Artikelilmiahs

Menampilkan 6.721-6.740 dari 48.870 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
67218025A1L009165KARAKTER FISIOLOGI DAN HASIL VARIETAS PADI GOGO
(Oryza sativa) POTENSI TOLERAN KEKERINGAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter fisiologi dan hasil varietas padi gogo potensi toleran kekeringan yang ditanam di lahan tadah hujan. Faktor yang dicoba menggunakan 11 varietas padi, dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) tiga kali ulangan. Penelitian dilakukan di Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas dari Juni 2013 sampai Desember 2013. Variabel yang diamati terdiri atas karakter fisiologi meliputi kadar prolin daun, kadar klorofil daun, laju asimilasi bersih (LAB), laju pertumbuhan tanaman (LPT), laju pertumbuhan relatif (LPR), dan komponen hasil meliputi jumlah malai, panjang malai, jumlah biji per malai, bobot 1000 biji, bobot biji per rumpun, dan bobot biji per petak. Karakter fisiologi yang optimum ditunjukkan oleh varietas Sunggal dengan laju pertumbuhan tanaman minggu ke-3 (0,048 g/minggu), minggu ke-6 (0,424 g/minggu), minggu ke-9 (8,094 g/minggu), laju pertumbuhan relatif minggu ke-9 (0,96 g/minggu), kadar klorofil daun (44,20 unit), kadar prolin daun (81,17 µg.g-1) dan varietas Danau Tempe dengan laju pertumbuhan tanaman minggu ke-3 (0,037 g/minggu), minggu ke-6 (0,398 g/minggu), minggu ke-9 (5,661 g/minggu), laju pertumbuhan relatif minggu ke-9 (0,87 g/minggu), kadar klorofil daun (42,17 unit) kadar prolin daun (140,07 µg.g-1). Namun demikian, kedua varietas tersebut menunjukkan hasil rendah yaitu (0,74 t/ha) dan (1,46 t/ha).Objective of this study was to know physiology character and yield of upland rice variety drought tolerant potential which planted in rainfed area. Randomized Complete Block Design (RCBD) with 11 rice varieties by three replications were tested. The research was conducted in Banjarsari Wetan village, Sumbang district, Banyumas regency on June 2013 until December 2013. Observed variables consist of the physiology character viz. leaf proline content, leaf chlorophyll content, net assimilation rate, crop growth rate, relative growth rate, and yield components viz. panicle number, panicle length, number of grain per panicle, 1000 grain weight, grain weight per hill, and grain weight per area. The result showed optimum physiology characters were shown by Sunggal variety with the crop growth rates in 3, 6, 9 weeks of (0,048 g/week), (0,424 g/week), (8,094 g/week), respectively, relative growth rate in ninth week (0,96 g/week), leaf chlorophyll content (44,20 unit), leaf proline content (81,17 µg.g-1) and Danau Tempe variety with the crop growth rate in third week (0,037 g/week), sixth week (0,398 g/week), ninth week (5,661 g/week), relative growth rate in ninth week (0,87 g/week), leaf chlorophyll content (42,17 unit), leaf proline content (140,07 µg.g-1). However both varieties gained low yield of (0,74 t/ha) and (1,46 t/ha).
672219809F1B012063IMPLEMENTASI STRATEGI DINAS PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN KABUPATEN BANYUMAS DALAM MENGEMBANGKAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAHIMPLEMENTASI STRATEGI DINAS PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN KABUPATEN BANYUMAS DALAM MENGEMBANGKAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH

Oleh :

Abid Setiawan, Simin, dan Denok Kurniasih Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Jenderal Soedirman. Jl. Prof. Dr. H. Boenyamin 993 Purwokerto

Utara


ABSTRAK

Penelitian ini berjudul “Implementasi Strategi Dinas Perindustrian Perdagangan dalam mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah”.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi strategi Dinas Perindustrian, Perdagangan dalam pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah di Kabupaten Banyumas.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Merupakan metode untuk meyelidiki objek yang tidak dapat dikur dengan angka-angka ataupun ukuran lain yang bersifat eksak. Moleong, Lexy J (2005 : 20) menyebutkan bahwa metode kualitatif deskriptif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deksriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dan perilaku yang diamati selanjutnya diinterpretasikan oleh peneliti.
Implikasi dari penelitian ini yaitu Dinas Perindustrian Perdagangan perlu menambah sumber daya manusia dalam pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah khususnya di bidang Industri, Pengembangan Dinas Perindustrian Perdagangan diperlukan adanya anggaran yang mendukung guna untuk mengembangkan saran prasarana, fasillitas bidang industri pengelolaan tepung tapioka, Kelompok-Kelompok kecil perlu meningkatkan pengembangan dalam bidang manajemen khususnya bidang industri pengelolaan tepung tapioka khususnya dalam menghadapi pasar bebas, Peningkatan produksi harus ditingkatkan agar pasar dapat berjalan dengan baik guna untuk menghadapi permintaan dan penawaran.
Kata kunci: Manajemen Strategis, Implementasi Strategis
ABSTRACT

This research entiltled the “Strategy Implementation Small Micro and Medium Enterprises”.
The Purpose of this study is to analyze the Implementation of Trade Industry Small Micro and Medium Enterprises in Banyumas District.
This Research use descriptive qualitative. Which is method to investigate that can not be measure by number or size like exact. Moleong, Lexy J (2005 : 20) mention deksriptif qualitative method is produce research qualitative like another word to write or listen and behavior observed interpreted by research.
The Implication of this research is the trade Industry Agency need to increase human resources in the Development Small Micro and Medium Enterprises especially in the field of industry, the Development Trade Industry Agency required a budget that support to develop infrastructure facilities, tapioca flour for management industry, small group need to increase development in the field of speciality management of tapioca starch industry especially to face free market, production must to be improve so that market can run well in order to face demand and supply.
Keyword: Strategic Management, Strategic Implementation
672310933F1D010042POLITIK IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH (STUDI KASUS PADA PENGELOLAAN BANK SAMPAH DI KOTA BEKASI)Abstrak
Penelitian ini berjudul “Politik Implementasi Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Sampah (Studi Kasus pada Pengelolaan Bank Sampah di Kota Bekasi)”, bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan siapa saja aktor-aktor yang berperan dan memiliki peranan lebih dominan dalam implementasi pengelolaan sampah melalui Bank Sampah, serta menjelaskan mengenai faktor pendukung dan penghambat implementasi pengelolaan Bank Sampah di Kota Bekasi.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan metode analisis model interaktif Miles dan Huberman. Teknik triangulasi data digunakan dalam penelitian ini untuk menjamin validitas data. Hasil penelitian ini menjelaskan aktor-aktor yang terlibat dalam implementasi pengelolaan Bank Sampah Kota Bekasi mencakup pihak pemerintah dan masyarakat. Pemerintah dan DPRD Kota Bekasi pada awalnya membentuk Perda Nomor 15 Tahun 2011 tentang pengelolaan sampah. Menindaklanjuti Perda tersebut, Juni 2013 Walikota Bekasi membuat regulasi berupa Surat Keputusan tentang penetapan Bank Sampah. Rencana awal pemerintah membangun 120 Bank Sampah dan yang baru terealisasi sampai saat ini baru 102. Implementasi pengelolaan Bank Sampah belum mencapai target dan belum berjalan dengan baik, hal ini disebabkan karena fasilitas yang kurang memadai, dan kurangnya sinergi antar aktor yang terlibat. Aktor-aktor tersebut diantaranya pihak pemerintah yang bergerak langsung dalam pengelolaan Bank Sampah diantaranya, BPLH (Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup) dan Dinas Kebersihan yang berkewajiban memfasilitasi dan melakukan sosialisasi untuk mengembangkan pengelolaan Bank Sampah, dan aktor yang dominan di sini adalah Dinas Kebersihan. Masyarakat yang terlibat diantaranya, FK-BSKB (Forum Komunikasi Bank Sampah Kota Bekasi), pengelola Bank Sampah, dan nasabah Bank Sampah. FK-BSKB memiliki tugas sebagai jembatan antara pemerintah dan pengelola, sedangkan pengelola Bank Sampah sebagai pelaksana dari Bank Sampah, dan nasabah merupakan partisipan yang mendukung berkembangnya Bank Sampah. Faktor pendukung implementasi pengelolaan Bank Sampah di Kota Bekasi yakni, adanya sosialisasi dan pembinaan, penyediaan sarana dan prasarana, serta adanya masyarakat yang peduli terhadap lingkungan. Faktor penghambatnya yaitu masih kurangnya sosialisasi sehingga pemahaman masyarakat tentang Bank Sampah masih minim, masih kurangnya sarana dan prasarana sehingga kerja Bank Sampah belum dapat maksimal seperti; kurangnya lahan atau tempat untuk mengelola sampah, fasilitas pengelola Bank Sampah yang masih kurang, penjualan produk Bank Sampah yang sulit, dan belum adanya bantuan dana operasional untuk Bank Sampah.

Kata kunci: politik implementasi, peraturan daerah, aktor dan peran, pengelolaan sampah, Bank Sampah.
Abstract
The title of this research is “Political implementation of local regulations number 15 in 2011 about waste management (Case study is on the management of trash bank in Bekasi City)”, aims to understand and describe whoever involves and have the role of actors who participates and more dominant in the implementation of trash bank management, as well as describing on factors both supporters and an impediment to the implementation of the trash bank management in the City of Bekasi.The method was used in this research was the method of qualitative descriptive with the approach of case study. The data were obtained from the method of observation, interview, and study dokumentation. The data was analyzed using the method of analysis interactive model of Miles and Huberman. The triangulation data technique used in this research to ensure the validity of the data.The result of this research explains that the actors involved in the implementation of the trash bank management of Bekasi City includes parties government and society. At first, the government and DPRD of Bekasi City formed the regulation No. 15/2011 about waste management. Following this regulation, June 2013 the mayor of bekasi created the regulations in the form of a decree on the provision of trash bank. Initial plan of the government to build 120 new trash bank and just 102 that have been realized. The implementation of the trash bank management has not been reached yet from the target and have not ran well, this is caused of the incompleted facilities, and a lack of synergy among actors who are involved. The actors of them, the government that involves in trash bank management are, Environmental management agency (BPLH), and sanitary agency that has the obligation to facilitate and socialize to develop the management of trash bank, and an actor who is the most dominant here is sanitary agency. The people involves are, FK-BSKB (the communication forum trash bank the City of Bekasi) and implementer trash bank. FK-BSKB has a duty as a bridge between government and implementer, while trash bank impelementer as the manager of trash bank. The supporter factors of trash bank management implementation are in bekasi city namely, the socialization and guidance, provision of facilities and infrastructures, and the existence of people who care about the environment. Inhibiting factor is lack of socialization that made community understanding about trash bank still minimal, lack of facilities and infrastructure so that work trash bank could not be a maximum such as; lack of land or place to manage waste, lack of trash bank management facilities, sale of products trash bank that is difficult, and there is no assistance operational funds for trash bank.

Keywords: political implementation, regional regulation, actor and role, waste management, trash bank.
672411216B1J010148KARAKTER PATOGENITAS Fusarium spp. DARI RIZOSFER TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annuum) DI DESA GANDATAPA KECAMATAN SUMBANG
KABUPATEN BANYUMAS

RINGKASAN

Budidaya tanaman cabai merah (Capsicum annuum) di Desa Gandatapa menghadapi ancaman penyakit yang disebabkan oleh patogen Fusarium spp. Terdapat dari Fusarium spp. yang mampu menekan patogen dan dapat memacu pertumbuhan inangnya. Fusarium spp. ini digolongkan dalam Fusarium spp. Non-patogenik.
Informasi yang tepat mengenai Fusarium spp. dibutuhkan untuk memecahkan permasalahan yang ada. Perlu adanya penelitian untuk mengetahui informasi yang tepat mengenai jenis-jenis dan karakter dari Fusarium sp. baik yang bersifat patogenik maupun yang non-patogenik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Fusarium spp. yang terdapat pada rizosfer tanaman cabai merah di Desa Gandatapa Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas dan mengetahui karakter patogenitas dari Fusarium spp. yang ditemukan.
Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Sampel tanah sebanyak 30 yang didapat dari 3 lahan berbeda kemudian dilakukan isolasi dengan cara pengenceran berseri hingga 10-5. Medium yang digunakan adalah Potato Dextrose Agar (PDA). Isolat yang didapat kemudian diidentifikasi berdasarkan karakter makroskopis dan mikroskopisnya. Isolat kemudian diinokulasi pada tanaman cabai merah. Pengamatan respon tanaman cabai merah dilakukan selama 30 hari setelah diinokulasi untuk mengetahui karakter isolat Fusarium spp. yang diinokulasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif.
Hasil isolasi dan identifikasi diperoleh 8 isolat Fusarium spp. Hasil pengujian terhadap 8 tanaman cabai merah yang diinokulasi Fusarium spp. menunjukkan 7 tanaman pertumbuhannya terhambat (pertumbuhan tinggi tanaman lebih rendah dari tanaman kontrol). Terdapat 1 tanaman yang pertumbuhannya lebih baik dari tanaman kontrol.





SUMMARY

Red chili cultivation (Capsicum annuum) in Gandatapa Village against disease threat which caused by pathogen Fusarium spp. There were Fusarium spp. which able to suppress pathogen and to able growth promoting of their host. These Fusarium spp. were classified into nonpathogenic Fusarium spp.
Precise information of Fusarium spp. need to solve the problem. The research was required to know precise information of type and character of Fusarium sp. were needed both pathogenic and nonpathogenic. This research aimed to know Fusarium spp. which found on red chili plant rizosfer in Gandatapa Village Subdistrict Sumbang Regency Banyumas and to know the pathogenicity character from Fusarium spp. which was founded.
This research was designed use the survey method with the technique of take in sample by simple random sampling. Sample of 30 soils were collected from 3 differ planted field, fungal isolation was carried out using serial dilution method up to 10-5. Medium was used Potato Dextrose Agar (PDA). Fungal isolated were obtained and identified using macroscopic and microscopic characters. Fungal isolates were through inoculation to red chili plant. Response of red chile plant were observed for 30 days after the inoculation to knows the character of Fusarium spp. Data from the observation were presented in descriptive form.
The result of isolation and identification found out of 8 isolates Fusarium spp. The result of 8 plants which inoculated by Fusarium spp. showed that growth of 7 plants were suppressed (growth of plant was lower than plant control). There was 1 plant which growing better than plant control.




672511336E1A111078PENYELESAIAN SENGKETA PERDATA MELALUI MEKANISME MEDIASI DI KOMISI NASIONAL HAK ASASI MANUSIA (Studi Terhadap Penerapan Pasal 76 Ayat (1) Junto Pasal 89 Ayat (4) Junto Pasal 96 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia)ABSTRAK
Sengketa perdata dapat diselesaikan melalui pengadilan (litigasi) dan diluar pengadilan (non litigasi) seperti arbitrase, negoisasi, mediasi, konsiliasi dan penilaian ahli yang dalam hukum acara disebut dengan Alternatif Penyelesaian Sengketa (APS). Mediasi merupakan salah satu alternatif penyelesaian sengketa yang dianggap cukup efektif karena penyelesaiannya mengedepankan dua pihak dan bersifat win-win solution. Komisi Nasional Hak Asasi Mausia (Komnas HAM) memiliki fungsi mediasi sebagaimana diatur dalam Pasal 76 ayat (1), Pasal 89 ayat (4), dan Pasal 96 Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, selanjutnya disebut dengan Undang-undang HAM.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Pasal 76 ayat (1), Pasal 89 ayat (4), dan Pasal 96 Undang-undang HAM dalam penyelesaian sengketa perdata melalui mekanisme mediasi di Komnas HAM, serta mengetahui akibat hukum dari penyelesaian sengketa melalui mediasi Komnas HAM. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif melalui pendekatan perundang-undangan dan pendekatan analitis dengan menganalisis data sekunder yang diperoleh dari inventarisasi bahan hukum primer, sekunder dan tersier, serta data primer yang diperoleh melalui wawancara langsung dengan narasumber.
Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa penerapan Pasal 76 ayat (1), Pasal 89 ayat (4), dan Pasal 96 Undang-undang HAM dalam penyelesaian sengketa perdata melalui mekanisme mediasi di Komnas HAM telah dilaksanakan oleh komisioner selaku mediator dan stafnya sebagai ko-mediator melaui Subkomisi Mediasi Komnas HAM. Sengketa yang paling banyak dimediasi adalah sengketa perdata yang memiliki karakteristik sengketa vertikal yaitu sengketa yang terjadi antara warga negara dengan negara atau perusahaan. Namun dalam penerapannya terdapat pula sengketa diluar perdata yang dimediasi oleh Subkomisi Mediasi. Proses mediasi Komnas HAM dalam pelaksanaannya berbeda dengan mediasi di pengadilan karena pada tahap pra mediasi dan pasca mediasi HAM, mediator bersifat lebih aktif. Akibat hukum dari penyelesaian sengketa melalui mediasi di Komnas HAM yaitu, apabila mediasi menghasilkan kesepakatan, kesepakatan mediasi dituangkan dalam bentuk tertulis sesuai ketentuan Pasal 1851 KUHPerdata, mengikat secara hukum dan berlaku sebagai alat bukti yang sah serta memiliki kekuatan eksekutorial. Apabila mediasi tidak menghasilkan kesepakatan, mediator akan memberikan rekomendasi serta saran penyelesaian sengketa.
ABSTRACT

Civil dispute can be resolved through the courts (litigation) and out of court (non litigation) such as arbitration, negotiation, mediation, conciliation and expert assessment in the procedural law called Alternative Dispute Resolution (ADR). Mediation is an alternative dispute resolution is considered quite effective because the solution put forward two sides and win-win solution. Human Rights Commission has the function of mediation as provided for in Article 76 paragraph (1), Article 89 paragraph (4), and Article 96 of Law No. 39 of 1999 on Human Rights.
This study aims to determine the application of Article 76 paragraph (1), Article 89 paragraph (4), and Article 96 of the Law of Human Rights in the resolution of civil disputes through mediation mechanism in the Commission, and to know the legal consequences of dispute settlement through mediation commission. This research uses normative juridical approach legislation and analytical approach to analyzing secondary data obtained from the inventory of primary legal materials, secondary and tertiary, as well as primary data obtained through direct interviews with sources.
The results of this research shows that the application of Article 76 paragraph (1), Article 89 paragraph (4), and Article 96 of the Law of Human Rights in the resolution of civil disputes through mediation mechanism at the National Human Rights Commission had been implemented by the commissioner as mediator and his staff as co-mediator through Subcommittees Mediation Commission. Most disputes are mediated civil disputes which have characteristics of vertical dispute is a dispute between citizens and the state or companies. However, in practice there are also disputes outside the civil mediated by the Subcommittee Mediation. The proccess mediation of The National Human Rights Commissionis is a different implementation with mediation in the courts as in the pre and post-mediation mediation of human rights, are more active mediator. The legal consequences of the mediation process in the Commission, namely, if the mediation results in an agreement, the mediation agreement set forth in writing pursuant to Article 1851 of the Civil Code, legally binding and applicable as valid evidence and has the power executorial. If mediation does not produce an agreement, the mediator will provide recommendations and suggestions of dispute resolution.
67268026A1L009167PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS BAWANG MERAH
PADA BERBAGAI TEKNIK IRIGASI DAN JENIS MULSA
DI LAHAN PASIR PANTAI
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menentukan teknik pengairan yang baik bagi pertumbuhan dan produktivitas bawang merah, 2) menentukan jenis mulsa yang dapat memberikan pertumbuhan optimal bagi bawang merah, 3) menentukan kombinasi teknik pengairan, dan jenis mulsa terbaik bagi pertumbuhan bawang merah. Penelitian dilaksanakan di lahan pasir pantai Jetis, Desa Banjarsari, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap serta di Laboratorium Agronomi Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian dilaksanakan dari bulan Agustus sampai Oktober 2013. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan tiga teknik irigasi (curah, tetes, sprinkle), dan tiga jenis mulsa (tanpa mulsa, mulsa jerami, dan mulsa plastik hitam perak), dan tiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Hasil pengamatan dianalisis dengan analisis ragam (uji F) dan jika terdapat pengaruh yang berbeda nyata maka dilanjutkan dengan Uji Rentang Ganda Duncan dengan p = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik irigasi hanya memberikan pengaruh pada variabel hasil kering umbi (t/ha), pemakaian mulsa memberikan pengaruh pada variabel tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah umbi, hasil segar dan kering umbi, tetapi kombinasi teknik irigasi dan jenis mulsa hanya berpengaruh terhadap variabel jumlah daun dan luas daun. Teknik irigasi yang memberikan hasil kering umbi terbaik yaitu irigasi tetes, jenis mulsa yang memberikan hasil terbaik adalah mulsa jerami, dan kombinasi yang memberikan hasil yang paling baik adalah irigasi tetes dan mulsa jerami.This study aims to: 1 ) determine the irrigation technique is good for the growth and productivity of onion, 2 ) determine the type of mulch that can provide optimal growth for red onion, 3 ) determine the combination of irrigation techniques, and the best type of mulch for growing onions. The study was conducted on land held Jetis sand, Banjarsari Village, Nusawungu District, Cilacap regency, and in the Laboratory of Agronomy Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The experiment was conducted from August to October 2013. This study used a randomized block design Complete (RAKL) with three treatment irrigation techniques (bulk, drip, sprinkle), and three types of mulch (no mulch, straw mulch, and plastic mulch), and each treatment was repeated three times. Results were analyzed by analysis of variance (F test) and if there is a significantly different effect then followed by Duncan's Multiple Range Test at p = 0.05. The results showed that irrigation techniques only provide variable effect on tuber dry results (t / ha), the use of mulch to give effect to variable plant height, leaf number, leaf area, number of tubers, fresh and dried tubers results, but the combination of irrigation techniques and types mulch affects only the variable number of leaves and leaf area. Irrigation techniques which give the best results, namely dry bulb drip irrigation, mulching type which gives the best results is the straw mulch, and the combination that gives the best result is drip irrigation and straw mulch.
67278029A1L008048PENGARUH PUPUK BOKASHI BERBASIS Azolla microphylla DAN Lemna polyrhiza TERHADAP SERAPAN UNSUR P DAN SIFAT MENAHAN AIR TANAH INSEPTISOL SERTA PRODUKSI TANAMAN PAKCHOY (Brassica chinensis L.)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk bokashi berbasis biomassa Azolla miicrophylla dan Lemna polyrhiza terhadap : (i) serapan P pada tanaman pakchoy, (ii) nilai konsistensi dan kemampuan menahan air tanah Inseptisols, dan (iii) pertumbuhan dan produksi tanaman pakchoy. Penelitian dilaksanakan dalam rumah plastik di Desa Karangwangkal Kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas (+ 100 m dpl), mulai bulan 2012 sampai Maret 2013. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan 5 perlakuan. Setiap perlakuan diulang 3 kali dan terdiri dari empat pot tanaman, sehingga total terdapat 60 pot percobaan. Perlakuan adalah : PF0 = kontrol; PF1 = 60% bokashi Azolla : 40% kotoran sapi dibuat bokashi ; PF2 = 60% bokashi Lemna : 40% kotoran sapi dibuat bokashi ; PF3 = kompos kotoran sapi ; dan PF4 = Urea 1,12 g/tanaman + SP-36 1,87 g/tanaman + KCl 0,67 g/tanaman. Hasil penelitian menunjukan pemberian pupuk bokashi meningkatkan serapan P tanaman. Bokashi juga meningkatkan kemampuan menahan air tanah Inseptisols yaitu kadar air maksimum. Bokashi mampu meningkatkan bahan organik tanah sehingga meningkatkan daya pegang air tanah sehingga kemampuan tanah menahan air meningkat. Pemberian pupuk bokashi meningkatkan terhadap jumlah daun, luas daun, dan bobot basah tanaman. The research aimed was to know the effect of organic fertilizer (bokashi) (Azolla microphylla (Am) and Lemna polyrhiza (Lp) based biomass) to : (i) the pakchoy P-absorption, (ii) the value of soil consistency and water holding capacity, and (iii) the growth and production of pakchoy. The research was done as the pots experimental under plastic house in field experiment Faculty of Agriculture UNSOED, Karang wangkal,Purwokerto, ± 105 m asl ; from September of 2012 until March of 2013. The experiment was done by Randomized Complete Block Design with five treatment and was replicated by 4 times though resulted 60 experiment pots. The treatment were of : PF0 = Control (no fabricants fertilizer), PF1 = 60 % of the Am-bokashi + 40 % cow dung bokashi, PF2 = 60 % of the Lp-bokashi + 40 % cow dung bokashi, PF3 = 100 % cow dung bokashi, and PF4 = 1.12 g Urea/crop + 1.87 g SP-36/crop + 0.67 g KCl/crop. The results were that Am and Lp-biomass base bokashi siginficantly incerased: (i) P-absortion, (ii) the soils water holding capacity by 3,88 % and 4,4 % compone to soil’s with fabricant fertilizer, and (iii) the number of leaves,leaf area, fresh weight crops.
67288027A1H010006ANALISIS MUTU KERUPUK KETUMBAR GORENG PASIR DAN STUDI KELAYAKAN PEMANFAATAN ALAT PENGGORENG TIPE SILINDER D56 DENGAN PASIRKerupuk merupakan salah satu makanan ringan yang banyak diburu oleh konsumen. Peluang usaha inilah yang kemudian mulai dilirik oleh pengusaha kerupuk untuk bisa mendatangkan untung dan menjadi alternatif peluang usaha yang cukup menjanjikan. Peluang usaha yang cukup menjanjikan tersebut ternyata memiliki permasalahan yang diakibatkan oleh penggunaan minyak goreng. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan melakukan penggorengan menggunakan alat penggoreng tipe silinder D56 dengan pasir. Sejauh ini belum banyak informasi dan penelitian mengenai penggorengan dengan pasir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mutu, penerimaan kerupuk ketumbar goreng pasir, dan analisis studi kelayakan dari penggunaan alat silinder Tipe D56 dengan pasir.
Nilai kadar air rata-rata kerupuk ketumbar matang goreng pasir adalah 5,3%bk. Nilai kerenyahan rata-rata kerupuk ketumbar matang goreng pasir adalah 0,13 N/mm2. Volume pengembangan rata-rata kerupuk ketumbar goreng pasir adalah 348,1%. Dari hasil pengujian organoleptik didapatkan hasil bahwa kerupuk ketumbar yang digoreng menggunakan pasir memiliki tekstur yang mudah patah, sangat renyah, dan sangat disukai oleh panelis. Menggoreng kerupuk ketumbar dengan alat penggoreng tipe silinder D56 merupakan alternatif usaha baru yang belum memiliki pesaing sehingga dapat menciptakan peluang pasar baru, yang akan menaikkan nilai ekonomis dari kerupuk ketumbar, dapat memperluas rantai pemasaran, kapasitas produksi akan semakin meningkat, waktu pemasakan lebih singkat, media penggorengan murah dan mudah didapat, serta nilai NPV dengan penggorengan pasir sebesar Rp. 1.183.127.142,00 dan nilai IRR penggorengan pasir adalah 18,6%.
Crisply is one of snack that is much sought Rafter by consumers. It can be good oppurtunity and alternative business for entrepreneur. But it has problem by using cooking oil. The problem can be solved by using frier type cylinder D56 with sand. So far the theory of frying with sand was long neglected and poorly understood. The purposes of this Research are to know quality, acceptance of coriander crisply, and feasibility study by using frier type cylinder D56 with sand.
From result of research that the average of water content of coriander crisply was 5,3%db. From result of the Research that the average of hardness of coriander crisply was 0,13 N/mm2. The result swelling volume ratio was equal to 348,1%. The organoleptic test showed fried cripsly using sand had rupture texture, crispy, and panelis aceptable. Frying crisply using frier type cylinder D56 with sand is new alternatif for business which not yet kompetitor so it can create new oppurtunity of the Market, to boost up Economic value of coriander cripsly, can extend to enchain marketing, production capacities will progressively mount, briefer at cooking time, frying media is cheap and easy to got, and NPV value of using sand is Rp. 1.183.127.142,00 and IRR value of using sand is 18,6%.
67298028G1F010012UJI TOKSISITAS SUB KRONIS KOMBINASI EKSTRAK TEMULAWAK, KUNYIT, DAN JAHE MERAH BERDASARKAN PARAMETER HEMATOLOGI TIKUS GALUR WISTARTemulawak (Curcuma xanthorrhiza), Kunyit (Curcuma longa L.), dan Jahe Merah (Zingiber officinale cv. Rubrum) merupakan beberapa tanaman yang banyak digunakan untuk pengobatan oleh masyarakat. Penelitian sebelumnya menunjukkan kombinasi ekstrak temulawak, kunyit, dan jahe merah (TeKuJa) memiliki fungsi sebagai nefroprotektif, kardioprotektif, dan mieloprotektif. Uji toksisitas akut kombinasi ekstrak temulawak, kunyit, jahe merah telah dilakukan sehingga diperlukan adanya penelitian untuk menguji keamanan dari ketiga tanaman herbal tersebut dengan uji toksisitas subkronis.
Subjek penelitian yang digunakan adalah tikus galur Wistar, masing-masing kelompok dibagi dengan rancangan acak lengkap (RAL) menjadi 5 kelompok uji (masing-masing 5 jantan dan 5 betina). Kelompok 1 adalah kelompok kontrol, kelompok 2-5 adalah kelompok perlakuan yang mendapatkan kombinasi ekstrak temulawak, kunyit, dan jahe merah dengan konsentrasi berturut-turut adalah 62,5; 125; 250; dan 500 mg/kgBB selama 30 hari. Pengamatan gejala toksisitas dilakukan selama 30 hari yang meliputi kondisi tinja, jumlah konsumsi makanan, dan angka kematian yang kemudian dianalisis secara deskriptif. Pengambilan darah dilakukan pada hari ke-31 untuk mengukur kadar leukosit, trombosit, eritrosit, hemoglobin, hematokrit, MCV, MCH, MCHC. Parameter hematologi yang diperoleh dianalisis dengan one way ANOVA test dan uji lanjutan Tuckey HSD.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak temulawak, kunyit, dan jahe merah tidak menyebabkan efek toksisitas sub kronik dilihat dari perubahan kondisi tinja, jumlah konsumsi makanan, angka kematian dan juga parameter leukosit, trombosit, eritrosit, hemoglobin, hematokrit, MCV, MCH, MCHC pada masing-masing kelompok perlakuan.
Curcuma (Curcuma xanthorrhiza), Turmeric (Curcuma longa L.), and Red Ginger (Zingiber officinale cv . Rubrum) are some plants that are widely used for the treatment by society. Previous research suggests a combination of extracts of curcuma, turmeric, and red ginger (TeKuJa) has a function as nefroprotektive, cardioprotective, and myeloprotective. Acute toxicity test combination TeKuJa has been done that it is necessary to study safety of these three herbs with further subchronic toxicity test.
The research subjects were Wistar strain rats, each group was divided by using a completely randomized design (CRD) into 5 test groups (each of 5 males and 5 females). Group 1 is the control group, the group is 2-5 treatment group receiving the combination of extracts of TeKuJa with successive concentration was 62.5; 125; 250 and 500 mg / kg for 30 days. Observations conducted toxicity symptoms for 30 days which includes fecal conditions, the amount of food consumption, and mortality rates were then analyzed descriptively. Blood sampling done on days 31 through orbital vein to measure the levels of leukocytes, platelets, erythrocytes, hemoglobin, hematocrit, MCV, MCH, MCHC. Paremeter hematology were analyzed with a one -way ANOVA test and advanced test Tuckey-HSD.
The results showed that the combination of extracts of ginger, turmeric, and ginger red does not cause subchronic toxicity effects of changing conditions seen feces, food intake, mortality rate and also effects seen on leukocytes, platelets, erythrocytes, hemoglobin, hematocrit, MCV, MCH, MCHC parameters in each group treatment.
673010157H1F008025GEOLOGI DAN STUDI MEKANIKA BATUAN DAERAH BALERAKSA DAN SEKITARNYA KECAMATAN KARANGANYAR KABUPATEN PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAHDaerah penelitian berada di daerah Baleraksa dan sekitarnya, Kecamatan Karanganyar. Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasikan karakteristik geologi dan studi Mekanika Batuan. Geomorfologi daerah penelitian dibagi menjadi empat satuan, yaitu Satuan Punggungan Aliran Lava Karangjambu, Satuan Punggungan Aliran Lahar Tunjungmuli, Satuan Punggungan Homoklin Karang asem, dan Satuan Kipas aluvial Krangean. Stratigrafi daerah penelitian terdiri atas empat satuan batuan. Satuan tersebut terdiri dari tua ke muda yaitu Satuan Lava, Satuan Breksi, Satuan Batulempung dan Satuan Endapan Aluvial. Struktur geologi daerah penelitian dianalisis berdasarkan interpretasi pola kelurusan pada citra SRTM ( Shuttle Radar Topography Mission) daerah penelitian, hasil analisis tersebut memperlihatkan pola-pola struktur geologi dan kelurusan-kelurusan yang pada umumnya berarah baratlaut - tenggara (NW-SE). Studi khusus dilakukan untuk mengetahui sifat keteknikan batuan dan karakteristik basal. Berdasarkan hasil pengamatan pada uji keteknikan, didapatkan nilai kuat tekan basalt yang berasal dari Desa Karangjambu rata-rata sebesar 475,54 kg/cm2 atau 47,554 MPa, sedangkan basalt yang berasal dari Desa Baleraksa rata-rata sebesar 1256,05 kg/cm2 atau 125,605 MPa maka dapat disimpulkan sebagai berikut : basal dari Desa Baleraksa dimanfaatkan sebagai pondasi bangunan sedang dan ringan. Sedangkan basal dari Desa Karangjambu dapat dimanfaatkan sebagai batu hias atau batu tempel dan penutup lantai/trotoar.Research studied was located around of Baleraksa, Karanganyar Purbalingga , Central Java. The study was conducted to identify the characteristics of geology and rock mechanics. Which consist of Geomorphology divided into four units, named the Karangjambu ridge Lava Flow, Tunjungmuli ridge Lava Flow, Karangasem ridge homocline, and Krengean alluvial fan unit . Stratigraphic of study area consists of four lithologies . Which described from old to young are : Lava, Breccia, Mudstone and Alluvial Deposition. Geological structure of the study area were analyzed based on the interpretation of alignment of patterns in image SRTM ( Shuttle Radar Topography Mission ) area of research , the results of the analysis show the patterns of geological structures and lineaments are generally trending northwest - southeast ( NW - SE). Specifical study is conducted to determine the engineering properties and characteristics of basalt rock. Based on observations in engineering test , the compressive strength of basalt obtained from the village Karangjambu has an average value of 475.54 47.554 kg/cm2 or MPa , whereas basalt from the village Baleraksa average of 1256.05 kg/cm2 or 125.605 MPa it can be concluded as follows : basalt of Baleraksa village can be used as light to medium building foundations . While the basal of the Village Karangjambu can be used as an ornamental stone or rock patching and floor cap /sidewalk .
67318030A1G011007Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Distribusi Pupuk Urea Bersubsidi (Studi Kasus Pada Distributor Pupuk CV. Sumber Pangan di Kabupaten Tegal)Subsidi pupuk bertujuan untuk membantu petani dalam penyediaan dan penggunaan pupuk sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian serta pendapatan usahataninya. Pentingnya ketersediaan pupuk, membuat pemerintah Indonesia memberlakukan subsidi pupuk dan mengawasi distribusinya. Tujuan penelitian ini untuk : (1) Mengetahui distribusi pupuk urea bersubsidi dan faktor-faktor penyebab kelangkaan pupuk urea bersubsidi pada distributor pupuk; (2) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi distribusi pupuk urea bersubsidi CV. Sumber Pangan.
Penelitian ini dilaksanakan di CV. Sumber Pangan Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal pada tanggal 7 Oktober – 11 November 2013. Data yang digunakan dalam penelitian berupa data primer dan sekunder. Metode analisis yang digunakan yaitu 1) Analisis deskriptif untuk mengetahui sistem distribusi dan pendistribusian serta mengetahui faktor penyebab terjadinya kelangkaan pada pupuk urea bersubsidi. 2) Analisis regresi linier berganda untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi distribusi pupuk urea bersubsidi. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah jumlah kelompok tani, luas lahan kelompok tani, kebutuhan pupuk urea bersubsidi kelompok tani dalam RDKK dan besarnya modal pengecer resmi.
Hasil penelitian menunjukkan sistem distribusi di CV. Sumber Pangan belum sepenuhnya menerapkan sistem distribusi tertutup yang ditetapkan pemerintah, dan pendistribusian distributor sampai ke pengecer resmi, yang selanjutnya pengecer resmi mendistribusikan pupuk ke petani. Faktor yang menyebabkan terjadinya kelangkaan yaitu permintaan pupuk yang melonjak menjelang musim tanam, pola tanam yang kurang sesuai dengan rencana awal kebutuhan pupuk dalam RDKK, pemakaian pupuk secara berlebihan oleh petani, dan sikap petani yang kurang mendukung terhadap adopsi inovasi serta bencana alam seperti banjir. Faktor distribusi yang berpengaruh nyata yaitu kebutuhan pupuk urea bersubsidi kelompok tani dalam RDKK dan besarnya modal pengecer resmi, sedangkan jumlah kelompok tani, luas lahan kelompok tani berpengaruh tidak nyata.
The subsidy is aimed at supporting the farmers in supplying and utilizing the fertilizer so it might increase the yield quality and productivity. Besides, it will also might increase the farmers’ income from what they have harvested. Therefore, it is believed to be necessary that Indonesia Government should give subsidy upon fertilizer and supervise the distribution in order to maintain the fertilizer availability. The objectives of the research are, firstly, to find out about the distribution of subsidized urea-based fertilizer, itself and the factors that cause the scarcity that happens in fertilizer distributors. The second objective is to find out the influent factors that affect the subsidized urea fertilizer distribution in CV. Sumber Pangan.
The research was attempted at CV. Sumber Pangan on October 7th until November 11th 2013. The data obtained from the research are separated between the primary data and the secondary data. The primary data was obtained from some questioners while the secondary data was obtained from the data of CV. Sumber Pangan in 2012. Furthermore, the analysis method used in the research are descriptive analysis by which the information about the distributing system and the factors of why the scarcity happens were obtained and the double-regression analysis that was used to reveal the factors that affect the distribution in subsidized area. Next, the variable of the research are the number of farmers, farmers’ plantation field’s area, the needs of subsidized urea fertilizer according to RDKK, and the capital of official retailers.
The result shows that distributing system that is conducted by CV. Sumber Pangan is closed distribution that has been standardized by the government. Furthermore, the distribution is done only with the official retailers which later distribute it to the farmers. It is discovered that there are several factors make the scarcity happens. The first is because an over-demanding is happening as the calendar shows in cultivating season. Besides, a false pattern of cultivating happens to be one of the factors. Next factor is the fertilizer overuse that is done by some farmers. Then, the wrong attitude of the farmers towards natural disaster such as flood seem to be another explanation about the scarcity phenomena. Another factors that directly affect are the need of subsidized urea fertilizer in RDKK and the capital of official retailers. In the other hand, the number of farmers and the field area have no major effect.
67327977A1L009145KEBERADAAN HAMA WERENG BATANG COKELAT (Nilaparvata lugens Stal.) DAN MUSUH ALAMINYA PADA DUA VARIETAS PADI DI KECAMATAN KEBASEN KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) intensitas serangan WBC pada dua varietas padi di Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, 2) jenis musuh alami WBC dan tingkat populasinya.
Penelitian dilaksanakan pada pertanaman padi di wilayah Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman selama 3 bulan (Desember 2013 - Februari 2014). Penelitian ini menggunakan Rancangan Purposive Random Sampling. Desa yang dipilih adalah Desa Randegan, Adisana, Cindaga dan Kalisalak. Pada daerah penelitian ditentukan 24 plot terdiri dari dua varietas dan dua fase pertumbuhan. Variabel yang diamati adalah intensitas serangan WBC, jenis dan populasi musuh alami WBC.
Hasil penelitian menunjukkan intensitas serangan WBC berbeda nyata pada fase pertumbuhan padi. Intensitas serangan WBC pada fase vegetatif sebesar 51,08%, lebih rendah dibandingkan dengan fase generatif 67,22%. Intensitas serangan WBC berbeda nyata pada varietas Ciherang dan Situbagendit. Intensitas serangan WBC pada Ciherang 51,31%, lebih rendah pada varietas Situbagendit yaitu 66,99%. Tingkat populasi musuh alami pada varietas Ciherang dan Situbagendit secara statistik tidak berbeda nyata. Populasi musuh alami pada varietas Ciherang 4,63 musuh alami/rumpun dan Situbagendit 4,17 musuh alami/rumpun.
This research aimed to: 1) find out the intensity of BPH infestation in two rice varieties at Kebasen District, Banyumas, 2) know the types of natural enemies and their population.
The research was carried out in rice crops at Kebasen area, Banyumas and Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University during 3 months (December 2013 - February 2014). The research used Purposive Random Sampling. Selected villages were Randegan, Adisana, Cindaga, and Kalisalak. In research area was determined 24 plots, consisted of two varieties and two growth phases. The observed variables were infestation intensity and type of natural enemies of BPH.
The results showed that infestation intensity of BPH was significantly different on growth phase of rice. The intensity of BPH on vegetative phase was 51.08%, lower than generative phase 67.22%. Infestation intensity of BPH was significantly different on Ciherang and Situbagendit variety. Intensity of BPH on Ciherang 51.31%, lower than Situbagendit 66.99%. Population of natural enemies was not significantly different on two varieties. Population of natural enemies on Ciherang 4,63 natural enemies/clump and Situbagendit 4,17 natural enemies/clump.
67338031A1L010058PENGARUH LAMA PERENDAMAN SETEK PADA BERBAGAI KONSENTRASI HORMONIK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN BUAH NAGA SUPER MERAH (Hylocereus polyrhizus)

The Efect of Soaking Duration of Cuttings in Various Concentration of Hormonik on The Growth of Super Red Dragon Fruit (Hylocereus polyrhizus)
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi pemberian Hormonik terhadap pertumbuhan setek batang buah naga super merah, mengetahui pengaruh lama perendaman setek batang buah naga super merah dalam Hormonik terhadap pertumbuhan setek buah naga super merah, dan mengetahui interaksi konsentrasi Hormonik dan lama perendaman setek dalam Hormonik terhadap pertumbuhan setek batang buah naga super merah. Penelitian dilaksanakan di rumah kasa Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilaksanakan di rumah kasa Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian faktorial dengan 6 ulangan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) digunakan. Faktor pertama adalah konsentrasi Hormonik terdiri atas 0% (K0), 0,1% (K1), 0,2% (K2), dan 0,3% (K3). Faktor kedua adalah lama perendaman setek yang terdiri atas 0,5 jam (L1), 1 jam (L2), dan 1,5 jam (L3). Variabel yang diamati adalah waktu tumbuh tunas pertama, banyaknya tunas, panjang tunas, keliling tunas, jumlah akar, panjang akar, dan diameter akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi Hormonik tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap semua variabel yang diamati; total panjang tunas dari setek yang direndam selama 0,5 jam di dalam larutan sebelum tanam terpanjang, namun perlakuan perendaman tidak berpengaruh nyata terhadap variabel yang lain. Tidak ada pengaruh nyata interaksi konsentrasi dan lama perendaman pada semua variabel.
ABSTRACT
This study aimed to know the effect of various concentration of Hormonik on the growth of stem cuttings of super red dragon fruit, the effect of soaking duration of cuttings in Hormonik on the growth of stem cuttings of super red dragon fruit, and the interactions between Hormonik concentration and soaking duration on the growth of stem cuttings of super red dragon fruit. The study was conducted in a screen house of Faculty of Agriculture, the Jenderal Soedirman University. A factorial experiment with six replications arranged in a Randomized Block Design (RBD) was used. Concentration of Hormonik consisted of 0% (K0), 0.1% (K1), 0.2% (K2), and 0.3% (K3) was the first factor. Soaking duration of cuttings consited of 0.5 hour (L1), 1 hour (L2), and 1.5 hour (L3) was the second factor. Measured variables were emergence time of the first shoot, number of shoots, shoot length, shoot circumference, number of roots, root length and root diameter. Result showed that Hormonik concentration had no significant effect on all measured variables; total shoot length of the cuttings that were soaked in solution for 0.5 hour before planting was the longest, however the soaking treatments had no significant effect on the other measured variables. No significant interaction effect of concentration and soaking duration on all measured variables
673410155B1J010234PEMBENTUKAN STOLON KENTANG KULTIVAR GRANOLA
PADA KULTUR AEROPONIK DENGAN NUTRIEN DAN
ZAT PENGATUR TUMBUH (ZPT) BERBEDA
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: 1) mempelajari pengaruh interaksi antara nutrien dan zat pengatur tumbuh terhadap pembentukan stolon; dan 2) menentukan jenis nutrien dan zat pengatur tumbuh yang paling baik untuk pembentukan stolon tanaman kentang kultivar granola. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola perlakuan faktorial. Faktor pertama adalah nutrien hasil modifikasi (N) yang terdiri dari 4 taraf: N1: Farran dimodifikasi; N2: Otazu dimodifikasi; N3: Hoagland dimodifikasi; N4: Growmore dimodifikasi. Faktor kedua adalah zat pengatur tumbuh (Z) yang terdiri dari 2 taraf: Z1: 15 µM BAP; Z2: 15 µM GA3. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali sehingga terdapat 40 unit percobaan. Variabel yang diamati adalah pertumbuhan stolon. Parameter yang diukur meliputi jumlah stolon per tanaman, persentase stolon efektif, dan jumlah umbi mini per masa panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah stolon yang terbentuk dipengaruhi oleh jenis zat pengatur tumbuh yang digunakan. Pemberian 15 µM GA3 menghasilkan jumlah stolon yang lebih baik dibandingkan dengan 15 µM BAP.This research has been conducted with a view to: 1) study the effect of interaction between nutrient and plant growth regulators on stolon formation; 2) determine the best nutrient and plant growth regulator to stimulate the formation of stolon of granola potato cultivar. This research has been carried out experimentally using a Completely Randomized Design (CRD) on a factorial treatment pattern. The first factor was the modified nurients (N), i.e: N1: Modified-Farran; N2: Modified-Otazu; N3: Modified-Hoagland; N4: Modified-Growmore. The second factor was plant growth regulators (Z): Z1: 15 µM BAP; Z2: 15 µM GA3. All treatment were replicated 5 times which resulted in 40 experimental units. The variable observed was the stolon formation of granola kultivar of potato. The Parameters measured were the number of stolon/plant, the percentage of effective stolon, the number of minitubers/plant. The result showed that the number of stolon formed was controlled by the growth regulator used. In addition, the use of 15 µM GA3 resulted in more number of stolon formed than that of 15 µM BAP.
673510156C1B010087ANALISIS PENGARUH PEMBERDAYAAN KARYAWAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI
(Studi Pada PT. Telkom Indonesia Kantor Cabang Purwokerto)
Penelitian ini berjudul : “Analisis Pengaruh Pemberdayaan Karyawan dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan dengan Kepuasan Kerja sebagai Variabel Meiasi pada PT. Telkom Indonesia Kantor Purwokerto”. Variabel Pemberdayaan Karyawan terdiri dari beberapa indikator yang diambil dari Thomas and Velthouse (1990) yaitu : pekerjaan yang dilakukan dirasa sangat berarti bagi karyawan, kegiatan-kegiatan dalam pekerjaan secara pribadi sangat berarti bagi karyawan, perasaan yakin terhadap kemampuan diri sendiri untuk melaksanakan pekerjaan, kesempatan yang diberikan perusahaan kepada karyawan untuk untuk dapat memutuskan sendiri bagaimana karyawan tersebut akan melaksanakan pekerjaannya, karyawan merasa memilik pengaruh penting terhadap apa yang terjadi di dalam departemennya. Variabel motivasi kerja menggunakan 5 indikator dari Maslow (1943) dalam Hasibuan (2012) yaitu : kebutuhan fisiologis, kebutuhan keamanan, kebutuhan berkelompok, kebutuhan penghargaan dan kebutuhan aktualisasi diri. Kepuasan kerja sebagai variabel mediasi menggunakan 7 indikator dari Robbins (2003) yaitu : balas jasa, penempatan yang sesuai dengan keahlian, berat ringannya pekerjaan, suasana dan lingkungan pekerjaan, fasilitas tempat kerja, sikap pimpinan dalam kepemimpinannya dan sifat pekerjaan. Kinerja karyawan sebagai variabel dependen menggunakan indikator dari Dessler (2009) yaitu : kualitas, kuantitas, ketepatan waktu, efektivitas, kemandirian dan komitmen kerja.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh pemberdayaan karyawan, motivasi kerja dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Telkom Indonesia Kantor Purwokerto. Populasi dari penelitian ini adalah karyawan PT. Telkom Indonesia dengan jumlah responden penelitian 53 karyawan.
Berdasarkan dari penelitian dan analisa data menggunakan PLS (Partial Least Square) menunjukan bahwa : (1) pemberdayaan karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Telkom Indonesia Kantor Purwokerto. (2) motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Telkom Indonesia Kantor Purwokerto. (3) pemberdayaan karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Telkom Indonesia Kantor Purwokerto. (4) motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Telkom Indonesia Kantor Purwokerto. (5) kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Telkom Indonesia Kantor Purwokerto. (6) kepuasan kerja memediasi hubungan antara pemberdayaan karyawan terhadap kinerja karyawan PT. Telkom Indonesia Kantor Purwokerto. (7) kepuasan kerja memediasi hubungan antara motivasi kerja terhadap kinerja karyawan PT. Telkom Indonesia Kantor Purwokerto.
The study was titled : “The Analyze influence of Employee Empowerment and Work Motivation on Empoyee Performance with the mediation effects of Job Satisfaction at PT. Telkom Indonesia Purwokerto”. Variable employee empowerment measured by the indicators proposed by (Thomas and Velthouse, 1990) which the important of work for employee, feeling confident of employee to finish the jobs, the chance that company give for employee to decide how to finish the jobs, employee feeling confident that they have important effects to the company. Variable work motivation using five (5) indicators of (Maslow, 1943): physiological needs,savety needs, social needs, needs of awards,self-actualization needs. While job satisfaction is a mediation variable using seven (7) indicators proposed by (Robbins, 2003) that remuneration, placement according to expertise, workload, work environment, workplace facilities, the leader, jobs kind. And the dependent variable in this study is employee performance using indicators of (Dessler, 2009) that is quality, quantity, time work,effectiveness, independence, work commitments.
The purpose of this study was to clarify the effect of employee empowerment, work motivation and job satisfaction on employee performance at PT. Telkom Indonesia Purwokerto. The population in this study were employees of PT. Telkom Indonesia Purwokerto. Respondents in this study were 53 employees.
Based on the research and analysis of data using Partial Least Square (PLS) showed that: (1) Employee empowerement significant positive effect on employee performance at PT. Telkom Indonesia Purwokerto. (2) Work motivation significant effect on employee performance at PT. Telkom Indonesia Purwokerto. (3) Employee empowerement significant positive effect on job satisfaction at PT. Telkom Indonesia Purwokerto. (4) Work motivation significant positive effect on job satisfaction at PT. Telkom Indonesia Purwokerto. (5) Job satisfaction significant positive effect on employee performance at PT. Telkom Indonesia Purwokerto. (6) Job satisfaction mediates the influence of employee empowerment on employee performance at PT. Telkom Indonesia Purwokerto. (7) Job satisfaction mediates the influence of work motivation on employee performance at PT. Telkom Indonesia Purwokerto.
673611217F1C010065Strategi Penjualan Personal PT.International Business Futures Purwokerto dalam Meningkatkan Jumlah NasabahABSTRAKSI
STRATEGI PENJUALAN PERSONAL FINANCIAL CONSULTANT PT.INTERNATIONAL BUSINESS FUTURES PURWOKERTO DALAM MENINGKATKAN JUMLAH NASABAH
Oleh:
Evi Dianti1, Dian Bestari2, Muhammad Sulthon3
Penelitian ini mengambil judul Strategi Penjualan Personal Financial Consultant PT.International Business Futures Purwokerto Dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi penjualan personal financial consultant PT.International Business Futures Purwokerto dalam meningkatkan jumlah nasabah dan langkah-langkah yang ditempuh financial consultant dalam mengaplikasikan penjualan personal.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Data dari penelitian ini diperoleh dengan melakukan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Pengembangan validitas data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik triangulasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi penjualan personal PT.International Business Futures dalam meningkatkan jumlah nasabah yaitu small greeting, presentasi melalui lembaga-lembaga masyarakat dan pengembangan informasi melalui kampus. Selanjutnya strategi tersebut dikembangkan oleh financial consultant dalam menerapkan penjualan personal untuk meningkatkan jumlah nasabah yaitu dengan menggunakan media telepon dan social mediasebagai langkah awal penjualan personal, memahami karakteristik calon nasabah, melakukan demo kepada calon nasabah, berwawasan luas, pendekatan kepada calon nasabah, meningkatkan kualitas pelayanan, memperbanyak database dan follow up.
Kata Kunci: Strategi, Penjualan Personal, PT International Business Futures Purwokerto
ABSTRACT
PERSONAL SELLING STRATEGY OF FINANCIAL CONSULTANT
PT.INTERNATIONAL BUSINESS FUTURES PURWOKERTO
TO INCREASE NUMBER OF CUSTOMERS
Oleh:
Evi Dianti1, Dian Bestari2, Muhammad Sulthon3
The tittle of this research is personal selling strategy of financial consultant PT.International Business Futures Purwokerto in increasing number of customers. This research determine to know how the personal selling strategy of financial consultant PT.International Business Futures Purwokerto to increase number of customers and step by step application of personal selling strategy of financial consultant.
The method used in this research is qualitative research by case study approach. The target of this research is financial consultant PT International Business Futures Purwokerto. Selection of the informans using purposive sampling. Data of the research were obtained by conducting in-depth-interview, observation, and documentation. Development of the data in this study was done by using triangulation technique.
The research results shows that personal selling strategy PT.International Business Futures in increasing number of customers are: small greeting, presentation through community institutions and development of information through campus. The strategy developed by financial consultant in applying personal sales to increase number of customers are using the phone media and social media as the first step personal sales, understanding the characteristic of applicant customers, doing the demo to the applicant customers, broad minded, approaching applicant customers, improving the quality of service, multiplying the database and follow up.
Keywords: Strategy, Personal Selling, PT International Business Futures Purwokerto
67378032A1L009117UJI PREFERENSI HAMA PENGGEREK BATANG PADI KUNING (Scirphopaga incertulas WALKER.) PADA VARIETAS IR 64, CILAMAYA DAN SITU BAGENDITPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) munculnya gejala serangan awal hama penggerek batang padi kuning, 2) intensitas serangan hama penggerek batang padi kuning, 3) jumlah ngengat hama penggerek batang padi kuning, dan 4) jumlah kelompok telur hama penggerek batang padi kuning per tiga pasang ngengat. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman mulai bulan Agustus sampai November 2013. Penelitian menggunakan dua percobaan. Percobaan I dilakukan untuk mengetahui munculnya gejala serangan awal hama penggerek batang padi kuning, intensitas serangan hama penggerek batang padi kuning dan jumlah ngengat hama penggerek batang padi kuning dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari tiga perlakuan dengan sepuluh ulangan. Percobaan II dilakukan untuk mengetahui jumlah kelompok telur hama penggerek batang padi kuning per tiga pasang ngengat dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari tiga perlakuan dengan lima ulangan. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji F 5 dan 1 %, kemudian dilanjutkan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan varietas Situ Bagendit lebih disukai oleh hama penggerek batang padi kuning untuk variabel munculnya gejala serangan awal. Munculnya gejala serangan awal pada tanaman padi varietas Situ Bagendit lebih cepat yaitu 7,63 hari setelah infestasi (hsi) diikuti varietas Cilamaya 12,29 hsi dan varietas IR 64 12,91 hsi. Varietas Cilamaya lebih disukai oleh hama penggerek batang padi kuning untuk variabel intensitas serangan. Intensitas serangan pada tanaman padi varietas Cilamaya tertinggi sebesar 11,0 % diikuti varietas IR 64 sebesar 10,9 % dan varietas Situ Bagendit sebesar 7,2 %. Varietas IR 64 lebih disukai hama penggerek batang padi kuning untuk variabel jumlah ngengat. Jumlah ngengat pada tanaman padi varietas IR 64 sebanyak 6,3 ngengat diikuti varietas Situ Bagendit sebanyak 6,1 ngengat dan Cilamaya sebanyak 3,8 ngengat. Varietas IR 64 lebih disukai oleh hama penggerek batang padi kuning untuk variabel jumlah kelompok telur. Jumlah kelompok telur yang diletakkan pada tanaman padi varietas IR 64 sebanyak 4 kelompok telur diikuti varietas Situ Bagendit sebanyak 3 kelompok telur dan varietas Cilamaya sebanyak 2 kelompok telur.This Research aims to determine: 1) the emergence of initial attack symptoms of yellow rice stem borer, 2) the attack intensity of yellow rice stem borer, 3) the amount of yellow rice stem borer moths, and 4). This research was conducted in the Crop Protection greenhouse, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University starting from August to November 2013. It used two experiments. Experiment I was conducted to determine the emergence of initial attack symptoms of yellow rice stem borer, the attack intensity of yellow rice stem borer and the amount of yellow rice stem borer moths was in Randomized Block Design (RBD), consisting of three treatments with ten replicates. Experiment II was conducted to determine the number of egg clusters of the yellow rice stem borer per three moth pairs was in Randomized Block Design (RBD), consisting of three treatments with five replicates. Results were analyzed using the F test of 5 and 1 % , followed by Least Significant Difference test (LSD) level of 5 %.
The results showed that Situ Bagendit variety was preferred by yellow rice stem borer for variable the emergence of initial attack symptoms. The emergence of initial attack symptoms in Situ Bagendit variety was faster reaching 7.63 days after infestation (dai) followed Cilamaya variety of 12.29 dai and IR 64 variety of 12.91 dai. Cilamaya variety was preferred by yellow rice stem borer for the variable of intensity attack. The attacks intensity on the Cilamaya variety was the highest reaching 11.0 % then the IR 64 variety reaching 10.9 % and Situ Bagendit variety reaching 7.2 %. The IR 64 variety was more preferred by the yellow rice stem borer for the variable of moth guantity. The moths guantity on the IR 64 variety reached 6.3 moths then Situ Bagendit variety of 6.1 moth and Cilamaya variety of 3.8 moths. The IR 64 variety was preferred by the yellow rice stem borer for the variable egg cluster guantity. The females laid 4 egg clusters on the IR 64 variety, 3 egg clusters on the Situ Bagendit variety and 2 egg clusters on the Cilamaya variety.
67388033A1C009007ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI USAHATANI JAGUNG (Zea mays L) DI KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMASJagung merupakan salah satu komoditi tanaman pangan yang berperan penting dalam pengembangan sektor pertanian. Tanaman jagung sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia dan hewan. Pipilan kering jagung dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak sehingga jagung menjadi salah satu komoditas pertanian yang sangat penting dan saling terkait dengan industri besar terutama industri pakan ternak. Kondisi ini membuat budidaya jagung memiliki prospek yang sangat menjanjikan, baik dari segi permintaan maupun harga jualnya. Permasalahan petani dalam usahatani jagung hibrida di Kecamatan Sumbang adalah petani belum memahami bagaimana penggunaan faktor produksi yang efisien. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai analisis efisiensi penggunaan faktor produksi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis pendapatan usahatani jagung hibrida di Kecamatan Sumbang (2) menganalisis faktor produksi yang berpengaruh terhadap produksi jagung hibrida di Kecamatan Sumbang (3) menganalisis tingkat efisiensi penggunaan faktor produksi usahatani jagung hibrida di Kecamatan Sumbang.
Pengambilan data dilaksanakan dari bulan April 2013 sampai Juni 2013, dengan sasaran penelitian petani jagung hibrida di Desa Karanggintung dan Desa Datar. Responden yang diambil sebanyak 74 responden. Periode data yang diambil yaitu periode tanam jagung hibrida terakhir yang ditanam petani yaitu tahun 2012 dan 2013. Analisis data meliputi analisis biaya dan pendapatan, analisis fungsi produksi serta analisis efisiensi faktor produksi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Penerimaan rata-rata per hektar petani jagung hibrida di Kecamatan Sumbang adalah Rp16.074.324,32 dan biaya produksi rata-rata per hektar sebesar Rp12.041.557,97, sehingga keuntungan yang diterima adalah Rp4.032.766,33, (2) Faktor produksi yang berpengaruh nyata pada usahatani yang dilakukan petani jagung hibrida di Kecamatan Sumbang adalah luas lahan dan tenaga kerja, sedangkan faktor produksi benih, pupuk urea, pupuk ponska dan pestisida tidak berpengaruh nyata terhadap usahatani jagung hibrida, (3) Penggunaan faktor produksi luas lahan belum efisien karena nilai NPMXi/PXi lebih besar dari satu, sedangkan penggunaan faktor produksi tenaga kerja tidak efisien karena nilai NPMXi/PXi lebih kecil dari satu.
Corn is one of important staple food commoditys in agricultural sector development. Corn is highly beneficial crop for animal feed so that the corn is one of highly important agricultural commoditys and related to main industry especially feed industry. These condition make very promising prospect in corn cultivation, either from its demand or its selling prices. The farmer problem in hybrid corn farming at Sumbang Subdistrict was how to use production factor efficienly. Therefore research on efficiency analysis of production factor use was done. The aims of the research were (1) to analyze farming demand of hybrid corn, (2) to analyze production factor influencing the hybrid corn production, and (3) to analyze efficiency level of production factor use in hybrid corn farming at Sumbang Subdistrict.
Data collection was caryd out from April 2013 to June 2013, with research target on hybrid corn farmers at Karanggintung and Datar villages. The number of respondents was 74. Data period collected were the end hybrid corn cultivation in the year of 2012 and 2013. Data analysis consisted of analysis on cost and demand, production function, and production factor efficiency.
Result of the research show that (1) average revenue per hectare from hybrid corn farmers at Sumbang Subdistrict was Rp16,074,324.32 and average production corn per hectare was Rp12,041,557.97, so that provit accepted was Rp4,032,766.33, (2) production factor influencing significantly on the farming was land area, labor, while production factor of seed, urea and ponska fertilizer and pesticide did not affect significantly the farming (3) the use of land area as production factor was not efficient because NPMXi/PXi value was higher than one, while the use of labor was not efficient because NPMXi/PXi value was last than one.

67398035A1C009016Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Konsumen Kedelai Edamame Di Kota Purwoketo Kabupaten BanyumasKedelai Edamame merupakan kedelai asal Jepang yang memiliki kandungan gizi dan vitamin yang bermanfaat bagi kesehatan dan termasuk dalam kategori sayuran (green soybeans vegetables) yang disantap sebagai camilan kesehatan. Banyaknya pesaing yang menawarkan berbagai produk kedelai menjadikan PT. Aku Si Petani Group Indonesia perlu menjaga eksistensinya dengan mengetahui seberapa besar kepuasan dan harapan konsumennya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh variabel harga, pelayanan dan kualitas terhadap kepuasan konsumen dan (2) tingkat kepuasan konsumen kedelai Edamame.
Penelitian ini dilakukan pada tanggal 1 sampai dengan 30 November 2013 di swalayan Moro dan Aroma dengan sasaran penelitian konsumen yang kebetulan sedang membeli atau sudah pernah mengkonsumsi kedelai Edamame. Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan metode Accidental Sampling dan diperoleh sampel sebanyak 100 responden. Data penelitian berupa data primer dan data sekunder diambil melalui wawancara, kuesioner dan studi pustaka. Indikator faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen berdasarkan 4 dimensi produk yang dirinci menjadi 19 atribut pertanyaan dan indikator kepuasan berdasarkan 5 dimensi produk yang dirinci menjadi 26 atribut pertanyaan yang sebelumnya diuji validitas dan reliabilitasnya. Data diukur menggunakan skala Likert dan dianalisis menggunakan Analisis Regresi Linier Berganda dan CSI (Customer Satisfaction Index).
Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial variabel harga, pelayanan dan kualitas berpengaruh nyata terhadap kepuasan konsumen kedelai Edamame. Besarnya tingkat kepuasan konsumen kedelai Edamame dihasilkan sebesar 68,96% yang berada pada rentang “puas”.


The Edamame is soybeans originaly from Japan that contains nutritions and useful for human health and found in various varietys as known as Edamame and considered as green soybeans vegetables. Based on many competition of various soybeans products PT. Aku Si Petani Group Indonesia need to protect its existance with consumer satisfaction and expectation. The research aimed to (1) the effect variable of price, service and quality and (2) consumer satisfaction level of Edamame.
The research was conducted from 1th until 30thNovember 2013 in Moro and Aroma supermarkets with consumer the Edamame soybeans. Accidental sampling method was use as simple taking and was obtained from interview, questioner and literature study. Indicators factor affected the consumer satisfaction was based on 4 product dimention that consumer satisfaction was based on 5 product dimention that are turn into 26 question attributes. All the above indicator were tasted previously there validity and reliability. Data were measured by using likertnscale and analyzed by using multiple linier regression analyzed and customer satisfaction index.
Result of the analyzed indicated that strange presentage was performed by consumer in buying the Edamame soybeans and considered in the magnitude of price, service and quality attributed. Price, service and quality variable partially influenced significantly in consumer satisfaction. The consumer satisfaction level of Edamame soybeans was resulted as high as 68,96% in the range of “satisfaction”.

67408036A1C009044KAJIAN NILAI TUKAR PETANI DAN FAKTOR PRODUKSI PADI DI KECAMATAN DUKUHWARU KABUPATEN TEGALPadi merupakan komoditas unggulan sektor pertanian. Tanaman padi merupakan tanaman pangan yang banyak dibudidayakan oleh petani di Kabupaten Tegal. Kecamatan Dukuhwaru merupakan salah satu daerah sentra produksi padi di bagian barat wilayah Kabupaten Tegal. Namun, pada pelaksanaan usahataninya terdapat keterbatasan daya dukung seperti penguasaan lahan yang sempit dan minimnya penggunaan faktor produksi. Berdasarkan hal tersebut dapat diketahui bahwa petani di Kecamatan Dukuhwaru belum sejahtera. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui besar nilai tukar petani tanaman padi dan (2) menganalisis faktor produksi yang berpengaruh pada produksi padi di Kecamatan Dukuhwaru.
Pengambilan data dilaksanakan dari bulan September sampai Oktober 2013, dengan sasaran penelitian petani padi di Desa Blubuk dan Desa Slaranglor. Responden yang diambil sebanyak 48 responden. Periode data yang diambil yaitu periode tanam padi yaitu tahun 2012. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan pencatatan. Metode pengambilan sampel menggunakan two stage sampling, tahap pertama pemilihan Desa secara purposive, tahap kedua pengambilan sampel secara proporsional stratified random sampling dengan strata luas lahan. Analisis data meliputi analisis nilai tukar petani dan analisis Cobb-Douglass. Faktor Produksi yang diteliti adalah luas lahan, jumlah benih, jumlah pupuk urea, jumlah pupuk phonska, jumlah pupuk TSP, jumlah pestisida granul, jumlah pestisida cair, dan jumlah tenaga kerja.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Nilai Tukar petani sebesar 78,81, berdasarkan kriteria bahwa NTP < 100 dapat dikatakan petani padi di Kecamatan Dukuhwaru belum sejahtera. Sedangkan berdasarkan hasil analisis nilai tukar subsisten diperoleh hasil pada strata pertama (luas lahan 0,04 sampai dengan 0,69 hektar) petani belum sejahtera dengan NTP sebesar 81,25, dan petani baru dapat dikatakan sejahtera pada strata kedua (luas lahan 0,7 sampai dengan 1,35 hektar) dengan NTP sebesar 155,83 dan strata ketiga (≥ 1,36 Hektar) dengan NTP sebesar 185,99 (2) Faktor produksi yang berpengaruh terhadap produksi padi di Kecamatan Dukuhwaru adalah faktor produksi luas lahan dan benih, sedangkan faktor produksi pupuk urea, pupuk ponska, pupuk TSP, pestisida granul, pestisida cair, dan tenaga kerja tidak berpengaruh nyata terhadap produksi padi.

Rice is superior commodity in agriculture sector as staple food. rice is cultivated in many farmers at Tegal regency. Dukuhwaru sub district is one of rice production center area located at west side of the tegal regency. However, in rice farming application supported capacity such as narrow land owner and minimum used of production factors are limited. Based on the limitations, the farmer at Dukuhwaru sub district have not been prosperous. This research aimed at knowing (1) the exchange rate of rice farmers and (2) analyzing the production factors affected rice production at the sub district.
Data collection was carried of from september up to october 2013 with the target of farmer at blubuk and slaranglor villages. the number of responden was 48. Data period collected were rice season period in the year of 2012. Survey method was used with data collection method using observation, interview, recorded ways. Sample taking method use two stage sampling with the first stage of village selection purposively and second one of sample taking with proportional stratified random sampling at field area strata. The analysis of data includes farmers exchange rate and Cobb-Doglass analysis. Production factors studied was land area, number of seed, number of urea, number of ponska, number of tsp, number of granuls pesticide, number of liquid pesticide and number of labor.
Results of the research showed that (1) exchange rate farmers at 78,81, based on criteria that the NTP < 100 can be said the dukuhwaru rice farmers in the sub district have not been prosperous. While based on analysis of the results obtained subsistence rate in the first stratum (land area of 0,04 up to 0,69 hectares) farmers have not been prosperous with NTP at 81,25, and new farmers can be said to be prosperous in the second stratum (land area 0,7 up to 1,35 hectares) with NTP at 155,83 and third stratum (≥ 1.36 hectares) with NTP at 185,99. (2) production factors influencing significantly on the production was land area and seed, while production factor of urea, ponska, TSP fertilizer, granules pesticide, liquid pesticide and labor did not affect significantly the rice production.