Home
Login.
Artikelilmiahs
55268
Update
SALSABILA ABIDAH ARDELIA
NIM
Judul Artikel
Dualisme Dukungan dan Pelembagaan Partai Politik: Kasus DPD NasDem Pada Pilbup 2024
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pemilihan Bupati Banyumas 2024 memperlihatkan dinamika internal Partai NasDem yang ditandai oleh munculnya dua rekomendasi dukungan kepada pasangan calon berbeda. Kondisi ini menunjukkan persoalan koordinasi, konsistensi keputusan, dan pembagian kewenangan antara Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pimpinan Daerah. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika internal Partai NasDem dalam proses penentuan dukungan serta menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan dualisme dukungan berdasarkan perspektif pelembagaan partai politik Angelo Panebianco. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus instrumental tunggal. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis interaktif dari Miles, Huberman, & Saldaña, yang meliputi tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dalam menjaga validitas data, penelitian ini menerapkan teknik triangulasi sumber dan metode. Penelitian dilakukan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah dengan berjumlah 9 informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dualisme dukungan bermula dari perubahan koalisi dan keluarnya rekomendasi kedua dari DPP tanpa koordinasi memadai dengan DPD. Berdasarkan dimensi systemness dan autonomy, pelembagaan Partai NasDem di Banyumas belum berjalan kuat. Penelitian menyimpulkan bahwa dualisme dukungan mencerminkan lemahnya konsistensi prosedural dan relasi kelembagaan antara struktur pusat dan daerah.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The 2024 Banyumas regent election revealed internal dynamics within the NasDem Party, marked by the issuance of two recommendations supporting different candidate pairs. This situation reflected problems of coordination, decision consistency, and authority distribution between the Central Executive Board and the Regional Executive Board. This study aims to analyze NasDem’s internal dynamics in determining electoral support and to explain the factors behind the dual endorsement from the perspective of Angelo Panebianco’s party institutionalization theory. Data analysis was conducted using the interactive analysis model proposed by Miles, Huberman, and Saldaña, comprising three stages: data reduction, data display, and conclusion drawing. To ensure data validity, the study employed source and method triangulation techniques. The research was carried out in Banyumas Regency, Central Java, involving nine informants. This research employed a qualitative method with a single instrumental case study approach. Data were collected through observation, in-depth interviews, and document analysis, then examined using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The findings show that the dual endorsement emerged from shifting coalition arrangements and the issuance of a second recommendation by the central board without adequate coordination with the regional board. Based on the dimensions of systemness and autonomy, NasDem’s institutionalization in Banyumas remained weak. The study concludes that the dual endorsement reflected weak procedural consistency and fragile institutional relations between the party’s central and regional structures.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save