Artikel Ilmiah : F1A022021 a.n. SITI NUR AISYAH

Kembali Update Delete

NIMF1A022021
NamamhsSITI NUR AISYAH
Judul ArtikelPERSEPSI GENERASI Z TERHADAP PELAKSANAAN TRADISI SEDEKAH BUMI DI DESA JUNTIWEDEN KECAMATAN JUNTINYUAT KABUPATEN INDRAMAYU
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dan sikap Generasi Z terhadap pelaksanaan Tradisi Sedekah Bumi di Desa Juntiweden, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan field research. Informan penelitian dipilih secara purposive, terdiri atas enam informan utama dari Generasi Z dan tiga informan pendukung yang meliputi tokoh adat, kepala desa, dan petani. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z cenderung memiliki persepsi positif terhadap Tradisi Sedekah Bumi. Tradisi ini dimaknai sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas hasil bumi, sarana mempererat kebersamaan dan gotong royong, serta bagian dari identitas dan warisan budaya masyarakat. Meskipun demikian, Generasi Z menunjukkan sikap yang lebih selektif dan kritis, terutama terhadap kepercayaan yang bersifat mistis dan anggapan bahwa Sedekah Bumi wajib dilakukan untuk menghindari musibah. Dalam perspektif Interaksionisme Simbolik Herbert Blumer, pemaknaan tersebut terbentuk melalui interaksi sosial dalam keluarga dan masyarakat serta pengalaman individu yang kemudian diinterpretasikan kembali oleh Generasi Z. Dengan demikian, Generasi Z tidak sepenuhnya menolak Tradisi Sedekah Bumi, tetapi melakukan penyesuaian makna sesuai dengan pemahaman dan nilai yang mereka miliki.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study aims to analyze Generation Z’s perceptions and attitudes toward the implementation of the Sedekah Bumi tradition in Juntiweden Village, Juntinyuat District, Indramayu Regency. This study employed a descriptive qualitative method with a field research approach. The research informants were selected purposively and consisted of six main informants from Generation Z and three supporting informants, including a traditional figure, the village head, and a farmer. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation, and were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, which includes data condensation, data display, and conclusion drawing. Data validity was established through source and technique triangulation. The findings show that Generation Z tends to have a positive perception of the Sedekah Bumi tradition. The tradition is interpreted as an expression of gratitude to God for agricultural produce, a means of strengthening togetherness and mutual cooperation, as well as a part of the community’s cultural identity and heritage. However, Generation Z demonstrates a more selective and critical attitude, particularly toward mystical beliefs and the notion that Sedekah Bumi must be performed to prevent misfortune. From the perspective of Herbert Blumer’s Symbolic Interactionism, these meanings are formed through social interactions within families and communities, as well as through individual experiences that are subsequently reinterpreted by Generation Z. Thus, Generation Z does not completely reject the Sedekah Bumi tradition but rather adapts its meaning according to their understanding and values.
Kata kunciKata kunci: Generasi Z, persepsi, sikap, Sedekah Bumi, Interaksionisme Simbolik.
Pembimbing 1Prof. Dr. Muslihudin, M.Si.
Pembimbing 2Niken Paramarti Dasuki, S.Sos., M.Si.
Pembimbing 3Puri Septiana Nursetiyawati, S.Sos., M.Si
Tahun2026
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2026-08-19 10:30:12.597314
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.