Artikelilmiahs
Menampilkan 6.821-6.840 dari 48.872 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 6821 | 8072 | A1L009048 | PRODUKTIVITAS KACANG PANJANG PADA DUA RAKITAN BUDIDAYA SECARA ORGANIK BERBASIS PUPUK ORGANIK CAIR DAN PESTISIDA NABATI DI DATARAN RENDAH | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Rakitan teknologi budidaya kacang panjang organik berbasis pupuk organik cair dan pestisida nabati di dataran rendah yang menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik, 2) Rakitan teknologi budidaya kacang panjang organik berbasis pupuk organik cair dan pestisida nabati di dataran rendah yang menghasilkan komponen hasil yang lebih baik dan efisien. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kedondong, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, selama 3 bulan sejak bulan Mei sampai Juli 2013. Penelitian ini menggunakan Rancangan Pola Tersarang dengan dua perlakuan yaitu R1: Pupuk kandang 10 ton/ha + POC tanah + POC daun dan pestisida nabati maja dan gadung + mikoriza dan R2: Pupuk kandang 10 ton/ha + POC tanah + kombinasi POC daun dan pestisida nabati maja dan gadung + agens hayati T. harzianum. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang akar, bobot polong per tanaman, bobot polong per petak efektif, dan produksi per hektar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rakitan yang menghasilkan komponen pertumbuhan yang lebih baik adalah R2 (Pupuk kandang 10 ton/ha + POC tanah + POC daun dan pestisida nabati maja dan gadung + agens hayati T. harzianum). Rakitan yang menghasilkan komponen hasil yang lebih baik dan efisien adalah R2 (Pupuk kandang 10 ton/ha + POC tanah + POC daun dan pestisida nabati maja dan gadung + agens hayati T. harzianum) dengan tingkat produksi 12,55 ton/ha dan profit rate sebesar 63.13% per musim (4-6 bulan)/ha. | The aims of this research are to know: 1) the assemblies of organic longyard bean cultivation technology based on liquid organic fertilizer (LOF) and botanical pesticide in low land which has a better growth, 2) To know the assemblies of organic longyard bean cultivation technology based on liquid organic fertilizer and botanical pesticide in low land which produce the component of better produce and efficient. This research was conducted in Kedondong village, Sokaraja District, Banyumas Regency, for 3 month, since May until July 2013. This research used a nested pattern design with two treatment were R1: cow manure of 10 tonns/ha + Liquid organic fertilizer for soil (LOF) + liquid organic fertilizer for leaf and botanical pesticide consisting of maja and gadung + Mikorhiza and R2: cow manure of 10 tonnes/ha + Liquid organic fertilizer for soil (LOF) + Liquid organic fertilizer for leaf and botanical pesticide consisting of maja and gadung + biological agent of T. harzianum. The observed variable were plant height, number of leaves, leaf area, root length, pod weight of plant, pod weight per effective, and pod weight per hectare. The result showed that better of growth component assembly was R2 (cow manure of 10 tonnes/ha + Liquid organic fertilizer for soil (LOF) + Liquid organic fertilizer for leaf and botanical pesticide consisting of maja and gadung + biological agent of T. harzianum), that better and efficient yield component assembly was R2 (cow manure of 10 tonnes/ha + Liquid organic fertilizer for soil (LOF) + Liquid organic fertilizer for leaf and botanical pesticide consisting of maja and gadung + biological agent of T. harzianum) with level production 12,55 tonns/ha and the profit rate as big as 63,13% per season (4 - 6 months)/ha. | |
| 6822 | 8076 | A1L010069 | APLIKASI AGENS HAYATI PADA PERTANAMAN PADI UNTUK MENEKAN INTENSITAS PENYAKIT DAN MENINGKATKAN HASIL TANAMAN PADI | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui jenis penyakit yang ada pada tanaman padi, 2) mengetahui pengaruh aplikasi agens hayati terhadap intensitas penyakit tanaman padi, 3) mengetahui pengaruh aplikasi agens hayati terhadap hasil padi. Penelitian dilaksanakan di lahan petani Desa Tinggarjaya Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas pada bulan April-Juli 2013. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Rincian perlakuan P1= Aplikasi PGPR + Corynebacterium, P2= Aplikasi PGPR + Bio P60, P3= Aplikasi PGPR + Corynebacterium + Bio P60 (aplikasi Corynebacterium dan Bio P60 secara bergantian) dan P4= Cara Petani (tanpa agens hayati). Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, jumlah daun, bobot gabah kering, jumlah butir dan intensitas penyakit. Jenis penyakit yang ada pada pertanaman padi adalah penyakit bercak coklat, bercak coklat sempit, hawar daun bakteri, dan blas. Secara umum aplikasi agens hayati (PGPR, Bio P60, Corynebacterium) mampu menekan kejadian penyakit. Aplikasi agens hayati Bio P60 dapat menurunkan penyakit bercak coklat, bercak coklat sempit, dan blas. Aplikasi Corynebacterium dapat menurunkan penyakit hawar daun bakteri, bercak coklat sempit, dan blas. Aplikasi agens hayati dapat meningkatkan hasil tanaman padi. | The goals of this research were to: 1) determine kinds of disease that attack rice crops, 2) determine the effect of application of biological agents on the rice crops in disease intensity, 3) determine the effect of application of biological agents on rice yields. The research was conducted in farmer’s fields at Tinggarjaya Jatilawang Banyumas on April to July 2013. This research was conducted by using Randomized Completely Block Design (RCBD) with 4 treatments and 5 replications. The treatment consisted of P1 = application PGPR +Corynebacterium, P2= application PGPR +Bio P60, P3 = application PGPR+Corynebacterium+ Bio P60 (application of Corynebacterium and Bio P60 arternately), and P4 = farmer’s method (without biological agens). The observed variables were plant height, number of productive tillers, number of leaves, weight of grains, number of grains, and disease intensity. There were some plant diseases that attack rice crop such as brown spot, narrow brown spot, blast and bacterial leaf blight. Generaly, the application of biological agents (PGPR, Bio P60, Corynebacterium) were able to reduce the incidence of disease. Application of biological agents Bio P60 might also reduce disease brown spot, narrow brown spot, blast. Applications Corynebacterium reduced disease bacterial leaf blight, narrow brown spot, blast. They could increase the yield of rice crops. | |
| 6823 | 8074 | D1E010024 | Bobot dan Presentase Hati, Empedu dan Lemak Abdomen Ayam Kampung Super yang diberi Ransum Mengandung Tepung Daun Pepaya (Carica papaya) | Tujuan penelitian untuk mengkaji pengaruh penambahan tepung daun pepaya (Carica papaya) terhadap presentase bobot hati, empedu dan lemak abdomen ayam kampung. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 22 November 2013 sampai tanggal 10 Januari 2014 di Seloarum farm Kecamatan Sokaraja. Materi yang digunakan adalah 60 ekor ayam kampung super umur 14 hari, bahan pakan yang digunakan antara lain jagung giling, dedak, tepung ikan, bungkil kedelai, minyak kelapa, minyak ikan lemuru, premix dan tepung daun pepaya sedangkan peralatan yang digunakan antara lain timbangan analog, timbangan digital serta peralatan kandang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan, setiap perlakuan diulang 5 kali, setiap ulangan terdiri dari 3 ekor ayam. Perlakuan terdiri dari R0 = ransum kontrol; R1 = R0 + 2 % tepung daun pepaya; R2 = R0 + 4 % tepung daun pepaya; R3 = R0 + 6 % tepung daun pepaya. Peubah yang diamati adalah presentase bobot hati, empedu dan lemak abdomen.Hasil analisis variansi menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap presentase bobot hati, empedu dan lemak abdomen. Rataan presentase bobot hati R0, R1, R2, dan R3 secara berurutan yaitu 2,578% ± 0,25 ; 2,485% ± 0,16 ; 2,673% ± 0,27 dan 2,760% ± 0,27. Rataan presentase bobot empedu R0, R1, R2, dan R3 secara berurutan yaitu 0.112% ± 0,042 ; 0.108% ± 0,026 ; 0.101% ± 0,006 dan 0.091% ± 0,019. Rataan presentase bobot lemak abdomen R0, R1, R2, dan R3 secara berurutan yaitu 1.838 % ± 0,76 ; 1.12% ± 0,46 ; 1.002% ± 0,56 dan 0.912% ± 0,6. Kesimpulan dari penelitian adalah penambahan tepung daun pepaya (Carica papaya) dalam ransum ayam kampung sampai dengan level 6% menghasilkan presentase bobot hati, empedu dan lemak abdomen yang relatif sama. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai penggunaan tepung daun pepaya dengan pemberian dua hari sekali untuk mengoptimalkan fungsi hati dan empedu sehingga performa ayam tercapai. | The aim of this research was to study the influence of addition of dried papaya meal (Carica papaya) to the percentage weights of liver, bile and fat abdomen of local chicken. Research was held on 22nd of November 2013 until 10th of January 2014 in Seloarum farm sub-district Sokaraja. The materials used in this study were 60 chickens with the age of 14 days, some of feed stuff such as grilled corn, fish meal, rice bran, soy bean meal, coconut oil, fish oil, premix and dried papaya meal. The tools used include analog scales, digital scales and farm equipment. The methods used in this study was a completely randomized design with 4 treatments, each treatment was repeated 5 times and every replication consisted of 3 chickens. The treatment consisted of R0 = control; R1 = R0 + 2% dried papaya meal; R2 = R0 + 4% dried papaya meal; R3 = R0 + 6% dried papaya meal. The observed variables were percentages of the weight of the liver, bile and abdominal fat. Data were analyzed using analysis of variance. The results of analysis showed that the treatment effect was not significant (P>0.05) on the percentage of the weight of liver, bile and abdominal fat. The percentages of the weights of the liver of R0, R1, R2, and R3 in sequence were namely 2.578% ± 0.25; 2.485% ± 0.16; 2.673% ± 0.27 and 2.760% ± 0.27. The percentage of weight of bile of R0, R1, R2, and R3 in sequence were namely 0.112 % ± 0.042; 0.108 % ± 0.026; 0.101 % ± 0.006 and 0.091 % ± 0,019. The percentage of weight of abdominal fat of R0, R1, R2, and R3 in sequence were namely 1.838% ± 0.76; 1.120 % ± 0.46; 1.002 % ± 0.56 and 0.912% ± 0.6. Based on the research above, it can be concluded that the addition of dried papaya meal (Carica papaya) in local chicken’s feed up to the level of 6 % give the similiar percentage of the weights of liver, bile and abdominal fat. Further research needs to be done on the use of dried papaya meal by administering once in two days to optimize a function of dried papaya meal and optimize the performances of local chicken. | |
| 6824 | 10177 | G1A010111 | HUBUNGAN STRESSOR PSIKOSOSIAL DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA TENAGA KERJA WANITA DI PABRIK BULU MATA PT. TIGA PUTRA ABADI PERKASA PURBALINGGA | Depresi merupakan salah satu masalah kesehatan kronis di dunia dan masalah kesehatan mental yang paling penting. The World Health Organization memperkirakan bahwa pada tahun 2020, depresi akan menjadi masalah kesehatan ketiga di dunia yang akan menjadi beban ekonomi pada masyarakat. Secara umum wanita mempunyai resiko dua kali lipat dibandingkan pria untuk mengalami gangguan depresi. Mengetahui hubungan stressor psikososial dengan tingkat depresi pada tenaga kerja wanita di pabrik bulu mata PT. Tiga Putra Abadi Perkasa Purbalingga. Penelitian ini adalah merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah tenaga kerja wanita di pabrik bulu mata PT. Tiga Putra Abadi Perkasa Perbalingga yang berjumlah 93 orang. Stressor psikososial dinilai dengan menggunakan kuisoner Social Readjusment Rating Scale (SRRS), sedangkan tingkat depresi dinilai dengan menggunakan kuisoner Beck Depression Inventory (BDI). Uji chi square dilakukan untuk mengetahui hubungan sressor psikososial dengan tingkat depresi. Hasil analisis menunjukan adanya hubungan yang signifikan stressor psikososial dengan tingkat depresi (X2 = 111.588; P = 0.000; CC = 0.739). Semakin tinggi stressor psikososial, maka semakin tinggi tingkat depresi pada pekerja wanita di pabrik bulu mata PT. Tiga Putra Abadi Perkasa Purbalingga. | Depression is one of chronic health problem in the world and a major mental health problem. The World Health Organization has predicted that in year 2020, depression will be ranked 3 of major mental health problem in the world that will impacted the public economy burden. Generally, woman is twice more likely to suffer from depression than man. This study aims to determine the relationship between psychosocial stressor and the depression level among women workers in eyelash company PT. Tiga Putra Abadi Perkasa Purbalingga. This study is an analytical observational studies with cross sectional design. This subject were the 93 women workers in eyelash company PT. Tiga Putra Abadi Perkasa Purbalingga. Psychosocial stressor was measured using Social Readjustment Rating Scale (SRRS) questioner, while the depression level was measured using Beck Depression Inventory (BDI) questioner. Chi Square test and Contingency Coefficient was conducted to determine the relationship between stressor psychosocial and the level of depression. The analysis showed that there is a significant relationship between stressor psychosocial and the depression level (X2 = 111.588; p = 0.000; CC = 0. 739). The higher the stressor psychosocial, the higher the level of depression among women workers in eyelash company PT. Tiga Putra Abadi Perkasa Purbalingga. | |
| 6825 | 10180 | H1D010043 | PENGARUH POTONGAN BAMBU SEBAGAI SUBTITUSI AGREGAT KASAR TERHADAP KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS BETON | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kuat tekan dan modulus elastisitas beton dengan berbagai variasi jumlah potongan bambu sebagai substitusi agregat kasar. Benda uji yang digunakan berupa silinder beton dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm. Campuran yang digunakan untuk benda uji adalah air, semen, agregat halus, agregat kasar dan potongan bambu. Jumlah potongan bambu yang digunakan adalah substitusi bambu dengan agregat kasar sebesar 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%. Pengujian dilakukan pada umur beton 28 Hari dengan hasil kuat tekan (MPa) secara berturut turut adalah 18,50; 12,40; 16,80; 4,10; 3,40; 7,60; 1,70; 1,80; 1,50; 0,90; 0,80; 0,90; 0,80; 0,80; 0,70. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar jumlah substitusi bambu maka semakin kecil pula nilai kuat tekan dan modulus elastisitas betonnya. Nilai modulus elastisitas beton terendah yaitu pada substitusi bambu 100% sebesar 2556,9 MPa. Modulus elastisitas beton berhubungan erat dengan kekakuan dari suatu bahan. Semakin kecil kuat tekan beton maka beton itu memiliki modulus elastisitas yang rendah pula. Semakin kecil modulus elastisitas, maka kekakuan bahan tersebut akan menurun yang mengakibatkan deformasi besar saat menerima gaya maksimum. Kekakuan yang kecil berakibat pada peningkatan daktalitas beton itu sendiri. Sehingga saat menerima gaya maksimum beton tidak akan hancur seketika, melainkan akan mengalami deformasi beberapa saat hingga mengalami kehancuran total. | The purpose of this research is to determine the value of elasticity modulus of concrete with various sum bamboo pieces as a substitution for coarse aggregate. The samples which used are concrete cylinder with a diameter of 150 mm and 300 mm high. The mixture for the research are water, cement, fine aggregate, coarse aggregate and pieces of bamboo. The sum of pieces of bamboo is a substitute with coarse aggregate of 0%, 25%, 50%, 75%, and 100%. Tests performed at the age of 28 Days with concrete compressive strength results ( MPa ) in a row are 18.50 ; 12.40 ; 16.80 ; 4.10 ; 3.40 ; 7.60 ; 1.70 ; 1.80 ; 1.50 ; 0.90 ; 0.80 ; 0.90 ; 0.80 ; 0.80 ; 0.70. The results showed that the greater number of substitution cause the elasticity modulus of concrete getting smaller. The lowest elasticity modulus of concrete is in 100% bamboo subtitution which has 2556,9 MPa Elasticity modulus of concrete is closely related to the stiffness of a material. A Smaller strength of concrete is having a lower modulus of elasticity too. A Smaller modulus of elasticity makes the stiffness of the material decreasing and has large deformation while receiving maximum force. Small stiffness resulted in increased ductality of concrete. So, when material receives the maximum force, it will not be destroyed immediately, but will be deformed until its totally devastated. | |
| 6826 | 11982 | H1D008007 | UJI KARAKTERISTIK MEKANIS BETON YANG MENGANDUNG AGREGAT KASAR RINGAN DARI PLASTIK JENIS PP-PET FAS 0.35 | Banyaknya jumlah limbah plastik yang ada di Indonesia yang belum bisa dimanfaatkan maka peneliti melihat peluang untuk memanfaatkan limbah plastik sebagai agregat kasar dalam pembuatan beton dan menjadikan beton dalam kategori beton ringan. Salah satu persyaratan dalam struktur beton adalah uji karakteristik mekanis beton. Karakteristik mekanis beton yang baik menjamin pemakaian beton untuk keperluan – keperluan konstruksi. Untuk itu perlu ditinjau nilai – nilai yang berkaitan dengan karakteristik mekanis beton berupa kuat tekan, modulus elastisitas, poisson’s ratio dan hubungan tegangan – regangan. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan beton yang beragregat plastik PP-PET dengan beton yang beragregat kerikil menggunakan fas 0.35. Benda uji beton berupa silinder dengan dimensi 15/30. Pengujian dilakukan pada saat benda uji berumur 7,14 dan 28 hari dengan menggunakan Universal Testing Machine dan Data Logger. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modulus elastisitas beton beragregat kerikil pada kuat tekan 18 – 40 Mpa berkisar pada nilai 16000 – 50000 Mpa, sedangkan pada beton beragregat plastik pada kuat tekan 7 – 11 Mpa berkisar pada nilai 10000 – 24000 Mpa. Dengan poisson’s ratio beton normal pada rentang nilai 0,0003 – 0,003 lebih kecil dari beton plastik pada rentang nilai 0,1 – 0,6. Regangan puncak terjadi pada beton normal pada kisaran nilai 0,00076 – 0,0019 lebih kecil dari regangan puncak beton ringan pada nilai 0,0033 – 0,0037. | There are a large number of plastic waste in Indonesia which cannot be utilized. Thus, the researcher sees an opportunity to utilize plastic waste as coarse aggregate in concrete construction and construct concrete in the category of lightweight concrete. One of the requirements in concrete strength is mechanics characteristic test. Mechanics characteristic guarantte that concrete can be use on construction. So that, value of mechanics characteristic like compresive strength , modulus of elastisity, poissons’s ratio and stress – strain relation must be check. This research was conducted by comparing between concrete with a plastic aggregate PP-PET and concrete with gravel aggregate by using water cement ratio 0,35, Concrete specimen with a size of 15 cm x 30. The test was carried out during 7, 14 and 28 days-old test specimen using Universal Testing Machine and Data Logger. The result indicated that the value of modulus of elastisity with gravel agregat for compresive strength 18 – 40 Mpa is 16000 – 50000 Mpa, meanwhile with lightweight agregat for compresive strength 6 – 11 Mpa is 10000 – 24000 Mpa. Poisson’s ratio for normal concrete is 0,0003 – 0,003 less than lightweight concrete 0,1 – 0,6. Peak of strain for normal concrete is 0,00076 – 0,0019 less than lightweight concrete 0,0033 – 0,0037. | |
| 6827 | 12388 | F1B011006 | Manajemen Komplain di RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo Purwokerto | RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo menerapkan manajemen komplain sejak tahun 2009. Manajemen komplain yang diterapkan bertujuan untuk menyediakan informasi tentang kelemahan pelayanan kesehatan serta cara untuk melakukan perbaikan pelayanan. Namun, masih terdapat beberapa kelemahan di dalam manajemen komplain yang diterapkan, sehingga berdampak pada perbaikan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis manajemen komplain di RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif.Teknik pemilihan informan yang digunakan adalah purposive sampling. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. teknik analisis data yang digunakan melalui model analisis interaktif dengan melakukan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dengan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan kesimpulan bahwa kegiatan manajemen komplain yang dimulai sejak kegiatan perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan, dan pengawasan sudah diterapkan dan kegiatan tersebut saling berkesinambungan. Temuan dalam penelitian ini berupa dua proposisi yang berkaitan dengan standar hasil kerja tim komplain yang berpengaruh pada fungsi manajemen lain, yakni actuating dan controlling. Hasil temuan tersebut turut mendukung teori manajemen yang menyatakan bahwa fungsi-fungsi manajemen adalah kegiatan yang sistematis dan berkesinambungan. | RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo has applied complaint management since 2009. The management complaint aims to provide informations about the weaknesses of health services and service recovery. To reach its goals, Chief of RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo created complaint team to carry out the tasks of complaint management and also made complaint handling procedure. Hence, there are weaknesses in complaint management affect to service recovery which is implemented in RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo. the purposes of this research are to know and to analyze how complaint management works in RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo. This research used descriptive qualitative method. The technique to determining informant is using purposive sampling. The data is collected by doing in-depth interview, observation, and documentation. The data analysis used interactive analysis model by doing data condentation, data display, and drawing conclusion. By the research has done, the conclusion is complaint management activities started from planning, organizing, actuating, and contolling has been implemented and those activities are sistematical. The research has found two propotions that related to performance standarization of complaint team that influencing other management functions, such as actuating and controlling. This new finding support existance of management theory that stated management functions are sistematical and related to each other. | |
| 6828 | 8073 | A1L009183 | KAJIAN FORMULA CAIR ORGANIK BAKTERI ANTAGONIS UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT REBAH SEMAI PADA TANAMAN MENTIMUN | Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui daya tahan bakteri antagonis P. fluorescens dan Bacillus spp. pada formula cair organik selama delapan minggu, (2) mengetahui formula cair organik terbaik untuk masing-masing isolat antagonis, (3) mengetahui kemempanan isolat antagonis yang ditumbuhkan dalam formula cair organik terhadap penyakit rebah semai tanaman mentimun. Percobaan in vitro dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, sedangkan percobaan in planta dilakukan di bawah tanaman kakao Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan November 2013. Percobaan in vitro meliputi tiga set pengujian untuk tiga isolat bakteri antagonis yaitu Pseudomonas fluorescens P19, P. fluorescens P20, dan Bacillus spp. B4. Masing-masing set pengujian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri dari 6 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Faktor yang dicoba yaitu jenis formula cair organik meliputi air kelapa, kaldu tulang ayam, kaldu keong mas, molase, limbah tahu dan media kontrol. Variabel yang diamati dalam percobaan in vitro yaitu jumlah koloni bakteri. Percobaan in planta menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 23 perlakuan dan 3 kali ulangan. Faktor yang dicoba yaitu jenis formula cair organik yang ditambahkan bakteri antagonis. Variabel yang diamati meliputi masa inkubasi, kejadian penyakit, bobot segar akar, panjang akar, bobot segar tanaman, dan tinggi tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua jenis formula cair organik dapat digunakan sebagai media alternatif untuk bakteri antagonis. Ketiga isolat bakteri antagonis dalam berbagai formula masih memiliki kepadatan yang cukup tinggi (1023 cfu/ml) hingga umur simpan 8 minggu dan memungkinkan untuk disimpan lebih lama lagi. Hasil percobaan in planta menunjukkan bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap seluruh variabel yang diamati. | This study aimed to: (1) determine the viability of bacteria antagonists Pseudomonas fluorescens and Bacillus spp. in organic liquid formula for 8 weeks, (2) know the best organic liquid formula for each isolate of bacteria antagonists, (3) Determine the effect of isolate antagonist in organic liquid formula to suppress damping off disease of cucumber. In vitro test was done in Plant Protection Laboratory, while in planta test was under cocoa tree at Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The research was done from Mei to November 2013. In vitro test include of three trial set for three bacteria antagonists, those are P. fluorescens P19, P. fluorescens P20, and Bacillus spp. B4. Experimental design for each trial set used Completely Randomized Design non factorial that consist of 6 treatments and repeated 3 times. The factor is type of organic liquid formula that comprised of coconut water, chicken bone broth, molasses, liquid tofu waste, snail broth, and standard medium. Variable in vitro observation included count of bacteria colony. In planta design used Randomized Block Design non factorial with 23 treatments and 3 replications. The factor is type of organic liquid formula contained bacteria antagonists. Variable in planta measured were incubation period, the incidence of disease, root wet weight, root length, wet weight of the plant, height of the plant. The result showed that all organic liquid formula tested can be used as alternative medium for bacteria antagonist. The concentrate of three isolates of bacteria antagonists in various formula was high enough (1023 cfu/ml) for 8 week and can be stored for much longer. Then, in planta test showed that there was no significant difference on all of variable observation. | |
| 6829 | 10181 | B1J010006 | EFEKTIVITAS AUGMENTASI INUNDATIF TUNGAU PREDATOR Amblyseiuss sp. TERHADAP Tetranychus urticae PADA TANAMAN SINGKONG DI DESA KARANGMANGU KROYA | Salah satu upaya untuk mengatasi serangan tungau hama Tetranychus urticae yaitu dengan cara pemanfaatan musuh alami menggunakan tungau predator, dalam bentuk augmentasi inundatif. Efektifitas kerjanya dapat diketahui dengan melihat kepadatan tungau hama T.urticae. Penelitian tentang efektivitas augmentasi inundatif tungau predator Amblyseius sp. dalam mengendalikan tungau hama T. urticae telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas augmentasi inundatif tungau predator Amblyseius sp. dalam mengendalikan tungau hama T. urticae pada tanaman singkong di Karangmangu Kroya. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah tungau predator Amblyseius sp. stadium imago yang didapatkan dari lahan penelitian yang diperbanyak dengan pemeliharaan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 3 perlakuan yaitu: 1). Perlakuan sebagai kontrol adalah rasio kepadatan relatif tungau Amblyseius sp. dan tungau T. urticae sama dengan data survey awal. 2) perlakuan kepadatan rendah (R), dengan rasio kepadatan relatif tungau Amblyseius sp. dan tungau T. urticae sama dengan 2 kali kontrol dan 3) perlakuan kepadatan tinggi (T) dengan rasio kepadatan relatif tungau Amblyseius sp. dan tungau T. urticae sama dengan 4 kali kontrol, ulangan sebanyak 5 kali. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan uji F dengan tingkat kesalahan 10% dan 20% diketahui bahwa tingkat augmentasi inundatif predator berpengaruh sangat nyata terhadap kepadatan T. urticae. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah tingkat augmentasi tungau predator Amblyseius sp. berbeda sangat nyata dalam mengendalikan kepadatan tungau hama T. urticae pada tanaman singkong di desa Karangmangu Kroya dan Tingkat augmentasi yang paling efektif pada perlakuan rendah rasio 2:4. | One effort to address the pest Tetranychus urticae mites attack is by way of utilization of natural enemies using predatory mites, in the form of augmentation inundatif. Effectiveness of the work can be seen by looking at the density of pest mites T.urticae. Research on the effectiveness of augmentation inundatif predatory mites Amblyseius sp. in controlling pest mites T. urticae has been done. The purpose of this study was to determine the effectiveness of augmentation inundatif predatory mites Amblyseius sp. in controlling the pest T. urticae mites on cassava plants in Coral Mangu Kroya. The material used in the study is the predator mite Amblyseius sp. imago stages of the land is reproduced with the maintenance study. This study used an experimental method with a basic design completely randomized design (CRD), with 3 treatments: 1). Treatment as a control is the ratio of the relative density of mites Amblyseius sp. and T. urticae mites equal to the initial survey data. 2) treatment of low density (R), the ratio of the relative density of mites Amblyseius sp. and T. urticae mites equal to 2 times the control and 3) high density treatment (T) with the ratio of the relative density of mites Amblyseius sp. and mites T. urticae equal to 4 times the control, repeat 5 times. The results showed by F test with an error rate of 10% and 20% is known that the level of augmentation of predators inundatif very significant effect on the density T. urticae. The conclusion of this study is the degree of augmentation of predatory mites Amblyseius sp. highly significant in controlling the pest mite density T.urticae on cassava plants in the village of Mangu Reef Tract and the level of augmentation is the most effective in the treatment of the low ratio of 2: 4. | |
| 6830 | 8075 | C1C010082 | ANALISIS PERBANDINGAN PEMBIAYAAN PENGADAAN AKTIVA TETAP DENGAN CARA TUNAI, KREDIT BANK DAN SEWA GUNA USAHA (LEASING) DALAM RANGKA PENGHEMATAN PAJAK SERTA PENGARUHNYA TERHADAP KAS BERSIH (Penelitian pada PT. Qyta Trans Tour n’ Travel) | Penelitian ini merupakan studi kasus yang dilakukan pada PT. Qyta Trans Tour n’ Travel dengan judul: “Analisis Perbandingan Pembiayaan Pengadaan Aktiva Tetap Dengan Cara Tunai, Kredit Bank dan Sewa Guna Usaha (Leasing) Dalam Rangka Penghematan Pajak Serta Pengaruhnya Terhadap Kas Bersih”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui alternatif pembiayaan manakah yang paling menguntungkan bagi perusahaan dilihat dari pengeluaran kas bersih perusahaan untuk masing-masing alternatif tersebut. Salah satu faktor yang diperhitungkan untuk mengetahui kas bersih adalah pajak. Hal ini dikarenakan masing-masing alternatif pembiayaan akan menghasilkan penghematan pajak yang berbeda-beda terkait dengan biaya yang dapat diakui menurut aturan perpajakan. Biaya yang dapat diakui menurut aturan perpajakan pada alternatif pembiayaan tunai hanya biaya penyusutannya saja, kemudian pada alternatif kredit bank adalah biaya bunga dan biaya penyusutannya, sedangkan pada alternatif leasing adalah biaya angsuran dan biaya penyusutannya. Hasil penelitian menunjukan bahwa alternatif pembiayaan secara leasing menghasilkan penghematan pajak paling besar dibandingkan alternatif yang lain, yaitu sebesar Rp 42.713.463, sementara kredit bank sebesar Rp 40.990.215 dan alternatif tunai sebesar Rp 25.536.569, tetapi bukan berarti leasing merupakan alternatif yang paling baik dan menguntungkan bagi perusahaan karena penghematan pajak hanyalah salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih alternatif pembiayaan dan bukan menunjukan bahwa alternatif tersebut paling tepat untuk dipilih. Hasil penelitian terkait pengeluaran kas bersih alternatif pembelian tunai menimbulkan present value pengeluaran kas bersih paling kecil yaitu sebesar Rp 123.375.000 dibandingkan dengan alternatif kredit bank sebesar Rp 132.830.309 dan leasing sebesar Rp 133.621.908. Oleh karena itu, apabila perusahaan memiliki dana yang besar sebaiknya perusahaan memilih alternatif pembelian tunai dalam pembelian aktiva tetapnya. | This research is a case study conducted in Qyta Trans Tour n’ Travel Corporation with the title: "Comparisons Analysis of Fixed Assets Acquisition Financing By Getting Cash, Bank Credit and Leasing (Leasing) in the Context of Tax Savings And Influence On Net Cash Out Flows ". The purpose of this study is to investigate alternative financing are most profitable for the company seen from the company's net cash outlay for each of the alternative. One of the factors that are taken into account to determine the net cash is a tax. This is because each of the alternative financing will produce a different tax savings related a costs that can be recognized according to the rules of taxation. A costs that can be recognized according to the tax rules on alternative financing cash is only depreciation expenses, then on alternative bank credits are the interest cost and depreciation costs, whereas on alternative leasing is the cost of leasing installments and depreciation costs. Results of research show that the alternative financing with leasing produce the greatest tax savings than other alternative, that is equal Rp 42.713.463, while the bank credits amounted to Rp 40.990.215 and a cash alternative of Rp 25.536.569, but it does not mean that leasing is the best alternative and advantageous for the company because of tax savings is only one factor to consider in selecting the financing alternative and is not shows that the most appropriate alternatives to be chosen. The results in this study related to the company's net cash outlay shows that alternative cash purchase lead to the present value of net cash outlay least that is Rp 123.375.000 compared to alternative bank credits of Rp 132.830.309 and alternative leasing of Rp 133.621.908. Therefore, if a company has a large fund companies should choose alternative cash purchase in the purchase of fixed assets. | |
| 6831 | 8077 | C1B007022 | PENGARUH LINGKUNGAN KERJA FISIK, KOMUNIKASI, DAN SHIFT KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN RUMAH SAKIT ISLAM PURWOKERTO | RINGKASAN Penelitian ini berjudul Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik, Komunikasi, dan Shift Kerja Berpengaruh Terhadap Kinerja Karyawan Rumah Sakit Islam Purwokerto. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh lingkungan kerja fisik, komunikasi, dan shift kerja terhadap kinerja karyawan. Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif, sedangkan metode pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Setelah dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linier berganda, hasil penelitian menunjukan bahwa: Variabel lingkungan fisik, komunikasi, dan shift kerja baik secara parsial maupun bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan pada Rumah Sakit Islam Purwokerto. Untuk memaksimalkan kinerja karyawan Rumah Sakit Islam Purwokerto maka implikasi dari penelitian ini adalah meningkatan penataan lokasi dan tata ruang karyawan agar kenyamanan dan keamanan karyawan terjamin, juga meningkatan pendekatan komunikasi antar karyawan dengan cara membrikan breafing sebelum dan sesudah kerja serta pendekatan komunikasi antara pimpinan dengan karyawan, dan yang terakhir meningkatkan keadilan shift kerja, sehingga tidak ada kecemburuan dan karyawan selalu bersemangat dalam bekerja Kata kunci : lingkungan kerja fisik, komunikasi, dan shift kerja. | SUMMARY This study entitled Effect of Physical Work Environment , Communications , and Shift Work on Employe Performance Influential Islamic Hospital Navan . The purpose of this study to determine and analyze the influence of the physical work environment , communication , and shift work on employee performance . Type of research is associative , while the sampling method using Slovin formula . The analytical method used is multiple linear regression analysis . Having analyzed using multiple linear regression analysis , the results showed that: the physical environment variables , communication , and shift work partially or jointly significant influence on the performance of employees on Islamic Hospital Navan . To maximize the performance of employees Islamic Hospital Navan then the implications of this research is improving the spatial arrangement of the location and the comfort and safety of employees so that employees are guaranteed , the approach also improve communication among employees in a way membrikan briefing before and after work and approach to communication between leaders and employees , and the latter increases the fairness of shift work , so there is no jealousy and employees are always eager to work Keywords : physical work environment , communication , and shift work | |
| 6832 | 10182 | C1A010113 | ANALISIS EFISIENSI USAHA KECAP DI KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini berjudul “ANALISIS EFISIENSI USAHA KECAP DI KABUPATEN BANYUMAS”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keuntungan, tingkat efisiensi usaha, dan break even point atau titik impas pengusaha kecap. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan populasi karena jumlah pengusaha kecap berjumlah 8 dengan menggunakan survei melalui kuesioner dan wawancara, metode yang digunakan untuk menghitung keuntungan yaitu dengan rumus π = TR – TC, untuk menghitung efisiensi menggunakan alat analisis R/C Ratio, kemudian untuk menghitung break even point atau titik impas ada tiga cara yaitu break even point untuk volume produksi, untuk harga produksi dan untuk penerimaan | This research is titled “EFFICIENCY ANALYSIS OF SOY SAUCE BUSINESS IN BANYUMAS REGENCY”. The purpose of this research are to determine the benefits, business efficiency level, and break even point of soy sauce businessman. This research was conducted in Banyumas Regency. This research used population because total soy sauce businessman are nine businessman with survey through questionnaire and interview, to determine the benefits used π=TR-TC formula, to determine the effiency level used R/C ratio analysis, and there are three way to determine break even point, they are break even point for production volume, for production price, and for income. | |
| 6833 | 7397 | H1D009029 | Analisis Perilaku Lentur Balok Beton Bertulang Tampang T Yang Diperkuat Pada Daerah Momen Negatif Menggunakan Atena | Pemahaman akan perilaku beton bertulang pada umumnya diperoleh pada pengujian eksperimental di laboratorium. Uji eksperimental sangat penting untuk mendapatkan hasil mengenai respon struktur yang sesuai berdasarkan keadaan nyata. Akan tetapi untuk mereduksi biaya dan waktu serta melengkapi informasi–informasi yang tidak bisa diperoleh melalui studi eksperimental perlu dilakukan studi numerik. Salah satu metode numerik yang digunakan adalah metode elemen hingga. Pada kajian ini akan dilakukan analisis perilaku lentur balok beton bertulang tampang T yang diperkuat pada daerah momen negatif menggunakan software berbasis elemen hingga yaitu software ATENA 2.1.10 dan GID 7.4 sebagai Pre-Proccessor. Parameter analisis yang dilakukan meliputi kapasitas lentur, kekakuan, daktilitas, dan pola retak serta tipe keruntuhan serta membandingkan dengan penelitian eksperimental yang sudah dilakukan Haryanto (2011). Analisis dilakukan terhadap 3 buah balok tampang T, masing-masing 1 balok tanpa perkuatan atau balok kontrol (BK), 1 buah balok diperkuat dengan 2 wire rope (BP1), dan 1 buah balok diperkuat dengan 4 wire rope (BP2). Dari hasil analisis yang dilakukan menggunakan metode numerik didapatkan perbandingan kapasitas beban lentur hasil numerik terhadap pengujian eksperimental pada model BK, BP1 dan BP2 berturut-turut adalah 0,9, 0,78, dan 0,8. Perbandingan hasil nilai kekakuan ekivalen model numerik terhadap benda uji eksperimental BK, BP1 dan BP2 berturut-turut adalah 1,44, 3,16 dan 3,83.. Untuk pola retak dan tipe keruntuhan yang terjadi baik metode numerik maupun pengujian ekperimental memiliki pola retak yang mirip yaitu mengalami keruntuhan lentur. | An understanding of the behavior of reinforced concrete is generally obtained in experimental tests in the laboratory. Experimental test is very important to get the results of the corresponding structural response based on real situations. However, to reduce the cost and time it is necessary to numerical studies. One of the numerical method used is the finite element method. In this study will analyze the flexural behavior of reinforced concrete beams look like T Strengthened in the negative moment region using finite element software ATENA 2.1.10 and 7.4 GID as Pre - Proccessor . Analysis parameters include flexural capacity , stiffness , ductility , and fracture patterns and the type of collapse that comparing with experimental research that has been done Haryanto (2011) . Analysis was performed on 3 pieces look T beams , each 1 piece ofbeam control (BK) , 1 piece of beams reinforced with 2 wire rope (BP1) , and 1 piece of beams reinforced with 4 wire rope (BP2). From the research, the comparison of the flexural load capacity of numerical results and experimental results on the model BK, BP1 and BP2, respectively, 0.9, 0.78, and 0.8. Comparison of the equivalent stiffness of numerical results and experimental results BK, BP1 and BP2, respectively, 1.44, 3.16 and 3.83. For the crack pattern and the type of collapse both numerical methods and experimental testing have a similar pattern of cracks and bending collapse. | |
| 6834 | 11226 | A1L010205 | KAJIAN PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI VARIETAS TANGGAMUS TERHADAP PEMBERIAN PUPUK HAYATI E-PLUS 1-0-1 PADA BERBAGAI JARAK TANAM | Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanian yang terletak di Desa Karanggintung, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Persiapan penelitian dimulai dari tanggal 20 April 2014 dilanjutkan dengan penanaman pada tanggal 6 Mei 2014 hingga panen di tanggal 14 Agustus 2014. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Perlakuan yang diberikan terdiri dari dua faktor percobaan. Faktor pertama adalah jarak tanam yang terdiri dari tiga variasi yaitu J1 (20x20) cm, J2 (20x25) cm, dan J3 (25x25) cm. Faktor kedua adalah pemberian pupuk E-Plus 1-0-1 pada berbagai dosis, yaitu D0 (kontrol), D1 (2 liter pupuk E-Plus 1-0-1) dan D2 (4 liter pupuk E-Plus 1-0-1 dengan pemberian dibagi menjadi 2 termin). Variabel yang diamati dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu komponen pertumbuhan yang meliputi tinggi tanaman, jumlah daun tunggal, jumlah daun trifoliat, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, jumlah cabang, luas daun, laju asimilasi bersih, dan laju pertumbuhan tanaman. Bagian kedua adalah komponen hasil tanaman yaitu indeks panen, berat segar akar, berat kering akar, jumlah polong isi per tanaman, jumlah biji per tanaman, dan bobot 100 biji. Hasil penelitian menunjukkan 1) Respon pertumbuhan yang ditunjukkan tanaman pada variasi jarak tanam hanya mempengaruhi tiga variabel pengamatan yaitu jumlah daun tunggal, jumlah daun trifoliat, dan jumlah cabang tanaman. Kombinasi jarak tanam tidak berpengaruh pada komponen hasil tanaman. 2) Pemberian pupuk E-Plus 1-0-1 pada berbagai dosis tidak mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai varietas tanggamus. 3) Kombinasi jarak tanam dan pemberian pupuk E-Plus 1-0-1 tidak berpengaruh pada variabel pertumbuhan tanaman, tetapi menunjukkan pengaruh nyata pada komponen hasil tanaman, yaitu indeks panen dan bobot 100 biji. 4) Indeks panen tertinggi ada pada kombinasi jarak tanam 20x25 cm dan dosis pupuk 2 liter per petak dengan nilai 0,84. Bobot 100 biji tertinggi terdapat pada kombinasi jarak tanam 20x20 cm dan dosis pemupukan kontrol dengan nilai 10,28. | This research conducted at farm land in Karanggintung Village, Sumbang Sub-District, Banyumas Regency. Research preparation started from April 20th 2014 continued with plantation in May 6th 2014 until harvest phase in August 14th 2014. The experimental design were used is randomized complete block design and give two treatments, E-Plus 1-0-1 fertilizer application and variation of planting distance. Variation doses were given to plants are D0 (control/no fertilization), D1 (2 liter E-Plus 1-0-1 fertilizer), and D2 (4 liter E-Plus 1-0-1 fertilizer which is divided into two termins). Planting distance were used on this research are J1 (20x20 cm), J2 (20x25 cm), and J3 (25x25 cm). Observation variable were divided into two main part, first part is growth component which consist plant height, amount of single leaf, amount of trifoliat leaf, plant fresh weight, plant dry weight, branch amount, leaf area, net assimilation rate, and growth plant rate. Second part is yield component which consist harvest index, fresh weight of roots, dry weight of roots, amount filled pod by plant, beans amount by plant, and weight of a hundred beans. The result is 1) Growth response which is showed by plant on plant distance variation just affect three observation variables, that is amount of single leaf, amount of trifoliat leaf, and branch amount. Plant distance combination did not affect on yield component. 2) E-Plus 1-0-1 fertilization application on various doses did not affect plant growth and yield tanggamus varieties. 3) Plant distance combinationand fertilization application did not affect on plant growth variable, but give real effect in yield components that is harvest index and weight of a hundred beans. 4) Highest harvest index showed on J2D1 combination and the highest weight of a hundred beans showed on J1D0 combination. | |
| 6835 | 8078 | A1L009141 | EVALUASI KEMAMPUAN LAHAN KECAMATAN KALIBENING KABUPATEN BANJARNEGARA SEBAGAI ARAHAN PERTANIAN BERKELANJUTAN | Penelitian untuk mengkaji kelas kemampuan lahan di Kecamatan Kalibening Kabupaten Banjarnegara sebagai arahan pertanian berkelanjutan telah dilakukan pada bulan September 2013 sampai dengan Januari 2014. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelas kemampuan lahan serta sebaranya untuk pertanian berkelanjutan di Kecamatan Kalibening Kabupaten Banjarnegara. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode survei yang berpedoman psds peta dasar berdasarkan Satuan Lahan Homogen (SLH) dengan skala 1: 25.000. Peta SLH diperoleh dari hasil tumpang susun (overlay) antara peta jenis tanah dan peta kelerengan dengan skala yang sama yaitu 1 : 25.000. Variabel pengamatan yang diamati meliputi tekstur tanah (t), kelerengan (l), kedalaman efektif (k), drainase tanah (d), batuan permukaan (b), erosi (e), dan ancaman banjir/genangan air (O). Hasil penelitian menunjukan kelas kemampuan lahan yang terdapat di Kecamatan Kalibening adalah Kelas II dengan luas 2643,659 ha yang tersebar di Desa Gununglangit, Desa Sirukun, Desa Kalibening, Desa Sikumpul, Desa Sidokangen, Desa Sirukem. Kelas III dengan luas 853,548 ha yang tersebar di Desa Plorengan, Desa Kalibening, Desa Kertosari, Desa Sikumpul, Desa Sembawa, Kelas IV dengan luas 908,845 ha yang tersebar di Desa Karanganyar, Desa Majatengah, Desa Sikumpul, Desa Kalibombong, dan Kelas VI dengan luas 728,673 ha tersebar di Desa Asinan. Kelas kemampuan lahan yang sesuai untuk arahan pertanian berkelanjutan di Kecamatan Kalibening adalah kelas II, kelas III, dan kelas IV. Pada kemampuan lahan kelas VI terdapat penggunaan yang kurang sesuai dengan yaitu penggunaan tegalan seluas 316,564 hektar. | This research study about land capability class at Kalibening subdistrict, Banjarnegara Regency as the direction of sustainable agricultural. The aim of this research is to determining land capability class and its spread for sustainable agriculture in Kalibening subdistrict Banjarnegara Regency. This research had been conducted in 5 months from September 2013 untill January 2014 in Kalibening subdistric, and in Soil Science Laboratory Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman. The research methods that used is soil survey based on Homogenous Land Unit (HLU). HLU was arranged using by overlay outcome between soil class map, and map of soil slopes with same scale that is 1:25.000. The variable of observation that is observed covering soil texture (t), slope (l), effective depth (k), drainase (d), rock surface (b), erosion (e), and flooding threat (O).The result of this research showed that soil capability class in Kalibening Subdistrict is Class II with 2643,659 ha spreads in Gununglangit Village, Sirukun Village, Kalibening Village, Sikumpul Village, Sidokangen Village, Sirukem Village. Width of Class III is 908,845 ha spreads in Karanganyar Village, Majatengah Village, Sikumpul Village, Kalibombong Village, and width of Class VI is 728,673 spreads in Asinan Village. Land capability class corresponding to the direction of sustainable agriculture in Sub Kalibening is class II, class III, and class IV. Classes of land capability class IV according to the direction of sustainable agricultural land management but required more careful. Class VI land capability class is not suitable for sustainable agriculture is 316,564 ha. | |
| 6836 | 8081 | C1B008121 | PENGARUH KEPEMIMPINAN VISIONER DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN INOVASI SEBAGAI MEDIASI | Penelitian ini merupakan survei tentang Persepsi Tenaga Kerja Kependidikan Fakultas Peternakan Unsoed. Penelitian ini mengambil judul Pengaruh Kepemimpinan Visioner dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Inovasi Sebagai Mediasi. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan visioner dan Budaya Organisasi Terhadap inovasi; kepemimpinan visioner, budaya organisasi dan inovasi terhadap kinerja; pengaruh tidak langsung kepemimpinan visioner terhadap kinerja yang dimediasi oleh inovasi; pengaruh tidak langsung budaya organisasi terhadap kinerja yang dimediasi oleh inovasi. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah regresi linear , dengan menggunakan program statistik SPSS . Responden dalam penelitian ini dengan berjumlah 64 karyawan Fakultas Peternakan Unsoed. Hasilnya Menunjukkan Bahwa : Kepemimpinan Visioner dan Budaya Organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Inovasi , Kepemimpinan Visioner dan Budaya Organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja , Inovasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja , Inovasi memediasi Pengaruh Kepemimpinan Visioner terhadap kinerja, Inovasi memediasi pengaruh Budaya Organisasi adalah Kinerja. Implikasi dari temuan di atas adalah : ( 1 ) Untuk Meningkatkan kepemimpinan visioner inovasi dapat dilakukan dengan memotivasi karyawan untuk berpikir inovatif , dan Meningkatkan kualitas pribadi dari visi seorang pemimpin untuk selalu Mengembangkan visi untuk masa depan . ( 2 ) Peningkatan inovasi dapat dilakukan dengan meningkatkan Budaya Organisasi pada Inovasi , Hal-hal Yang perlu dilakukan : seperti Menerapkan inovasi dalam budaya kerja , berpikir selalu inovatif dengan inisiatif dan kreativitas dalam Meningkatkan kualitas kerja , adopsi inovasi harus dengan Standard Operating Procedure ( SOP ) . ( 3 ) Untuk Meningkatkan kinerja, pemimpin selalu diharapkan untuk mengarah pada tujuan organisasi dan selalu memotivasi karyawan untuk selalu berkomitmen dalam setiap pekerjaan. Pemimpin harus menjaga hubungan komunikasi antara pemimpin dan bawahan baik internal dan komunikasi eksternal , demi keharmonisan dalam komunikasi . ( 4 ) Budaya Organisasi berpengaruh positif terhadap kinerja . Salah satu cara untuk Meningkatkan Kinerja melalui peningkatan Budaya Organisasi adalah melaksanakan aturan ketat : tidak meninggalkan pekerjaan dan penyelesaian tugas tepat waktu sebelum waktu yang ditentukan , dan perilaku dan etika dalam pekerjaan . ( 5 ) Inovasi berpengaruh positif terhadap kinerja , inovasi dapat ditingkatkan , Memberikan pelatihan hard skill dan soft skill. Memberikan pemikiran kepada karyawan tentang inovasi dan berkomitmen untuk bekerja dengan inovasi dan siap menghadapi kemungkinan masalah dalam pelaksanaan inovasi . ( 6 ) Peningkatan Inovasi Bisa melalui pengelompokan rapat atau pertemuan rutin setiap minggu untuk Rencana Strategis ( Rencana Strategis ) Yang Akan Menjadi tujuan masa depan . ( 7 Inovasi dapat ditingkatkan melalui pemahaman dan kesadaran pada setiap jiwa karyawan untuk memahami apa yang menjadi kewajibannya untuk selalu berkomitmen dalam menjaga kualitas dan kuantitas dalam setiap pekerjaanya. kata kunci : kepemimpinan visioner , Budaya Organisasi , Inovasi , Kinerja | This study is a survey of office employees Unsoed Workforce Education Faculty of Animal Husbandry . This study takes the title of Visionary Influence Leadership and Organizational Culture on Employee Performance Through Innovation For Mediation. The purpose of this study was to determine the effect of visionary leadership and organizational culture on innovation, visionary leadership and the influence of organizational culture on performance , the effect of innovation on performance , the indirect effect of visionary leadership on performance mediated by innovation , indirect effect of organizational culture on performance mediated by innovation . The method used to analyze the data is linear regression , using SPSS statistical program . Respondents were drawn in this study were 64 respondents employees Unsoed Personnel Faculty of Animal Husbandry . The results showed that : visionary leadership and organizational culture has a positive and significant effect on innovation , visionary leadership and organizational culture has a positive and significant effect on on performance , innovation has a positive and significant effect on performance , innovation mediates the influence of visionary leadership on performance , innovation mediates the effect of organizational culture on performance The implications of the above conclusions are : (1) To improve the visionary leadership of the innovation can be done to motivate the employees to think innovatively , and meningkatkatkan personal qualities of a leader's vision to always develop a vision for the future . (2) Increased innovation can be done by improving the organizational culture on innovation , things that need to be done such as applying innovation in work culture to always think innovative with initiative and creativity in improving the quality of work , adoption of innovations must also comply with the Standard Operating Procedure ( SOP ). (3) To improve the performance , leaders are expected to always lead to organizational goals and always motivate employees to always be committed to the job . Leader while maintaining the relationship between leaders and subordinates communication both internally and externally , for the sake of harmony in communication . (4) organizational culture has a positive effect on performance . One way to improve performance through improved organizational culture is a way to implement strict rules such as always leaving work and timely completion of the work is completed before the specified time , and the behavior and ethics in work . (5) Innovation positive effect on performance , innovation can be improved , such as providing training to each employee , as an example of hard skills and soft skills seminars . Give a thought to the employees about innovation , that can increase the performance of the organization with the innovation , and is committed to working with innovation and be ready to face the possibility of problems in the implementation of innovation . ( 6 ) Innovation can be improved by means of meetings or regular meetings every week to discuss the strategic plan ( Strategic Plan ) which will be a future goal . ( 7 ) innovation can be enhanced through the understanding and awareness of every employee to understand what the soul is a duty to always committed to protecting the quality and quantity within each job . keywords : visionary leadership , Organizational Culture , Innovation , Performance | |
| 6837 | 8082 | A1G007009 | PERAN PROGRAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA HUTAN BERSAMA MASYARAKAT (PHBM) TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA PESANGGEM DI SEKITAR HUTAN BKPH MAJENANG | Perhutani merupakan salah satu BUMN yang bergerak di bidang kehutanan (khusus di Pulau Jawa), yang mempunyai peluang mengembangkan tanaman nilam dan obat-obatan yang cukup potensial. Pelaksanaan perhutanan sosial menerapkan sistem manajemen hutan dengan pola tanaman campuran antara jenis tanaman hutan dan tanaman pertanian. Salah satu program perhutanan sosial yang dilaksanakan perhutani khususnya KPH Banyumas Barat adalah Program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) dengan maksud untuk mensejahterakan masyarakat sekitar hutan dan melestarikan hutan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui profil kerjasama Perum Perhutani BKPH Majenang dengan pesanggem di dalam Pengelolaan Sumber Daya Hutan Bersama Masyarakat, mengetahui pendapatan usahatani nilam maupun kapulaga pada program PHBM, mengetahui seberapa besar kontribusi pendapatan usahatani nilam dan kapulaga terhadap pendapatan keluarga. penelitian dilakukan di LMDH Bumi Wana Makmur Desa Sadabumi, wilayah RPH Majenang, BKPH Majenang, KPH Banyumas Barat. Waktu pelaksanaan penelitian pada tanggal 1 Agustus 2011 sampai dengan tanggal 30 September 2011. Metode penelitian yang digunakan adalah sensus. Metode sensus digunakan karena responden dalam penelitian ini hanya berjumlah 28 orang. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis pendapatan, dan analisis kontribusi pendapatan. Pelaksanaan kerjasama antara Perum Perhutani BKPH majenang dengan pesanggem dalam program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) dengan menggunakan bentuk kerjasama sistem berbagi yang meliputi pemanfaatan lahan, berbagi pengelolaan sumber daya hutan dengan prinsip saling menguntungkan dan saling mendukung. pendapatan usahatani dalam program PHBM memberikan sumbangan besar terhdap pendapatan rumah tangga pesnaggem. Pendapatan pesanggem dari pekerjaan sebagai buruh dan tidak ikut serta dalam program PHBM pendapatan sebesar Rp 602.450,00 sampai dengan Rp 692.950,00. Setelah mengikuti program PHBM pendapatan petani nilam bertambah menjadi Rp 2.719.350,00 dan pendapatan petani kapulaga setelah mengikuti program PHBM sebesar Rp 1.950.375,00. Kontribusi pendapatan usahatani nilam dan kapulaga dalam program PHBM terhadap pendapatan rumah tangga pesanggem dari yaitu 74,5 persen untuk petani nilam dan 69,1 persen untuk petani kapulaga. | Perhutani is the one of companies involved in the forestry sector (especially in java), which have the opportunity to develop patchouli and drugs that potential. The implementation of social forestry implement forest management system with a mixture of plant patterns of forest plant species and agricultural crops. One of the social forestry program implemented forestry is particularly KPH West Banyumas Forest Management program (CBFM) with a view to the welfare of forest communities and forest preserve. The purpose of this study was to determine the profile of co-operation with Perum Perhutani BKPH Majenang pesanggem in Forest Resource Management Collaborative, knowing patchouli and cardamom farming income on CBFM program, find out how big the contribution of patchouli and cardamom farm income to the family income. The sutdy was conducted in the village of Prosperous LMDH Earth Sadabumi Wana, the region Majenang RPh, BKPH Majenang, KBH Banyumas West. The timing of the study was on August 1 2011 until September 30, 2011. The method used is the census. Census method is used because the respondents in this study only 28 in total. The analytical method used is descriptive analysis, analysis of revenue and earnings contribution analysis. The implementation of the cooperation between Perum Perhutani BKPH Majenang with the program pesanggem Collaborative Forest Management (CBFM) by using a form of cooperative sharing system that includes land use, forest resources management share with the principle of mutual benefit and support each other. Farm income in the CBFM program contributes greatly to household income pesanggem. Pesanggem income from a job as a laborer and did not participate in CBFM program revenues of Rp 602.450,00 to Rp 692.950,00. After following the CBFM program patchouli farmers 'income increased to Rp 2.719.350,00 and cardamom farmers' income after the CBFM program for Rp 1.950.375,00. Contribution of farm income patchouli and cardamom in CBFM program on household income is 74.5 percent pesanggem of patchouli for farmers and 69.1 percent for cardamom farmers. | |
| 6838 | 8079 | A1L009058 | PENGARUH UMUR PINDAH TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI (Oryza sativa L.) PADA BUDIDAYA AEROB DAN ANAEROB | Penelitian bertujuan untuk mempelajari penampilan karakter agronomik dan hasil padi (Oryza sativa L) pada empat umur pindah tanam, mengkaji pengaruh lingkungan budidaya aerob dan anaerob terhadap pertumbuhan dan hasil padi (Oryza sativa L) dan mengkaji pengaruh interaksi umur pindah tanam dan budidaya aerob dan anaerob terhadap pertumbuhan dan hasil padi (Oryza sativa L). Penelitian dilaksanakan di screen house dan Laboratorium Agronomi, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Karangwangkal, Purwokerto, pada bulan Mei sampai Agustus 2013. Faktor pertama yang dicoba yaitu perbedaan umur pindah tanam yang terdiri dari 4 umur pindah yaitu: 12 hari setelah semai (S1), 17 hari setelah semai (S2), 22 hari setelah semai (S3), dan 27 hari setelah semai (S4). Faktor kedua merupakan sistem budidaya, yaitu: budidaya aerob (A), dan budidaya anaerob (An). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan umur pindah tanam belum mampu mempengaruhi hasil padi, namun dapat memberikan pengaruh terhadap tinggi tanaman dan jumlah anakan produktif. Tinggi tanaman yang tertinggi dicapai oleh pindah tanam umur 27 HSS, sedangkan jumlah anakan produkif terbanyak dicapai pada pindah tanam umur 17 HSS. Kondisi budidaya aerob dan anaerob memberikan perbedaan terhadap hasil padi dan juga dapat mempengaruhi jumlah anakan total dan jumlah anakan produktif. Hasil padi pada budidaya anaerob lebih tinggi dibanding pada budidaya aerob. Respon pada tanaman menimbulkan pola yang sama, sehingga umur pindah tanam dan kondisi budidaya tidak mempengaruhi hasil padi. | Research aimed to determine the agronomic characters and yield of rice (Oryza sativa L) four different transplanting times, observe the effect of transplanting times and aerobic and anaerobic cultivation environments towards the growth and yield of rice (Oryza sativa L) and observe the interaction effect of transplanting time and aerobic and anaerobic cultivation environments towards growth and yield of rice (Oryza sativa L). Research was conducted at the screen house and Laboratory of Agronomy, Faculty of Agriculture Jenderal Soedirman University, Karangwangkal, Purwokerto, from Mei to August 2013. The first factor is transplanting time, consists of 4 time of transplanting, they are: 12 days after seedling (S1), 17 days after seedling (S2), 22 days after seedling (S3), 27 days after seedling (S4). The second factor is the cultivation system, they are: aerobic cultivation (A), and anaerobic cultivation (An). The design of experiments that used is complete randomized block design (RBD) with 3 replications. The results showed that the difference time of transplanting have not been able to influence on yield, but able to influence on plant height and number of productive tillers. Plant height at transplanting time highest at the transplanting time of 27 DAS, while the number of the most productive tillers at the transplanting time 17 DAS. Aerobic and anaerobic cultivation have been able to differences yield of rice and can also affect the total number of tillers and number of productive tillers. The yield of rice in the anaerobic cultivation higher than the aerobic cultivation. Response in plants raises is same pattern, so that transplanting time and condition cultivation not influence on yield. | |
| 6839 | 8083 | C1C008068 | PENGARUH KEPATUHAN PELAKSANAAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR DAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN SECARA EFEKTIF TERHADAP AKUNTABILITAS KEUANGAN | Penelitian berjudul Pengaruh Kepatuhan Pelaksanaan Standar Operasional Prosedur dan Sistem Pengendalian Intern secara Efektif Terhadap Akuntabilitas Keuangan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepatuhan pelaksanaan SOP dan SPI secara efektif terhadap akuntabilitas keuangan rumah sakit umum milik pemerintah di Kabupaten Banyumas. Responden meliputi staf keuangan dan unsur pimpinan rumah sakit yang berkaitan dengan akuntabilitas keuangan pada rumah sakit umum milik pemerintah di Kabupaten Banyumas. Data primer penelitian dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dengan pembahasan secara deskriptif kualitatif. Alat analisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa kepatuhan pelaksanaan SOP dan SPI secara efektif (secara simultan) berpengaruh (signifikan) terhadap akuntabilitas keuangan rumah sakit umum milik pemerintah di Kabupaten Banyumas. Secara parsial kepatuhan pelaksanaan SOP tidak berpengaruh positif signifikan terhadap akuntabilitas keuangan, sedangkan pelaksanaan SPI secara efektif berpengaruh positif signifikan terhadap akuntabilitas keuangan. | The title of this research is The Influence of Compliance of Standard Operating Procedure Implementation and The Effectiveness of Internal Control Systems Toward The Financial Accountability. The purpose of this study is to determine the effect of compliance of standard operating procedure implementation and the effectiveness of internal control systems toward the financial accountability in the state hospitals in Banyumas Regency. Respondents in this research are the financial staff and the elements of the hospital’s board which related into the financial accountability of the state hospitals in Banyumas Regency. This study use primary data through descriptive qualitative study and using the multiple regression analysis as the analysis tool. The results showed that the compliance of standard operating procedure implementation and the effectiveness of internal control systems simultaneously have significant effect on the financial accountability of the state hospitals in Banyumas Regency. The compliance of standard operating procedure implementation partially have no significant effect on the financial accountability and the effectiveness of internal control systems partially have significant effect on the financial accountability. | |
| 6840 | 8084 | E1A008141 | PUTUSAN BEBAS DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI (Tinjauan Yuridis terhadap Putusan Nomor 262/PID.B/2009/PN.Grt.) | Sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Acara, apabila pemeriksaan sidang dinyatakan selesai, tahap proses selanjutnya adalah tuntutan pidana, pembelaan, dan jawaban atas pembelaan. Ketika proses ini telah selesai, maka hakim ketua menyatakan “pemeriksaan dinyatakan ditutup”, dan, hakim melakukan musyawarah terakhir untuk menjatuhkan putusan. Bentuk Putusan yang akan dijatuhkan tergantung dari hasil musyawarah berdasarkan surat dakwaan dengan segala sesuatu yang terbukti dalam persidangan di sidang pengadilan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian yang digunakan adalah penelitian Preskriptif, Sumber Data, Data primer, sekunder dan tersier, metode analisis yang dipergunakan adalah analisis normative kualitatif dengan model interpretasi sistematik dan gramatikal. Dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan bebas dalam dakwaan Primair yang ke-empat pada perkara No.262/PID.B/2009/PN.Grt. adalah berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan, terdakwa mempergunakan dana yang dipegang/dikuasainya tersebut bukan semata-mata untuk kepentingan pribadinya, melainkan anatar lain untuk biaya pengaspalan jalan dibeberapa tempat di Cibatu dan Cisewu dalam rangka menghadapi lomba Desa tingkat Provinsi. | As per the draft Criminal Procedure , if the examination revealed the trial is completed, the next stage of the process is a criminal prosecution , the defense , and the answer to the defense . When this process has been completed , the presiding judge stated " examination declared closed " , and , for the judges to deliberate the final verdict . Decision shape to be imposed depending on the outcome of deliberation by indictment with everything that is proven in the trial in court . The method used in this study is a normative juridical approach , the specification of the research is research Prescriptive , Data Sources , Data primary, secondary and tertiary , analytical methods used are qualitative normative analysis with systematic and grammatical interpretation of the model . Basic legal reasoning of judges in decisions freely in the primary charges of the fourth on a case No.262/PID.B/2009/PN.Grt . is based on the facts revealed in the trial , the defendant using funds held / mastering is not solely for his personal gain , but rather another advance of paving costs in some places in Cibatu and Cisewu in order to deal with the race village provincial level . |