| NIM | H1F010026 |
| Namamhs | DANI AKBAR |
| Judul Artikel | Geologi dan Analisis Karakteristik Longsoran Berdasarkan Data Geolistrik Daerah Sijeruk dan Sekitarnya Kecamatan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Bidang gelincir merupakan zona yang menjadi penyebab terjadinya longsoran karena pada bidang tersebut kuat geser menjadi lemah dan rentan terhadap gerakan tanah dan material di atasnya. Bidang gelincir seringkali menjadi fokus penelitian dalam memprediksi suatu lokasi yang berpotensi longsor, terutama potensi longsoran jenis luncuran. Fokus penelitian adalah mengenai identifikasi karakteristik bidang gelincir longsoran yang terjadi sebelumnya dan prediksi terjadinya longsoran berikutnya. Metode yang dilakukan adalah pemetaan geologi untuk mengetahui kondisi geologi daerah penelitian dan survey geolistrik tahanan jenis untuk mengetahui profil bawah permukaan daerah penelitian dan identifikasi potensi bidang gelincir. Tingkat kerawanan longsoran juga dilakukan dengan metode Anbalagan (1992). Survei geolistrik tahanan jenis dengan konfigurasi Schlumberger dilakukan pada 9 titik di sekitar mahkota longsoran sebelumnya yang kemudian diolah menggunakan software Progress 3.0. Hasil akhir menunjukkan bidang gelincir yang diidentifiksi berupa material breksi vulkanik dengan tingkat pelapukan sedang pada kedalaman 14 m dan diprediksi dua jalur longsoran yang dapat terjadi. Tingkat kerawanan longsoran berdasarkan klasifikasi kemiringan lereng oleh Van Zuidam menunjukkan lereng curam dan gerakan tanah sering terjadi. Berdasarkan tata guna lahan yang menunjukkan terdapat pemukiman yang dilewati jalur potensi longsor disimpulkan potensi longsor yang beresiko. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Slip surface is a zone that causes landslide because this zone makes shear strength weak and vulnerable to be a movement of land and other materials. Slip surface is frequently the focus of research to predict a landslide potential zone. This study focus is to identify previous landslide slip surface and to predict next landslide. The methods used here are geological mapping to know the geological condition in the study area and resistivity geoelectrical survey to identify subsurface lithological profile and the existing slip surface. Landslide vulnerability is also identified using Anbalagan method (1992). Geoelectrical survey with schlumberger configuration has been done in 9 dots around previous landslide crown and analized using progress 3.0 software. Final result shows there are slip surfaces with moderate weathering level with approximately 14 m depth and two landslide tracks are predicted. Landslide succeptibility level of study area according to slope classification by Van Zuidam belongs to steep slope with frequent landslide event. Potential landslides are vulnerable according to the existing people equipment passed by potential landslide tracks. |
| Kata kunci | bidang gelincir, survey geolistrik tahanan jenis, mahkota longsoran, kerawanan, resiko |
| Pembimbing 1 | Eko Bayu Purwatriya, S.T., M.Si. |
| Pembimbing 2 | Asmoro Widagdo, S.T., M.T. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2015 |
| Jumlah Halaman | 17 |
| Tgl. Entri | 2015-01-17 22:02:40.399653 |
|---|