Home
Login.
Artikelilmiahs
55089
Update
GITA KURNIATUN
NIM
Judul Artikel
EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PROGRAM KOMUNITAS UNTUK IKLIM (PROKLIM) DALAM MENDUKUNG PENCAPAIAN TARGET SG 13.2 DI DESA ALASMALANG
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Perubahan iklim merupakan salah satu tantangan global yang berdampak luas terhadap berbagai sektor kehidupan, termasuk di tingkat komunitas. Sebagai bentuk kepatuhan terhadap Paris Agreement dan Nationally Determined Contribution (NDC), Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meluncurkan Program Komunitas untuk Iklim (ProKlim) sebagai instrumen kebijakan berbasis masyarakat untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 13.2. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas pelaksanaan ProKlim di Desa Alasmalang, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, yang telah memperoleh status ProKlim Utama dengan skor Evaluasi Respons Program (ERP) sebesar 92,44%. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan studi dokumentasi, serta dianalisis menggunakan tiga dimensi efektivitas organisasi menurut Duncan dalam Steers (1985), yaitu pencapaian tujuan (goal attainment), integrasi (integration), dan adaptasi (adaptation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ProKlim di Desa Alasmalang secara umum cukup efektif dalam mendukung pencapaian Target 13.2 SDG 13, khususnya melalui integrasi aksi iklim ke dalam perencanaan pembangunan desa serta pelaksanaan kegiatan adaptasi dan mitigasi berbasis masyarakat, seperti pengelolaan sumber daya air, pengelolaan sampah, dan penerapan prinsip ekonomi sirkular. Meskipun demikian, efektivitas belum sepenuhnya merata, terutama pada aspek adaptasi yang masih menghadapi tantangan dalam pemerataan partisipasi masyarakat dan keterlibatan generasi muda. Penelitian ini merekomendasikan penguatan keterlibatan generasi muda, pemerataan partisipasi masyarakat, serta pengembangan sistem inventarisasi emisi di tingkat desa untuk mendukung keberlanjutan program. Kata Kunci : ProKlim, efektivitas, perubahan iklim, SDG 13.2, Desa Alasmalang
Abtrak (Bhs. Inggris)
Climate change is a global challenge with far-reaching impacts across various sectors of life, including at the community level. As a form of compliance with the Paris Agreement and its Nationally Determined Contribution (NDC), Indonesia, through the Ministry of Environment and Forestry (KLHK), launched the Program Kampung Iklim/Komunitas untuk Iklim (ProKlim) as a community-based policy instrument to support the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs) Target 13.2. This study aims to assess the effectiveness of ProKlim implementation in Alasmalang Village, Kemranjen District, Banyumas Regency, which has attained ProKlim Utama status with an Evaluasi Respons Program (ERP) score of 92.44%. The study employs a descriptive qualitative method, with data collected through interviews and documentation studies, analyzed using Duncan's three dimensions of organizational effectiveness as cited in Steers (1985): goal attainment, integration, and adaptation. The findings indicate that ProKlim in Alasmalang Village is generally effective in supporting the achievement of SDG Target 13.2, particularly through the integration of climate action into village development planning and the implementation of community-based adaptation and mitigation activities, such as water resource management, waste management, and the application of circular economy principles. However, effectiveness has not been fully evenly distributed, especially in the adaptation dimension, which still faces challenges in ensuring equitable community participation and youth involvement. This study recommends strengthening youth engagement, promoting more equitable community participation, and developing a village-level emission inventory system to support the program's long-term sustainability. Keywords : ProKlim, effectiveness, climate change, SDG 13.2, Alasmalang Village
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save