Home
Login.
Artikelilmiahs
55262
Update
ANGGA IHFAL ROMANZAH
NIM
Judul Artikel
THE EFFECT OF THE JIBOR INTEREST RATE, INFLATION, AND THE S&P 500 INDEX ON FLUCTUATIONS IN THE COMPOSITE STOCK PRICE INDEX (IHSG) IN INDONESIA DURING THE 2020-2024 PERIOD
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pasar saham Indonesia dipengaruhi oleh kondisi moneter domestik, harga konsumen, aktivitas ekonomi riil, serta perkembangan di pasar keuangan global. Penelitian ini mengkaji hubungan jangka pendek dan jangka panjang antara Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR), Indeks Harga Konsumen (IHK), dan Indeks S&P 500 dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia selama periode 2020–2024, dengan Produk Domestik Bruto pada Harga Konstan (PDB ADHK) dimasukkan sebagai variabel kontrol. Penelitian ini menggunakan pendekatan kausal kuantitatif dan data deret waktu sekunder bulanan dari Bursa Efek Indonesia, Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, dan Yahoo Finance. Variabel harga dioperasionalkan sebagai tingkat indeks CPI bulanan, bukan tingkat inflasi persentase bulanan. Model Koreksi Kesalahan (ECM) diestimasi setelah uji stasioneritas Augmented Dickey-Fuller dan prosedur kointegrasi Engle-Granger. Hasil penelitian menunjukkan bahwa JIBOR memiliki hubungan negatif namun tidak signifikan secara statistik dengan IHSG dalam jangka pendek, serta hubungan negatif dan signifikan dalam jangka panjang. CPI memiliki hubungan positif namun tidak signifikan dalam jangka pendek, serta hubungan positif dan signifikan dalam jangka panjang. Indeks S&P 500 memiliki hubungan positif dan signifikan dalam jangka pendek, namun hubungan positif dan tidak signifikan dalam jangka panjang. PDB ADHK bersifat positif namun tidak signifikan secara statistik pada kedua cakrawala waktu tersebut. Istilah Koreksi Kesalahan (Error Correction Term) yang negatif dan signifikan menegaskan adanya penyesuaian menuju keseimbangan jangka panjang. Uji diagnostik juga menunjukkan tidak adanya multikolinearitas atau autokorelasi residual yang bermasalah, dan uji stabilitas mendukung stabilitas struktural model.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Indonesia's stock market is influenced by domestic monetary conditions, consumer prices, real economic activity, and developments in global financial markets. This study examines the short-run and long-run relationships of the Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR), the Consumer Price Index (CPI), and the S&P 500 Index with Indonesia's Composite Stock Price Index (IHSG) during 2020-2024, while Gross Domestic Product at Constant Prices (GDP ADHK) is included as a control variable. The study uses a quantitative causal approach and monthly secondary time-series data from the Indonesia Stock Exchange, Bank Indonesia, Statistics Indonesia, and Yahoo Finance. The price variable is operationalized as the monthly CPI index level rather than the month-to-month percentage inflation rate. The Error Correction Model (ECM) is estimated after Augmented Dickey-Fuller stationarity testing and an Engle-Granger cointegration procedure. The results show that JIBOR has a negative but statistically insignificant relationship with the IHSG in the short run and a negative and significant relationship in the long run. CPI has a positive but insignificant short-run relationship and a positive and significant long-run relationship. The S&P 500 Index has a positive and significant relationship in the short run but a positive and insignificant relationship in the long run. GDP ADHK is positive but statistically insignificant in both horizons. The negative and significant Error Correction Term confirms an adjustment toward long-run equilibrium. Diagnostic testing also indicates no problematic multicollinearity or residual autocorrelation, and the stability tests support the structural stability of the model.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save