Artikelilmiahs
Menampilkan 7.481-7.500 dari 48.891 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 7481 | 8451 | G1A010079 | PERBEDAAN PERSENTASE LEMAK BADAN SEBELUM DAN SESUDAH SENAM AEROBIK PADA MAHASISWI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO | Latar Belakang. Dewasa ini angka kejadian berat badan berlebih terus meningkat dan menjadi masalah kesehatan. Persentase lemak badan (PLB) merupakan salah satu pengukuran yang akurat untuk berat badan berlebih karena spesifik mengukur persentase lemak tubuh. Olahraga yang cukup banyak diminati terutama oleh wanita dan diduga dapat menurunkan PLB adalah senam aerobik. Tujuan. Mengetahui perbedaan persentase lemak badan sebelum dan sesudah senam aerobik pada mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman. Metode Penelitian. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan one group pretest-posttest design. Pengambilan subyek dilakukan dengan metode consequtive sampling sejumlah 20 orang mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto berusia 15-25 tahun. Subyek diberikan intervensi berupa senam aerobik selama 12 minggu dengan frekuensi 3 kali per minggu dan durasi 60 menit per kali latihan di Sanggar Senam Sisca Purwokerto. Pengukuran persentase lemak badan dilakukan masing-masing 1 kali sebelum dan sesudah senam aerobik dengan menggunakan skinfold calliper. Analisis untuk mengetahui perbedaan persentase lemak badan sebelum dan sesudah senam aerobik menggunakan uji non parametrik Wilcoxon. Hasil. Terdapat perbedaan persentase lemak badan sebelum dan sesudah senam aerobik pada mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto (p=0,000). Nilai rerata persentase lemak badan sebelum intervensi adalah 65,04±20,99% sedangkan rerata presentase lemak badan sesudah intervensi adalah 36,74±14,23%. Kesimpulan. Terdapat perbedaan persentase lemak badan sebelum dan sesudah senam aerobik. | Background. Nowadays the incidence of overweight keeps on increasing and becomes the highlight of health problems. Body fat percentage is one of the best methods to measure body fat. Aerobics becomes the most interesting sport these days especially for women because it was expected can reduce body fat. Purpose. To determine the difference of body fat percentage before and after aerobics dance. Research Methods. This research used the experimental method with one-group pretest-posttest design. Twenty female subjects ranging in age from 15 to 25 years old from Jenderal Soedirman University were taken by consequtive sampling methods. Subjects were given 12 weeks of aerobics dance with a frequency of 3 times a week and 60 minutes each at Sisca’s gymnastium. Measurement of body fat percentage was taken 1 time each before and after aerobic dance using skinfold calliper. Data were not normally distributed and analyzed using Wilcoxon. Results. A difference of body fat percentage was found before and after aerobic dance (p=0,000). Mean value of body fat percentage decreased from 65,04±20,99% to 36,74±14,23%. Conclusion. There was a difference of body fat percentage before and after aerobic dance. | |
| 7482 | 10329 | F1A010047 | Konstruksi Feminisme dalam Novel Saman karya Ayu Utami dan Buku Sastra, Perempuan, dan Seks Karya Katrin Bandel | Tokoh feminis berjuang melalui karya sastra, salah satunya Ayu Utami dengan novel Saman. Banyak kritik yang ditujukan untuk novel Saman, salah satunya Katrin Bandel. Tujuan penelitian menjelaskan konstruksi feminisme, perbandingan perspektif feminisme karya Ayu Utami dan Katrin Bandel. Penelitian mengkaji teks berpedoman tiga konsep dasar strukturalisme genetik, yaitu fakta kemanusiaan, subjek kolektif, dan pandangan dunia strukturasi dan homologi. Hasil penelitian, fakta kemanusiaan dalam novel Saman, perlawanan terhadap budaya patriarki dengan penciptaan tokoh perempuan yang mampu berperan aktif saat terjadinya carut-marut yang membatasi gerak perempuan, pemberontakan terhadap kultur budaya Timur yang mengikat dan membatasi gerak perempuan. Namun, menurut Bandel, perlawanan Ayu merupakan pelegalan mitos yang melekat pada perempuan dalam budaya Timur. Subjek kolektif dalam novel Saman, Ayu menciptakan perempuan metropolitan yang mewakili kelas menengah atas sebagai simbol perempuan yang melakukan pemberontakan terhadap nilai-nilai mapan seperti nilai keperawanan dan kesakralan dalam perkawinan. Namun, Bandel menentang pemberontakan Ayu. Menurutnya, pemikiran yang diungkap Ayu bias kelas menengah atas, tidak mewakili semua perempuan, seakan-akan hanya perempuan kelas menengah atas yang mampu melakukan pemberontakan. Pandangan dunia dalam penelitian ini yaitu Ayu berusaha mengungkap seksualitas yang lebih perempuan. Ayu ingin merebut kendali seksualitas yang didominasi laki-laki. Perempuan berhak melakukan apa pun untuk memberi kenikmatan dan kepuasan pada dirinya. Namun menurut Bandel, pemikiran Ayu tentang representasi seksual yang lebih perempuan tidak sesuai dengan fakta yang ada. Perlawanan dalam hal mengungkapkan seksualitas justru telah mengesampingkan anatomi tubuh dan fungsi seksualitas perempuan sebenarnya. Perlawanan Ayu terhadap ideologi patriarki dengan cara radikal, Bandel dipengaruhi feminisme liberal dan juga pascakolonial. | Starting in 1970, many feminist leaders who fought through literature. One of them is Ayu Utami with novel Saman. Many of the criticisms aimed at novel Saman, one of which is quite straightforward and firmly criticized Saman is Katrin Bandel. This research intend to explain the construction of feminism in the novel Saman and critique of feminism of Ayu Utami by Katrin Bandel, as well as a comparison of the perspectives of feminism based on the work of Ayu Utami and Katrin Bandel. This research was conducted by, text based on the three basic concepts of genetic structuralism, that is a fact of humanity, collective subject, and worldview structuration and homology. These results indicate in the novel Saman humanitarian facts reveal resistance to patriarchal culture demonstrated by the creation of a female character who is able to play an active role when the profanity that limit the movement of women, as well as a rebellion against the culture of Eastern culture that bind and limit the movement of women. However, according to Bandel, resistance of Ayu is form of legalization to the myth attached to women in Eastern cultures. Collective subject in the novel Saman, Ayu creating metropolitan women representing the upper middle class women as a symbol of rebellion against the values that have been established as the values of virginity and sanctity in marriage. However, Bandel is oppose the rebellion submitted by Ayu. According to her, notion that is revealed by Ayu Utami with the upper middle-class women, does not represent all women, as if only the upper middle-class woman who is able to do the uprising and rebellion. View of the world in this research that is Ayu seeks to uncover sexuality that is more female determine. Ayu wanted to seize control of sexuality that has been dominated by men. Women's right to claim to do anything to be able to give pleasure and satisfaction to herselves. But according Bandel, this notion of Ayu Utami sexual that is representation of sexuality that is more female determine is not in accordance with the facts. Resistance in terms of expressing sexuality actually has ruled anatomy and function of the actual female sexuality. Ayu Utami describe resistance to patriarchal ideology of radical manner, while Bandel influenced by liberal feminism and postcolonial. | |
| 7483 | 10967 | G1D011043 | PERBEDAAN SUCCESSFUL AGING ANTARA LANSIA YANG MEMANFAATKAN DAN TIDAK MEMANFAATKAN POSYANDU LANSIA DI WILAYAH KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN | PERBEDAAN SUCCESSFUL AGING ANTARA LANSIA YANG MEMANFAATKAN DAN TIDAK MEMANFAATKAN POSYANDU LANSIA DI WILAYAH KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN Telly Diana H1 Asep Iskandar2 Rahmi Setiyani2 ABSTRAK Latar belakang: Jumlah lansia yang semakin meningkat diyakini merupakan salah satu indikator pencapaian successful aging. Namun tampaknya, pencapaian successful aging di Indonesia masih belum maksimal. Hal ini dikarenakan adanya permasalahan fisik, psikologis, dan sosial. Pusat pelayanan terpadu lansia (posyandu lansia) bertujuan dalam meningkatkan kesehatan lansia. Namun, pemanfaatannya masih rendah. Tujuan: Mengetahui perbedaan successful aging antara lansia yang memanfaatkan dan tidak memanfaatkan posyandu lansia di wilayah Kecamatan Purwokerto Selatan. Metode: Merupakan penelitian kuantitatif komparatif dengan pendekatan observasional cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik pengambilan sampel consecutive sampling dan yang memenuhi semua kriteria inklusi berpartisipasi dalam penelitian ini. Successful aging di ukur menggunakan Successful Aging Scale (SAS) yang dikembangkan oleh Raker. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil: Skor rata-rata successful aging lansia yang memanfaatkan dan tidak memanfaatkan masing-masing 83,95 dan 63,39. Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan skor yang signifikan antara kedua kelompok tersebut (p=0,00). Perbedaan terbesar ditunjukan pada aspek fungsional yang baik (33,0 berbanding 22,0). Kesimpulan: Terdapat perbedaan skor successful aging yang signifikan antara yang memanfaatkan dan tidak memanfaatkan posyandu lansia di wilayah Kecamatan Purwokerto Selatan. Kata Kunci: posyandu lansia, successful aging, lansia | DIFFERENCES IN SUCCESSFUL AGING BETWEEN ELDERLY WHO UTILIZE AND THOSE WHO DO NOT UTILIZE POSYANDU LANSIA IN SOUTH PURWOKERTO DISTRICT Telly Diana H1 Asep Iskandar2 Rahmi Setiyani2 ABSTRACT Background: An increasing number of ederly people is believed to be one of indicator of successful aging. But apperently, it has not been reached yet due to unsolved physical, psychological and social problem. Integrated health service for elderly (Posyandu Lansia) aims at contributing to improved health of elderly people. However, its utization is still relatively low. Objective: To examine difference in successful aging between elderly who utilize and those who do not utilize posyandu lansia in South Purwokerto district. Methods: This is a comparative quantitative study with cross-sectional observational approach. A total of 157 elderly who was selected using consecutive sampling technique and meet inclusion criteria were participated in this study. Successful aging was measured using Successful Aging Scale (SAS) by Raker. Data was analized using Mann-Whitney test. Results: The mean score of successful aging of elderly who utilize and those who do not utilize posyandu lansia are 83,95 and 63,39 rescpectively. The statistical test shows significant differences of successful aging two groups (p=0,00). The greatest difference was found for the functional well aspect (31,0 compare to 22,0). Conclusions: There are differences in successful aging between elderly who utilize and those who do not utilize posyandu lansia in South Purwokerto district. Keyword: Posyandu lansia utilization, successful aging, elderly | |
| 7484 | 10968 | P2CA12016 | EFISIENSI PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA | Perbankan syariah sebagai bagian dari industri perbankan nasional memiliki peran yang tidak berbeda dengan bank konvensional lainnya. Bank syariah dituntut untuk dapat menyalurkan dana dari nasabah yang berlebihan kepada nasabah yang membutuhkan dana secara efektif dan efisien. Oleh karena itu perlu upaya meningkatkan efesiensi perbankan dari segala sisi, salah satunya untuk meningkatkan pangsa perbankan di tingkat nasional, untuk itu pengukuran terhadap tingkat efesiesi kinerja perbankan syariah menjadi hal yang penting. Pada penelitian ini digunakan data bulanan perbankan syariah di Indonesia (Bank Umum Syariah maupun Unit Usaha Syariah) pada periode Januari 2010 sampai dengan Desember 2013. Penelitian ini menghasilkan nilai efisiensi teknis suatu periode perbankan syariah dan membandingkan secara relatif terhadap periode perbankan syariah yang lain , dengan menggunakan Data Envelopment Analisis (DEA). Menurut DEA, suatu perbankan syariah dikatakan efisien adalah apabila rasio perbandingan output terhadap inputnya sama dengan satu, artinya unit kegiatan ekonomi tersebut sudah tidak lagi melakukan pemborosan dalam penggunaan input-inputnya dan/atau sudah mampu memanfaatkan potensi kemampuan produksi yang dimiliki secara optimal, sehingga mampu mencapai tingkat output yang efisien. Ada dua periode yang mengalami inefisiensi yaitu periode Mei 2011 dengan nilai efisiensi 99,77%, periode Maret 2012 dengan nilai efisiensi 97,97%. Penyebab inefisiensi pada periode Mei 2011 disebabkan karena terjadinya policy time-lag dari berbagai kebijakan yang belum dirasakan secara signifikan bisa memacu pertumbuhan perbankan syariah, implementasi di lapangan menemui berbagai tantangan dalam integrasi sistem IT, pelatihan perbankan syariah bagi staff bank konvensional dalam jumlah yang masif, serta belum tersosialisasi keberadaan layanan syariah secara riil kepada masyarakat. Sedangkan pada periode tahun 2012 disebabkan karena disebabkan karena minimnya Sumber Daya Manusia perbankan syariah yang tidak seimbang dengan meningkatnya jaringan kantor perbankan syariah. Hasil perhitungan didapatkan variabel input dan output yang mempengaruhi inefisiensi perbankan syariah adalah, penempatan bank lain, mudharabah, musyarakah, murabahah, istishna, ijarah. Bank yang kegiatan usahanya tidak efisien akan mengakibatkan ketidakmampuan bersaing dalam mengerahkan dana masyarakat untuk menyalurkan dana tersebut kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai modal usaha. | Islamic banking as part of the national banking of industry has a role that is no different from other conventional banks. Islamic banks are required to be able to channel the excess fund from customer to customer whom need of fund effectively and efficiently. Therefore it is necessary efforts to improve the efficiency of banking from all sides, one of which is to increase the share of banking at national level, for the measurement of the level of performance efesiensi Islamic banking becomes important. In this research is used monthly data on Indonesian Islamic banking (Islamic Banks and Sharia Business Unit) in the period January 2010 to December 2013. This research result in the value of the technical efficiency of a period of Islamic banking and comparing it relative to another period of Islamic banking, with using Data Envelopment Analysis (DEA). According to the DEA, an Islamic banking is said the efficient if the ratio of output to input ratio is equal to one, it means the unit of economic activity is no longer doing extravagance in using of the inputs and or have been able to exploit the potential production capability possessed optimally, so as to achieve an efficient level of output There are two periods are experiencing inefficiencies that period in May 2011 with an efficiency of 99.77%, the period of March 2012 with 97.97% efficiency rate. The cause of inefficiency in the period May 2011 due to the policy time-lag of the various policies that have not been felt significantly to spur the growth of Islamic banking, field implementation to meet various challenges in the integration of IT systems, staff training Islamic banking for conventional banks in massive quantities, and have not been socialized existence of sharia in real terms to the public. While in the period of 2012 due to the lack of human resources that Islamic banking is not balanced by the increase in Islamic banking office network The result of the calculation, input and output variables that affect Islamic banking inefficiency is, the placement with other banks, mudarabah, Musharakah, murabahah, istishna, Ijarah. Bank whose operations are not efficient will result in the inability to compete in mobilizing public fund to distribute the fund to communities that need as venture capital. | |
| 7485 | 10969 | G1D011003 | HUBUNGAN EFIKASI DIRI TERHADAP PERAN PEREMPUAN DALAM PENGURANGAN RISIKO BENCANA ERUPSI GUNUNG SLAMET DI DESA MELUNG KABUPATEN BANYUMAS | Latar Belakang :Pengurangan risiko bencana merupakan konsep utama penanggulangan bencana. Pengurangan risiko bencana adalah tanggung jawab seluruh warga masyarakat termasuk perempuan.Peran perempuan dalam pengurangan risiko bencana diduga dapat dipengaruhi oleh efikasi diri. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri terhadap peran perempuan dalam pengurangan risiko bencana erupsi Gunung Slamet. Metode : Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Jumlah sampel yaitu 116 responden.Pengumpulan data menggunakan dua kuesioner yaitu kuesioner efikasi diri dan kuesioner peran perempuan.Analisis data menggunakan uji statistik Rank Spearman. Hasil :Karakteristik responden sebagian besar dewasa awal (62,1%), pendidikan terakhir SD (69%), dan ibu rumah tangga (86,2%). Tingkat efikasi diri perempuan di Desa Melung sebagian besar tinggi (72,4%). Lebih dari setengah responden memiliki peran sedang dalam pengurangan risiko bencana erupsi Gunung Slamet di Desa Melung (66,4%). Sebagian besar perempuan memiliki peran tingkat sedang pada aspek kesehatan (47,4%) dan aspek sosial (59,9%). Pada aspek fisik sebagian besar pada tingkat tinggi (49,1%). Analisis menggunakan uji statistik Somers’d menunjukkan terdapat hubungan antara efikasi diri dengan peran perempuan dalam pengurangan risiko bencana erupsi Gunung Slamet di Desa Melung Kabupaten Banyumas (r=0,448 dan p=0,006). Kesimpulan : Peningkatan efikasi diri akan diikuti peningkatan peran perempuan dalam pengurangan risiko bencana erupsi Gunung Slamet. | Background : Disaster risk reduction is a mind concept of disaster management. Disaster risk reduction is the responsibility of all citizens, including women. The role of women in disaster risk reduction could be expected to be influenced by self-efficacy. Purpose : This study aimed to determine the relation of self-efficacy on the role of women in disaster risk reduction of eruption of Mount Slamet. Methods :This study used a cross-sectional method. The sampling used cluster random sampling. The numbers of samples are 116 respondents. Data collected by using two questionnaires, those are the self-efficacy questionnaire and the role of women questionnaire. Analyse data conducted by using Rank Spearman test. Results: Characteristics of respondents were mostly early adulthood (62,1%), the last education was elementary school (69%), and housewives (86,2%). The most level of women self-efficacy in Melung village was high (72,4%). More than a half of the respondents had a moderate role in disaster risk reduction of eruption of Mount Slamet in the Melung village (66,4%). Most of woman have immediate roles in healthy aspect (47,4%) and social aspect (59,9%). In physical aspect, most of them have high roles. Somers’d statistic test shows there was significant relation between self-efficacy with the role of women in disaster risk reduction eruption of Mount Slamet in the Village District Melung Banyumas (r=0,448 and p=0.006). Conclusion :The enhancement of self-efficacy will followed by the increasing of women role in disaster risk reduction of eruption of Mount Slamet. | |
| 7486 | 8428 | F1D007072 | INTERAKSI LEGISLATIF DAN EKSEKUTIF DALAM PROSES FORMULASI PERATURAN DAERAH NO 18 TAHUN 2005 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN BANYUMAS | penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan studi kasus untuk memahami bagaiman proses formulasi dan inteaksi eksekutif dan legislatif dalam peraturan daerah No 18 Tahun 2005 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Banyumas. Hasil Penelitian ini mengungangkap bahwa proses formulasi Peraturan Daerah No 18 TAhun 2005 tentang Rencana TAta Ruang Wilayah Kabupaten Banyumas dilatar belakangi karena adanya permasalahan mengenai berkurangnya daerah resapan air sehingga menyebabkan banjir. Setelah itu, bappeda mengelompokkan masalah yang dianggap paling penting dan harus segera diselesaikan. Dalam hal ini, bappeda mengusulkan agar pemerintah mengatur ulang kebijakan mengenai daerah permukiman. Bappeda bekerjasama dengan DPRD membentuk panitia khusus untuk menentukan solusi yang dianggap paling tepat. Solusi tersebut diantaranya membatasi kegiatan di dalam kawasan resapan air, adanya larangan pembukaan lahan untuk permukiman baru. Model kebijakan yang digunakan dalam proses formulasi Perda No 18 Tahun 2005 adalah model pemambahan (The Incremental Model). Hal ini bisa dilihat dari sedikitnya perubahan yang ada di Perda No 18 Tahun 2005 dengan perda sebelumnya. Pemerintah daerah cenderung hanya melakukakan “modifikasi” serta penyesuaian dengan peraturan di tingkat diatasnya. Interaksi eksekutif dan legislatif berbentuk kerjasama atau coorperation. Dimana eksekutif dan legislatif saling bekerjasama untuk membuat kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat. Tipe kerjasama dalam perumusan Perda No 18 tahun 2005 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Banyumas dapat digolongkan kedalam interaksi tipe nondecision making. Dimana eksekutif menggunakan sumber daya berupa pengetahuan yang dimiliki untuk mempengaruhi legislatif. | This thesis is the result of a qualitative study using a case approuch to understand and explain the formulation process and about eksecutive and legislative interaction in Peraturan Daerah No 18 Tahun 2005 about Banyumas Regency Region Space Plan. Result of this study indicate that background from the formulation process in Peraturan Daerah No 18 Tahun 2005 about Banyumas Regency Region Space Plan is because there is problems about water infiltrate area decrease untl causes flood. After that, Bappeda grouped problem that belive most important and has be solved immediately. In this case, Bappeda suggested goverment to order policy repeatedly about residence area. Bappeda coorperate with DPRD formed special committe for estiblish the most appropirate solution. That solution is between to confine action in water infiltrate area, forbid new residance area opened. Policy model that used in formulation process Perda No 18 Tahun 2005 is increasing model (The Incremental Model). It can be see from few change in Perda No 18 Tahun 2005 with Perda before it. Region goverment just disposed make “modification” and adjusment with policy level above. Eksecutive and legislative cooporate mutually to made usefull policy to public. Cooperation type in formulation Perda No 18 Tahun about Banyumas Regency Region Space Plan can be classify in interaction nondecision making type. Where is eksecutive use knowledge resource to influence legislatif. | |
| 7487 | 8429 | F1D007001 | PERAN KYAI DALAM PEMASARAN POLITIK STUDI KASUS PERAN KYAI PIMPINAN PONDOK PESANTREN MIFTAHUL HUDA DALAM PEMENANGAN CALON BUPATI PADA PEMILUKADA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2011 | Judul Penelitian ini adalah “Peran Kyai dalam Pemasaran Politik, Studi Kasus Peran Kyai Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda dalam Pemenangan Calon Bupati Pada Pemilukada Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2011”. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif menggunakan pendekatan studi kasus. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa adanya peran kyai yang turut serta melakukan pemasaran politik pada pemilukada. Peran kyai dalam pemasaran politik ini terlihat dari dukungan KH. Asep Maoshul Affandy yang ikut melakukan pemasaran politik dalam pemenangan pasangan H. Uu Ruzhanul Ulum dan Ade Sugianto, S.IP pada Pemilukada Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2011. Hasil penelitian menunjukan popularitas KH. Asep Maoshul Affandy dikombinasikan dengan kuatnya jaringan-jaringan Alumni Pondok Pesantren Miftahul Huda semakin memperkuat citra H. Uu Ruzhanul Ulum dikalangan santri, masyarakat sekitar pesantren, bahkan kalangan calon pemilih dari golongan NU, karena kekuatan H. Uu Ruzhanul Ulum juga terletak pada partai yang mengusungnya yaitu PPP dengan koalisi PDIP dan PAN. Sedangkan pemasaran yang dilakukan oleh KH. Asep Maoshul Affandy lebih terfokus kepada direct selling dimana cara itu dilakukan melalui majelis ta’lim atau kegiatan rohani yang diselenggarakan, selain melalui pemanfaatan media sosial. Peran KH. Asep Maoshul Affandy tentunya sangat besar dalam merebut perolehan suara untuk H. Uu Ruzhanul Ulum, khususnya diwilayah Kecamatan Manonjaya. | The title of this research is "The Role of the Kyai in Political Marketing, Case Studies Role of the Leader Kyai Miftahul Huda Islamic boarding school in the Winning of Regent Candidate In Tasikmalaya District Election 2011". The method of research used qualitative research using case study approach. From the results of the study showed that the clerics participate in the election of political marketing. The role of religious scholars in political marketing is evident from the support of KH. Asep Maoshul Affandy who was involved in the winning of political marketing partner Uu Ruzhanul Ulum and H. Ade Sugianto, S. IP in Tasikmalaya District Election 2011. The results showed the popularity of KH. Asep Maoshul Affandy combined with strong alumni networks Miftahul Huda Islamic boarding school reinforces the image of H. Uu Ruzhanul Ulum among students, community about boarding schools, even among potential voters from NU group, because of the strength H. Uu Ruzhanul Ulum also lies on the party which carried him, that are PPP coalition with PDIP and PAN. While marketing is done by KH. Asep Maoshul Affandy more focused on direct selling in which way it is done through during informal gatherings or spiritual activities are held, other than through the use of social media. The role of KH. Asep Maoshul Affandy course very large in the capture of the vote for H. Uu Ruzhanul Ulum, especially the region of the Manonjaya District. | |
| 7488 | 8430 | F1G010046 | Konflik Sosial dalam Novel Bidadari Paderi Karya Saiful Ardi Imam | Penelitian ini berjudul “Konflik Sosial dalam Novel Bidadari Paderi Karya Saiful Ardi Imam.” Konflik sosial adalah hal yang sangat menonjol dalam novel Bidadari Paderi. Berkaitan dengan latar belakang tersebut dapat dirumuskan permasalahannya, yaitu bagaimana unsur-unsur intrinsik dan konflik sosial yang ada dalam novel tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan unsur-unsur intrinsik novel yang meliputi alur, penokohan, dan latar serta mendeskripsikan konflik sosial yang tergambarkan. Penelitian ini secara teoretis bermanfaat terhadap pengembangan keilmuan sastra, khususnya pendekatan sosiologi sastra. Manfaat praktis penelitian ini diharapkan dapat mempermudah pembaca dalam memahami isi novel Bidadari Paderi karya Saiful Ardi Imam. Objek penelitian ini adalah novel Bidadari Paderi karya Saiful Ardi Imam, yang akan dianalisis dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Teknik analisis dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan data-data yang telah diklasifikasikan, untuk mencari hubungan antarunsurnya. Setelah itu menganalisis konflik sosial yang terjadi dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Selanjutnya menyimpulkan hasil analisis penelitian novel Bidadari Paderi karya Saiful Ardi Imam. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, novel Bidadari Paderi terdapat konflik sosial yang disampaikan pengarang kepada pembaca. Konflik sosial yang terdapat dalam novel Bidadari Paderi adalah konflik sosial antara kaum Adat dan kaum Pendekar dengan kaum Paderi, Sutan Pamuncak yang berasal dari kaum Pendekar menolak ajakan Imam Mudo yang berasal dari kaum Paderi untuk bergabung dengan kaum Paderi. Namun, konflik tersebut dapat terselesaikan setelah muncul konflik baru, yaitu konflik sosial antara gerakan Paderi dengan pasukan Belanda yang ingin menguasai daerah Minangkabau. Tahun 1822, terjadilah perang antara gerakan Paderi dengan pasukan Belanda. | The research entitled “Konflik Sosial dalam Novel Bidadari Paderi Karya Saiful Ardi Imam.” Social conflict is prominently presented in Saiful Ardi Imam’s Bidadari Paderi. Based on the background of the story, the research problems are formulated as how the intrinsic elements are and what social conflicts have happened within the story. This research aims at describing the intrinsic elements covering plot, characterization, and setting and describing the social conflict depicted. Theoretically, this research is expected to bring benefits toward the development of literary studies, particularly the sociology of literature. Practically, the research is expected to ease the readers understanding on Saiful Ardi Imam’s Bidadari Paderi. The object of this research is the novel entitled Bidadari Paderi that will be analyzed using sociology of literature. The analysis technique employed in this research is to describe the classifed data in order to figure out the relations of each intrinsic element. The next step is to analyze the social conflicts that happen in the novel by employing the sociology of literature theory. At last, it is conclude the result of the analysis of Saiful Ardi Imam’s Bidadari Paderi. Based on the research result, it can be concluded that he social conflicts can be found in Saiful Ardi Imam’s Bidadari Paderi that the writer to convey to readers. The social conflict is between the Adat and the Pendekar groups with the Paderi. Sutan Pamuncak, who was from the Pendekar group, refused Imam Mudo’s request to join the Paderi. However , this particular social conflict can be overcome due to the emergence of the next conflict, namely the social conflict between the Paderi and the Holland troops that want to conquer Minangkabau area. At 1822, as a result the war happened between them. | |
| 7489 | 8431 | F1F008148 | AN ANALYSIS OF THE DYSLEXIC CHARACTER IN “In Her Shoes” MOVIE (A Psycholinguistic Approach) | Psikolinguistik adalah bagian dari linguistik. Psikolinguistik mempelajari tentang pemahaman, pengujaran dan mengingat bahasa, juga berhubungan dengan mendengar, membaca, menulis, berbicara dan iangatn dalam bahasa. Gangguan berbahasa adalah salah satu studi bahasa yang berkaitan dengan kasus psikolinguistik. Gangguan berbahasa dibagi menjadi dua, gangguan bahasa reseptif dan gangguan bahasa ekspresif. Penelitian ini difokuskan tentang gangguan berbahasa, yaitu disleksia. Disleksia adalah gangguan dalam kombinasi kemampuan pendengaran, penglihatan, memori dan konsentrasi. Penelitian ini memfokuskan pada karakter dan macam-macam dari kesalahan dalam ilmu berbahasa dari salah satu tokoh utama dalam film In Her Shoes yaitu Maggie yang menderita gangguan berbahasa, disleksia. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif karena penelitian ini menjelaskan fakta dan analisa sistematis dengan tujuan untuk mempermudah peneliti dalam menyimpulkan penelitian. Terdapat tiga langkah dalam menganalisa data, yaitu: mengumpulkan data; memilih data yang penting (reduksi data); dan kesimpulan. Dari analisa data, peneliti menemukan bahwa terdapat tujuh karateristik menurut pada teori Goodman yang diucapkan oleh Maggie, yaitu having movement disturbance, poor spelling and decoding abilities, difficulty with arithmetic, poor pronunciation, difficulties with accurate word, problems in background knowledge and problem with rapid naming. Peneliti hanya menemukan satu karakteristik yang tidak terdapat pada film ini, yaitu facing difficulty of writing in a structure manner, whether it is slow and messy handwriting. Menurut teori Goodman, kesalahan pada ilmu berbahasa, peneliti menemukan tujuh tipe dalam kesalahan pada ilmu berbahsa. Yaitu substitution, hesitation, non-response, addition, omission, repetition and self-correction. Sementara itu, yang tidak ditemukan dalam film ini adalah reversal. Reversal tidak ditemukan di film ini karena penderita disleksia jarang menggunakannya. | Psycholinguistics is a subdivision of linguistics. Psycholinguistics studies understanding, producing and remembering language; it is concerned with listening, reading, speaking, writing and memory of language. Language disorder is one of language studies which takes psycholinguistics case. It is divided into two, the receptive language disorder and expressive language disorder. This research is about language disorder that focuses on dyslexia. Dyslexia is the issue in combining the ability of auditory, visual, memory and concentration. This research focuses on the characteristics of the dyslexia and types of linguistic errors produced by the main characters in the movie, In Her Shoes, Maggie, who suffers from dyslexia. The researcher applied descriptive qualitative method for this study to describe dyslexia. There were three steps in analyzing the data, they are: data collection; data reduction (choosing the most important data); and conclusion. From the data analysis, the researcher finds characteristics of dyslexia made by Maggie. They are movement disturbance, poor spelling and decoding abilities, difficulty with arithmetic, poor pronunciation, difficulties with accurate word, problems in background knowledge and problem with rapid naming. One of the characteristics of dyslexia that the researcher does not find in this research is facing difficulty of writing in a structure manner, whether it is slow and messy handwriting. The types of linguistic errors, based on Goodman’s theory, the researcher finds seven types of linguistic errors in this movie. They are substitution, hesitation, non-response, addition, omission, repetition and self-correction. Meanwhile, the absent miscue analysis is reversal. Reversal is not found in this movie because it is a minor made by the dyslexic. | |
| 7490 | 8432 | G1F010010 | EFEKTIVITAS ANTIINFLAMASI KOMBINASI EKSTRAK TEMULAWAK, KUNYIT, DAN JAHE MERAH MELALUI PENEKANAN EKSPRESI SIKLOOKSIGENASE-2 (COX-2) PADA SEL RAW 264,7 YANG DIINDUKSI LIPOPOLISAKARIDA | Inflamasi menyertai kondisi patofisiologis beberapa penyakit. Proses inflamasi melibatkan enzim siklooksigenase-2 sebagai biokatalisator pembentukan prostaglandin. Tanaman yang terbukti memiliki khasiat sebagai agen antiinflamasi adalah temulawak (Curcuma xanthorrhiza), kunyit (Curcuma longa L) dan jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antiinflamasi kombinasi ekstrak temulawak, kunyit dan jahe merah berdasarkan ekspresi siklooksigenase-2 (COX-2) pada Sel RAW 264,7 yang diinduksi lipopolisakarida. Ekstrak rimpang temulawak, kunyit dan jahe merah diperoleh dengan cara maserasi selama 3 x 24 jam dengan pelarut etanol 96 % kemudian dikombinasikan dengan perbandingan 1:1:1. Pengamatan ekspresi siklooksigenase-2 dilakukan dengan metode imunositokimia. Sel RAW 264,7 diinduksi dengan lipopolisakarida lalu ditambah ekstrak 250μg/ml dan 500µg/ml. Sebagai kontrol adalah sel RAW 264,7 tanpa perlakuan apapun dan sel RAW 264,7 yang ditambah antibodi. Analisis data dilakukan dengan mengamati warna yang muncul pada sel RAW 264,7. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak temulawak, kunyit dan jahe merah konsentrasi 250μg/ml 500µg/ml menghasilkan warna coklat lebih sedikit dibandingkan dengan kelompok lipopolisakarida. Hasil perhitungan terhadap 5 lapang pandang menunjukkan bahwa kelompok lipopolisakarida, ekstrak 250μg/ml dan 500µg/ml secara berturut-turut mengekspresikan COX-2 sebesar 72%, 26% dan 18%. Hal ini membuktikan bahwa ekstrak kombinasi temulawak, kunyit dan jahe merah mampu menekan ekspresi COX-2 sehingga memiliki potensi sebagai agen antiinflamasi. | Inflammatory always accompany pathophysiology conditions of various disease. Inflammatory process involving the cyclooxygenase-2 enzyme is as biocatalyser formation of prostaglandin. Curcuma xanthorrhiza (CX), Curcuma longa L. (CL) and Zingiber officinale var. Rubrum (ZO) are known as anti-inflammatory agents. The aims of this study was to determine the anti-inflammatory activity of CX, CL and ZO extract combination in cyclooxygenase-2 expression in Lipopolysacharide (LPS)-induced RAW 264,7 cell line. Extracts of CX, CL and ZO obtained by maceration of 3 x 24 hours with 96% ethanol and then combined at a ratio of 1:1:1. Observation of cyclooxygenase-2 expression were calculated using immunocytochemistry methods. RAW 264.7 cells induced by lipopolysaccharide, 250μg/ml and 500μg/ml extract. As is the control cells without any treatment of RAW 264.7 and RAW 264.7 cells were added to the antibody. Data analysis was done by observing the color that appears on RAW 264.7 cell. The results showed that extract combination of CX, CL and ZO concentration 250μg/ml and 500μg/ml produce less brown than the lipopolysaccharide group. The results of the calculation on five field of view consecutive shows that lipopolysaccharide groups, 250μg/ml and 500μg/ml extract express COX-2 by 72%, 26% and 18%. These results suggest that extract combination of CX, CL and ZO is able to suppress COX-2 expression thus has potential as an anti-inflammatory agent. | |
| 7491 | 13576 | G1A008085 | HUBUNGAN POLA ASUH IBU DENGAN STATUS GIZI BALITA DI KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS | Latar belakang: Didalam keluarga, keadaan gizi dipengaruhi oleh kemampuan untuk menyediakan pangan dalam jumlah dan jenis yang cukup serta pola asuh yang dipengaruhi oleh faktor pendidikan, perilaku dan keadaan kesehatan rumah tangga. Pola asuh yang kurang memadai merupakan salah satu penyebab timbulnya kurang gizi pada anak balita. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui apakah terdapat hubungan antara pola asuh ibu dengan status gizi balita di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Metode: Rancangan penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian ini adalah Ibu dan balitanya di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas pada bulan Juli sampai Agustus 2015. Variabel yang diukur adalah pola asuh ibu yaitu praktek pemberian makan, rangsangan psikososial, dan perawatan kesehatan dengan status gizi balita. Pola asuh ibu diukur dengan menggunakan kuesioner, sedangkan status gizi balita dinilai dengan menggunakan Z-Score WHO-NCHS menurut BB/TB. Hasil: Jumlah sampel sebanyak 34 sampel. Analisis data menggunakan uji Fisher Exact Test diperoleh nilai p sebesar 0,037 (p<0,05), menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara pola asuh ibu dengan status gizi balita. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pola asuh ibu dengan status gizi balita di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas | Background: In the family, the state of nutrition is affected by the ability to provide food in sufficient quantity and type as well as parenting is influenced by educational factors, behavior and state of health of the household. Inadequate parenting is one of the causes of malnutrition in children under five. The aim of this study was to determine whether there is a relationship between mother’s parenting with nutritional status of children in district Sumbang Banyumas. Methods: The design of this research using descriptive analytic with cross sectional approach. The subjects were mother and her children in district Sumbang Banyumas in July to August 2015. The measured variable is the mother's parenting including feeding practices, psychosocial stimulation, and health care to the nutritional status of children. Parenting mother was measured using a questionnaire, while the nutritional status of children was measured by Z-score according to WHO-NCHS’s weight/height. Results: The total sample of 34 samples. Data were analyzed using Fisher's Exact Test obtained p value of 0.037 (p <0.05), indicating that there is a significant relationship between mother’s parenting with children nutritional status. Conclusion: There is relationship between mother’s parenting with nutritional status of children in the district of Sumbang Banyumas | |
| 7492 | 8433 | G1F009063 | Aktivitas Antifungi Kombinasi Ekstrak Etanol Herba Seledri (Apium graveolens) dan Ketokonazol terhadap Malassezia furfur | INTISARI Malassezia furfur merupakan fungi yang dapat menyebabkan infeksi seperti dermatitis seboroik dan tinea versicolor. Ketokonazol biasa digunakan untuk pengobatan infeksi M. furfur. Herba seledri (Apium graveolens) mengandung flavonoid dan terpenoid yang berfungsi sebagai antifungi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui golongan senyawa kimia yang terkandung dalam ekstrak etanol herba seledri yang diduga memiliki aktivitas antifungi serta mengetahui aktivitas antifungi M. furfur dari kombinasi ekstrak etanol herba seledri dengan ketokonazol. Ektraksi herba seledri dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% selama 3x24 jam. Uji aktivitas antifungi dilakukan dengan metode difusi cakram. Uji penentuan IC50 ketokonazol dilakukan dengan beberapa konsentrasi yaitu 0,2%, 0,4%, 0,6%, 0,8%, dan 1% b/v. Kombinasi ketokonazol dengan ekstrak etanol herba seledri meliputi 4 kombinasi yaitu ½ IC50 ketokonazol + ½ IC50 seledri, ½ IC50 ketokonazol + 1 IC50 seledri, ½ IC50 ketokonazol + 1½ IC50 seledri, ½ IC50 ketokonazol + 2 IC50 seledri. Data diameter zona hambat yang diperoleh dianalisis menggunakan uji anova satu arah dan dilanjutkan uji tukey HSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak herba seledri mengandung senyawa kimia golongan flavonoid dan terpenoid yang berfungsi sebagai antifungi terhadap M. furfur. Nilai IC50 ketokonazol terhadap M. furfur adalah 2,08% (b/v). Kombinasi ekstrak herba seledri dan ketokonazol memiliki aktivitas yang lebih baik sebagai antifungi M. furfur jika dibandingkan dengan ½ IC50 ketokonazol berdasarkan peningkatan diameter zona hambat. Namun, jika dibandingkan dengan IC50 ketokonazol tidak memiliki aktivitas yang lebih baik sebagai antifungi M. furfur karena terjadi penurunan diameter zona hambat. | ABSTRACT Malassezia furfur is fungal that can cause infections like seborrhoeic dermatitis and tinea versicolor. Ketoconazole commonly used for the treatment of M. furfur infection. Celery herb (Apium graveolens) contains flavonoids and terpenoids that serves as antifungal. The aims of this study are to know chemical compound of celery herb that estimate as antifungal against M. furfur and knowing the antifungal activity combination of ethanol extract of celery herb with ketoconazole against M. furfur. Celery herb extraction is done by maceration method using ethanol 96% during 3x24 hours. Antifungal activity test is performed with the disc diffusion method. Determination of IC50 ketokonazol test done with several concentrations of 0.2%, 0.4%, 0.6%, 0.8% and 1% w/v. The combination of ketokonazol with ethanol extract of celery herb includes 4 combinations that are ½ IC50 ketoconazole + ½ IC50 celery, ½ IC50 ketoconazole + 1 IC50 celery, ½ IC50 ketoconazole + 1½ IC50 celery, ½ IC50 ketoconazole + 2 IC50 celery. Inhibitory zones diametric data that obtained were analyzed using one way anova test and continued with tukey HSD test. The results showed that celery herb has chemicals compound that are flavonoids and terpenoids group that estimate as M. furfur antifungal. IC50 values of ketoconazole against M. furfur is 2,08% (w/v). The combination of ethanol extract of celery herb with ketoconazole has better activity as M. furfur antifungal if compared with ½ IC50 ketoconazole seen from increase of inhibitory zones diametric. However, if compared with IC50 ketoconazole has not better activity as M. furfur antifungal because decrease of inhibitory zones diametric. | |
| 7493 | 10344 | H1L010042 | RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI REKRUITMEN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) BERBASIS WEB MENGGUNAKAN FRAMEWORK CODEIGNITER (STUDI KASUS RSUD BANYUMAS) | Sistem Informasi Rekruitmen SDM RSUD Banyumas (SIRSUD) merupakan sebuah sistem yang dibangun dengan tujuan untuk mempermudahkan panitia maupun peserta rekruitmen dalam proses pelaksanaan rekruitmen SDM di RSUD Banyumas. Sistem ini bisa digunakan sebagai wadah dalam menampung segala bentuk data, informasi serta proses yang berhubungan dengan rekruitmen SDM, baik pendaftaran, pengolahan nilai, maupun pengumuman. Terdapat 2 buah fitur pengolahan nilai yang ada di SIRSUD, yaitu pengolahan nilai dengan menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) dan pengolahan nilai umum.AHP merupakan salah satu model sistem pendukung keputusan multikriteria yang bertujuan untuk menentukan pilihan terbaik dari beberapa alternatif yang dapat diambil sesuai dengan bobot kriteria maupun subkriteria yang telah ditentukan. SIRSUD dirancang dan dibangun dengan menggunakan database MySQL dan Framework CodeIgniter. | RSUD Banyumas HR recruitment information system is a system developed to facilitate committee and participants in RSUD Banyumas HR recruitment. This system can be used as a media to accommodate all forms of data information, and processes that related to human resources recruitment, either registration, processing grades, and announcements. There are 2 features of SIRSUD examination score processing, Analytical Hierarchy Process (AHP) processing method and general processing method. AHP is a multicriteria decision support system model that aims to determine the best choice of several alternatives that can be taken in accordance with the criteria and sub-criteria weights have been determined. The development of SIRSUD were using MySQL database and CodeIgniter Framework. | |
| 7494 | 10113 | H1D010033 | PERBAIKAN LEKATAN TULANGAN BAMBU APUS MENGGUNAKAN PIN DENGAN VARIASI DIAMETER TULANGAN PADA BETON MUTU K-225 DENGAN UJI LENTUR | Beton bertulang merupakan suatu komponen utama dalam konstruksi bangunan. Salah satu bahan utama dari beton bertulang adalah tulangan baja. Bahan utama tulangan baja terbuat dari biji besi yang merupakan mineral yang Unrenewable sehingga mempunyai dampak negatif yaitu semakin menipis dan semakin mahal. Kondisi tersebut diperlukan suatu alternatif material tulangan lain yang lebih murah dan dapat digunakan sebagai tulangan struktur beton. Salah satunya adalah bambu. Namun demikian bambu juga mempunyai kelemahan yaitu kembang susut yang cukup besar sehingga mempengaruhi lekatan antar bambu dengan beton. Oleh karena itu digunakan pin sebagai perbaikan lekatan bambu. Penelitian ini bertujuan untuk megetahui perilaku lentur balok beton bertulang dengan parameter yang ingin dicapai ialah mengetahui rasio kapasitas lentur, rasio kekakuan lentur, rasio daktilitas dan pola retak serta tipe keruntuhan. Penelitian ini menggunakan balok tulangan bambu menggunakan pin sebagai pengganti tulangan dengan metode yang digunakan yaitu metode dua titik. Penelitian dilakukan terhadap 3 buah balok beton tulangan baja (BTJ), 3 buah balok tulangan bambu polos (BP), 3 buah balok tulangan bambu 6 mm Pin (BTB-1) dan 3 buah balok tulangan bambu 8 mm (BTB-2). Dari hasil pengujian menunjukan bahwa pada BP memiliki rasio 0,94 terhadap BTJ. Lalu pada BTB-1 dan (BTB-2) mengalami penurunan dengan rasio 0,59 dan 0,58 terhadap BTJ. Sedangkan pada indeks daktalitas mengalami peningkatan terhadap BTJ dengan rasio 2,4 dan 2,9. Pola retak yang terjadi untuk benda uji BTJ, BP, BTB-1 dan BTB-2 dapat dikategorikan tipe keruntuhan lentur. | Reinforced concrete is a major component in building construction. One of the main ingredients of the concrete is steel reinforcement. The main ingredient of steel reinforcement is made of iron ore is a mineral that is unrenewable and therefore have a negative impact that is dwindling and increasingly expensive. The condition required a reinforcement material other alternatives that are cheaper and can be used as reinforcement of concrete structures. One is bamboo. However, bamboo also has the disadvantage of shrinkage flowers large enough to affect the coherency between the bamboo with concrete. It is therefore used as a pin attachment repair bamboo. This research aims to know the bending behavior of reinforced concrete beams with the parameters you want to achieve is to know the ratio of flexural capacity, the ratio of bending stiffness, ductility ratio and the crack pattern and the type of collapse. This research used a bamboo reinforcement beams using pin instead of the reinforcement with the method used is a two point method. Research carried out on three pieces of steel reinforcement of concrete beams (BTJ), 3 pieces of plain bamboo reinforcement beam (BP), 3 pieces of bamboo reinforcement beams 6 mm Pin (BTB-1) and 3 pieces of bamboo reinforcement beam 8 mm (BTB-2). From the test results show that the BP has a ratio of 0.94 to BTJ. Then in BTB-1 and BTB-2 decreased with a ratio of 0.59 and 0.58 against the BTJ. While the index has increased to BTJ ductility with ratios of 2.4 and 2.9. The pattern of cracks that occur in the test object BTJ, BP, BTB-1 and BTB-2 can be categorized types of bending collapse. Keywords: bamboo reinforcement, improved coherency, flexural capacity, cracking patterns, the type of collapse | |
| 7495 | 10225 | B1J009039 | INTERAKSI ANTARA IKAN NILEM (Osteochilus vittatus C.V.) DAN IKAN LUNJAR (Rasbora argyrotaenia Bleeker) PADA SUNGAI BANJARAN DI KABUPATEN BANYUMAS | Cyprinidae merupakan familia dengan jumlah spesies relatif banyak di perairan tawar. Dua genera yang paling umum di temukan di Indonesia yaitu Osteochilus dengan 22 spesies dan Rasbora dengan 50 spesies. Ikan Nilem (Osteochilus vittatus C.V.) dan ikan Lunjar (Rasbora argyrotaenia Bleeker) merupakan familia Cyprinidae yang sering tertangkap bersama-sama di sungai. Ikan Lunjar semakin sulit ditemukan di alam. Hal ini diduga karena ikan Lunjar harus berinteraksi dalam pemanfaatan pakan dan relung dengan ikan lain khususnya dari familia Cyprinidae. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan ikan Nilem dan ikan Lunjar, mengetahui ketersediaan plankton sebagai pakan alami di beberapa lokasi, mengetahui kebiasaan makan ikan Nilem dan ikan Lunjar, dan menganalisis interaksi kebiasaan makan antara ikan Nilem dan ikan Lunjar. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel Purposive Random Sampling. Hasil penelitian yang dilakukan di Sungai Banjaran diperoleh kelimpahan ikan Nilem 81 individu dan ikan Lunjar 79 individu. Kekayaan plankton di perairan antar stasiun berkisar 7–15 spesies dengan kisaran jumlah kelimpahan antarstasiun 2.971–5.635 ind/l. Dalam kebiasaan makannya, ikan Nilem dan ikan Lunjar memiliki pemilihan pakan alami yang sama dari divisio Cyanophyta serta Chrysophyta dengan nilai tumpang tindih sebesar 89% yang menunjukkan telah terjadi kompetisi. | Cyprinidae posses a relatively rich species in freshwater. Two of the common genera found in Indonesia is Osteochilus with 22 species and Rasbora with 50 species. Osteochilus vittatus C.V. and Rasbora argyrotaenia Bleeker were frequently caught together in the river. R. argyrotaenia is more difficult to be found in nature. Since this species has to compete with other species in feed consumption. The purposes of this research were to determine the relationship between O. vittatus and R. argyrotaenia abundance, the availability of plankton, the food habits of O. vittatus and R. argyrotaenia, and to analyze the interaction between them. Survey and purposive random sampling was applied in this study. The results shown that abundance of O. vittatus 81 individuals and R. argyrotaenia 79 individuals. Species richness of plankton in Banjaran River between stations were 7-15 species with the 2.971–5.635 ind.l-1. The feed habits between both species was similar especialy of main food that consist of Cyanophyta, Chrysophyta, and there was 89% of niche overlap between them. | |
| 7496 | 10345 | A1L009005 | PENGARUH JENIS DAN DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI HIJAU Influence The Kinds And Dosage Of Liquid Organic Fertilizer On Growth And Yeald Of Mustard Greens | Abstrak Sawi hijau (Brassica juncea L.) merupakan tanaman sayuran yang pada dasarnya tumbuh di daerah iklim sub-tropis, tetapi mampu beradaptasi dengan baik pada iklim tropis. Sawi hijau selain mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, mengandung pula berbagai khasiat bagi kesehatan. Indonesia ditinjau dari aspek klimatologis, aspek teknis, aspek ekonomis dan aspek sosial memiliki kelayakan dalam budidaya sawi hijau. Produksi sawi hijau dapat ditingkatkan dengan menggunakan jenis dan dosis pupuk organik cair (POC) agar didapatkan pertumbuhan dan hasil yang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mengetahui jenis pupuk organik cair yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau, (2) mengetahui dosis pupuk organik cair yang optimum terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau, (3) mengetahui interaksi antara jenis dan dosis POC terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau. Penelitian dilaksanakan di lahan Penelitian Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Desa Karangwangkal Kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan selama ± 4 bulan, mulai bulan Mei 2014 sampai dengan Agustus 2014. Penelitian dilakukan dengan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL), dengan tiga kali ulangan yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah jenis pupuk organik cair yaitu : POC Super Bionik (F1), POC Nasa (F2) dan POC herbafarm (F3). Faktor kedua adalah dosis pupuk organik cair meliputi 20 ml/tanaman (D1), 30 ml/tanaman (D2) ,dan 40 ml/tanaman (D3) . Variabel pengamatan yaitu : jumlah daun, tinggi tanaman, luas daun, bobot segar tanaman, bobot segar tajuk, bobot kering tanaman, bobot kering tajuk, bobot kering akar, rasio akar tajuk, dan volume akar. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan uji F, apabila terdapat pengaruh perlakuan dilanjutkan dengan korelasi regresi pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukan jenis pupuk organik cair yang terbaik adalah Herbafarm, sedangkan dosis yang tepat adalah 40 ml/tanaman, dan terdapat interaksi antara perlakuan jenis POC dengan dosis POC terhadap bobot kering akar dan volume akar. | Abstract Mustard Greens (Brassica juncea L.) is the variant of vegetable that grows in subtropical area, but it be able to adapt in tropical area well. Mustard Greens has high economical rate and also contain special characteristic for our health. Indonesia is one of the appropriate area to cultivate this plant with some consideration of some aspects like, climatological aspect, technical aspect, economical aspect, and social aspect. The production of Mustard Greens can be increased by using “Liquid Organic Fertilizer” (LOF) with the suitable variant and dosage to get an optimum result. The purposes of this research are: (1) to know the suitable POC variant regarding with the growth and result of Mustard Greens, (2) to know the specify dose of POC to get the best result of Mustard Greens plantation, (3) to know the interaction between variant and dose of POC regarding with the growth and result of Mustard Greens. This research was conducted in the research field of Agricultural Faculty, Jenderal Soedirman University, North Purwokerto, Banyumas. This research was conducted during ± 4 months, from May 2014 until August 2014. This research used “Randomized Complete Block Design” (RCBD), with three times repetition that consisted of 2 factors. The first factor is the variant of POC including the POC Super Bionic (F1), POC Nasa (F2), and POC Herbafarm (F3). The second factor is the dosage of POC including 20 ml/plant (D1), 30ml/plant (D2), and 40 ml/plant (D3). The variable of observation if this research are amount of leave, height, size of leave, weight of fresh plant, weight of fresh crown, weight of dry plant, weight of dry crown, weight of dry root, ratio of root crown, and root volume. The analysis of observation data result used F test, if there is an influence of the treatment it’s continue with correlation regression on 5% of error rank. Result of the research shows that the best variant of POC is Herbafarm regarding with the weight fresh plant variable, while the suitable dosage of this POC is 40 ml/plant toward almost all of the variable except, amount of leave, and there is an interaction between the treatment of POC variant and the dosage of POC toward weight dry root variable and root volume. | |
| 7497 | 8434 | G1F009002 | Aktivitas Antifungi Kombinasi Ekstrak Etanol Herba Seledri (Apium Graveolens ) Dan Griseofulvin Terhadap Malassezia Furfur | Tanaman seledri (Apium graveolens) mengandung flavonoid dan terpenoid yang memiliki aktivitas sebagai antifungi. Malassezia furfur merupakan flora normal pada kulit manusia, namun bila tidak diobati akan menimbulkan penyakit kulit seperti pityriasis versikolor dan dermatitis seboroik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antifungi dari ekstrak etanol herba seledri terhadap M. furfur yang dinyatakan dengan nilai IC50 dan mengetahui aktivitas antifungi kombinasi ekstrak etanol herba seledri dan griseofulvin terhadap M. furfur. Ektraksi herba seledri dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Uji aktivitas antifungi dari ekstrak herba seledri dilakukan dengan metode difusi cakram menggunakan 5 konsentrasi ekstrak herba seledri yaitu 1 % , 2 %, 3 %, 4 % dan 5 %. Diameter zona hambat yang diperoleh kemudian dianalisis dengan analisis probit untuk mendapatkan nilai IC50. Kelompok uji meliputi 4 variasi kombinasi yaitu Kombinasi I ( ½ IC50 Griseofulvin + 2 IC50 herba seledri), Kombinasi II (½ IC50 Griseofulvin + 1½ IC50 herba seledri ) Kombinasi III (½ IC50 Griseofulvin + 1 IC50 herba seledri), Kombinasi IV ( ½ IC50 Griseofulvin + ½ IC50 herba seledri). Data zona hambat dianalisis dengan uji Anova untuk mengetahui adanya perbedaan antar kelompok uji dan dilanjutkan dengan uji Tukey HSD untuk mengetahui kelompok yang berbeda signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak herba seledri dapat menghambat pertumbuhan M.furfur dengan nilai IC50 12,85% b/v. Nilai IC50 griseofulvin terhadap M. furfur adalah 3,11 % (b/v). Kombinasi ekstrak seledri dan griseofulvin dapat menghasilkan aktivitas yang lebih baik sebagai antifungi M. furfur jika dibandingkan dengan ½ IC50 griseofulvin berdasarkan peningkatan diameter zona hambat. Namun, jika dibandingkan dengan IC50 griseofulvin tidak menghasilkan aktivitas yang lebih baik sebagai antifungi M. furfur karena penurunan diameter zona hambat. | Celery (Apium graveolens) contains flavonoids and terpenoids which has antifungal activity against Malassezia furfur. Malassezia furfur is normal flora in human skin, however if M. furfur untreated will cause skin diseases like seborrhoeic dermatitis and tinea versicolor. The aims of this study to find out the activity of antifungi from ethanol extract of celery herb ( A. graveolens ) against M. furfur expressed with IC50 and to know antifungal activity combination ethanol extract of celery herb with griseofulvin against M. furfur. Extraction of celery done by maceration method using ethanol 96%. Antifungal activity test of extract celery herb done by method diffusion discs rocking 5 concentration extract celery herb: 1 %, 2 %, 3 %, 4 % and 5 %. The data then analyzed by analysis probit to get a IC50. test group includes four variations of the combination is Combination I ( ½ IC50 griseofulvin + 2 IC50 celery extracts), Combination II (½ IC50 griseofulvin + 1½ IC50 celery extracts) Combination III (½ IC50 griseofulvin + 1 IC50 celery extracts), Combination IV ( ½ IC50 griseofulvin + ½ IC50 celery extracts). Antifungal activity test done by diffusion disc method. Inhibition zone diameter were analyzed byanalysis of variance (ANOVA) to know the difference between the test group and continued with Tukey HSD test to know which group different significant. The results showed that celery herb can inhibit the growth of M.furfur with IC50 values 12,85% b/v. IC50 values of griseofulvin against M. furfur is 3,11% (w/v). The combination of ethanol extract of celery herb with griseofulvin make better activity as M. furfur antifungal if compared with ½ IC50 griseofulvin seen from increase of inhibitory zones diametric. However, if compared with IC50 griseofulvin not make better activity as M. furfur antifungal because decrease of inhibitory zones diametric. | |
| 7498 | 8435 | F1C009079 | PROSES PEMBENTUKAN WORD OF MOUTH PADA PRODUK KECAP BANGO | Pemasaran mempunyai peran penting dalam kemajuan suatu produk. Kecap Bango yang masuk dalam dominasi pasar kecap ABC menggunakan pendekatan baru, yaitu melalui word of mouth marketing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses terbentuknya word of mouth pada pelanggan kecap Bango. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, sedangkan pemilihan informan menggunakan metode purposive sampling. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara mendalam, dokumentasi dan observasi, untuk memvalidasi data digunakan teknik triangulasi data. Penelitian ini menjabarkan hasil bahwa word of mouth pada kecap Bango dibentuk dari kekuatan produk yang prima dan mempunyai kekuatan kecap yang khas dikelasnya, penyelenggaraan event, pembuatan program acara televisi secara nasional yang bersifat informatif serta pelibatan konsumen dalam setiap manuver – manuver pemasarannya. Tahapan lanjutan dari penyebaran word of mouth ini ditentukan oleh penyampaian pesan oleh komunikator, kedekatan hubungan antara komunikator dan komunikan serta kecocokan komunikan dengan performa produk. Masing – masing komunikator dan komunikan menjadi motor penggerak dari keberlangsungan pemasaran word of mouth | Marketing have a special role in order to make a successful product. Bango soysauce as the new challenger in the middle of ABC domination of soysauce market used the new approach way to the customer, using the word of mouth marketing. This research have a purpose to know about the word of mouth formation process to the Bango customer. This research is using the descriptive method meanwhile the selection of the informant using the method of purposive sampling. The method that used in the aggregation of the data is in-depth interview, documentation and observation meanwhile to do the validity of the data of this research is using the triangulation data. This results of this research is the word of mouth of soysauce being formed from the strength of the product and have an unique characteristic of the soysauce taste. In addition, the event like Festival Jajanan Bango, the cooking television program in national scale and any other marketing action that involved the customer plays the big role. In the next step of the word of mouth formation is decided by the delivery of the message by the communicator, the closeness relationship between the communicator and the communicant and the compatibility between the customer and the product. In the end, each communicator and communicant become the chain drive of the word of mouth marketing. | |
| 7499 | 8436 | G1A007093 | PENGARUH PEMBERIAN DEFERIPRONE TERHADAP PENURUNAN KADAR FERITIN. STUDI PADA PASIEN ANAK THALASSEMIA MAYOR DI RSUD BANYUMAS TAHUN 2013 | Latar Belakang : Iron overload merupakan kondisi yang sering terjadi pada pasien thalassemia mayor akibat transfusi berulang. Kadar feritin dapat meningkat hingga ribuan µg/L. Kelasi besi diberikan untuk mengikat timbunan besi. Deferiprone merupakan kelator besi yang paling banyak digunakan di Pusat Layanan Thalassemia RSUD Banyumas. Tujuan Penelitian : Mengetahui pengaruh pemberian deferiprone terhadap penurunan kadar feritin pada pasien thalassemia mayor di RSUD Banyumas. Metode : Desain belah lintang. Subjek penelitan sebanyak 101 pasien dengan usia ≤ 17 tahun. Data penelitian diambil dari catatan medik. Dilakukan uji korelasi antara total volume darah dan total dosis deferiprone yang diberikan selama periode transfusi dengan penurunan feritin. Hasil : Rerata kebutuhan darah 235,5 ± 56,9 ml/kg/tahun dan total volume darah 2974 ± 1435 ml. Rerata dosis deferiprone 88,83 ± 22,99 mg/kg/hari dengan total dosis selama periode transfusi 18131 ± 6887 mg/kg. Rerata kadar feritin 4423 ± 2700 µg/L dengan penurunan 285 ± 1859 µg/L. Terdapat korelasi antara total volume darah dengan selisih kadar feritin (p = 0,006) dengan derajat korelasi lemah sebesar 2,51. Tidak terdapat korelasi antara total dosis deferiprone dengan selisih kadar feritin (p = 0,089). Kesimpulan :Total volume darah yang ditransfusikan meningkatkan kadar feritin(p = 0,006) dengan derajat korelasi lemah sebesar 2,51 sedangkan total dosis deferiprone tidak menurunkan kadar feritin(p = 0,089). | repeated transfusion.Ferritin levels increase until a milion µg/L. Iron celation is given to chelate the iron deposits. Deferiprone is an oral chelator most widely used in Thalassemia Care Center ofBanyumas District Hospital. Objective :To determine the effect of deferiprone to the ferritin levels reduction in patients with thalassemia major in Banyumas District Hospital. Method : Cross-sectional design. Subject with a total 101 patients aged ≤17 years. Data were taken from medical records. Correlation test was used between total blood volume and total dose of deferiprone to ferritin levels reduction. Result :The mean of blood demand 235,5 ± 56,9 ml/kg/year and the total blood volume 2974 ± 1435 ml. The mean of dose of deferiprone 88,83 ± 22,99 mg/kg/day with total dose 18131 ± 6887 mg/kg . The mean ferritin levels 4423 ± 2700 µg/L with reduction 285 ± 1859 µg/L. There is correlation between total blood volume to the difference of ferritin levels (p = 0.006) with a weak degree of correlation 2,51. There is no correlation between total dose of deferiprone to the difference ferritin levels (p = 0.089). Conclusion : Total of blood volume increase the ferritin levels (p = 0,006) with a weak degree of correlation 2,51while total dose of deferiprone does not reduce the ferritin levels (p = 0,089). | |
| 7500 | 8437 | G1A007138 | KORELASI ANTARA POLA ASUH ORANG TUA DAN TINGKAT KECEMASANTERHADAP PRESTASI BELAJAR BLOK BSHB PADA MAHASISWA JURUSAN KEDOKTERAN FKIK UNSOED | Prestasi belajar mahasiswa ditentukan oleh banyak faktor, diantaranya pola asuh orang tua, tingkat kecemasan, gaya dan waktu belajar, dukungan orang tua serta kualitas lingkungan akademis lembaga pendidikan. Penguasaan materi ilmu dasar Kedokteran tercermin dari prestasi belajar yang baik pada Blok Basic Science of Human Body (BSHB), diperlukan bagi pembelajaran blok-blok klinis selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya korelasi antara pola asuh orang tua dan tingkat kecemasan terhadap prestasi belajar Blok BSHB pada mahasiswa Jurusan Kedokteran FKIK Unsoed. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectionaldan metode consecutive sampling. Data 60 responden dengan pola asuh orang tua terbanyak yaitu pola asuh demokratis dan tingkat kecemasan terbanyak yaitu kecemasan ringan. Pengambilan data menggunakan kuesioner pola asuh orang tua dan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Nilai ujian tulis knowledge pre-remedial dianalisis dengan SPSS versi 15 dengan analisis bivariat, uji koefisien Kontingensi dan uji korelasi Spearman. Pola asuh orang tua terhadap prestasi belajar berkorelasi bermakna dan positif, dengan kekuatan kuat (r = 0,611; p = 0,000) dan untuk tingkat kecemasan terhadap prestasi belajar berkorelasi bermakna dan negatif, dengan kekuatan kuat (r = -0,772; p = 0,000). Terdapat korelasi bermakna dan positif dengan kekuatan kuat antara pola asuh orang tua terhadap prestasi belajar, terdapat korelasi bermakna dan negatif dengan kekuatan kuat antara tingkat kecemasan terhadap prestasi belajar. | The learning achievement of students is determined by many factors, including parenting style, anxiety levels, and learning style, parental support and academic environmental quality institution. Mastery of the basic science of medicine reflected good learning performance on the Block Basic Science of the Human Body (BSHB), required for clinical learning blocks later. This study aimed to determine whether there were any correlation between parenting style and parental anxiety level of learning achievement Block BSHB the students of Department of Medicine FKIK Unsoed . The design of this study was observational analytic cross sectional and consecutive sampling method. Data 60 respondents with parents' parenting parenting most democratic and most anxiety level is mild anxiety. Retrieval of data using questionnaires parenting parents and questionnaires Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Written knowledge test scores pre-remedial analyzed with SPSS version 15 with bivariate analysis, contingency coefficient test and Spearman correlation test. Parenting style with learning achievement correlated significantly and positively ( r = 0.611 , p = 0.000 ) and the level of anxiety with learning achievement correlated significantly and negatively ( r = -0.772 , p = 0.000 ) . There were a significant and positive correlation with the strong force between parenting parents on student achievement, there were a significant and negative correlation with the strong force between anxiety level of learning achievement . |