Artikel Ilmiah : H1D009029 a.n. FARI KURNIAWAN

Kembali Update Delete

NIMH1D009029
NamamhsFARI KURNIAWAN
Judul ArtikelAnalisis Perilaku Lentur Balok Beton Bertulang Tampang T Yang Diperkuat Pada Daerah Momen Negatif Menggunakan Atena
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pemahaman akan perilaku beton bertulang pada umumnya diperoleh pada pengujian eksperimental di laboratorium. Uji eksperimental sangat penting untuk mendapatkan hasil mengenai respon struktur yang sesuai berdasarkan keadaan nyata. Akan tetapi untuk mereduksi biaya dan waktu serta melengkapi informasi–informasi yang tidak bisa diperoleh melalui studi eksperimental perlu dilakukan studi numerik. Salah satu metode numerik yang digunakan adalah metode elemen hingga.
Pada kajian ini akan dilakukan analisis perilaku lentur balok beton bertulang tampang T yang diperkuat pada daerah momen negatif menggunakan software berbasis elemen hingga yaitu software ATENA 2.1.10 dan GID 7.4 sebagai Pre-Proccessor. Parameter analisis yang dilakukan meliputi kapasitas lentur, kekakuan, daktilitas, dan pola retak serta tipe keruntuhan serta membandingkan dengan penelitian eksperimental yang sudah dilakukan Haryanto (2011). Analisis dilakukan terhadap 3 buah balok tampang T, masing-masing 1 balok tanpa perkuatan atau balok kontrol (BK), 1 buah balok diperkuat dengan 2 wire rope (BP1), dan 1 buah balok diperkuat dengan 4 wire rope (BP2).
Dari hasil analisis yang dilakukan menggunakan metode numerik didapatkan perbandingan kapasitas beban lentur hasil numerik terhadap pengujian eksperimental pada model BK, BP1 dan BP2 berturut-turut adalah 0,9, 0,78, dan 0,8. Perbandingan hasil nilai kekakuan ekivalen model numerik terhadap benda uji eksperimental BK, BP1 dan BP2 berturut-turut adalah 1,44, 3,16 dan 3,83.. Untuk pola retak dan tipe keruntuhan yang terjadi baik metode numerik maupun pengujian ekperimental memiliki pola retak yang mirip yaitu mengalami keruntuhan lentur.
Abtrak (Bhs. Inggris)An understanding of the behavior of reinforced concrete is generally obtained in experimental tests in the laboratory. Experimental test is very important to get the results of the corresponding structural response based on real situations. However, to reduce the cost and time it is necessary to numerical studies. One of the numerical method used is the finite element method.
In this study will analyze the flexural behavior of reinforced concrete beams look like T Strengthened in the negative moment region using finite element software ATENA 2.1.10 and 7.4 GID as Pre - Proccessor . Analysis parameters include flexural capacity , stiffness , ductility , and fracture patterns and the type of collapse that comparing with experimental research that has been done Haryanto (2011) . Analysis was performed on 3 pieces look T beams , each 1 piece ofbeam control (BK) , 1 piece of beams reinforced with 2 wire rope (BP1) , and 1 piece of beams reinforced with 4 wire rope (BP2).
From the research, the comparison of the flexural load capacity of numerical results and experimental results on the model BK, BP1 and BP2, respectively, 0.9, 0.78, and 0.8. Comparison of the equivalent stiffness of numerical results and experimental results BK, BP1 and BP2, respectively, 1.44, 3.16 and 3.83. For the crack pattern and the type of collapse both numerical methods and experimental testing have a similar pattern of cracks and bending collapse.
Kata kunciBalok beton bertulang, perilaku lentur, wire rope, GID- ATENA
Pembimbing 1Yanuar Haryanto, ST.,M.Eng
Pembimbing 2Nanang Gunawan, ST.,MT
Pembimbing 3
Tahun2014
Jumlah Halaman8
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.