Artikel Ilmiah : F1B009029 a.n. GALANG PUTRA PRATAMA

Kembali Update Delete

NIMF1B009029
NamamhsGALANG PUTRA PRATAMA
Judul ArtikelKEMITRAAN PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT
DI DESA KARANGSALAM KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini mendeskripsikan mengenai pola kemitraan pada program PHBM yang terjalin di Desa Karangsalam Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menggambarkan secara mendalam mengenai pola kemitraan yang terjalin antara pihak Perhutani BKPH Gunung Slamet Barat, pihak swasta, dan masyarakat LMDH Wana Lestari dalam mengelola sumberdaya hutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan di Desa Karangsalam. Konsep yang digunakan diadopsi dari model kemitraan Sulistiyani dan Syahrir dengan metode kualitatif dan analisa interaktif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat Desa Karangsalam belum memahami dengan baik mengenai adanya kerjasama yang muncul antara ketiga belah pihak. Hal ini dikarenakan pendidikan masyarakat yang rendah menjadi salah satu penyebab utamanya. Perhutani juga belum secara rutin mengadakan rapat berkala, lalu kesibukan masyarakat yang sebagian besar petani, membuat kurangnya tingkat partisipasi dalam penyadapan getah kopal. Namun secara keseluruhan program PHBM di Desa Karangsalam sudah berjalan lancar. Manfaat yang didapat oleh Perhutani adalah hutan menjadi aman tidak adanya penebangan liar, dan ekosistem terjaga. Manfaat bagi BAF yakni BAF mendapatkan lahan sewa dari Perhutani, dan mendapatkan pengakuan dari segi keamanan dan kebutuhan tenaga kerja dari Desa Karangsalam. Sedangkan yang didapat dari LMDH Wana Lestari sendiri adalah adanya kesempatan bekerja bagi masyarakat Desa Karangsalam, namun kesempatan kerja tersebut belum dapat menaikan tingkat kesejahteraan masyarakat secara signifikan.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study describes the patterns of partnership in CFM program that exists in the village Karangsalam Banyumas. The purpose of this study to determine and describe the depth of the partnership that exists between Perhutani BKPH Mount Slamet West, the private sector, and community LMDH Wana Lestari in managing forest resources and improve the welfare of forest communities in the village Karangsalam. The concept used was adopted from the model Sulistiyani and Syahrir partnership with qualitative methods and interactive analysis. Selection of informants using purposive sampling technique. The results showed that the villagers Karangsalam not understand enough about the cooperation that emerged between the three parties. This is because the low public education became one of the main causes. Perhutani also not routinely hold regular meetings, and the bustle of society, mostly farmers, making the lack of participation in sap-copal. But overall program in the village CFM Karangsalam been running smoothly. The benefits gained by Perhutani is forest to secure the absence of illegal logging, and the ecosystem is maintained. Benefits for the BAF, BAF get lease land from Perhutani, and gain recognition in terms of security and employment needs of the village Karangsalam. Whereas obtained from LMDH Wana Lestari itself is an opportunity to work for the villagers Karangsalam, but employment opportunities are yet to be raised significantly the level of social welfare.
Kata kuncikemitraan, Perhutani, PHBM, LMDH
Pembimbing 1Dr. Slamet Rosyadi, M.Si.
Pembimbing 2Tobirin S.Sos.,M.Si.
Pembimbing 3Drs. simin, M.Si.
Tahun2014
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2014-11-20 13:20:49.981761
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.