Artikelilmiahs

Menampilkan 51.401-51.420 dari 52.046 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
5140147882C1C021113PENGARUH MASA KERJA AUDIT, KETERLAMBATAN AUDIT, BIAYA AUDIT, DAN FINANCIAL DISTRESS TERHADAP KUALITAS AUDITPenelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh masa kerja audit, keterlambatan audit, biaya audit, dan financial distress terhadap kualitas audit pada perusahaan sektor consumer cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021-2023. Penelitian ini berlandaskan pada teori agensi sebagai landasan penelitian karena menjelaskan bagaimana konflik kepentingan antara agen dan prinsipal. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan, laporan keuangan yang telah diaudit, dan laporan auditor independen. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 163 perusahaan yang termasuk dalam sektor consumer cyclicals karena memiliki tingkat volatilitas yang tinggi. Penentuan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling, dengan total sampel sebanyak 174 data penelitian yang dikumpulkan dari 58 perusahaan selama tiga tahun observasi. Teknik analisis data yang diterapkan meliputi uji multikolinearitas, uji kelayakan model, uji keseluruhan model,uji koefisien determinasi, uji matriks klasifikasi, analisis regresi logistik dan uji hipotesis.

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan regresi logistik menunjukkan bahwa: (1) Masa kerja audit tidak berpengaruh terhadap kualitas audit, (2) Keterlambatan audit berpengaruh negatif terhadap kualitas audit, (3) Biaya audit tidak berpengaruh terhadap kualitas audit, dan (4) Financial distress berpengaruh negatif terhadap kualitas audit. Implikasi dari kesimpulan diatas memberikan wawasan kepada perusahaan untuk memperhatikan waktu penyampaian laporan auditan dan memperhatikan stabilitas kondisi keuangan, bagi kantor akuntan publik dapat memperkuat regulasi dalam penyampaian waktu laporan keuangan dan mengembangkan kebijakan pengelolaan risiko independensi, bagi otoritas jasa keuangan dapat memperkuat regulasi penyampaian laporan keuangan dan mendorong penerapan dan pengawasan kebijakan indepensi auditor, bagi bursa efek Indonesia dapat memperkat kebijakan penyampaian laporan keuangan bagi emiten dan mengembangkan mekanisme yang mendorong untuk menjaga stabilitas perusahaan, dan terakhir bagi institut akuntan publik indonesia dapat memperkuat standar audit dan pedoman dalam penyampaian laporan keuangan dan menyediakan pelatihan untuk auditor dalam menghadapi tekanan independensi.
This research aims to test and analyze the effect of audit tenure, audit delay, audit fees, and financial distress on audit quality in consumer cyclicals sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2021-2023 period. This study is based on agency theory as a research foundation because it explains how conflicts of interest between agents and principals. The data used in this study are secondary data collected from annual reports, audited financial statements, and independent auditor reports. The population in this study consisted of 163 companies included in the consumer cyclicals sector because it has a high level of volatility. The sample selection was made by purposive sampling method, with a total sample of 174 research data collected from 58 companies for three years of observation. The data analysis techniques applied include multicollinearity test, model fit test, overall model test, coefficient of determination test, classification matrix test, logistic regression analysis and hypothesis test.

Based on the results of research and data analysis using logistic regression, the results show that: (1) Audit tenure has no effect on audit quality, (2) Audit delay has a negative effect on audit quality, (3) Audit fees have no effect on audit quality, and (4) Financial distress has a negative effect on audit quality. The implications of the conclusions described above provide insights for companies to pay attention to the timing of submitting audited reports and pay attention to the stability of financial conditions, for public accounting firms can strengthen regulations in submitting financial reports and developing independence risk management policies, for the financial services authority can strengthen regulations for submitting financial reports and encourage the implementation and supervision of auditor independence policies, for the Indonesian stock exchange can tighten financial reporting policies for issuers and develop mechanisms that encourage maintaining company stability, and finally for the indonesian institute of public accountants can strengthen audit standards and guidelines in submitting financial reports and providing training for auditors in dealing with independence pressures.
5140255210F1B022116EFEKTIVITAS PEMANFAATAN APLIKASI JOGJA SMART SERVICE UNTUK MEWUJUDKAN TRANSPARANSI PELAYANAN PUBLIK DI BAPPEDA KOTA YOGYAKARTAPemanfaatan layanan publik berbasis digital melalui Aplikasi Jogja Smart Service (JSS) di Bappeda Kota Yogyakarta belum sepenuhnya optimal dalam mewujudkan transparansi pelayanan, ditandai dengan keterlambatan pembaruan informasi, gangguan sistem, dan keterbatasan fitur notifikasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pemanfaatan JSS dalam mewujudkan transparansi pelayanan publik. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teori efektivitas Dwyer (2009) melalui aspek output dan outcome. Hasil penelitian menunjukkan bahwa JSS cukup efektif dalam meningkatkan kemudahan, kecepatan, keterbukaan informasi, dan akuntabilitas pelayanan. Namun, efektivitasnya belum optimal sehingga diperlukan peningkatan kualitas sistem dan konsistensi pembaruan informasi.The implementation of digital public services through the Jogja Smart Service (JSS) application at the Regional Development Planning Agency of Yogyakarta City has not been fully optimal in achieving service transparency, as indicated by delayed information updates, system disruptions, and limited notification features. This study aims to analyse the effectiveness of JSS utilisation in realising public service transparency. Using a descriptive qualitative method, this study applies Dwyer’s (2009) effectiveness theory through output and outcome aspects. The results show that JSS is fairly effective in improving service accessibility, speed, information openness, and accountability. However, its effectiveness remains suboptimal, requiring improvements in system quality and consistency of information updates
5140355383L1A021058Komposisi Hasil Tangkapan Alat Tangkap Jaring Tarik Berkantong yang Beroperasi di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tegalsari, Kota TegalJaring tarik berkantong merupakan alat tangkap dominan yang digunakan nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tegalsari untuk menangkap ikan demersal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi jenis dan jumlah hasil tangkapan, mengestimasi proporsi hasil tangkapan utama dan sampingan, serta menentukan status konservasi hasil tangkapan jaring tarik berkantong yang didaratkan di PPN Tegalsari. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 7–29 Agustus 2025 dengan metode survei dan wawancara. Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan Microsoft Excel dalam bentuk grafik, tabel, dan histogram, kemudian diinterpretasikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaring tarik berkantong di PPN Tegalsari menghasilkan tangkapan dominan berupa cumi-cumi (Loligo spp.), ikan peperek (Leiognathus spp.), ikan coklatan (Scolopsis affinis), ikan kuniran (Upeneus sulphureus), ikan swanggi (Priacanthus tayenus), ikan selar kuning (Selaroides leptolepis), ikan kurisi (Nemipterus spp.), serta pari kembang (Dasyatis kuhlii). Sementara itu, spesies dengan hasil tangkapan paling sedikit adalah ikan silper (Platax boersii). Proporsi hasil tangkapan didominasi oleh tangkapan utama sebesar 61%, sedangkan tangkapan sampingan hanya mencapai 39%. Berdasarkan penilaian IUCN, alat tangkap jaring tarik berkantong yang beroperasi di PPN Tegalsari tergolong aman untuk dioperasikan, karena sekitar 80% spesies yang tertangkap termasuk dalam kategori Least Concern. Hal ini juga didukung oleh adanya spesies berstatus Near Threatened yang tidak terdaftar dalam CITES. The Danish seine (locally known as “Jaring Tarik Berkantong”) is the dominant fishing gear used by fishermen at the Tegalsari National Fishing Port (PPN Tegalsari) to catch demersal fish. This study aims to analyze the species composition and catch quantity, estimate the proportions of target and bycatch, and determine the conservation status of the catch landed at PPN Tegalsari. The research was conducted from August 7 to 29, 2025, using surveys and interviews. Data collected included both primary and secondary sources. The data were analyzed in Microsoft Excel and presented as graphs, tables, and histograms, then interpreted descriptively. The results indicate that the Danish seine fishery at PPN Tegalsari predominantly catches squid (Loligo spp.), ponyfish (Leiognathus spp.), monocle bream (Scolopsis affinis), sulphur goatfish (Upeneus sulphureus), purple-spotted bigeye (Priacanthus tayenus), yellowstripe scad (Selaroides leptolepis), threadfin bream (Nemipterus spp.), and blue-spotted stingray (Dasyatis kuhlii). Meanwhile, the Boers’ batfish (Platax boersii) had the lowest catch volume. The catch composition is dominated by the main catch at 61%, while bycatch only reaches 39%. Based on IUCN assessments, the Danish seine operated at PPN Tegalsari is considered safe to operate, as approximately 80% of the captured species fall into the “Least Concern” category. This is further supported by the presence of “Near Threatened” species that are not listed under CITES.
5140441693A1A116048KONTRIBUSI USAHTANI KUCAI PROGRAM PEKARANGAN PANGAN LESTARI (P2L) TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI PADA KELOMPOK WANITA TANI KARYA TANI DI KECAMATAN MREBET KABUPATEN PURBALINGGASalah satu program dari Kementerian Pertanian untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi petani yaitu dengan membuat program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang pelaksanaanya melibatkan ibu rumah tangga yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT). Badan Ketahanan Pangan (BKP) melalui pusat penganeka ragaman konsumsi dan keamanan pangan sejak tahun 2010 sampai dengan 2019 telah melaksanakan kegiatan KRPL berubah menjadi Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Kecamatan Mrebet merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Purbalingga yang mendapatkan bantuan program P2L dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Purbalingga. KWT yang masih menjalankan program P2L sampai tahun 2023 yaitu KWT Karya Tani. Tingginya minat serta semangat anggota dalam menjalankan program P2L di Kelompok Wanita Tani Karya Tani dipengaruhi oleh kontribusi pendapatan yang baik bagi rumah tangga petani. Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan penelitian ini selaras dengan permasalahan diatas yaitu 1) untuk mengetahui profil Kelompok Wanita Tani pelaksana program Pekarangan pangan Lestari (P2L) di Kecamatan Mrebet dan 2) untuk menghitung kontribusi pendapatan anggota kelompok wanita tani dari usahatani kucai di Kecamatan Mrebet.
Penelitian ini dilaksanakan pada Kelompok Wanita Tani yang ada di Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga. Obyek penelitian yaitu anggota KWT di Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga. Metode pengambilan sampel yang dipakai dalam penelitian ini adalah sensus dengan responden 30 orang. Analisis yang digunakan yaitu analisis biaya produksi, penerimaan, pendapatan, pendapatan rumah tangga, dan kontribusi pendapatan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata biaya usahatani kucai berdasarkan biaya total adalah Rp 246.650 dan berdasarkan biaya tunai adalah Rp 77.361, sedangkan rata-rata total penerimaan yang diperoleh adalah Rp252.800. Besar rata-rata biaya usahatani dari kegiatan ternak berdasarkan biaya total adalah Rp2.756.091,73 dan berdasarkan biaya tunai adalah Rp1.317.518,49, sedangkan rata-rata total penerimaan yang diperoleh adalah Rp2.757.392,47. Rata-rata pendapatan total yang diperoleh dari kegiatan usahatani kucai adalah Rp246.650,28 dan rata-rata pendapatan tunainya adalah Rp77.362,1224, sedangkan rata-rata. Rata-rata pendapatan off farm selain ternak yang dilakukan oleh anggota KWT adalah Rp 456.666,67 sedangkan rata-rata pendapatan non farm adalah Rp370.367,74, sehingga diperoleh rata-rata total pendapatan rumah tangga petani yang melakukan kegiatan usahatani kucai berdasarkan biaya total adalah Rp 3.830,376 dan berdasarkan biaya tunai adalah Rp2.222.514,15. Besar rata-rata kontribusi pendapatan usahatani kucai terhadap pendapatan rumah tangga anggota KWT Karya Tani, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga jika dilihat berdasarkan biaya total adalah 9 persen, sedangkan besar rata-rata kontribusi pendapatan usahatani kucai terhadap pendapatan rumah tangga petani jika dilihat berdasarkan biaya tunai adalah 3,48 persen.

Kata kunci: Kontribusi, Pendapatan, dan Kucai.

One of the programs of the Ministry of Agriculture to increase the economic growth of farmers is by creating a Sustainable Food Home Area (KRPL) program whose implementation involves housewives who are members of the Women Farmers Group (KWT). The Food Security Agency (BKP) through the center for consumption diversity and food safety from 2010 to 2019 has implemented KRPL activities changing to Sustainable Food Yards (P2L). Mrebet Sub-district is one of the sub-districts in Purbalingga Regency that received P2L program assistance from the Food Security and Fisheries Office of Purbalingga Regency. KWT which is still running the P2L program until 2023 is KWT Karya Tani. The high interest and enthusiasm of members in running the P2L program in the Karya Tani Farmer Women's Group is influenced by the contribution of good income to farmer households. The objectives to be achieved from this research activity are in line with the above problems, namely 1) to determine the profile of the Farmer Women Group implementing the Sustainable Food Yard (P2L) program in Mrebet District and 2) to calculate the income contribution of farmer women group members from chives farming in Mrebet District.
This research was conducted at the Women Farmers Group in Mrebet District, Purbalingga Regency. The object of the research was KWT members in Mrebet Subdistrict, Purbalingga Regency. The sampling method used in this study was a census with 30 respondents. The analysis used is the analysis of production costs, revenue, income, household income, and income contribution.
The results showed that the average cost of chives farming based on total costs was IDR 246,650 and based on cash costs was IDR 77,361, while the average total revenue obtained was IDR 252,800. The average farming costs of livestock activities based on total costs were IDR 2,756,091.73 and based on cash costs were IDR 1,317,518.49, while the average total revenue obtained was IDR 2,757,392.47. The average total income obtained from chives farming activities was IDR246,650.28 and the average cash income was IDR77,362.1224, while the average. The average off farm income other than livestock carried out by KWT members is Rp 456,666.67 while the average non farm income is Rp370,367.74, so that the average total income of farmer households carrying out chives farming activities based on total costs is Rp 3,830,376 and based on cash costs is Rp2,222,514.15. The average contribution of chives farming income to household income of KWT Karya Tani members, Mrebet District, Purbalingga Regency when viewed based on total costs is 9 percent, while the average contribution of chives farming income to farmers' household income when viewed based on cash costs is 3,48 percent.

Keywords: Contribution, Income, and Chives.
5140549358K1C021032Pemodelan Dua Dimensi Struktur Bawah Permukaan Kawasan Sesar Pati Berdasarkan Data Anomali Gravitasi GGMPlus Menggunakan Analisis DerivativeAktivitas tektonik Pulau Jawa dipengaruhi pergerakan Lempeng Indo-Australia
yang bertumbukan dengan Lempeng Eurasia. Hal ini menyebabkan terbentuknya
berbagai struktur geologi di Pulau Jawa, termasuk adanya sesar. Daerah dengan
sesar aktif, seperti Sesar Pati, berisiko mengalami gempabumi. Jika Sesar Pati
bergeser, gempa dapat dirasakan di wilayah sekitarnya sehingga perlu
meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman gempabumi. Penelitian ini
menggunakan metode gravitasi citra satelit GGMPlus untuk mengidentifikasi tipe
patahan Sesar Pati dengan analisis First Horizontal Derivative dan Second Vertical
Derivative serta pemodelan 2D. Prosesnya mencakup perhitungan Anomali
Bouguer Sederhana (ABS) dan Anomali Bouguer Lengkap (ABL), analisis
spektrum, reduksi ke bidang datar, pemisahan anomali regional dan residual dengan
Upward Continuation, analisis derivative, serta pemodelan 2D. Hasil analisis First
Horizontal Derivative dan Second Vertical Derivative pada data anomali residual
dari lima lintasan mengidentifikasi patahan naik dengan arah barat daya–timur laut.
Sedangkan hasil pemodelan 2D menunjukkan jika kawasan Sesar Pati tersusun dari
beberapa formasi batuan, yaitu Aluvium (Qa) dengan densitas batuan 1,76 – 2,15
g/cm3, Formasi Lidah (QTpl) dengan densitas batuan 2,4 – 2,41 g/cm3, Formasi
Mundu (Tmpm) dengan densitas batuan 2,51 – 2,54 g/cm3, Formasi Bulu (Tmb)
dengan densitas batuan 2,64 – 2,72 g/cm3 dan Formasi Ngrayong (Tmn) dengan
densitas batuan 2,46 – 2,57 g/cm3.
The tectonic activity of Java Island are influenced by the movement of the Indo
Australian Plate which collides with the Eurasian Plate. This has led to the
formation of various geological structures on the island of Java, including the
existence of faults. Areas with active faults, such as the Pati Fault, are at risk of
earthquakes. If the Pati Fault shifts, earthquakes can be felt in the surrounding
area, so it is necessary to increase awareness of the potential threat of earthquakes.
This study uses the GGMPlus satellite image gravity method to identify the type of
Starch Fault fault with First Horizontal Derivative and Second Vertical Derivative
analysis and 2D modeling. The process includes calculations of Simple Bouguer
Anomalies (SBA) and Complete Bouguer Anomalies (CBA), spectrum analysis,
reduction to flat planes, separation of regional and residual anomalies with Upward
Continuation, derivative analysis, and 2D modeling. The results of the analysis of
the First Horizontal Derivative and Second Vertical Derivative on residual anomaly
data from five trajectories identified the thrust fault in a southwest-northeast
direction. Meanwhile, the results of 2D modeling show that the Pati Fault area is
composed of several rock formations, namely the Aluvium (Qa) with a rock density
of 1.76 – 2.15 g/cm3, the Lidah Formation (QTpl) with a rock density of 2.4 – 2.41
g/cm3, the Mundu Formation (Tmpm) with a rock density of 2.51 – 2.54 g/cm3, the
Bulu Formation (Tmb) with a rock density of 2.64 – 2.72 g/cm3 and the Ngrayong
Formation (Tmn) with a rock density of 2.46 – 2.57 g/cm3.
5140642515A1C019016SISTEM KONTROL IRIGASI SPRINKLER OTOMATIS BERBASIS
WAKTU PENYIRAMAN PADA BUDIDAYA TANAMAN SELADA
(Lactuva sativa L.)
Sistem kontrol irigasi sprinkler otomatis berbasis waktu penyiraman
menggunakan RTC (Real Time Clock) merupakan salah satu upaya untuk
mengoptimalkan penggunaan air irigasi dan waktu penyiraman pada budidaya tanaman
selada. Sistem ini dirancang untuk melakukan penyiraman sesuai dengan kebutuhan air
tanaman selada sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik dan penggunaan air irigasi
dapat lebih efektif dan efisien. Waktu penyiraman di setting pada pukul 07.00 WIB dan
17.00 yaitu selama 12 detik (fase vegetatif akhir) dan 17 detik (fase generatif). Dalam
hal ini, penggunaan sensor hujan MH-RD diperlukan guna mendeteksi hujan sehingga
pada saat hujan turun sistem tidak melakukan penyiraman. Beberapa variabel yang
diukur dalam penelitian ini antara lain, debit sprinkler, koefisien keseragaman (CU) dan
distribusi keseragaman (DU) irigasi sprinkler, MAPE, serta pertumbuhan tanaman
selada (tinggi, jumlah daun, dan berat basah tanaman selada). Hasil penelitian
menunjukan bahwa keseragaman irigasi sprinkler menghasilkan nilai koefisien
keseragaman irigasi (CU) pada ketiga sprinkler yaitu 88%, 89%, dan 93%. Sedangkan
nilai distribusi keseragaman irigasi (DU) yaitu 80,9%, 82,5%, dan 88,9%. Dalam hal ini
nilai keseragaman irigasi (CU) dan distribusi keseragaman (DU) termasuk dalam
kategori baik. Perhitungan MAPE berdasarkan perbandingan waktu penyiraman dan
nilai ADC sensor hujan diperoleh nilai 2,17% sehingga dapat disimpulkan bahwa alat
berfungsi sebagaimana mestinya. Berdasarkan perhitungan uji t dapat disimpulkan
bahwa tinggi tanaman selada tidak memiliki perbedaan yang signifikan, sedangkan pada
parameter jumlah daun dan berat basah memiliki perbedaan yang signifikan terhadap
penggunaan sistem irigasi sprinkler otomatis dan manual.
Automatic sprinkler irrigation control system based on watering time using RTC
(Real Time Clock) is one effort to optimize the use of irrigation water and watering time
in lettuce cultivation. This system is designed to carry out watering that matches the
plant's air needs so that the plant can grow well and use irrigation more effectively and
efficiently. The time of watering at 07:00 WIB and 17:00 is within 12 seconds (final
vegetative phase) and 17 seconds (generative phase). In this case, the use of the MH-
RD rain sensor is required to detect rain so that when it rains, the system does not
perform watering. Variables studied in this study include sprinkler discharge,
coefficient of uniformity (CU) and distribution of uniformity (DU) of sprinkler
irrigation, MAPE, and growth of lettuce plants (height, number of leaves, and wet
weight of lettuce plants). The results of the study show that the uniformity of sprinkler
irrigation produces the coefficient of irrigation uniformity (CU) in the three sprinklers
which are 88%, 89%, and 93%. While the value of the distribution of irrigation
uniformity (DU) is 80.9%, 82.5%, and 88.9%. In this case, the value of irrigation
uniformity (CU) and distribution uniformity (DU) are included in the good category.
MAPE calculation based on the comparison of watering time and ADC value of the rain
sensor achieved 2.17% so it can be concluded that the tool is working. According to the
calculation of the t test, it can be concluded that the height of lettuce plants does not
have a significant difference, while the parameters of the number of leaves and wet
weight have a significant difference for the use of automatic and manual sprinkler
irrigation systems.
5140739218I1A018066FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU PENCEGAHAN MALARIA PADA TOKOH MASYARAKAT DI KECAMATAN TAMBAK DAN SUMPUHLatar Belakang: Malaria masih perlu diwaspadai di Kecamatan Tambak dan Sumpiuh karena memiliki distribusi penderita malaria import terbanyak di Kabupaten Banyumas. Pencegahan malaria merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat termasuk tokoh masyarakat yang berperan melaksanakan perilaku pencegahan individu dan mendeteksi kewaspadaan dini kasus malaria di desa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pencegahan malaria pada tokoh masyarakat di Kecamatan Tambak dan Sumpiuh.
Metode: Studi ini menggunakan pendekatan Cross-sectional terhadap 115 tokoh masyarakat di Kecamatan Tambak dan Sumpiuh dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Variabel yang diteliti meliputi umur, pengetahuan, sikap, pendidikan, pendapatan, akses pelayanan kesehatan, paparan informasi, dan perilaku. Pengumpulan data dengan wawancara menggunakan instrumen kuesioner. Data dianalisis ke dalam univariat, bivariat, dan multivariat.
Hasil Penelitian: Hasil menunjukkan pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,000), pendidikan (p=0,002), akses pelayanan kesehatan (p=0,033), dan paparan informasi (p=0,000) berhubungan dengan perilaku pencegahan malaria. Faktor paling berpengaruh terhadap perilaku pencegahan adalah pengetahuan (p= 0,000 ; POR= 4.298; CI= 1.701-10.860) artinya pengetahuan kurang baik memiliki risiko 4,298 kali lebih besar memiliki perilaku pencegahan yang kurang baik.
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, pendidikan, akses pelayanan kesehatan, dan paparan informasi terhadap perilaku pencegahan malaria pada tokoh masyarakat di Kecamatan Tambak dan Sumpiuh. Pengetahuan merupakan faktor paling berpengaruh.
Background: Malaria still needs to be watched out for in Tambak and Sumpiuh Districts because it has the largest distribution of imported malaria sufferers in Banyumas Regency. Prevention of malaria is a shared responsibility of all elements of society, including community leaders whose role is to carry out individual preventive behavior and detect early warning of malaria cases in the village. The purpose of this study was to determine the factors that influence malaria prevention behavior among community leaders in Tambak and Sumpiuh Districts.
Methods: This study used a cross-sectional approach to 115 community leaders in Tambak and Sumpiuh Districts with a sampling technique using total sampling. The variables studied included age, knowledge, attitudes, education, income, access to health services, exposure to information, and behavior. Data collection using a questionnaire. Data were analyzed into univariate, bivariate and multivariate.
Results: The results showed that knowledge (p=0.000), attitude (p=0.000), education (p=0.002), access to health services (p=0.033), and exposure to information (p=0.000) were related to malaria prevention behavior. The most influential factor on prevention behavior is knowledge (p= 0.000; POR= 4.298; CI= 1.701-10.860) meaning that poor knowledge has a 4.298 times greater risk of having poor prevention behavior.
Conclusion: There is a relationship between knowledge, attitudes, education, access to health services, and exposure to information on malaria prevention behavior among community leaders in Tambak and Sumpiuh Districts. Knowledge is the most influential factor
5140832615I1E017002Pengembangan Tes Keterampilan Dasar Futsal Anak Usia 16-19 Tahun Di Kabupaten BanyumasTes dikatakan baik memiliki syarat yaitu valid, reliabel, objektif, diskriminatif dan
praktibilitas namun kenyataan dilapangan tidak harus semua persyaratan tersebut
ada akan tetapi tes yang baik juga jika memenuhi 3 syarat utama yaitu, objektif,
valid dan reliabel Prosedur pengembangan pada penelitian ini menggunakan
modifikasi dari metode menurut Sugiyono (2018) meliputi (1) Identifikasi
masalah, (2) Pengumpulan data, (3) Desain produk, (4) Validasi desain-1 (5)
Revisi desain, (6) Validasi desain-2, (7) Uji coba skala kecil, (8) Revisi produk-1,
(9) Uji coba skala besar (10) Revisi produk-2 (11) Hasil akhir. (1) Model tes yang
memiliki kelayakan dengan rata-rata prosentase sejumlah 90% yang masuk ke
dalam kategori “Sangat Baik” yang ditinjau dari ahli tes & pengukuran, ahli
pertumbuhan & perkembangan anak serta ahli kepelatihan futsal. (2) Validitas tes
control-passing r hitung : 0,927 > r tabel : 0,404. Validitas tes dribbling r hitung :
0.930 > r tabel : 0,404. Validitas tes shooting r hitung : 0.874 > r tabel : 0,404.
(3) Tes control-passing nilai reliabilitas : 0,706. Tes dribbling nilai reliabilitas :
0,704, Tes shooting nilai reliabilitas : 0,642. Model tes keterampilan dasar futsal
anak usia 16-19 tahun di Kabupaten Banyumas sangat layak digunakan
pengukuran keterampilan dasar futsal.
The test is said to have good conditions, namely valid, reliable, objective,
discriminatory and practical, but the reality in the field does not have to have
all of these requirements but a good test is also if it meets 3 main
requirements, namely, objective, valid and reliable The development
procedure in this study uses modifications of the method according to
Sugiyono (2018) include (1) Problem identification, (2) Information gathering,
(3) Product design, (4) Design validation-1 (5) Design revision, (6) Design
validation-2, (7) Small-scale trial, (8) Revision of product-1, (9) Large-scale
trial (10) Revision of product-2 (11) Final results. (1) A test model that has
feasibility with an average percentage of 90% that falls into the "Very Good"
category in terms of test & measurement experts, child growth & development
experts and futsal coaching experts. (2) Validity of control-passing tests r
count : 0.927 > r table : 0.404. Validity of dribbling test r count : 0.930 > r
table : 0.404. Validity of shooting test r count : 0.874 > r table : 0.404. (3)
Control-passing test reliability value : 0.706/ Dribbling test reliability value :
0.704. Shooting test reliability value 0.642.The basic futsal skills test model
for children aged 16-19 years in Banyumas Regency is suitable for measuring
futsal basic skills.
5140955345E1B022001ANALYSIS OF UNLAWFUL ACTS INVOLVING SEALING, LEASING,
AND BUILDING ON ANOTHER PERSON’S WITHOUT PERMISISON
(Study of Decision Number 45/Pdt.G/2024/PN Pdg)
Penelitian ini membahas perbuatan melawan hukum (PMH) dalam sengketa pertanahan akibat penjualan, penyewaan, penguasaan, atau pembangunan di atas tanah milik pihak lain. Penelitian bertujuan menganalisis pertimbangan hakim dalam Putusan Pengadilan Negeri Padang Nomor 45/Pdt.G/2024/PN Pdg, khususnya kualifikasi PMH dan tuntutan ganti kerugian. Dengan pendekatan yuridis normatif berspesifikasi preskriptif, penelitian menganalisis bahan hukum primer, sekunder, dan tersier secara normatif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim menyatakan tanah SHM Nomor 2146 seluas 572 m² milik Penggugat (Yan Partawijaya), penguasaan dan pembangunan oleh Tergugat I dan II sebagai PMH, serta jual beli dan sewa-menyewa dari Tergugat III (Zulfardi) tidak berkekuatan hukum. Namun, putusan belum menguraikan kriteria PMH setiap Tergugat. Menurut analisis penulis, perbuatan Para Tergugat memenuhi tiga kriteria. Hak subjektif Penggugat dilanggar karena Tergugat III (Zulfardi) menjual dan menyewakan tanah tanpa bukti kewenangan, yang kemudian dikuasai dan dibangun gudang permanen oleh Tergugat I (Romy Chandra) serta bangunan usaha semipermanen oleh Tergugat II (Zamrud). Kewajiban hukum dilanggar karena Tergugat III (Zulfardi) mengalihkan atau memberikan kenikmatan atas tanah tanpa bukti kewenangan melanggar pasal 584 KUHperdata dan prinsip neo plus iuris, sedangkan Tergugat I (Romy Chandra) dan II (Zamrud) menguasai serta membangun tanpa izin Penggugat melanggar Pasal 2 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 51 Tahun 1960 tentang Larangan Pemakaian Tanah Tanpa Izin yang Berhak atau Kuasanya. Kepatutan, ketelitian, dan kehati-hatian dilanggar karena Tergugat I tidak memeriksa SHM Nomor 2146, kewenangan Tergugat III (Zulfardi), dan riwayat objek; Tergugat II (Zamrud) tidak memastikan kewenangan pemberi sewa; sedangkan Tergugat III (Zulfardi) tidak memastikan status hak sebelum bertransaksi. Meskipun unsur PMH, kesalahan, kerugian, dan hubungan kausal terpenuhi, tuntutan uang sewa Rp200.000.000,00 ditolak karena dasar perhitungan, luas dan masa penguasaan, serta bukti pembanding tidak terbukti. Menurut penulis, penolakan tersebut menyangkut besaran kompensasi, bukan keberadaan kerugian faktual; karena itu, unsur kesalahan, kerugian, dan hubungan kausal tetap perlu diuraikan secara sistematis berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata.This study examines unlawful acts in land disputes arising from selling, leasing, possessing, or building on land owned by another party. It analyzes the judicial reasoning in Padang District Court Decision Number 45/Pdt.G/2024/PN Pdg, focusing on the qualification of unlawful acts and claims for damages. Using a prescriptive normative juridical approach, the study qualitatively analyzes primary, secondary, and tertiary legal materials. The court declared the 572 m² land under Certificate of Ownership Number 2146 the Plaintiff's, the possession and construction by Defendants I and II unlawful, and the transactions from Defendant III legally ineffective. However, the judgment did not specify the criteria met by each Defendant; the author's analysis identifies three. First, the Plaintiff's subjective rights were infringed through land transactions without proven authority by Defendant III, possession and construction of a permanent warehouse by Defendant I, and partial possession and construction of a semi-permanent business structure by Defendant II. Second, legal obligations were breached through Defendant III's transactions without proof of title and Defendants I and II's possession and construction without permission. Third, propriety, care, and prudence were violated because Defendant I did not examine Certificate Number 2146 and the land history, Defendant II did not verify the lessor's authority, and Defendant III did not confirm title. Although unlawful act, fault, loss, and causation were established, the Rp200,000,000.00 rental claim was rejected because its calculation basis, area and period of possession, and comparable evidence were unproven. In the author's view, the rejection concerns the unproven amount of compensation, not the absence of factual loss; therefore, fault, loss, and causation should still be systematically explained under Article 1365 of the Indonesian Civil Code.
5141015652E1A012328KEWENANGAN MAHKAMAH KONSTITUSI DALAM PENGUJIAN PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG (Studi Terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 138/PUU-VII/2009)Negara Indonesia berdasarkan Pasal 1 ayat (2) dan (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945) menunjukan bahwa Indonesia merupakan negara hukum yang demokratis, yang memiliki komitmen menjadikan hukum sebagai kendali dalam menyelenggarakan pemerintahan yang demokratis. Berdasarkan Pasal 24 ayat (2), dan Pasal 24 C UUD 1945 hasil amandemen ketiga, ada lembaga baru yaitu Mahkamah Konstitusi, kewenangan Mahkamah Konstitusi adalah untuk menguji konstitusionalitas undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar 1945. Penting adanya Mahkamah Konstitusi ini adalah sebagai upaya memperkuat sistem control antara cabang-cabang kekuasaan yang sengaja dipisah-pisahkan.
Menarik dan menjadi latarbelakang skripsi ini adalah adanya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPPU) yang diuji oleh Mahkamah Konstitusi. Rumusan masalah dan skripsi ini adalah terkait dengan Dasar Argumentasi yang digunakan hakim Mahkamah Konstitusi dan akibat hukum dari adanya pengujian PERPPU oleh Mahkamah Konstitusi ini.
Kesimpulan dari hasil penelitian terkait kewenangan Mahkamah Konstitusi dalam pengujian PERPPU ini adalah Dasar argumentasi kewenangan Mahkamah Konstitusi dalam menguji Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (PERPPU) terhadap Undang-Undang Dasar 1945 adalah seperti yang tercantum dalam pertimbangan hukum Mahkamah Konstitusi dalam putusannya nomor 138/PUU_VII/2009 yaitu Pasal 24 C ayat 1 UUD 1945 menyatakan bahwa MK mempunyai wewenang mengadili pada tingkat yang perrtama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar 1945, sedangkan dalam Pasal 7 ayat (1) UU No. 10 Tahun 2004 yang diubah dengan UU Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan materi muatan PERPPU dengan Undang-undang adalah sama. Selanjutnya, akibat hukum adanya kewenangan pengujian PERPPU oleh MK adalah berdasarkan Pasal 24C UUD 1945, hanya menyebutkan salah satu dari kewenangan MK adalah menguji UU terhadap UUD Negara RI 1945, bukan menguji PERPPU terhadap UUD 1945. Pasal 22 UUD Negara RI 1945 dan Pasal 52 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan memberikan kewenangan kepada DPR untuk menguji PERPPU, dengan demikian mekanisme pengujian PERPPU ada pada DPR dan bukan pada MK, ini artinya secara inkonstitusional MK telah memperluas kewenangannya dari apa yang diberikan oleh UUD 1945.


Indonesian State under Article 1 (2) and (3) of the Constitution of the Republic of Indonesia Year 1945 (1945) showed that Indonesia is a democratic constitutional state, which has a commitment to make the law as the lead in organizing a democratic government. Pursuant to Article 24 paragraph (2), and Article 24 C 1945 results of the third amendment, no new institutions, namely the Constitutional Court, the authority of the Constitutional Court is to review the constitutionality of laws against the Constitution of 1945. It is important the Constitutional Court is an attempt strengthening the control system between the branches of power are deliberately separated.
Attractive and became the background of this thesis is the Government Regulation in Lieu of Law (PERPPU) were tested by the Constitutional Court. Formulation of the problem and this thesis is related to the argument used Basic Constitutional Court judges and the legal consequences of their testing PERPPU by the Constitutional Court.
The conclusion of the research results related to the authority of the Constitutional Court in testing PERPPU are Basic argument Constitutional Court's authority to examine the Government Regulation in Lieu of Law (PERPPU) of the Act of 1945 is as stated in the legal considerations of the Constitutional Court in its decision number 138 / PUU_VII / 2009, Article 24 C paragraph 1 of the 1945 Constitution states that the Constitutional Court has the authority to hear cases at the level of the first and the last with a final decision to test the law against the Constitution of 1945, whereas in Article 7 (1) of Law No. 10 of 2004 as amended by Law No. 12 Year 2011 on the Establishment of Legislation PERPPU substance of the Act are the same. Furthermore, due to their legal authority PERPPU testing by the Court is based on Article 24C of the 1945 Constitution, just to mention one of the powers of the Constitutional Court is to examine the Law against the 1945 Constitution and not test PERPPU against the 1945 Constitution Article 22 of the 1945 Constitution and Article 52 of Law oF Number 12 Year 2011 on the Establishment of legislation gives authority to the Parliament to examine PERPPU, thus PERPPU testing mechanisms exist in Parliament and not to the Court, this means that unconstitutional the Court has expanded the authority of what is provided by the 1945 Constitution.
5141124785F1B011035EVALUASI KEBIJAKAN BEASISWA BIDIKMISI
DI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan beasiswa bidikmisi. Dengan adanya evaluasi ini diharapkan dapat diketahui seberapa besar hasil yang telah dicapai oleh beasiswa bidikmisi. Terutama dalam mencapai tujuan peningkatan pendidikan dan prestasi mahasiswa perguruan tinggi.
Penelitian ini memiliki relevansi dengan teori kebijakan publik. Dimana Evaluasi merupakan salah satu proses dari kebijakan publik. Untuk mengevaluasi kebijakan bidikmisi dalam penelitian ini peneliti menggunakan Indikator Output dan Outcomes (Soebarsono, 2005:212). Peneliti akan mengkaji indikator output dari sisi jumlah mahasiswa penerima bidikmisi dan indikator outcomes dari sisi lama studi dan prestasi.
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan teknik analisis data distribusi frekuensi, mean dan Crosstabulation. Sasaran penelitian ini adalah mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi angkatan 2012-2014. Data penelitian yang digunakan adalah data sekunder.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sasaran penerima beasiswa bidikmisi angkatan 2012-2014 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNSOED adalah 167 mahasiswa. Pada tahun 2013 terjadi peningkatan kuota beasiswa menjadi 67 mahasiswa atau naik sebesar 15 penerima namun pada tahun 2014 terjadi penurunan menjadi 48 mahasiswa. Indeks kelulusan mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi masih cenderung rendah. Hal ini ditunjukan dengan nilai indeks total sebesar 50,8 persen. Selain itu ditemukan bahwa mahasiswa perempuan memiliki prestasi dan lama studi yang lebih baik daripada mahasiswa laki-laki. Kemudian juga ditemukan terjadi peningkatan rata-rata IPK dari angkatan tahun 2012 sampai angkatan tahun 2014.
Kata kunci: Evaluasi, Bidikmisi.
This study aims to evaluate the Bidikmisi scholarship policy. With this evaluation, it is expected to find out how much the results achieved by Bidikmisi scholarship have been achieved. Especially in achieving the goals of improving education and achievement of college students.
This research has relevance to public policy theory. Where evaluation is one of the processes of public policy. To evaluate the Bidikmisi policy in this study researchers used Output Indicators and Outcomes (Soebarsono, 2005: 212). The researcher will examine the output indicators in terms of the number of students receiving bidikmisi and outcome indicators from the length of study and achievement.
The research approach used is quantitative descriptive with distribution frequency, mean and crosstabulation data analysis techniques. The target of this study was students of the 2012-2014 bidikmisi scholarship. The research data used is secondary data.
The results of this study indicate that the target of the 2012-2014 bidikmisi scholarship recipients at the UNSOED Faculty of Social and Political Sciences is 167 students. In 2013 there was an increase in scholarship quota to 67 students or an increase of 15 recipients but in 2014 there was a decline to 48 students. The graduation index of Bidikmisi scholarship students still tends to be low. This is indicated by a total index value of 50.8 percent. In addition, it was found that female students had better achievements and length of study than male students. Then also found an increase in the average GPA from the 2012 class to the 2014 class.

Keywords: Evaluation, Bidikmisi
514123407G1F008031FORMULASI DAN EVALUASI
SEDIAAN KRIM ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL KELOPAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.)
Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) diketahui memiliki banyak senyawa aktif yang berfungsi sebagai antioksidan seperti flavonoid, senyawa fenolik, antosianin, dan vitamin C. Penggunaan Rosella sebagai senyawa aktif dalam formulasi topikal masih jarang digunakan, sehingga perlu dilakukan pengembangan formulasi dalam bentuk sediaan krim. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi krim ekstrak etanol kelopak bunga Rosella yang memenuhi syarat evaluasi sifat fisik dan stabilitas serta mengetahui aktivitas antioksidan sediaan krim sebelum dan sesudah penyimpanan.
Pembuatan ekstrak etanol kelopak bunga Rosella dengan cara maserasi. Formula sediaan krim dibuat dengan variasi konsentrasi ekstrak Rosella sebesar 0,5% (b/b), 1% (b/b), dan 1,5% (b/b). Sediaan krim dilakukan evaluasi sifat fisik dan stabilitas serta uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Analisis hasil untuk uji sifat fisik dan stabilitas menggunakan analisis data secara deskriptif dan ANOVA satu jalan dengan taraf kepercayaan 95% dan uji aktivitas antioksidan krim sebelum dan sesudah penyimpanan selama 1 bulan menggunakan uji T berpasangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kelopak bunga Rosella dapat diformulasikan menjadi sediaan krim dan memenuhi syarat sifat fisik dan stabilitas selama penyimpanan. Semua sediaan krim memiliki aktivitas antioksidan sebelum dan sesudah penyimpanan. Aktivitas antioksidan tertinggi diperoleh pada Formula III dengan 1,5% (b/b) ekstrak dengan nilai persen peredaman sebelum penyimpanan sebesar 61,35% dan sesudah penyimpanan sebesar 59,43%.
Kata kunci: formulasi, ekstrak, Rosella (Hibiscus sabdariffa L.), krim, antioksidan
Roselle (Hibiscus sabdariffa L.) was known had many active compounds that act as antioxidants such as flavonoids, phenolic compounds, anthocyanins, and vitamin C. Roselle as active compound in a topical formulation was rarely used, so necessary to develop cream formulations in dosage forms. This study aims were to make the cream formulation of ethanol extract of Roselle calyx that qualified in physical properties and stability evaluation and discover the antioxidant activity of cream preparations before and after storage.
Roselle extract was made by maceration. The formulation of creams were made with concentration of Roselle extract of 0,5% (w/w), 1% (w/w), and 1,5% (w/w). The cream was evaluated about physical properties and stability and antioxidant activity by DPPH method. Analysis of test results for physical properties and stability using descriptive analyzed and one way ANOVA with 95% confidence level and the antioxidant activity of the cream before and after storage for 1 month using a paired T test.
The results showed that ethanol extract of Roselle calyx can be formulated into cream preparations and qualified physical properties and stability during storage. All of cream preparations had antioxidant activity before and after storage. The highest antioxidant activity obtained in Formula III with 1,5% (w/w) extract with the percent reduction of 61,35% before storage and after storage by 59,43%.
Keywords: formulations, extract, Rosella (Hibiscus sabdariffa L.), cream, antioxidant
5141337257E1B018019STUDY ON THE REGULATION OF PASCHIPELAGIC SEA LANE PASSAGESAGE RIGHT OF FOREIGN SHIPS IN INDONESIAN AR
(Case Study on the Violation of the MT. Horse and MT. Freya Ships on Indonesian Waters in 2021)
Berdasarkan UNCLOS 1982, negara kepulauan dapat menentukan hak lintas bagi kapal asing melalui alur laut kepulauan. Dalam melakukan hak lintas tersebut terkadang terjadi pelanggaran. Pada 2021 terjadi pelanggaaran hak lintas alur laut kepulauan oleh kapal tanker MT. Horse dengan bendera Iran dan kapal tanker MT. Freya dengan bendera Panama. Kedua kapal tersebut berhenti di luar ALKI I untuk melakukan transfer BBM dengan mematikan Automatic Identification System. Pada saat pemuatan barang, kapal MT.Freya membuang limbah ke laut sehingga mencemari lingkungan laut.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaturan hak lintas kapal asing di ALKI menurut hukum internasional dan hukum nasional serta untuk menganalisis penyelesaian kasus pelanggaran hak lintas oleh kapal MT. Horse dan MT. Freya di ALKI. Penelitian ini adalah penelitian yuridis normatif, sumber data yang digunakan adalah data sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka dan studi dokumen, data yang diperoleh disajikan dengan metode deskriptif dan metode analisis data yang digunakan adalah yuridis kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dalam hukum internasional ketentuan mengenai hak lintas alur laut kepulauan diatur dalam Pasal 53 UNCLOS 1982. Sebagai implementasi dari ketentuan ini, pemerintah Indonesia mengeluarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1996 tentang Perairan Indonesia dan Peraturan Pemerintah Number 37 Tahun 2002 tentang Hak dan Kewajiban Kapal dan Pesawat Udara Asing dalam Melaksanakan Hak Lintas Alur Laut Kepulauan Melalui Alur Laut Kepulauan yang Ditetapkan. Pada kasus pelanggaran di ALKI oleh MT. Freya dan MT. Horse, Pengadilan Negeri Batam memutuskan kedua nahkoda kapal tersebut terbukti melakukan pelanggaran Pasal 317 jo Pasal 193 ayat 1 Undang- Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. Khusus untuk nahkoda MT. Freya juga terbukti melanggar Pasal 104 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Based on UNCLOS 1982, archipelagic states can determine the right of passage for foreign ships through archipelagic sea lane passage. Sometimes in carrying out the right of passage violation occurs. In 2021 there was a violation of the right of archipelagic sea lane passage by the MT. Horse tanker ship with Iranian flag and MT. Freya tanker ship with the flag of Panama. The two ships stopped outside IASLs I to transfer fuel by turning off the Automatic Identification System. At the time of loading goods, the ship MT. Freya dumps waste into the sea which pollutes the marine environment.
The purpose of this study is to find out the regulation of passage right of foreign ships in IASLs according to international law and Indonesian national law and to find out the settlement of the case on the violation of passage rights by the MT. Horse and MT. Freya ships in Indonesia’s Archipelagic Sea Lane passage. This research is a normative legal research, the data source used is secondary data. The data collection method is literature study and document study, the data obtained is descriptive methods and the data analysis method used is qualitative legal.
Based on the research results, the provisions regarding the right of archipelagic sea lane passage is regulated in Article 53 of UNCLOS 1982. As an implementation of this article, the Indonesian government has issued Law Number 6 of 1996 concerning Indonesian Waters and Government Regulation Number 37 of 2002 concerning the Rights and Obligations of Foreign Ships and Aircraft in exercising the Right of Archipelagic Sea Lane Passage. In the case of IASLs violation by MT. Freya and MT. Horse, the Batam District Court decided that the two ship captains violated Article 317 jo Article 193 paragraph 1 of Law Number 17 of 2008 concerning Shipping. The captain of MT. Freya also violated Article 104 of Law Number 32 of 2009 concerning Environmental Protection and Management.
5141446326H1C020010GEOLOGI DAN ESTIMASI KUALITAS SUMBERDAYA BATUGAMPING IUP KAMUNING DAERAH NAMBO, KECAMATAN KLAPANUNGGAL, KABUPATEN BOGOR, PROVINSI JAWA BARATIndonesia dengan kekayaan sumberdaya logam dan non logam yang melimpah, salah satunya adalah batugamping. Sumberdaya batugamping tersebar luas diberbagai wilayah di Indonesia, salah satunya pada daerah Klapanunggal, Jawa Barat. Daerah Klapanunggal masuk kedalam Formasi Klapanunggal yang terdiri dari batugamping terumbu, sisipan batugamping pasiran. Batugamping memiliki nilai ekonomis dalam sektor industri sebagai bahan dasar pembuatan semen. Studi mengenai karakteristik, kualitas, dan estimasi sumberdaya batugamping sebagai bahan dasar semen dilakukan untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan potensi sumberdaya. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah metode Inverse Distance Weighted (IDW) dalam melakukan perhitungan sumberdaya batugamping. Didukung dengan kondisi geologi pada daerah penelitian, karakteristik, dan kualitas batuan. Berdasarkan hasil analisis pada Grindability Index didapatkan nilai Grindabilty Index 45%-95%. Grindability Index dijadikan sebagai patokan sebelum melakukan proses penghancuran material. Hasil estimasi sumberdaya batugamping berdasarkan Grindabilty Index didapatkan volume total sebesar 44.425.000 m3 dan tonase total sebesar 111.062.500 ton.Indonesia has abundant metal and non-metal resources, one of which is limestone. Limestone resources are widely distributed in various regions in Indonesia, one of which is in the Klapanunggal area, West Java. The Klapanunggal area is included in the Klapanunggal Formation which consists of reef limestone, passive limestone inserts. Limestone has economic value in the industrial sector as a basic material for cement manufacture. A study of the characteristics, quality, and estimation of limestone resources as a base material for cement was conducted to serve as a consideration of potential resources. The method used in this study is the Inverse Distance Weighted (IDW) method in calculating limestone resources. Supported by geological conditions in the study area, characteristics, and rock quality. Based on the analysis of the Grindability Index, the Grindability Index value is 45%-95%. Grindability Index is used as a benchmark before the material crushing process. The results of the limestone resource estimation based on Grindability Index obtained a total volume of 44,425,000 m3 and a total tonnage of 111,062,500 tons.
5141532870C1H016030The Influence of Brand Awareness and Online Consumer Reviews Dimension on Online Purchase Intention: A Study on MPWR Digital Service Providers in IndonesiaPenelitian ini merupakan studi empiris pada MPWR Provider. Penelitian ini mengambil judul: “The Influence of Brand Awareness and Online Consumer Reviews Dimension on Online Purchase Intention: A Study on MPWR Digital Service Providers in Indonesia”. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui serta menemukan bukti empiris pengaruh Brand Awareness, Review Quality, Review Quantity, dan Source Credibility terhadap Online Purchase Intention
Populasi dalam penelitian ini yaitu Pengguna internet di Indonesia. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 160 orang. Penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling. Alat analisis yang digunakan adalah regresi berganda.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa:(1)Brand Awareness berpengaruh positif terhadap Online Purchase Intention. (2) Review Quality berpengaruh positif terhadap Online Purchase Intention.(3) Review Quantity berpengaruh positif terhadap Online Purchase Intention. (4) Source Credibility berpengaruh positif terhadap Online Purchase Intention.
Implikasi dari kesimpulan di atas adalah pihak manajemen diharapkan bisa membangun brand awareness dengan cara meningkatkan intensitas promosi dan memanfaatkan online reiew sebagai low-cost marketing. Review Quantity adalah variabel independen yang memiliki pengaruh paling signifikan terhadap niat beli online pada penyedia MPWR. Dalam penelitian ini, konsumen berasumsi bahwa jumlah review dan rating yang tinggi menunjukkan bahwa produk atau jasa tersebut memiliki penjualan, reputasi, dan popularitas yang tinggi. Manajemen perusahaan dapat menggunakan temuan dari penelitian ini untuk pengambilan keputusan untuk meningkatkan atau setidaknya mempertahankan minat beli konsumen melalui kuantitas ulasan.
This research is an empirical study on MPWR Provider. This research takes the title: “The Influence of Brand Awareness and Online Consumer Reviews Dimension on Online Purchase Intention: A Study on MPWR Digital Service Providers in Indonesia”. The purpose of this research is to find out and find empirical evidence of the influence of Brand Awareness, Review Quality, Review Quantity, and Source Credibility on Online Purchase Intention.
The population in this study are Internet users in Indonesia. The sample in this study were 160 people. Determination of the sample using purposive sampling method. The analytical tool used is multiple regression.
Based on the results of research and data analysis shows that: (1) Brand Awareness has a positive effect on Online Purchase Intention. (2) Review Quality has a positive effect on Online Purchase Intention. (3) Review Quantity has a positive effect on Online Purchase Intention. (4) Source Credibility has a positive effect on Online Purchase Intention.
The implication of the conclusion above is that management is expected to be able to build brand awareness by increasing the intensity of promotions and utilizing online reviews as low-cost marketing. Review Quantity is the independent variable that has the most significant influence on online purchase intentions on MPWR providers. In this study, consumers assume that a high number of reviews and ratings indicate that the product or service has high sales, reputation, and popularity. Company management can use the findings from this study for decision making to increase or at least maintain consumer online purchase intention through the quantity of reviews.
5141650342F1D018041Thrifting sebagai Fenomena Budaya Populer: Konstruksi Sosial dan Relasi Kuasa dalam Praktik Konsumsi Pakaian Bekas di PurwokertoFenomena thrifting, yaitu praktik membeli pakaian bekas, telah berkembang pesat di
kalangan anak muda Indonesia, khususnya di Purwokerto, sebagai alternatif konsumsi yang lebih
ramah lingkungan. Seiring dengan meningkatnya popularitasnya, thrifting tidak hanya dianggap
sebagai solusi untuk mengurangi dampak ekologis dari fast fashion, tetapi juga sebagai bagian dari
gaya hidup berkelanjutan yang mengedepankan kesadaran sosial. Namun, meskipun thrifting
dipandang sebagai perlawanan terhadap konsumsi berlebihan, fenomena ini tetap beroperasi dalam
kerangka kapitalisme global, yang mempengaruhi preferensi konsumsi konsumen. Penelitian ini
menggunakan Teori Konstruksi Sosial (Berger & Luckmann, 1966) dan Teori Relasi Kuasa (Foucault,
1975) untuk menganalisis thrifting sebagai bagian dari pop culture di Purwokerto dan dampaknya
terhadap pengelolaan limbah tekstil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa thrifting berkontribusi
pada peningkatan limbah tekstil lokal, yang mengarah pada masalah pengelolaan sampah yang
semakin kompleks di daerah dengan infrastruktur terbatas. Penelitian ini juga menyoroti perlunya
kebijakan lokal untuk mengatur limbah tekstil dan mendorong ekonomi sirkular yang berkelanjutan,
memberikan kontribusi pada diskursus ketimpangan ekologis dalam konteks Indonesia.
The phenomenon of thrifting, or the practice of purchasing second-hand clothing, has
rapidly gained popularity among Indonesian youth, particularly in Purwokerto, as an environmentally
friendly consumption alternative. With its growing popularity, thrifting is not only seen as a solution
to mitigate the ecological impact of fast fashion, but also as part of a sustainable lifestyle that
promotes social awareness. However, despite being regarded as resistance to overconsumption, this
phenomenon still operates within the framework of global capitalism, influencing consumer
preferences. This study uses Social Construction Theory (Berger & Luckmann, 1966) and Power
Relations Theory (Foucault, 1975) to analyze thrifting as part of pop culture in Purwokerto and its
impact on textile waste management. The findings reveal that thrifting contributes to the increase in
local textile waste, leading to more complex waste management issues in regions with limited
infrastructure. This study also highlights the need for local policies to regulate textile waste and
promote a sustainable circular economy, contributing to the discourse on ecological inequality in the
Indonesian context.
5141747757C1B019089ANALISIS PENGARUH KUALITAS KEHIDUPAN KERJA DAN KOMPENSASI TERHADAP LOYALITAS KARYAWAN
YANG DIMEDIASI OLEH KEPUASAN KERJA
(STUDI KASUS DI PT DATA ENERGI INFOMEDIA PURWOKERTO)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas kehidupan kerja dan kompensasi terhadap loyalitas karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada karyawan PT Data Energi Infomedia Purwokerto dan dianalisis menggunakan metode analisis regresi dengan pendekatan Structural Equation Modeling Partial Least Squares (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas kehidupan kerja dan kompensasi tidak berpengaruh secara langsung dengan loyalitas tetapi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja, yang pada gilirannya meningkatkan loyalitas karyawan. Kepuasan kerja terbukti sebagai variabel mediasi yang memperkuat hubungan antara kualitas kehidupan kerja serta kompensasi dengan loyalitas karyawan. Temuan ini memberikan implikasi bagi manajemen perusahaan dalam meningkatkan kesejahteraan karyawan guna memperkuat loyalitas merekaThis study aims to analyze the influence of quality of work life and compensation on employee loyalty, with job satisfaction as a mediating variable. Data were collected through questionnaires distributed to employees of PT Data Energi Infomedia Purwokerto and analyzed using regression analysis with the Structural Equation Modeling Partial Least Squares (PLS-SEM) approach. The results indicate that quality of work life and compensation not inpact to loyality but have a significant impact on job satisfaction, which in turn enhances employee loyalty. Furthermore, job satisfaction is proven to be a mediating variable that strengthens the relationship between quality of work life, compensation, and employee loyalty. These findings provide managerial implications for companies in improving employee well-being to foster stronger loyalty.
5141836482H1E018037Rancangan Implementasi Manajemen Risiko Berbasis ISO 21001 : 2018 untuk
Menjamin Kualitas Pendidikan Tinggi (Studi Kasus Fakultas Teknik Unsoed)
Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman yang selanjutnya disebut Fakultas
Teknik Unsoed merupakah salah satu fakultas yang terdapat di Universitas Jenderal
Soedirman. Fakultas Teknik Unsoed saat ini belum menerapkan sistem penjaminan mutu ISO
21001:2018 dan menggunakan standar SN Dikti tahun 2020. Penerapan manajemen risiko
berbasis ISO 21001:2018 di Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman dinilai dapat
meningkatkan kinerja operasional dari suatu organisasi. Semakin meningkatnya sumber risiko
dari segala aspek, serta kompleksitas risiko yang terjadi, sehingga melatarbelakangi untuk
menerapkan identifikasi risiko. Penelitian ini menggunakan ISO 31000 :2018 sebagai metode
untuk melakukan manajemen risiko. Dari penelitian yang sudah dilakukan diketahui bahwa SN
Dikti 2020 masih belum memenuhi seluruh klausul ISO 21001:2018. Setelah melakukan
identifikasi risiko, terdapat 17 risiko yang teridentifikasi di Fakultas Teknik Unsoed. Respon
Fakultas Teknik Unsoed terkait risiko teridentifikasi yaitu 4 risiko dihindari, 6 risiko dikurangi
dan 7 risiko diterima. Mitigasi risiko pada Fakultas Teknik Unsoed dilakukan untuk risiko
dengan respon risiko dihindari dan dikurangi.
The Faculty of Engineering, Jenderal Sudirman University, hereinafter referred to as
the Unsoed Engineering Faculty, is one of the faculties at Jenderal Sudirman University.
Currently, the Unsoed Faculty of Engineering has not implemented the ISO 21001:2018 quality
assurance system and uses the 2020 SN Dikti standard. The implementation of ISO
21001:2018-based risk management at the General Sudirman University Faculty of
Engineering is considered to be able to improve the operational performance of an
organization. The increasing sources of risk from all aspects, as well as the complexity of the
risks that occur, are the background for implementing risk identification. This study uses ISO
31000:2018 as a method for risk management. From the research that has been done, it is
known that the SN Dikti 2020 still does not fulfill all the clauses of ISO 21001:2018. After
identifying risks, there were 17 identified risks at the Unsoed Engineering Faculty. The Unsoed
Engineering Faculty's response to the identified risks are 4 avoided risks, 6 reduced risks ,and
7 accepted risks. Risk mitigation at the Unsoed Engineering Faculty is carried out for risks
with risk responses being avoided and reduced.
5141944166E1A019246PERTANGGUNGJAWABAN GANTI RUGI TERHADAP KERUSAKAN LINGKUNGAN AKIBAT KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN KELAPA SAWIT OLEH PT RAFI KAMAJAYA ABADI
(Studi Terhadap Putusan Nomor 44/Pdt.G/LH/2021/PN Stg)
Dalam lingkungan hidup Indonesia, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH) digunakan untuk melindungi dari kerusakan lingkungan, termasuk kebakaran hutan dan lahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam mengkualifisir perbuatan melawan hukum kebakaran hutan dan lahan serta memutuskan besarnya ganti rugi dalam kerusakan lingkungan, khususnya dalam kebakaran hutan dan lahan.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan undang-undang dan pendekatan kasus. Spesifikasi penelitian preskriptif. Data bersumber dari data primer, sekunder, dan tersier. Metode pengumpulan data dengan studi kepustakaan, menggunakan metode analisis yuridis kualitatif.
Majelis Hakim dalam pertimbangannya tidak mengkualifisir perbuatan melawan hukum, namun dalam gugatan, Penggugat mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum. Penulis berpendapat, dengan diajukannya gugatan perbuatan melawan hukum, Majelis Hakim sepatutnya untuk tetap membuktikan gugatan perbuatan melawan hukum. Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa kebakaran hutan dan lahan kelapa sawit merupakan perbuatan melawan hukum karena terbuktinya kebakaran tersebut telah melanggar kewajiban hukumnya sendiri dalam memelihara fungsi kelestarian lingkungan hidup sehingga kebakaran hutan dan lahan kelapa sawit yang terjadi dapat dipertanggungjawabkan. Kedua, penelitian ini membahas penerapan pertanggungjawaban ganti rugi yang diatur dalam Pasal 1365 KUHPer. Dengan diterapkannya strict liability, unsur kesalahan tidak perlu dipenuhi. Terpenuhinya keempat unsur kumulatif dalam Pasal 1365 KUHPer, hakim memutuskan untuk memberikan ganti rugi kerusakan lingkungan sejumlah Rp.270.807.710.959,00 dan biaya pemulihan sebesar Rp.646.216.640.000,00. Penghitungan ini sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Lampiran II PERMENLH 7/2014.
In the environmental context of Indonesia, Environmental Protection and Management Law Number 32 of 2009 is employed to safeguard against environmental damage, including forest and land fires. The aim of this research is to analyze the legal considerations made by the judges in qualifying the unlawful act of forest and land fires and determining the extent of compensation for environmental damage, particularly in cases of forest and land fires.
The method utilized in this study is normative juridical with a legal and case-based approach. The research is characterized as prescriptive. Data is sourced from primary, secondary, and tertiary sources, collected through literature studies, and analyzed using a qualitative juridical analysis method.
The Panel of Judges, in its deliberation, did not qualify the act as illegal. However, the plaintiff files a lawsuit alleging an illegal act. The Author argues that with the filing of the lawsuit alleging an illegal act, the Panel of Judges should still substantiate the allegation of an illegal act. The analysis and discussion results indicate that forest fires and oil palm land fires constitute illegal acts because the fires have been proven to violate their own legal obligations in preserving the function of environmental sustainability, thus making the forest fires and oil palm land fires accountable. Second, this study discusses the application of compensation liability as regulated in Article 1365 of the Indonesian Civil Code (KUHPer). With the application of strict liability, the element of fault does not need to be fulfilled. With the fulfillment of the four cumulative elements in Article 1365 of KUHPer, the judge decided to grant compensation for environmental damage in the amount of IDR 270,807,710,959.00 and restoration costs amounting to IDR 646,216,640,000.00. This calculation complies with the provisions stipulated in Attachment II of Minister of Environment Regulation of the Republic of Indonesia Number 7 of 2014 concerning Environmental Damage Due to Pollution and/or Environmental Destruction.
5142026705I1C015067Isolasi Senyawa Seskuiterpen Kerangka Humulen dari Rimpang Bangle Hantu (Zingiber ottensii)Zingiber ottensii diketahui memiliki kandungan senyawa seskuiterpen kerangka humulen. Uji aktivitas senyawa seskuiterpen kerangka humulen telah terbukti memiliki akivitas sebagai antimalaria, agen sitotoksik dan penghambat produksi nitrit oksida. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan isolasi senyawa tersebut dari rimpang Z. ottensii asal Indonesia. Isolasi dari ekstrak metanol rimpang Z. ottensii menggunakan kromatografi dan identifikasi menggunakan spektroskopi massa dan spektroskopi NMR 1 dimensi (1H-NMR, 13C-NMR) dan NMR 2 dimensi (HSQC, HMBC, COSY, TOCSY). Pada pengukuran 1H-NMR 500 MHz (CDCl3) isolat F68.59.3 didapatkan 17 sinyal utama pada δH 4,15 (dd, J=6; 2 Hz, 1H); 5,37 (dd, J=16,5; 6 Hz, 1H); 5,19 (d, J=16,5 Hz, 1H); 2 (dd, J=15; 10 Hz, 1H); 1,81 (overlaped); 5,07 (dd, J=10; 5 Hz, 1H); 2,11 (dd, J=15; 5 Hz, 1H); 1,86 (dd, J=10; 5 Hz, 1H); 1,21 (overlaped); 1,64 (m, 1H); 1,43 (m, 2H); 1,24 (m, 1H); 1,51 (s, 3H); 1,01 (d, J=7 Hz, 3H); 1,11 (s, 3H); 1,10 (s, 3H); 3,49 (s, 1H). Pada spektrum 13C-NMR 125 MHz (CDCl3) didapatkan 15 sinyal utama pada δC 76,48; 131,13; 137,27; 37,52; 40,58; 124,75; 134, 19; 40,77; 23,50; 26,37; 42,38; 16,04; 17,62; 25,02, 29,09. Pada spektra MS didapatkan [M+Na] m/z sebesar 245,1924 (calc. mass C15H`26ONa 245,1881). Senyawa seskuiterpen kerangka humulen yaitu senyawa 4,4,7,11-tetrametil-2,6-sikloundekadien-1-ol dengan rumus molekul C15H26O.Zingiber ottensii has been known to contain humulene-type sesquiterpene compounds. Activity test of humulene-type sesquiterpene coumpounds has been shown to have activity as antimalarial, cytotoxic agent and inhibitor nitric oxide production. This study aims to isolate humulene-type sesquiterpene coumpound on the rhizome of Z. ottensii from Indonesia. Isolation of Z. ottensii methanol extract used chromatography and identification used mass spectroscopy and 1-dimensional NMR spectroscopy (1H-NMR, 13C-NMR) and 2-dimensional NMR spectroscopy (HSQC, HMBC, COSY, TOCSY). In the 1H-NMR spectrum of isolate F68.59.3, 17 main signals were obtained at δH 4,15 (dd, J=6; 2 Hz, 1H); 5,37 (dd, J=16,5; 6 Hz, 1H); 5,19 (d, J=16,5 Hz, 1H); 2 (dd, J=15; 10 Hz, 1H); 1,81 (overlaped); 5,07 (dd, J=10; 5 Hz, 1H); 2,11 (dd, J=15; 5 Hz, 1H); 1,86 (dd, J=10; 5 Hz, 1H); 1,21 (overlaped); 1,64 (m, 1H); 1,43 (m, 2H); 1,24 (m, 1H); 1,51 (s, 3H); 1,01 (d, J=7 Hz, 3H); 1,11 (s, 3H); 1,10 (s, 3H); 3,49 (s, 1H). In the 13C-NMR spectrum, 15 main signals were obtained at δC 76,48; 131,13; 137,27; 37,52; 40,58; 124,75; 134, 19; 40,77; 23,50; 26,37; 42,38; 16,04; 17,62; 25,02, 29,09. In the MS spectra were obtained [M+Na] m/z 245,1924 (calc. mass C15H`26ONa 245,1881). Humulene-type sesquiterpene compound were isolated named 4,4,7,11-tetramethyl-2,6-cycloundecadien-1-ol with the molecular formula C15H26O.