Home
Login.
Artikelilmiahs
55095
Update
AISAH NUR OKTAVIA
NIM
Judul Artikel
Representasi Tindakan Kriminal Tokoh Jun Dalam Novel Muslihat Berlian Karya Tsugaeda (Tinjauan Psikoanalisis Sigmund Freud)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini mengkaji representasi tindakan kriminal tokoh Jun dalam novel Muslihat Berlian karya Tsugaeda melalui pendekatan psikologi sastra milik Sigmund Freud. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis unsur intrinsik serta merepresentasikan tindakan kriminal tokoh Jun dalam novel Muslihat Berlian karya Tsugaeda yang dipengaruhi aspek id, ego, dan superego. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh tindakan kriminal yang dilakuakan oleh tokoh Jun dapat terjadi karena adanya dorongan aspek id dalam bentuk ancaman pembunuhan dan adanya rasa dendam terhadap ayahnya. Dorongan itulah yang pada akhirnya membuat ego lebih memilih untuk mematuhi keinginan id tanpa memedulikan aturan moral dari superego. Dengan demikian, representasi tindak kriminal tokoh Jun dalam novel ini membuktikan bahwa tindak kriminal yang dilakukan Jun bukanlah sekadar perbuatan kriminalitas tanpa dasar, melainkan sebuah upaya pertahanan diri yang lahir dari kondisi psikologis yang kompleks.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study examines the representation of criminal acts committed by the character Jun in Tsugaeda’s novel Muslihat Berlian through the lens of Sigmund Freud’s literary psychology. The research aims to describe and analyze the novel's intrinsic elements and the representation of Jun’s criminal actions as influenced by the aspects of the id, ego, and superego. A descriptive qualitative method was employed, utilizing a literature review for data collection. The findings indicate that all of Jun’s criminal acts were driven by the id specifically, threats of murder and a deep seated desire for revenge against his father. These impulses ultimately led the ego to prioritize the id's desires over the moral dictates of the superego. Thus, the representation of Jun’s criminal behavior demonstrates that his actions were not merely baseless crimes, but rather acts of self defense stemming from a complex psychological state.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save