Artikelilmiahs

Menampilkan 6.761-6.780 dari 48.871 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
676110162B1J010199DAYA SERAP KARBONDIOKSIDA (CO2) HUTAN KOTA DI PURWOKERTOHutan kota adalah komunitas vegetasi yang tumbuh pada suatu lahan di wilayah perkotaan atau sekitarnya yang memungkinkan sebagai habitat kehidupan bagi tumbuhan. Hutan kota memiliki berbagai manfaat antara lain sebagai penurunan suhu, peredam kebisingan, dan menjaga kondisi lingkungan. Seiring dengan pentingnya fungsi hutan kota tersebut perlu diadakan penelitian tentang daya serap karbondioksida hutan kota di Purwokerto.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui daya serap karbondioksida di hutan kota Purwokerto dan mengetahui jenis pohon penyusun hutan kota di Purwokerto yang memiliki daya serap paling tinggi terhadap karbondioksida. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel menggunakan kuadrat. Luas kuadrat yang digunakan adalah 100 m². Parameter yang diamati adalah luas daun, jumlah daun per pohon, massa karbohidrat, dan persentase karbondioksida dalam massa karbohidrat. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif.
Nilai massa karbohidrat daun menggambarkan jumlah karbondioksida yang diserap oleh daun. Daya serap karbondioksida per pohon dipengaruhi oleh luas daun dan jumlah daun per pohon. Daya serap karbondioksida hutan kota Berkoh dan Karanglewas masing-masing adalah 174,89 ton.ha-¹.tahun-¹ dan 136,18 ton.ha-¹.tahun-¹. Jenis tumbuhan yang paling tinggi dalam menyerap karbondioksida adalah mahoni dan glodogan yakni masing-masing sebesar 117,62 g.pohon-1.jam-1 dan 232,26 g.pohon-1.jam-1. Guna meningkatkan peranan hutan kota, maka perlu dilakukan penanaman jenis tumbuhan yang mempunyai nilai daya serap tinggi terhadap CO2, sehingga hutan kota Berkoh dan Karanglewas menghasilkan daya serap CO2 yang tinggi.
City forest is a vegetation community which grows on a land in cities or surrounding areas which is also useful as life habitat for plants. City forest have various benefits, such as reducing temperature, noise dampener, and keeping environment condition. The importance of city forest’s function necessitates study about carbondioxyde absorbing potential of Purwokerto city forest. The purpose of this study was to find out Purwokerto city forest’s carbondioxyde absorbing potential and tree species composing Purwokerto city forest that had the highest carbondioxyde absorbing potential. Method used was survey method with square sampling technique. Square area used was 100 m2. Parameters observed were leaf area, total leaves per tree, carbohydrate mass, and carbondioxyde percentage in carbohydrate mass. Data analysis used was descriptive. Leaf carbohydrate mass value described total carbondioxyde absorbed by leaf. Carbondioxyde absorbing potential per tree was affected by leaf area and total leaves per tree. Carbondioxyde absorbing potential of Berkoh and Karanglewas city forest were 174,89 ton/ha-1/year-1 and 136,18 ton/ha-1/year-1, respectively. The plant species with highest carbondioxyde absorb value were mahogani and glodogan with values of 117,62 g/tree-1/hour-1 and 232,26 g/tree-1/hour-1, respectively. To further promote city forest’s roles, planting of plant species with high value of CO2 absorbing potential is necessary, so that Berkoh and Karanglewas city forest yield a high CO2 absorbing potential.
67628047A1H008052PENGARUH KEMATANGAN DAN PEREBUSAN KELAPA SAWIT TERHADAP RENDEMEN MINYAK DI PT. SWADAYA SAPTA PUTRA DESA BAJARAU KECAMATAN PARENGGEAN
KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR PROPINSI KALIMANTAN TENGAH

The maturity effect and oil palm boilling towards oil palm yield in PT. Swadaya Sapta Putra Bajarau Villages district Parenggean Eastern Kotawaringin Regency Province of Central Kalimantan
Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Swadaya Sapta Putra merupakan salah satu pabrik pengolahan kelapa sawit yang ada di Kecamatan Parenggean. Lebih tepatnya di Desa Bajarau Kecamatan Parenggean Kabupaten Kotawaringin Timur Propinsi kalimantan Tengah. Pabrik tersebut mengolah tandan buah segar (TBS) kelapa sawit menjadi Crude Palm Oil (CPO) dan inti kelapa sawit (kernel) dengan kapasitas pengolahan ± 40-50 ton/jam. Salah satu tahapan pengolahan tersebut adalah proses perebusan (sterillisasi). untuk memperoleh rendemen minyak yang maksimal perlu dilakukan proses perebusan yang tepat sesuai dengan fraksi kematangan buahnya. Lama perebusan juga akan mempengaruhi kadar kehilangan minyak selama proses perebusan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fraksi kematangan buah kelapa sawit terhadap lama perebusan (sterillisasi), pengaruh lama perebusan terhadap rendemen minyak yang diperoleh dari setiap fraksi kematangan buah, dan kadar kehilangan minyak yang ikut dengan janjang kosong dan cangkang saat perebusan. Faktor perlakuan yang digunakan adalah lama perebusan. Variabel yang diamati yaitu kadar air tandan buah rebus (TBR), kadar air sampel, rendemen minyak dari tiap-tiap fraksi kematangan buah, kadar kehilangan minyak dalam janjang kosong dan kadar kehilangan minyak dalan cangkang. Hasil penelitian menunjukkan kadar air tandan buah rebus berkisar antara 0,1150 (11,5%) – 0,1790 (17,9%), kadar air sampel antara 0,2430 (24,30%) – 0,4820 (48,20%), rendemen minyak antara 0,3310 (33,10%) – 0,5410 (54,10%), kehilangan minyak pada janjang kosong antara 0,0080 (0,8%) – 0,0910 (9,10%) dan kehilangan minyak pada cangkang antara 0,0140 (1,40%) – 0,0710 (7,10%). Palm Oil Mill (POM) PT. Swadaya Sapta Putra is one of the palm oil mills in the District Parenggean. More precisely in the village of Parenggean District Bajarau Kotawaringin Middle East of Kalimantan. The Palm Oil Mill processes Fresh Fruit Bunches (FFB) of oil palm into Crude Palm Oil (CPO) and palm kernel (kernel) with a processing capacity of ± 40-50 tons/hour. One of these processing stages is boiling process (sterilization). To obtain the maximum yield of oil boiling process needs to be carried out in accordance with the appropriate fraction of his maturity. Long boiling time will also affect the levels of oil lost during the boiling process. The purpose of this study was to determine the effect of oil palm fruit ripeness fraction of the long boiling (sterilization), the effect of long boiling the oil yield obtained from each fraction of the fruit ripeness, and the levels of oil loss that come with long and slender and the empty shell when boiling process. Treatment factor used is the time of boiling process. Variables observed that the water content of boiled fruit bunches, the water content from the sample, the yield of oil from each fraction of the fruit ripeness, the levels of oil lost in the empty slender and levels of oil loses role in the shell. The results showed bunches of boiled water content ranged between 0.1150 (11.5 %) - 0.1790 (17.9 %), the water content of the sample between 0.2430 (24.30 %) - 0.4820 (48 , 20 %), oil yield between 0.3310 (33.10 %) - 0.5410 (54.10 %), loss of oil on an empty slender between 0.0080 (0.8 %) - 0.0910 (9.10 %) and loss of oil in the shell between 0.0140 (1.40 %) - 0.0710 (7.10 %).
67638046H1L010028Sistem Pakar Identifikasi Penyakit Kulit Pada Kucing Menggunakan Metode Forward Chaining Berbasis WebSistem Pakar Identifikasi Penyakit Kulit Pada Kucing (SPIPKK) merupakan sebuah aplikasi yang mengadopsi pengetahuan pakar, dalam hal ini dokter hewan, untuk mengidentifikasi penyakit kulit pada kucing peliharaan yang banyak terjadi di wilayah tropis seperti di Indonesia. SPIPKK dibangun dengan menggunakan metode forward chaining sebagai panutan dalam merunutkan kumpulan data atau fakta yang meyakinkan menuju sebuah kesimpulan akhir. Agar tampilan sistem lebih dinamis dan mudah diakses oleh siapa saja, maka sistem ini dibuat berbasis web. Dalam membangun website SPIPKK digunakan Codeigniter sebagai framework-nya. Website SPIPKK yang dibangun ini mempunyai tiga aktor didalamnya, yaitu Admin, Member dan Pengunjung. SPIPKK diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk para pecinta kucing dalam mengidentifikasi secara dini penyakit kulit yang diderita oleh kucing.Expert System Identification of Skin Disease In Cats (SPIPKK) is an application that adopts expert knowledge, in this case is a vet, to identify skin disease in pet cats which are prevalent in tropical regions such as Indonesia. SPIPKK is constructed using forward chaining as a role model in chronicling the data set or the fact that convincing to a final conclusion. To made the system interface more dynamic and easily to access by anyone, so this system is made base on web. SPIPKK website is built using Codeigniter framework. In SPIPKK website there are three actors such as Admin, Members and Visitors. SPIPKK expected to be one of solutions for the cat lovers in early identifying skin disease suffered by cats.
676411980G1G010009AKTIVITAS EKSTRAK DAUN Echinacea purpurea TERHADAP KADAR LOW DENSITY LIPOPROTEIN (LDL) DAN PEMBENTUKAN LESI ATEROSKLEROSIS ARTERI KORONER

(Studi Eksperimental Pada Model Tikus Periodontitis)
Periodontitis merupakan inflamasi periodontal yang menimbulkan kerusakan perlekatan jaringan ikat dengan gigi, yang disebabkan oleh infeksi bakteri seperti Porphyromonas gingivalis. Pada kondisi periodontitis yang parah, bakteri periodontitis memicu inflamasi vaskular yang menyebabkan perubahan metabolisme lipid dan terbentuknya radikal bebas, yang dapat memicu peningkatan kadar LDL dan terbentuknya lesi aterosklerosis. Ekstrak daun Echinacea purpurea yang memiliki manfaat sebagai antioksidan, antiinflamasi, antibakteri, serta imunomodulator diharapkan dapat meringankan penyakit periodontitis, sehingga dapat mencegah terjadinya lesi aterosklerosis. Tujuan penelitian ini untuk menguji aktivitas ekstrak daun E. purpurea terhadap kadar LDL dan pembentukan lesi aterosklerosis arteri koroner pada model tikus periodontitis. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan rancangan pretest-posttest group design. Pada penelitian ini 27 ekor tikus Wistar betina dibagi menjadi tiga kelompok lalu diukur kadar LDLnya sebelum dibuat peridontitis, setelah dibuat periodontitis dan setelah diberi terapi. Kelompok kontrol positif dan perlakuan dibuat periodontitis dengan mengikat servikal gigi menggunakan benang silk dan menginjeksikan 0,02 ml P. gingivalis dengan kekeruhan 1 Mc Farland pada gigi insisif rahang bawah setiap 1 minggu sekali selama 6 minggu. Pada hari ke-37, kelompok perlakuan diberi ekstrak daun E. purpurea yang dibuat menggunakan metode maserasi, dengan dosis sebesar 45 mg/kg BB tikus selama 5 hari. Pada hari ke-42, tikus dinekrosis dan dibuat preparat organ jantungnya untuk dilihat ketebalan dinding arteri koronernya. Hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan uji Anova dan LSD, hasilnya menunjukkan terdapat perbedaan bermakna (p<0,05) antara kelompok kontrol negatif, kontrol positif dan perlakuan setelah dibuat periodontitis. Simpulan penelitian ini ialah kelompok kontrol memiliki kadar LDL yang lebih rendah dibanding kelompok yang dibuat periodontitis, terdapat aktivitas E. purpurea berupa penurunan kadar LDL tetapi tidak signifikan, dan kadar LDL tidak berhubungan dengan ketebalan dinding arteri koroner.Periodontitis is periodontal tissue inflammation which cause damage of connective tissue attachment to the tooth. The cause is a bacterial infection as Porphyromonas gingivalis. Under conditions of severe periodontitis, bacterial periodontitis can lead to vascular inflammation which causes changes in lipid metabolism and free radicals formation, which can increase LDL level and atherosclerosis lesion formation. Echinacea purpurea leaf extract which has its benefits as an antioxidant, anti-inflammatory, antibacterial, and immunomodulatory expected to alleviate periodontitis, which can prevent the occurrence of atherosclerotic lesions. The purpose of this study was to test the activity of the E. purpurea leaf extract to the cholesterol levels and coronary artery atherosclerosis lesion formation in mouse models of periodontitis. The type of research was an experimental laboratory with pretest-posttest group design. In this study 27 female Wistar rats were divided into three groups and measured the levels of LDL before made peridontitis, after made periodontitis and after treatment. Positive control group and the treatment made by tying cervical periodontitis teeth using silk floss and injecting 0.02 ml of P. gingivalis with 1 Mc Farland turbidity in the mandibular incisor teeth every 1 week for 6 weeks. On day 37, the treatment group were given the E. purpurea leaf extract wich made using maceration method, at a dose 45 mg/kg body weight of mice for 5 days. On day 42, the rats necrotized and then made preparations to see coronary artery wall thickness. Results of LDL cholesterol and coronary artery wall thickness was analyzed using Anova test and LSD, the results showed significant differences (p <0.05) between the negative control group, positive control and treatment after being made periodontitis. The conclusions of this study is that the control group had lower LDL levels compared to the group that made periodontitis, E. purpurea has an activity to decrease LDL level but not significant, and LDL levels are not associated with coronary artery wall thickness.
67658045A1H010052ANALISIS KADAR AIR, SIFAT FISIK, DAN KARAKTERISTIK SENSORI PADA PENGGORENGAN KACANG TANAH KULIT DENGAN MEDIA PASIRKacang tanah merupakan salah satu tanaman yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Hasil olahan kacang tanah yaitu kacang tanah goreng. Faktor yang mempengaruhi hasil penggorengan diantaranya suhu dan media penggorengan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui suhu dan jenis media penggorengan paling optimal serta pengaruhnya terhadap kualitas hasil penggorengan kacang tanah kulit, 2) Mengetahui perubahan kadar air, sifat fisik dan analisis sensori hasil pengorengan kacang tanah, dan 3) Memperoleh model matematika dari perubahan kadar airnya. Penelitian ini menggunakan Rancang Acak Kelompok (RAK) dengan 12 kombinasi perlakuan dan diulang tiga kali. Variabel yang diukur yaitu kadar air, kekerasan, densitas padat, dan karakteristik sensori. Kombinasi perlakuan hanya berpengaruh nyata terhadap kekerasan kacang tanah hasil penggorengan. Berdasarkan penelitian didapatkan kadar air, tegangan, densitas kacang tanah akhir yang dihasilkan berturut-turut yaitu antara 1,68-3,5 %(bb), 0,15-0,52 N/m2, 964-1.730,6 Kg/m3. Untuk uji sensori warna kacang tanah hasil penggorengan coklat muda, rasa enak, tekstur renyah, dan panelis suka. Dari pengukuran variabel tersebut diperoleh jenis media dan suhu penggorengan yang paling optimal yaitu pasir sungai dengan diameter 0,5-1 mm dan suhu 2200C (D2T3) dengan kadar air 2,41 %(bb), densitas padat 1.351,6 Kg/m3 dan tegangan 0,19 N/m2. Pemodelan matematika yang diperoleh untuk pasir sungai dengan diameter 1-2 mm, 0,5-1 mm, 0,25-0,5 mm, dan pasir besi diameter kurang dari 0,25 mm berturut-turut yaitu (Mѳ-Me)/(Mi-Me)=exp{-72.402,78(e^(-5.925,6/(273+Tkelvin)))Ѳ} ; (Mѳ-Me)/(Mi-Me)=exp{-1.211,97(e^((-3.862,9)/(273+Tkelvin)))Ѳ}, (Mѳ-Me)/(Mi-Me)=exp{-1,38(e^((-1.075,9)/(273+Tkelvin)) )Ѳ}; (Mѳ-Me)/(Mi-Me)=exp{-281,46(e^((-3.150,5)/(273+Tkelvin)))Ѳ} dengan tingkat eror tiap persamaan yaitu 6,35%; 16,16%; 6,49%; 11,12%.Peanuts is one of the many plants which favored by the people of Indonesia. One of the product is fried peanuts. The factors which influence of frying are temperature and types of medium. This research was aimed to Know: 1) the most optimum temperature and type of medium and influence on the quality of the frying peanut, 2) the change of moisture content, physical properties and Sensories caracteristic fried peanuts, 3) Acquire mathematical model of water content changes. This research used random Block Design with 12 treatment and three replications. The observed variables are water content, density, hardness, and Sensories characteristic. The research showed that most of the combination treatment is not effect to observed variables. Combination treatment is effect just to hardness of fried peanuts. Based on research obtained moisture content, force, density of peanuts in succession are between 1.68-3.5% (wb), 0.15-0.52 N/m2, 964-1,730.6 Kg/m3. The result of sensories test are light brown color, delicious taste, crunchy texture, and panelists like it. This research result that the most optimum temperature and type of medium are river sand with diameter of 0.5-1 mm and temperature of 2200C (D2T3) with a moisture content of 0.22% (bb), the solid density 1351.6 Kg/m3 and 0.13 voltage N/m2. Mathematical modeling for this research for Mathematicalmodeling for river sand with diameter 1-2 mm, 0.5-1 mm, 0.25-0.5 mm, and ferruginous sand with diameter of less than 0.25 mm are are (Mѳ-Me)/(Mi-Me)=exp{-72402.78(e^(-5925.6/(273+Tkelvin)) )Ѳ}; (Mѳ-Me)/(Mi-Me)=exp{-1211.97(e^((-3862.9)/(273+Tkelvin)))Ѳ}; (Mѳ-Me)/(Mi-Me)=exp{-1.38(e^((-1075.9)/(273+Tkelvin)) )Ѳ}; and (Mѳ-Me)/(Mi-Me)=exp{-281.46(e^((-3150.5)/(273+Tkelvin)))Ѳ} with error rate for each mathematical model 6,35%; 16,16%; 6,49%; 11,12%.
676611225E1A009200IMPLEMENTASI UNDANG UNDANG NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG APARATUR SIPIL NEGARA (Studi Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil yang Mencapai Batas Usia Pensiun di Badan Kepegawaian Negara Jakarta)
Undang – Undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, Undang – Undang ini membahas mengenai profesi bagi Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja yang bekerja pada instansi Pemerintah. Pegawai Negeri Sipil dalam pengelolaannya diatur dalam manajemen Aparatur Sipil Negara yaitu Sistem Manajemen Kepegawaian dimana salah satunya membahas Batas Usia Pensiun. Implementasi Undang – Undang ini adalah dengan di tetapkannya Peraturan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2014 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil yang mencapai batas usia pensiun bagi Pejabat Fungsional.
Badan Kepegawaian Negara sebagai salah satu lembaga nonkementerian yang fungsi, tugas dan wewenangnya diatur dalam Undang – Undang ASN. Berkenaan dengan berlakunya Undang – Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi perihal tindak lanjut Undang – Undang Aparatur Sipil Negara, sambil menunggu ditetapkan Peraturan Pemerintah yang mengatur tentang batas usia pensiun Pegawai Negeri Sipil, Badan Kepegawaian Negara mengeluarkan Surat Kepala BKN Nomor 30/V.7-3/99 dimana Surat tersebut dijadikan landasan operasional untuk membentuk peraturan pelaksana mengenai Batas Usia Pensiun Pegawai Negeri Sipil. Penerapan Undang – Undang Aparatur Sipil Negara setidaknya harus disertai dengan Peraturan Pelaksana yang menunjang Undang – Undang, namun Peraturan Pemerintah yang baru dihasilkan hanya tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil yang mencapai Batas Usia Pensiun bagi Jabatan Fungsional saja.
The law No. 5 year 2014 accomodate about civil state apparatus, this is examine profession of state employee and government offficial who worked in government instance. One of discussion from the management employee system examine about retiree age limitation. The implementation of this law decided by government regulation No. 21 year 2014 about discharger the civil state employee who attained retiree age limitation as fungtional official.
Badan Kepegawaian Negara as one of the institutions non-ministerial that the function, duty and authority regulated by law No. 5 year 2014 about civil state apparratus and document from making efficient use of apparatus state cabinet and bureaucracy reformation about continued of civil state apparatus law, while waiting for the settled government regulation that regulated about retiree age limitation of civil state employee, Badan Kepegawaian Negara Head of State published document No. 30 / V.7-3 / 99. That document become operational base to form implementer regulations about retiree age limitation to civil state employee. The assembling of civil state apparatus law must be with the implementer regulation which can support the laws, but the new one only about discharge the civil state employee who attained retiree age limitation for fungtional position only.
676710142F1D010019RELASI AKTOR DALAM RESOLUSI PEMBEBASAN TANAH PEMUKIMAN PENDUDUK UNTUK PROYEK PEMBANGUNAN
RUAS TOL BATANG - SEMARANG
DI KABUPATEN BATANG
Penelitian ini berjudul “ Relasi Aktor dalam Resolusi Pembebasan Tanah Pemukiman Penduduk untuk Proyek Pembangunan Ruas Tol Batang-Semarang di Kabupaten Batang”. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendiskripsikan tentang relasi aktor yang terjadi pada saat pembebasan tanah pemukiman penduduk antara panitia pembebasan tanah atau pemerintah dengan masyarakat di Desa Tegalsari, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian ini mendiskripsikan relasi aktor dalam resolusi pembebasan tanah pemukiman penduduk untuk proyek pembangunan ruas Tol Batang-Semarang di Kabupaten Batang. Adapun aktor yang dimaksud dalam penelitian ini adalah masyarakat yang tanah serta rumahnya terkena proyek pembebasan tersebut, panitia pembebasan tanah (aktor struktural). Selain mereka, ada juga aktor non struktural yaitu sekretaris desa, tokoh masyarakat, dan kepala dusun. Namun demikian, dalam proses pembebasan tanah, aktor yang mempunyai peran di dalamnya yaitu panitia tingkat desa, baik struktural maupun non struktural. Keterlibatan aktor yang terjadi pada saat itu tidak seimbang. Adanya keinginan masing-masing aktor yang berbenturan mengakibatkan konsensus atau tawar-menawar terjadi pada saat proses pembebasan. Dalam proses pembebasan, terdapat faktor-faktor pendorong dan penghambat. Pola relasi yang terjadi antara aktor baik pemerintah ataupun masyarakat yaitu relasi kerja sama antara atasan dan bawahan dalam hal pembebasan tanah. Selain itu antara aktor yang terlibat kurang koordinasi satu sama lain. Dengan demikian, proses kesepekatan yang terjadi pada saat itu tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh masyarakat. Hal ini juga disebabkan adanya kelemahan yang terdapat dalam peraturan presiden yang digunakan sebagai dasar ketentuan pembebasan pada saat itu.This study was entitled "Relationship of Actors in the Resolution of Settlement Land Acquisition for The Construction of Batang-Semarang Toll Road in Batang ". This study aimed to understand and describe actors’ relationship in the settlement land acquisition between the committee of land acquisition or government and the community in Tegalsari Village, District Kandeman, Batang.
The research used descriptive qualitative method with case study approach. Data was obtained from observation, dept interviews, and documentation studies. The result shows that actors’ relationship in settlement land acquisition resolution for the construction of Batang-Semarang Toll Road in Batang. The actor in this research was the community that their land and homes affected by the acquisition projects and land acquisition committee (structural actors). Besides that, there are also non-structural actors namely the village secretary, socialite, and village chief. However, in the process of land acquisition, structural actors who have roles on the process of land acquisition, namely village level committees, both structural and non-structural. The involvement of actors at that time was unbalanced. The desire of each actor that collided resulting in a consensus occurs during the acquisition process. In the process of land acquisition, there are driving and inhibiting factor. The pattern of relationships between actors, both government and the public are relationship of cooperation between superiors and subordinates in terms of land acquisition. In addition, there was lack of coordination among the actors. Thus, the agreement processes that occur were not as expected by the public. It is also due to weaknesses in the presidential regulation that was used as a basis for acquisition provision at that time.

67688048G1A010097HUBUNGAN POLIMORFISME GEN ACTN3 DENGAN DAYA LEDAK OTOT PADA ATLET UNIT KEGIATAN MAHASISWA (UKM) SEPAK BOLA DI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANDaya ledak otot merupakan gabungan dua unsur utama komponen biomotor yaitu kekuatan dan kecepatan yang sangat diperlukan oleh atlet sepak bola. Faktor yang mempengaruhi daya ledak otot salah satunya gen, yaitu gen ACTN3, suatu gen yang mengkode protein-α-aktinin 3 di serabut otot rangka tipe cepat. Gen ACTN3 mengalami variasi genetik dimana terjadi perubahan basa C menjadi T sehingga protein yang seharusnya arginin (R) tergantikan oleh stop codon (X) di asam amino yang menghasilkan tiga kombinasi alel R577X yaitu RR, RX, dan XX. Genotip RR mempresentasikan kekuatan dan daya otot, genotip RX mempresentasikan kekuatan dan ketahanan otot, sedangkan XX mempresentasikan ketahanan otot. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan polimorfisme gen ACTN3 dengan daya ledak otot pada atlet UKM sepak bola di Universitas Jenderal Sudirman. Penelitian ini menggunakan rancangan studi observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Metode pengumpulan subjek pada penelitian ini menggunakan non probability sampling jenis consecutive. Subjek pada penelitian ini adalah atlet yang mengikuti UKM sepak bola Universitas Jenderal Soedirman yang berjumlah 40 orang. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Jump Meter Digital, untuk mengukur daya ledak otot dan PCR-RFLP dan elektroforesis untuk melihat polimorfisme gen ACTN3 berdasarkan dari jumlah dan letak basepair tiap variasi alel. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat lalu analisis bivariat dengan uji ANOVA satu arah. Hasil yang diperoleh adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan polimorfisme gen ACTN3 dengan daya ledak otot (p = 0,134). Rerata daya ledak otot atlet UKM mahasiswa di Universitas Jenderal Soedirman adalah 60,95 ± 7,32 cm. Daya ledak otot tertinggi dimiliki oleh kelompok genotip RR dengan rerata 67,00 ± 3,26 cm. Kesimpulannya adalah tidak terdapat hubungan polimorfisme gen ACTN3 dengan daya ledak otot pada atlet unit kegiatan mahasiswa sepakbola di Universitas Jenderal Soedirman.Explosive power is the fusion of two main biomotor components namely strength and speed, much needed by soccer athletes. One of the influencing factors of explosive power is particularly ACTN3 gene, a gene encoding alpha-actinin-3 in fast-twitch skeletal muscle fibers. ACTN3 gene undergoes genetic variation where C base turns into T; consequently, protein that should be arginine (R) is replaced by stop codon (X) in amino acid, producing three R577X allele combinations namely RR, RX, and XX. RR genotype represents power and strength, RX genotype represents strength and endurance, while XX represents endurance.Objective is aim of this study was to know the association of the ACTN3 gene polymorphism with explosive power in athletes of soccer Students Activity Unit (UKM) at Jenderal Soedirman University. The methods is used of analytical Observational Study with cross sectional approach. Subject collection in this study applied consecutive non-probability sampling. The subject in this study was 40 athletes of soccer Students Activity Unit (UKM) at Jenderal Soedirman University. Scale used in this study was Jump Meter Digital to measure explosive power. PCR-RFLP and electrophoresis to observe ACTN3 gene polymorphism based on the amount and position of basepair of each allele pair. Data were subject to univariate then bivariate with one way ANOVA. The results is there was no significant association of ACTN3 gene polymorphism with explosive power (p= 0,134). The mean explosive power of soccer athlete of students activity unit, Jenderal Soedirman University was 60,95±7,32 cm. The highest explosive power belonged to those of RR genotype group scoring 67,00±3,26 cm on average. Conclusion is there no association of ACTN3 polymorphism with explosive power in soccer athletes of students activity unit (UKM) at the Jenderal Soedirman University.
67698049G1A010074PERBEDAAN DIAMETER DAN TEBAL EPITEL TUBULUS SEMINIFERUS TIKUS PUTIH JANTAN PASCA PEMBERIAN VITAMIN C, VITAMIN E, SERTA KOMBINASINYA
Studi Eksperimental Pada Model Stres Paradoxical Sleep Deprivation
Latar Belakang: Kondisi kurang tidur dapat mengakibatkan stres pada sistem reproduksi melalui aktivasi aksis Hipotalamus-Hipofisis-Adrenal dan aktivasi proses oksidatif. Vitamin C, E dan kombinasinya memiliki peran penting dalam fungsi proteksi pada kerusakan akibat kondisi kurang tidur tikus yang dimimik dengan model stres paradoxical sleep deprivation(PSD).
Tujuan: Mengetahui perbedaan diameter dan ketebalan epitel tubulus seminiferus tikus putih (Rattus norvegicus) jantan pada model stres paradoxical sleep deprivation sesudah pemberian antioksidan vitamin C, vitamin E dan kombinasi vitamin C dan E.
Metode: Metode penelitian yang dipakai adalah penelitian eksperimental post test only with control group design. Hewan coba tikus putih dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan (masing-masing 6 ekor). Kelompok kontrol (KI) yaitu kelompok yang diberi perlakuan stres PSD dengan pemberian plasebo, kelompok stres PSD dan asupan vitamin C (K II), kelompok stres PSD dan asupan vitamin E (K III), dan kelompok stres PSD dengan asupan kombinasi vitamin C dan E (K IV). Pemberian perlakuan diberikan selama 7 hari. Testis diambil kemudian dibuat preparat dengan pewarnaan hematoksilin eosin.
Hasil: Uji statistik dengan one way Analisis Varian (ANOVA) menunjukkan perbedaan signifikan (p=0,000) diameter serta tebal epitel tubulus seminiferus tikus putih jantan model stres PSD pasca pemberian vitamin C, E serta kombinasinya. Rerata diameter dan tebal epitel tertinggi didapatkan pada kelompok suplementasi vitamin kombinasi.
Kesimpulan: Terdapat perbedaan diameter dan tebal epitel tubulus seminiferus dari tikus putih (Rattus norvegicus) jantan pada model stres paradoxical sleep deprivation dengan nilai rerata yang lebih besar pada kelompok dengan pemberian antioksidan vitamin C, vitamin E dan kombinasi vitamin C dan E dibandingkan dengan kelompok kontrol.
Background: Sleep deprivation could lead stress to the reproductive system through activation of Hypothalamus-Hypophysis-Adrenal axis and oxidative process. Vitamin C, E and the combination plays important role in giving protection to the damage caused by sleep deprivation in rats imitated by paradoxical sleep deprivation (PSD) method.
Objective: This study aimed to determine the difference of seminiferous tubule diameter and epithelial heights in male rats (Rattus norvegicus) in paradoxical sleep deprivation stress model after given antioxidant vitamin C, vitamin E and combination treatment.
Method: The research method was an experimental research with post test only with control group design. Animals were divided into 4 groups (6 rats in each group). PSD was administered to control group (K1) with placebo intake, PSD with vitamin C treatment (Group II), PSD with vitamin E treatment (KIII) and PSD with vitamin C and E combination treatment (KIV). All treatment were given in 7 days. Testicular mass was weighed and then made preparations with hematoxylin eosin staining.
Result: Statistical test with one-way analysis of variants (ANOVA) showed significant differences (p=0.000) of diameter and epithelial height of seminiferous tubule after vitamin C, vitamin E and vitamin combination treatment. Highest diameter and epithelium means found in vitamin combination supplementation group.
Conclusion: There was a difference of seminiferous tubule diameter and epithelial height of male rats (Rattus norvegicus) in paradoxical sleep deprivation stress model with a longer means on vitamin C, E and combination treatment group compared to control group.
67708051A1H010043Kajian Kelayakan Pembuatan Pompa Hidram (Pompa Air Tenaga Air) Untuk Pemenuhan Pasokan Air di Desa Banteran Kecamatan SumbangDesa Banteran merupakan daerah yang memiliki topografi lebih tinggi daripada elevasi daerah sekitarnya. Elevasi tersebut membuat penduduk Desa Banteran mengalami kesulitan dalam mendapatkan air. Desa banteran memiliki sumber mata air namun letaknya lebih rendah serta jarak yang jauh dari pemukiman warga, sehingga dibutuhkan suatu teknologi untuk mengangkat air. Salah satu teknologi yang tepat adalah pompa hidram. Pompa ini bekerja tanpa menggunakan energi fosil atau bahan bakar lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kelayakan secara teknik maupun secara ekonomi. Secara teknik untuk mengetahui jumlah debit air yang dihasilkan, sehingga dapat diketahui apakah air tersebut dapat memenuhi kebutuhan warga. Sedangkan secara ekonomi mengkaji pembuatan pompa hidram layak atau tidak mengingat biaya pembangunan instalasi pompa jumlahnya tidak sedikit. Berdasarkan hasil perhitungan secara teknik diperoleh debit sebesar 0,85 lt/sec. Sehingga total air yang dihasilkan 73.440 lt/hari. Efisiensi Pompa dihitung secara D’Aubuisson dan Rankine sebesar 32,5% serta 27%. Hasil perhitungan menunjukan bahwa nilai NPV positif yaitu sebesar Rp.21.931.106,84. Nilai gross B/C yang diperoleh sebesar 1,87 dan nilai net B/C sebesar 1,98 pada saat proyek berumur 10 tahun. Break Event Point per tahun sebesar 3.003,403 m3. Nilai IRR yang diperoleh sebesar 31,21% atau lebih besar dibanding suku bunga yang digunakan dalam perhitungan yaitu 7,5%. Sedangkan Payback Period atau waktu yang diperlukan untuk mengembalikan modal usaha PDAM desa Banteran diperkirakan selama 4 tahun 8,5 bulan. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa pembangunan pompa hidram di desa Banteran layak untuk dijalankan.Banteran Village is an area that topographically higher elevation than surrounding areas.The elevation made it has difficulties in obtaining water. Banteran villages have springs but the location lower than residential areas, so it need a technology to lift water. One of the right technology is hidram pump. This pump works without use fossil energy or other fuel.Writing a scientific article aims to assess the feasibility of technically and economically .In a technique to determine amount of produced water discharge,so it can be known whether the water can suply for residents.While the economy will be assessed on the manufacture of hidram it feasible or not,considering the cost of construction of pump installation isn’t cheap. Based on the results obtained discharge calculation techniques of 0.85l / sec . So the total water produced in a day could be 73,440 l/day. Result from the calculation showed that positive NPV is equal 21.931.106,84 idr. Gross value of B/C obtained at 1.87 and the net value of B/C is 1.98 when the project 10 years latter. Break Even Point per years is 3,003.403m3. IRR values obtained for 31.21% or greater than the rate of interest used in the calculation is 7.5%. While the payback period or the time it takes to restore the village taps venture capital or Banteran estimated for 4 years and 8.5 months. From the analysis it can be concluded that the construction of the pump in the Banteran village are feasible.
67718053A1C009019ANALISIS MOTIVASI BERPRESTASI PETANI TERHADAP PENGGUNAAN PUPUK DALAM BERUSAHATANI KENTANG DI DESA KUTABAWA KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGAABSTRAK
Tingkat keberhasilan usahatani kentang diduga adanya perbedaan penerapan yang berhubungan dengan faktor internal maupun eksternal termasuk motivasi berprestasi petani. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk; (1) menganalisis tingkat motivasi berprestasi petani dalam berusahatani kentang, (2) menganalisis komponen pembentuk motivasi berprestasi, dan (3) menganalisis perbedaan penggunaan pupuk pada petani dengan tingkat motivasi berprestasi sangat kuat, kuat, lemah, dan sangat lemah. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling. Data di analisis menggunakan pengukuran likert’s summated ratings, kemudian hasil analisis tersebut di uji menggunakan analisis varian dengan uji F guna mengetahui perbedaan secara keseluruhan dari motivasi berprestasi. Hasil penelitian menunjukkan; (1) Tingkat motivasi berprestasi dari sebagian besar petani kentang di Desa Kutabawa Kecamatan Karangreja dalam kategori kuat. (2) Komponen pembentuk lemahnya tingkat motivasi berprestasi para petani kentang di Desa Kutabawa Kecamatan Karangreja adalah modal, selanjutnya tenaga kerja, benih dan pestisida merupakan komponen pembentuk kuatnya motivasi berprestasi petani. (3) Penggunaan pupuk pada petani dengan tingkat motivasi berprestasi sangat kuat samadengan dibanding petani dengan tingkat motivasi kuat dan penggunaan pupuk pada petani dengan tingkat motivasi berprestasi kuat samadengan dibanding petani dengan tingkat motivasi lemah serta penggunaan pupuk pada petani dengan tingkat motivasi berprestasi lemah samadengan dibanding petani dengan tingkat motivasi sangat lemah. Hal ini mengindikasikan bahwa tingkat motivasi berprestasi petani tidak berpengaruh positif terhadap pencapaian produksi usaha tani kentang di Desa Kutabawa Kecamatan Karangreja.

Kata kunci : Motivasi berprestasi, pupuk
ABSTRACT
The success rate of the potato farm suspected of differences relating to the implementation of internal and external factors including achievement motivation of farmers . This research was conducted with the aim to ; ( 1 ) analyze the level of achievement motivation of farmers in potato farming , ( 2 ) analyze the components forming achievement motivation , and ( 3 ) to analyze differences in the use of fertilizers to farmers with the level of achievement motivation is very strong , strong , weak , and very weak . Sampling was done by simple random sampling method . Data were analyzed using Likert 's Summated ratings measurement , then the results of the analysis tested using analysis of variance by F test to determine overall differences of achievement motivation . The results showed ; ( 1 ) The level of achievement motivation of the majority of potato farmers in the village of the District Kutabawa Karangreja strong category . ( 2 ) The components forming the weak level of achievement motivation of potato farmers in the village of the District Kutabawa Karangreja is capital, labor, seeds and pesticides are next forming part of the strength of achievement motivation of farmers . ( 3 ) The use of fertilizers to farmers at very strong levels of achievement motivation than farmers with a level equal to a strong motivation and the use of fertilizers to farmers with strong achievement motivation level equal to the level of motivation than their weak and the use of fertilizers to farmers with rate equal to achievement motivation than their weak with a very weak level of motivation . This indicates that the level of achievement motivation of farmers no positive effect on the achievement of production of potato farming in the village of the District Kutabawa Karangreja .
Keywords : Achievement motivation , fertilizerc
677210163C1C010047ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENCEGAHAN FRAUD PENGADAAN BARANG/JASA PADA RUMAH SAKIT UMUM MILIK PEMERINTAH DI WILAYAH KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengendalian internal proses pengadaan barang/jasa, profesionalisme auditor internal, kultur organisasi, dan komitmen organisasi terhadap pencegahan fraud pengadaan barang/jasa pada Rumah Sakit Umum milik Pemerintah di Wilayah Kabupaten Banyumas.
Data penelitian bersumber dari 30 orang karyawan bagian pengadaan di Rumah Sakit Umum Milik Pemerintah di Wilayah Kabupaten Banyumas. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuisioner, tinjauan pustaka,dan copy data. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa maisng-masing variable pengendalian internal proses pengadaan barang/jasa dan profeisonalisme auditor internal berpengaruh positif signifikan terhadap pencegahan fraud pengadaan barang/jasa dan variable kultur organisasi serta komitmen organisasi masing-masing berpengaruh positif signifikan terhadap hubungan pengendalian internal proses pengadaan barang/jasa dengan pencegahan fraud pengadaan barang/jasa, serta terhadap hubungan profesionalisme auditor internal terhadap pencegahan fraud pengadaan barang/jasa.
The purpose of this study was to determine the influence of the internal control in goods/services procurement process, professionalism of the internal auditor, organizational culture, and organizational commitment to fraud prevention in goods/services procurement at Government Public Hospital in Kabupaten Banyumas region.
This study used data from 30 respondents who involved in the procurement process of goods/services in the Governement Public Hospital in Kabupaten Banyumas region. Datas are obtained from questionnaire, prior research, and copy data. The data was analyze using path analysis. The result of this study show that each of the internal control in goods/services procurement process variable and the professionalism of the internal auditor variable had the positive and significant effect to fraud prevention in goods/services procurement, meanwhile each of the organizational culture and organizational commitment as intervening variable had the positive and significant effect towards the relation between the internal control in goods/services procurement process and fraud prevention in goods/services procurement, as well as towards the relation between the professionalism of the internal auditor and fraud prevention in goods/services procurement.
677311381H1F008056Geologi dan Sumberdaya Batubara Daerah Muara Inu dan Sekitarnya Kecamatan Muara Lahai Kabupaten Barito Utara Provinsi Kalimantan TengahSecara geografis lokasi penelitian berada pada koordinat X 283677° - 288677°E dan Y 9911325° – 9906325° (koordinat UTM zona 50 M) tepatnya lokasi penelitian secara administratif berada di Kecamatan Daerah Muara Inu Muara lahai Kabupaten Barito Utara. Provinsi Kalimantan Tengah dengan luas daerah penelitian ±25km². Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara pengamatan di lapangan menggunakan metode penaksiran Circular USGS dengan mengkorelasikan sebaran singkapan batubara yang ada di permukaan. Berdasarkan kenampakan dilapangan dan peta topografi, satuan geomorfologi pada daerah penelitian yaitu Satuan Perbukitan denudasional Muara Inu dan Satuan Dataran Denudasional Muara Inu. Stratigrafi daerah penelitian dari tua ke muda adalah Satuan Batupasir Perselingan Batulempung, Satuan Batulempung dan Satuan Batupasir yang berumur Miosen Tengah. Berdasarkan penaksiran sumberdaya batubara menggunakan metode circular USGS di peroleh Total sumberdaya terukur 2.071.104,27 ton, total sumberdaya tertunjuk 13.445.294,41 ton, dan total sumberdaya terkira 19.374.631,09 ton. Dan Klasifikasi kelas batubara ketiga lapisan tersebut adalah High Volatile B Bituminous CoalGeographically, the location of the research is at coordinates X 283677° - 288677° E and Y 9911325° - 9906325° (UTM coordinate 50 M zone) exact location of the research is administratively located at Muara Inu, Muara lahai Sub-District North Barito regency. Central Kalimantan Province with área of research is ±25km². The method used in this research is by observation in the field using USGS Circular valuation method by correlating the distribution of coal outcrops on the surface. Based on the appearance of the field and topographic maps, geomorphological unit in the area of research is Denudasional Unit Hills Muara Inu and Denudasional Unit Plain Muara Inu. Stratigraphy research areas from old to young is Sandstone Interlude Claystone Unit, Claystone Unit and Sandstone Unit of The Middle Miosen. Based on the assessment of the coal resources using circular USGS methods total result of scalable resource is 2,071,104.27 tons, total indicated resource is 13,445,294.41 tons, and total immeasurably resources is 19,374,631.09 ton. And the coal classification of those three layers is High Volatile B Bituminous Coal
677411220H1F010012KONDISI STRUKTUR GEOLOGI LAPISAN BERUMUR MIOSEN - PLIOSEN DAN IMPLIKASINYA PADA KETERDAPATAN PERANGKAP HIDROKARBON DI PERAIRAN TIMUR MISOOL PAPUA BARATPerairan Timur Misool merupakan daerah paparan bagian dari mikro kontinen Kepala Burung Papua. Pada daerah ini terdapat Cekungan Berau yang memiliki potensi untuk menghasilkan hidrokarbon, dan menjadi menarik bahwa cekungan ini dikelilingi oleh cekungan yang telah berproduksi (Cekungan Salawati dan Bintuni) dari tatanan tektonik dan stratigrafi Cekungan Berau memiliki kesamaan dengan cekungan-cekungan tersebut.
Berdasarkan data seismik 2D yang telah diintergrasi dengan 2 sumur kunci (Agung-1 dan CS-1X) menunjukkan lapisan berumur Miosen pada daerah ini merupakan lapisan Batugamping Formasi Kais yang merupakan reservoir utama dari Cekungan Salawati dan Bintuni. Sedangkan lapisan berumur Pliosen merupakan litologi Serpih dari Formasi Klasafet yang dapat menjadi seal pada daerah ini. Pada Kala Miosen hingga Pliosen pada daerah ini berkembang rezim kompresi yang berarah timur laut – barat daya hasil kolisi antara Busur Banda dengan paparan Misool dan menghasilkan struktur besar berupa antiklinorium yang dikenal dengan Misool–Onin-Kumawa Antiklinorium (MOKA). Sebagai struktur penyerta antiklinorium berkembang struktur sesar naik yang arahnya paralel dengan antiklinorium. Diinterpretasikan bahwa struktur ini menjadi tempat akumulasi hidrokarbon yang bermigrasi dari Cekungan Berau
Dari Peta Bawah Pemukaan Lapisan Miosen dan analisis lintasan seismik ditemukan 2 geometri yang berpotensi menjadi perangkap hidrokarbon: 1) Perangkap Struktural berupa antiklin yang terpotong dengan sesar naik dan 2) Perangkap Stratigrafi berupa build up dari Batugamping Formasi Kais.
The East Offshore Misool is shelf area part of The Micro-Continent Bird’s Head Papua. there are The Berau Basin that have a potential for produce a hydrocarbon, and It’s more intersting, that basin surrounded by two basin which is already have producing (Salawati Basin and Bintuni). By tectonic framework and stratigraphy The Berau Basin have similiarity with both basin.
Based on 2D seismic data and 2 key well (Agung-1 and CS-1X well) shows Miocene beds in this area is Limestone from Kais Formation which is also become primary reservoir in Salawati Basin and Bintuni. And Pliocene beds in this area is Shale form Klasafet Formation that can be a seal to restrain hydrocarbon migration. In Miocene – Pliocene epoch this area development by northeast – southwest compression cause colliosion Banda arc with Misool shelf and produce mega structure like anticlinorium well known as Misool–Onin-Kumawa Antiklinorium (MOKA). As minor structure for anticlinorium there are a thrust fault which have same trend with the anticlinorium. Interpretated, these structure become acumulation space of hydrocarbon which is migrated from Berau Basin.
Based on Subsurface Map of Miocene Beds and analysis of seismic line we founded 2 geometry have a potential to become hydrocarbon traps: 1) Structural Traps formed of anticline cuted by thrust fault and 2) Stratigraphy Traps as carbonate build up of Kais Limestone.
67758054F1B010064RENCANA TATA RUANG DAN WILAYAH BERBASIS MITIGASI BENCANA DI KABUPATEN CILACAPSecara geografis Kabupaten Cilacap berada pada kawasan rawan bencana sehingga diperlukan penataan ruang yang berbasis mitigasi bencana sebagai upaya meningkatkan keselamatan. Bencana tidak dapat diduga, tetapi dengan pengetahuan yang dimiliki manusia saat ini, para ahli dapat mengetahui wilayah mana saja yang berpotensi terkena atau mendapat dampak dari bencana. Wilayah-wilayah yang rentan bencana inilah yang kemudian perlu diatur penggunaannya. Di sinilah kemudian penataan ruang dapat menjalankan perannya dalam mengurangi atau mereduksi risiko bencana tersebut.
Rencana Tata Ruang dan Wilayah berbasis mitigasi bencana di Kabupaten Cilacap mengambil proses penataan ruang dan wilayah yang berbasis mitigasi bencana menggunakan proses Rencana Tata Ruang dan Wilayah yang terdapat dalam buku Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (Rustiadi: 2009) dan UU Nomor 26 Tahun 2007 yaitu : perencanaan, pemanfaatan, dan pengendalian. Setelah dilakukan pengamatan maka dapat dikatakan bahwa Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kabupaten Cilacap telah disusun dengan memasukkan aspek mitigasi bencana. Namun pelaksanaan rencana tata ruang dan wilayah di Kabupaten Cilacap yang berbasisi mitigasi bencana di Kabupaten Cilacap belum maksimal, karena kawasan lindung yang diarahkan ke mitigasi bencana masih dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya, dan struktur ruang terutama pada rencana jalur evakuasi hanya dilaksanakan di bagian Kota Cilacap. Begitu pula pengendalian Ruang dan Wilayah yang diarahkan ke mitigasi bencana di Kabupaten Cilacap dilaksanakan melalui : peraturan zonasi, hukum dan perizinan ekonomi : sistem insentif dan disinsentif, sanksi, serta partisipasi dan peran masyarakat, namun instrumen pengendalian tersebut masih belum efektif untuk mengendalikan pemanfaatan ruang agar sesuai dengan Rencana Tata Ruang dan Wilayah.
Cilacap Geographically located in disaster-prone areas so that necessary arrangement of space -based disaster mitigation as an effort to improve safety . Disasters can not be predicted , but with the knowledge that human beings today , the experts can figure out which areas are potentially affected or impacted by the disaster . Vulnerable areas of disaster is then necessary to regulate their use . Here, then, the arrangement of space to perform its role in reducing the risk of disaster.
Spatial plans based disaster mitigation in Cilacap take spatial and regional planning process and based disaster mitigation using the Spatial Plan contained in the book “Perencanaan dan Pengembangan Wilayah” (Rustiadi: 2009) and Law No. 26 of 2007 that is : planning, implementaion, and controling. After observation, it can be said that the Spatial and Regional Planning Cilacap has been prepared by incorporating aspects of disaster mitigation. The implementation of spatial and regional planning based disaster mitigation in Cilacap District is not maximized, and the controling is still not effective to control the use of space to fit the Spatial and Regional Planning.
677610167G1F008040AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN TEH HIJAU
(Camellia sinensis) TERHADAP JUMLAH SEL OTOT
JANTUNG TIKUS PUTIH YANG DIINDUKSI FeSO4
Kelebihan besi yang terdapat dalam tubuh sangat berbahaya karena dapat
menyebabkan radikal bebas yangterakumulasi dalam berbagai organ salah satunya
adalah jantung.Teh hijauyang mengandung senyawa polifenol, diketahui
mempunyai efek sebagai antioksidan yang dapat melawan radikal bebas, sehingga
dapat mengikat kelebihan besi pada organ.Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol daun teh hijau terhadap jumlahsel otot
jantung pada tikus yang diinduksi FeSO4.
Penelitian ini menggunakan hewan uji tikus putih betina galur Sprague
dawley sebanyak 24 ekor, umur 2 bulan, berat badan antara 120-180 gr yang
dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok I diberi aquabides, kelompok II diberi
FeSO4 0,5 mg/kgBBperoral, serta kelompok III dan IV diberi FeSO4 0,5 mg/kgBB
dan ekstrak etanol daun teh hijau dosis 50 dan100 mg/kg BB peroral. Perlakuan
dilakukan selama 30 hari.Selanjutnya dilakukan pemeriksaan histopatologis
dengan uji H&E dan dihitung jumlah sel otot jantungnya oleh dua pengamat.Data
perhitungan jumlah sel otot jantung diuji korelasi pearson,
kemudianreratajumlahselototjantung dianalisis menggunakan One-way
ANOVAdengantaraf kepercayaan 95%dandilanjutkaanuji LSD (Least Significant
Difference).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah sel otot jantung pada tikus
kelompok FeSO4 mengalami penurunan dibandingkan dengan kelompok kontrol
aquabides. Sedangkan pada kelompok tikus yang diberi perlakuan dengan dosis
100 mg/kgBB dan 50 mg/kgBB jumlah sel otot jantung meningkat dibandingkan
dengan kelompok FeSO4. Jadi, pemberianekstrak etanol daun teh hijau
mempunyai aktivitas terhadap peningkatan jumlahsel otot jantung pada hewan uji
tikusputihgalurSpraguedawley yang diinduksi ferosulfat (FeSO4).
Iron overload in the human body is dangerous because it brings
accumulation of free radicals in several organs including heart. Green tea with its
polyphenol contain, has known as antioxidant against free radicals through
chelating iron. The objective of this study was to analyse the effect ethanolic
extractof green tea leaves on myocitus cardiacus of rats induced by ferro sulphate
(FeSO4).
Sampel was used in research completely randomized design on 24 white
rats of female strains sprague-dawley, two months old test rats with 120-180
grams of weight were randomly divided into 4 groups. Each group represented as
a treatment with 6 replications. Group Iwas fed aquabides 1 ml/200grBB, group II
was given only ferro sulphate (FeSO4) 0,5 mg/kgBB, wheres groups III and IV are
orally given ferro sulphate (FeSO4) 0,5 mg/kgBB and green tea extract 50 and
100 mg/kgBB dosages,.The treatment is carried out for 30 days. Later,
histopathological examination will be done with H&E (Hematoksilin dan Eosin)
test was analysed qualitatively Anova one-way, than LSD (Least Significant
Difference).
The result showed that the amount of myocitus cardiacusin rats group
FeSO4 decreasing compared to the control group aquabides.While in group of
rodents which given treatment by doses 100 mg/kg BB and 50 mg/kg BB amount
myocitus cardiacusincreas compared with group FeSO4.So, ethanolic extractof
green tea leavesby increasing myocitus cardiacus in white rats
strainsSpraguedawley induced fero sulphate (FeSO4).
67777331E1A009037Penerapan Prinsip Keterbukaan Dalam Penawaran Umum Perdana Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 Tentang Pasar ModalSalah satu alternatif bagi perusahaan untuk mendapatkan tambahan modal adalah menjual sebagian dari kepemilikan saham yang ditawarkan kepada masyarakat luas. Penjualan saham oleh perusahaan yang dilakukan untuk pertama kali disebut penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO). Dalam proses penawaran umum ini, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal mewajibkan pelaksanaan prinsip keterbukaan bagi pihak-pihak yang berperan dalam penawaran umum. Pada praktiknya masih terdapat perbedaan pelaksanaan dan penerapan prinsip keterbukaan dengan yang diamanatkan oleh Undang-Undang Pasar Modal dan peraturan pelaksanaannya. Berdasarkan maka dapat dirumuskan permasalahan yang pertama, bagaimana penerapan prinsip keterbukaan menurut Undang-undang Pasar Modal dalam praktik penawaran umum?, bagaimana penerapan sanksi terhadap pelanggaran pada tahap penjatahan efek dalam penawaran umum?
Tujuan Penelitian ini yaitu : (1) untuk mengetahui penerapan prinsip keterbukaan (disclosure) dalam praktik penawaran umum. (2) untuk mengetahui penerapan sanksi terhadap pelanggaran pada tahap penjatahan efek.
Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif yaitu menitikberatkan pada data-data sekunder dan wawancara lapangan untuk mempelajari data primer, data sekunder, data tersier yang terkumpul berupa bahan-bahan hukum yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti yang selanjutnya akan dianalisis secara yuridis kualitatif.
Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) prinsip keterbukaan belum dilakukan secara menyeluruh dalam praktik penawaran umum, yang disebabkan perilaku yang tidak baik oleh perusahaan efek, juga dalam proses penjatahan efek karena faktor kepentingan serta lemahnya pengawasan Bapepam. (2) penerapan sanksi terhadap pelanggaran pada proses penjatahan efek pada prinsipnya telah diatur dalam ketentuan UUPM tetapi dalam praktiknya tidak efektif, karena hanya mengatur penerapan sanksi kepada perusahaan efek tidak memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang mendapatkan jatah efek secara tidak sah.

One of alternatives for companies to obtain additional capital is sold some of shares ownership offered to society. Stock sales by companies performed for first called initial public offering or initial public offering ( ipo ). In the process of public offering this of the act no.8 1995 on capital market obliging the implementation of the principle of openness to parties who lodges in public offering. In practice there are still differences implementation and application of the principle of openness with mandated by statute capital market and regulation the implementation. Based on then can formulated problems first, how the application of the principle of openness according to statute capital market in practice public offering? , how the sanctions imposed the violations in stage rationing an effect in public offering?

Research purposes is: ( 1 ) to know the application of the principle of openness ( disclosure ) in practice public offering. ( 2 ) to know the sanctions imposed against the violation of rationing effect on the stage. This research using the approach of juridical normative which is focused on the data secondary and interview the field to study data primary, data secondary, tertiary data collected in the form of materials laws relating to the issues to be researched the next one will be analyzed in a juridical manner qualitative.

The results of this research is as follows: ( 1 ) the principle of openness has not been conducted thoroughly in practice public offering, caused behavior that is not good, by securities companies also in the process of rationing effect because the interests and the lack of supervision bapepam-lk. ( 2 ) the application of sanctions against violations in the process of rationing effect in principle have been regulated in provisions uupm but in practice is not effective, because only set the sanctions imposed upon a company adverse effects will not give sanction to parties who get clean the effects of unlawfully.
677810164H1D008050ANALISIS IMBANGAN SEDIMEN AKIBAT PENAMBANGAN PASIR DI SUNGAI LOGAWA ( STUDI KASUS : DESA PANGEBATAN KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMAS ) Kegiatan penambangan pasir liar di Sungai Logawa sangat menghawatirkan, dimana salah satunya terdapat di Desa Pangebatan, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Penambangan pasir yang tidak terkendali dapat menyebabkan degradasi dasar sungai dan dapat mengganggu kinerja bangunan air di sekitarnya. Analisis mengenai imbangan sedimen dasar perlu dilakukan di lokasi penambangan pasir di Desa Pangebatan untuk mengetahui terjadinya angkutan sedimen.
Sedimen yang dianalisis adalah sedimen Bed Load dan analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah rumus Meyer Peter Muller. Ukuran butiran yang digunakan dalam analisis adalah D50 dan D90. Data butir sedimen dan data penampang saluran didapat dari hasil pengukuran di lokasi penambangan, sedangkan banyaknya sedimen yang ditambang didapat dari hasil wawancara dengan penambang.
Berdasarkan hasil penelitian sedimen yang ditambang sebesar 16189,4 ton / tahun. Berdasarkan analisis imbangan sedimen dengan menggunakan metode MPM, di daerah hulu terjadi angkutan sedimen sebesar 7777 ton/ tahun, di daerah tengah mendekati hulu terjadi angkutan sedimen sebesar 7425 ton / tahun, di daerah tengah mendekati hilir terjadi angkutan sedimen sebesar 4660 ton / tahun, di daerah hilir terjadi angkutan sedimen sebesar 2174 ton / tahun. Secara keseluruhan di lokasi penelitian terjadi degradasi dasar saluran sebesar 10586,4 ton / tahun. Hasil analisis tersebut menunjukan bahwa sebelum adanya aktivitas penambangan pasir, di lokasi penelitian tersebut terjadi agradasi dasar saluran, dan setelah adanya penambangan terjadi degradasi saluran
The activities of illegal sand mining in Logawa’s River is very worrying, one of the illegal sand mining is in Pangebatan, Karanglewas, Banyumas’ district. The uncotrollled sand mining can effected degradations of the riverbed and interfere the water structure around the illegal sand mining. The analysis of sediment balance on location of sand mining is needed to determine the sediment transport.
The Bed Load was analyzed by using of Meyer Peter Muller formula. The grain size used in the analysis are the D50 and D90. The sedimentation data and cross – section data is obtained from measurements of the mine site, in the other hand the sand mining was obtained from interviews with the miners.
Based on the research, the sand mining was 16189,4 tons / year. Based on the sediment balance analysis by MPM , in the upstream has 7777 tons / year of sediment transport, in the middle approaching upstream occurred 7425 tons / year of sediment transport, in the middle approaching downstream occurred 4660 tons / year of sediment transport, in the downstream occurred 2174 tons / year of sediment transport. Overall degradation occurred at basic channel was 10586,4 tons / year. The results of the analysis showed that prior to the sand mining activities, there has been agradation of the channel base in the area, and after the sand mining there has been degradation.
677910165H1D008044PENGARUH PEMBUANGAN LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU TERHADAP KUALITAS AIR PERMUKAAN
(Studi Kasus : Industri Tahu di Kelurahan Kalikabong Kabupaten Purbalingga)
Limbah cair yang dikeluarkan oleh industri tahu berpotensi menjadi masalah bagi lingkungan sekitarnya, karena pada umumnya industri tahu mengalirkan langsung air limbahnya ke selokan atau sungai sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Salah satu cara untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh pembuangan air limbah terhadap kualitas air permukaan adalah dengan parameter uji BOD5, COD dan DO.
Pemeriksaan kadar BOD5 dan COD air limbah industri tahu di Kelurahan Kalikabong Kabupaten Purbalingga dilakukan pada Laboratorium Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Purbalingga. Pemeriksaan DO air sungai di Kelurahan Kalikabong Kabupaten Purbalingga, sebelum dan sesudah bercampur dengan limbah cair industri tahu dilakukan di UPTD Laboratorium Kesehatan Kabupaten Purbalingga.
Kadar BOD5 dan COD air limbah industri tahu di Kelurahan Kalikabong Kabupaten Purbalingga adalah 2988 mg/lt dan 4572 mg/lt. Nilai ini jauh di atas baku mutu yang diperbolehkan menurut Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 5 Tahun 2012 yaitu untuk kadar BOD5 = 150 mg/lt dan COD = 275 mg/lt. Penurunan nilai DO (Dissolved Oksigen) air sungai di Kelurahan Kalikabong Kabupaten Purbalingga dari sebelum sampai sesudah air sungai bercampur dengan limbah cair industri tahu yaitu hulu = 3,99 mg/lt dan hilir = 0 mg/lt. Peneliti mencoba merancang teknologi biofilter anaerob – aerob yang efektif dalam menurunkan BOD5 dan COD pada limbah cair industri tahu di Kelurahan Kalikabong Kabupaten Purbalingga.
Liquid waste incurred by the tofu industry potentially to become a problem for the surrounding environment, because in general the industry tofu wastewater flows directly into sewers or streams that could potentially pollute the environment. One way to determine how far the influence of wastewater discharges to surface water quality is to test parameters BOD5, COD and DO.
The examine of quality BOD5 and COD water waste tofu industry in the village of Kalikabong Purbalingga is held in the Laboratory Of Living Sorrounding Corporation Purbalingga. The examine of do river water in the village of Kalikabong Purbalingga, before and after mix with liquid waste tofu industry is held in healthy laboratorium of UPTD Purbalingga.
BOD5 and COD levels of industrial waste water out in the Village of Kalikabong Purbalingga was 2988 mg / l and 4572 mg / l. This value is far above the quality standards permitted by the Central Java Provincial Regulation No. 5 of 2012 is for BOD5 levels = 150 mg / l and COD = 275 mg / l. Impairment DO (Dissolved Oxygen) in the Village of River Water Kalikabong Purbalingga from before to after the river water mixes with the liquid waste industry tofu that Hulu = 3.99 mg / l and Lower = 0 mg / l. Researchers are trying to design an anaerobic biofilter technology – aerobic effective in reducing BOD5 and COD in wastewater out in the Village of Kalikabong Purbalingga.
67807338P2CD11012ANALISIS PENGARUH NON PERFORMING FINANCING DAN FINANCING TO DEPOSIT RATIO TERHADAP VOLUME PEMBIAYAAN PADA PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA DENGAN DANA PIHAK KETIGA SEBAGAI VARIABEL MEDIASIPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh NPF ( non performing financing) dan FDR (financing to deposit ratio) terhadap volume pembiayaan bank umum syariah di Indonesia dengan dana pihak ketiga (DPK) sebagai variabel mediasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bank umum syariah di Indonesia yang terdaftar di Bank Indonesia. Penentuan sampel yang digunakan dengan menggunakan purposive sampling, sehingga diperoleh 3 bank umum syariah yang dianalisis dengan analisis regresi berganda dengan metode kausal step berganda.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa NPF berpengaruh positif terhadap volume pembiayaan pada bank umum syariah di Indonesia. FDR (financing to deposit ratio) tidak berpengaruh terhadap volume pembiayaan pada bank umum syariah di Indonesia. NPF (non performing financing) berpengaruh positif terhadap DPK (dana pihak ketiga). FDR (financing to deposit ratio) tidak berpengaruh terhadap DPK (dana pihak ketiga). DPK (dana pihak ketiga) berpengaruh positif terhadap volume pembiayaan pada bank umum syariah di Indonesia. DPK memediasi sempurna pengaruh NPF (non performing financing) terhadap volume pembiayaan bank umum syariah di Indonesia.
This study aims to analyze the effect of the NPF ( non performing financing) and FDR (financing to deposit ratio) to the volume of financing of Islamic Banks in Indonesia with third-party funds as a mediating variable. The population in this study are all Islamic banks in Indonesia who registered at Bank Indonesia. Determination of the sample used by using purposive sampling, then obtain three Islamic banks were analyzed by mediation regression analysis which use multiple causal step method.
The results of this study indicate that the NPF has positive significant to the volume of financing of Islamic banks in Indonesia, FDR has no significant to the volume of financing of Islamic banks in Indonesia, NPF has positive significant to the third-party funds, FDR has no significant to the third-party funds, the third-party funds has positive significant to the volume of financing of Islamic banks in Indonesia, the third-party funds has significant effect in mediating NPF to the volume of financing of Islamic banks in Indonesia.