Artikel Ilmiah : P2EA12062 a.n. ARI FABIA MAHARDANI, S.H

Kembali Update Delete

NIMP2EA12062
NamamhsARI FABIA MAHARDANI, S.H
Judul ArtikelEFEKTIVITAS LEMBAGA PEMASYARAKATAN TERBUKA KLAS IIB NUSAKAMBANGAN DALAM MELAKSANAKAN PROSES ASIMILASI NARAPIDANA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pelaksanaan pembinaan proses asimilasi narapidana di Lapas Terbuka Klas IIB Nusakambangan secara umum tidak efektif, hal ini dikarenakan keterbatasan baik dibidang peraturan, pembinaan dan segi geografis pulau Nusakambangan, selain itu adanya narapidana yang mempunyai Pidana Resiko Tinggi dengan hukuman pidana tinggi dari segi penanganan narapidana tersebut sangat beresiko karena sarana dan prasarana yang terdapat di Lapas Terbuka belum memadai dan jumlah petugas yang terdapat di Lapas Terbuka Klas IIB Nusakambangan masih sangat kurang khususnya terjamin pengamanan.
Kendala yang dihadapi Lapas Terbuka Klas IIB Nusakambangan dalam melaksanakan proses asimilasi narapidana terbentur dengan jumlah narapidana yang sangat minim sehingga proses pembinaan yang dilaksanakan di Lapas Terbuka tidak berjalan efektif. Penempatan narapidana ke Lembaga Pemasyarakatan Terbuka, menyatakan beberapa kualifikasi narapidana yang dapat dimasukan ke dalam Lapas Terbuka menjadi semakin ketat dalam hal ini hanya narapidan kasus kriminal saja yang mendapatkan asimilasi, pengecualian narapidana yang akan ditempatkan pada Lapas Terbuka, yaitu narapidana dengan kasus penipuan, narkotika psikotropika, dan kasus terorisme. Secara umum hal ini merupakan diskriminasi karena tidak semua narapidana mendapatkan hak asimilasi dan ditempatkan di Lapas Terbuka. Hal-hal ini sangat berpengaruh terhadap jumlah narapidana yang ditempatkan di Lapas Terbuka sehingga menghambat proses pembinaan pendidikan keterampilan. Selain itu interaksi narapidana yang berada di Lapas Terbuka Klas IIB Nusakambanga sangat sulit untuk bersosialisasi dengan warga masyarakat karena letak geografis Lapas Terbuka berada di suatu pulau yang sepi dengan kondisi masyarakatan umum.
Abtrak (Bhs. Inggris)Pelaksanaan pembinaan proses asimilasi narapidana di Lapas Terbuka Klas IIB Nusakambangan secara umum tidak efektif, hal ini dikarenakan keterbatasan baik dibidang peraturan, pembinaan dan segi geografis pulau Nusakambangan, selain itu adanya narapidana yang mempunyai Pidana Resiko Tinggi dengan hukuman pidana tinggi dari segi penanganan narapidana tersebut sangat beresiko karena sarana dan prasarana yang terdapat di Lapas Terbuka belum memadai dan jumlah petugas yang terdapat di Lapas Terbuka Klas IIB Nusakambangan masih sangat kurang khususnya terjamin pengamanan.
Kendala yang dihadapi Lapas Terbuka Klas IIB Nusakambangan dalam melaksanakan proses asimilasi narapidana terbentur dengan jumlah narapidana yang sangat minim sehingga proses pembinaan yang dilaksanakan di Lapas Terbuka tidak berjalan efektif. Penempatan narapidana ke Lembaga Pemasyarakatan Terbuka, menyatakan beberapa kualifikasi narapidana yang dapat dimasukan ke dalam Lapas Terbuka menjadi semakin ketat dalam hal ini hanya narapidan kasus kriminal saja yang mendapatkan asimilasi, pengecualian narapidana yang akan ditempatkan pada Lapas Terbuka, yaitu narapidana dengan kasus penipuan, narkotika psikotropika, dan kasus terorisme. Secara umum hal ini merupakan diskriminasi karena tidak semua narapidana mendapatkan hak asimilasi dan ditempatkan di Lapas Terbuka. Hal-hal ini sangat berpengaruh terhadap jumlah narapidana yang ditempatkan di Lapas Terbuka sehingga menghambat proses pembinaan pendidikan keterampilan. Selain itu interaksi narapidana yang berada di Lapas Terbuka Klas IIB Nusakambanga sangat sulit untuk bersosialisasi dengan warga masyarakat karena letak geografis Lapas Terbuka berada di suatu pulau yang sepi dengan kondisi masyarakatan umum.
Kata kunciasimilasi narapidana
Pembimbing 1Dr. Hibnu Nugroho, SH, MH
Pembimbing 2Dr. Kuat Puji Prayitno, SH, M.Hum
Pembimbing 3
Tahun2014
Jumlah Halaman21
Tgl. Entri2014-06-06 08:50:51.728704
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.