Home
Login.
Artikelilmiahs
55080
Update
ALYA ZAHIRA
NIM
Judul Artikel
Analisis Dampak Perubahan Iklim terhadap Produksi Padi dengan Sistem Dinamik di Kabupaten Kebumen
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Perubahan iklim menjadi salah satu tantangan bagi sektor pertanian karena dapat memengaruhi kondisi lahan dan produksi pangan. Kabupaten Kebumen merupakan salah satu sentra produksi padi di Jawa Tengah yang memiliki kerentanan terhadap banjir dan kekeringan sehingga perubahan kondisi iklim berpotensi memengaruhi produksi padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model sistem dinamik melalui Causal Loop Diagram, Stock Flow Diagram, dan simulasi untuk menganalisis pengaruh perubahan curah hujan serta menganalisis dampak perubahan iklim terhadap produksi padi di Kabupaten Kebumen. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan sistem dinamik. Model dikembangkan melalui Causal Loop Diagram dan Stock Flow Diagram, kemudian digunakan untuk melakukan simulasi perubahan curah hujan. Data yang digunakan berupa data sekunder dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik Kabupaten Kebumen serta data arsip Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kebumen dan Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit Tanaman (LPHPT) Temanggung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model sistem dinamik berhasil dikembangkan untuk menggambarkan hubungan antara faktor iklim dan produksi padi di Kabupaten Kebumen. Hasil validasi menunjukkan bahwa model mampu merepresentasikan dinamika produksi padi dengan baik, dengan nilai AME sebesar 0,000665749, AVE sebesar 0,129, dan MAPE kurang dari 5%. Hasil simulasi menunjukkan bahwa perubahan curah hujan memberikan dampak terhadap produksi padi. Peningkatan curah hujan sebesar 10% menghasilkan peningkatan produksi padi rata-rata sebesar 9,26% per tahun, sedangkan penurunan curah hujan sebesar 10% menyebabkan penurunan produksi rata-rata sebesar 7,58% per tahun. Perbedaan rata-rata produksi antara kedua skenario mencapai sekitar 102.828 ton per tahun. Simulasi lanjutan dengan peningkatan curah hujan sebesar 15%, 20%, 25%, dan 30% menunjukkan bahwa produksi padi masih meningkat hingga skenario 25%, tetapi menurun pada skenario 30%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa perubahan curah hujan dapat menyebabkan fluktuasi produksi padi di Kabupaten Kebumen sehingga diperlukan strategi adaptasi untuk menjaga stabilitas produksi dan ketahanan pangan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Climate change is one of the major challenges facing the agricultural sector because it can affect land conditions and food production. Kebumen Regency is one of the rice-producing centers in Central Java and is vulnerable to floods and droughts, making rice production potentially affected by changes in climatic conditions. This study aims to develop a dynamic system model using a Causal Loop Diagram, Stock Flow Diagram, and simulation to analyze the effects of changes in rainfall and analyze the impacts of climate change on rice production in Kebumen Regency. This study uses a quantitative descriptive method with a system dynamics approach. The model was developed using a Causal Loop Diagram and Stock Flow Diagram and was subsequently used to simulate changes in rainfall. The data used in this study consist of secondary data obtained from official publications of the Statistics Agency of Kebumen Regency, as well as archival data from the Department of Public Works and Spatial Planning of Kebumen Regency and the Laboratory for Pest and Disease Observation (LPHPT) in Temanggung. The results show that the dynamic system model was successfully developed to represent the relationship between climatic factors and rice production in Kebumen Regency. Model validation indicates that the model is capable of adequately representing rice production dynamics, with an AME value of 0.000665749, an AVE value of 0.129, and a MAPE value of less than 5%. The simulation results show that changes in rainfall affect rice production. A 10% increase in rainfall resulted in an average increase in rice production of 9.26% per year, whereas a 10% decrease in rainfall resulted in an average decrease of 7.58% per year. Further simulations involving increases in rainfall of 15%, 20%, 25%, and 30% showed that rice production continued to increase up to the 25% scenario but declined under the 30% scenario. The difference in average production between the two scenarios reached approximately 102,828 tons per year. These results indicate that changes in rainfall can cause fluctuations in rice production in Kebumen Regency therefore, adaptation strategies are needed to maintain production stability and food security.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save