Artikelilmiahs
Menampilkan 6.541-6.560 dari 48.862 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 6541 | 10114 | H1B009007 | SUBGRAF FUZZY PARSIAL DAN SIFAT-SIFAT OPERASI GABUNGAN PADA SUBGRAF FUZZY PARSIAL | Graf fuzzy merupakan pengembangan dari graf klasik. Dalam graf fuzzy, setiap titik dan sisinya memiliki nilai keanggotaan yang terletak pada interval tutup [0,1]. Ada beberapa operasi pada graf fuzzy dan salah satunya adalah operasi gabungan pada graf fuzzy. Penelitian ini membahas tentang pembentukan subgraf fuzzy parsial dan sifat-sifat operasi gabungan pada subgraf fuzzy parsial. Selanjutnya, dengan menggunakan definisi subgraf fuzzy dan definisi subgraf fuzzy parsial maka akan dibuktikan bahwa gabungan dari dua subgraf fuzzy parsial adalah subgraf fuzzy parsial dan subgraf fuzzy parsial dari gabungan dua subgraf fuzzy merupakan gabungan dari subgraf fuzzy parsial pada dua subgraf fuzzy tersebut. Hasil yang diperoleh, yaitu gabungan dari dua subgraf fuzzy parsial adalah subgraf fuzzy parsial. Selain itu, subgraf fuzzy parsial dari gabungan dua subgraf fuzzy merupakan gabungan dari subgraf fuzzy parsial pada dua subgraf fuzzy tersebut. | Fuzzy graph is extension of crisp graph. In fuzzy graph, any node and edges have a value of membership in intervals [0,1]. There are several operations on fuzzy graphs and one of them is operations of union on fuzzy graph. This research discusses about a partial fuzzy subgraph and the characteristics of operations of union on fuzzy graph. By using the definition of fuzzy subgraph and definition of partial fuzzy subgraph it will be proven that union of two partial fuzzy subgraph is partial fuzzy subgraph and partial fuzzy subgraph of union on two fuzzy subgraph is union of partial fuzzy subgraph on the two fuzzy subgraph. The results obtains is union of two partial fuzzy subgraph is partial fuzzy subgraph. Besides that, partial fuzzy subgraph of union on two fuzzy subgraph is union of partial fuzzy subgraph on the two fuzzy subgraph. | |
| 6542 | 11558 | H1G010043 | Efektivitas Trickling Filter Dalam Pengolahan Limbah Cair Tapioka pada Berbagai Variasi Waktu Kontak | Limbah cair tapioka merupakan salah satu masalah yang dihadapi oleh masyarakat karena peningkatan volume limbah yang disebabkan banyaknya air yang digunakan. Peningkatan volume limbah tersebut diiringi dengan peningkatan kandungan bahan organik dan anorganik baik yang tersuspensi ataupun terlarut, sehingga butuh pengolahan untuk menurunkan kadar limbah. Salah satu pengolahan yang efektif dan efisien adalah menggunakan sistem trickling filter. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui penurunan kandungan limbah cair tapioka dengan menggunakan sistem trickling filter, mengetahui waktu tinggal yang terbaik dari sistem trickling filter dan mengetahui effluent dari sistem trickling filter apakah sesuai standar baku mutu limbah cair tapioka. Metode yang digunakan dalam penelitian ialah eksperimental, dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan yang digunakan waktu tinggal dan tiga kali ulangan (0 jam, 24 jam, 48 jam, 72 jam, 96 jam, 120 jam dan 144 jam). Analisis data mengunakan ANOVA dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem trickling filter mampu menurunkan kandungan bahan organik (BOD dan TSS) masing-masing 1566,56 mg/l (96,27%) dan 1.498,93 mg/l (84,99%) selama 144 jam. Kadar BOD sudah memenuhi standar baku mutu, sementara TSS belum memenuhi standar baku mutu limbah Perda Jateng No.5 Tahun 2012. | The tapioca liquid waste is one the problem which faced by people because of it increating need a plenty of water. That increasing volume of waste to be followed by amount of organic and anorganic content over in suspended or dissolved, other use it need a concentration reduction prosessing. One of waste water threatment which effective annd efficient was trickling filter system which has better retention time. This research has three purpose, there are to know the tapioca liquid water concentration reduction, to know the best tapioca retention time of trickling filter system, to know trickling filter system effluent according to the water quality standart. The experimental method was used in research method with complete randomized design, the retention time to be used as a threatment and it has three times repetition (24,48, 72, 98, 120, 144 hours ). Data analysis used the ANOVA and to be countinued with honestly significant different test. The result of this research showed that trickling filter system could reduce the organic matter (BOD and TSS), 1566,56 mg/l (96,27%) and 1498,93 (84,99%) for 144 hours. BOD value obeyed the Central Java regional number 5 of 2012 about waste water quality standart, but TSS didn,t. | |
| 6543 | 7918 | F1D007065 | DESENTRALISASI ASIMETRIS DALAM PENETAPAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA | Penelitian ini membahas tentang “Desentralisasi Asimetris dalam Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta”, aspek-aspek Desentralisasi Asimetris yang kaitannya dengan asas demokrasi. Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warga negara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut. Masyarakat Yogyakarta adalah sebuah masyarakat tradisional yang kini telah berkembang pesat menjadi masyarakat yang lebih modern. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus sebagai pisau untuk mengupas permasalahan dalam penelitian ini. Studi kasus merupakan penyelidikan mendalam mengenai suatu unit sosial sedemikian rupa sehingga menghasilkan gambaran yang terorganisasikan dengan baik dan lengkap mengenai unit sosial tersebut. Tujuan dari penelitian adalah untuk mendapatkan pemahaman mengenai model Desentralisasi Asimetris dalam Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa Desentralisasi Asimetris melahirkan UU No 13 TAHUN 2012 TENTANG KEISTIMEWAAN DIY. Desentralisasi Asimetris merupakan langkah awal dalam proses pembentukan model pemerintahan khas Yogyakarta sebagai model konsosiasional. Gejala politik ini dapat menjadi modal politik dalam upaya pembangunan politik dan demokrasi lokal Daerah Istimewa Yogyakarta di masa mendatang ke arah yang lebih maju. Keistimewaan DIY juga tercermin dalam mekanisme pengisian jabatan Gubernur Kepala Daerah dan Wakil Gubernur, dengan sistem Penetapan Sri Sultan dan Sri Pakualam secara langsung oleh Presiden, sistem penetapan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIY tidaklah bertentangan dengan Demokrasi selama penetapan tersebut memperoleh legitimasi dari masyarakat. Kesimpulan yang didapat dalam penelitian ini adalah Desentralisasi Asimetris di Daerah Istimewa Yogyakarta telah membuka proses demokratisasi yang lebih bermakna dan sebagai suatu titik awal bahkan modal untuk menemukan model demokrasi yang sesuai dengan aspirasi rakyat. Sementara dalam rangka pembangunan politik dan demokrasi di Indonesia khususnya politik lokal perlu diperhatikan kearifan lokal dan menguji model demokrasi konsosiasional ke dalam kehidupan Masyarakat Yogyakarta yang memiliki tradisi pemerintahan masa lalu sejalan, dengan prinsip-prinsip demokrasi pemerintahan modern. Sebagai salah satu urusan Keistimewaan, pengisian Jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur berasal dari Kasultanan yang dipimpin oleh Sultan Hamengku Buwono dan dari Kadipaten yang dipimpin oleh Adipati Paku Alam | This study discusses the " Asymmetrical Decentralization in the Determination of the Governor and Deputy Governor of Yogyakarta Special Region", Asymmetric decentralization aspects of the relation to the principles of democracy . Democracy is a form of mechanism or system of government of a country in an effort to realize the sovereignty of the people ( citizens of power ) over the country to be run by the state government . Yogyakarta society is a traditional society that has now evolved rapidly into a more modern society . This study used a qualitative research method using a case study approach as a knife for peeling problems in this study . The case study is an in-depth investigation of a social unit so as to produce a picture that is well organized and full of the social unit . The aim of the research was to gain an understanding of the models in the Determination of Asymmetric Decentralization Governor and Deputy Governor of Yogyakarta Special Region . The results of this study revealed that spawned Asymmetric Decentralization UU No 13 TAHUN 2012 TENTANG KEISTIMEWAAN DIY. Asymmetric decentralization is the first step in the process of model building as a model of government of Yogyakarta konsosiasional. This can be a symptom of political capital in the political and democratic political development efforts locally Yogyakarta future towards more advanced. Privileges DIY charging mechanism is also reflected in the positions of the Governor and Deputy Governor, with the stipulation systems and Sri Sultan Pakualam directly by the President, the system determination as Governor and Deputy Governor of Yogyakarta is not opposed to the democracy for the determination of public legitimacy. The conclusion of this research is Asymmetric Decentralization in Yogyakarta Province has opened more meaningful democratization process and as a starting point for the capital even find a model of democracy in accordance with the aspirations of the people. While in the context of political development and democracy in Indonesia, especially local politics to consider local knowledge and test a model democratic society konsosiasional into the life of Yogyakarta which has a tradition of past governments in line with the principles of modern democratic governance. As one of the specialty business, charging Governor and Deputy Governor Position derived from the Sultanate led by the lane and from the Duchy led by the Duke of Paku Alam. | |
| 6544 | 10115 | F1A009047 | “Pola Asuh Anak Broken Home” (Studi Analisis Pola Asuh Anak di Kalangan Buruh Pabrik Bulu Mata Palsu Best Lady Purbalingga) | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pola asuh yang dilakukan oleh orang tua yang telah bercerai dikalangan buruh pabrik bulu mata palsu best lady Purbalingga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan sasaran utama adalah orang tua yang bekerja sebagai buruh pabrik bulu mata Best Lady Purbalingga. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa alasan informan melakukan perceraian dikarenakan oleh faktor ekonomi, ketidak harmonisan dalam rumah tangga, Alasan berikutnya adalah adanya orang ketiga atau terjadinya perselingkuhan yang dilakukan oleh suami. Pembagian waktu yang dilakukan oleh orang tua ketika dirinya harus bekerja dan mengurus rumah tangga dilakukan ketika informan pulang bekerja. Sedangkan waktu yang disediakan untuk anak adalah ketika malam hari ketika menonton televisi dan saat libur yaitu sabtu dan minggu. Secara umum, Pola asuh yang digunakan oleh orang tua yang telah bercerai adalah pola asuh demokratis. Namun ada pula yang menggunakan pola asuh kombinasi antara otoriter dan permisif, hal ini terjadi karena pengasuhan dilakukan oleh dua orang yang berbeda sehingga pola pengasuhan yang digunakan tentunya berbeda pula. Dalam penelitian ini secara tegas tidak ditemui pola asuh dengan jenis penelantar. | The purpose of this study was to determine how parenting is done by parents who have divorced among factory workers false eyelashes Purbalingga best lady. The method used in this study is a qualitative method, the main target is the parents who worked as a factory worker lashes Best Lady Purbalingga. The results of the research that has been done can be concluded that the reason informants did divorce due to economic factors, disharmony in the house stairs, next reason is the presence of a third person or the occurrence of infidelity by her husband. The division of time done by parents when he had to work and take care of the household when the informant return to work. While the time available to children is when the night when watching television and when the holidays are Saturday and Sunday. In general, Parenting used by parents who have divorced are democratic parenting. But some are using a combination of authoritarian parenting and permissive, this happens because the care is done by two different people so that parenting used different course. In this study clearly not met with the kind neglacted parenting. | |
| 6545 | 10116 | F1F009009 | THE EFFECTIVENESS OF USING HANGMAN GAME IN IMPROVING STUDENTS’ VOCABULARY MASTERY (An Experimental Study on the Fifth Grade Students in SDN Lomanis 1 Cilacap) | Penelitian ini membahas efektifitas Hangman Game dalam meningkatkan kemampuan vocabulary siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mencari tahu penguasaan vocabulary siswa-siswa kelas 5 SDN Lomanis 1 Cilacap, (2) menjelaskan cara penggunaan Hangman game untuk meningkatkan penguasaan vocabulary siswa, (3) mencari tahu keefektifan Hangman game dalam meningkatkan penguasaan vocabulary siswa, dan (4) mencari tahu pendapat siswa-siswa dan guru bahasa Inggris kelas 5 SDN Lomanis 1 Cilacap tentang Hangman game. Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimental. Penelitian ini meneliti keefektifan penggunaan Hangman game dalam meningkatkan penguasaan vocabulary siswa-siswa kelas 5 SDN Lomanis 1 Cilacap. Data-data diperoleh dari pre-test, post-test, observasi, dan wawancara. Tes ujicoba diselenggarakan untuk mengukur reliabilitas dan validitas dari instrumen tes. IBM SPSS versi 19 digunakan sebagai alat untuk menghitung nilai reliabilitas, validitas, dan t-test. Pre-test dilakukan pada kelas kontrol dan kelas eksperimental sebelum perlakuan diberikan. Hasilnya, rata-rata nilai siswa kelas kontrol adalah 64.6 dan rata-rata nilai siswa kelas eksperimental adalah 62.8. Setelah pre-test, siswa-siswa kelas eksperimental diberikan perlakuan dengan Hangman game, sedangkan kelas kontrol diajar menggunakan metode konvensional. Post-test diselenggarakan untuk mengetahui rata-rata nilai-nilai siswa setelah perlakuan diberikan. Hasilnya, rata-rata nilai siswa kelas kontrol adalah 70.9, sedangkan kelas eksperimental memperoleh 78.3. Penghitungan t-test menunjukkan nilai 1.772 yang terhitung lebih besar daripada nilai t-tabel critical value yaitu 1.706 (dk=26). Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat keefektifan signifikan dari penggunaan Hangman game. | This research discusses about the effectiveness of Hangman Game in improving students’ vocabulary mastery. The purposes of this research are (1) to find out the vocabulary mastery of the fifth year students in SDN Lomanis 1 Cilacap, (2) to explain how the Hangman game is applied in improving the students’ vocabulary mastery, (3) to find out the effectiveness of Hangman game in improving the students’ vocabulary mastery, and (4) to find out the opinions of the students and the teacher about Hangman game. This research belongs to an experimental study. It describes about a study that investigated the effectiveness of Hangman game in improving the fifth year students’ vocabulary mastery. The data were collected through pre-test, post-test, observation, and interview. Try out tests were held to investigate the reliability and validity of the test instruments. IBM SPSS version 19 was used to calculate the reliability, the validity, and t-test. Pre-test was administered to control and experimental groups before the treatment was given, in which the mean of the control group was 64.6 and the experimental group was 62.8. After the pre-test was given, the experimental group students were treated using the Hangman game, while the control group students were taught conventionally. Post-test was administered to investigate the average scores of the students after the treatment, in which the mean of the control group was 70.9 and the experimental group was 78.3. T-test calculation indicated that the t value was 1.772. It was higher than the critical value of the t-table which was 1.706 (df= 26), denoting that there was a significant effect on the use of the Hangman game in improving the students’ vocabulary mastery. | |
| 6546 | 10117 | F1F007080 | THE CAUSES AND THE EFFECTS OF MALACHY MCCOURT’S PERSONALITY DISORDER IN ANGELA’S ASHES: A MEMOIR BY FRANK MCCOURT | Abstract Penelitian yang berjudul The Causes and Effects of Malachy McCourt’s Personality Disorder in Angela’s Ashes: A Memoir by Frank McCourt, ini bertujuan untuk menganalisis sebab dan akibat dari kelainan keprbadian yang dialami oleh Malachy. kelainan kepribadian tersebut adalah Malachy sebagai pemabuk berat dan sebagai seorang bangsawan. Malachy McCourt bukan karakter utama dalam novel tesebut tapi ia dibahas secara menyeluruh dan memiliki pengaruh besar dalam novel tersebut. Dalam penelitian ini, metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis data dari novel karya Frank McCourt berjudul Angela’s Ashes: A Memoir, yang dianalisis dengan menggunakan teori kelainan keprbadian dan pendekatan psikoanalisis. Teori-teori tersebut digunakan untuk mengetahui sebab-sebab dan akibat dari kelainan kepribadian yang dialami Malachy McCourt. Ada beberapa tahap yang dilalkukan dalam menganalisis novel untuk menjawab rumusan masalah. Tahap pertama adalah membaca dan membuat catatan. Tahap kedua adalah mengkategorikan data yang berhubungan dengan sebab dan akibat dari kelainan kepribadian yang dimiliki oleh Malachy. Tahap ketiga adalah mengecek dan menganalisis sesuai dengan rumusan masalah. Tahap terakhir adalah mengambil kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa ada tiga aspek yang menjadi sebab dari kelainan kepribadian yang dialami oleh Malachy McCourt. tiga aspek tersebut mencakup pengaruh biologis, pengaruh psikologis, dan pengaruh sosial. Pengaruh biologis dibagi menjadi dua bagian. Pertama tentang Presbyterian dan kedua tentang logat orang Irlandia Utara dan karakter/pembawaan yang aneh. Selanjutnya, pengaruh psikologis yang dibagi menjadi dua bagian. Yang pertama tentang pengecualian dan yang kedua tentang kematian anak. Pengaruh yang terakhir adalah pengaruh sosial yang membahas tentang kemiskinan yang dialami Malachy McCourt. Ketiga aspek tersebut mempengaruhi kelainan kepribadian Malachy. Ketiga Aspek tersebut menimbulkan tekanan-tekanan dan rasa tidak nyaman yang dialami Malachy, sehingga Malachy memutuskan untuk mabuk guna mengurangi tekanan-tekanan tersebut. Selain mabuk, Malachy juga berlaku seolah-olah dia adalah bangsawan, ini disebabkan oleh pengaruh sosial yang dia hadapi. Malachy hidup dalam kemiskinan dan dia sering menerima celaan dari orang-orang Limerick. Untuk menghindari itu, Malahcy berlaku seolah-olah dia adalah bangsawan. Kelainan kepribadian Malachy McCourt juga memiliki akibat terhadap dirinya sendiri. Ada dua akibat dari kelainan kepribadian Malachy McCourt, yang pertama adalah Malachy tidak mampu mengurus/menafkahi keluarganya, khususnya anak-anaknya. Yang kedua adalah Malachy McCourt memiliki kinerja kerja yang buruk sehingga ia selalu kehilangan pekerjaannya yang diakibatkan kelainan kepribadianya. | Abstract This research entitled The Causes and Effects of Malachy McCourt’s Personality Disorder in Angela’s Ashes: A Memoir by Frank McCourt. This research is purposed to analyse Malachy McCourt’s personality disorder. That personality disorder is Malachy as an addicted drunker and as noble man. Malachy McCourt is not the main character but he is described completely and has enormous contribution in this novel. In this research, descriptive-qualitative method is used to analyze the data from the novel by Frank McCourt entitled Angela’s Ashes: A Memoir, which is analyzed by personality disorder theory and psychoanalysis approach. There are some steps to analyze the novel to answer research question. The first step is reading and note-taking. Next, the second step is categorizing the data that relate to the cause and the effect of Malachy McCourt’s personality disorder. Then, the third step is checking and analyzing base on the research question. The last step is taking a conclusion. The result of the research shows that there are three aspects that cause Malachy McCourt’s personality disorder. The three aspects encompass biological influence, psychological influence and social influence. Biological influence is divided into two parts. The first is Presbyterian and the second is North Irish accent and odd manner. Then, psychological influence also is divided into two parts. The first is exception and the second is the death of children. The last influence is social influence that discuss about poverty that suffered by Malachy McCourt. The three aspects influence Malachy McCourt’s personality disorder. The three aspects trigger pressures and uncomfortable feeling that suffered by Malachy so, Malachy decides to get drunk to decrease his pressures. Besides drunk, Malachy also behaves that he is a noble man which is caused by social influence. Malachy life in poverty and often get insulting from Limerick people. To avoid it, Malachy acts as if he is a noble man. Malachy McCourt’s personality disorder also has effect to himself. There are two effects that are caused from Malachy McCourt’s personality disorder. The first is Malachy McCourt in unable to take care his family, especially his children. Then, the second is Malachy McCourt has poor work performance so, he always loses his job that is caused by his personality disorder. Keywords: Malachy McCourt, cause, effect, personality, disorder | |
| 6547 | 11333 | A1L010154 | EVALUASI KARAKTERISTIK AGRONOMIK GALUR F2 HASIL PERSILANGAN IR36 DAN PADI MERAH PWR | Perakitan evaluasi karakteristik agronomik dilakukan melalui persilangan IR36×padi merah PWR. Penelitian telah menghasilkan populasi F2 yang perlu dievaluasi karakter agronomiknya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan September 2014 di lahan sawah Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Desa Karangwangkal, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) sebaran karakteristik agronomik galur F2 hasil persilangan IR36 dan padi merah PWR, dan 2) tanaman-tanaman populasi F2 dari persilangan IR36 dan padi merah PWR yang terpilih untuk dilanjutakn menjadi galur F3. Penelitian dilakukan mengunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan rancangan dasar Augmented Design. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah total per malai, bobot 1000 biji dan bobot gabah per rumpun. Hasil penelitian menunjukan 1) Seleksi genotip populasi F2 keturunan persilangan IR36×padi merah PWR menghasilkan 11 galur terpilih yang berdaya hasil tinggi berdasarkan kriteria seleksi tinggi tanaman, jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, panjang malai dan bobot 1000 biji yaitu IRPM-111-2, IRPM-112-19, IRPM-112-23, IRPM-112-24, IRPM-113-5, IRPM-113-6, IRPM-114-21, IRPM-115-2,IRPM-115-3,IRPM-116-1, dan IRPM-116-2dan 2) Karakter tinggi tanaman, jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, panjang malai, dan bobot 1000 biji memiliki keragaman yang nyata. Sedangkan jumlah gabah total per malai dan bobot gabah per rumpun tidak berbeda nyata. | Assembly of agronomic characteristics evaluations carried out through crossing of IR36× red rice PWR. Currently,there are F2 populationthat needs to beevaluated on its agronomic characteristics. The research was conducted in Mei to September 2014 in the wetland of faculty agriculture of Jenderal Soedirman state university, in Karangwangkal village,Purwokerto Utara District, Banyumas. The purposes of this study were to determine: 1) agronomic characteristics F2 distribution lines from crosses of R36×red rice PWR, and 2) plants from the F2 population of a cross IR36×red rice PWR elected to continue into strain F3. The study was conducted using a randomized block design (RBD) with the basic design of Augmented Design. Observed variables, namely plant height, total number of tillers per hill, number of productive tillers , panicle length, total grain number per panicle, 1000 seed weight, and grain weight per hill. The results showed 1) Selection genotypes of F2 populationderived fromIR36×red ricePWR hybridization produced 11 lines of selected high yielding based on selection criteria plant height, total number of tillers per hill, number of productive tillers, panicle length and 1000 seed weigh whicht were IRPM-111-2, IRPM-112-19, IRPM-112-23, IRPM-112-24, IRPM-113-5, IRPM-113-6, IRPM-114-21, IRPM-115-2, IRPM-115-3, IRPM-116-1, and IRPM-116-2and 2) Plant height, number of tillers total, the number of productive tillers, panicle length, and weight of 1000 seeds have a real diversity. While the total grain per panicle and grain weight per hill were not significantly different | |
| 6548 | 7919 | H1A009058 | MODIFIKASI KITOSAN DENGAN KOBALT (II) DAN APLIKASINYA UNTUK MENURUNKAN KADAR ZAT WARNA METHYLENE BLUE | Zat warna dalam limbah cair industri tekstil merupakan salah satu pencemar lingkungan yang berbahaya, untuk itu diperlukan pengolahan limbah sebelum dibuang. Adsorpsi merupakan penanganan limbah yang efektif. Penenlitian tentang adsorption zat warna Methylene Blue telah dilakukan untuk mengkaji kemampuan kitosan yang telah dimodifikasi dengan kobalt (II) dalam menurunkan kadar zat warna Methylene Blue. Modifikasi kitosan-kobalt (II) dengan metode kopresipitasi. Identifikasi gugus fungsi kitosan dan kitosan-kobalt (II) menggunakan instrument FTIR. Proses adsorpsi menggunakan metode bacth yang meliputi variasi pH dan waktu kontak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen kitosan-kobalt (II) yang telah disentesis yaitu sebesar 77,89% (b/b). Kitosan-kobalt (II) dapat mengadsorpsi kadar zat warna methylene Blue secara optimum pada pH 11 dan waktu kontak 45 menit. Kitosan-kobalt (II) mampu menurunkan kadar zat warna Methylene Blue sebesar 78,37%. | Dyes in textile industry wastewater is one of environmental pollution which is dangerous, therefore it is necessary to such process the waste before disposal. Adsorption method is effective for treatment of wastewater. Research on adsorption of Methylene Blue dye has been carried out to asses the ability of chitosan modified with cobalt (II) to reduce the concentration of Methylene Blue dye. Modification of chitosan with cobalt (II) had been performed using coprecipitation method. Identification of functional group for chitosan and chitosan-cobalt (II) was performed using FTIR. Adsorption process was carried out by bacth method included the variation of pH and contact time. The of adsorption analysis of Methylene Blue is using ultraviolet-visible spectroscopy. The result of research showed that the rendemen of chitosan-cobalt (II) synthesized is 77,89 % (b/b). The optimum condition of Methylene Blue dye adsorption by chitosan-cobalt (II) was at pH of 11, and contact time of 45 minutes. The chitosan-cobalt (II) is able to reduce the concentration of the Methylene Blue up to 78,37% | |
| 6549 | 7920 | G1A010021 | PENGARUH EKSTRAK BIJI KOPI HIJAU (Coffea canephora) TERHADAP BERAT BADAN DAN KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN MODEL OBESITAS | Latar belakang : Obesitas merupakan salah satu keadaan yang berisiko terhadap peningkatan prevalensi penyakit diabetes, sindroma metabolik dan toleransi glukosa. Terapi obesitas saat selama ini belum efektif sehingga perlu alternatif terapi lain khususnya dari kopi hijau Tujuan : Mengetahui pengaruh esktrak biji kopi hijau (Coffea canephora) terhadap berat badan dan kadar glukosa darah tikus putih model obesitas. Metode : Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan desain rancangan acak lengkap dengan pendekatan pre and post test with control group. Kelompok 1 (kontrol negatif) mendapatkan normal diet dan sonde aquadestilata, kelompok 2 (kontrol positif) mendapatkan diit tinggi lemak dan sonde aquadestilata, kelompok 3 mendapatkan diit tinggi lemak dan ekstrak biji kopi hijau 400 mg/kgbb/hari. Data berat badan dan glukosa darah sebelum perlakuan dan hari ke-21 dikumpulkan. Data berat badan menggunakan analisis Kruskal Wallis dan dilanjutkan uji Mann Whitney sedangkan data glukosa darah dianalisis dengan uji One Way Annova dan dilanjutkan dengan uji Post Hoc Least Significant Difference (LSD). Hasil : Rerata selisih berat badan kelompok 2 adalah -0.56±50.00 sedangkan pada kelompok 3 adalah 25±50.00. Hasil Uji Mann Whitney menunjukkan perbedaan rerata selisih berat badan yang bermakna antar kelompok 2 dan kelompok 3 (p value 0.038). Rerata selisih glukosa darah kelompok 1 adalah 7.33±30.17, kelompok 2 -2.89±25.04 dan kelompok 3 8.56±21.42. Hasil Uji One Way Annova menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna rerata selisih glukosa darah namun Uji Post Hoc LSD menunjukkan bahwa kelompok 3 memiliki kecenderungan menurunkan kadar glukosa darah setelah 21 hari perlakuan dibandingkan dengan kelompok 2 yang mengalami peningkatan kadar glukosa darah. Kesimpulan : Ekstrak biji kopi hijau memiliki pengaruh dalam menurunkan berat badan dan kadar glukosa darah pada tikus model obesitas. | Background: Obesity is a risk condition of increasing prevalence of diabetes, metabolic syndrome and glucose tolerance. Nowadays, the obesity treatment still not enough effective and should have alternative treatments especially green coffee beans. Objective: Find out the effect of green coffee beans extract (Coffea canephora) on weight and blood glucose level in obese model white rats. Methods: An experimental research with complete randomized design with the approach of pre and posttest with control group. 27 of white rats (Rattus norvegicus) wistar strain which has 100-150 gram. The first group which is negative controls gets normal diet and sonde of distilled aqua. The second group which is positive controls gets high-fat diet and sonde of distilled aqua. The third groups get high-fat diet and green coffee beans extract 400 mg/kgbw/day. The data of body weight and blood glucose before treatments and day 21 were collected. The body weight data were analyzed with Kruskal-Wallis and followed by Mann-Whitney. Blood glucose data were analyzed with One Way ANOVA and followed by Post Hoc Least Significant Difference (LSD) test. Results: This research showed difference mean body weight second group -0.56±50.00 and third group 25±50.00. Mann-Whitney showed there is significant difference in mean body weight between second and third group (p value 0.038). The difference mean blood glucose first group 7.33±30.17, second group -2.89±25.04, and third group 8.56±21.42, the One Way Annova showed there is no significant difference mean blood glucose but Post Hoc LSD showed that the third group have a tendency to decrease the blood glucose after 21 days of the treatment compared to the second group which have increased blood glucose level. Conclusion: Green coffee beans extract has an influence in decreasing body weight and blood glucose level on obese model rats. | |
| 6550 | 7921 | F1F009036 | AN ANALYSIS OF TRANSLATION TECHNIQUES AND ACCURACY IN PETER PAN BILINGUAL COMIC | Abstrak Seorang penerjemah yang baik harus bisa menemukan makna yang paling tepat dari teks dalam bahasa sumber ke teks di bahasa sasaran. Itu sebabnya penerjemah membutuhkan beberapa teknik untuk mencapai makna yang sama sehingga pembaca teks di bahasa sasaran akan mendapatkan ide yang sama seperti pembaca teks dalam bahasa sumber. Dalam studi ini, peneliti berfokus pada teknik penerjemahan teks yang ditemukan di komik Peter Pan Dwi Bahasa berdasarkan teori dari Molina dan Albir. Peneliti juga menganalisis akurasi terjemahan menggunakan penilaian kualitas terjemahan oleh Nababan,dkk. Peneliti menganalisis apakah penerjemah dari Peter Pan Bilingual Comic menyampaikan pesan secara akurat seperti yang ada di Sumber Bahasa atau tidak . Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Peneliti mengambil semua percakapan dari Peter Pan sebagai tokoh utama dalam komik ini sebagai sampel dalam penelitian ini. Data dianalisis dengan menggunakan teori Molina dan Albir dan penilaian kualitas terjemahan oleh Nababan,dkk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penelitian ini penerjemah menemukan 9 teknik yang diterapkan oleh penerjemah untuk menerjemahkan teks dalam bahasa sumber ke teks di bahasa target dalam komik ini. Ada 15 data yang menggunakan lebih dari satu teknik yang digunakan oleh penerjemah. Berdasarkan analisis dari teknik penerjemahan, terjemahan literal adalah teknik yang paling dominan digunakan dalam komik Peter Pan Dwi Bahasa. Dari temuan ini dapat disimpulkan bahwa penerjemah cenderung untuk mempertahankan karakteristik teks dalam bahasa sumber di dalam bahasa target. Penerjemah menerjemahkan teks secara akurat dari teks dalam bahasa sumber ke teks di bahasa sasaran di komik Peter Pan Dwi Bahasa. Teknik-teknik yang digunakan oleh penerjemah membuat terjemahan teks akurat dan mempunyai tata bahasa yang benar. | A good translator must find the most appropriate meaning of the source language text to the target language text. Therefore, a translator needs techniques in order to achieve same meaning so that the target language text readers will get the same idea as that of the source language text readers. In this study, the researcher focuses on the translation technique found in the Peter Pan Bilingual Comic based on Molina and Albir theories. The researcher also analyzes accuracy the translation using translation quality assessment proposed by Nababan,et.al This research applied the qualitative research method. The researcher took all conversations of Peter Pan as the main character in this comic as the sample of this research. The data were analyzed using Molina and Albir’s theories and translation quality assessment suggested by Nababan,et.all. The result of the research showed that in this research the researcher finds 9 techniques applied by the translator to translate source language text to the target language text in this comic. There are 15 data that use more than one technique used by the translator. Based on the analysis of the translation technique, literal translation is the most dominant technique used in the Peter Pan Bilingual Comic. From these findings it can be concluded that the translator tends to maintain the characteristics of the source language text in the target language text. The translator translates the text accurately from source language text into target language text in Peter Pan Bilingual Comic. The techniques that the translator used in translation make the translation accurately translated into target language text and the translator also produces a grammatically correct translation. | |
| 6551 | 7922 | P2EA10037 | KEBIJAKAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH YANG EFEKTIF DAN EFISIEN (STUDI DI KABUPATEN BANYUMAS) | Arif Sarifudin, Program Studi Ilmu Hukum Program Pascasarjana, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Komisi Pembimbing, Ketua : Prof. Dr. H. Muhammad Fauzan, S.H., M.Hum., Anggota : Dr. Johannes Suhardjana, S.H. Tesis ini berjudul : “Kebijakan Pengelolaan Keuangan Daerah Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Yang Efektif Dan Efisien (Studi Di Kabupaten Banyumas)”. Judul ini diangkat dalam penulisan tesis bermula dari pokok permasalahan tentang kebijakan pengelolaan keuangan daerah yang belum dilaksanakan secara efektif dan efisien di dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah di Kabupaten Banyumas. Saat ini Indonesia memasuki era otonomi daerah yang memberikan kewenangan begitu luas kepada daerah dalam rangka menciptakan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang bersih dan tata kelola pemerintahan yang baik sehingga otonomi daerah diharapkan dapat menciptakan efisiensi dan efektivitas pengelolaan sumber daya daerah dan meningkatkan kualitas pelayanan umum dan kesejahteraan masyarakat. Legalisasi otonomi daerah diawali sejak diterapkannya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 yang saat ini telah diganti dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah serta Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 yang saat ini telah diganti dengan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Paket undang-undang otonomi daerah tersebut mengamanatkan pentingnya pemberdayaan masyarakat, pengembangan prakarsa dan kreativitas, peningkatan peran serta masyarakat, dan pengembangan peran dan fungsi DPRD. Kewenangan pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pengelolaan keuangan daerah diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah dan untuk kebijakan pengelolaan keuangan daerah tahun 2012 diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 22 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2012. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, kebijakan pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Banyumas Tahun 2012 antara lain : (1) kebijakan pengelolaan pendapatan daerah sangat efektif dan efisien dengan prosentase realisasi antara 92,13% - 140,92%, (2) kebijakan pengelolaan belanja daerah untuk penyelenggaraan urusan pemerintahan di Kabupaten Banyumas dengan prosentase rasio antara 62,63% (cukup efektif) - 212,286% (sangat efektif), (3) kebijakan pengelolaan pembiayaan daerah dalam pelaksanaannya tidak efektif dan efisien. Dalam kebijakan pembiayaan daerah terdapat adanya perbedaan persepsi dalam pengukuran kinerja pengelolaan keuangan daerah antara Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas dan DPRD Kabupaten Banyumas. Fungsi pengawasan DPRD merupakan sistem pengawasan politis yang lebih bersifat strategis dan bukan teknis admnistrasi. Pengawasan politis sangat terkait dengan kepentingan masyarakat. Kebijakan pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Banyumas di masa yang akan datang dengan meningkatkan pemahaman tentang fungsi legislasi dan perencanaan dari DPRD Kabupaten Banyumas dalam mengakomodasi aspirasi stakeholders dan menumbuhkan inisiasi DPRD Kabupaten Banyumas dalam penyusunan peraturan daerah untuk mendukung pelaksanaan kebijakan pengelolaan keuangan daerah dan meningkatkan kemampuan analisis dari DPRD Kabupaten Banyumas dalam perumusan kebijakan pengelolaan keuangan daerah dalam proses penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. | Arif Sarifudin, Legal Studies Program, Graduate Program, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Advisor Committee, Chairman : Prof. Dr. H. Muhammad Fauzan, S.H., M. Hum., Members : Dr. Johannes Suhardjana, S.H. The thesis is entitled : Financial Management Policies In Local Government Effectively And Efficiently (Studies in Banyumas).The title is raised in the thesis stems from the point of local financial management policy that has not carried out effectively and efficiently in the regional administration in Banyumas. Currently Indonesia has entered the era of regional autonomy, which gives authority to the regions so broad in order to create a clean local governance and good governance so that local autonomy is expected to create efficiency and effectiveness in the management of local resources and improve the quality of public services and social welfare. Legalization initiated since the implementation of regional autonomy Act No. 22 of 1999, which has been replaced by Act No. 32 of 2004 on Regional Government and Act No. 25 of 1999, which has been replaced by Act No. 33 of 2004 on Financial Balance between Central and Local Government. Package regional autonomy legislation mandates the importance of empowering the community, developing initiative and creativity, community participation, and the development of the role and functions of Parliament. Local authorities in developing local financial management policies set in the Regulation of the Minister of Home Affairs Number 13 Year 2006 on Guidelines for Financial Management and financial management of regional policy in 2012 Regulation of the Minister of Home Affairs Number 22 Year 2011 on Guidelines for Preparation of Budget Revenue and Expenditure Fiscal Year 2012. Based on the results of research and discussion, loca financial management policies in Banyumas in 2012, among others: (1) local revenue management policies are very effective and efficient with the percentage of realization between 92.13% - 140.92%, (2) local expenditure management policies for the implementation of government affairs in Banyumas with the percentage ratio between 62.63% (quite effectively) - 212.286% (very effective). (3) financial management policies are not effective and efficient implementation. Local financial management policies in Banyumas in the future to improve the understanding of the functions of legislation and planning of Parliament Banyumas in accommodating the aspirations of stakeholders and foster the initiation of Parliament Banyumas in drafting local regulations to support the implementation of local financial management and enhance analysis capabilities of Parliament Banyumas in policy formulation in the region financial management of the process of preparing the Regional Budget. In the local of financing policies are different perceptions in the local of financial management performance assessment between the Government and Parliament. Parliament oversight function is a system of political control over strategic and technical instead of Administrative. Political supervision is strongly associated with the public interest. | |
| 6552 | 11551 | E1A110019 | MODEL NOKEN SEBAGAI PENGAKUAN NEGARA ATAS HAK-HAK POLITIK MASYARAKAT ADAT DALAM PELAKSANAAN PEMILIHAN UMUM | Masyarakat Yahukimo melaksanakan pemilihan umum sesuai dengan caranya sendiri (adat), yaitu pemilih memasukkan surat suara yang telah dicontreng ke dalam "noken". Untuk itulah , maka penilitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pemilihan umum dengan tata cara pemilihan model Noken sebagai pengakuan negara atas hak-hak politik masyarakat adat dalam pelaksanaan pemilihan umum. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan sumber data berupa data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Data hasil penelitian kemudian dianalisis dengan analisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa pemilihan umum dengan menggunakan model Noken sebagai pengakuan negara atas hak-hak politik masyarakat adat didasarkan ketentuan Pasal 18B ayat (2) dan Pasal 281 ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945, Pasal 6 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia dan Pasal 51 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi dan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 47-81/PHPU.A-VII/2009. Pemilihan umum dengan menggunakan model Noken merupakan bentuk jaminan negara atas tersalurnya hak konstitusional masyarakat adat dalam pemilihan umum, yakni pemungutan suara dengan cara aklamasi sebagai mana yang dilakukan oleh masyarakat di beberapa daerah di pegunungan Jayawijaya, sebagai salah satu mekanisme pemungutan suara yang dapat mengakomodasi kesulitan-kesulitan yang dialami oleh masyarakat adat dengan memperhatikan hukum adat yang masih dianut di masyarakat. | Yakuhimo communities implement elections according to his own (custom), which voters insert ballots is checked into "noken". For this reason, then this research aims to investigate the implementation of the general election with the election procedures Nokens models as State recognition of political rights of indigenous peoples in the implementation of the general election. The method used in this research is normative juridical, with the data sources in the form of secondary data consists of primary legal materials, secondary law and tertiary legal materials. The data was then analyzed using qualitative analysis. Based on the results of research and discussion, it can be concluded that the elections by using models Noken as State recognition of political rights of indigenous peoples based on the provisions of Article 18B paragraph (2) and Article 281 paragraph (3) of the Constitution of 1945, Article 6 of the Law Law No. 39 of 1999 on Human Rights and Article 51 paragraph (1) letter b of Law Number 24 Year 2003 regarding the Constitutional Court and the Constitutional Court Decision No. 47-81 / PHPU.A-VII / 2009. Elections by using models Nokens is a form of state guarantees on constitutional rights of indigenous peoples in the general election, the voting in a manner which acclamation as done by people in several areas in mountainous Jayawijaya, as a voting mechanism that can accommodate adversity difficulties experienced by indigenous peoples with due regard to customary law is still practiced in the community. | |
| 6553 | 11553 | F1C010007 | KOMUNIKASI INTERPERSONAL SINGLE MOTHER DENGAN REMAJA DALAM MEMBENTUK KEMANDIRIAN DI KELURAHAN BATU AMPAR RT 10 RW 06 KECAMATAN KRAMAT JATI JAKARTA TIMUR | Penelitian yang berjudul “Komunikasi Interpersonal Single Mother dengan Remaja dalam Membentuk Kemandirian Di Kelurahan Batu Ampar RT 10 RW 06 Kecamatan Kramat Jati Jakarta Timur” ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana komunikasi interpersonal yang dijalin oleh single mother dalam membentuk kemandirian terhadap anak remajanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses komunikasi interpersonal dalam membentuk kemandirian anak serta mengetahui bentuk kemandirian anak dalam aspek emosi, intelektual, ekonomi serta sosial. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan yang dipilih dengan cara purposive sampling berjumlah 10 orang yang terdiri dari ibu dan anak. Berdasarkan data yang diperoleh selama penelitian berlangsung, didapatkan beberapa hasil penelitian diantaranya, seorang ibu yang berperan ganda menjadi kepala rumah tangga sekaligus menjadi ibu rumah tangga sangat mempengaruhi pembentukan kemandirian anak. Selain itu, seluruh informan remaja telah mampu membentuk kemandiriannya dalam aspek sosial, emosional, intelektual, dan ekonomi. Namun disamping itu, terdapat hambatan saat prosesnya berlangsung, seperti menyembunyikan sesuatu dan miss communication. Hal ini dikarenakan dari pihak sang anak masih suka tertutup dan sikap sang ibu yang terkadang over protective. | This study titled "Interpersonal Communication Single Mother with Teenagers in Forming an Independence in Batu Ampar RT 10 RW 06 Kramat Jati East Jakarta " was conducted to determine how the interpersonal communication made by a single mother in forming an independence to teenagers. The purpose of this study is to investigate the process of interpersonal communication in forming the children's independence and to know the form of independence of the children in aspects of emotion, intellectual, economic and social. The method used is descriptive method with qualitative approach. Informants were selected by purposive sampling of 10 people consisting of a mother and child. Based on data obtained during the study, obtained some results of such research, a mother who has dual role as head of the household as well as a housewife greatly affect the formation of the child's independence. Additionally, the entire teenager informants have been able to establish their independence in the social, emotional, intellectual, and economic. But besides that, there are barriers to the process currently, such as hiding something and miss communication. This is because of the child is still closed and attitudes of mother who sometimes over protective. | |
| 6554 | 7923 | E1A010228 | RESTITUSI BAGI KORBAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Nomor: 1554/Pid.B/2012/PN. Mdn) | Restitusi adalah pembayaran ganti kerugian yang dibebankan kepada pelaku berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap atas kerugian materiil dan/atau immateriil yang diderita korban atau ahli warisnya. Restitusi yang merupakan hak dan perlindungan terhadap korban dalam tindak pidana perdagangan orang, setidaknya telah memberikan jalan bagi terbukanya penegakan hukum yang berkonsep pada pemulihan hak korban setelah terjadinya tindak pidana. Pengaturan restitusi dalam Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Orang setidaknya telah menghasilkan 2 (dua) buah putusan pengadilan yang mencantumkan restitusi dalam amar putusannya. Putusan pengadilan yang memberikan restitusi dalam amar putusannya diantaranya adalah putusan hakim Pengadilan Negeri Medan Nomor 1554/Pid.B/2012/PN.Mdn. Melalui penelitian yang bersifat yuridis normatif, akan dikaji mengenai bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam putusan dengan nomor register perkara 1554/Pid.B/2012/PN.Mdn di dalam memberikan restitusi bagi korban tindak pidana perdagangan orang dan bagaimana akibat hukum dengan dikabulkannya restitusi bagi korban dalam perkara nomor 1554/Pid.B/2012/PN.Mdn. Secara kualitatif, permasalahan tersebut akan dianalisis melalui fakta di dalam Putusan Pengadilan Negeri Medan dengan nomor register perkara 1554/Pid.B/2012/PN.Mdn untuk kemudian diuraikan secara sistematis dan logis sebagai satu kesatuan yang utuh. Putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor 1554/Pid.B/2012/PN.Mdn yang telah mengabulkan restitusi dalam amar putusannya didasarkan atas pertimbangan bahwa telah terbuktinya pelaku melanggar ketentuan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, adanya pengajuan tuntutan hak restitusi oleh korban berdasarkan haknya yang dimuat dalam ketentuan undang-undang tersebut, adanya kerugian yang diderita oleh korban baik kerugian materiil maupun immateriil, dan kemampuan pelaku secara ekonomi yang secara tidak langsung terlihat dalam putusan tersebut. Sedangkan akibat dengan dimuatnya restitusi dalam putusan tersebut, berakibat pada munculnya hubungan hukum antara pelaku dan korban. Hubungan itu berupa kewajiban pelaku untuk membayar restitusi kepada korban dan hak korban untuk menerima pembayaran restitusi dari pelaku, selain itu tuntutan restitusi yang diajukan berdasarkan ketentuan Pasal 98 KUHAP juga berakibat hukum pada putusan restitusi tersebut assesor dengan putusan pemidanaannya. | Restitution is the payment of compensation that is charged to the offender based on a court decision that is legally binding for the loss of material and/or immaterial whis is suffered by the victims or their heirs. Restitution which is the rights and the protection of the human trafficking victims, at least paved the way for the opening of the concept of law enforcement in the recovery of victims rights after a crime. The restitution setting in the Law Number 21 Year 2007 on Eradication of people criminal offense has produced at least two (2) court decisions that included restitution its verdict. Court decisions that provide restitution its verdict is the judge decision of Medan District Court No. 1554/Pid.B/2012/PN. Mdn. Through juridical normative research, it will be assessed on how legal reasoning of judges in verdict with case register number 1554/Pid.B/2012/PN. Mdn in providing restitution to the human trafficking victims and legal consequences by granted restitution for victims in case number 1554/Pid.B/2012/PN. Mdn. Qualitatively, these problems will be analyzed through the facts in the Medan District Court with case register number 1554/Pid.B/2012/PN. Mdn subsequently described systematically and logically as one unity. The decision of Medan District Court number 1554/Pid.B/2012/PN. Mdn has been granted a restitution in its verdict based on the consideration of the evidence that the perpetrator has violated the provisions of Article 2 paragraph (1) of Law Number 21 Year 2007 on Combating the Crime of Human Trafficking, submission claim as the right of restitution by victims based on their rights contained in the provision of law, both material and immaterial losses of the victims, and the ability perpetrator economically undirectly visible in its decision. Meanwhile, due to restitution in publishing decisions, make the emergence of the legal relationship between the perpetrator and victims. The relationship is a perpetrator duty to pay restitution to victims and victims rights to receive the payment of restitution from the perpetrator, in addition the restitution claims which is filed under the provisions of Article 98 of the Criminal Procedure Code (KUHAP) also have legal consequence on the restitution judgement called assesor with its criminal decisions. | |
| 6555 | 10118 | F1G010044 | PEMBACAAN SEMIOTIKA ATAS SAJAK “AKU” KARYA CHAIRIL ANWAR | Skripsi ini berjudul Pembacaan Semiotika atas Sajak Aku Karya Chairil Anwar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keseluruhan makna yang terdapat dalam puisi Aku karya Chairil Anwar. Penelitian ini termasuk deskriptif analisis dengan fokus penelitian berupa makna dalam puisi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah membaca dengan seksama teks puisi Aku, mencatat data-data penting yang berkaitan dengan penelitian, dan mengkalasifikasi data-data yang telah ada dengan permasalahan yang telah ada. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan teori Semiotika Riffatere. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan terhadap puisi tersebut dengan teori semiotika Riffatere terdapat makna yang indah. Puisi ini bercerita tentang kisah kehidupan dan perjuangan Chairil Anwar. | This research entitled “Pembacaan Semiotika atas Sajak Aku Karya Chairil Anwar”. It aims at knowing the over-all meaning that are found in the poem of Chairil Anwar’sAku. The research method employed is qualitative descriptive focusing on the meaning of the poem. Data collection techniques are by reading Chairil Anwar’s Aku, taking the important notes related to the research and classifying the data based on the research questions. Next, the data are analyzed by employing Semiotics Riffaterre theory. Based on the result of analysis, by employing Semiotics Riffaterre theory, it can be found its beautiful meaning. The poem tells the story about the life and the strunggle of Chairil Anwar. | |
| 6556 | 11552 | F1A011062 | KONSTRUKSI SOSIAL PENGGEMAR MUSIK TERHADAP IDOLANYA (STUDI DESKRIPTIF KONSTRUKSI SOSIAL PENGGEMAR MUSIK TERHADAP IDOLANYA DI KOTA PURWOKERTO) | Konstruksi sosial penggemar musik terhadap idolanya meliputi bagaimana penggemar musik melihat perkembangan musik Indonesia, bagaimana penggemar musik memaknai musik dalam hidupnya, pemaknaan terhadap lagu-lagu artis idola, pandangan tentang kepribadian artis idola, pengalaman berkesan terkait perjumpaan dengan artis idola, koleksi CD dan merchandise serta komunitas penggemar musik – fans club. Realitas sosial mengenai penggemar musik dalam mengidolakan artis musik idolanya adalah konstruksi sosial yang dibangun berdasarkan pengalaman intersubjektif mereka. Eksternalisasi adalah penyesuaian diri dengan dunia sosiokultural sebagai produk manusia, dalam hal ini musik dan penggemar musik membentuk zona sosio kultural, objektivasi adalah interaksi sosial dalam dunia intersubjektif yang dilembagakan atau mengalami proses institusionalisasi, seperti banyak dijelaskan pada bagian deskripsi maupun hasil penelitian, hampir setiap penggemar musik menjalin hubungan sosial yang lebih luas dengan penggemar musik lain, dan mendatangkan banyak manfaat bagi mereka. Internalisasi adalah individu mengidentifikasi diri ditengah lembaga-lembaga sosial dimana individu tersebut menjadi anggotanya, pada tahap ini penggemar musik sudah mampu memaknai pengidolaannya dengan identifikasi diri dalam totalitasnya sebagai penggemar musik, semua hal yang dilakukan berhubungan dengan idolanya sebagai pembuktian pada lingkungannya bahwa mereka adalah penggemar sejati sang idola. | The social construction of music fans to their idol include how music fans see the development of Indonesian music, how they interpret the meaning of music in their life, the meaning of their songs idols, idols view of personality, memorable experience when they meet the idol, CD and merchandise collection, and the community of music fans or fans club. The social reality of the music fans which is idolize their idol - is a social construction based on experience. Externalization is the adjustment to the socio-cultural world as a human product, in this case music and music fans formed a socio-cultural zones, objectivation is social interaction in the intersubjective world – which is institutionalized or on the way to institutionalization process, as many described in the description and the results of the study, almost music fans get wider relationships with the other music fans, and brings many benefits for them. Internalization is individual identification in the middle of social institutions, which is the individual as a member, at this stage, music fans have got self-identification in its totality as a fan of music, all the things that relate to their idol show demonstration of the environment that they are a true fans of their idol. | |
| 6557 | 11555 | F1G011034 | Kohesi Pada Wacana Informasional (Studi Kasus Pada Rubrik Opini Harian Kompas) | Penelitian yang berjudul “Kohesi pada Wacana Informasional (Studi Kasus pada Rubrik Opini Harian Kompas)” ini berujuan untuk mendeskribsikan penggunaan kohesi gramatikal dan kohesi leksikal pada Rubrik Opini Harian Kompas. Penelitan ini termasuk ke dalam penelitian deskriptif kualitatif dengan sumber data dari potongan-potongan wacana yang terdapat dalam Rubrik Opini Harian Kompas. Pada tahap ini pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknik dasar teknik sadap dan teknik lanjutannya menggunakan teknik catat. Pada tahap analisis data menggunakan metode agih dan metode padan. Metode agih menggunakan teknik dasar teknik bagi unsur langsung dan teknik lanjutannya teknik perluas, teknik ganti dan teknik baca markah. Metode padan menggunakan teknik dasar teknik hubung banding dan teknik lanjutannya teknik hubung banding menyamakan dan teknik hubung banding membedakan. Berdasarkan analisis kohesi pada Rubrik Opini Harian Kompas terdapat dua kohesi pada wacana tersebut yaitu kohesi gramatikal dan kohesi leksikal. Kohesi gramatikal terdiri dari pengacuan, penyulihan, pelesapan, dan perangkaian. Kohesi leksikal terdiri dari repetisi, sinonimi, antonimi, kolokasi, hiponimi, dan ekuivalensi. Pada penelitian ini yang paling banyak ditemukan adalah pengacuan persona sebanyak 68 data (19,48% dari data keseluruhan) sehingga pada wacana rubrik opini harian Kompas banyak penggunaan kata ganti orang baik itu kata ganti orang pertama, kedua, ataupun ketiga. Data yang paling sedikit ditemukan dalam penelitian ini adalah kolokasi sebanyak 3 data (0,86% dari data keseluruhan) sehingga pada wacana rubrik opini harian Kompas jarang ditemukan kata-kata yang saling berkaitan satu sama lain dalam satu bidang tertentu. | This study entitled “Cohesion in Informational Discourse (Case Study on Opinion Rubric of Kompas daily)” aims to describe the use of grammatical and lexical cohesion in Opinion Rubric of Kompas daily. It is qualitative descriptive study with the discourses in Opinion Rubric of Kompas daily as the source data. Collecting the data used observation methods with tapping technique as basic technique and continued with noting technique. In this step, the data analysis used distributional method and identity method. Distributional method used Immediate Constituent Analysis technique as basic technique and expantion technique, substitution technique, and markers technique. Correlation method used connecting comparing technique as basic techniques and continued with equalize connecting comparative technique and differentiate connecting comparative technique. Based on the cohesion analysis in Opinion Rubric of Kompas Daily, there were two cohesion: grammatical cohesion and lexical cohesion. Grammatical cohesion consists of reference, substitution, deletion, and arranging. Lexical cohesion consists of repetition, synonymy, antonym, collocation, hyponymy, and equivalence. In this study, the most commonly found was the persona reference as many as 68 of data (19.48% of the overall data) so the discourse in opinion rubric of Kompas daily mostly used pronoun like the first, second, or third person pronoun. The fewest data was the collocation as much as 3 data (0.86% of overall data) so the discourse in opinion rubric of Kompas daily was uncommonly found the words that are related to each other in one particular field. | |
| 6558 | 7924 | H1C009050 | UNJUK KERJA VOICE OVER INTERNET PROTOCOL PADA EMBEDDED SYSTEM RASPBERRY PI DAN CUBIEBOARD | Voice over Internet Protocol adalah sebuah jaringan telepon atau system komunikasi suara antar klien melalui jaringan internet, suatu jaringan VoIP harus memiliki suatu server yang berfungsi sebagai IP PBX, Raspberry Pi dan Cubieboard merupakan perangkat keras yang berbasis Embedded System yang dapat digunakan sebagai server dalam komunikasi VoIP, perangkat lunak yang digunakan pada server menggunakan Asterisk dan Freeswitch. Untuk mengetahui kualitas dari purwarupa layanan VoIP dapat ditentukan dari nilai delay, jitter, packet loss, CPU usage, memory usage, maximal simultaneous calls, dan concurrent calls. Hasil penelitian yang dilakukan, didapatkan nilai rerata delay, jitter, dan packet loss komunikasi suara pada server Raspberry pi menggunakan Asterisk sebesar 1.4566 ms, 0.126 ms, dan 0 % , dengan Freeswitch sebesar 1.0524 ms, 0.245 ms, dan 0.1%. pada Cubieboard menggunakan Asterisk secara berurutan dengan nilai 0.9022 ms, 0.212 ms dan 0,1 %, dengan menggunakan Freeswitch 0.9294 ms, 0.128 ms dan 0%. CPU usage dan Memory usage pada Raspberry Pi menggunakan Asterisk 0.5 % dan 2.5%, Freeswitch 11.7 % dan 4.2%. Pada Cubiboard menggunakan Asterisk 1.7 % dan 4.6%, pada Freeswitch 6.5% dan 2.2%. | Voice over Internet Protocol is a network phone system or voice communications between clients through the Internet, VoIP network must have a server that serves as an IP PBX , Raspberry Pi and Cubieboard is a hardware Embedded System that can be used as a server in VoIP communications , the software used on the server using Asterisk and Freeswitch . To determine the quality of a prototype VoIP service can be determined from the value of delay , jitter , packet loss , CPU usage , memory usage , maximum simultaneous calls , and concurrent calls . Results of research conducted , the mean value obtained delay , jitter , and packet loss on voice communication using an Asterisk server Raspberry pi of 1.4566 ms , 0126 ms , and 0 % , with Freeswitch of 1.0524 ms , 0245 ms , and 0.1 % . on Cubieboard using Asterisk in sequence with a value of 0.9022 ms , 0212 ms and 0.1 % , using Freeswitch 0.9294 ms , 0128 ms and 0 % . CPU usage and memory usage on the Raspberry Pi using Asterisk 0.5 % and 2.5 % , Freeswitch 11.7 % and 4.2 % . In Cubiboard using Asterisk 1.7 % and 4.6 % , Freeswitch 6.5 % and 2.2% . | |
| 6559 | 7925 | F1B006074 | PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KOTA PURWOKERTO (Studi Implementasi Perda Nomor 4 Tahun 2003 Tentang Pedagang Kaki Lima) | Pembangunan merupakan proses perubahan masyarakat menjadi lebih baik dalam segi ekonomi ataupun segi lainnya. Dewasa ini kondisi perkotaan cenderung mengalami perkembangan yang pesat, antara lain disebabkan adannya pandangan bahwa wilayah perkotaan merupakan lokasi yang efisien dan efektif untuk berlangsungnya kegiatan-kegiatan produktif, dan pada dasarnya daerah perkotaan merupakan pusat kegiatan ekonomi, teknologi, informasi dan inovasi. Kurangnya pemerataan pembangunan dan sempitnya lapangan pekerjaan memberi peluang munculnya berbagai permasalahan. Keberadaan sektor informal saat ini menjadi fenomena penting karena beberapa faktor. Sektor informal selain sebagai penyedia lapangan kerja, juga memiliki kemampuan untuk bertahan di wilayah perkotaan tanpa bantuan dari pemerintah. Perkembangan kota Purwokerto secara signifikan terjadi sekitar tahun 2000-an, yakni ketika mulai dibanjiri oleh mahasiswa-mahasiswa dari berbagai kota di pulau Jawa untuk menuntut ilmu di perguruan tinggi yang ada di kota Purwokerto, khususnya Universitas Jenderal Soedirman dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Sejak saat itu, aktivitas ekonomi rakyat yang berkenaan dengan kebutuhan mahasiswa pun meningkat, banyak sektor informal termasuk pedagang kaki lima bermunculan untuk melayani kebutuhan para mahasiswa. Demi mengantisipasi timbulnya permasalahan yang diakibatkan oleh keberadaan PKL yang populasinya semakin meningkat di wilayah Kabupaten Banyumas, khususnya di Kota Purwokerto, Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas telah mengeluarkan Perda No. 4 Tahun 2003. Perda ini secara efektif berlaku sejak tanggal 1 Juli 2003. Ada pun beberapa temuan dalam penelitaian yang dilakukan salah satunya, yaitu: Perda Nomor 4 Tahun 2003 yang mengatur tentang pedgang kaki lima yang selama ini belum berjalan dengan efektif masih terdapat kekurangan baik dalam jumlah pengimputan data pedagang kaki lima maupun kejelasan mengenai kapan mereka akan segara direlokasi ketempat yang baru. | A prosperous developmental is a changing process to get a better life in economical aspect or another. Recently, a city has a rapid developmental processes because of the effectively and efficiently perspective location as a production sectors and in a fact that it is a center for an economical, technological, information and innovation activities. An unbalanced developing distribution and less of vacancies is now become a new problem. Recently, An informal sector plays an important role in prosperous developmental. Informal sector is not only important as vacancies creator but also has an ability to survive in a city without any governmental funding. Purwokerto has significantly developed since 2000 when in the first time it was fully loaded by a student from any part of java to study in several university in Purwokerto such as Universitas jenderal Soedirman and Universitas Muhammadiyah Purwokerto. At the time, economical activities were significantly increased in order to fulfill several necessity of the student. One of the most was the increasing of a street sellers. For anticipating several problems caused by an increasing of a street sellers especially in Purwokerto, local government of Banyumas resident have been published a regional regulation No. 4 in 2003. it was officially activated since july 1st 2003. The research has revealed that it was not work properly to regulate the number of street sellers and a distinct relocation to the new proper place. | |
| 6560 | 7926 | F1B009034 | ANALISIS PENGARUH CHANGE DNA DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP PELAYANAN PRIMA DI PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KABUPATEN BANYUMAS | Menghadirkan pelayanan publik yang prima kepada masyarakat pengguna jasa menjadi kewajiban bagi PDAM Kabupaten Banyumas. Perubahan yang dilakukan untuk mewujudkan pelayanan prima belum manampakkan hasil yang baik, dikarenakan belum menyentuh aspek sumber daya manusia dan budaya organisasi (soft side of change). Hal ini kemudian melatarbelakangi penelitian ini untuk menganalisis pengaruh DNA perubahan pegawai dan budaya organisasi terhadap pelayanan prima di PDAM Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif dengan menggunakan metode survei. Teknik yang digunakan dalam pemilihan sampel adalah cluster random sampling terhadap total populasi pegawai. Cluster dalam penelitian ini didasarkan pada wilayah kerja pegawai yang tersebar di kantor pusat dan empat unit kantor cabang. Melalui teknik yang dikemukan oleh Solvin (dalam Sangadji dan Sopiah, 2010: 189) dengan tingkat kesalahan 5%, ditarik sampel sejumlah 114 pegawai. Hasil penelitian menunjukan bahwa performa pelayanan prima di lingkungan Perusahaan Daerah Air Minum kabupaten Banyumas berada pada taraf yang sedang atau moderat. Hal ini disebabkan, kadar change DNA pada diri pegawai dan keterdukungan budaya organisasi secara umum berada pada taraf yang moderat pula. Untuk itu, perlu dilakukan serangkaian terobosan untuk memperbaiki tindak-tanduk pegawai dan mengubah nuansa budaya, sehingga mampu menciptakan pelayanan yang prima kepada masyarakat. | Presenting excellent public service to the customers is the obligation of PDAM (Local Water Company) Banyumas Regency. The changes which is made to achieve excellent service have not shown a good result, because it has not used the aspects of human resource and organizational culture (soft side of change). Then, it is the foundation of this research to analyze the influence of change DNA and organizational culture toward excellent service in PDAM (Local Water Company) in Banyumas Regency. The type of this research is assosiative research with using survey method. Techniques used in the sample selection is cluster random sampling of the total employee population. Clusters in this study are based on employee work areas spread across the central office and four branch offices. Through the technique which is suggested by Solvin (in Sangadji and Sopiah, 2010: 189) with an error rate of 5 %, it is drawn the amount sample as 114 employees. The result of this research showed that the performance of excellent service in PDAM (Local Water Company) Banyumas Regency had not showed an impressive degree or still at a moderate level. It was caused by the level of change DNA in the employees themself and support of organizational culture in general which were at a moderate level as well. For that reason, it needs to be conducted for a series of breakthroughs to improve the employee’s behavior and change the cultural nuance, so that it can create an excellent service to the public. |