Artikelilmiahs
Menampilkan 7.641-7.660 dari 48.892 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 7641 | 11352 | C1C011062 | Analisis Pengaruh Komponen Risk Based Bank Rating Terhadap Tingkat Kesehatan Bank (Studi Empiris Pada Bank Umum yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2011-2013) | Kami melakukan penelitian mengenai bagaimana komponen Risk Based Bank Rating yang terdiri dari profil risiko, Good Corporate Governance, rentabilitas, dan permodalan mempengaruhi kesehatan bank yang diukur berdasarkan profitabilitasnya. Kami menemukan bukti bahwa profil risiko berpengaruh negatif signifikan terhadap tingkat kesehatan bank, yang berarti semakin kecil risiko maka semakin tinggi tingkat kesehatan bank. kami juga menemukan bahwa Good Corporate Governance memiliki pengaruh positif signifikan terhadap tingkat kesehatan bank, hal tersebut berarti bahwa bank dengan implementasi Good Corporate Governance lebih baik akan meningkatkan tingkat kesehatan bank. saat rentabilitas meningkat, tingkat kesehatan bank juga meningkat, hal tersebut berarti bahwa rentabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat kesehatan bank. Sementara itu permodalan tidak berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat kesehatan bank. | We investigate how risk based bank rating components which consist of risk profiles, Good Corporate Governance, earning, and capital affect bank soundness that measured by profitability. We find evidence that risk profile has negative significant affect to bank soundness, that mean the less the risk, the higher the level of bank soundness. We also find evidence that good corporate governance have positive significant affect to bank soundness, that means bank with better implementation of good corporate governance will increasing the level of bank soundness. When earning increased, the level of bank soundness also increased, that mean earning have positive significant affect to bank soundness. Meanwhile, capital doesn’t have positive significant affect to bank soundness. | |
| 7642 | 8516 | P2EA12007 | IDE DASAR PERUBAHAN ALAT BUKTI DALAM RANCANGAN UNDANG UNDANG KITAB HUKUM ACARA PIDANA TAHUN 2013 | Setelah sekian lama KUHAP berlaku, banyak kesulitan-kesuliatan yang dihadapi oleh aparat penegak hukum. Oleh karena itu KUHAP harus diperbarui seiring perkembangan zaman di Indonesia. Salah satu konsep RUU KUHAP yang cukup menonjol adalah mengenai perubahan konsep dan jenis alat bukti. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis ide dasar perubahan Alat Bukti Dalam Rancangan Undang Undang Kitab Hukum Acara Pidana Tahun 2013. Selain itu ditujukan pula untuk menganalisis perbandingan pengaturan alat-alat bukti dalam RUU KUHAP 2013 dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana yang berlaku di saat ini Indonesia. Penelitian menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, dengan menggunakan data sekunder. Hasil penelitian menunjukan bahwa, Ide dasar perubahan Alat Bukti Dalam Rancangan Undang Undang Kitab Hukum Acara Pidana Tahun 2013 yaitu karena alat bukti yang diatur dalam KUHAP masih memiliki keterbatasan dalam menjangkau kebenaran materil seperti belum dimasukannya alat bukti elektronik sebagai alat bukti, barang bukti, dan konsep pemeriksaan saksi melalui teleconfrence. Ruang jarak dan waktu mengakibatkan keterbatasan alat bukti dalam KUHAP untuk mencari kebenaran yang sebenar benarnya, oleh karena itu diperlukan konsep baru guna mempermudah pembuktian mendapatkan atau setidak tidaknya mendekati kebenaran materil. Perubahan alat bukti juga ditujukan sebagai kodifikasi hukum acara khususnya alat bukti. Hakim agar lebih leluasa untuk dapat menafsirkan hukum berdasarkan kasus dan kondisi yang ada. Perbandingan pengaturan alat-alat bukti dalam RUU KUHAP 2013 dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana yaitu terdapat persamaan antara lain Dipertahankannya sistem pembuktian negatif yakni dengan minimal dua alat bukti ditambah satu keyakinan hakim, pengaturan alat bukti keterangan terdakwa, pengaturan alat bukti saksi dan alat bukti keterangan ahli. Alat bukti saksi, keterangan ahli dan keterangan terdakwa, memiliki perbedaan redaksional dan tata urut, namun masih memiliki substansi yang sama. Selain Itu terdapat perbedaan antara lain dimasukannya konsep baru barang bukti, bukti elektronik dan pengamatan hakim, dimasukannya konsep teleconfrence dalam pembuktian saksi, dimasukannya azas unustestis nulus testis secara tidak mutlak, dan di gantinya alat bukti pettunjuk dengan pengamatan hakim yang lebih luas. Oleh karena itu sebaiknya Negara menyiapkan bantuan hukum, dan pemberi bantuan hukum diperbolehkan aktiv menyaksikan jalannya olah tempat kejadian perkara. Sebaiknya diatur dan dipertegas sejauhmana pengamatan hakim dapat menjadi alat bukti. | After a long time the Criminal Procedure Code applies, many difficulties, if any faced by law enforcement officers. Therefore, the Criminal Procedure Code should be updated with the times in Indonesia. One of the draft Criminal Code Bill is quite prominent is the concept of change and the type of evidence. This study aimed to analyze the changes in the basic idea Evidence In Draft Law Criminal Procedure Code in 2013. Additionally it also aimed to analyze the ratio setting on the evidence in the Draft Criminal Procedure Code 2013 and the Code of Criminal Procedure in force at this time Indonesia. Research using normative juridical approach, with the secondary. Data. The results showed that, the basic idea changes Evidence In Draft Law Criminal Procedure Code in 2013 is due to the evidence set out in the Criminal Code still has limitations in reaching the truth of such material has not been the inclusion of electronic evidence as proof, evidence, and concepts examination of witnesses through teleconfrence. Space distance and time constraints resulted in evidence in the Criminal Procedure Code to seek the truth they actually true, therefore we need a new concept to facilitate proof or at least get closer to the truth materially. Changes evidence also intended as procedural law codification particular evidence. Judge to judge more flexibility to be able to interpret the law based on cases and conditions. Comparison settings evidence in the Criminal Procedure Code Bill, 2013 by the Code of Criminal Procedure that are common among other negative Maintain verification system that is with a minimum of two items of evidence plus a judge's conviction, the evidence of the defendant's tool setting, tool setting and tool evidence of witnesses evidence of expert testimony. Witness evidence, expert testimony and testimony of the defendant, has the distinction of editorial and layout sequence, but still have the same substance. Besides that there are other differences between the inclusion of a new concept of evidence, electronic evidence and observations of the judge, the inclusion of the concept in the proof teleconfrence witnesses, the inclusion of the principle of unustestis nulus testes are not absolute, and in its place pettunjuk evidence to judge the broader observation. Therefore, the State should set up a legal aid, and legal aid is allowed if the active witness the crime scene. . | |
| 7643 | 8517 | P2EA12064 | PELAKSANAAN PERLINDUNGAN HAK KUNJUNGAN KELUARGA NARAPIDANA (Studi Kasus di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Pasir Putih Nusakambangan) | Konsepsi hak menurut Satjipto Raharjo tercerminkan dalam pernyataan sebagai berikut: Hukum melindungi kepentingan seseorang dengan cara mengalokasikan suatu kekuasaan kepadanya untuk bertindak dalam rangka kepentingannya tersebut. Pengalokasian kekuasaan ini dilakukan secara terukur, dalam arti, ditentukan keluasan dan kedalamannya.Kekuasaan yang demikian itulah yang disebut sebagai hak.Dengan demikian, tidak setiap kekuasaan dalam masyarakat itu bisa disebut sebagai hak, melainkan hanyakekuasaan tertentu saja, yaitu yang diberikan oleh hukum kepada seseorang. Ciri-ciri yang melekat pada hak menurut hukum adalah sebagai berikut: 1. Hak itu dilekatkan kepada seseorang yang disebut sebagai pemilik atau subjek dari hak itu. Iajuga disebut sebagai orang yang memiliki titel atas barang yang menjadi sasaran dari hak. 2. Hak itu tertuju kepada orang lain, yaitu yang menjadi pemegang kewajiban. Antara hak dan kewajiban terdapat hubungan korelatif. 3. Hak yang ada pada seseorang ini mewajibkan pihak lain untuk melakukan (commission) atau tidak melakukan (omission) sesuatu perbuatan. Ini bisa di¬sebut sebagai isi dari hak. 4. Commission atau omission itu menyangkut sesuatu yang bisa disebut sebagai objek dari hak. 5. Setiap hak menurut hukum itu mempunyai titel, yaitu suatu peristiwa tertentu yang menjadi alasan mele¬katnya hak itu pada pemiliknya. | Konsepsi hak menurut Satjipto Raharjo tercerminkan dalam pernyataan sebagai berikut: Hukum melindungi kepentingan seseorang dengan cara mengalokasikan suatu kekuasaan kepadanya untuk bertindak dalam rangka kepentingannya tersebut. Pengalokasian kekuasaan ini dilakukan secara terukur, dalam arti, ditentukan keluasan dan kedalamannya.Kekuasaan yang demikian itulah yang disebut sebagai hak.Dengan demikian, tidak setiap kekuasaan dalam masyarakat itu bisa disebut sebagai hak, melainkan hanyakekuasaan tertentu saja, yaitu yang diberikan oleh hukum kepada seseorang. Ciri-ciri yang melekat pada hak menurut hukum adalah sebagai berikut: 1. Hak itu dilekatkan kepada seseorang yang disebut sebagai pemilik atau subjek dari hak itu. Iajuga disebut sebagai orang yang memiliki titel atas barang yang menjadi sasaran dari hak. 2. Hak itu tertuju kepada orang lain, yaitu yang menjadi pemegang kewajiban. Antara hak dan kewajiban ter¬dapat hubungan korelatif. 3. Hak yang ada pada seseorang ini mewajibkan pihak lain untuk melakukan (commission) atau tidak me¬lakukan (omission) sesuatu perbuatan. Ini bisa di¬sebut sebagai isi dari hak. 4. Commission atau omission itu menyangkut sesuatu yang bisa disebut sebagai objek dari hak. 5. Setiap hak menurut hukum itu mempunyai titel, yaitu suatu peristiwa tertentu yang menjadi alasan mele¬katnya hak itu pada pemiliknya. | |
| 7644 | 8518 | P2EA12036 | PENERAPAN KETENTUAN PIDANA UNDANG-UNDANG PERLINDUNGAN ANAK TERHADAP PELAKU ANAK YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA KESUSILAAN DENGAN KORBAN ANAK (Kajian di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Banyumas, Pengadilan Negeri Purwokerto, Pengadilan Negeri Purbalingga) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan terhadap pelaku anak yang melakukan tindak pidana Kesusilaan dengan korban anak dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan untuk mengetahui penerapan ketentuan pidana Undang-Undang Perlindungan Anak terhadap pelaku anak yang melakukan tindak pidana kesusilaan dengan korban anak dapat sebagai sarana melindungi anak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terhadap pokok permasalahan yang diajukan dalam tesis ini, maka dapat disimpulkan bahwa perlindungan terhadap pelaku anak yang melakukan tindak pidana kesusilaan dengan korban anak adalah dengan memperhatikan tujuan dari perlindungan anak yaitu menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusian, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, demi terwujudnya anak Indonesia yang berkualitas, berakhlak mulia dan sejahtera. Penerapan ketentuan pidana Undang-Undang Perlindungan Anak terhadap pelaku anak yang melakukan tindak pidana kesusilaan dengan korban anak tidak dapat sebagai sarana melindungi anak karena ketentuan pidana dalam pasal-pasal tindak pidana susila yang diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Anak khususnya pasal 81 dan pasal 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak mengandung ancaman pidana yang tinggi dan juga adanya pidana denda yang tidak mungkin bagi seorang anak untuk membayarnya. Hal ini dapat terlihat dari putusan perkara pelaku anak yang melakukan tindak pidana susila dengan korban anak di wilayah hukum Pengadilan Negeri Banyumas, Pengadilan Negeri Purwokerto, dan Pengadilan Negeri Purbalingga rata-rata diputus pidana penjara 1 (satu) tahun dan 3 (tiga) tahun, juga pidana denda dimana putusan-putusan tersebut mencerminkan bahwa penerapan ketentuan pidana pasal 81 dan pasal 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak terhadap pelaku anak bertentangan dengan tujuan dibentuknya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yaitu untuk melindungi anak baik anak secara umum maupun anak yang berhadapan dengan hukum. Ketentuan pidana yang ada dalam pasal 81 dan pasal 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak hanya dapat diterapkan terhadap pelaku dewasa yang melakukan tindak pidana dengan korban anak. | This study aims to find out the protection of child performers who perform criminal acts by the sacrifice of Morality in Law Number 23 Year 2002 concerning the protection of children and to see the application of the provisions of criminal law protection of children against child offenders who commit criminal acts with the sacrifice of decency able as a means of protecting the child. Research methods used in this study is a normative juridical. Based on the results of research and discussion of the principal issues raised in this thesis , it can be concluded that the protection of child offenders who commit criminal acts with the sacrifice of decency is by looking at the purpose of child protection that is guaranteed fulfillment of children's rights in order to live, grow, grow, and to participate optimally in accordance with the dignity of humanity, as well as protection from violence and discrimination, in order to realize the quality of Indonesian children, honorable and peaceful. Application of the provisions of criminal law protection of children against child offenders who commit criminal acts with the sacrifice of morality can not be a means to protect the child because the criminal provisions in the articles of the criminal acts of ethics set forth in the Child Protection Act in particular Article 81 and Article 82 Law Law number 23 Year 2002 concerning the protection of children conceived high criminal threat as well as the availability of criminal penalties is not possible for a child to pay for it. It can be seen from the verdict that the child actors do criminal acts by the sacrifice of decency in the jurisdiction of the State of Banyumas , Purwokerto District Court, and the Court has decided Purbalingga average imprisonment of 1 (one) year and three (3) years, also criminal fines which these rulings reflect that the application of the criminal provisions of article 81 and article 82 of Law Number 23 Year 2002 concerning the protection of children against child performer you formed the intention of the Law number 23 Year 2002 on child Protection, which is to protect the child's well- children in general and children who are dealing with the law. Existing criminal provisions in Article 81 and Article 82 of Law Number 23 Year 2002 concerning the protection of children can only be applied to adult offenders who commit criminal acts of child sacrifice . | |
| 7645 | 8519 | P2EA12063 | PELAKSANAAN PEMBEBASAN BERSYARAT DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN NARKOTIKA KLAS IIA NUSAKAMBANGAN | Kekhususan narkotika merupakan ekstra ordinary crime karena akibat yang ditimbulkan dari narkotika ini sangatlah besar. Baik terhadap si pemakai maupun bagi masyarakat banyak. Tindak pidana narkotika telah disadari bersama sebagai tindak pidana transnasional yang dilakukan dengan menggunakan modus operandi yang tinggi, teknologi canggih, didukung oleh jaringan organisasi yang luas dan sudah banyak memakan korban, terutama di kalangan generasi muda bangsa yang sangat membahayakan kehidupan masyarakat, bangsa dan negara. Indonesia telah meratifikasi United Nations Convention Against Illicit Traffic In Narcotic Drugs and Psychotropic Substances 1998 atau Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Tentang Pemberantasan Peredaran Gelap Narkotika dan Psikotropika. Telah disahkannya Konvensi diatas menjadi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1997 berarti bangsa Indonesai secara mutatis mutandis telah mengakui bahwa kejahatan Narkotika sebagai kejahatan yang luar biasa dan harus diperangi juga dengan cara yang luar biasa, misalnya dengan melakukan pencegahan melalui regulasi nasional. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 merupakan bukti yang tidak dapat terelakkan dan telah direvisi dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang mengecam peredaran Narkotika. | Kekhususan narkotika merupakan ekstra ordinary crime karena akibat yang ditimbulkan dari narkotika ini sangatlah besar. Baik terhadap si pemakai maupun bagi masyarakat banyak. Tindak pidana narkotika telah disadari bersama sebagai tindak pidana transnasional yang dilakukan dengan menggunakan modus operandi yang tinggi, teknologi canggih, didukung oleh jaringan organisasi yang luas dan sudah banyak memakan korban, terutama di kalangan generasi muda bangsa yang sangat membahayakan kehidupan masyarakat, bangsa dan negara. Indonesia telah meratifikasi United Nations Convention Against Illicit Traffic In Narcotic Drugs and Psychotropic Substances 1998 atau Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Tentang Pemberantasan Peredaran Gelap Narkotika dan Psikotropika. Telah disahkannya Konvensi diatas menjadi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1997 berarti bangsa Indonesai secara mutatis mutandis telah mengakui bahwa kejahatan Narkotika sebagai kejahatan yang luar biasa dan harus diperangi juga dengan cara yang luar biasa, misalnya dengan melakukan pencegahan melalui regulasi nasional. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 merupakan bukti yang tidak dapat terelakkan dan telah direvisi dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang mengecam peredaran Narkotika. | |
| 7646 | 8520 | P2CD10030 | ANALISIS PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN FINANCIAL LEVERAGE TERHADAP KINERJA KEUANGAN BANK UMUM SYARIAH DENGAN VOLUME PEMBIAYAAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelaksanaan good corporate governance (GCG) dan financial leverage terhadap kinerja keuangan pada Bank Umum Syariah di Indonesia dengan volume pembiayaan sebagai variabel moderasi. GCG diproksi dari nilai komposit CGPI, financial leverage diproksi dengan DER dan kinerja keuangan diproksi dengan ROA. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh Bank Umum Syariah di Indonesia dalam rentang waktu 2009 sampai 2012. Penentuan sampel dengan menggunakan purposive sampling maka diperoleh 11 objek penelitian yang dianalisis dengan regresi data panel model Ordinary Least Square (OLS) dan Analisis Regresi Moderasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa GCG berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, financial leverage tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan, volume pembiayaan memoderasi hubungan antara GCG dengan kinerja keuangan, volume pembiayaan tidak memoderasi hubungan antara financial leverage dengan kinerja keuangan. Berdasarkan hasil analisis dalam penelitian ini, maka berikut saran yang disampaikan: (1) Bagi Peneliti: untuk menambah jumlah observasi penelitian, maka peneliti selanjutnya dapat menambah periode penelitian agar data yang dikumpulkan menjadi lebih banyak dan hasil penelitian akan lebih baik, Peneliti selanjutnya dapat menambah variabel independen lain yang diprediksi berpengaruh terhadap kinerja keuangan BUS serta menambah jumlah variabel yang diprediksi dapat mengganggu hubungan antara variabel independen terhadap variabel dependen, Penelitian selanjutnya dapat dilaksanakan dengan membandingkan pelaksanaan tata kelola perusahaan antara bank syariah dengan bank konvensional; (2) Bagi bank syariah: Bank dapat memperhatikan mengenai kondisi tata kelola perusahaan agar terus ditingkatkan kualitas GCG sebab kualitas GCG dapat meningkatkan kinerja keuangan bank. Pengelolaan perusahaan harus didasarkan pada itikad baik untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dikarenakan tanggungjawab bersama | This research is a quantitative study which aims to analyze the effect of the implementation of good corporate governance ( GCG ) and financial leverage on the financial performance of Islamic Banks in Indonesia with a financing volume as a moderating variable. GCG CGPI proxy of the composite value, proxied by the DER financial leverage and financial performance proxied by ROA. The population in this research that the entire Islamic Banks in Indonesia in the span of 2009 to 2012. Determination of the sample by using purposive sampling the object obtained 11 studies analyzed panel data regression models with ordinary least squares (OLS) regression analysis and Moderation. The results of this study indicate that the GCG positive effect on financial performance, financial leverage has no effect on financial performance, financing volume moderate the relationship between corporate governance and financial performance, financing volume does not moderate the relationship between financial leverage and financial performance. Based on the analysis in this study, the following suggestions are presented: (1) For Researchers: to increase the number of observational studies, the researchers can further augment the study period so that the collected data is becoming more and research results will be better, researchers can further add other independent variables are predictable effect on the financial performance of the BUS and increase the number of variables that can be predicted to interfere with the relationship between the independent variables on the dependent variable, further research can be conducted by comparing the corporate governance of Islamic banks with conventional banks; (2) For Islamic banks: Banks can observe about the state of corporate governance in order to continuously improve the quality GCG GCG because it can improve the quality of the bank's financial performance. | |
| 7647 | 8523 | H1L009034 | Rancang Bangun Sistem Informasi Event Organizer Pada Indie Flag Berbasis Web | RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI EVENT ORGANIZER PADA INDIE FLAG BERBASIS WEB Risna Yuniati Anggita Event Organizer adalah sekumpulan orang yang terkumpul dalam suatu organisasi yang memiliki peran dalam menyusun acara. Event organizer berdiri untuk membantu memberikan keringanan dan pelayanan yang terbaik terhadap client, mulai dari mengelola budget hingga segala hal yang dianggap dapat menunjang keberhasilan suatu acara. Pada penelitian ini akan dibuat sebuah perangkat lunak sistem informasi event organizer pada indie flag berbasis web, yang membantu dalam pengelolaan dan penyusunan event. Sistem ini nantinya dapat dijadikan sebagai media informasi bagi client dalam mengetahui proses event yang dibuat dan mengefisiensikan kinerja pihak Indie Flag dalam mengelola event. Perangkat lunak ini menggunakan metode waterfall yang di implementasikan dengan bahasa pemrograman PHP, dan untuk database menggunakan Mysql. Kata kunci: Sistem, Informasi, Sistem Informasi, Event Organizer, Waterfall | DESIGNING WEB-BASED EVENT ORGANIZER INFORMATION SYSTEM OF INDIE FLAG Risna Yuniati Anggita Event organizer is a group of people who gathered in an organization that has a role to arrange and manage an event. Event organizer intended for help in easy ways and serve client with the best possible ways from managing a budget until all things that considered to support the success of event. This research builds a design web-based event organizer information system of indie flag that can help to manage and arrange event organizer. The system cases a client for knowing the current stage process of an event, and makes management of event more efficient. The software was developed by using waterfall method, the coding process used PHP language, and the database was implemented by MySql. Keywords: System, Information, Information System, Event Organizer, Waterfall | |
| 7648 | 10382 | G1A010081 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PROGRESIVITAS DERAJAT MIOPIA PADA MAHASISWA JURUSAN KEDOKTERAN DI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Peningkatan derajat miopia yang tidak ditanggulangi dapat meningkatkan berbagai risiko komplikasi kebutaan seperti ablasio retina dan glaukoma. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan peningkatan derajat miopia diantaranya adalah jarak membaca, lama membaca, dan faktor genetik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan progresivitas derajat miopia pada mahasiswa Jurusan Kedokteran di Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Responden berjumlah 34 orang yang dipilih secara purposive sampling. Data penelitian bersumber dari pengisian kuesioner dan pengukuran visus mata. Variabel bebas adalah jarak membaca, lama membaca, dan faktor genetik. Variabel tergantung adalah progresivitas derajat miopia. Analisis statistik yang digunakan adalah uji bivariat Chi Square (X2). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara jarak membaca dengan progresivitas derajat miopia dengan nilai p=0,033 (p<0,05) dan OR =8,000. Selain itu, didapatkan juga hubungan antara lama membaca dengan progresivitas derajat miopia dengan nilai p=0,017 (p<0,05) dan OR=9,000. Namun, pada penelitian ini tidak didapatkan hubungan antara faktor genetik dengan progresivitas derajat miopia dengan nilai p=1,000 (p>0,05) dan OR=1,354. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara jarak membaca dan lama membaca terhadap progresivitas derajat miopia. | Increasing the degree of myopia which are not addressed can increase the risk of complications such as retinal detachment and glaucoma. Some factors that can lead to an increase in the degree of myopia include reading distance, reading duration, and genetic factor. The aim of this study was to determine the factors which are associated with myopia degree progression on medical student in Jenderal Soedirman University.This study used an observational analytic study design with cross sectional. There were 34 respondents selected by purposive sampling. Data obtained from questioners and visus eye tests. Independent variable is reading distance, reading duration, and genetic factor. Dependent variable is myopia degree progression. Statistical analysis used were bivariate Chi Square test (X2). The result of this study shows that there is a relationship between reading distance towards myopia degree progression with p value=0,033 (p<0,05) and OR=8,000. Besides, also found that there is a relationship between reading duration towards myopia degree progression with p value=0,017 (p<0,05) and OR=9,000. However, this study found no relationship between genetic factor towards myopia degree progression with p value=1,000 (p>0,05) and OR=1,354. This study concludes that there is a relationship between reading distance and reading duration toward myopia degree progression. | |
| 7649 | 10383 | C1C009135 | PENGARUH SKALA USAHA, UMUR USAHA, MASA MEMIMPIN MANAJER, PENDIDIKAN, DAN STATUS PAJAK TERHADAP PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI PADA UMKM DI KABUPATEN CILACAP | Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh skala usaha, umur usaha, masa memimpin manajer, pendidikan dan status pajak terhadap penggunaan informasi akuntansi UMKM di Kabupaten Cilacap. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei terhadap responden yang sudah ditetapkan. Kuesioner dibagikan kepada 100 responden yang merupakan pemilik UMKM di Kabupaten Cilacap. Analisis regresi linier berganda digunakan sebagai alat analisis dalam penelitian ini. Kesimpulan yang dihasilkan adalah skala usaha, umur usaha, masa memimpin manajer, pendidikan dan status pajak berpengaruh signifikan terhadap penggunaan informasi akuntansi UMKM di Kabupaten Cilacap. | This research aimed to examine the effect of business scale, business age, manager lead period, education and tax status to the use of SMEs accounting information in district of Cilacap. This research was categorize into quantitative research, this research were used survey of respondents that was choosen before. Questionnaires were distributed to 100 respondents who are the owners of SMEs in district of Cilacap. Multiple linear regression analysis was used as an analytical tool in this research. The result of this research showed business scale, business age, manager lead period,education and tax status that give a significant effect on the use of SMEs accounting information in district of Cilacap. | |
| 7650 | 8521 | P2EA11032 | PERLINDUNGAN TERHADAP KORBAN TINDAK PIDANA PENCABULAN ANAK DALAM SISTEM PERADILAN PIDANA (Studi di Wilayah PN Purwokerto) | Penelitian mengkaji mengenai perlindungan terhadap korban tindak pidana pencabulan anak dalam Sistem Peradilan Pidana. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui bagaimana perlindungan terhadap korban tindak pidana pencabulan anak dalam Sistem Peradilan Pidana wilayah Pengadilan Negeri Purwokerto dan faktor-faktor yang menjadi penghambat perlindungan terhadap korban tindak pidana pencabulan anak dalam Sistem Peradilan Pidana di wilayah Pengadilan Negeri Purwokerto. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis sosiologis, menggunakan data primer bersumber dari para nara sumber yaitu hakim, jaksa penuntut umum, penyidik, tersangka, dan korban tindak pidana pencabulan anak. Perlindungan terhadap korban tindak pidana pencabulan anak dalam Sistem Peradilan Pidana di wilayah Pengadilan Negeri Purwokerto belum sepenuhnya dilaksanakan secara baik/maksimal. Masih terdapat banyak hal yang harus diperbaiki sehingga dapat terwujud perlindungan terhadap korban yang lebih baik lagi di masa yang akan datang. Faktor-faktor yang menjadi penghambat perlindungan terhadap korban tindak pidana pencabulan anak dalam Sistem Peradilan Pidana di wilayah Pengadilan Negeri Purwokerto yaitu: 1) Anggaran: sama sekali tidak ada anggaran atau pembiayaan yang dialokasikan dari Pemerintah untuk instansi terkait guna melaksanakan perlindungan terahadap korban tindak pidana pencabulan anak. 2) Kurangnya koordinasi baik antar para penegak hukum. 3) Belum adanya payung hukum yang jelas sebagai landasan bagi pelaksanaan perlindungan terhadap korban tindak pidana pencabulan anak. 4) Tidak semua aparat penegak hukum memahami peraturan dan bentuk perlindungan terhadap korban tindak pidana pencabulan anak di bawah umur. | The study examines the protection of molestation crime of child in Criminal Justice System. The purpose of this study is to determine how the protection of molestation victims of crime in Criminal Justice System of Purwokerto district Court and the factors that barrier the protection against the victims of crime in Criminal Justice System of Purwokerto District Court. This study used socio-juridical approach, which use primary data sourced from the resource persons, judges, prosecutors, investigators, suspects, and the molestation victims of crime. Protection against the victims of crime in Criminal Justice System in Purwokerto District Court has not been fully implemented in both / maximum. There are still many things to be improved in order to build better protection for the victims in the future Factors that barrier the protection against the victims of crime in the Criminal Justice System in Purwokerto District Court, are: 1) Budget: there is no budget or funding allocated to the relevant agencies of the Government to implement the protection of molestation victims of crime. 2) the lack of good coordination between law enforcement agencies. 3) The absence of a clear legal framework as the basis for the implementation of the protection of molestation victims of crime. 4) Not all law enforcement officers understand the rules and the forms of victims crime protection against sexual abuse. | |
| 7651 | 8522 | F1A010061 | DZIKIR FIDA (Antara Spiritualitas dan Solidaritas) | Judul penelitian ini adalah DZIKIR FIDA (Antara Spiritualitas dan Solidaritas). Dzikir fida adalah dzikir untuk memohon kepada Allah agar diselamatkan dari api neraka, baik untuk diri sendiri atau di peruntukkan pada orang yang telah meninggal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran pelaksanaan dzikir fida, motivasi jamaah dzikir fida, serta solidaritas sosial yang ada dalam dzikir fida di Desa Sidabowa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, sedangkan metode analisis data menggunakan kualitatif deskriptif. Metode penelitian kualitatif deskriptif bertujuan untuk menjelaskan tujuan penelitian yaitu mengetahui gambaran serta motivasi anggota jamaah dzikir fida yang dilaksanakan di Desa Sidabowa. Dengan menggunakan analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Sasaran dalam penelitian ini adalah anggota jamaah dzikir fida. Lokasi penelitian ini adalah di Desa Sidabowa Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari wawancara, dan observasi pada lokasi penelitian. Dan data sekunder yang diperoleh dari Kantor Balai Desa Sidabowa Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas. Hasil penelitian ini adalah: Masyarakat Desa Sidabowa melakukan dzikir fida sebagai salah satu kegiatan keagamaan yang rutin dilakukan. Dzikir fida yang dilakukan di Desa Sidabowa adalah dengan membaca kalimat laa illahaillallah sebanyak 70.000 kali. Motivasi setiap anggota jamaah mengikuti kegiatan tersebut berbeda-beda tergantung pada pandangannya terhadap dzikir fida. Berbagai motivasi yang mendasari diantaranya adalah mendekatkan diri kepada Tuhan dengan perantara mursyid atau guru, dimudahkan pada saat kematian, dorongan moral untuk menjaga tali silaturahmi meneruskan orang tua, dan mengamalkan torikoh sadziliyah. Pandangan anggota jamaah terhadap dzikir fida juga berbeda-beda, diantaranya adalah dzikir fida dijadikan sebagai bekal pada saat nanti meninggal, sebagai salah satu upaya untuk menebus dosa, dzikir fida dipandang sebagai zakat jiwa. Dzikir fida di Desa Sidabowa bermanfaat sebagai upaya untuk menciptakan kerukunan antar masyarakat desa. | The title of this research is the DZIKIR FIDA (Between Spirituality and Solidarity). Fida DZIKIR is the dhikr to ask God to be saved from the fire of hell, either for themselves or in the designation of the person who has died. The purpose of this study to describe the implementation DZIKIR FIDA, DZIKIR FIDA's congregation motivation, and social solidarity in DZIKIR FIDA in Sidabowa Village. The method used in this study is a qualitative method, while the method of data analysis using descriptive qualitative. Descriptive qualitative research method aims to explain the purpose of research is to find overview of members of the congregation as well as the motivation of DZIKIR FIDA which held in Sidabowa Village. By using interactive analysis consisting of data reduction, data display, and conclusion. The target of this research is DZIKIR FIDA's congregation members. The location of this research is in the Sidabowa Village, Patikraja, Banyumas District. The type of data used is primary data obtained from interviews and observations at the study site. And secondary data obtained from the Office of the District Headquarters Sidabowa Patikraja Banyumas. The results of this study are: Villagers of Sidabowa doing DZIKIR FIDA as one of religious activity routinely. DZIKIR FIDA which conducted in the Sidabowa Village is to read the sentence laa illahaillallah 70.000 times. Motivation of every member of the congregation to follow the activities vary depending on their views of the DZIKIR FIDA. Various motivations underlying them are closer to God by intermediaries Murshid or teacher, facilitated at the time of death, the moral boost ties continue to keep parents and torikoh sadziliyah practice. Views of members of the congregation to the DZIKIR FIDA also vary, such as used as saving at the time of death later, as an effort to atone, DZIKIR FIDA is seen as soul charity. DZIKIR FIDA in Sidabowa Village useful as an attempt to create harmony among the villagers. | |
| 7652 | 8524 | C1A010101 | PERKEMBANGAN INTERMEDIASI BPR DI WILAYAH EKS-KARESIDENAN BANYUMAS DAN FAKTOR-FAKTOR YANGMEMENGARUHINYA PERIODE TAHUN 2005-2011 | Penelitian ini berjudul “Perkembangan Intermediasi BPR di Wilayah Eks-Karesidenan Banyumas dan Faktor-Faktor yang Memengaruhinya Periode Tahun 2005-2011”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembanganan Loan to Deposit Ratio (LDR) pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di wilayah Eks-Karesidenan Banyumas yang menunjukkan fungsi intermediasi BPR di wilayah Eks-Karesidenan Banyumas, untuk mengetahui pengaruh variabel BI rate, deposito, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), dan Non Performing Loan (NPL) baik secara bersama-sama maupun secara parsial terhadap intermediasi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di wilayah Eks-Karesidean Banyumas, dan untuk mengetahui variabel manakah yang paling berpengaruh besar terhadap intermediasi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di wilayah Eks-Karesidenan Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis kuantitatif menggunakan analisis trend dan analisis regresi non linier berganda data panel. Data yang digunakan merupakan data panel yaitu gabungan dari data time series dan data cross section, dan data yang digunakan merupakan data tahunan dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2011 sehingga jumlah data sebanyak 28 pengamatan. Berdasarkan hasil uji regresi analisis data trend, perkembangan intermediasi yang dilihat dari besaran Loan to Deposit Ratio (LDR) menunjukkan perkembangan yang terus meningkat setiap tahunnya dan besaran LDR tersebut rata-rata sebesar 122 persen setiap tahunnya. Sedangkan berdasarkan hasil uji regresi linier berganda pada variabel dependen Loan to Deposit Ratio (LDR) BPR di wilayah Eks-Karesidenan Banyumas dapat diketahui variabel BI rate, deposito, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), dan Non Performing Loan (NPL) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap intermediasi BPR di wilayah Eks-Karesidenan Banyumas. Namun, secara parsial hanya variabel PDRB bernilai positif dan signifikan terhadap intermediasi BPR di wilayah Eks-Karesidenan Banyumas,dan variabel deposito berpengaruhsignifikan, namun bernilai negatif terhadap intermediasi BPR di wilayah Eks-Karesidenan Banyumas. Implikasi dari penelitian ini bahwaBPR harus tetap menjaga rasio LDR, agar tingkat likuidasi perbankan tetap terjaga. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) juga perlu berhati – hati dalam pemberian kredit, pemberian kredit yang tidak diawasi akan berdampak buruk bagi perekonomian daerah, karena setiap pemberian kredit mempunyai resiko, resiko yang sering terjadi ialah ketidak mampuan nasabah dalam mengembalikan kredit atau kredit macet.Loan to Deposit Ratio (LDR) berhubungan terbalik dengan deposito, maka BPR perlu meningkatkan simpanan deposito agar nilai LDR tidak terlalu tinggi dan tidak melebihi batas aman, dengan cara meningkatkan promosi produk-produknya kepada masyarakat melalui berbagai media, khususnya produk deposito agar masyarakat mengetahui dengan jelas segala ketentuan yang berkaitan dengan simpanan deposito. | This research entitled "Development of BPR (People’s Credit Bank) Intermediation in Ex - Residency of Banyumas Region and Factors That Affecting in period 2005-2011". The purpose of this study were to determine Loan to Deposit Ratio (LDR) on BPR in the region of ex - residency of Banyumas which shows intermediation function of BPR in Ex - Residency of Banyumas Region, to determine the effect of the BI variable rate , the deposit, Region Gross Domestic Products (PDRG), and Non Performing Loans (NPLs), either jointly or partially on BPR’s intermediation in the Ex – Residency of Banyumas region, and to determine which variables are most greatly affect the Bank's Credit intermediation (BPR) in the region of Ex - Residency of Banyumas. The research use a quantitative analysis using trend analysis, and linear regression with panel data.The data was the combination of panel data which are time series data and cross section data, and annual data from 2005 to 2011 so that the amount of data as much as 28 observations. Based on the test results of the regression analysis of data trends, the development of intermediation is seen from the magnitude of the Loan to Deposit Ratio (LDR) shows the development that continues to increase every year and the amount of LDR average of 122 percent annually. Meanwhile, based on the results of multiple linear regression on the dependent variable loan to deposit ratio (LDR) in the Ex – Residency of Banyumas region known that BI variable rate, the deposit, Region Gross Domestic Product (PDRG), and Non Performing Loans (NPLs) as a joint - equally significant effect on BPR intermediation in Ex-residency of Banyumas Region. However, only partially PDRG variable is positive and significant impact on BPR intermediation in Ex-Residency Banyumas Region, and variable deposits have a significant effect, but have negative value of the BPR’s intermediation in the region Ex - Residency of Banyumas. The implications of this study that the bank has to keep the level of LDR, that level is maintained bank liquidation. BPR also need to be careful in lending the credit, out of sight credit loan will give damages for the local economy, because each loan has a credit risk, the risk that often occurs is the inability of customers to repay loans or bad credit. Loan to Deposit Ratio (LDR) has opposite relation with deposit, therefore BPR need to increase deposit saving in order that LDR value is not too high, and does not over the safe limit, by increasing promotion to public through media, especially deposit product, so public can know everything about deposit saving very well. | |
| 7653 | 8525 | C1K009022 | Analisis on The Effectiveness of CAPM and APT in Predicting Stock Return at Banking Company in Indonesia Stock Exchange | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas model CAPM dan APT untuk memprediksi return saham pada perusahaan perbankan di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2009-2013 (periode 5 tahun) dengan menggunakan purposive sampling sebagai metode sampling dengan 26 perusahaan. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel CAPM (Return bebas risiko dan return pasar), variabel model APT (tingkat inflasi, suku bunga, dan kurs), dan hasil yang diharapkan (expected return) sebagai dependen variabel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa CAPM dan APT efektif untuk memprediksi return saham pada perusahaan perbankan, ada korelasi antara resiko (Beta) dengan return yang diharapkan, dan pengujian dengan MAD (Mean Absolute Deviation) menemukan bahwa model CAPm lebih efektif untuk memprediksi return saham dibandingkan dengan model APT.Nilai MAD CAPM adalah 0.0828 lebih kecil dari MAD APT 0.0843 | The Purpose of this research was to analyze the effectiveness of CAPM and APT to predict stock return at banking company in Indonesia Stock Exchange. This research used multiple regression nalysis. The population on this research is the banking companies listed at Indonesia Stock Exchange period 2009-2013 (5 year period). By using purposive sampling as sampling method with 26 companies. And the variable used in this research are the variable of CAPM (Risk Free Asset Return and Return Market), the variable of APT models (Inflation rate, interest rate, and change of exchange rate or kurs), and expected return as the dependent variable. The result of this research show that CAPM and APT models is effective to predict stock return at banking company, there is a correlation between risk (Bea) and expected return, and the testing MAD (Mean Absolute Deviation) found that CAPM models more effective to predict stock return compared to the APT model. Value of MAD CAPM is 0.0828 is smaller than MAD APT 0.0843 | |
| 7654 | 8526 | D1E010074 | PENGARUH FAKTOR SOSIAL EKONOMI TERHADAP PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PADA USAHA PETERNAKAN SAPI POTONG DI KABUPATEN BANJARNEGARA | Penelitian yang berjudul “Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi Terhadap Produktivitas Tenaga Kerja pada Usaha Peternakan Sapi Potong di Kabupaten Banjarnegara”. Penelitian ini bertujuan : 1) Mengetahui besarnya tingkat produktivitas tenaga kerja pada usaha peternakan sapi potong di Kabupaten Banjarnegara ; 2) Mengetahui pengaruh faktor sosial ekonomi (umur peternak, pendidikan peternak, lama beternak, dan jumlah ternak) terhadap produktivitas tenaga kerja peternak sapi potong di Kabupaten Banjarnegara. Pengambilan sampel wilayah kecamatan menggunakan metode stratified random sampling berdasarkan populasi sapi potong dan dikategorikan menjadi tiga strata, yaitu : tinggi, sedang dan rendah. Kemudian sampel responden diambil menggunakan metode Quota Sampling, sehingga terpilih 150 responden. Produktivitas tenaga kerja dianalisis dengan membandingkan penerimaan dengan curahan kerja. Sedangkan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja, digunakan analisis regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukan nilai produktivitas tenaga kerja peternak sapi potong di Kabupaten Banjarnegara sebesar Rp 9.134,54,-/JKSP dan setara Rp. 63.941,78,-/HKP. Produktivitas tersebut dipengaruhi oleh faktor umur peternak, lama beternak dan jumlah ternak yang dimiliki. Kesimpulan : 1) Produktivitas tenaga kerja peternak sapi potong di Kabupaten Banjarnegara cukup efisien, karena nilainya lebih besar jika dibandingkan dengan upah minimum (UMR) ; 2) Besarnya produktivitas tenaga dipengaruhi oleh faktor umur peternak, lama beternak dan jumlah ternak yang dimiliki. Berarti usaha ternak sapi potong dapat menjadi alternatif pilihan sebagai usaha sampingan untuk meningkatkan pendapatan keluarga. | The research entitled “The effect of social and economic factor to labour productivity of beef cattle farmers in Banjarnegara Regency”. This research as a purpose : 1) Were to know level of productivity of beef cattle farmers in Banjarnegara Regency ; 2) Were to know the level of effect social economic factor ( age farmers, educational level of farmers, farming time and ownership of beef cattle) to labour productivity of beef cattle farmers in Banjarnegara Regency. Sampling district using stratified random sampling method based on beef cattle population and samples were categorized into 3 groups : high, medium, and low. Than respondent to take using quota sampling method, as result 150. Productivity of beef cattle farmers was analyzed compared revenue with outpouring labour. Whereas were to know factors influences productivity of beef cattle farmers, using multiple regretion linear analysis. Result of analysis showed value of productivity of beef cattle farmers in Banjarnegara was Rp 9.134,54,-/JKSP and equal Rp 63.941,78,-/HKP. That productivity was influenced by factor, such as age of farmer, farming time and ownership of beef cattle. Conclusion : 1) Productivity of beef cattle farmers in Banjarnegara sufficient, because the values as bigger than minimum wage (UMR) ; 2) Age of farmer, farming time and ownership of beef cattle influential for labour productivity of beef cattle farmers in Banjarnegara Regency. Mean that labor beef cattle farmers can be selection alternative as sideline labor for increase family income. | |
| 7655 | 10384 | F1D009008 | Relasi Aktor Lokal Dalam Politik Anggaran Pengadaan Tanah Untuk Pembangunan Jalan Lintas Selatan-Selatan (JLSS) Kabupaten Cilacap Tahun 2013 | Penelitian ini mengambil judul Relasi Aktor Lokal dalam Politik Anggaran Pengadaan Tanah Untuk Pembangunan Jalan Lintas Selatan Selatan (JLSS) Kabupaten Cilacap Tahun 2013. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Memahami dan menjelaskan relasi aktor lokal dalam politik anggaran pengadaan tanah untuk pembangunan jalan lintas selatan-selatan di Kabupaten Cilacap tahun 2013; 2) Memahami dan menjelaskan faktor pendukung dan penghambat dalam penyusunan dan penetapan anggaran pengadaan tanah untuk pembangunan jalan lintas selatan selatan di Kabupaten Cilacap tahun 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah fenomenologi. Penelitian dilakukan di Kabupaten Cilacap dengan sasaran penelitian yaitu Lembaga Instansi atau Dinas terkait. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling, yaitu Satuan Kerja Perangkat Daerah (Bagian Pertanahan Sekretariat Daerah Kabupaten Cilacap), Tim Anggaran Pemerintah Daerah Kabupaten Cilacap, Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Cilacap, dan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Cilacap. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam (in-depth interview), observasi dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian dapat disimpulkan: 1) Relasi aktor lokal dalam politik anggaran pengadaan tanah untuk pembangunan JLSS Kabupaten Cilacap melibatkan para aktor dari elit politik lokal dari Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah; 2) Para aktor mempunyai relasi secara struktural dan politik dalam kebijakan anggaran daerah sehingga membentuk sebuah relasi aktor lokal dalam politik anggaran pengadaan tanah untuk pembangunan JLSS Kabupaten Cilacap; 3) Politik anggaran pengadaan tanah untuk pembangunan JLSS Kabupaten Cilacap dipengaruhi oleh faktor penghambat yaitu perubahan kebijakan dan anggaran yang tersedia. Sedangkan faktor pendukung yaitu adanya kebijakan pemerintah provinsi yang mengarah pada pembangunan infrastruktur dan sinergisasi anggaran melalui kebijakan sharing anggaran | The title of this research is Relations of Local’s Actors in Politics Budgeting Land Procurement for Building of South Circular Railway (JLSS) Cilacap Regency 2013. This research is conducted to comprehend and explain the Relations of Local’s Actors in Politics Budgeting Land Procurement for Building of South Circular Railway (JLSS) Cilacap Regency 2013 and the endorser and inhibitor factors for arranging and determining budget of South Circular Railway (JLSS) Cilacap Regency 2013. The method used in this research was descriptive qualitative with phenomenology as the phenomenological. This research located in Cilacap Regency. The research target was the institute and concerned department. The Informants were chosen by purposive sampling technique. They were territory sets of equipment accupation unit (Land Matters Subdivision of Territory’s Secretariat in Cilacap Regency), budget team of Government of Cilacap Regency, Staff of Parliament A in territory house of representative in Cilacap Regency, and budget group of territory house of representative in Cilacap Regency. The data collected through in-depth interview, observation, and documentation. The data was analysed by applying interactive model. The result shows that the relations of local’s actors in politics budgeting land procurement for building of JLSS Cilacap Regency invoked the actors from elite politics from territory government and territory house of representative. Another result also shows that all of actors have relation in structural and political of territory budgeting policy, so that make a relation of local actors of land procurement for building of JLSS Cilacap Regency. The last result reveals that politics budgeting land procurement for building of JLSS Cilacap Regency influenced by the avalability of budget and policy changing. Whereas the supporting factors come from province policy which leads to infrastucture development and budget synergy through budget sharing policy. Keywords : Relations, Local’s Actors, Politics Budgeting, Land Procurement | |
| 7656 | 10981 | F1A010044 | RESISTENSI MASYARAKAT TERHADAP RENCANA PEMBANGUNAN BANDARA INTERNASIONAL | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo menetapkan visi pembangunannya yaitu “Masyarakat Kabupaten Kulonprogo Yang Maju, Mandiri, Sejahtera Lahir Dan Batin”. Hal ini dibuktikan oleh adanya persetujuan aliran dana APBN untuk pembangunan Bandara Internasional pengganti Bandara Adisutjipto di wilayah Temon Kulonprogo. Warga yang tanahnya akan digunakan untuk proyek bandara Internasional tersebut, ternyata pada umumnya mereka memilih menolak pembangunan bandara sehingga menimbulkan resistensi (perlawanan) dari masyarakat penolak pembangunan bandara. Penelitian ini adalah bagaimana gambaran faktor dan bentuk dari resistensi, dengan menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan informan sebanyak tujuh orang. Hasil penelitian menunjukkan bentuk dan faktor-faktor resistensi. Pertama, bentuk resistensi yang terdapat dua bentuk yaitu resistensi tertutup dan terbuka. Masing-masing dari bentuk bentuk resistensi terbuka ialah Menolak relokasi, Memasang spanduk dan pamplet serta kentong titir, Melakukan blockade jalan, pencabutan pathok, penyegelan balai desa dan pembakaran posko, dan membubarkan kegiatan warga yang didalamnya terdapat keterlibatan pemerintah dan PT. Angkasa Pura. Sedangkan resistensi tertutup yaitu mengomel dan membicarakan petugas, menggelar doa bersama, negosiasi kepemerintah daerah. Kedua, faktor pendorong resistensi diantaranya faktor ketidakpuasan terhadap kebijakan pembangunan bandara, faktor ekonomi, faktor budaya. | Regency Kulonprogro set a vision of development that is "The Forward Progo Regency Society, Independent, physical and spiritual prosperity". This is evidenced by the approval flow of state funds for the construction of a replacement airport Adisucipto International Airport in the area Temon Kulonprogro. Those whose land will be used for the International airport project, it turns out they generally choose reject construction of the airport, causing resistance of community development repellent airports. This study is how the image and form factor of resistance, with uses descriptive qualitative research. Data collection techniques used were interviews, observation, and documentation. Informant interviews were conducted with a total of seven people. The results show the shape and resistance factors. First, there are two forms of resistance that forms a closed and open resistance. Each of the forms of open resistance is Refused relocation, Installing banners and pamplets and kentong titir, Doing blockade roads, revocation pathok, sealing the village hall and post combustion, and dissolve the citizens activities in which there is government involvement and PT. Angkasa Pura. While the closed resistance is ranting and discuss officers, held a prayer together, negotiating kepemerintah area. Second, the drivers of resistance among the factors of dissatisfaction with the policy of the airport development, economic factors, cultural factors. | |
| 7657 | 8500 | F1C010063 | EKSPLOITASI SEKSUALITAS PEREMPUAN DALAM FILM (Analisis Semiotika Eksploitasi Seksualitas Tokoh "Srintil" dalam Film Sang Penari) | Penelitian ini mengambil judul “Eksploitasi Seksualitas Perempuan dalam Film (Analisis Semiotika Eksploitasi Seksualitas Tokoh “Srintil” dalam Film Sang Penari)”. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui makna eksploitasi seksualitas perempuan dalam film Sang Penari. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis semiotik, khususnya analisis Roland Barthes. Sedangkan untuk metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi isi film dan juga studi literatur yang berkaitan dengan eksploitasi seksualitas perempuan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah film Sang Penari merupakan film yang menggambarkan perjalanan hidup seorang perempuan untuk menjadi ronggeng seutuhnya. Pemaknaan terhadap eksploitasi seksualitas perempuan, khususnya Srintil sebagai tokoh utama dalam film Sang Penari dilakukan dengan dua cara yaitu pemaknaan secara denotasi dan pemaknaan secara konotasi. Secara denotasi eksplotasi seksualitas dalam film Sang Penari menggambarkan apa yang sebenarnya terjadi melalui gambaran adegan yang ditampilkan, angle, bahasa verbal yang digunakan dan juga busana yang dikenakan tokoh utama. Sedangkan secara konotasi, adegan, angle, bahasa verbal dan busana yang dikenakan tokoh utama menghadirkan makna mengenai eksploitasi seksual yang diterima tokoh utama perempuan secara tersirat. Eksploitasi seksual yang diterima tokoh utama terjadi secara fisik dan nonfisik. Secara fisik, film Sang Penari memperlihatkan bagian tubuh Srintil, ekspresi, dan gesture. Sedangkan secara nonfisik diperlihatkan perasaan tertekan yang dialami Srintil karena harus melayani nafsu birahi laki-laki. Dalam film tersebut juga hadir mitos sebagai produk budaya yang tersebar dari mulut ke mulut dan juga menjadi alasan untuk hadirnya eksploitasi seksual tokoh Srintil karena berbagai prosesi yang harus dijalani tokoh utama tersebut berasal dari mitos yang tumbuh di masyarakat. | The title of this research is “Female Sexuality Exploitation In Movie (Semiotic Analysis of Sexuality Exploitation of Character “Srintil” In Sang Penari Movie)”. This research is conducted to determine the meaning of female sexuality exploitation in Sang Penari film. The method used in this research is semiotic analysis method, especially Roland Barthes. Data collection method is observation of film content and literature that related to Sang Penari film. The research result is Sang Penari film is a film that describes a living journey of a female for becoming a total ronggeng. Clarifying meaning of female sexuality exploitation, especially Srintil as the main character of Sang Penari film is carried out in two ways that is denotation and connotation. In denotation way, sexuality exploitation in Sang Penari film describes what really happened based on scene, angle, verbal language used, and attire dressed by the main character. In connotation way, scene, angle, verbal language and attire dressed by the main character indicate meaning of sexuality exploitation accepted by the main character implicitly. Sexuality exploitation accepted by the main character is happened physically and non-physically. Physically, Sang Penari film evinces Srintil’s part of the body, expression, and gesture whereas non-physically shows Srintil’s distress feeling. It is because she has to serve men sexual desire. In the film, it is presented myth as a culture product that is spread mouth by mouth and it is also being a reason for the presence of Srintil’s sexual exploitation due to various processions has to be done by the main character which comes from myth that exists in society. | |
| 7658 | 8527 | C1L010012 | THE TARGETS AND REALIZATION OF LAND AND BUILDING TAX-RURAL AND URBAN SECTORS (PBB-P2) BEFORE AND AFTER THE TRANSFER OF CENTRAL TAX TO LOCAL TAX IN THE BANYUMAS REGENCY | Penelitian ini mengambil objek penelitian di Kantor Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Banyumas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan apakah terdapat peningkatan dalam target dan realisasi pendapatan setelah peralihan pajak pusat ke pajak daerah di Banyumas. Data yang digunakan adalah Laporan Target dan Realisasi Anggaran di Kabupaten Banyumas tahun 2012 dan 2013. Data dianalisis dengan mengukur efektivitas penerimaan pajak, kontribusi terhadap perhitungan pajak daerah dan simulasi dari Pajak Bumi dan Bangunan, sektor Pedesaan dan Perkotaan menggunakan UU PBB dan UU PDRD. Hasil menunjukkan penurunan target dan realisasi penerimaan PBB-P2 tahun 2013 karena pemisahan komponen dari PBB-P2 dan P3-PBB. Analisis menunjukkan bahwa efektivitas PBB-P2 cukup efektif tetapi kurang efektif pada tingkat kecamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi penerimaan PBB-P2 tahun 2013 merupakan penyumbang terbesar pada pajak daerah dan baik dikategorikan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa ada perbedaan PBB-P2 sebesar 35,2% lebih besar ketika menerapkan UU PDRD. | This study took the research object in the Office of Department of Revenue, Financial Management and Regional Assets (DPPKAD) Banyumas. The purpose of this study is to determine whether an increasing in the target and actual revenues after transfer of central tax to local tax in Banyumas. The data used were Realization of the Targets and Budget Reports in Banyumas Regency year 2012 and 2013. Data were analyzed by measuring the effectiveness of tax revenue, contributing to the local tax calculations and simulations of Land and Building Tax, Rural and Urban sectors under the PBB Law and PDRD Law. The results shows a declining in target and realization of PBB-P2 revenue in 2013 due to the separation of the components of the PBB-P2 and PBB-P3. The analysis shows that the effectiveness of the PBB-P2 is quite effective but is less effective at the sub district level. The results indicate that the contribution of the PBB-P2 revenue in 2013 is the biggest contributor on local tax and well categorized. The simulation results show that there is a difference of PBB-P2 by 35.2% bigger when applying the PDRD Law. | |
| 7659 | 8528 | D1E009042 | SUPLEMENTASI EKSTRAK DAUN BAMBU PETUNG (Dendrocalamus asper) PENGARUHNYA TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING (KBK) DAN KECERNAAN BAHN ORGANIK (KBO) SECARA IN VITRO | Penelitian bertujuan mengkaji pengaruh suplementasi ekstrak etanol daun bambu petung (Dendrocalamus asper) pengaruhnya terhadap kecernaan bahan kering (KBK) dan kecernaan bahan organik (KBO). Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas empat blok. Sebagai blok adalah periode pengambilan cairan rumen yang berasal dari empat ekor sapi potong yang diambil dari Rumah Potong Hewan (RPH) Mersi, Purwokerto. Perlakuan yang yang diuji adalah taraf ekstrak daun bambu petung (Dendrocalamus asper) dalam pakan komplit (mg/kg BK). Taraf pemberian ekstrak etanol daun bmabu petung tersebut adalah 0 ppm, 100 ppm, 200 ppm, 300 ppm dan 400 ppm masing-masing untuk R0, R1, R2, R3 dan R4. Imbangan bahan kering pakan komplit yang digunakan terdiri atas 55% jerami amoniasi padi amoniasi dan 45% konsentrat. Peubah yang diukur adalah KBK dan KBO. Hasil rataan KBK untuk perlakuan R0 sampai R4 34.84 ± 10.45, 35.83 ± 8.00, 34.18 ± 10.68, 40.89 ± 3.24, 39.87 ± 10.86 dan rataan KBO 36.50 ± 11.59, 36.47 ± 8.79, 36.38 ± 11.13, 43.63 ± 3.02, 50.85 ± 9.65. Analisi variansi menunjukkan bahwa suplementasi ekstrak daun bambu petung pada taraf 100 ppm (0,21%), 200 ppm (0,4%), 300 ppm (0,6%) hingga taraf 400 ppm (0,8%) belum menunjukkan pengaruh yang nyata, namun tampak kecenderungan semakin meningkat taraf suplementasi ekstrak daun bambu petung maka nilai KBK dan KBO semakin meningkat. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Suplementasi ekstrak daun bambu petung (Dendrocalamus asper) pada taraf 0 ppm, 100 ppm, 200 ppm, 300 ppm dan 400 ppm dalam ransum sapi potong dengan imbangan konsentrat:jerami padi amoniasi 55:45 cenderung meningkatkan KBK dan KBO. | The study aimed to assess the effect of ethanol extract supplementation in bamboo petung leaves (Dendrocalamus asper) as effects on dry matter digestibility (DMD) and organic matter digestibility (OMD). The study using experimental methods by randomized block design (RBD) consisting of four blocks. As the block is taking rumen fluid period derived from four beef cattle were taken from Slaughter House at Mersi, Purwokerto. The treatments tested were level bamboo petung leaves extract (Dendrocalamus asper) in complete feed (mg / kg BK). Level of ethanol extract bamboo petung leaves are 0 ppm, 100 ppm, 200 ppm, 300 ppm and 400 ppm respectively for R0, R1, R2, R3 and R4. Concentrates complete feed consisting of 55% rice ammoniation, straw ammoniation and 45% concentrates. The parameters measured were DMD and OMD. The average results for the treatment of DMD R0 - R4 were 34.85% ± 10.45, 35.83% ± 8.00, 34.18% ± 10.68, 40.89% ± 3.24, 39.87% ± 10.86 and the average OMD were 36.50% ± 11.59, 36.47% ± 8.79, 36.38% ± 11.13, 43.63% ± 3.02, 50.85% ± 9.65. Analysis of variance indicates that supplementation petung bamboo leaf extract on the level of 100 ppm (0.21%), 200 ppm (0.4%), 300 ppm (0.6%) to the level of 400 ppm (0.8%) has no significant effect, however seemed tendency of increasing DMD and OMD. It can be conclude that supplementation of bamboo leaf extract petung (Dendrocalamus asper) at the level of 0 ppm, 100 ppm, 200 ppm, 300 ppm and 400 ppm in the diet of beef cattle with a proportion of concentrate: 55:45 ammoniation of rice straw tends to increase the DMD and OMD. | |
| 7660 | 8529 | F1C007056 | POLA KOMUNIKASI KELUARGA TENTARA DALAM MENDIDIK ANAK DI PERUM RINDAM IV DIPONEGORO KOTA MAGELANG (studi deskriptif kualitatif mengenai pola komunikasi keluarga tentara yang berprofesi sebagai perwira | Penelitian ini mengambil judul “Pola Komunikasi Keluarga dalam Mendidik Anak di Perum Rindam IV Diponegoro kota Magelang” (Studi Deskriptif Kualitatif Mengenai Pola Komunikasi Keluarga Tentara Yang berprofesi Sebagai Perwira). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi keluarga tentara dalam mendidik anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sasaran penelitian ini adalah keluarga khususnya orang tua yang berprofesi sebagai tentara. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling untuk memilih informan. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif dengan model interaktif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa Setiap keluarga pasti memiliki pola komunikasi yang berbeda-beda. Setiap keluarga pasti memiliki pola komunikasi yang berbeda-beda. Adanya pola komunikasi yang berbeda tiap keluarga disebabkan oleh berbagai faktor antara lain faktor latar belakang pekerjaan orang tua yang berprofesi sebagai perwira. Hasil yang sudah didapat dari peneltian pada enam informan ini menemukan ada beberapa pola komunikasi yang berbeda dari keluarga satu dengan yang lain diantaranya informan pertama mendominasi pola komunikasi persamaan, untuk informan yang kedua mendominasi pola komunikasi pola komunikasi keluarga tak seimbang terpisah, kemudian untuk informan ketiga mendominasi pola komunikasi seimbang terpisah dan untuk informan yang ke empat mendominasi pola komunikasi keluarga monopoli. Kemudian untuk informan yang ke lima mendominasi pola komunikasi persamaan sedangkan untuk infroman yang terakhir mendominasi pola komunikasi tak seimbang terpisah. | This research take a title “Pola Komunikasi Keluarga dalam Mendidik Anak di Perum Rindam IV Diponegoro kota Magelang” (Studi Deskriptif Kualitatif Mengenai Pola Komunikasi Keluarga Tentara Yang berprofesi Sebagai Perwira). This research is trying to look how the pattern to educate their child in the family who has the background as a soldier. This research use descriptive qualitative methods. The target of this research is family especially parents who working as a soldier. The data collection methods was using interview and documentation. This research use purposive sampling technic to choose the informan and the analytical data methods was using qualitative descriptive with interactive model. Based on the final results, the researcher obtained conclusion that every family have their own communication pattern. Every family have the different pattern to teach their kids. The existance in different communication methods is caused by their parents background as a soldier. The results obtained from other research where in the six informants found several different patterns of family communication with another family, among the first informant communication patterns using the equation communication to dominate the communication, for the second informant using the separate unbalanced communication patterns, the third informant using separate and balanced communication patterns to dominate, the fourth family dominated with monopoly communication patterns. And for the fifth informants dominated with equation communication patterns for the last infromant dominated with separate unbalanced communication patterns. |