Artikel Ilmiah : F1C022033 a.n. SITI HANDAYANI

Kembali Update Delete

NIMF1C022033
NamamhsSITI HANDAYANI
Judul ArtikelSTRATEGI KOMUNIKASI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN KEPALA KELUARGA (PEKKA) DALAM MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN EKONOMI KELUARGA DI DESA LARANGAN, KECAMATAN LARANGAN, KABUPATEN BREBES
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini berfokus pada strategi komunikasi pemberdayaan yang dilakukan oleh Yayasan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) dalam mewujudkan kemandirian ekonomi keluarga di Desa Larangan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis bagaimana strategi komunikasi pemberdayaan yang diterapkan oleh Yayasan PEKKA dalam mendampingi perempuan kepala keluarga agar mampu mencapai kemandirian ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivisme, yang jenis datanya menggunakan data primer dan data sekunder serta menggunakan triangulasi sumber sebagai metode validitas data. Informan dalam penelitian ini dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria merupakan pengurus Pusat Yayasan PEKKA, pengurus PEKKA Desa Larangan, serta perempuan kepala keluarga yang menjadi anggota aktif PEKKA dan telah mengikuti program minimal satu tahun. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi, dengan teknik analisis data model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemberdayaan yang diterapkan PEKKA Desa Larangan dilaksanakan melalui lima strategi utama yang saling berkaitan, yaitu pembentukan kelompok melalui musyawarah dan perwakilan di setiap dusun, penguatan kepercayaan dan kedekatan dengan anggota, pemanfaatan media komunikasi secara tatap muka maupun digital, pelibatan anggota dalam pengambilan keputusan, serta pembangunan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan. Penelitian ini juga menemukan bahwa proses pemberdayaan tidak lepas dari tantangan, seperti munculnya kecemburuan sosial terkait kesempatan mengikuti kegiatan serta berkurangnya jumlah kelompok aktif akibat kesibukan anggota dalam menjalankan peran domestik maupun pekerjaan. Meskipun demikian, strategi komunikasi yang diterapkan memberikan dampak positif terhadap perubahan anggota, baik dari aspek kemampuan berkomunikasi maupun kemandirian ekonomi keluarga.
Kata Kunci: Strategi Komunikasi Pemberdayaan, Komunikasi Partisipatif, Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA), Kemandirian Ekonomi Keluarga
Abtrak (Bhs. Inggris)This study focuses on the empowerment communication strategy carried out by the Female Head of Household Foundation (PEKKA) in realizing family economic independence in Larangan Village, Larangan District, Brebes Regency. The objective of this study is to analyze how the empowerment communication strategy implemented by the PEKKA Foundation assists female heads of household in achieving economic independence. This study employs a descriptive qualitative approach with a constructivism paradigm, utilizing both primary and secondary data, and applying source triangulation as a data validity technique. Informants were selected using purposive sampling, with criteria including being part of the PEKKA Central Foundation management, PEKKA Larangan Village management, and female heads of household who are active PEKKA members and have participated in the program for at least one year. The data collection techniques used were semi-structured interviews, participatory observation, and documentation, with data analysis using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results of the study indicate that the empowerment communication strategy implemented by PEKKA Larangan Village is carried out through five interrelated main strategies: group formation through deliberation and representation in each hamlet, strengthening trust and closeness with members, the use of both face-to-face and digital communication media, involving members in decision-making, and building partnerships with various stakeholders. This study also found that the empowerment process is not free from challenges, such as social jealousy regarding opportunities to participate in activities and a decrease in the number of active groups due to members' busy schedules in carrying out domestic roles and work. Nevertheless, the communication strategy implemented has a positive impact on member transformation, both in terms of communication ability and family economic independence.
Keywords: Empowerment Communication Strategy, Participatory Communication, Female Heads of Household (PEKKA), Family Economic Independence
Kata kunciStrategi Komunikasi Pemberdayaan, Komunikasi Partisipatif, Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA), Kemandirian Ekonomi Keluarga
Pembimbing 1Prof. Dr. Shinta Prastyanti, S.IP., M.A
Pembimbing 2Almira Yoshe Alodia, S.I.Kom, M.I.Kom
Pembimbing 3
Tahun2026
Jumlah Halaman139
Tgl. Entri2026-08-28 12:13:23.634045
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.