Artikel Ilmiah : K2C024007 a.n. MASKHIYATUS SHOKHIB

Kembali Update Delete

NIMK2C024007
NamamhsMASKHIYATUS SHOKHIB
Judul ArtikelIDENTIFIKASI INTRUSI AIR LAUT DENGAN METODE GRAVITY, ELECTRICAL RESISTIVITY TOMOGRAPHY (ERT), DAN UJI PARAMETER FISIKA-KIMIA AIR TANAH
DI PESISIR CILACAP
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pemodelan data gravity GGMPlus, pengukuran resistivitas batuan dengan ERT konfigurasi Wenner dan pengambilan sampel air tanah telah dilakukan di pesisir Kabupaten Cilacap. Uji rasio Cl⁻/HCO₃⁻ juga juga sudah dilakukan di Laboratorium Kimia Anorganik Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jenderal Soedirman. Tujuan dari pengukuran dan pengujian ini adalah melihat formasi dan jenis batuan dari model densitas, menentukan litologi batuan bawah permukaan berdasarkan model nilai resistivitas batuan dan menganalisis kemenerusan litologi batuan sebagai jalur masuknya intrusi air laut. Pengukuran parameter fisika dan kimianya berupa pH, TDS, DHL, Salinitas, rasio Cl^-/ HCO_3^- juga dilakukan untuk melihat sebaran intrusi air laut. Hasil memperlihatkan bahwa Formasi dan jenis batuan yang menyusun daerah penelitian yang berpotensi menjadi jalur intrusi air laut adalah endapan aluvial (Qa) dan endapan pantai (Qac) yang tersusun atas material lepas berupa lempung, lanau, pasir, kerikil, dan kerakal dengan nilai densitas sebesar 2,31-2,71 g/cm³. Lapisan batuan yang menjadi jalur masuknya intrusi air laut merupakan lapisan batuan keempat (Akuifer 2) dengan nilai resistivitas 0,57–8,80 Ωm dan zona intrusi teridentifikasi mulai dari Kelurahan Tegalkamulyan, Sidakaya, dan sebagian Gunungsimping yang berada di Kecamatan Cilacap Selatan menuju ke bagian utara menjauhi garis pantai sejauh 443 m.
Abtrak (Bhs. Inggris)GGMPlus gravity data modeling, rock resistivity measurements using ERT Wenner configuration, and groundwater sampling were conducted in the coastal area of Cilacap Regency. Cl⁻/HCO₃⁻ ratio analysis was also performed at the Inorganic Chemistry Laboratory of the Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Jenderal Soedirman University. The objectives of these measurements and analyses were to identify rock formations and types from density models, determine subsurface lithology based on resistivity models, and analyze lithological continuity regarding seawater intrusion pathways. Measurements of physical and chemical parameters—including pH, TDS, DHL, salinity, and the Cl⁻/HCO₃⁻ ratio—were also carried out to map the extent of seawater intrusion. The results indicate that the rock formations and types constituting the study area—which potentially serve as pathways for seawater intrusion—are alluvial deposits (Qa) and coastal deposits (Qac); these consist of loose materials such as clay, silt, sand, gravel, and cobbles, with densities ranging from 2.31 to 2.71 g/cm³. The rock layer serving as the entry point for seawater intrusion is the fourth layer (Aquifer 2), characterized by resistivity values of 0.57–8.80 Ωm. The identified intrusion zone extends from the Tegalkamulyan, Sidakaya, and parts of the Gunungsimping areas (in South Cilacap District) northward, reaching a distance of 443 meters inland from the coastline.
Kata kunciintrusi air laut, gravity, ERT, parameter fisika-kimia, Cilacap
Pembimbing 1Dr. Zaroh Irayani, S.Si., M.Si
Pembimbing 2Dr. Mirda Prisma Wijayanto, M.Si
Pembimbing 3-
Tahun2026
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2026-08-19 08:24:36.153451
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.