Artikel Ilmiah : P2PA11043 a.n. USDIYANTO, S.Si

Kembali Update Delete

NIMP2PA11043
NamamhsUSDIYANTO, S.Si
Judul ArtikelKAJIAN PERILAKU PETANI DALAM MENGELOLA LAHAN PERTANIAN DAN KAITANNYA DENGAN KUALITAS AIR SUNGAI CIGINTUNG KABUPATEN CILACAP
Abstrak (Bhs. Indonesia)Degradasi sumberdaya alam secara langsung maupun tidak langsung dipengaruhi oleh perilaku manusia. Secara ekologi, Sungai Cigintung berperan sebagai feeding ground, spawning ground, nursery ground, jebak cemaran, dan jebak hara. Praktik pertanian yang tidak ramah lingkungan menyebabkan peningkatan erosi. Erosi tanah yang membawa partikel tanah dan unsur hara akan meningkatkan sedimen total, penurunan kualitas air, dan perubahan komunitas biota air. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji perilaku petani dalam mengelola lahan pertanian di sekitar Sungai Cigintung Kabupaten Cilacap, mengkaji kualitas air di Sungai Cigintung Kabupaten Cilacap, serta menganalisis hubungan antara perilaku petani dalam mengelola lahan pertanian dan kualitas air di Sungai Cigintung Kabupaten Cilacap. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei pada musim hujan (Februari-Mei 2013). Sampel perilaku petani diambil dengan metode acak sederhana (simple random) di sekitar Sungai Cigintung dan responden sebesar 45 orang. Kualitas air diteliti pada tiga stasiun menggunakan teknik purposive sampling dan diulang empat kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap pada perilaku pro lingkungan cenderung lebih tinggi dari tindakannya karena faktor ekonomi dan ketersediaan pangan. Tindakan perilaku anti lingkungan pada Stasiun III (73%) cenderung mengakibatkan erosi, kemudian diikuti oleh Stasiun I (67%) dan Stasiun II (53%). Erosi yang muncul dideteksi oleh kehadiran TSS yang tinggi di Stasiun III (275 mg/l), kemudian diikuti oleh Stasiun I (266 mg/l) dan Stasiun II (263 mg/l). Kecenderungan parameter TSS adalah sesuai dengan kehadiran spesies Terebralia palustris pada Stasiun III (80 ind/m2), kemudian diikuti oleh Stasiun I (48 ind/m2) dan Stasiun II (32 ind/m2). Demikian pula, kecenderungan parameter kualitas air yang lainnya seperti TDS, Salinitas, pH, DO, dan COD. Secara umum, tindakan pada perilaku anti lingkungan pada Stasiun III cenderung mengakibatkan erosi. Oleh karena itu, TSS lebih tinggi dan diindikasikan oleh kehadiran spesies Terebralia palustris yang lebih dominan, kemudian diikuti oleh Stasiun I dan Stasiun II.
Abtrak (Bhs. Inggris)Natural resources degradation is either directly or indirectly influenced by human behavior. Ecologically, Cigintung River functions is as feeding ground, spawning ground, nursery ground, pollutant trap, and nutrition trap. An eco-unfriendly agricultural cultivation brings about an erosion increase. Land erosion which carries soil particle as well as nutrition results in total sedimentation, water quality decrease, and change of water biota community. This research is aimed at identifying farmer’s behavior in cultivating their farming land of Cigintung River in Cilacap Regency, identifying the water quality of Cigintung River in Cilacap Regency, and analyzing the correlation between farmer’s behavior in cultivating their farming land and the water quality of Cigintung River in Cilacap Regency. The research was conducted through survey method in rainy season (February-May 2013). Samples of farmer behavior were taken by simple random in surrounding Cigintung River (45 respondents). Meanwhile, the water quality was taken from three stations by purposive sampling technique by four times repetition. The result shows that knowledge and attitude of pro environment behavior tend to be higher than its action due to economic and food availability factor. However, anti environment behavior in Station III (73%) tends to cause erosion, then followed by Station I (67%) and Station II (53%). The erosion is detected by the presence of high TSS in Station III (275 mg/l), then followed by Station I (266 mg/l) and Station II (263 mg/l). The tendency of TSS parameter is in accordance with the presence of species Terebralia parustris on Station III (80 ind/m2), then followed by Station I (48 ind/m2) and Station II (32 ind/m2). Similarly, the tendency of other water quality parameters includes TDS, Salinity, pH, DO, and COD. Generally, the anti environment behavior in Station III tends to cause erosion. Therefore, the TSS is higher which is indicated by the dominant presence of species Terebralia parustris, then followed by Station I and station II.
Kata kunciPerilaku Petani, Kualitas Air, Sungai Cigintung
Pembimbing 1Dr. Hj. Endang Widyastuti, M.S
Pembimbing 2Dr. H. Slamet Rosyadi, S.Sos, M.Si
Pembimbing 3
Tahun2014
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2014-05-30 09:40:22.650976
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.