Artikelilmiahs

Menampilkan 7.441-7.460 dari 48.890 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
74418401G1D010069GAMBARAN KEBUTUHAN KELUARGA PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU) DI RSUD BANYUMASLatar Belakang : Kompleksnya perawatan pasien di ICU akan berdampak pada keluarga pasien. Salah satu permasalahan yang sering muncul pada keluarga pasien yaitu kecemasan. Untuk itu pelayanan keperawatan perlu memberikan perhatian untuk memberi dukungan dalam pemenuhan kebutuhan keluarga yang di rawat di ICU. Dengan demikian, fokus penanganan di ICU tidak hanya pada pasien tetapi juga harus memperhatikan pemenuhan kebutuhan keluarga.
Tujan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kebutuhan keluarga pasien Intensive Care Unit (ICU) di RSUD Banyumas.
Metode : Desain penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Sedangkan cara pemilihan partisipan dengan metode purposive sampling.
Hasil : Hasil dari penelitian ini gambaran kebutuhan keluarga pasien ICU terdiri dari kebutuhan informasi, kebutuhan penambahan jam kunjung keluarga, kebutuhan dukungan, kebutuhan rasa nyaman, kebutuhan dekat dengan pasien.
Kesimpulan : Berdasarkan penelitian dan uraian pembahasan dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini memunculkan 5 kebutuhan kelurga pasien ICU.

Kata kunci : intensive care unit, kebutuhan keluarga pasien ICU, keluarga.
Background : Complexity of patient care in the ICU will have an impact on the patient's family. One of the problems that often arise in families of patients is anxiety. For that kind of reason, nursing services need to pay more attention providing and giving them support needs fulfillment of families who taking care for in the ICU. Therefrom, the focus of treatment in the ICU not only for the patient, but nursing services also should considering about patient’s family needs fulfillment.
Objective : The objective of this study was described the needs of families of patients Intensive Care Unit ( ICU ) in RSUD Banyumas.
Methods : This study was using descriptive qualitative method with a phenomenological approach. While the way participants were selected by purposive sampling method.
Results : The results of this research description ICU patients family needs consists of demand the need for information, needs the addition of hours family visit, the need of support, needs a sense of comfortable, the needs of proximity with patient.
Conclusion : Based on the research and description of the discussion this can be concluded that the results of this study led to 5 needs families patient ICU.

Keywords : intensive care unit, families, family needs of ICU patients.
744210335F1A010098Remaja dan Bahasa Sunda (Studi Menurunnya Penggunaan Bahasa Sunda di Kalangan Remaja Desa Linggar Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemaknaan dan pola penggunaan Bahasa Sunda di kalangan remaja, faktor-faktor penyebab menurunnya penggunaan Bahasa Sunda, serta perubahan nilai budaya dan perilaku remaja.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Sasaran penelitian yaitu remaja, orang tua, dan guru. Lokasi penelitian di Desa Linggar Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dan observasi pada lokasi penelitian. Data sekunder diperoleh dari Kantor Desa Linggar dan dokumen yang berkaitan dengan penelitian.
Hasil penelitian menjelaskan bahwa Bahasa Sunda di kalangan para remaja Sunda sudah menurun dalam penggunaannya. Pandangan para remaja terhadap makna dan pola penggunaan Bahasa Sunda pun berbeda-beda, diantaranya Bahasa Sunda diartikan sebagai bahasa daerah dan dalam setiap penggunaannya memiliki tingkatan tergantung lawan bicara. Berbagai faktor yang menyebabkan menurunnya penggunaan Bahasa Sunda diantaranya adalah orang tua yang sudah tidak mengajarkan lagi pada anaknya untuk menggunakan Bahasa Sunda. Selain itu, pandangan terhadap nilai budaya Sunda cukup rendah terbukti dengan orang tua yang menganggap biasa saja ketika anaknya tidak menggunakan Bahasa Sunda. Tidak ada perubahan dalam perilaku remaja saat tidak menggunakan Bahasa Sunda, walaupun bahasa yang digunakan tidak seperti Bahasa Sunda yang mempunyai tingkatan bahasa dalam penggunaannya.
This study aims to know the meaning and usage patterns among adolescents Sundanese language, the factors that cause decline in the use of Sundanese language, as well changes in cultural values and behavior of adolescents.
The research method used is descriptive qualitative. The target of research is young, an old fellow, and teacher. The location of research is at the Linggar Village, Rancaekek, Bandung District. Type of data used is primary data obtained from interviews and observations at the study site. Secondary data obtained from the village office Linggar and documents related to the research.
The results of this research explains that currently Sundanese Language among teens has been declined in its use. The views of young adults to the meaning and the use of the language are different, the local language and in a form depending friend. Various factors that lead to decreasing use of Sundanese Language, including parents who do not teach their children to use Sundanese Language. Besides it, view on the value culture of Sundanese is quite low as evidenced by the parents who think their children are not normal when using Sundanese language. No change in adolescent behavior when not using Sundanese, even if the language used does not like me that has a language of use.
744310336D1E010246HUBUNGAN ANTARA ESTRUS POST PARTUM DENGAN DAYS OPEN DAN KIDDING INTERVAL PADA KAMBING LOKAL DI KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui sejauh mana hubungan antara estrus post partum dengan days open dan kidding interval pada kambing lokal di Kecamatan Sumbang. Sasaran penelitian adalah ternak kambing lokal dan peternak kambing lokal di Desa Gandatapa. Sikapat, dan Tambaksogra. Metode yang digunakan adalah metode survei. Sampel yang diteliti sebanyak 278 ekor induk kambing lokal yang sudah beranak minimal dua kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai estrus post partum terbaik secara berturut-turut adalah Desa Tambaksogra (114,478 hari), Desa Gandatapa (118,269 hari), dan Desa Sikapat (134,699 hari). Hasil penelitian days open kambing lokal terbaik secara berturut-turut adalah Desa Tambaksogra (138,228 hari), Desa Gandatapa (148,634 hari), dan Desa Sikapat (158,108 hari). Hasil penelitian kidding interval kambing lokal terbaik secara berturut-turut adalah Desa Tambaksogra (290,924 hari), Desa Gandatapa (300,796 hari), dan Desa Sikapat (312,892 hari). Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa estrus post partum dengan days open berpengaruh sangat nyata (P˂0,01) terhadap kidding interval pada induk kambing lokal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah panjangnya estrus post partum, berpengaruh pada panjangnya days open dan kidding interval pada induk kambing lokal di Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas.


The purpose of this research is studied how far the relationship of estrus post partum to days open and kidding interval of female local goats in Sumbang District, Banyumas Regency. The object of this research is breeders and local goats in Gandatapa, Sikapat, and Tambaksogra Village. This research using survey method. Samples was taken 278 which at least twice calving. The result of this research shows that the best average of estrus post partum is Tambaksogra Village (114,478 days), followed by Gandatapa Village (118,269 days), and Sikapat Village (134,699 days). The result shows that the best average of days open is Tambaksogra Village (138,228 days), followed by Gandatapa Village (148,634 days), and Sikapat Village (158,108 days). The result shows that the best average of kidding interval is Tambaksogra Village (290,924 days), followed by Gandatapa Village (300,796 days), and Sikapat Village (312,892 days). The result of analysis multiple regression shows that estrus post partum and days open has a significant relationship (P˂0,01) with kidding interval. The conclusion of this research is the length of estrus post partum has relationship with length of days open and kidding interval of female local goats in Sumbang, Banyumas Regency.


744410337H1G010034ANALISIS BIOEKONOMI SUMBERDAYA IKAN TIGAWAJA (Otolithes ruber) DI PERAIRAN PARIGI, KABUPATEN PANGANDARANABSTRAK

Ikan Tigawaja (Otolithes ruber) merupakan salahsatu sumberdaya perikanan yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan, karena memliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dan jumlahnya berlimpah. Karena sumberdaya ikan Tigawaja merupakan barang milik umum dan bersifat open acces maka kelestarian ikan ini bisa terancam. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis status penangkapan ikan Tigawaja dengan menggunakan indikator Maximum Sustainable Yield (MSY) dan Maximum Economic Yield (MEY). Data hasil tangkapan-upaya dari tahun 2004-2013 diperoleh dari tempat pelelangan ikan Parigi. Data harga ikan dan biaya per upaya diperoleh dari hasil wawancara dengan 42 responden nelayan. Data hasil tangkapan dan upaya dianalisis menggunakan Metode Surplus Produksi (Schaefer), sedangkan nilai produksi dan upaya menggunakan analisis model Gordon-Schaefer. Hasil penelitian menunjukan bahwa produksi maksimum sebesar 68500,91 kg/ tahun dan kondisi fMSY sebesar 21602,82 trip/ tahun. Produksi optimum sebesar Rp 52650,92 kg/ tahun dan kondisi EMEY sebesar Rp. 7126,63 trip/ tahun. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kondisi perikanan tangkap di perairan Parigi Kabupaten Pangandaran telah mengalami overfishing.
ABSTRACT
Tigawaja fish (Otolithes ruber) is one of potential fishery resources, because it’s high economic value and abundant. Because the Tigawaja fish resources is public property and open access is the preservation of these fish could be threatened. The purpose of this study was to analyze the status of Tigawaja fishery using Maximum Sustainable Yield (MSY) and Maximum Economic Yield (MEY) as indicators. Catch-effort data from year 2004-2013 obtained from Parigi fish landing port. Fish price and cost per unit effort data was obtained by interviewing 42 fisherman. Catch-effort data was analyzed using Surplus Production Metodh (Schaefer), production and effort value was alayzed using Gordon-Schaefer Model. The results showed that the maximum production was 68500.91 kg/ year and the condition of fMSY 21602.82 trip/ year. The optimum production was Rp. 52650.92 kg/ year and the condition of EMEY Rp. 7126.63 trip/ year. Based on the results of this study, it can be concluded that the condition of Tigawaja fishery at Parigi waters Pangandaran district was considered as overfishing.
74458407F1F009030The Heroes Deconstruction in J.R.R. Tolkien's The Lord of The RingsABSTRAK


Aditya, Pandu. 2014. The Heroes Deconstruction in J.R.R. Tolkien’s The Lord of The Rings. Rizki Februansyah, S.S, M.A. pembimbing pertama, Mia Fitria Agustina, S.S, M.A pembimbing kedua, dan Eni Nur Aeni, S.S, M.A. penguji eksternal. Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Jurusan Ilmu Budaya, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Tahun akademik 2013/2014.

Penelitian yang berjudul The Heroes Deconstruction in J.R.R. Tolkien’s The Lord of The Rings ini menganalisis tentang dekonstruksi karakter pahlawan yang ada di novel The Lord of The Rings. Penelitian ini bertujuan untuk mencari bentuk-bentuk penggambaran karakter kepahlawanan yang berbeda dengan karakter pahlawan yang digambarkan didalam novel fantasi pada umumnya.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Data primer yang digunakan dalam penelitian diperoleh dari novel The Lord of The Rings karya J.R.R. Tolkien, sedangkan data sekunder diambil dari sumber lain yang berkaitan dengan teori dekonstruksi. Untuk menganalisis data-data tersebut, teori dekonstruksi dari Jacques Derrida digunakan sebagai teorinya.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa ada tiga karakter didalam novel The Lord of The Rings yang didekonstruksi, mereka adalah Hobbit, Aragorn, dan Eowyn. Tiga karakter yang menjadi bahan analisis semuanya mendekonstruksi karakter pahlawan yang diidentikan sebagai ksatria atau prajurit yang mempunyai kemampuan berperang yang sangat tinggi, berparas tampan, mempunyai ukuran tubuh yang ideal, dan seseorang yang kuat. Bentuk dekonstruksinya dibagi menjadi 3 bagian. Pertama, The hobbit mendekonstruksi pahlawan dalam hal ukuran tubuh, kemampuan menggunakan senjata, dan pengetahuan tentang perang. Kedua, Aragorn mendekonstruksi pahlawan dalam hal kelas sosial dan kemampuan mempertahankan diri. Yang terakhir adalah seorang perempuan bernama Eowyn mendekonstruksi pahlawan dalam hal gender dan tugas seorang perempuan kerajaan.

Kata kunci: Pahlawan, Dekonstruksi, Hobbit, Aragorn, Eowyn.
ABSTRACT


Pandu, Aditya. 2014. The Heroes Deconstruction in J.R.R. Tolkien’s The Lord of The Rings supervised by Rizki Februansyah, S.S, M.A (First Supervisor) and Mia Fitria Agustina, S.S, M.A (Second Supervisor), Eni Nuraeni, S.S, M.A (External Examiner. English Language and Literature Study Program, Department of Humanities, Faculty of Social and Political Sciences, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. Academic year 2013/2014.

This research entitled The Heroes Deconstruction in J.R.R. Tolkien’s The Lord of The Rings, analyzes the deconstruction of hero character in The Lord of the Rings novel. The aim of this research is to find out the deconstruction of heroes character in the fantasy novel portrayed in The Lord of The Rings.
Qualitative method is used in this research to analyze The Lord of The Rings novel uses as primary data, whereas the secondary data are taken from external sources relate with the theory of deconstruction. To analyze those data, this research use deconstruction theory by Jacques Derrida as a tool.
The result of this research shows that there are three characters in The Lord of the Rings which are deconstructed. They are The Hobbits, a forest ranger named Aragorn, and a woman named Eowyn. The three characters deconstruct the heroes who are identical with knights or soldiers who have high ability to fight, have an ideal body size, handsome, and strong. The deconstruction is divided into three parts. First, the hobbits deconstruct the hero from the body size, ability to use weapons, and knowledge about the war. Second, the forest ranger named Aragorn deconstructs the hero which has social class and ability to defend himself. The last one is the woman named Eowyn as she deconstructs the hero because of her sex and her duty.

Keywords: Heroes, Deconstruction, The Hobbit, Aragorn, Eowyn.
74468378G1D010071Analisis Komponen Konsep Diri Pada Siswa Dan Siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Terhadap Perilaku Bullying Di Wilayah Purwokerto SelatanLatar Belakang: Bullying merupakan perilaku agresif yang disengaja dan ditunjukkan pada individu yang telah menjadi incaran atau korban. Masa remaja merupakan masa dimana remaja mencari jati diri sebenarnya, dan rentan melakukan kekerasan sebagai bentuk rasa berontak, khususnya di sekolah.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komponen konsep diri paling dominan yang berhubungan dengan perilaku bullying pada siswa dan siswi SMK X di wilayah Purwokerto Selatan.
Metode: Jenis penelitian ini adalah analitic correlational dengan pendekatan cross sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah 252 siswa dengan menggunakan teknik stratified random sampling. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi, chi-square dan regresi logistik.
Hasil: Hasil analisis hubungan gambaran diri, identitas diri, harga diri, peran, dan ideal diri terhadap perilaku bullying didapatkan nilai p (0,189); (0,142); (0,034); (0,012); (0,036). Analisis regresi logistik menunjukkan variabel yang paling dominan berhubungan dengan perilaku bullying adalah peran dengan nilai p sebesar 0,012 dan OR sebesar 1,89.
Kesimpulan: Peran merupakan komponen konsep diri paling dominan terhadap perilaku bullying.
Background: Bullying is an aggressive behaviour addressed to the victim deliberately. Adolescence is a phase when teenager ‘looked for their true identity’ and it can be possible for them to perform this aggresive behaviour as their form of rebellion, particularly in school.
Objective: The aim of this research is to analyze the most dominant self-concept component related to bullying behaviour on a vocational school students in South Purwokerto.
Method: The method of this research was analytic correlation using cross sectional approach. There was 252 students as respondent taken by stratified random sampling technique. Chi-square and logistic regression were used in this research analyze.
Result: Bivariate analysis showed that self-image, self-identity, self-esteem, role, and self-ideal had p-value (0,189); (0,142); (0,034); (0,012); (0,036) respectively. Logistic regression analysis showed that role was the most dominant variable related to bullying behaviour with p-value 0,012 and OR value 1,89.
Conclusion: Role is the most dominant variable related to bullying behaviour.
74478408G1D010065Kualitas Hidup Lansia Di Desa Melung Sebagai Desa Rawan Bencana di Kabupaten Banyumas Latar Belakang : Wilayah Kabupaten Banyumas menduduki peringkat pertama tingkat nasional yang rawan terkena bencana angin topan. Bencana angin topan yang sering terjadi dapat berdampak pada kehidupan masyarakat. Salah satu dampaknya mengarah pada kualitas hidup lansia. Lansia adalah seseorang dengan usia 60 tahun keatas. Jumlah penduduk lansia meningkat secara bermakna setiap tahunnya. Populasi yang meningkat terjadi karena adanya proses penuaan. Penuaan biasanya diikuti dengan berbagai permasalahan atau penurunan fungsi yang berdampak pada kualitas hidup. Kualitas hidup lansia merupakan suatu komponen yang kompleks yang mencakup usia harapan hidup, fungsi kognitif dan fisik, kesehatan psikis, fisik dan mental, kepuasan dalam hidup, dukungan sosial, dan kondisi tempat tinggal. Permasalahan pada lansia terlebih yang tinggal di daerah rawan bencana merupakan tanggung jawab semua pihak baik pemerintah, lembaga masyarakat maupun masyarakat itu sendiri.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas hidup lansia yang tinggal di daerah rawan bencana angin topan di Desa Melung Kabupaten Banyumas.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Desa Melung Kabupaten Banyumas dengan populasi seluruh lansia yang berjumlah 228 orang. Sampel penelitian sebanyak 75 responden yang diambil dengan metode simple random sampling selama masa penelitian pada bulan Januari 2014. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner kualitas hidup lansia dari WHOQOL-BREF.
Hasil : Kualitas hidup lansia pada domain fisik berada pada kategori cukup dengan rata-rata 58.61, kualitas hidup lansia pada domain psikologis berada pada kategori baik dengan rata-rata 68.88, kualitas hidup lansia pada domain hubungan sosial berada pada kategori cukup dengan rata-rata 54.44, kualitas hidup lansia pada domain lingkungan berada pada kategori cukup dengan rata-rata 50.04, Kualitas hidup lansia secara umum berada pada kategori cukup dengan rata-rata 59.00, dan kesehatan secara umum berada pada kategori cukup dengan rata-rata 56.66.
Kesimpulan : Kualitas hidup lansia di Desa Melung Kabupaten Banyumas berada pada kategori cukup dengan rata-rata 57.99.

Kata Kunci : Lansia, Kualitas Hidup, Bencana
Background : The area of Banyumas district live in national first stage as the disaster danger area of typhoon. That disaster can impact for the community life. One of the impacts towards to quality of life of the elderly people. Elderly people is someone who in 60 or above years olds. The amount of elderly people citizen get significantly increases annually. This increasing population caused by aging process. Aging process usually followed by some problems or decreasing function which impact to quality of life. Quality of life of the elderly people is a complex component include age of life hope, cognitive and life function, psychic health, physique and psychic, life satisfication, social support, and domicile condition. That elderly people problems, moreover for they who life in disaster danger area will be the all of person’s duty, for government, community institute, or the community themselves.
Objective : This study aims to determine quality of life of the elderly people who life in the disaster danger area of typhoon in Melung village in Banyumas district.
Method : This research based descriptive quantitative form. Research was done in Melung village in Banyumas district. The amount of the population is 228 people. Samples who examined are 75 respondents who chosen by simple random sampling while research period on January 2014. The used instrument was questionnaire for quality of life of the elderly people, it was WHOQOL-BREF.
Result : Quality of life of the elderly people on physical domain place on middle category with mean 58.61, quality of life of the elderly people on psychological domain place on good category with mean 68.88, quality of life of the elderly people on social relationships domain place on middle category with mean 54.44, quality of life of the elderly people on environment domain place on middle category with mean 50.04, quality of life in general place on middle category with mean 59.00, and health in general place on middle category with mean 56.66.
Conclusion : Quality of life of the elderly people in Melung village in Banyumas districtis place on middle category with mean 57.99.

Key words : Elderly people, quality of life, disaster.
744811672F1F010030POLLUTION, WILDERNESS, AND DWELLING IN POWER BY LINDA HOGANPenelitian yang berjudul “Pollution, Wilderness, and Dwelling in Power by Linda Hogan” bertujuan untuk mencari tahu isu lingkungan dalam novel Power karya Linda Hogan. Data utama dari penelitian ini adalah novel Power karya Linda Hogan yang dianalisis melalui lingkungan penduduk pribumi Amerika.
Selanjutnya, ekokritisisme digunakan untuk menganalisis isu lingkungan di tanah air penduduk pribumi Amerika, yang digambarkan di dalam novel yang ditulis pada tahun 1998. Ekokritisisme adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara karya sastra dan lingkungan fisik. Teori ini menghubungkan sastra dan lingkungan fisik menggunakan pendekatan earth-centered. Kemudian, analisis tersebut dijabarkan dengan metode kualitatif.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pengarang menggambarkan isu lingkungan di tanah air penduduk pribumi Amerika seperti polusi, hutan rimba, dan tempat tinggal. Pengarang menggambarkan aktifitas pembangunan yang menggambarkan polusi air berasal dari pertanian dan rumah tangga. Penggunaan zat-zat kimia memberikan dampak buruk terhadap lingkungan seperti orang-orang dan binatang saat ini menjadi lebih rentan sakit dan mati. Pembangunan modern di Amerika membawa dampak penggundulan hutan. Padahal, tanah penduduk pribumi Amerika merupakan pemandangan alami dengan hutan rimbanya dan rumah bagi penduduk pribumi dan cerita rakyat klan sukunya. Disamping itu, tanah penduduk Amerika juga memiliki kekuatan untuk menyembuhkan orang secara spiritual karena meningkatkan hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan.
The research entitled “Pollution, Wilderness, and Dwelling in Power by Linda Hogan” is aimed to find out the environmental issue that happens in the novel by Linda Hogan, Power. The main data source is Power by Linda Hogan which is analysed through ecocriticism.
Furthermore, ecocriticism is applied to analyze the environmental issue in Native American mother-land which is portrayed in the novel that was written in 1998. Ecocriticism is the study of the relationship between literature and physical environment. It connects literature and the physical environment used earth-centered approach. Then, the analysis is presented by using qualitative method.
The findings show that the author portrays the environmental issue in Native American mother-land such as pollution, wilderness, and dwelling. In the novel, the researcher finds that the developmental activity that causes water pollution comes from farming and housing. The use of chemical substances gives impact to the environment such as people and animals becoming more vulnerable to illness and death than in the past. Modern development also brings effect into wilderness in the form of land clearing. In fact, Native American land is natural scenery with its wilderness and the place of Native American homeland and clan’s folklore. Furthermore, it also has healing power to heal people spiritually because of its role in improving people, nature, and God connection.
74498409L1A006131STUDI TINGKAT KEPUASAN PELAYANN PASIEN BALITA GIZI BURUK DI INSTALASI PELAYANAN RAWAT INAP RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJOKepuasan pelayanan pasien balita gizi buruk merupakan tingkat perasaan pasien yang
berhubungan dengan perasaan kenyamanan, keamanan, kecepatan pelayanan serta memberikan
informasi tentang kesehatan yang dibutuhkan. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan tingkat
kepuasan pelayanan pasien balita gizi buruk di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan bentuk deskriptif yaitu m enggambarkan
suatu peristiwa secara obyektif. Informan ditentukan dengan teknik purposive yaitu berdasarkan
kriteria yang diambil untuk memperoleh informasi dalam penelitian. Analisis data menggunakan
Model Miles dan Huberman dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil wawancara mendalam mendeskripsikan kehandalan, ketanggapan, jaminan, perhatian, dan
bukti fisik. Kehandalan prosedur penerimaan pasien cepat dan tepat sesuai dengan kebutuhan.
Ketanggapan kemampuan dokter, perawat dan petugas ahli gizi dalam menyelesaikan keluhan
pasien rawat inap, memberikan informasi yang jelas dan mudah dimengerti, melakukan tindakan
pertolongan bagus dalam menyelesaikan keluhan dan mendapatkan informasi tentang
penyakitnya dan dapat dimengerti oleh pasien. Jaminan kemampuan dokter dalam menetapkan
diagnosis penyakit, keterampilan dokter, perawat, petugas ahli gizi dan petugas lainnya dalam
bekerja, jenis pelayanan yang diberikan, keamanan pelayanan dan kepercayaan terhadap
pelayanan rawat inap bagus dalam pelayanan yang diberikan kepada pasien, sehingga pasien
merasa aman dan nyaman. Perhatian bagus dalam memberikan pelayanan yang sama kepada
semua pasien tanpa memandang status sosial. Bukti fisik baik karena kebersihan dalam ruangan
selalu terjaga kebersihannya.
Satisfaction of service the patients of toddler malnutrition a feeling of levels of patients
associated with a feeling of convenience, safety, quickness of service well as provide about of
information necessary healthcare. The purpose of this research describe the level of satisfaction
of service the patient of toddler malnutrition in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. The method
used in this research is qualitative descriptive form that is describe a events objectively.
Informant is determined by using purposive that is based the criteria which are taken for obtain
the information in research. Analysis of data using Miles and Huberman model with data
reduction, data display, and conclusion. The results of in-depth interviews to describe the
reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangible. Reliability of the patient
acceptance procedure quick and precise in accordance with the needs. Responsiveness of ability
of doctors, nurses and nutritionist in resolving a complaint hospitalized patients, give information
which obviously and the easily understandable, take action a nice help in resolving a complaint
and get the information about the disease and can be understood by the patients. Assurance
ability of doctors to establish the diagnosis of a disease, the skills of doctors, nurses, a
nutritionist officer and other officer in a worked, the type of services provided, the security of
service and confidence in the good in a inpatient service provided to patients, so that the patients
feel safe and comfortable. Empathy is a nice in providing the equal services to all the patients
regardless of the social status. Tangible good in hygiene in the room is always be wake hygiene.
745010338G1A011006KORELASI INTENSITAS NYERI DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN HERNIA NUKLEUS PULPOSUS LUMBAL DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO TAHUN 2011-2013Nyeri punggung bawah (NPB) merupakan masalah kesehatan yang mengganggu secara klinis, sosial dan ekonomi. Terjadi peningkatan NPB dari tahun ke tahun di dunia dan di Indonesia. Adanya NPB disertai ischialgia merupakan gejala khas dari hernia nukleus pulposus (HNP). Lokasi paling sering terjadinya HNP adalah pada segmen L4-L5 dan L5-S1. Nyeri kronis pada pasien HNP dapat mempengaruhi kualitas hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis korelasi intensitas nyeri dengan kualitas hidup pada pasien HNP lumbal di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo tahun 2011-2013. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan besar sampel 26 responden. Analisis bivariabel dilakukan dengan uji korelasi Pearson dengan stratifikasi sesuai indeks massa tubuh. Penelitian ini telah disetujui oleh Komisi Etik Penelitian Kedokteran FKIK Unsoed. Terdapat korelasi intensitas nyeri dengan kualitas hidup yang bermakna (p<0,01) dengan arah negatif dan kekuatan korelasi sangat kuat pada responden normoweight (r = -0,908) serta kuat pada responden obese (r = -0,794). Analisis seluruh responden tanpa memperhatikan indeks massa tubuh menunjukkan korelasi bermakna (p<0,001) dengan arah negatif dan kekuatan korelasi sangat kuat (r = -0,852). Dapat disimpulkan, semakin tinggi intensitas nyeri yang dirasakan oleh pasien berdampak kuat pada semakin rendahnya skor kualitas hidup pada pasien HNP lumbal di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo tahun 2011-2013, dan berlaku sebaliknya.Low back pain (LBP) was a health problem that disturbed clinically, socially, and economically. There was a worldwide and national increase of LBP every year. Both LBP and ischialgia were specific symptoms of herniated nucleus pulposus (HNP). Location of HNP mostly happened at L4-L5 and L5-S1 level. Chronic pain which existed in HNP patients could affect health-related quality of life. The aim of this study was to analyze correlation of pain intensity and quality of life in HNP patients in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo in 2011-2013. This was a cross-sectional study with 26 subjects. Bivariable analysis was done by using Pearson correlation test with stratification based on body mass index. This study was approved by the Research Ethics Committee of FKIK Unsoed.. There was a significant correlation of pain intensity and quality of life (p<0,01) with negative direction and very strong correlation (r = -0,908) in normoweight respondents, and also strong correlation (r = -0,794) in obese respondents. There was also a significant correlation (p<0,001) with negative direction and very strong correlation (r = -0,852) in all respondents. It was concluded that higher pain intensity will strongly impact on the lower quality of life in lumbar HNP patients of RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo in 2011-2013, and vice-versa.

Keywords : pain intensity, quality of life, herniated nucleus pulposus, correlation.
745110964G1D011025PENGARUH STRATEGI KOMUNIKASI “SP HARGA DIRI RENDAH” TERHADAP SIKAP DAN PERILAKU BULLYINGLatar Belakang: Bullying merupakan masalah yang terjadi hampir di seluruh sekolah, terutama pada remaja. Bullying dapat mengakibatkan harga diri rendah, namun harga diri rendah juga dapat menyebabkan perilaku bullying. Untuk itu, perlu adanya intervensi untuk memutus rantai tersebut, salah satunya adalah dengan strategi komunikasi “SP harga diri rendah”.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi strategi komunikasi (SP harga diri rendah) terhadap sikap dan perilaku bullying di SMK X wilayah Purwokerto Selatan.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen dengan one group pretest-posttest design. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Besarnya sampel yaitu 13 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data menggunakan uji ststistik yaitu uji T berpasangan dan uji McNemar.
Hasil: Penelitian ini mendapatkan intervensi strategi komunikasi “SP harga diri rendah” berpengaruh terhadap harga diri p = 0,003 (p value<0,05), namun tidak berpengaruh terhadap sikap bullying p = 0,467 (p value>0,05) dan perilaku bullying p = 0,208 (p value>0,05).
Kesimpulan: Intervensi strategi komunikasi “SP harga diri rendah” dapat meningkatkan harga diri responden tetapi tidak dapat menurunkan sikap dan perilaku bullying siswa SMK X di wilayah Purwokerto Selatan.
Background : Bullying is a common issue that occurs almost in every school, especially among the adolescent. Bullying can lead to low-self esteem, in other hand, low-self esteem is also leading to bullying behavior. Therefore, intervention is necessary to solve it, one of which is the communications strategy “SP low-self esteem”.
Purpose : The goal of this research is to know the influence of communication strategy intervention (SP low-self esteem) to attitude and behavior of bullying in SMK X South Purwokerto.
Method : This research is pre-experimental research with one group pretest-posttest design. Sampling for this research is using purposive sampling technique, with amount of sample are 13 respondents, which is fulfilling inclusion and exclusion criteria. Analyse data used by using Pair T-Test dan McNemar Test.
Result : The result shows the communications strategy intervention “SP low-self esteem” influence to the self-esteem with p = 0,003 (p value<0,05), but do not have influence to the attitude of bullying with p = 0,467 (p value>0,05) and bullying behavior with p = 0,208 (p value>0,05).
Conclusion : Communications strategy intervention “SP low-self esteem” can improving the self-esteem of respondent yet can not reducing the attitude and behavior of bullying among students of SMK X in South Purwokerto.
745211348C1C011019PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, PERTUMBUHAN PERUSAHAAN DAN PENGGANTIAN MANAJEMEN TERHADAP AUDITOR SWITCHING SECARA VOLUNTARY (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI UNTUK PERIODE 2010-2013)Penelitian ini berjudul “Pengaruh Ukuran Perusahaan, Pertumbuhan Perusahaan dan Penggantian Manajemen Terhadap Auditor Switching Secara Voluntary (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI untuk Periode 2010-2013)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan, pertumbuhan perusahaan dan penggantian manajemen terhadap perilaku perusahaan untuk melakukan auditor switching secara voluntary.
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk periode 2010-2013. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 36 sampel. Purposive sampling method digunakan dalam penentuan sampel.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan Regresi Logistik menunjukkan bahwa variabel ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap auditor switching secara voluntary. Sedangkan variabel pertumbuhan perusahaan dan penggantian manajemen berpengaruh signifikan terhadap auditor switching secara voluntary.
The title of this research is “The Effect of Firm Size, Firm Growth and Change in Management to Voluntarily Auditor Switching (a Empiric Cases on Manufactured Company listed in Indonesian Stock Exchange for periods 2010-2013)”. The aims of research is to find out the effect of firm size, firm growth and change in management on company’s behaviour for voluntarily auditor switching.
The research population are manufactured company listed in Indonesia Stock Exchange for periods 2010-2013. There were 36 used as samples of the research. Then purposive sampling method was used to determine the samples.
Based on result of research and data analysis using Logistic Regressions showed that firm size has no influences significantly on voluntarily auditor switching. While firm growth and change of management has influences significantly on voluntarily auditor switching.
745311563C1K011002ENVIRONMENT FRIENDLY PRODUCTS: FACTORS THAT INFLUENCE THE GREEN PURCHASE INTENTION OF PURWOKERTO CONSUMERS (Study on air conditioner that use environmentally technology) Pada saat ini, orang menjadi lebih peduli terhadap pembelian produk berbasis ramah lingkungan hal tersebut dikarenakan kesadaran yang tumbuh dalam upaya perlindungan lingkungan. Green purchase pada dasarnya adalah tindakan membeli produk ramah lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk menemukan dampak dari kepedulian lingkungan pelanggan, pengetahuan lingkungan dan citra hijau organisasi terhadap niat pembelian produk ramah lingkungan. Model penelitian dalam penelitian ini meneliti konsekuensi dari variabel prediktor (environment concern, environment knowledge, dan organization green image) pada variabel kriteria (green purchase intention) dengan efek moderasi dari perceived product price and perceived product quality. Metodologi penelitian yang digunakan untuk studi tertentu bersifat kuantitatif secara eksklusif menggunakan pendekatan penelitian survei. Teknik purposive sampling berasal dari teknik probability sampling yang digunakan untuk pemilihan sampel. Sampel berjumlah 169 responden berasal dari konsumen Purwokerto yang sudah menggunakan AC (air conditioner) dan setidaknya berusia 20 tahun. Perangkat lunak statistik SPSS versi 21th digunakan untuk menganalisis data. Penelitian ini memiliki implikasi bagi manajer; karena mereka dapat merumuskan strategi pemasaran untuk produk ramah lingkungan mereka berdasarkan temuan penelitian mereka. Dikarenalan kendala waktu, studi ini dilakukan hanya di Purwokerto.In recent times, people are becoming more concerned towards green purchasing because of a grown consciousness for environmental protection. Green purchasing is essentially the act of buying environmental friendly products. This research is conducted to find the impact of customer’s environmental concern, environment knowledge and organization green image towards the intentions of green purchasing. The research model in this meticulous study examines the consequences of predictor variables (environmental concern, organizational green image and environmental knowledge) upon criterion variable (green purchase intention) with the moderating effect of perceived product price and perceived product quality. The research methodology used for the particular study is quantitative in nature exclusively using survey research approach. Purposive sampling technique derived from probability sampling technique was employed for the selection of sample. A sample of 169 comes from Purwokerto consumers who already used air conditioner and at least 20 years old. The statistical software SPSS 21th version was used to analyze the data. The study has implication for managers; as they can formulate their effective green marketing strategies based onto the findings of their research. Due to time constrain, the study was conducted only in Purwokerto.
74548410G1A010005Hubungan Skor Kuesioner Gerd Dengan Derajat Reflux Oesophagitis Pada Hasil Pemeriksaan Endoscopysebagai Alat Diagnosis Gastro – Oesophageal Reflux DiseaseAbstrak
Latar Belakang. GERD merupakan penyakit yang sering ditemukan pada masyarakat, terbukti dengan banyaknya keluhan yang berhubungan dengan gejala GERD pada sebagian besar penyedia layanan kesehatan primer.Untuk mengukur derajat reflux oesophagitis pada hasil pemeriksaan endoscopy dapat digunakan kuesioner GERD yang sudah mulai dijadikan sebagai alat diagnosis di Indonesia.
Tujuan. Mengetahui hubungan antara skor kuesioner GERD dengan derajat reflux oesophagitis pada hasil pemeriksaan endoscopy.
Metodologi Penelitian. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan menggunakan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Analisis data menggunakan Fisher Exact.
Hasil dan Pembahasan. Pasien yang memiliki kemungkinan kecil terkena GERD sebanyak 29 orang (96,7%) dan hanya 1 orang (3,3%) yang didiagnosis sebagai GERD. Refluks Oesophagitis sebagian besar pasien hasil endoscopy pada kategori normal yaitu 29 orang (96,7%) dan hanya 1 orang (3,3%) yang termasuk dalam kategori hiperemis pada mukosa esophageal. Terdapat hubungan antara skor kuesioner GERD dengan derajat refluks oesophagitis pada hasil pemeriksaan endoscopy(p = 0,033)
Kesimpulan. Terdapat hubungan antara skor kuesioner GERD dengan derajat refluks oesophagitis pada hasil pemeriksaan endoscopy
ABSTRACT

Background.Gastroesophageal reflux disease (GERD) is arguably the most common disease encountered by the gastroenterologist. It is equally likely that the primary care providers will find that complaints related to reflux disease constitute a large proportion of their practice. To measure the degree of reflux oesophagitis on endoscopy examination results can be used GERD questionnaire that has begun to be used as a diagnostic tool in Indonesia.
Objective: Determine correlation between GERD questionnaire scores with the degree of reflux oesophagitis on endoscopy examination.
Method: This research is an observational used cross-sectional study. This study was conducted at Hospital Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Analysis of data used the Fisher Exact.
Result: Patients who had lower odds of GERD as many as 29 people (96.7%) and only 1 person (3.3%) were diagnosed as GERD. Reflux Oesophagitis most patients the results of endoscopy in the normal category is 29 people (96.7%) and only 1 person (3.3%) were included in the category of hyperemia on esophageal mucosa. There was acorrelation between GERD questionnaire scores with the degree of reflux oesophagitis on endoscopy examination (p = 0.033).
Conclusion: There was correlation between GERD questionnaire scores with the degree of reflux oesophagitis on endoscopy examination

74558411F1G009041CITRA PEREMPUAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL IBUK KARYA IWAN SETYAWANSkripsi ini berjudul “Citra Perempuan Tokoh Utama dalam Novel Ibuk karya Iwan Setyawan”. Rumusan masalah yang terdapat dalam skripsi ini adalah (1) Bagaimanakah deskripsi tokoh dan penokohan, plot serta latar yang terdapat di dalam novel Ibuk karya Iwan Setyawan? (2) Bagaimanakah citra perempuan tokoh utama dalam novel Ibuk karya Iwan Setyawan? Skripsi ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan tokoh dan penokohan, plot serta latar yang terdapat di dalam novel Ibuk karya Iwan Setyawan. (2) Mendeskripsikan citra perempuan tokoh utama dalam novel Ibuk karya Iwan Setyawan.
Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif, dengan fokus penelitian yang ditekankan pada citra perempuan tokoh utama dalam novel Ibuk karya Iwan Setyawan. Teknik dalam penelitian ini ada dua tahap, yaitu teknik pengumpulan data dan teknik analisis data. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara (1) Membaca berulang-ulang novel Ibuk karya Iwan Setyawan. (2) Mencatat data paling sesuai dengan fokus penelitian yang berkaitan dengan penelitian. (3) Mengklasifikasikan data yang telah diperoleh sesuai dengan kebutuhan penelitian. Selanjutnya data yang telah diperoleh dari sumber data utama dan sumber data tambahan dideskripsikan, serta dianalisis sesuai dengan teori yang digunakan, dan kemudian menyimpulkan data yang sudah diperoleh dengan fokus penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur intrinsik yang mewakili dalam novel ini meliputi tokoh dan penokohan, tokoh utamanya adalah Tinah/Ibuk yang digambarkan sebagai sosok perempuan yang cantik, sabar, tangguh, serta gigih berani. Plot/alur yang digunakan dalam novel ini adalah alur progresif/kronologis runtut dari awal, tengah hingga akhir cerita. Latar meluputi latar tempat, latar waktu dan latar sosial. Latar tempat yang dominan adalah kota Batu. Latar waktu yang terjadi adalah pagi, siang, dan malam. Latar sosial yang melatarbelakangi tokoh utama adalah berasal dari status sosial rendah.
Citra perempuan tokoh utama yang menjadi masalah utama dalam penelitian ini adalah menempatkan tokoh utama dalam posisi yang lemah, selain itu ia juga digambarkan membiarkan dirinya terkurung dalam seluruh aktivitas domestiknya tanpa melakukan sesuatu apapun untuk dirinya sendiri. Hal itu terutama disebabkan oleh peran domestik yang disandangkan sebagai istri dan ibu rumah tangga yang membuatnya tidak mampu bergerak bebas menjadi seorang perempuan yang mandiri. Meski di sisi lain dia juga ditampilkan sebagai sosok perempuan yang tangguh serta gigih dalam hal mencapai tujuannya namun itu tidak cukup mewakili nilai-nilai feminisme dalam kritik sastra feminis yang menjadi acuan dalam penelitian ini.
This short thesis has title “Citra Perempuan Tokoh Utama dalam novel Ibuk Karya Iwan Setyawan”. The formulation of problem in this short thesis is (1) how is figure description and characterization, plot and background that occurs in the novel of Ibuk authored by Iwan Setyawan? (2) How is the female image as the main figure in the novel of Ibuk authored Iwan Setyawan? This short thesis aims to (1) describes the figure and characterization, plot and background that occurs in the novel Ibuk authored by Iwan Setyawan. (2) Describes the female image as the main figure in the novel of Ibuk authored by Iwan Setyawan.
This research is categorized in the research of qualitative descriptive, by focusing the research that stresses in the female image as main figure in the novel of Ibuk authored by iwan Setyawan. Technique in this research has two stages, that are technique of collecting data and technique of data analysis. Technique of collecting data in this research is conducted with two ways (1) Read repeatedly the novel of Ibuk authored by Iwan Setyawan. (2) Records the data that has the most appropriate with the focus of research that related with the research. (3) Classifies data that has been obtained bases on the research needs. Subsequently data that has been obtained from the source of primary data and source of secondary data are described and analyzed according to the theory that is used in this research, and then concludes the data that has been obtained by focus of research.
The result of research shows that the intrinsic element that represents in this novel involves the figure and characterization, its main figure is Tinah/Ibuk who is described as the beautiful female figure, patient, tough, and brave. Plot in this novel is the progressive plot/chain chronology from beginning, middle and end story. The background involves the background of place, time and social. Background of time which is dominant occurs in the City of Batu. Background of time occurs in the morning, afternoon, and night. Background of social that give the main figure background she comes from the low social status.
The female image as the main figure that becomes the main problem in this research tends to put the main figure in the weak position, beside that she is also described to let her self to be locked in entire her activities without doing anything to her self. It is caused by her domestic role that has been attached as wife and household’s mother that makes him can not afford to move freely to become an autonomous female. Although the other side she also was presented as the tough female and hard work to achieve her purpose but it do not enough to represent the feminism values for the basic critic of feminism books that becomes the reference in this research.
74568412F1C010039KOMUNIKASI INSTRUKSIONAL PEMBINA PRAMUKA SIAGA DALAM MEMPERTAHANKAN PRESTASI KEJUARAAN PESERTA DIDIK DI SDN 1 GRENDENG KECAMATAN PURWOKERTO UTARA KABUPATEN BANYUMAS Komunikasi instruksional merupakan proses komunikasi yang dipola dan dirancang secara khusus untuk mengubah perilaku sasaran dalam komunikasi tertentu ke arah yang lebih baik (Yusuf, 2010:10). Kata instructional dapat diartikan sebagai pengajaran, pelajaran atau bahkan perintah atau instruksi.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Data penelitian diperoleh dari beberapa informan, yakni dua pembina dari pihak dewan guru dan dua orang dari pihak luar yaitu Racana Soedirman. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Model analisis data yang diaplikasikan dalam penelitian ini adalah model analisis interaktif milik Milles dan Huberman. Validitas data diuji melalui teknik triangulasi sumber dengan cara membandingkan atau mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh pada waktu dan dengan alat yang berbeda.
Hasil dari penelitian ini adalah Komunikasi instruksional dalam prakteknya menggunakan komunikasi mekanistis. metode instruksional yang digunakan adalah metode latihan, sedangkan model instruksional yang digunakan adalah Classrooms oriented model. SDN 1 Grendeng bertahan dalam prestasi kejuaraannya adalah karena dukungan dari pihak sekolah meliputi Kepala Sekolah, Dewan Guru, Komite Sekolah dan BKR juga dukungan penuh dari para orangtua peserta didik.
Instructional communication is a process of communication that patterned and designed specifically to change the behavior of the targets in particular communication for better future (Yusuf, 2010:10). The word instructional can be defined as teaching, a lesson or even the commands or instructions.
The method of this research was qualitative. The data were obtained by some informants, two of them are scoutmasters from the teachers and from Racana Sudirman. Data collection was conducted by interview, observation and documentation. The method of data analysis that applied in this research was interactive model based on Milles and Huberman. Validity of the data was test by triangulation techniques by comparing or rechecking the degree of trust of the information obtained at the different time and tools.
The result of this research was instructional communication in the practice using the mechanistic communication. Instructional method that used was the method of training, and the instructional model that used was Classrooms oriented model. SDN 1 Grendeng maintains in the championship achievements because there were supports from school included the Headmaster, Teachers, School Committee and the BKR, also student’s parents supports.
74578413H1E009050SIFAT OPTIK LAPISAN TIPIS TITANIUM DIOXIDEYANG DIDOPING DENGAN DYE SOLANUM MELONGENAABSTRAK

SIFAT OPTIK LAPISAN TIPIS TITANIUM DIOXIDEYANG DIDOPING DENGAN DYE SOLANUM MELONGENA


ELOK SUKMAWATI
H1E009050

Program Studi Fisika
Universitas Jenderal Soedirman

TiO2 merupakan semikonduktor yang bersifat inert, relatif murah, tidak beracun, tidak larut dalam air dan memiliki celah pita energi yang cukup lebar. Untuk memperkecil celah pita energi pada TiO2 yang lebar, maka diberi doping. Dalam penelitian ini digunakan doping organik yaitu dye Solanum melongena. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui nilai transmitansi, indek bias, ketebalan lapisan tipis serta celah pita energi. Selanjutnya mengetahui struktur kristalin dan morfologi dari TiO2 doping dyeSolanum melongena.
Metode yang digunakan pembuatan lapisan tipis menggunakan metode spin coating. Penelitian ini membahas lapisan tipis TiO2 doping Solanum melongena yang sudah dikarakterisasi UV-Vis, XRD dan SEM-EDS dibandingkan dengan TiO2murni.
Hasil karakterisasi spektrometer UV-Vis TiO2 doping dye Solanum melongenamempunyaicelah pita energi transisi tidak langsung = 2,53 eV dan celah pita energi transisi langsung = 2,05 eV. Hasil karakterisasi XRD yaitu TiO2 doping dyeSolanum melongena bersifat anatase dan mempunyai ukuran kristal sebesar 55,46 nm. Terakhir karakterisasi SEM-EDS TiO2 doping dye Solanum melongena menunjukan dye Solanum melongena melekat di permukaan TiO2 dikarenakan cahaya (foton) diserap oleh dye dan ketika menyerap cahaya, elektron dieksitasi ke tingkat energi yang lebih tinggi yaitu pita konduksi. Untuk memperoleh hasil yang optimum maka perlu dilakukan milling terlebih dahulu kemudian saat perendaman TiO2 ke dye selama 2 hari.

ABSTRACT

OPTICAL PROPERTIES OF A THIN LAYER OF TITANIUM DIOXIDE DOPED BY DYE SOLANUM MELONGENA

ELOK SUKMAWATI
H1E009050

Program Studi Fisika
Universitas Jenderal Soedirman

TiO2 is semiconductor that has characteristic such as inert, reasonable, not poison and has tape gap that is widht enough. To reduce the energy of tape gap in widht TiO2 so it is given dope. In this research uses organic dope, it as dye Solanum melongena. The purpose of this research is to know the transmitance number, ray index, the thickness of thin layer and tape gap energy. Furthermore, to know crystal structure and morphology of TiO2 that is doped by dye Solanum melongena.
The method used in making thin layer is spin coating method. This research discusses about thin layer TiO2 doped by Solanum melongena that has been characterized by UV-Vis, XRD and SEM-EDS compared with original TiO2.
The result of spectrometere UV-Vis characterization doped by Solanum melongena is having indirec transition energy tape gap 2,53 eV and direct transition energy of tape gap 2,05 eV. The result of characterization of XRD is TiO2 doped by Solanum melongena that has characteristic anatase and criystal size 55,46 nm. The last is characteristic at SEM-EDS TiO2 doped by Solanum melongena shows that dye Solanum melongena sticks on TiO2 surface caused by radiance (foton) is absorbed by dye and when it absorbs radiance, the electron is moved to the higher level energy that is conduction tape. To get optimum result it is necessary to do milling first and then in the time soaking TiO2 into dye for 2 days.
Keyword : TiO2 doped by dye Solanum melongena, tape gap energy.
74588414G1F010037Formulasi dan Uji Antioksidan Granul Efervesen Ekstrak Teh Hijau
dan Sarang Semut dengan Variasi Manitol dan Aspartam
Teh mengandung katekin dan sarang semut mengandung tokoferol dan flavanoid yang berkhasiat sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak teh hijau dan sarang semut menjadi sediaan granul efervesen dengan variasi manitol dan aspartam serta melakukan uji antioksidan terhadap formula tersebut. Evaluasi sediaan meliputi uji sifat fisik (waktu alir, sudut diam, kandungan lembab, pH, waktu larut), uji tanggap rasa, dan uji antioksidan menggunakan metode DPPH. Data dianalisis secara statistik dengan ANOVA satu arah untuk uji sifat fisik dan Kruskal-Wallis untuk uji tanggap rasa dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kombinasi teh hijau dan sarang semut dapat diformulasikan menjadi sediaan granul efervesen yang memenuhi syarat uji sifat fisik, kecuali kandungan lembab. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara sifat fisik masing-masing formula dengan formula lainnya, kecuali pH. Berdasarkan hasil uji tanggap rasa, formula IV merupakan formula yang paling disukai dan menunjukkan adanya aktivitas antioksidan dengan persen peredaman sebesar 55,035% pada konsentrasi 100 ppm.Tea contain of catechins and sarang semut with the content of tocopherols and flavonoids show antioxidant activity. The purpose of this study was to create efervescent granules combination of green tea and sarang semut extract with manitol and aspartame and do the antioxidant test of that formula. The evaluation of efervescent granule includes physical properties test (flow rate, stationary point, moisture content, pH, reduce solubility time), flavour test, and antioxidants test using DPPH method. Data were analyzed using one-way ANOVA to test the physical properties and the Kruskal-Wallis for flavour test with a 95% confidence level. The results of study showed that the green tea and sarang semut extract can
be formulated into an effervescent granule’s that meets requirements of physical properties except in moisture content. The results of statistical analysis showed significant differences physical properties at each formula to other formula, except in pH. Based on responsive taste test, formula IV is the best formula and showed antioxidant activity with reduction percent of 55,035% in 100 ppm.
745910339F1F009001SEMIOTIC ANALYSIS ON MEN’S PERFUME ADVERTISEMENTS IN ORIFLAME CATALOGUEPeneliti melakukan analisis yang berjudul Semiotic Analysis On Men’s Perfume Advertisements In Oriflame Catalogue. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendapatkan penjelasan mengenai tanda dan karakter pria di dalam data terpilih.
Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Peneliti menggunakan teori Peirce untuk menemukan dan menjelaskan bahasa tanda dan penelitian ini juga menggunakan teori Moncrieff untuk mengetahui dan menjelaskan karakter pria yang ditunjukan oleh bahasa tanda yang ada di katalog parfum pria Oriflame. Sumber data penelitian ini adalah gambar-gambar dengan teks di iklan parfum tersebut. Untuk pengumpulan data, peneliti menggunakan dua hal utama; memilih iklan parfum pria Oriflame edisi 2014 dan membuat kodifikasi data. Lalu, peneliti menggunakan beberapa tehnik untuk menganalisis data; mendapatkan katalog fisik, menganalisis bahasa tanda, menganalisis karakter pria, dan menyimpulkan hasilnya.
Setelah melakukan penelitian, diketahui bahwa ada 15 jumlah data dari bahasa tanda dan karakter pria. Bahasa tanda digunakan untuk membujuk konsumen agar membeli produk Oriflame dan bahasa tanda juga memiliki beberapa karakter untuk mendeskripsikan karakter manusia khususnya pria. Karakter tersebut adalah woody, oriental, dan fruity. Dari data tersebut, yang paling banyak muncul adalah karakter woody (8 iklan). Woody karakter mencirikan bahwa pria yang memakai parfum berkarakter woody mempunyai karakter elegan, modis, tenang, manis, dan setia. Lalu diikuti oleh oriental karakter. Fruity karakter (4 iklan) menjelaskan bahwa pria yang memakai parfum berkarakter fruity mempunyai karakter enerjik, bersemangat, segar, dan ceria. Terakhir, oriental karakter (3 iklan) menjelaskan bahwa pria yang memakai parfum berkarakter fruity mempunyai karakter lembut, mewah, dingin, bertenaga, dan rapi.
Peneliti berharap bahwa penelitian ini bisa menjadi kontribusi yang bernilai bagi para pembaca khususnya mahasiswa yang berminat dalam bahasa tanda.
The researcher conducted Semiotic Analysis On Men’s Perfume Advertisements in Oriflame Catalogue. It is aimed at getting an understanding and detailed explanation about signs and men’s characters in the Oriflame men’s perfume catalogue.
This research is a descriptive qualitative research. The researcher uses Peirce’s theory to find out and describe signs and it also uses Moncrieff’s theory to reveal and describe men’s character as shown by signs in the Oriflame men’s perfume catalogue. Research data sources are pictures along with texts in the perfume advertisements. For collecting the data, researcher used two major steps; selected Oriflame men’s perfume advertisements in 2014 edition and made data codification. Therefore, researcher used some techniques to analyze the data; obtaining the printed catalogue, analyzed the signs, analyzed the men’s personality, and concluded the result.
After conducting the analysis, it was found out that there were 15 total data of signs and men’s characters. Signs are used to influence the consumers buying the products and there were several characters to characterize people especially men. These characters are woody, oriental, and fruity. The most frequent character is woody (8 advertisements). It is described as a person who is elegant, stylish, calm, sweet, and loyal. Then, it is followed by fruity (4 advertisements). It is potrayed as a person who is energetic, uplifting, fresh, and cheerful. Lastly, oriental (3 advertisements), is described as a person who is gentle, sophisticated, cool, powerful, and dapper.
The researcher hopes that this research can be a valuable contribution to the readers, especially the students who are interested in signs.
746010340G1G009055Pengaruh Lama Pemberian Gelombang Ultrasonik 3 MHz selama 5 menit dan 10 menit terhadap Jumlah Neutrofil Jaringan (Studi Eksperimental pada Tikus Sprague dawley Gingivitis karena Paparan Porphyromonas gingivalis)
Gingiva merupakan bagian dari jaringan pendukung gigi (periodonsium) yang berfungsi untuk melindungi jaringan di bawah perlekatan gigi terhadap pengaruh lingkungan rongga mulut. Gingiva dapat mengalami peradangan yang disebut gingivitis. Saat ini banyak cara dan bahan untuk menyembuhkan gingivitis, salah satunya dengan menggunakan paparan gelombang ultrasonik. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan pengaruh lama pemberian gelombang ultrasonik 3 MHz selama 5 menit dan 10 menit terhadap jumlah neutrofil jaringan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian laboratoris murni. Penelitian ini menggunakan sampel tikus Sprague dawley jantan, berumur 2-3 bulan, berat badan 100-200 gram sebanyak 27 ekor yang dibagi secara acak menjadi 3 kelompok, yaitu 1 kelompok kontrol tanpa paparan gelombang ultrasonik, 1 kelompok perlakuan paparan gelombang ultrasonik 5 menit, dan 1 kelompok perlakuan paparan gelombang ultrasonik 10 menit. Masing-masing kelompok terdiri atas 9 ekor tikus berdasarkan periode paparan yaitu hari ke-1, 3, dan 5. Pada semua kelompok tikus dibuat perlakuan gingivitis. Tikus selanjutnya diberi paparan gelombang ultrasonik pada gingiva labial rahang bawah. Pada hari ke-1, 3, dan 5 dilakukan paparan gelombang ultrasonik sesuai dengan kelompoknya. Jaringan gingiva dibuat preparat histologis kemudian dilakukan dilakukan pengamatan histologis. Hasil dari uji Kruskal-wallis (p < 0,05) dan Mann-whitney (p < 0,05). Simpulan dari penelitian ini adalah paparan gelombang ultrasonik selama 5 menit dan 10 menit berpengaruh terhadap jumlah neutrofil jaringan pada tikus Sprague dawley gingivitis karena paparan Porphyromonas gingivalis.Gingiva is a part of supporting tissues teeth (periodontium), which serves to protect the tissues under attachment of the tooth from the effect of oral environment. Gingiva can become inflammation called gingivitis. Nowadays many ways and materials to cure gingivitis, one of them by using ultrasonic wave exposure. The purpose of this research is to prove the effect of duration of ultrasonic waves 3 MHz for 5 minutes and 10 minutes to the number of neutrophils. The research method used is a pure laboratory research methods. This research used Sprague Dawley rats as samples, 2-3 months old, weight 100-200 g, as much as 27 animals were randomly divided into 3 groups: 1 control group with no exposure ultrasonic waves, one treatment group 5 minutes exposured by ultrasonic waves, and 1 treatment group 10 minutes exposured by ultrasonic waves. Each group consisted of nine rats by exposure period is 1st day, 3rd days, and 5th days. In all groups of rats were made gingivitis treatment. Rats were given further exposure to ultrasonic waves on the labial gingiva of the lower jaw. On the day, 3rd days, and 5th days performed ultrasonic wave exposure in accordance with the group. Gingival tissue histological preparations were made then performed histological observation. The results of the Kruskal-Wallis test (p <0.05) and Mann-Whitney (p <0.05). Conclusions from this research is the exposure ultrasonic waves for 5 minutes and 10 minutes affect to the number of neutrophils in the gingivitis tissues of Sprague Dawley rats by exposure to Porphyromonas gingivalis.