Artikel Ilmiah : A1C022035 a.n. HAPPY SURYA KURNIAWAN

Kembali Update Delete

NIMA1C022035
NamamhsHAPPY SURYA KURNIAWAN
Judul ArtikelPREFERENSI KONSUMEN PADA COFFEE SHOP STARBUCK DI KOTA YOGYAKARTA MENGGUNAKAN METODE KONJOIN ANALISIS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Perkembangan industri kopi di Indonesia telah mendorong pertumbuhan coffee shop modern, termasuk Starbucks. Perubahan perilaku konsumen menyebabkan keputusan pembelian tidak hanya dipengaruhi oleh harga dan kualitas produk, tetapi juga oleh berbagai atribut yang membentuk pengalaman konsumsi. Penelitian mengenai preferensi konsumen Starbucks menggunakan analisis konjoin masih relatif terbatas, khususnya di Kota Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik sosiodemografis dan perilaku konsumsi konsumen Starbucks di Kota Yogyakarta, mengidentifikasi kombinasi atribut yang paling disukai konsumen, serta menentukan atribut yang memiliki tingkat kepentingan tertinggi dalam memengaruhi preferensi konsumen.
Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan analisis konjoin. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 100 konsumen Starbucks di Kota Yogyakarta yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan karakteristik responden, sedangkan analisis konjoin dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu penentuan atribut dan level, penyusunan kartu stimulus (stimuli) menggunakan desain ortogonal, pemberian peringkat (ranking) oleh responden terhadap setiap kombinasi atribut, pengolahan data menggunakan SPSS versi 25 untuk memperoleh nilai utilitas (utility estimate) dan tingkat kepentingan relatif (importance value), serta pengujian validitas, reliabilitas, dan akurasi model menggunakan Pearson's R dan Kendall's Tau. Atribut yang dianalisis meliputi harga, rasa, aroma, asal kopi, roasting, varian, kandungan gula, kemasan, penyajian, fasilitas, dan pelayanan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen Starbucks di Kota Yogyakarta didominasi oleh perempuan (62%), Generasi Z (73%), berdomisili di Yogyakarta (76%), berpendidikan D3/S1 (48%), bekerja di sektor swasta (42%), memiliki pendapatan Rp2.100.000–Rp3.000.000 per bulan (27%), dan belum menikah (71%). Berdasarkan analisis konjoin, atribut pelayanan merupakan atribut yang memiliki tingkat kepentingan tertinggi (importance value 17,049) dengan level yang paling disukai berupa pelayanan yang memuaskan (utility estimate 0,267). Atribut penting berikutnya adalah kandungan gula (11,886) dengan preferensi pada level sedikit gula (0,036), fasilitas (10,765) dengan fasilitas lengkap (0,051), rasa (9,979) dengan rasa seimbang (0,043), dan penyajian (9,520) dengan penyajian cold (0,054). Sementara itu, atribut asal kopi, aroma, dan roasting memiliki tingkat kepentingan relatif paling rendah. Temuan tersebut menunjukkan bahwa konsumen Starbucks lebih mengutamakan kualitas pelayanan dan pengalaman konsumsi dibandingkan atribut produk semata dalam menentukan preferensi terhadap coffee shop Starbucks di Kota Yogyakarta
Abtrak (Bhs. Inggris)The growth of Indonesia's coffee industry has encouraged the expansion of modern coffee shops, including Starbucks. Consumer purchasing decisions are influenced not only by price and product quality but also by various attributes that shape the overall consumption experience. Studies examining Starbucks consumer preferences using conjoint analysis remain limited, particularly in Yogyakarta City. Therefore, this study aims to analyze the sociodemographic characteristics and consumption behavior of Starbucks consumers in Yogyakarta, identify the most preferred combination of product attributes, and determine the most influential attributes affecting consumer preferences.
This study employed a descriptive quantitative approach using conjoint analysis. Data were collected through questionnaires distributed to 100 Starbucks consumers in Yogyakarta selected using purposive sampling. Descriptive analysis was conducted to describe respondents' characteristics, while conjoint analysis was carried out through several stages, including determining the attributes and their levels, generating orthogonal stimulus profiles, asking respondents to rank each profile, processing the data using SPSS version 25 to estimate utility values and relative importance values, and evaluating the validity, reliability, and predictive accuracy of the model using Pearson's R and Kendall's Tau. The evaluated attributes included price, taste, aroma, coffee origin, roasting, variety, sugar content, packaging, serving method, facilities, and service.
The results indicate that Starbucks consumers in Yogyakarta are predominantly female (62%), belong to Generation Z (73%), reside in Yogyakarta (76%), hold diploma or bachelor's degrees (48%), work in the private sector (42%), earn monthly incomes of Rp2,100,000–Rp3,000,000 (27%), and are unmarried (71%). The conjoint analysis revealed that service was the most influential attribute (importance value = 17.049), with satisfactory service showing the highest utility estimate (0.267). Other important attributes were sugar content (11.886), with a preference for less sugar (0.036); facilities (10.765), with complete facilities (0.051); taste (9.979), with balanced flavor (0.043); and serving method (9.520), with cold beverages (0.054). Meanwhile, coffee origin, aroma, and roasting were the least influential attributes. These findings indicate that Starbucks consumers prioritize service quality and consumption experience over product attributes alone when choosing Starbucks coffee shops in Yogyakarta
Kata kuncicoffee shop, konjoin analisis, preferensi konsumen
Pembimbing 1Prof. Poppy Arsil, S.TP., M.T., Ph.D
Pembimbing 2Dian Novitasari, S.TP., M.Si
Pembimbing 3Dr. Asna Mustofa, S.TP., M.Si
Tahun2026
Jumlah Halaman102
Tgl. Entri2026-08-05 16:43:58.767433
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.