Artikel Ilmiah : A1A019067 a.n. DWI BINTANG KURNIAWAN

Kembali Update Delete

NIMA1A019067
NamamhsDWI BINTANG KURNIAWAN
Judul ArtikelAnalisis Preferensi Petani dalam Pemilihan Varietas Padi Menggunakan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP): Studi Kasus di Desa Bojanegara, Kabupaten Purbalingga.
Abstrak (Bhs. Indonesia)Ketahanan pangan nasional sangat bergantung pada peningkatan produktivitas padi melalui pemanfaatan varietas unggul, namun adopsinya di tingkat petani sering terhambat oleh perbedaan preferensi dan kondisi spesifik lokasi. Petani di Desa Bojanegara, Kabupaten Purbalingga dihadapkan pada pilihan antara varietas unggul nasional (Inpari 32 dan IR64), varietas lokal (Padi Merah), serta varietas unggul baru Inpago Unsoed Protani. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur hierarki dan bobot prioritas kriteria yang menjadi pertimbangan utama petani, serta menentukan prioritas varietas padi yang paling sesuai dengan preferensi petani dan kondisi lingkungan setempat. Penelitian menggunakan metode studi kasus di Desa Bojanegara, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga pada Maret–April 2026, dengan 12 responden kunci yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dengan lima kriteria (potensi hasil, umur panen, ketahanan hama dan penyakit, kecocokan lingkungan, dan harga benih) serta empat alternatif varietas. Data dikumpulkan melalui kuesioner perbandingan berpasangan skala Saaty, digabungkan menggunakan geometric mean, dan diuji konsistensinya (CR ≤ 0,1). Hasil menunjukkan kriteria prioritas utama petani adalah ketahanan hama dan penyakit (37%), diikuti potensi hasil (32%), kecocokan lingkungan (19%), harga benih (6%), dan umur panen (6%). Sintesis akhir menunjukkan Inpari 32 memperoleh prioritas tertinggi (39,0%), diikuti Padi Merah (23,1%), Inpago Unsoed Protani (21,1%), dan IR64 (16,8%).
Abtrak (Bhs. Inggris)National food security depends heavily on increasing rice productivity through the use of improved varieties, yet adoption at the farmer level is often hindered by differences in preferences and location-specific conditions. Farmers in Bojanegara Village, Purbalingga Regency, are faced with a choice between nationally improved varieties (Inpari 32 and IR64), a local variety (Padi Merah), and the newly developed improved variety Inpago Unsoed Protani. This study aimed to analyze the hierarchical structure and priority weights of the criteria that are the main considerations for farmers, as well as to determine the priority of rice varieties that best suit farmers' preferences and local environmental conditions. This study employed a case study method conducted in Bojanegara Village, Padamara District, Purbalingga Regency, from March to April 2026, involving 12 key respondents selected through purposive sampling. Data were analyzed using the Analytic Hierarchy Process (AHP) with five criteria (yield potential, maturity period, resistance to pests and diseases, environmental suitability, and seed price) and four alternative varieties. Data were collected through pairwise comparison questionnaires using Saaty's scale, aggregated using the geometric mean, and tested for consistency (CR ≤ 0.1). The results showed that the farmers' main priority criterion was resistance to pests and diseases (37%), followed by yield potential (32%), environmental suitability (19%), seed price (6%), and maturity period (6%). The final synthesis showed that Inpari 32 obtained the highest priority (39.0%), followed by Padi Merah (23.1%), Inpago Unsoed Protani (21.1%), and IR64 (16.8%).
Kata kunciAHP, preferensi petani, varietas padi, ketahanan hama.
Pembimbing 1Indah Widyarini, S.P., M.Sc.
Pembimbing 2Dr. Akhmad Rizqul Karim, S.P., M.Sc.
Pembimbing 3
Tahun2026
Jumlah Halaman93
Tgl. Entri2026-08-19 12:27:00.950601
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.