Home
Login.
Artikelilmiahs
54620
Update
AMANDA MAUDY KAMILAH
NIM
Judul Artikel
Pengaruh Soid Bitumen Terhadap Klasifikasi Kematangan dan Parameter Rock-Eval pada Batuan Induk Formasi Brown Shale, Lapangan "KAM", Cekungan Sumatra Tengah
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Evaluasi batuan induk merupakan tahap penting dalam menentukan potensi pembentukan hidrokarbon. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kekayaan material organik, tipe kerogen, potensi generasi hidrokarbon, dan tingkat kematangan termal serpih Formasi Brown Shale. Analisis dilakukan pada sampel AMK10, AMK20, dan AMK30 menggunakan data Total Organic Carbon (TOC), Rock-Eval Pyrolysis, dan reflektansi material organik secara terintegrasi. Hasil menunjukkan bahwa serpih Formasi Brown Shale memiliki kandungan material organik yang baik hingga sangat baik (TOC 1,41–2,19%), namun potensi generasi hidrokarbon tergolong rendah hingga sedang (S2 1,79–2,89 mg HC/g batuan; HI 102,286–204,965 mg HC/g TOC). Material organik didominasi kerogen Tipe III dengan kecenderungan campuran Tipe II/III, sehingga lebih berpotensi menghasilkan gas. Nilai Tmax (435–437,6°C) dan Production Index (0,06–0,09) menunjukkan tingkat kematangan belum matang hingga awal matang, sedangkan reflektansi (0,935–0,974%) mengindikasikan kematangan yang lebih tinggi. Perbedaan ini diduga dipengaruhi oleh heterogenitas material organik, partikel berreflektansi tinggi, atau keberadaan reworked vitrinite. Oleh karena itu, integrasi analisis geokimia dan petrografi diperlukan untuk memperoleh interpretasi batuan induk yang lebih representatif.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Source rock evaluation is crucial for determining the hydrocarbon potential of a formation. This study aims to evaluate organic matter richness, kerogen type, hydrocarbon generation potential, and thermal maturity of the Brown Shale Formation. Samples AMK10, AMK20, and AMK30 were analyzed using Total Organic Carbon, Rock-Eval pyrolysis, and organic matter reflectance. The results indicate good to excellent organic matter richness, but relatively low to moderate hydrocarbon generation potential. The organic matter is dominated by Type III kerogen, with a Type II/III mixture in one sample, indicating greater gas-generation potential. TOC values range from 1.41–2.19%, S2 from 1.79–2.89 mg HC/g rock, and Hydrogen Index from 102.286–204.965 mg HC/g TOC. Tmax values of 435–437.6°C and Production Index of 0.06–0.09 indicate immature to early mature conditions, whereas reflectance values of 0.935–0.974% suggest higher thermal maturity. This discrepancy may be related to organic matter heterogeneity, high-reflectance particles, or reworked vitrinite. Therefore, integrated geochemical and petrographic analyses are required for a more representative evaluation of source rock potential and thermal maturity.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save