Artikel Ilmiah : F1F022011 a.n. ATHIFA NAYLA NAFISA RIAWAN

Kembali Update Delete

NIMF1F022011
NamamhsATHIFA NAYLA NAFISA RIAWAN
Judul ArtikelImplementasi Corporate Social Responsibility PT Unilever Indonesia Tbk Dalam Upaya Pengurangan Limbah Plastik di Indonesia Tahun 2021-2025
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) PT Unilever Indonesia Tbk sebagai perusahaan multinasional dalam upaya pengurangan limbah plastik di Indonesia pada periode 2021–2025. Sebagai negara dengan emisi makroplastik terbesar ketiga di dunia, Indonesia menghadapi tekanan besar dari limbah kemasan produk FMCG, di mana Unilever Indonesia menjadi salah satu kontributor terbesar. Meskipun perusahaan telah mengintegrasikan isu plastik ke dalam strategi keberlanjutan, kesenjangan antara komitmen publik dan realisasi di lapangan masih menjadi perhatian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data studi dokumen serta dianalisis menggunakan konsep Triple Bottom Line (Elkington, 1997) pada dimensi People, Planet, dan Profit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi CSR Unilever Indonesia secara umum cukup sesuai dengan ketiga dimensi, namun belum sepenuhnya seimbang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa masih terdapat celah akuntabilitas antara narasi keberlanjutan perusahaan dan implementasi program di tingkat operasional.
Kata Kunci: CSR, limbah plastik, perusahaan multinasional, triple bottom line, Unilever Indonesia.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study aims to analyze the implementation of Corporate Social Responsibility (CSR) of PT Unilever Indonesia Tbk as a multinational company in reducing plastic waste in Indonesia during the 2021–2025 period. As the third-largest emitter of macroplastics globally, Indonesia faces significant pressure from FMCG packaging waste, in which Unilever Indonesia ranks among the top contributors. Although the company has integrated plastic issues into its sustainability strategy, a gap remains between its public commitments and on-the-ground implementation. This study employs a descriptive qualitative method through document study analysis, utilizing Elkington's (1997) Triple Bottom Line concept (People, Planet, and Profit). The findings indicate that Unilever Indonesia's CSR implementation is broadly aligned with these three dimensions, yet remains insufficiently balanced. This study concludes that accountability gaps persist between the corporate sustainability narrative and operational program implementation.
Keyword: CSR, plastic waste, multinational company, triple bottom line, Unilever Indonesia.
Kata kunciCSR, limbah plastik, perusahaan multinasional, triple bottom line, Unilever Indonesia.
Pembimbing 1Dr. Tundjung Linggarwati, S.IP., M.Si.
Pembimbing 2Fitri Adi Setyorini, S.IP., M.H.I.
Pembimbing 3Arum Tri Utami, S.IP., M.A.
Tahun2026
Jumlah Halaman82
Tgl. Entri2026-08-24 14:54:25.185337
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.