatan FKIK UNSOED


Kata Kunci: Mekanisme Koping Mahasiswi, premenstrual syndrome,
Komunikasi Intrapersonal
Background : Intrapersonal communication is a process within individual beginning with receiving messages or information, processing, restoring and reproducing. Coping mechanism is an effort of direct problem solving and individual protection which can be done by initiating intrapersonal communication. Female students in Nursing Department of Health and Medical Science Faculty in Jenderal Soedirman University stated that they have experienced premenstrual syndrome with symptoms such as getting short tempered, irritable, and feeling difficult to concentrate.
Purpose: The aim of this research is to determine the relationship between premenstrual syndrome coping mechanism and intrapersonal communication technique of female students of Nursing Department of Health and Medical Science Faculty of Jenderal Soedirman University.
Methodology: This research use an observational analysis with cross sectional approach. The samples were 69 female she students. Data were analyzed by Chi-Square.
Result : There is significant relationship between premenstrual syndrome coping mechanism and intrapersonal communication technique based on the Chi-Square test. The p value is 0,000 which shows that p value ≤ 0, 05 and X2 count = 23,672, which is greater than X2 table = 5,591.
Conclusion : There is significant relationship between premenstrual syndrome coping mechanism and intrapersonal communication technique of female students of Nursing Department of Health and Medical Science Faculty of Jenderal Soedirman University.

Keywords : Female Students Coping Mechanism, Premenstrual Syndrome, Intrapersonal Communication
754610355H1F010026Geologi dan Analisis Karakteristik Longsoran Berdasarkan Data Geolistrik Daerah Sijeruk dan Sekitarnya Kecamatan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara Jawa TengahBidang gelincir merupakan zona yang menjadi penyebab terjadinya longsoran karena pada bidang tersebut kuat geser menjadi lemah dan rentan terhadap gerakan tanah dan material di atasnya. Bidang gelincir seringkali menjadi fokus penelitian dalam memprediksi suatu lokasi yang berpotensi longsor, terutama potensi longsoran jenis luncuran. Fokus penelitian adalah mengenai identifikasi karakteristik bidang gelincir longsoran yang terjadi sebelumnya dan prediksi terjadinya longsoran berikutnya. Metode yang dilakukan adalah pemetaan geologi untuk mengetahui kondisi geologi daerah penelitian dan survey geolistrik tahanan jenis untuk mengetahui profil bawah permukaan daerah penelitian dan identifikasi potensi bidang gelincir. Tingkat kerawanan longsoran juga dilakukan dengan metode Anbalagan (1992). Survei geolistrik tahanan jenis dengan konfigurasi Schlumberger dilakukan pada 9 titik di sekitar mahkota longsoran sebelumnya yang kemudian diolah menggunakan software Progress 3.0. Hasil akhir menunjukkan bidang gelincir yang diidentifiksi berupa material breksi vulkanik dengan tingkat pelapukan sedang pada kedalaman 14 m dan diprediksi dua jalur longsoran yang dapat terjadi. Tingkat kerawanan longsoran berdasarkan klasifikasi kemiringan lereng oleh Van Zuidam menunjukkan lereng curam dan gerakan tanah sering terjadi. Berdasarkan tata guna lahan yang menunjukkan terdapat pemukiman yang dilewati jalur potensi longsor disimpulkan potensi longsor yang beresiko.Slip surface is a zone that causes landslide because this zone makes shear strength weak and vulnerable to be a movement of land and other materials. Slip surface is frequently the focus of research to predict a landslide potential zone. This study focus is to identify previous landslide slip surface and to predict next landslide. The methods used here are geological mapping to know the geological condition in the study area and resistivity geoelectrical survey to identify subsurface lithological profile and the existing slip surface. Landslide vulnerability is also identified using Anbalagan method (1992). Geoelectrical survey with schlumberger configuration has been done in 9 dots around previous landslide crown and analized using progress 3.0 software. Final result shows there are slip surfaces with moderate weathering level with approximately 14 m depth and two landslide tracks are predicted. Landslide succeptibility level of study area according to slope classification by Van Zuidam belongs to steep slope with frequent landslide event. Potential landslides are vulnerable according to the existing people equipment passed by potential landslide tracks.
754710974G1D011019GAMBARAN PENYEMBUHAN LUKA DIABETES
DENGAN WOUND VACUUM MODIFIKASI BREAST PUMP MODE VPT SELAMA 1 JAM
Latar Belakang: Salah satu bentuk komplikasi kronis dari DM adalah luka diabetes. Cara yang efektif untuk menyembuhkan luka diabetes adalah dengan Wound Vaccum (WV). Namun WV ini kurang aplikatif jika digunakan di indonesia. Oleh karena, itu diciptakan wound vaccum modifikasi breast pump. Penggunaan WV dengan mode VPT efektif untuk menyembuhkan luka diabetes.
Tujuan: Penelitian ini menguji pengaruh WV modifikasi breast pump mode VPT bertekanan 100 mmHg dan 85 mmHg selama 1 jam terhadap proses penyembuhan luka diabetes.
Metode: Penelitian eksperimen dengan pendekatan posttest only with control group design pada tikus wistar. Tikus yang telah mengalami hiperglikemia dibuat luka pada kedua sisi perut tikus untuk kelompok perlakuan (perawatan dengan vakum) dan kelompok kontrol (perawatan luka tanpa vakum). Perawatan luka dilakukan selama 7 hari. Pengamatan dilakukan secara makroskopis dan mikroskopis.
Hasil: Gambaran makroskopis menunjukan kemerahan pada tepi luka di hari ke-3-7 pada kedua kelompok. Kelompok perlakuan tidak mengalami edema, sedangkan kelompok kontrol mengalami edema di hari ke-3 sampai hari ke-6. Tidak terdapat jaringan nekrotik pada kedua kelompok. Area luka kelompok perlakuan lebih kecil dibandingkan kelompok kontrol. Gambaran mikroskopis menunjukan intensitas inflamasi kelompok perlakuan lebih sedikit dibandingkan dengan kelompok kontrol. Intensitas reepitelisasi pada kelompok perlakuan lebih banyak dibandingkan kelompok kontrol
Kesimpulan: penyembuhan luka diabetes menggunakan WV modifikasi breast pump mode VPT bertekanan 100 mmHg dan 85 mmHg selama 1 jam berpengaruh terhadap penyembuhan luka diabetes
Background: One of the chronic complications of diabetes is diabetic wounds. An effective way to heal the wounds of diabetes is with Wound Vacuum (WV). However Wound Vacuum (WV) is less applicable if used in Indonesia. Therefore, created a Wound Vacuum modified breast pump. Use of Wound Vacuum (WV) with VPT mode is effective for diabetic wound healing.
Purpose: This study examined the effect of Wound Vacuum modified Breast Pump pressure of 100 mmHg by VPT mode and 85 mmHg for 1 hour on diabetic wound healing process.
Methods: The method used in this research is study experiment with approaches posttest only control group design in wistar rats. Rats that had experienced hyperglycemia made cuts on both sides of the abdomen of rat for the treatment group (treatment with vacuum) and control group (treatment of wounds without vacuum). Wound care is done for 7 days. Observations were made macroscopically and microscopically.
Results: Macroscopic picture shows redness on the edge of the wound at day 3-7 in both groups. The treatment group did not experience edema, whereas the control group experienced edema on day 3 to day 6. There are no necrotic tissue in both groups. Extensive wound treatment group is smaller than the control group. Microscopic picture shows the intensity of the inflammatory fewer treatment group compared with the control group. Re-epithelialization intensity of the treatment group more than the control group
Conclusion: Diabetic wound healing using Wound Vacuum modified breast pump by VPT mode pressure of 100 mmHg and 85 mmHg for 1 hour can accelerate wound healing in diabetic rat.
754810972E1A007130KEWENANGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN CILACAP DALAM PENGELOLAAN PELABUHAN TANJUNG INTAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah kewenangan Pemerintah Daerah Kabupaten Cilacap dalam pengelolaan Pelabuhan Tanjung Intan. Metode yang digunakan pada dalam penelitian ini adalah Yuridis Normatif, yaitu penelitian yang menggunakan konsepsi legis positifis. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah spesifikasi penelitian Preskriptif, yaitu suatu penelitian yang menetapkan standar prosedur, ketentuan-ketentuan, rambu-rambu dalam melaksanakan aturan hukum, sehingga apa yang senyatanya berhadapan dengan seharusnya, dan diakhiri dengan memberikan rumusan-rumusan tertentu.

Pelabuhan Tanjung Intan merupakan pelabuhan utama yang fungsi pokoknya melayani kegiatan angkutan laut dalam negeri dan internasional, alih muat angkutan laut dalam negeri dan internasional dalam jumlah besar, dan sebagai tempat asal tujuan penumpang dan/atau barang, serta angkutan penyeberangan dengan jangkauan pelayanan antarprovinsi. Kewenangan pengelolaan Pelabuhan Tanjung Intan dimiliki oleh Pemerintah Pusat melalui Otoritas Pelabuhan. Otoritas Pelabuhan berfungsi melaksanakan pengaturan dan pembinaan, pengendalian, dan pengawasan kegiatan kepelabuhanan.

Kewenangan Pemerintah Daerah Kabupaten Cilacap dalam pengelolaan Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap hanya sebatas koordinasi, dimana Otoritas Pelabuhan dalam melaksanakan kegiatan kepelabuhanan wajib berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah. Kewenangan yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Cilacap adalah kewenangan atributif, yaitu kewenangan yang didapat dari ketentuan peraturan perundang-undangan.
This research is aimed to find out about the authority of Cilacap District Government in managing Tanjung Intan Port. The method used in this research is Normative Juridical, that is, a research which uses positivist legislator conception. The analytical method used is Prescriptive, a research which sets the procedural standards, stipulations, and rules in carrying out the rule of law, so that the actually meets the necessary, and is finished by giving certain formulation.

Tanjung Intan Port is a major harbor which serves both domestic and international loading and docking. It also functions as the destination basis of passenger and goods, and as the sea transportation service in the provincial range. The authority of administrating Tanjung Intan Port is owned by Central Government through the Port Authority. The Authority of the Port works to run the regulations, development, controlling and supervising the activities within port.

The Authority of Cilacap District Government in administrating Tanjung Intan Port is limited only in coordination matters, where the coordination between Port Authority and the District Government in running the port activities is necessary. The authority owned by Cilacap District Government is attributive authority, that is, the authority gained from the terms of legislation.
754911248F1F008050Nikki’s Infantile Personality in Jacqueline Wilson’s Lola Rose.Penelitian yang berjudul “Nikki’s Infantile Personality in Jacqueline Wilson’s Lola Rose” ini bertujuan untuk mengetahui sebab dan akibat kepribadian Nikki yang kekanak-kanakan, karena itu penulis menggunakan pendekatan psikologi, karakter dan penokohan, dan juga teori kepribadian kekanak-kanakan sebagai cara untuk menganalisa isu dalam novel ini. Kemudian analisis tersebut dijabarkan menggunakan metode deskriptif kualitatif.
Terdapat beberapa langkah dalam meneliti novel ini. Langkah pertama yaitu membaca novel Lola Rose untuk memahami isi novel tersebut untuk pengumpulan data. Langkah kedua adalah mengidentifikasi teks yang berisi sebab dan akibat dari kepribadian Nikki yang kekanak-kanakan. Langkah terakhir adalah pemeriksaan data yang telah terkumpul untuk melihat data yang terpercaya dan benar pada pengumpulan data. Berdasarkan analisis yang ada, hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat beberapa sebab dan akibat mengapa Nikki menjadi frustrasi dan kekanank-kanakan, diantaranya, Nikki susah mendapatkan pekerjaan karena dia kekurangan kemampuan, seperti ketidakmampuan Nikki untuk menguasai hubungan antar perorangan karena Nikki ketergantungan kepada orang lain. Penyebab lainnya adalah Nikki tidak mampu berpikir panjang, serta tidak mampu menghadapi situasi yang baru setelah melahirkan. Sedangkan akibat dari frustrasi adalah Nikki terkena penyakit kanker payudara,karena caranya mengurangi frustrasi dengan cara yang tidak tepat, yaitu dengan merokok dan minum alkohol.
The research entitled Nikki’s Infantile Personality in Jacqueline Wilson’s Lola Rose is aimed to find out the causes and effects of Nikki‟s infantile personality. The research uses psychological approach, character and characterization, and also infantile personality theory to analyze the issue of the novel. Furthermore, the analysis is explained by using descriptive qualitative method. There are some steps in analyzing the novel. The first step is reading Lola Rose novel to understand the content of it in order to collect the data. The second step is identifying the data that contain the causes and effects of Nikki‟s infantile personality. The last step is checking the collected data to see the credibility and validity of the collected data. Base on the analysis, the research findings show that there are some causes and effects why Nikki gets frustration and becomes infantile person, including Nikki‟s difficulty to get a work due to her lack of skill, as well as Nikki‟s inability to master in interpersonal relation along with Nikki is dependence on others. Other causes are Nikki‟s inability to think in long term goals, to face new situation after getting a baby. Whereas, the effect of Nikki‟s stress or frustration leads to breast cancer because of her mechanism in alleviating her frustrations are no appropriate such as smoking and drinking.
75508464G1F010029EVALUASI INTERAKSI OBAT YANG POTENSIAL TERJADI PADA PASIEN SIROSIS HATI RAWAT INAP DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTOPengobatan pada sirosis hati maupun komplikasinya dapat menyebabkan polifarmasi sehingga memungkinkan terjadinya interaksi obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi interaksi obat yang potensial terjadi dengan melihat angka kejadian interaksi obat dan juga berdasarkan mekanisme, tingkat signifikansi, onset, tingkat keparahan, dan dokumentasi interaksi obat serta melihat obat atau golongan obat yang potensial sering menimbulkan interaksi obat pada pasien sirosis hati rawat inap di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif evaluatif dengan teknik total sampling. Data penelitian diambil melalui pendekatan retrospektif dari seluruh catatan rekam medis kasus sirosis hati dengan dan tanpa komplikasi (n=95) periode Juli – Desember 2013 yang memenuhi kriteria inklusi. Data tersebut dianalisis berdasarkan standar yaitu Drug Interaction Facts (Tatro, 2011) dan Stockley’s Drug Interaction (Baxter, 2009).
Hasil penelitian ini menunjukan dari 95 kasus terdapat 53 kasus (55,79%) yang berpotensi terjadinya interaksi obat. Mekanisme interaksi obat yang paling banyak adalah interaksi farmakokinetika fase absorpsi dan farmakodinamik (29,90%), tingkat signifikansi yang paling banyak adalah tingkat signifikansi 5 (61,86%), onset yang paling banyak adalah delayed (68,04%), tingkat keparahan yang paling banyak adalah minor (70,10%), dan dokumentasi yang paling banyak adalah possible (36,08%). Obat yang paling sering menimbulkan interaksi obat yang potensial adalah omeprazol dan vitamin B12 dengan angka kejadian sebesar 24 (24,74 %).
The therapy on cirrhosis or its complications can lead to polypharmacy and may cause drug interactions. The aim of this study is to evaluate potential drug interactions by quantifying the events of drug interactions and each mechanism, level of significance, onset, severity, documentation of drug interactions and to identify drug or class of drug that often lead to drug interactions in hospitalized liver cirrhosis patients in Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto hospital.
This study was using descriptive evaluative method with total sampling technique. Research data were collected retrospectively from the entire medical records of hospitalized liver cirrhosis patients with and without complications (n=95) in July – December 2013 which met the inclusion criteria. The data were analyzed by using standard book of Drug Interaction Facts (Tatro, 2011) and Stockley’s Drug Interaction (Baxter, 2009).
The results showed 53 cases (55,79%) of 95 cases had potential drug interactions. The most mechanism of drug interactions were pharmacokinetics in absorption and pharmacodynamic (29,90%), the most level significance of drug interactions were level 5 (61,86%), the most onset of drug interactions were delayed (68,04%), the most severity of drug interaction were minor (70, 10%), and the most documentation of drug interactions were possible (36,08%). The most often drug or class of drug that potential occured in drug interactions were omeprazole and vitamin B12 with 24 events (24,74%).
75518465F1B007079Strategi Pemberdayaan UKM Batik Di Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas
Perkembangan dan persaingan ekonomi antar negara memberikan dampak pada pembangunan industri Indonesia yang setiap daerahnya wajib meningkatkan atau mengembangkan perekonomian usaha kecil dan menengah khususnya batik. Kabupaten Banyumas dilihat secara umum kapasitas produksi batik setiap bulannya mengalami kenaikan tetapi secara khusus untuk Kabupaten Banyumas dengan sentral Kecamatan Sokaraja masih rendah dimana kuota permintaan tidak sebanding dengan kuota produksi yang dihasilkan oleh karena itu melibatkan pemerintah daerah maupun swasta dalam membina pelaku usaha untuk meningkatkan SDM dalam mengembangkan produksi, dimana salah satu faktor dalam perekrutan pembinaan mengalami ketimpangan. Tujuan penelitian ini mengetahui lebih jauh strategi pemberdayaan oleh pemerintah daerah dan memberikan manfaat kepada dinas terkait. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan kualitatif deskriptif yang berusaha menggambarkan suatu gejala sosial yang bertujuan untuk menggambarkan yang up to date atau yang telah berlangsung pada saat penelitian. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa strategi pemberdayaan usaha kecil dan menengah oleh pemerintah sudah berjalan dengan cukup baik namun masih kurang maksimal. Strategi pemberdayaan tersebut masih terdapat kendala yang mana kurang fokusnya proses pendidikan dan pelatihan dalam hal manajemen produksi. Selain itu juga ruang konsultasi dan pembinaan yang diperlukan oleh para pelaku UKM batik guna mengembangkan usahanya masih mengalami keterbatasan. Kemudian kerjasama operasional seperti kamar dagang yang ada masih belum dioptimalkan peran dan fungsinya guna kepentingan perkembangan UKM batik selama ini.

Kata kunci : Pemberdayaan, Strategi, Usaha Kecil dan Menengah Batik
Developments and economic competition between countries have an impact on Indonesia's industrial development which each region shall improve or develop the economy, especially small and medium enterprises Batik. Seen in general Banyumas batik production capacity has increased each month, but in particular the existence of a free market for the Central District of Banyumas Sokaraja quota demand is still low which is not comparable with the resulting production quotas and therefore involve local governments and private sectors in fostering business to improve its capacity. The purpose of this study to learn more empowerment strategy by local government and related agencies benefit. The method used in this study with a qualitative descriptive, which is trying to describe a social phenomenon that aims to describe the up to date or that has been ongoing at the time of the study. The result, in this study indicates that the strategy of empowering small and medium enterprises by the government has been running quite well but still less than the maximum. The empowerment strategy there are constraints which focus less education management. In addition, consulting and coaching space required by the batik SMEs to develop their businesses still have limitations. Then the operational as the chamber of commerce is still not optimized role and function in the interests of the development of batik SMEs over the years.

Keywords: empowerment, strategy, batik SMEs .
75528466G1D010079PENGARUH TERAPI BERJEMUR SINAR MATAHARI TERHADAP KADAR GULA DARAH PUASA PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS PURWOKERTO UTARAABSTRAK


PENGARUH TERAPI BERJEMUR SINAR MATAHARI TERHADAP KADAR GULA DARAH PUASA PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS PURWOKERTO UTARA

Desi Ayu Kristiani1, Atyanti Isworo2, Dewi Natalia3

1Mahasiswa Jurusan Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman
2Jurusan keperawatan Universitas Jenderal Soedirman
3Ruang Bugenvil, RSUD Banyumas


Latar Belakang: Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan namun dapat dikendalikan, untuk itu diperlukan penanganan yang tepat, kontrol yang teratur serta kepatuhan dari penderita itu sendiri. Terapi yang diberikan pada penderita diabetes mellitus dapat berupa terapi farmakologi dan terapi non farmakologi. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat dilakukan dengan mudah dan murah yaitu berjemur sinar matahari.
Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh terapi berjemur sinar matahari terhadap kadar gula darah puasa pada pasien diabetes mellitus tipe 2.
Metode: Penelitian bersifat kuantitatif, metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain non-equivalent control group. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan sampel sebanyak 40 responden yang dibagi dalam dua kelompok.
Hasil: Hasil uji Wilcoxon terhadap kadar gula darah puasa pre intervensi dan post intervensi pada kelompok perlakuan diperoleh nilai p = 0,015, sedangkan pada kelompok kontrol p = 0,881. Hasil uji T-test terhadap kadar gula darah puasa post intervensi pada kelompok perlakuan dan kontrol, diperoleh nilai p = 0,534.
Simpulan: Pada kelompok perlakuan terdapat perbedaan kadar gula darah puasa pre intervensi dan post intervensi, sedangkan pada kelompok kontrol tidak ada perbedaan kadar gula darah puasa pre intervensi dan post intervensi. Hasil uji gula darah puasa post intervensi pada kedua kelompok menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna.
ABSTRACT


THE EFFECT OF SUNRAYS THERAPY ON FASTING BLOOD GLUCOSE LEVELS OF PATIENTS DIABETES MELLITUS TYPE 2
AT PUSKESMAS PURWOKERTO UTARA

Desi Ayu Kristiani1, Atyanti Isworo2, Dewi Natalia3

1Student of Nursing Department, Universitas Jenderal Soedirman
2Nursing Department, Universitas Jenderal Soedirman
3Bugenvil unit, RSUD Banyumas


Background: Diabetes mellitus is a chronic disease that cannot be cured but can be controlled, so it need proper treatments, regular medical check-up and compliance from the patient. Therapy given to patients with diabetes mellitus may include pharmacological therapy and non-pharmacological therapy. One of the non-pharmacological therapies that can be done easily and cheaply is sunrays therapy.
Objective: The purpose of this study is to identify the effect of sunrays therapy on fasting blood glucose levels of patients with diabetes mellitus type 2.
Methods: This study is the quantitative with quasi-experiment and non-equivalent control group design. Sampling technique used purposive sampling with a sample of 40 respondents were divide into two groups.
Results: The result revealed pre intervention and post intervention in treatment group obtained the value of p = 0,015, where as in the control group p = 0,881. T-test results on the post intervention fasting blood glucose levels in treatment and control group, the value of p = 0.534.
Conclusions: In the treatment group there are differences of fasting blood glucose levels pre intervention and post intervention, where as in control group there was no difference of fasting blood glucose levels pre intervention and post intervention. There are no difference of fasting blood glucose levels between control and treatment group.
75538468G1D010002PERBEDAAN MASASE PAYUDARA DENGAN MENYUSU PASIF TERHADAP INISIASI ASI PADA IBU POST SECTIO CAESAREA DI RSUD PROF. Dr. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTOLatar belakang: Sectio caesarea (SC) merupakan suatu prosedur pembedahan untuk mengeluarkan janin dengan cara pembedahan dinding perut dan dinding rahim. Dampak SC salah satunya mempengaruhi inisiasi ASI. Intervensi yang dapat dilakukan untuk mempercepat inisiasi ASI adalah masase payudara dan menyusu pasif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan masase payudara dan menyusu pasif terhadap inisiasi ASI. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasy experiment dengan rancangan penelitian post test only design. Metode pengambilan sampel dengan purposive sampling. Total sampel penelitian sebanyak 50 responden yang dibagi menjadi 25 responden dengan perlakuan masase payudara dan 25 responden dengan menyusu pasif. Hasil: Hasil analisis menunjukan bahwa ada perbedaan antara masase payudara dengan menyusu pasif terhadap inisiasi ASI pada ibu post sectio caesrea di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Uji chi-square menunjukan p value <0,05 (p value= 0,031). Kesimpulan: Ada perbedaan antara masase payudara dengan menyusu pasif terhadap inisiasi ASI pada ibu post sectio caesrea di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Background: Sectio Caesarea ( SC ) is a surgical procedure to expend the fetus by surgical step between abdominal and uterine. One of the impact from the SC procedure can be affected for breast milk initiation. There are some interventions can be used to accelerate breast milk initiation, for example breast massage and passive breastfeeding. Purpose : The research aim was to know the differences between breast massage and passive breastfeeding to breast milk initiation. Method : The research used quasy experiments with post test only design. The sampling method was taken by purposive sampling. Total samples were 50 respondents who divided into 25 respondents with breast massage treatment and 25 respondents with passive breastfeeding. Results : The results showed there was difference between breast massage with passive breastfeeding to breast milk initiation on post section caesarea procedure at Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto hospital with p value < 0.05 ( p value = 0.031 ) in Chi-square test. Conclusion : There was difference between breast massage with passive breastfeeding to breast milk initiation on post section caesarea procedure at Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto hospitals.
755410358F1A010033“Dampak Sosial dan Ekonomi Keberadaan PT. Royal Korindah” (Studi Tentang Persepsi Masyarakat Mengenai Dampak PT. Royal Korindah Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Di Kelurahan Kembaran Kulon, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga)Kehadiran industri PT. Royal Korindah di Kembaran Kulon tentu akan mempengaruhi kehidupan masyarakat sekitar baik kondisi sosial maupun kondisi ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat mengenai dampak PT. Royal Korindah terhadap kondisi sosial masyarakat di Kelurahan Kembaran Kulon dan untuk mengetahui persepsi masyarakat mengenai dampak PT. Royal Korindah terhadap kondisi ekonomi masyarakat di Kelurahan Kembaran Kulon. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat memiliki persepsi yang berbeda-beda mengenai dampak PT. Royal Korindah terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat baik dampak positif dan dampak negatif.Dampak positif keberadaan PT. Royal Korindah terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat meliputi, munculnya sikap individual pada beberapa masyarakat, namun hal tersebut tidak mengganggu hubungan antar masyarakat lain, terbukti dengan masih aktifnya kegiatan sosial di masyarakat. Perubahan mata pencaharian masyarakat, perubahan pola pikir masyarakat akan pentingnya pendidikan bagi generasi muda. Terbukanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan membuka plasma industri, peningkatan taraf hidup dan pendapatan masyarakat, tumbuhnya struktur ekonomi baru.Kehadiran PT. Royal Korindah juga mampu mengurangi pengangguran di Kembaran Kulon. Dampak negatif yang dialami oleh masyarakat adalah pencemaran lingkungan akibat limbah pabrik, kemacetan lalu lintas yang diakibatkan pedagang musiman yang berjualan di depan pabrik dan munculnya perilaku konsumtif pada beberapa masyarakat. Keberadaan PT. Royal Korindah di Kembaran Kulon mempengaruhi kehidupan masyarakat terhadap kondisi sosial ekonominya baik dampak positif maupun dampak negatif. Perlunya kerjasama antar pihak masyarakat dan perusahaan untuk menjaga hubungan baik agar tidak terjadi konflik serta peran pemerintah dalam mengawasi keberadaan industri di PurbalinggaThe presence of PT. Royal Korindah industry in Kembaran Kulon will certainly affect community’s both social and economic conditions.This research aims to determine the public perception of the impact of PT. Royal Korindah against social conditions in Kembaran Kulon and to determine the public perception of the impact of PT. Royal Korindah against economic conditions of the community. The results show that the public has a different perception of the impact of PT. Royal Korindah against the social and economic conditions both the positive and negative impacts. The positive impact ofthe presence of PT. Royal Korindah against social and economic conditions of the community include, the emergence of individual attitudes insome communities, but it doesn”t interfere with the relationship between other communities, as proved by active social activities in the community. This industry gives changes of the people's livelihood, change the mindset of community about the importance of education for young people. The opening of jobs for the community and opened the plasma industry, improving standars of living and income, the growth of new economic structure. The presence of PT. Royal Korindah also able to reduces unemployment in the Kembaran Kulon. Other negative impacts experienced by society are the environmental pollution caused by waste plant, traffic congestion caused by seasonal trader swho sell in front ofthe factory and the emergence of the consumer behavior insome communities. The existence of PT. Royal Korindah in Kembaran Kulon affect people's liveson the social and economic condition either positive or negative impact. The need for cooperation between thepublic and companies to maintain good relationsin order to avoid conflict and government rolein overseeing the industry presence in Purbalingga
755510357A1C009048NILAI TUKAR PETANI PADA USAHATANI JAGUNG DI KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS
Jagung merupakan salah satu komoditi tanaman pangan yang berperan penting dalam pengembangan sektor pertanian. Kecamatan Sumbang merupakan sentra penghasil jagung di Kabupaten Banyumas. Petani di Kecamatan Sumbang sebagai pengelola, pelaksana dan pengambilan keputusan dalam berusahatani jagung mempunyai tujuan memperoleh keuntungan agar dapat meningkatkan pendapatan sehingga dapat membiayai kebutuhan hidup dan meningkatkan kesejahteraan petani itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis nilai tukar petani Jagung di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas (2) mengetahui kinerja usahatani Jagung di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survai. Penelitian dilaksanakan di Desa Karanggintung dan Tambaksogra, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Responden yang diambil sebanyak 42 petani jagung pada musim tanam 2013 dengan metode Simple Random Sampling. Alat analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan usahatani dan analisis nilai tukar petani. Hasil penelitian menunjukan (1) Nilai Tukar Petani rata-rata sebesar 90,17 berdasarkan kriteria bahwa NTP < 100 dapat dikatakan petani jagung di Kecamatan Sumbang belum sejahtera. (2) Penerimaan rata-rata petani jagung di Kecamatan Sumbang adalah sebesar Rp.8.712.310/ha dengan total biaya rata-rata Rp 5.084.658, sehingga diperoleh pendapatan rata-rata Rp3.643.604/ha.Corn is one of the commodity crops that important contribute role in the development of the agricultural sector. Sub Sumbang is central producing corn in Banyumas regenc . Farmers in Sub Sumbang as governor, implementers and decision-making in the work of corn farmers have the purpose of obtaining a profit in order to increase revenue so that it can fund the necessities of life and improve the welfare of farmers themselve . This study aims to ( 1 ) analyze the change Corn farmers in Sub Sumbang Banyumas regency. (2) know the performance of corn farming in Sub Sumbang Regency Banyumas. The research method used is the method survey. Research carried out in the village Tambaksogra and Karanggintung, Sub Sumbang, Banyumas regency. Respondents taken by 42 farmers planting corn in the season of 2013 with Simple Random Sampling method. Analysis tool used is the analysis of farm income and farmers change the analysis. The results showed that ( 1 ) Value Change farmer an average of 90,17 based on the criteria that NTP < 100 We can said that corn farmers in Sub Sumbang not yet peace.( 2 ) Acceptance average corn farmers in Sub Sumbang is of Rp8.712.310 / ha with a total average cost of Rp 5,084,658, so that the average revenue earned Rp3.643.604 / h.
75568467G1D010001STRATEGI KOPING KELUARGA DALAM MENGHADAPI BENCANA ANGIN TOPAN DI DESA MELUNG SEBAGAI DESA RAWAN BENCANA DI KABUPATEN BANYUMASLatar Belakang: Desa melung adalah desa rawan bencana yang terletak di kabupaten Banyumas. Dampak yang ditimbulkan bencana tersebut salah satunya dampak psikologi yang dapat berpengaruh terhadap kehidupan keluarga.Kehidupan keluarga yang semula berjalan normal tiba-tiba terganggu dengan berbagai persoalan. Semua permasalahan ini terjadi secara tiba-tiba dan tidak pernah terbayangkan sebelumnya, sehingga membuat keluarga menjadi kebingungan dan stres. Untuk mengatasi stres yang dialami keluarga pasca bencana angin topan, setiap keluarga dituntut untuk lebih konsentrasi dalam menyelesaikan berbagai masalah. Dengan demikian keluarga perlu mengembangkan strategi adaptasi yang memadai yang disebut strategi koping.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi strategi koping keluarga dalam menghadapi bencana angin topan.
Metode: desain cross sectional, diaplikasikan untuk meneliti 111 responden.
Hasil: Gambaran strategi koping total keluarga dalam menghadapi bencana angin topan berkategori sedang dengan nilai 61.45. Pada koping berpusat pada masalah berkategori sedang dengan nilai 21.93 pada item planful problem solving berkategori tinggi dengan nilai 9.12, confrontatif berkategori sedang 5.32 dan seeking social support berkategori sedang 5.41. Pada strategi koping berpusat pada emosi berkategori sedang dengan nilai rata-rata 39.52, pada item positif reapraaisal berkategori tinggi dengan nilai 9.01, accepting responbility berkategori sedang 5.87, self controling berkategori sedang 8.19, distancing berkategori tinggi 8.15 dan escape avoidance berkategori sedang 81.0.
Kesimpulan: Gambaran strategi koping total keluarga dalam menghadapi bencana angin topan berkategori sedang. Pada strategi koping berpusat pada masalah berkategori sedang begitu juga pada item confrontatif dan seeking social support terlebih pada planful problem solving berkategori tinggi. pada strategi koping berpusat pada masalah berkategori sedang begitu juga pada item escape avoidance, self controling, dan escape avoidance terlebih pada item positif reapraaisal dan distancing berkategori tinggi.
Latar Belakang: The village of melung is a disaster prone village in the Banyumas Regency. Many impact caused disaster, the one impact is psychology that can have an effect family of life. Family life which was normal suddenly disturbed by various problems. All problems this happens suddenly and is unimaginable before, so as to make family to be confusion and stress.To overcome stress suffered a family after the hurricane disaster, every family sued for more concentration in solving various problems.Thus families need to develop strategies adaption adequate called strategy coping.
Tujuan: This study examines the coping strategy family in confront of hurricane disaster.
Metode: Crosssectional design, applied to examine 111 respondents.
Hasil: The strategy coping totaly of family in the front of hurricanes disaster categorized moderet in coping facing catastrophic hurricanes are categorized the value 61.45. The problem focused coping are categorized moderet the value 21.93, item problem solving categorized high the value 9.12, confrontatif categorized moderet the value 5.32 and seeking social support categorized moderet the value 5.41. The strategy coping emotional focuse categorized moderet the value 39.52, item positive reapraaisal categorized high the value 9.01, item accepting responbility categorized moderet the value 5.87, item self controlling categorized moderet with the value 8.19, item distancing categorized high the value 8.15 and escape avoidance categorized moderet the value 8.10.
Kesimpulan: Overview of totaly coping strategy family in the face of the hurricane disaster category moderet. The problem focused coping moderet so also on item confrontatif and seeking social support especially item planful the problem solving categorized high. The coping emotional focuses categorized moderet so also item on accepting responbility, self controling, and escape avoidance especially on items positive reapraaisal and distancing categorized high.
75577906G1D008092PERBEDAAN MEKANISME KOPING PRE-MENSTRUAL SYNDROME (PMS) PADA MAHASISWI DENGAN PENERAPAN SISTEM BLOK DAN SISTEM KONVENSIONAL JURUSAN KEPERAWATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANPERBEDAAN MEKANISME KOPING PRE-MENSTRUAL SYNDROME (PMS) PADA MAHASISWI DENGAN PENERAPAN SISTEM BLOK DAN SISTEM KONVENSIONAL JURUSAN KEPERAWATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

Handayani 1, Hartati2, Winarti3

1Mahasiswa Jurusan Keperawatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman
2Kampus Jurusan Keperawatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman

ABSTRAK

Latar Belakang: Pre-Menstrual Syndrome (PMS) adalah gejala-gejala sebelum terjadi menstruasi seperti pegal pada pinggang, cepat lelah, emosi yang meningkat, dan lainnya. Stres pada mahasiswa Jurusan Keperawatan angkatan 2010 yang mengikuti penerapan sistem blok diantaranya disebabkan oleh penugasan yang cukup banyak. Hal ini berbeda dengan mahasiswa angkatan atas yang menggunakan penerapan sistem konvensional. Mekanisme koping adalah cara yang dilakukan individu dalam menyelesaikan masalah, menyesuaikan diri dari perubahan, serta respon terhadap situasi yang mengancam.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan mekanisme koping Pre-Menstrual Syndrome (PMS) pada mahasiswi dengan penerapan sistem Blok dan Konvensional Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman.
Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dan dilakukan dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 114 orang dengan jumlah sampel 52 orang. Uji analisis menggunakan t test.
Hasil: Hasil analisis dalam penelitian dengan uji t diperoleh nilai t hitung sebesar 0,905 dengan p = 0,370 yang lebih besar dari α = 0,05. Hasil tersebut menunjukkan tidak ada perbedaan mekanisme koping Pre-Menstrual Syndrome (PMS) pada mahasiswi dengan penerapan sistem blok dan sistem konvensional pada Jurusan Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman.
Kesimpulan: Mekanisme koping seseorang tidak hanya di pengaruhi oleh faktor lingkungan saja, tetap juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya seperti faktor fisik, psikologi dan dukungan sosial.
Kata Kunci : Mekanisme Koping, Pre-Menstrual Syndrome (PMS), Sistem Blok dan Konvensional.
THE DIFFERENCES OF PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) COPING MECHANISM OF FEMALE STUDENTS FOLLOWING THE IMPLEMENTATION OF BLOCK SYSTEM AND CONVENTIONAL SYSTEM IN NURSING DEPARTMENT OF JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY

Handayani1, Hartati2, Winarti3

1Students of Nursing Department, Health and Medical Science Faculty, Jenderal Soedirman University
2Nursing Department Campus, Health and Medical Science Faculty, Jenderal Soedirman University

ABSTRACT

Background: Premenstrual Syndrome (PMS) is a symptom prior to menstruation such as sore waist, more frequent fatigue, high temper, etc. A substantial number of assignments are one of the causes of stress experienced by students of 2010 class that follow block system implementation. This is different case that experienced by senior students that follow the implementation of conventional system. Coping mechanism is an individual method to solve problems, to adapt environmental change, and to respond threatening situation.
Purpose :This research is to determine the differences of Premenstrual Syndrome (PMS) coping mechanism of female students following the implementation of block system and conventional system in Nursing Department of Jendral Soedirman University.
Methodology :Method used in this research is observational analysis which is done with cross sectional approach. Population in this research is 114 students with 52 students are taken as samples. The t test is used to asses the analysis.
Result : The results ofthe analysisin this research obtained by t test showed that t value was 0.905 with p = 0.370 which is greater than α = 0.05. It indicated that there were no differences of Premenstrual Syndrome (PMS) coping mechanism of female students following the implementation of block system and conventional system in Nursing Department of Jendral Soedirman University.
Conclusion :Individual’s coping mechanism is not only influenced by environmental factors, but also it is influenced by other factors such as physical factors, psychological factors and social support.

Keywords : Coping mechanism, Premenstrual Syndrome (PMS), Block
System and Conventional System
75588469P2EA12034EFEKTIVITAS PENUNTUTAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG
OLEH KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI
Penelitian ini berjudul “Efektivitas Penuntutan Tindak Pidana Pencucian Uang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dalam melakukan penuntutan tindak pidana korupsi mengkumulatifkan dakwaan tindak pidana pencucian uang dan untuk mengetahui efektivitas penuntutan tindak pidana pencucian uang yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.
Metode Penelitian dalam penulisan tesis ini menggunakan pendekatan yuridis sosiologis, di samping itu juga dengan pendekatan deskriptif yakni menggambarkan penuntutan tindak pidana pencucian uang yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi beserta pertimbangan-pertimbangan hukumnya.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terhadap pokok permasalahan yang diajukan dalam penelitian tesis ini, maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Pertimbangan hukum Komisi Pemberantasan Korupsi yang dalam melakukan penuntutan Tindak Pidana Korupsi mengkumulatifkan dakwaan tindak pidana pencucian uang didasarkan pada :
a. Adanya hasil penyidikan yang sudah di kumulatifkan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi;
b. Asas peradilan cepat, sederhana dan biaya ringan;
c. Sebagai upaya deterrent effect dan
d. Sebagai upaya mencari harta-harta yang disembunyikan dari tindak pidana asalnya.
2. Efektivitas penuntutan tindak pidana pencucian uang yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi sudah cukup efektif, hal ini dilihat dari :
a. Tingginya tuntutan pidana yang diajukan oleh penuntut umum KPK dan tingginya vonis pemidanaan yang dijatuhkan oleh majelis hakim yang memeriksa perkara.
b. Di dalam dakwaannya, penuntut umum selalu menyertai permintaan untuk merampas harta-harta dari tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uangnya.
c. Adanya pidana tambahan berupa pencabutan hak-hak tertentu untuk memilih dan dipilih dalam jabatan publik yang dapat menimbulkan efek jera bagi para koruptor di Indonesia.
This Research entitled The Effectiveness of Money Laundering Prosecution by the Corruption Eradication Commission. This study aims to determine the legal reasoning of the Corruption Eradication Commission (KPK) in the prosecution of corruption charges incorporate money laundering, and to examine the effectiveness of money laundering prosecutions undertaken by the Commission.
The research method in this thesis uses social legal approach, in addition to the descriptive approach which also illustrates the Money Laundering prosecutions conducted by the Commission and its legal considerations.
Based on the research and discussion of the subject matter presented in this thesis, it can be concluded that:
1. Commission legal considerations combine charges of money laundering based on :
a. The existence of the investigations that have been incorporated by Commission investigators,
b. The principle of justice is fast, simple and low cost,
c. As a deterrent effect and
d. To discover the hidden assets of the underlying predicate offenses.
2. Effectiveness of prosecution of Money Laundering by the Commission has been quite effective, it can be seen from :
a. The high criminal prosecution requested by the Commission prosecutor and the high punishment verdicts handed down by a panel of judges who examined the case.
b. In the indictment, Commission prosecutors always accompanies a request to seize the treasures of corruption and money laundering.
c. The presence of additional criminal form of revocation certain rights to vote and be elected in public office that can be deterrent for corruptors in Indonesian.
755912760G1F011063Evaluasi Mutu Tablet Parasetamol Generik yang Beredar di Wilayah PurwokertoParasetamol atau asetaminofen adalah obat yang dapat digunakan untuk menurunkan demam. Selain itu parasetamol juga dapat digunakan untuk sakit kepala dan sakit ringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persyaratan fisik dan laju disolusi tablet parasetamol generik yang beredar di wilayah Purwokerto.
Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan sampel tablet parasetamol generik yang beredar di wilayah Purwokerto. Evaluasi terhadap tablet parasetamol tersebut meliputi keseragaman ukuran, keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, waktu hancur, penetapan kadar, dan uji disolusi. Uji disolusi dilakukan menggunakan tipe dayung pada kecepatan 50 rpm. Medium disolusi yang digunakan dapar fosfat pH 5,8 ± 0,5 sebanyak 900 mL. Sampel yang diperoleh pada menit ke 5, 10, 15, 20, 30, 45, dan 60 diukur absorbansinya pada spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang maksimum parasetamol (243 nm). Pengungkapan data disolusi dilihat melalui nilai konsentrasi pada t=30 menit dimana tablet parasetamol pada t=30 menit tidak kurang dari 85%. Analisis data dilakukan secara deskriptif, dibandingkan dengan persyaratan tablet menurut Farmakope Indonesia dan pustaka yang lain.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tablet Parasetamol generik memenuhi persyaratan sediaan tablet menurut farmakope indonesia meliputi keseragaman ukuran, keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, waktu hancur, dan penetapan kadar. Uji disolusi untuk semua tablet Parasetamol generik memenuhi persyaratan 85%.
Paracetamol or acetaminophen is a drug that can be used to reduce fever. Paracetamol also be used for headaches and minor aches. This study aimed to determine the physical conditions and dissolution rate of generic paracetamol tablets that were circulating in Purwokerto.
The method of this research is experimental with the samples of generic paracetamol tablets that were circulating in Purwokerto. Evaluation of generic paracetamol tablets were including the size uniformity, weight uniformity, hardness, friability, disintegration, assay, and dissolution test. Dissolution testing is carried out by a paddle type at 50 rpm. Dissolution medium used phosphate buffer pH 5.8 ± 0.5 up to 900 mL. Samples obtained from minutes to 5, 10, 15, 20, 30, 45, and 60 were measured absorbance in the UV-Vis spectrophotometer at a wavelength of maximum paracetamol (243 nm). The dissolution data disclosure were seen through the concentration at t = 30 min and paracetamol tablets at t = 30 minutes, not less than 85%. The data were analyzed descriptively and compared with tablets requirements according to the Indonesian Pharmacopoeia and other libraries.
The results showed that the generic Paracetamol tablets meet the requirements according to Indonesia Pharmacopoeia. That were including the size uniformity, weight uniformity, hardness, friability, disintegration, and assay. Dissolution test for all generic Paracetamol tablets meet the requirements of 85%.
756012881F1B011002Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Limbah Cair Tahu (Studi Kasus Di Desa Kalisari Kecamatan Cilongok)Meningkatanya industri di Indonesia menyebabkan produksi limbah dari hasil pembuangan industri meningkat. Pengelolaan limbah melalui Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) merupakan cara yang dianggap efektif dalam pengelolaan limbah tersebut dalam pelaksanaannya pengelolaan ini melibatkan masyarakat sebagai pelaksana program dan merupakan unsur yang penting dalam pengelolaan limbah industri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses dari partisipasi masyarakat dalam pengelolaan limbah di Desa Kalisari Kecamatan Cilongok guna mengidentifikasi dan mendeskripsikan proses dari partisipasi masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Fokus dalam penelitian ini adalah tahap perencanaan, pelaksanaan kegiatan, pemanfaatan hasil dan evaluasi kegiatan. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa proses partisipasi masyarakat dalam pengelolaan limbah cair tahu industri di Desa Kalisari berjalan sangat baik. Masayrakat berpartisipasi dalam bentuk uang, tenaga, ide, pikiran, waktu dan dapat mersakan hasil dari pemanfaatan limbah baik dari segi ekonomi maupun lingkungan. Partisipasi masayarakat meningkat hal ini disebabkan dari pemanfaatan hasil yang diperoleh sehingga merangsang masyarakat untuk terus terlibat lebih aktif. Dan semakin banyak masayrakat yang membentuk kelompok swadaya masyarakat untuk ikut secara kelembagaan berpartisipasi dalam pengelolaan limbah cair tahu industri di Desa Kalisari.The rise of the industry in Indonesia produces the production of waste from the result in the disposal industry getting increase. The management of waste through the Management Installation of Water waste (IPAL) is a way that is thought effectively in the waste management in the implementation of this management so it involves the society as the program implementer and an important element in the industry waste management. The purpose of this research was to describe the process from the society participation in waste management at Village of Kalisari Sub district Cilongok to identify and describe the process from the society participation. Method of research used the method of qualitative by using study case, focus in this research was the plan stage, activity implementation, result advantage and activity evaluation. From the result of research was obtained that the process of society participation in managing the liquid waste of tofu in the Village of Kalisari was running very well. The society participates in the form of money, power, idea, thought, time and they could feel the result from the waste advantage whether from the economy side or environment side. The society participation increases it was caused by the result advantages that had been obtained so it stimulated the society to keep being involved actively. And many societies then established the volunteer group to participate whether in the participation institution in managing the liquid waste of tofu industry in the Village of Kalisari.