Artikel Ilmiah : E1A019022 a.n. ANGESTI TYAS KUSUMAWUNI

Kembali Update Delete

NIME1A019022
NamamhsANGESTI TYAS KUSUMAWUNI
Judul ArtikelTINJAUAN YURIDIS HAMBATAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL DALAM WORLD TRADE ORGANIZATION (WTO)
(Studi Kasus Penyelesaian Sengketa Impor Daging Ayam antara Brasil melawan Indonesia oleh Dispute Settlement Body-WTO pada 2017)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Dalam penyelesaian sengketa perdagangan internasional yang terjadi antarnegara
anggotanya, World Trade Organization (WTO) memiliki badan penyelesaian yang secara
khusus menangani sengketa, yaitu Dispute Settlement Body (DSB). Sengketa yang terjadi
dalam WTO dapat berupa hambatan perdagangan yang secara umum diatur dalam WTO. Salah
satu sengketa yang ditangani oleh DSB WTO adalah kasus sengketa impor daging ayam antara
Brasil melawan Indonesia pada 2017. Tindakan Indonesia dinyatakan tidak konsisten dengan
aturan WTO mengenai hambatan non-tarif.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaturan
hambatan perdagangan dalam WTO serta penyelesaian sengketa perdagangan internasional
oleh DSB WTO dalam sengketa impor daging ayam antara Brasil melawan Indonesia pada
2017. Tipe penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-
undangan dan kasus. Spesifikasi penelitian berupa deskriptif analitis dengan sumber data
sekunder dan metode pengumpulan data studi kepustakaan. Penyajian data dibuat dalam uraian
deskriptif naratif dengan metode analisis data yuridis kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa hambatan perdagangan dalam WTO
meliputi hambatan tarif dan non-tarif. Pasal 1 ayat (1) General Agreement on Tariffs and Trade
(GATT) mengatur tentang prinsip Most Favored Nation yang bertujuan untuk memastikan tarif
harus diterapkan secara non-diskriminatif antarnegara anggota WTO. Hambatan non-tarif lebih
kompleks dan lebih sulit diukur, di antaranya adalah pembatasan kuantitatif yang diatur dalam
Pasal 11 GATT serta tindakan sanitasi dan fitosanitasi yang diatur dalam Sanitary and
Phytosanitary Measures (SPS Agreement). Sengketa yang terjadi antara Brasil dan Indonesia
terkait impor daging ayam diselesaikan melalui DSB WTO, dengan tindakan Indonesia yang
dinyatakan tidak konsisten dengan aturan WTO mengenai hambatan non-tarif. Empat klaim
Brasil terhadap Indonesia dianggap tidak konsisten dengan WTO Agreement dan tiga klaim
lainnya dapat disanggah dan berhasil dimenangkan oleh Indonesia. Indonesia harus mematuhi
rekomendasi hasil panel WTO untuk meninjau kembali kebijakan impor terkait.
Kata kunci: hambatan perdagangan, sengketa perdagangan, impor daging ayam, Brasil,
Indonesia, WTO
Abtrak (Bhs. Inggris)In the resolution of international trade disputes arising between its members, the World
Trade Organization (WTO) has a body specifically dedicated to handling disputes, the Dispute
Settlement Body (DSB). Disputes arising within the WTO involves trade barriers and generally
regulated under the WTO framework. One of the trade barrier disputes handled by the WTO’s
DSB was the 2017 dispute between Brazil and Indonesia regarding chicken meat imports.
Indonesia’
s measures has been found to be inconsistent with the WTO rules regarding non-
tariff barriers.
The purposes of this research are to examine and analyze the regulations regarding trade
barriers within the WTO, as well as the resolution of the international trade dispute concerning
chicken meat imports between Brazil and Indonesia in 2017. This research uses a normative-
juridical research type, utilizing both statutory and case-based approaches. Specified with
descriptive-analytical, based on secondary data sources, and collected by literature review
method. The data is presented through a descriptive-narrative text, with a qualitative juridical
data analysis method.
Based on the results of this research, trade barriers within the WTO involves both tariff
and non-tariff barriers. Article 1 paragraph (1) of the General Agreement on Tariffs and Trade
establishes the Most Favored Nation principle, to ensure that tariffs are applied in a non-
discriminatory manner among WTO members. Non-tariff barriers are more complex and
difficult to measure, they include quantitative restrictions on Article 11 of the GATT and
sanitary and phytosanitary measures regulated under the Sanitary and Phytosanitary
Measures (SPS Agreement). The dispute between Brazil and Indonesia regarding chicken meat
imports was settled through the WTO’s DSB, with Indonesia’
s measures found to be
inconsistent with the WTO rules concerning non-tariff barriers. Four of Brazil’s claims against
Indonesia were found to be inconsistent with the WTO Agreement, while the other three claims
were successfully refuted by Indonesia. Indonesia was required to comply with the WTO
panel’
s recommendations to review the relevant import policies.
Keywords: trade barriers, trade disputes, chicken meat imports, Brazil, Indonesia, World
Trade Organization
Kata kunciKata kunci: hambatan perdagangan, sengketa perdagangan, impor daging ayam, Brasil, Indonesia, WTO
Pembimbing 1Prof. Dr. Aryuni Yuliantiningsih, S.H., M.H.
Pembimbing 2Wismaningsih, S.H., M.H.
Pembimbing 3Baginda Khalid Hidayat Jati, S.H., M.H.
Tahun2026
Jumlah Halaman23
Tgl. Entri2026-08-19 12:43:44.81352
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.