Artikelilmiahs

Menampilkan 4.861-4.880 dari 48.770 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
486114664A1M012030PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KACANG MERAH DAN JENIS BAHAN PENGENYAL TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI MIE KERING AMPAS JAGUNGPengolahan susu jagung menghasilkan limbah berupa ampas yang belum optimal pemanfaatannya untuk produk pangan. Potensi pengembangan ampas jagung dapat dioptimalkan pada pembuatan mi. Pada penelitian ini dibuat mi kering berbasis tepung ampas jagung dan tepung kacang merah. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui proporsi penambahan tepung kacang merah yang optimum untuk menghasilkan mi kering yang memiliki karakteristik kimia dan sensori seperti mi kering sesuai SNI; (2) Mengetahui jenis bahan pengenyal yang menghasilkan mi kering yang memiliki karakteristik kimia dan sensori seperti mi kering terbaik; (3) Mengetahui kombinasi perlakuan terbaik dari interaksi antara penambahan tepung kacang merah dan jenis pengenyal terhadap kualitas mi kering yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang diteliti adalah proporsi penambahan tepung kacang merah (K) terdiri atas: 5% (K1); 10% (K2); 15% (K3); 20% (K4); jenis bahan pengenyal (P) terdiri atas: CMC 0,5% (P1); STPP 0,2% (P2). Diperoleh 8 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Kombinasi perlakuan terbaik berdasarkan indeks efektivitas adalah perlakuan K1P1 (penambahan tepung kacang merah 5% dan pengenyal CMC 0,5%). Produk ini mempunyai kadar air 4,57%, kadar abu 1,32%, kadar lemak 5,77%, kadar protein total 11,60%, kadar karbohidrat 76,74%, warna kuning, tekstur kenyal, rasa enak, aroma jagung agak kuat, dan tingkat kesukaan disukai.Corn milk processing produces waste in the form of residue that is not optimal utilization for food products. The potential development of the waste can be optimized for noodle. Dried noodles made from corn starch waste is one alternative to the diversification of products processed from corn. The purpose of this study was (1) Determine the proportion of the addition of red bean flour to produce the optimum dry noodles that have chemical and sensory characteristics such as dried noodles according to SNI; (2) Determine the type of material that produces elastic agent dry noodles that have chemical and sensory characteristics that produce well dried noodles; (3) Determine the best treatment combination of the interaction between the addition of red bean flour and types elastic agent on the quality of dried noodles. This study uses a randomized block design (RBD). Factors to be examined is the proportion of the addition of red bean flour (K) consists of: 5% (K1); 10% (K2); 15% (K3); 20% (K4); elastic agent types (P) consisting of: CMC 0.5% (P1); STPP 0.2% (P2). Retrieved 8 combination treatments with 3 replicates to obtain 24 experimental units. The best combination treatment based indexes effectiveness of treatment K1P1 (adding red bean flour 5% and CMC 0.5%). This product has a water content of 4.57%, ash content of 1.32%, 5.77% fat content, total protein content of 11.60%, karbohidrat 76.74% level, yellow, spongy texture, delicious taste, aroma corn rather strong, and the level of preference preferred.
486214665F1F011024The Analysis of Hedges in the First Film of Twilight Saga Movie Series, "Twilight"Komunikasi merupakan aspek penting. Dalam berkomunikasi, masyarakat diharapkan dapat menjadi rekan bicara yang kooperatif agar terjalin interaksi yang menguntungkan dan informatif. Terkadang pembicara hanya memberi asumsi pada sesuatu yang tidak sepenuhnya mereksa ketahui. Asumsi ini dapat disebut pembatas. Oleh karena ide pokok dalam penelitian ini yakni hedges.
Pembatas dapat ditemukan di cerita pendek, novel, talk show, film, percakapan sehari-hari dan sebagainya. Kemudian, gagasan utama dalam penelitian ini yaitu “The Analysis of Hedges in the First Film of Twilight Saga Movie Series, “Twilight”.
Data diperoleh dari film Twilight menggunakan teknik purposive sampling. Populasi pada penelitian ini yakni seluruh ujaran pembatas yang terjadi dalam film Twilight, dan sempel merupakan beberapa ujaran pembatas yang menunjukkan bentuk dominan dari tiap tipe pembatas.
Tipe dari penelitian ini yakni deskriptif kualitatif. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan dan teori Pragmatik. Pertama, data yang diperoleh di klasifikasikan ke dalam maksim Grice berdasarkan teori Yule. Kemudian, fungsi pembatas juga dianalisis berdasarkan teori Yule. Terakhir, makna tersirat dari pembatas dianalisis secara mendalam menggunakan teori Stalnaker.
Hasil penelitian menyatakan bahwa ada empat tipe pembatas yang terjadi dalam film Twilight; pembatas maksim kualitas, kuantitas, hubungan, dan tindakan. Selanjutnya, fungsi pembatas maksim kualitas yakni menunjukan bahwa ungkapan penutur tidak sepenuhnya tepat; fungsi pembatas maksim kuantitas yaitu memberikan informasi sebanyak yang diminta; fungsi pembatas maksim hubungan yaitu menandakan penambahan informasi tidak relevan, atau untutk menghentikan suatu percakapan; fungsi pembatas maksim tindakan yaitu menunjukan rasa hormat atau sopan santun. Sedangkan makna tersirat secara keseluruhan yakni mengenai perasaan bahagia, percaya, takut, dan juga mengenai hal-hal seperti meyakinkan, menghargai, menolak, dan menyindir.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pengetahuan mengenai pragmatik khususnya pembatas. Kemudian, bagi peneliti yang hendak menganalisis pembatas diharapkan memilih teori pembatas lainnya untuk memperkaya pengetahuan mengenai fungsi pembatas. Pembaca juga diharapkan menggunakan pembatas ketika mereka tidak sepenuhnya mengetahui keakuratan suatu informasi.
Communication is an important aspect in our life. In communicating, people are expected to be the cooperative conversational partners in order to make the benefiting or informative interaction. Sometimes, some people however just give an assumption on something they do not completely know. This assumption can be called as hedges. Therefore, the general concern of this research is hedges.
Hedges can be found out in the short story, novel, talk show, movie, daily conversation etc. Therefore, the main concern of this research is “The Analysis of Hedges in the First Film of Twilight Saga Movie Series, “Twilight”.
The data were collected from the movie entitled Twilight by using purposive sampling technique. The population of this research was all the utterances containing hedges in the movie, and the samples were the chosen utterances containing hedges which present the dominant form of type of each hedge.
The type of this research is descriptive qualitative. The researcher applied qualitative method with Pragmatics approach and theory. Firstly, the data collected were classified into Grice’s maxim based on theory proposed by Yule. Then, the functions were also analyzed using Yule’s theory. Finally, the implied meanings were investigated deeply using Stalnaker’s theory.
The result reveals there are four types of hedges occurred in the Twilight movie; hedges for maxim of quality, quantity, relation, and manner. Furthermore, the function of hedges for maxim of quality is to indicate what we are saying may not be completely accurate; the function of hedges for maxim of quantity is to give the right amount of information; the function of hedges for maxim of relation is to mark that an irrelevant information is going to be added, or to stop the conversation; the function of hedges for maxim of manner is to show respect or politeness. For the implied meanings mostly are about the feeling of happiness, faith, fear, and also about convincing, respecting, rejecting, and teasing allusion.
The result of this research is expected to enrich the knowledge about pragmatics especially hedges. Furthermore, the other researchers who are interested in analyzing
2
hedges can choose the other theories dealing with hedges to enrich the function of hedges. Then, after reading this research, the readers can use hedges when they do not completely know the accurate information about something.
486314667H1C012031PEMBERIAN IDENTITAS PADA CITRA GIGI DENGAN TEKNIK IMAGE WATERMARKING MENGGUNAKAN METODE SINGULAR VALUE DECOMPOSITION (SVD)Citra medis sebagai salah satu data digital dalam bentuk citra yang menyimpan informasi, perlu dilindungi untuk menghindari resiko penggunaan citra medis yang tidak sebagaimana mestinya dan dilindungi hak cipta maupun keaslian citra medis tersebut. Digital watermarking adalah salah satu teknik yang dapat digunakan untuk melindungi informasi digital yang terkandung didalam sebuah citra digital dan juga citra digital itu sendiri. Pada penulisan ini, dilakukan penelitian untuk meyisipkan watermark yang berbentuk identitas pasien, dan mengktraksi watermark pada citra medis dalam kasus ini citra radiologi gigi. Watermark juga akan dilakukan pengujian terhadap serangan-serangan citra berupa kompresi, geometris, pemotongan dan noise. Sehingga dapat mengetahui seberapa kokohnya citra radiologi gigi yang ter-watermarking. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Singular Value Decomposition (SVD) yang nantinya akan mendekomposisikan citra radiologi gigi dan citra watermark untuk menghasilkan citra yang bernilai singular untuk dapat dilakukan penyisipan citra. Penggunaan GUI Matlab pada penelitian ini dimaksudkan untuk mempermudah proses visualisasi citra yang digunakan. Pada proses watermarking, data watermark yang biasa disisipkan kedalam data digital adalah teks, citra atau suara. Dalam kasus ini proses watermarking yang disisipkan dalam sebuah citra digital adalah berupa teks. Pada penelitian ini, watermark yang berupa teks berisikan identitas dan identifikasi sebuah citra gigi. Akan tetapi, dalam prosesnya watermark berupa teks mengandung kelemahan karena kesalahan satu bit akan menghasilkan hasil teks yang berbeda pada waktu verifikasi (ekstraksi). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penyerangan berupa cropping, rotation dan noise tidak akan menghasilkan pesan atau informasi yang sama dengan penyisipannya pada saat diekstraksi kembali karena ketiga serangan tersebut menyebabkan hilang atau tertukarnya bit yang mengakibatkan kesalahan pembacaan bit.Medical image as one of the digital data in the form of images that hold information, needs to be protected to avoid the risk of the use of medical images that are not properly and protected by copyright and authenticity of the medical image. Digital watermarking is a technique that can be used to protect digital information contained in a digital image and the digital image itself. At this writing, the research to Insert the watermark in the form of patient identity, and mengktraksi watermark on medical images in this case dental radiology imagery. Watermark also will be tested against attacks such as image compression, geometric, cutting and noise. In order to know how sturdy dental radiology images that were watermarking. The method used in this research is the Singular Value Decomposition (SVD) which will decompose dental radiology image and watermark image to produce the image that is worth to do the insertion singular image. The use of Matlab GUI in this study is intended to facilitate the visualization process imagery used.
In the process of watermarking, watermark data is commonly inserted into the digital data is text, image or sound. In this case the process of watermarking is inserted in a digital image is in the form of text. In this study, the watermark in the form of text containing the identity and identification of an image of the tooth. However, in the process of text watermark contains a weakness because an error of one bit will yield different text at the time of verification (extraction). Therefore, it can be concluded that the attack in the form of cropping, rotation and noise will not produce the same message or information extracted by insertion at the time of the attack back as the third cause is lost or exchanged bits resulting bit error readings.
486414668H1E011033PENENTUAN KONSENTRASI OPTIMUM BORON-10 DALAM BORON NEUTRON CAPTURE THERAPY (BNCT) MENGGUNAKAN SIMULASI MONTE CARLO N-PARTICLE EXTENDED (MCNPX)ABSTRAK

Telah dilakukan penelitian mengenai perhitungan dosis radiasi pada terapi kanker payudara dengan Boron Neutron Capture Therapy (BNCT) menggunakan program Monte Carlo N-Particle X (MCNPX). Program MCNPX digunakan untuk mengetahui fluks neutron termal, dosis hamburan neutron dan dosis gamma yang keluar dari kolimator pada sel kanker dan jaringan sehat disekitarnya. Pelaksanaan terapi yang menggunakan penyinaran tunggal mengharuskan kulit, paru-paru dan jantung yang merupakan organ kritis menerima dosis yang tidak melebihi batas dosis yang telah ditentukan. Variabel yang divariasikan adalah konsentrasi boron. Hasilnya menunjukkan laju dosis total pada sel kanker meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi boron yang digunakan. Hal ini menyebabkan waktu iradiasi semakin cepat dan dosis yang diterima oleh organ kritis semakin kecil, kecuali pada kulit. Besarnya dosis yang diterima kulit diakibatkan karena fluks neutron termal keluaran dari kolimator masih relatif tinggi. Konsentrasi boron dianggap optimal saat konsentrasi boron 60 µg/g. Distribusi dosis total dengan konsentrasi 60 µg/g tumor adalah kulit 8,43 Gy; sel kanker 104 Gy; jaringan payudara 5,99 Gy; paru-paru 0,46 Gy; dan jantung 1,71 Gy dengan waktu iradiasi selama 0,4794 sekon.

ABSTRACT

Studies were carried out to calculate radiation dose in breast cancer therapy by Boron Neutron Capture Therapy (BNCT) using Monte Carlo N-Particle X (MCNPX) program. MCNPX program is used to determine the thermal neutron flux, neutron scattering dose, and gamma dose out of collimator in cancer cells and health tissue. Implementation of single fraction in BNCT is skin, lung, and heart dose does not exceed the limit dose. Concentration of boron was varied. The result showed total dose rate on the tumor volume increased and shorter irradiation times with increasing concentrartion of boron. So dose be accepted on health tissue were reduced, except on skin. The amount of the dose received by the skin caused the thermal neutron flux output from collimator is still relatively high. Concentration of boron considered optimal when 30 µg/g. Dose rate distribution in the concentration of boron 30 µg/g by skin, cancer, health tissue, lung and heart respectively 8,43 Gy; 104 Gy; 5,99 Gy; 0,46 Gy and 1,71 Gy with irradiation time is 0,4794 second.
486514673C1A011015Faktor-faktor yang mempengaruhi Pendapatan Nelayan di Desa Tegalkamulyan Kabupaten CilacapPenelitian ini berjudul “Faktor-Faktor yang mempengaruhi Pendapatan
Nelayan di Desa Tegalkamulyan Kabupaten Cilacap”. Tujuan penelitian ini yaitu
untuk mengetahui besarnya pengaruh modal, jumlah tenaga kerja, dan jam kerja
terhadap pendapatan nelayan di Desa Tegalkamulyan Kabupaten Cilacap secara
simultan maupun secara parsial. Kedua, untuk mengetahui apakah pendapatan
nelayan di Desa Tegalkamulyan Kabupaten Cilacap sudah memenuhi standar
Kebutuhan Hidup Layak (KHL) atau belum. Metode yang digunakan adalah dengan
metode survey dengan melakukan wawancara langsung dengan responden dan
dengan memberikan kuesioner/daftar pertanyaan. Penelitian ini bersifat deskriptif,
yaitu bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang benar mengenai suatu objek.
Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan simple random
sampling. Alat analisis yang digunakan adalah regresi Linear Berganda dengan model
statistik untuk pengujian secara simultan menggunakan uji F sedangkan secara parsial
menggunakan uji t. Untuk mengetahui penyimpangan asumsi klasik dalam penelitian
ini digunakan Uji Normalitas, Uji Multikolinearitas, dan Uji Heteroskedastisitas.
Berdasarkan hasil perhitungan uji F dapat diketahui bahwa variabel modal,
jumlah tenaga kerja, dan jam kerja secara bersama-sama berpengaruh positif dan
signifikan terhadap pendapatan nelayan di Desa Tegalkamulyan Kabupaten Cilacap.
Sedangkan berdasarkan uji t dapat diketahui bahwa variabel modal, jumlah tenaga
kerja, dan jam kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap
pendapatan nelayan di Desa Tegalkamulyan Kabupaten Cilacap. Dari hasil penelitian
diketahui bahwa 6 dari 59 keluarga mempunyai pendapatan rumah tangga lebih kecil
dari tingkat KHL yaitu Rp. 1.287.000,00. Hal tersebut berarti keluarga nelayan belum
memenuhi standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL).
Implikasi dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pendapatan nelayan
perlu diperhatikan mengenai modal, jumlah tenaga kerja serta jam kerja. Bila perlu,
nelayan dibekali pengetahuan mengenai teknologi penangkapan ikan yang terus
berkembang serta dibantu dengan modal, sehingga dapat mengikuti kemajuan dalam
menagkap ikan yang kemudian dapat mendorong meningkatnya pendapatan nelayan.
Pendapatan nelayan hendaknya diusahakan untuk terus ditingkatkan karena belum
semua keluarga nelayan dapat hidup di atas tingkat kebutuhan hidup layak (KHL).
Untuk meningkatkan pendapatan para nelayan, berbagai pihak yang berkepentingan
hendaknya memperbaharui berbagai faktor khususnya modal yang dibutuhkan oleh
nelayan.
This research is entitled "Factors affecting income of Fishermen at
Tegalkamulyan village of Cilacap". The purpose of this study was to determine the
effect of venture capital, the amount of labor and working hours of the income of
fishermen at Tegalkamulyan village Cilacap simultaneously or partially. Second, to
determine whether the income of fishermen in the village Tegalkamulyan Cilacap
district has met the standard of Living Needs (KHL) or not. The method used is the
survey method by conducting direct interviews with respondents and by questionnaire
/ list of questions. This is a descriptive study, which aims to get a true picture of an
object. The sampling method in this study using simple random sampling. The
analytical tool used is multiple linear regression with a statistical model for
simultaneous testing using the F test while partially using the t test. To determine the
deviation of classic assumption in this study used Normality Test, Test
Multicollinearity, and Test Heteroskidastity.
Based on the results of test calculations F can be seen that the variable
capital, the amount of labor and working hours together positive and significant
impact on the income of fishermen in the village Tegalkamulyan Cilacap. While
based on t-test showed that the variable capital, the amount of labor and working
hours partially positive and significant impact on the income of fishermen in the
village Tegalkamulyan Cilacap. The survey results revealed that 6 out of 59 families
have a household income of less than Rp KHL level. 1,287,000.00. That means a
family of fishermen do not meet the standard of Living Needs (KHL).
The implication of this research is to increase the income of fishermen need to
be considered regarding the capital, the amount of labor and working hours. If
necessary, the fishermen equipped with knowledge about fishing technology
continues to evolve and be assisted with capital, so that it can follow the progress in
the catch of fish which can then encourage increased fishermen's income. The income
of fishermen should be made to continue to be improved because not all fishermen
families can live above the needs of decent living (KHL). To increase the income of
fishermen, various interested parties should renew a variety of factors, especially the
capital needed by fishermen.
486614591A1L011014KAJIAN PENANGANAN PASCAPANEN TANAMAN OBAT DI KECAMATAN KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi 1) Jenis – jenis tanaman obat yang banyak ditanam, 2) Penanganan pascapanen tanaman obat, 3) Mutu produk tanaman obat dan analisis mutu hasil panen tanaman obat di Kecamatan Kalibagor. Penelitian dilaksanakan dari bulan Februari sampai dengan Maret 2015 di Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan adalah metode survei expost facto. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling, dengan strata intensif, cukup intensif dan tidak intensif. Hasil penelitian ini menunjukkan Kecamatan Kalibagor memiliki potensi untuk pengembangan tanaman obat. Penanganan pascapanen yang dilakukan setiap responden masih sangat sederhana yaitu hanya dilakukan pembersihan dan pengeringan. Waktu panen yang dilakukan setiap responden tepat waktu yaitu berkisar 8 – 12 bulan setelah tanam, dilakukan pada musim kemarau ataupun awal musim penghujan. Hasil analisis kandungan air dan minyak atsiri pada beberapa sampel rimpang tanaman obat menunjukkan bahwa kandungan airnya masih sangat tinggi yaitu kunyit 63,29 %, lengkuas 53,79 %, jahe 57,67 % dan kencur 51,59 %. Kandungan minyak atsiri yang terdapat rimpang masih sangat rendah yaitu kunyit 1,96 %, lengkuas 1,38 %, jahe 0,96 % dan kencur 1,45 %. This study aims to 1) Identify the kinds of medicinal plants that are widely planted, 2) Postharvest handling of medicinal plants, 3) The quality of medicinal plant products and analysis of the quality of the harvest of medicinal plants in the District Kalibagor. The research was conducted in the District Kalibagor Banyumas. The research was conducted in February to March 2015. The research used a survey method ex post facto, by the sampling technique using stratified random sampling technique. The results showed the District Kalibagor has the potential for the development of medicinal plants. Post-harvest handling that is done by every respondent was very simple that is only done the cleaning and drying. The time of harvest is done each respondent on time ranged 8-12 months after planting, during the dry season or the beginning of the rainy season. The results of analysis water content and essential oils in some samples rhizomes of medicinal plants indicates that the water content is still very high at 63.29% turmeric, galangal 53.79%, ginger 57.67% and kencur 51.59%. The content of essential oils contained rhizome still very low at 1.96% turmeric, galangal 1.38%, ginger 0.96% and kencur 1.45%.
486714669H1B012024PENYELESAIAN MASALAH MULTI-OBJECTIVE OPTIMIZATION DENGAN FIXED-WEIGHT METHOD DAN APLIKASINYA PADA DATA PRODUKSI AKSESORIS PT. KOSAMA JAYA BANGUNTAPAN BANTULMakalah ini membahas penyelesaian dari masalah multi-objective optimization, yaitu masalah optimisasi yang memiliki fungsi tujuan lebih dari satu, dengan menggunakan fixed-weight method. Selanjutnya, metode ini diaplikasikan pada data produksi aksesoris PT. Kosama Jaya Banguntapan Bantul. Langkah-langkah fixed-weight method adalah mengidentifikasi masalah multi-objective, menentukan bobot untuk masing-masing fungsi tujuan, mengubah fungsi multi-objective menjadi fungsi single objective, dan menyelesaikan masalah single objective dengan metode grafik atau metode simpleks. Hasil analisis untuk data produksi aksesoris PT. Kosama Jaya Banguntapan Bantul menunjukkan keuntungan yang diperoleh sebesar Rp.1.027.352.540,00. Hasil ini lebih baik dibandingkan dengan hasil yang diperoleh dengan goal programming. Bobot terbaik yang digunakan untuk mendapatkan solusi paling optimal pada fixed-weight method adalah sebesar 0,9 untuk fungsi tujuan pendapatan dan sebesar 0,1 untuk fungsi tujuan biaya.This paper is to study the solution of the multi-objective optimization problem, that is an optimization problem having more than one objective functions, by using fixed¬-weight method. Furthermore, this method is applied into the data of accessory product of PT. Kosama Jaya Banguntapan Bantul. The step in solving optimization problem by using fixed-weight method is as follows: identifying the multi-objective problem, determining the weight of each objective function, changing the multi-objective function into single objective function, and solving the single-objective problem by using the graph method or simplex method. The result shows that PT. Kosama Jaya Banguntapan Bantul gains a profit of Rp.1.027.352.540,00. This result is better compare to that of goal programming method. The best weight of fixed- weight method resulting the best optimal solution are 0,9 for the income objective function and 0,1 for the cost objective function.
486814671H1B011044PENYELESAIAN MODEL LOGISTIK DENGAN WAKTU TUNDA MENGGUNAKAN METODE ASIMTOTIKSalah satu model pertumbuhan populasi adalah model logistik. Model logistik ini hanya bergantung pada jumlah populasi saat t. Hal ini tidak sesuai dengan kenyataan, karena jumlah populasi saat t tidak serta merta mempengaruhi laju pertumbuhan populasi, tetapi memerlukan beberapa saat untuk memberikan respon pada laju pertumbuhan populasi, yang disebut dengan waktu tunda. Oleh karena itu, model logistik dikembangkan menjadi model logistik dengan waktu tunda. Dalam penelitian ini, model logistik dengan waktu tunda diselesaikan dengan menggunakan metode asimtotik. Penyelesaian asimtotik dilakukan hingga orde ke-2 berdasarkan masing-masing titik kesetimbangan. Model logistik dengan waktu tunda memiliki dua titik kesetimbangan yaitu N(t)=0 dan N(t)=K. Berdasarkan analisis dan simulasi, N(t)=0 bersifat tidak stabil dan N(t)=K bersifat stabil asimtotik atau tidak stabil bergantung pada waktu tunda. Jika waktu tunda semakin besar, maka kenaikan dan penurunan jumlah populasi atau osilasi juga semakin besar. Selain itu, penambahan orde ke-2 menyebabkan perubahan batas waktu tunda agar N(t)=K tetap stabil asimtotik. Jika waktu tunda melebihi batas stabil asimtotik, maka kestabilan N(t)=K berubah menjadi tidak stabil. Oleh karena itu, pada titik kesetimbangan N(t)=K terjadi bifurkasi.One of population growth model is logistic model. Logistic model just depend on the population at the time. This model doesn’t correspond to reality, because the population at the time did not necessarily affect the population growth, but it take some time to respond the population growth, called the time delay. Therefore, logistic model was developed into logistic model with time delay. In this research, logistic model with time delay was solved by using asymptotic methods. Asymptotic solution was done up to second order based on each equilibrium point. Logistic model with time delay has two equilibrium points, those are N(t)=0 and N(t)=K Based on analysis and simulation, N(t)=0 is not stable, whereas N(t)=K is asymptotically stable or unstable depend on the time delay. If the time delay has been increasing, so the increase and decrease of population called oscillation has been also increasing. Moreover, the addition of second order changes boundary of the time delay so that N(t)=K still asymptotically stable. If the time delay exceed that boundary, N(t)=K becomes unstable. Therefore, at equilibrium point N(t)=K bifurcation is happened.
486914672A1H012024PENGARUH JENIS PENGEMAS PLASTIK TERHADAP KUALITAS UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) SELAMA PENYIMPANANUbi jalar (Ipomoea batatas L.) merupakan salah satu komoditas pertanian yang banyak diminati oleh pasar karena potensinya sebagai bahan pangan, bahan baku industri, dan pakan ternak. Untuk dapat memenuhi kebutuhan pasar, diperlukan produk ubi jalar yang bermutu baik. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui pengaruh jenis bahan pengemas plastik terhadap kualitas ubi jalar (Ipomoea batatas L.) selama penyimpanan, dan 2) Mengetahui pengaruh lama penyimpanan terhadap kualitas ubi jalar (Ipomoea batatas L.) selama penyimpanan.
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknik Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penyimpanan dilakukan selama 10 hari dengan perlakuan tanpa kemasan (P0T), kemasan plastik LDPE (P1T), kemasan plastik HDPE (P2T), kemasan plastik PP (P3T). Variabel yang diukur adalah kadar air, susut bobot, kekerasan, kadar brix, warna dan cacat pada umbi. Percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan data dianalisis menggunakan persamaan kinetika reaksi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemasan plastik mampu mempertahankan kadar air dengan jenis plastik LDPE sebesar 66,08% pada akhir penyimpanan, penurunan susut bobot terendah dengan jenis plastik PP sebesar 0,01% pada akhir penyimpanan, penurunan tingkat kekerasan terendah dengan menggunakan jenis plastik PP yaitu 0,0445 kgf per hari, peningkatkan kadar brix tertinggi dengan menggunakan jenis plastik LDPE yaitu 12 Brix pada akhir penyimpanan, penurunan nilai kecerahan terendah yaitu dengan jenis plastik HDPE sebesar 0,0083 per hari, penurunan nilai warna kemerahan (a+) terendah dengan jenis plastik HDPE sebesar 0,0733 per hari, penurunan nilai warna kekuningan (b+) terendah dengan jenis kemasan PP sebesar 0,0135 per hari. Kemasan plastik juga memperlambat terbentuknya poyo, namun mempercepat pertumbuhan tunas pada umbi.
Sweet potato ( Ipomœa batatas l. ) is one of agricultural commodities favorite by the market because its potential as food, raw materials industry, and fodder. To able to meet a need market , required products sweet potato who very nice. This research was aimed: 1) Aware of plastic packaging the effect on the quality of sweet potato ( Ipomoea batatas l . ) for storage, 2) Knowing the effect of a long storage on the quality of the sweet potato (Ipomœa batatas l .) during storage.
Research carried out in laboratory of food processing technique and agricultural product , Agricultural Technology , University of Jenderal Soedirman , purwokerto. Storage was conducted over 10 days in needed none of packaging (P0T) , plastic packaging LDPE ( P1T ) , plastic packaging HDPE ( P2T ) and , plastic packaging PP ( P3T ) .Variable measured is the water level , weight loss , hardness , brix levels , color and defects in tubers. Experiments used is a random complete (RAL) and data analyzed use equation kinetics reaction.
This research result indicates that plastic packaging able to maintain the water level with a kind of plastic LDPE of 66,08 % last day of storage , the lowest weight loss are PP plastic 0.01 % in last storage , the decline in by lowest hardness are PP plastic namely 0,0445 kgf per day, the brix highest levels are LDPE plastic that is 12 brix at the end of storage , the lowest reduction in the value of brightness lowest is with a kind of plastic HDPE of 0,0083 per day , the lowest reduction in the value of a rosy color ( a + ) are HDPE plastic packaging of 0,0733 per day, the lowest fall in the value of a yellowish color ( b + ) are PP packaging of 0,0135 per day. Plastic packaging also slow down the establishment of the poyo , but expedite the growth shoots at tubers .
487014674G1A012148HUBUNGAN JENIS PENGOBATAN MONOTERAPI DENGAN KONSENTRASI DAN PERHATIAN PADA ANAK DENGAN EPILEPSI
DI KARESIDENAN BANYUMAS
Latar Belakang : Epilepsi merupakan gangguan pada sistem saraf yang dapat menyebabkan disfungsi kognitif. Banyak faktor yang ikut berkontribusi, namun beberapa klinisi lebih cenderung menyalahkan Obat Anti Epilepsi (OAE) karena lebih mudah diidentifikasi dibandingkan faktor yang lain. Obat antiepilepsi dapat memberikan pengaruh buruk terhadap fungsi kognitif dengan menekan perangsangan neuronal dan meningkatkan neurotransmisi inhibitor. Efek samping utama OAE terhadap kognitif adalah menganggu perhatian, konsentrasi, kewaspadaan, kecepatan psikomotorik, dan daya ingat.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan jenis pengobatan monoterapi dengan konsentrasi dan perhatian anak dengan epilepsi di Karesidenan Banyumas.
Desain Penelitian: Penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Subyek penelitian adalah 67 anak yang terdiagnosis menderita epilepsi di Poliklinik Anak di Rumah Sakit Karesidenan Banyumas dan masih dalam masa pengobatan monoterapi yang dilakukan secara consecutive sampling. Data penelitian didapatkan dari kuesioner dan hasil pemeriksaan beberapa subtes WISC-III.
Hasil: Uji Koefisien Kontingensi; korelasi antara jenis pengobatan dengan konsentrasi anak menghasilkan p=0.981 dan r=0.003 (p>0.05, r>0.0-0.2), korelasi antara jenis pengobatan dengan perhatian anak menghasilkan p=0.826 dan r=0.027 (p>0.05, r>0.0-0.2).
Kesimpulan: Jenis pengobatan tidak berhubungan signifikan dengan konsentrasi dan perhatian anak, dengan arah korelasi positif dan kekuatan sangat lemah.
Introduction: Epilepsy is a disorder of the nervous system that can cause cognitive dysfunction. Many factors contribute, but some clinicians are more likely to blame Antiepileptic drugs (AED) because it is more easily identified than the other factors. Antiepileptic drugs can have an adverse influence on cognitive function by pressing the neuronal excitation and improve neurotransmission inhibitor. The main cognitive side effect of AED is disrupt attention, concentration, alertness, psychomotor speed, and memory.
Purpose: for knowing the correlation between type of monotherapy drug with concentration and attention in children with epilepsy at Banyumas Residency.
Study design: analytic observational with cross sectional study, with 67 children who were diagnosed as epilepsy at pediatric department at Banyumas residency Hospitals and still in monotherapy treatment, were conducted by consecutive sampling. The research data obtained from the questionnaire and the results of WISC-III subtests.
Result: Coefficient of contingency; the correlation between the type of monoterapy drug with the child's concentration resulted p = 0981 and r = 0.003 (p> 0.05, r> 0.0-0.2), the correlation between the type of monotherapy drug with the child's attention resulted p = 0826 and r = 0.027 (p> 0.05, r> 0.0 -0.2).
Conclusion: The type of monotherapy drug was not significantly associated with the concentration and attention of children, with positive-correlated and very weak.
487114675G1A012126UJI EFEKTIVITAS ERITROMISIN DENGAN BERBAGAI DOSIS TERHADAP PENGHAMBATAN PERTUMBUHAN Clostridium perfringens :
Studi Evaluasi Metode Pengawetan Jenazah
Kematian merupakan suatu kejadian yang tidak dapat diprediksi dan pasti dialami oleh setiap makhluk hidup. Kejadian setelah kematian adalah proses pembusukan. Mikroorganisme penyebab utama pembusukan adalah Clostridium perfringens (C.perfringens). Pembusukan akibat aktivitas mikroorganisme dapat dihambat dengan pemberian antibakterial, salah satunya antibiotik eritromisin, namun penggunaannya pada keperluan pengawetan jenazah belum pernah diteliti. Penelitian bertujuan untuk menguji efektivitas eritromisin dengan berbagai dosis dalam menghambat pertumbuhan bakteri C.perfringens. Penelitian menggunakan metode eksperimental murni dengan post-test only with control group design. Dosis eritromisin yang digunakan pada perlakuan adalah 0,2 µg/mL 0,4 µg/mL, 0,8 µg/mL, 1,6 µg/mL, dan 3,2 µg/mL dalam medium cair Nutrient Broth, diinkubasi 1x24 jam dengan suhu 37oC, lalu dilakukan penanaman pada medium agar cawan dengan metode spread plate untuk mengetahui pertumbuhan bakteri. Perhitungan penghambatan pertumbuhan bakteri C.perfringens digunakan rumus persentase penghambatan, didapatkan hasil eritromisin dosis 3,2 µg/mL dengan rerata jumlah koloni sebesar 7,11 ± 0,443 Cfu/mL dapat menghambat 71% C.perfringens. Data dianalisis secara statistik dengan uji parametrik One Way Anova. Hasil uji menunjukkan nilai p=0,621 (p<0,05) yang dapat diartikan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara besar penghambatan jumlah koloni dengan jumlah dosis yang diberikan pada bakteri C.perfringens. Kesimpulan dari penelitian ini adalah antibiotik eritromisin dapat menghambat pertumbuhan bakteri C.perfringens pada dosis 3,2 µg/mL, dengan persentase penghambatan sebesar 71%.
ABSTRACT
Death is an unpredictable event that be experienced by every living creatures. After death is decaying process. The main cause microorganism is Clostridium perfringens (C.perfringens). Microorganism activity that can lead to decaying can be delayed with antibacterial administration such as erythromycin. The usage of erythromycin for body preservation has never been investigated. This study was conducted to test erythromycin effectiveness with various doses of inhibition C.perfringens growth, was a true experimental post-test only with control group design. Erythromycin doses were 0,2 µg/mL 0,4 µg/mL, 0,8 µg/mL, 1,6 µg/mL, and 3,2 µg/mL in Nutrient Broth medium, incubated 24 hours with temperature at 370C then followed by cultivation in agar plate with spread plate method to determine the bacteria’s growth. The inhibition growth calculated with percentage of inhibition count formula. The result showed that erythromycin 3,2 µg/mL with colony count 7,11 ± 0,443 Cfu/mL could inhibit 71% of Clostridium perfringens. Data were analyzed using ANOVA test, showed p value=0,621 (p<0,05) which meant that there were no significant difference between the number of colony inhibition with number of doses given to C.perfringens. The result erythromycin can inhibited at a dose of 3.2 mg / mL, with a percentage inhibition of 71%.
487214677E1A112066Pembatalann Keputusan Tata Usaha Negara Ditinjau Dari Kriterium Illegalitas Intern (Studi Putusan Nomor: 035/G/2014/PTUN.Smg)Sengketa Tata Usaha Negara Negara diatur pada Pasal 1 angka 10 Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009, yaitu sengketa yang timbul dalam bidang Tata Usaha Negara antara Orang atau Badan Hukum Perdata dengan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara, baik di pusat maupun di daerah, sebagai akibat dikeluarkannya Keputusan Tata Usaha Negara.
Penelitian ini bersumber dari Putusan PTUN Semarang Nomor : 035/G/2014/PTUN.Smg., menggunakan metode Yuridis Normatif yang bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana tata cara pendirian bangunan pertandaan di Kota Semarang dan keabsahan dari Surat Keputusan Walikota Semarang Nomor 644/246/BPPT/II/2014 tanggal 5 Februari 2014 tentang Pemberian Izin Mendirikan Bangunan Pertandaan dalam hal ini pendirian reklame kepada CV Alumaga.
Para pihak dalam dalam perkara adalah Budiardjo Adimuljo sebagai penggugat melawan Walikota Semarang sebagai tergugat, sedangkan objek gugatannya yaitu Keputusan Walikota Semarang Nomor 644/246/BPPT/II/2014 tanggal 5 Februari 2014 tentang Pemberian Izin Mendirikan Bangunan Pertandaan dalam hal ini pendirian reklame kepada CV Alumaga. Hakim menyatakan Surat Keputusan Objek Sengketa secara prosedur formal dan substansi materiil telah bertentangan dengan Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 14 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Reklame dan melanggar Asas-asas Umum Pemerintahan yang baik terutama azas kecermatan. Tergugat telah salah dalam mencantumkan ketentuan pada diktum “Mengingat” angka 9 dalam keputusan objek sengketa. Dari sudut pandang bentuk formal suatu keputusan tata usaha negara tidak boleh mengandung kekurangan yuridis terutama dalam bagian menimbang, mengingat, dan memutuskan, atau dalam hukum administrasi dikenal dengan Kriterium Illegalitas Intern. Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Semarang menyatakan batal keputusan tersebut.
State Administration dispute be regulated on Chapter 1 number 10 Act number 51 years 2009, mentioning that State Administration dispute is appeared in State Administration sector between people or private corporation with corporation or State Administration official, both at the center or the region, as the consequence of issued State Administration Resolution.
The source of this study is from State Administration Court Resolution in Semarang number 035/G/2014/PTUN.Smg., using juridical normative method which it is purposed to know and analyze about how the construction of pertandaan buildings are in Semarang City and about the validity of Semarang City Major’s decree number 644/246/BPPT/II/2014 on February 5th 2014 about Pertandaan Building Construction Licensing in this case about advertisement construction to CV Alumaga.
The sides in this case are Budiarjo Adimuljo as the plaintiff against Semarang City Major as the defendant, whereas the case object is the Semarang City Major’s decree number 035/G/2014/PTUN.Smg. on February 5th 2014 about Pertandaan Building Construction Licensing in this case about advertisement construction to CV Alumaga. The Judge declare that the resolution letter as the case object in prim procedure and material substance has been contradicted with Local Regulation in Semarang Number 14 years 2012 about Advertisement Management and has been contravened with Good Government General Principle especially about accuracy principle. The defendant was wrong because he entered the regulation in “Remembering” dictum number 9 in the resolution letter of case object. Based on prim form point of view, a State Administration Resolution Letter must not contain juridical lack especially on “Considering”, “Remembering”, and “Deciding”, or in the State Administration sector is known as Illegal Intern Criterion. The Judge Assembly decided that the Resolution Letter is invalidated.
487314678H1B012021ALGORITMA STROBERI: KAJIAN DAN APLIKASINYA PADA FUNGSI KUADRATPada makalah ini dibahas mengenai kajian untuk program algoritma stroberi dan aplikasi algoritma stroberi untuk menyelesaikan masalah optimisasi dengan fungsi tujuan berupa fungsi kuadrat. Kajian program algoritma stroberi dilakukan terhadap satu program utama (yaitu strawberry.m) dan tiga subprogram (yaitu strawbNewPopulation.m, strawberrySort.m, dan strawComputeFitness.m). Selain itu, kajian juga dilakukan terdapat program untuk menjalankan program strawberry.m, yaitu straw0.m. Aplikasi algoritma stroberi dilakukan untuk kasus maksimasi dan minimasi dengan fungsi tujuan yang berupa fungsi kuadrat. Untuk kedua kasus tersebut, diperoleh galat yang sangat kecil. Hal ini mengimplikasikan bahwa algoritma stroberi kemungkinan dapat digunakan untuk mencari solusi hampiran masalah optimisasi dengan fungsi-fungsi tujuan yang lebih rumit daripada fungsi kuadrat.In this paper we study the program of strawberry algorithm and its application in solving some optimization problems howing objective functions of the form quadratic functions. The study of strawberry algorithm program includes the study of the major program (i.e. strawberry.m) and three subprograms (i.e. strawbNewPopulation.m, strawberrySort.m, and strawbComputeFitness.m). There is also another program which is used to run the strawberry.m program, that is straw0.m. The strawberry.m algorithm is applied to maximize and minimize. The objective functions of the form quadratic functions. In both cases (maximize and minimize problems), the approximation solutions given by the strawberry algorithm result in a very small error only. This implies that the strawberry algorithm is possible to find approximate solution of other optimization problems having more complicated objective function compare to that of quadratic functions.
487414681A1M012026PENGARUH PROPORSI TEPUNG TERIGU DAN TEPUNG AMPAS JAGUNG SERTA PENAMBAHAN TEPUNG KACANG HIJAU TERHADAP KARAKTERISTIK MI KERINGPengolahan susu jagung menghasilkan limbah berupa ampas yang belum optimal pemanfaatannya untuk produk pangan. Potensi pengembangan ampas jagung dapat dioptimalkan pada pembuatan mi. Pada penelitian ini, penambahan tepung kacang hijau juga dilakukan guna meningkatkan kandungan gizi pada mi ampas jagung.Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui pengaruh proporsi tepung terigu dan tepung ampas jagung terhadap kualitas mi kering ditinjau dari sifat kimia dan sensoris, (2) mengetahui pengaruh penambahan tepung kacang hijau terhadap kualitas mi kering ditinjau dari sifat kimia dan sensoris, (3) mengetahui formulasi proporsi tepung terigu dengan tepung ampas jagung dan penambahan tepung kacang hijau yang menghasilkan mi kering kualitas terbaik ditinjau dari sifat fisik, kimia dan sensoris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mi kering perlakuan terbaik yakni mi kering dengan formulasi proporsi tepung terigu dan tepung ampas jagung 50 :20 serta penambahan tepung kacang hijau 5% (T1K1) memiliki kadar air 4,70 %, kadar abu 1,39%, kadar lemak 6,26 %, kadar protein total 12,21%, kadar karbohidrat by difference 75,45%, memiliki tekstur agak kenyal (2,35), warna kuning (2,93), rasa agak enak (2,48), aroma jagung kuat (2,53) dan tingkat kesukaan agak disukai (2,45).Corn milk processing produce waste in the form of residue that is not optimal utilization for food products. The potential development of the waste can be optimized for noodle . In this study , the addition of mung bean flour also been undertaken to improve the nutritional content of noodle.The studies aims to : (1) Determine the effect proportion of wheatflour and corn waste flour on the quality (chemical and sensory properties) of dried noddles; 2. determine the effect suplementation mung bean flour on the quality (chemical and sensory properties)of dried noddles; 3. determine the best treatment combination to get the best quality ( chemical and sensory properties)of dried noddles. The results showed that the best treatment with the formulation proportion of wheat flour and corn waste flour 50 : 20 as well as the addition of mung bean flour 5 % ( T1K1 ) had water content of 4.70 % , ash content 1.39 %, the fat content of 6.26% , total protein content 12.21 %, carbohydrate content by difference 75.45 % , has a some chewy texture (2.35 ) , yellow (2.93 ) , flavor rather tasty (2.48 ) , the strong scent of corn (2.53 ) and the level of preference rather preferred (2.45 ).
487514682C1K012017PERFORMANCE OF ISLAMIC INDICES: RISK ADJUSTED RETURNS OF SHARIA COMPLIANT STOCKS (STUDY ON JAKARTA ISLAMIC INDEX AND DOW JONES ISLAMIC TURKEY FOR THE YEARS 2010-2014)Penelitian berjudul “Performance of Islamic Indices: Risk Adjusted Performance of Sharia Compliant Stocks (Study on Jakarta Islamic Index and Dow Jones Islamic Market Turkey for the years 2010-2014)” ini adalah studi perbandingan yang dilakukan dengan analisis kuantitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja indeks saham islam dengan indeks pembandingnya, membandingkan resiko dan pengembalian yang dimiliki oleh indeks islam dengan indeks pembandingnya dan menganalisis pengaruh pemenuhan prinsip-prinsip syariah terhadap kinerja indeks saham islam.

Penelitian ini dilakukan selama periode 2010 sampai 2014. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh saham yang terdaftar dalam Jakarta Islamic Index, Dow Jones Islamic Market Turkey dan indeks pembandingnya. Sedangkan sampel dipilih menggunakan purposive sampling sebagai metode untuk mengeliminasi saham-saham yang terdaftar di dua indeks yaitu indeks saham islam dan indeks pembandingnya (dual listing). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, studi literatur dan penelusuran melalui internet. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengukuran kinerja berbasis resiko yang terdiri dari rasio Sharpe, Treynor dan Jensen Alpha serta menggunakan uji t dalam pengujian hipotesis.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja indeks islam tidak lebih buruk dari indeks pembandingnya Selain itu, indeks islam di Indonesia memiliki kinerja yang lebih baik dari indeks pembandingnya yaitu indeks sedangkan indeks islam di Turkey memiliki kinerja lebih rendah dari indeks pembandingnya meskipun hasilnya tidak signifikan. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa pemenuhan prinsip-prinsip syariah yang diterapkan dalam indeks tidak meiliki penagruh yang signifikan terhadap kinerja indeks islam dalam kaitannya dengan resiko dan pengembalian yang dihasilkan.

Implikasi dari penelitian ini menyarankan: 1) Untuk investor Muslim yang memberi perhatian lebih kepada investasi berbasis syariah tidak hanya dapat tunduk pada nilai-nilai keagamaan tetapi juga memperoleh keuntungan dengan memiliki portfolio saham yang patuh pada aturan syariah. 2) Untuk investor yang cenderung menghindar dari resiko, DJIM Turkey adalah pilihan yang tepat untuk memiliki portfolio yang volatilitasnya lebih kecil dan sesuai dengan prinsip transaksi investasi syariah yakni menghindari hasil yang Gharar (tidak pasti).
The research entitled “Performance of Islamic Indices: Risk Adjusted Performance of Sharia Compliant Stocks (Study on Jakarta Islamic Index and Dow Jones Islamic Turkey for the years 2010-2014)” was a comparative study using quantitative approach. The objectives of this research were to analyze the performance of Islamic indices compared to their counterparts, to compare the risk and return possessed Islamic indices compared to their counterparts and to elaborate the influence of Sharia compliant screening method on the performance of Islamic index.

This research was conducted during the period of 2010 until 2014. The population in this research was all of companies listed in Jakarta Islamic index, Dow Jones Islamic Market Turkey and their counterparts. While sample was determined by purposive sampling method to eliminated stocks listed in both Islamic and counterpart index (dual listing). Data collection techniques used were method of documentation, literature review and internet search. Analytical methods used were risk adjusted-performance, spanning test and t test to test the hypothesis.

Based on the result of risk adjusted-performance measurements which were Sharpe ratio, Treynor ratio, and Jensen alpha and t-test, this research revealed Islamic index did not significantly result in poor performance compared to its counterpart. Moreover, Jakarta Islamic index has insignificantly outperformed its counterpart LQ45 index, while Dow Jones Islamic Market Turkey has insignificantly underperformed its counterpart Dow Jones Turkey Titans 20 index. In addition, this study also concluded that Sharia compliant did not significantly affect the performance of Islamic index related to risk and return payoffs.

The implication of the findings was suggested: 1). For Muslim Investors who are concerns with investing in Sharia compliant stocks is not only complied with the religion value but also gain economics benefits. 2). For Risk Averse Investors, DJIM Turkey is suitable for investors who plan for lower volatility investment which in line with the nature of Islamic value to invest in small uncertainty (Gharar).
487614685E1A112078PENGAJUAN SAKSI TESTIMONIUM DE AUDITU DALAM TINDAK PIDANA PENGGELAPAN (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 105/Pid.B/2013/PN-Sbr).Ketika seseorang disangka melakukan suatu tindak pidana, tidak secara otomatis orang itu dijatuhi hukuman pidana. Seseorang dinyatakan bersalah apabila telah dibuktikan kesalahannya di muka pengadilan dan putusannya tersebut telah memperoleh kekuatan hukum yang tetap. Pasal 183 KUHAP mengatur bahwa “Hakim tidak boleh menjatuhkan pidana kepada seseorang kecuali apabila dengan sekurang-kurangnya dua alat bukti yang sah ia memperoleh keyakinan bahwa suatu tindak pidana benar-benar terjadi dan bahwa terdakwalah yang bersalah melakukannya”. Mengenai alat bukti yang sah dalam Pasal 184 ayat (1) KUHAP. Penjelasan Pasal 185 Ayat (1) KUHAP menentukan bahwa dalam keterangan saksi tidak termasuk keterangan yang diperoleh dari orang lain atau testimonium de auditu. Keterangan saksi supaya dapat dipakai sebagai alat bukti yang sah harus memenuhi syarat formil dan syarat materiil. Putusan Nomor 105/Pid.B/2013/PN-Sbr dengan kasus “Penggelapan Yang Dilakukan Bersama-Sama Secara Berlanjut” dalam proses pembuktian di sidang Pengadilan, terdakwa menghadirkan seorang saski a de charge yang setelah didengar kesaksiannya oleh Majelis Hakim ternyata saksi tersebut dikualifikasikan sebagai kesaksian testimonium de auditu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami “Pembuktian dengan adanya saksi testimonium de auditu pada Putusan Nomor 105/Pid.B/2013/PN-Sbr” dan untuk mengetahui akibat hukum atas putusan dengan adanya saksi testimonium de auditu pada Putusan Nomor 105/Pid.B/2013/PN-Sbr. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode pendekatan yuridis normatif dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Hasil penelitian yang telah dilakukan penulis adalah sebagai berikut : pertama, bahwa keterangan saksi yang diajukan terdakwa dalam pesidangan oleh Majelis Hakim dikualifikasikan sebagai kesaksian testimonium de auditu karena tidak memiliki nilai pembuktian dan tidak memenuhi unsur-unsur Pasal 1 angka 26 KUHAP. Sedangkan pembuktian yang diajukan oleh Jaksa telah memenuhi batas minimum pembuktian dan merupakan alat bukti yang sah sebagaimana diatur dalam Pasal 184 KUHAP, sehingga Majelis Hakim menyimpulkan bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana “Penggelapan Yang Dilakukan Bersama-sama Secara Berlanjut”. Kedua: Akibat hukum atas Putusan dengan adanya saksi testimonium de auditu dalam Putusan Nomor 105/Pid.B/2013/PN-Sbr yaitu saksi testimonium de auditu tidak dipertimbangkan oleh Hakim karena tidak memiliki kekuatan pembuktian dan Majelis Hakim menilai perbuatan terdakwa telah memenuhi unsur-unsur tindak pidana dari Pasal 372 KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP, maka Majelis Hakim menyimpulkan bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Penggelapan Yang Dilakukan Secara Bersama-Sama Secara Berlanjut”, sehingga akibat hukum dari Putusan Majelis Hakim adalah menjatuhkan sanksi pidana terhadap diri terdakwa dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun dan harus segera dieksekusi.


When a person is suspected of committing a crime, that person is not automatically can be given criminal penalties. A person will be judged guilty if he/she has been proven guilty in court, and the verdict has obtained permanent legal force. Article 183 in Criminal Procedure Code stipulates that "Judges should not convict someone unless at least two valid evidence he/she gained confidence that a crime actually occurred and that the defendant is guilty of doing it". Regarding the legal evidence in Article 184 paragraph (1) Criminal Procedure Code. Elucidation of Article 185 Paragraph (1) Criminal Procedure Code determines that the witness statements do not include information obtained from other people or testimonials de auditu. Witness testimony that can be used as legal evidence must meet formal requirements and substantive requirements. Decision No. 105 / Pid.B / 2013 / PN-Sbr about " The Embezzlement Together and It’s Continuity" in the process of evidence in the trial court, the defendant presents a witness a de charge that after the judges heard the testimony of the witness, it turned out to be qualified as witness testimonium de auditu. The purpose of this research is to know and understand the "The Verification in the presence of the witnesses of testimonium de auditu in Decision No. 105 / Pid.B / 2013 / PN-Sbr" and to determine the legal effect of the decision in the presence of a witness testimonium de auditu in Decision No. 105 / Pid .B / 2013 / PN-Sbr. This research used normative juridical approach and the data sources that were used in this research is secondary data. Results of research are as follows: first, that the testimony of witnesses proposed by the defendant in the court by the judges were qualified as witness of testimonium de auditu because it had no probative value and did not meet the elements of Article 1 point 26 of the Criminal Procedure Code. While the evidence submitted by the Prosecutor had met the minimum threshold of proof and were valid evidence as provided for in Article 184 Criminal Procedure Code, so that the judges concluded that the defendant had been proven legally and convincingly of committing criminal offenses "The Fraud that was done together and continuously". Second: The legal consequences on the Decision by the witness testimonium de auditu in Decision No. 105 / Pid.B / 2013 / PN-Sbr that witness testimonium de auditu not considered by the judge because it did not have the strength of evidence and the judges judge the defendant has fulfilled criminal elements from the criminal Code Article 372 Jo. Article 55 paragraph (1) All 1 Jo Criminal Code. Article 64 paragraph (1) of Criminal Code, the Panel of Judges concluded that the defendant has been proven legally and convincingly guilty of committing a criminal offense "The Fraud that was Done Together and Continuously", so that the legal consequences of the verdict the judges were criminal sanctions against the self-defendant by imprisonment for two (2) years and shall be promptly executed.
487714747C1B012130ANALISIS PENGARUH FAKTOR INTERNAL BANK TERHADAP PENYALURAN KREDIT PERUSAHAAN DAERAH BANK PERKREDITAN RAKYAT (STUDI KASUS PD BPR BKK KEBUMEN TAHUN 2012-2015)Penelitian ini merupakan penelitian empiris dilakukan pada perusahaan perbankan PD BPR BKK Kebumen periode 2012-2015. Judul penelitian ini adalah “Analisis Pengaruh Faktor Internal Bank terhadap Penyaluran Kredit Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (Studi Kasus PD BPR BKK Kebumen Tahun 2012-2015)”. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh Dana Pihak Ketiga (DPK), Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Deposit Ratio (LDR), Return On Assets (ROA), Non Performing Loan (NPL), Suku Bunga Kredit, dan Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) pada PD BPR BKK Kebumen tahun 2012-2015.
Pada penelitian ini menggunakan pengujian asumsi klasik dengan uji normalitas, multikolinieritas, heteroskedastisitas dan autokolerasi. Namun, ditemukan gejala mutikolinieritas sehingga perlu adanya penanganan dengan mengurangi 1 variabel bebas yaitu Loan to Deposit Ratio, kemudian dilakukan penelitian kembali dengan 6 variabel bebas menggunakan pengujian asumsi klasik dan analisis regresi linier berganda sebagai alat uji hipotesis.
Dari hasil penelitian antara lain : (1) Dana Pihak Ketiga berpengaruh positif terhadap Penyaluran Kredit, (2) Capital Adequacy Ratio tidak berpengaruh terhadap Penyaluran Kredit, (3) Return On Assets tidak berpengaruh terhadap Penyaluran Kredit, (4) Non Performing Loan berpengaruh negatif terhadap Penyaluran Kredit, (5) Suku Bunga Kredit berpengaruh negatif terhadap Penyaluran Kredit, (6) Biaya Operasional terhadap Beban Operasional berpengaruh negatif terhadap Penyaluran Kredit.
This research is an empirical research conducted at the banking company of PD BPR BKK Kebumen on period 2012-2015. The purpose of this research was to analyze the influence of Third Party Fund (DPK), Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Deposit Ratio (LDR), Return on Assets (ROA), Non Performing Loan (NPL), Interest Rate of Credit, and Operating Expenses to Operating Income Ratio (BOPO) at PD BPR BKK Kebumen in 2012-2015.
This research used classical assumption testing to test for normality, multicollinearity, heteroscedasticity and autocorrelation. However, it was found multicollinearity symptoms so that it needs handling by reducing one independent variable, namely Loan to Deposit Ratio. Then, it was conducted re-research with six independent variables with using the classical assumption test and multiple linear regression analysis as a means of testing the hypothesis.
The results of this research are: (1) Third Party Fund had a positive influence on Credit Distribution, (2) Capital Adequacy Ratio had no influence on Credit Distribution, (3) Return on Assets had no influence on Credit Distribution, (4) Non Performing Loan had negative influence on Credit Distribution, (5) Interest Rate of Credit had negative influence on Credit Distribution, (6) Operating Expenses to Operating Income Ratio had negative influence of Credit Distribution.
487814775E1A011054ANAK SAH YANG LAHIR PASCA PERCERAIAN (Studi Terhadap Putusan Perkara Nomor: 2848/PDT.G/2014/PA.Pwt)Pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 menyebutkan pengertian perkawinan, yaitu ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Seringkali tujuan perkawinan kandas ditengah jalan dikarenakan adanya suatu masalah keluarga yang mengakibatkan pertengkaran hingga berakhir dengan perceraian. Akibat perceraian salah satunya adalah yang dialami anak dari perkawinan tersebut. Lembaga peradilan dalam hal ini mempunyai peranan penting untuk menjamin hak-hak keperdataan anak melalui putusan-putusannya.
Metode pendekatan yang digunakan dalam pendekatan ini adalah metode yuridis normatif. Spesifikasi penelitian ini menggunakan tipe deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah data primer, sekunder, dan tertier. Pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan. Metode analisis yang digunakan adalah normatif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara Nomor: 2848/Pdt.G/2014/PA.Pwt tentang anak sah yang lahir pasca perceraian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hukum hakim mengenai gugatan asal-usul anak lebih tepat mendasarkan Pasal 42 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 karena berdasarkan jenis dan hierarki Peraturan Perundang-Undangan yang diatur dalam Pasal 7 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan, kedudukan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 lebih tinggi dari Kompilasi Hukum Islam. Dalam pertimbangan hukum selanjutnya mengenai gugatan nafkah anak mendasarkan pada Pasal 41 huruf b Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo Pasal 80 ayat (4) huruf b dan huruf c Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989, serta Pasal 105 huruf c dan Pasal 156 huruf d Kompilasi Hukum Islam. Seharusnya hakim mendasarkan pada Pasal 78 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 sebagaimana telah dirubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 dan perubahan terakhir oleh Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009 dari pada Pasal 80 ayat (4) huruf b dan huruf c Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989.
Article 1 the law No. 1 of 1974 mentions the meaning of marriage is a bond between inner and outer of a man with a woman as a husband and a wife with the purpose to build a family (household) which is happy and longlasting as a bealief in the one and only God. Oftentimes, the purpose of marriage has broken. It happened because there were problems led to divorce. One of divorce effects is in the children. In this case, an institutional law has an important role to assure children’s civil right by its decisions.
The approaching method used yuridical and normative methods, while the specification of research used descriptive type. The data sources used were primary, secondary, and tertiery data. In addition, the collecting data used literary studies. Meanwhile, analytical method used normative and qualitative. This research aims to know the judge law consideration in deciding court No. 2848/Pdt.G/2014/PA.Pwt about legal chirdren born after divorce.
The result of this research shows that the judge law consideration concerning lawsuit of children origin is more appropriate to base on article 42 of the law No. 1 of 1974. It is because type and hierarchy of the law which is arranged in the article 7 of the law No. 12 in 2011 about the establishment of law state that the position of the law No. 1 of 1974 is higher than islamic law compilation. In article 41 letter b the law No. 1 of 1974, article 80 paragraph (4) letter b and letter c the law No. 7 of 1989 that has been changed by law No. 3 of 2006 and the law No. 50 of 2009 as the last alteration from article 80 paragraph (4) letter b and letter c law No. 7 of 1989.
487914687A1G013006ANALISIS KOMPARATIF BIAYA DAN PENDAPATAN GULA KELAPA CETAK PADA KELOMPOK TANI SEKAR MANCUNG ANTAR STATUS KEPEMILIKAN POHON DI DESA KEMAWI KECAMATAN SOMAGEDE KABUPATEN BANYUMAS.Gula kelapa merupakan salah satu hasil produk pertanian yang sudah lama diusahakan oleh pengrajin gula kelapa di kabupaten banyumas. Pengrajin gula kelapa cetak dalam memperoleh nira tidak semuanya berasal dari pohon milik sendiri. Pengrajin gula kelapa dalam mengusahakan gula kelapa memiliki beberapa status kepemilikan pohon yaitu milik sendiri dan maro. Penelitian ini bertujuan : 1) menghitung biaya dan pendapatan pengrajin gula kelapa cetak dengan status kepemilikan pohon sendiri dan kepemilikan pohon maro 2) mengetahui perbedaan biaya dan pendapatan antar status kepemilikan pohon kelapa milik sendiri dan status kepemilikan pohon maro. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Pengambilan data dilaksanakan mulai 20 oktober hingga 20 november 2015 pada pengrajin gula kelapa di Desa Kemawi. Jumlah responden sebanyak 30 orang. Data dianalisis menggunakan analisis biaya produksi, penerimaan dan pendapatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa besarnya biaya produksi rata - rata pengrajin dengan status kepemilikan pohon milik sendiri dengan memperhitungkan seluruh biaya produksi Rp8.343.514,00 per bulan dan biaya produksi rata - rata pengrajin dengan status kepemilikan pohon milik sendiri tanpa memperhitungkan biaya nira dan biaya tenaga kerja yaitu Rp838.489,00. Biaya rata - rata pengrajin dengan status kepemilikan pohon maro dengan memperhitungkan seluruh biaya produksi Rp4.257.044,00 per bulan dan biaya produksi rata - rata pengrajin dengan pohon maro tanpa memperhitungkan biaya nira dan biaya tenaga kerja adalah Rp3.254.411,00. Penerimaan pengrajin gula kelapa status kepemilikan pohon milik sendiri dan maro masing - masing tanpa memperhitungkan biaya nira dan biaya tenaga kerja adalah Rp2.571.375,00 per bulan dan Rp 1.234.000,00 per bulan. Pendapatan pengrajin gula kelapa pada status kepemilikan pohon milik snediri dan maro masing - masing adalah Rp1.732.886,00 per bulan dan - Rp2.003.455,00 per bulan. Biaya produksi dengan kepemilikan pohon milik sendiri merupakan yang terbesar diantara kedua kepemilikan pohon yang ada. Pendapatan pengrajin dengan status kepemilikan pohon milik sendiri merupakan yang terbesar diantara kedua status pohon yang ada. Coconut sugar is one of the agricultural products that have been long sought by craftsmen in Banyumas palm sugar. Seaking crafters sugar in palm sugar craftmen with the owners status of self - owned trees and a half of. This research aimed to determine : 1) counting the cost of revenue and artisans sugar palm print with the status of my own and possession of a half tree 2) know the diffrences in coast and income bet ween the status of ownership of a coconut tree their own and the status of ownership of a half tree.
Method used is a survey. The interpretation data was started on 20 october until 20 november 2015, to farmer coconut sugar in Kemawi Village. The number of farmers who were respondents in this studies as many as 30 people. Data were analysed using analysis of production coast, revenue analysis, and income analysis.
The result showed that the amount of average production cost - average craftsman with its own tree ownership status taking into account the entire production costs of Rp8.343.514,00 per month and the average production cost- average craftsman with trees belonging to the ownership status alone without counting the cost of sap and labor costs namely Rp838.489,00 work. Average cost - average craftsmen with ownership status maro tree by taking into account the entire production costs of Rp4.257.044,00 per mont and the average production cost average craftsmen with maro tree without taking into account labor costs Rp3.254.411,00. Acceptance of coconut sugar producers own property tree tenure and maro each - each without counting the cost of sap and labor costs are Rp2.571.375,00 per month and Rp1.234.000,00 per month. Revenue coconut sugar producers in the ownership status of its own trees and maro each is Rp1.732.886,00 per month and - Rp2.003.455,00 per month. The cost of production with its own proprietary tree is the biggest among the holdings of existing trees. Revenue craftsmen with trees belonging to the ownership status itself is the biggest among the status of existing trees.
488014690F1J012011Amae dalam Anime Keion! Karya KakifuraiPenelitian ini membahas tentang amae dalam anime Keion! karya Kakifurai. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan amae yang muncul dalam hubungan ibu-anak, kakak-adik, guru-murid, senpai-kohai dan teman sebaya dalam anime Keion!. Metode dan teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan teknik simak. Amae dianalisis menggunakan teori konsep amae menurut Takeo Doi. Amae merupakan keinginan untuk saling bergantung. Amae berasal dari psikologi hubungan ibu dan dan anak, tetapi bukan berarti amae terjadi dalam hubungan ibu dan anak saja. Penelitian ini membuktikan bahwa amae juga dapat terjadi dalam hubungan kakak-adik, guru-murid, senpai-kohai dan teman sebaya. Data dianalisis menggunakan kategori hubungan tersebut. Jumlah data amae yang muncul dalam hubungan teman paling banyak ditemukan. Hal itu terjadi karena tokoh-tokoh di dalamnya lebih banyak menghabiskan waktu dengan teman. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah bahwa banyaknya waktu yang dihabiskan seseorang bersama dengan teman, serta adanya empati di antara mereka dapat menimbulkan ikatan emosional yang memicu munculnya amae. Keberadaan seorang teman sangat penting apalagi bagi seseorang yang memasuki masa remaja seperti yang ada dalam anime ini. Agar hubungan pertemanan tersebut berjalan dengan baik, maka dibutuhkanlah amae.This research is about amae in Kakifurai’s anime named Keion!. The purpose of this research is to describe amae that appears in mother-child, brothers/sisters, teacher-student, senpai-kohai (senior-junior), and among the same age friends relationship in this anime. This research uses descriptive analysis method with simak technique. Amae was analyzed using amae concept according to Takeo Doi. Amae is a desirability to dependent each other. Amae comes from a psychology about mother and child relationship. But it does not mean that amae just appears in mother-child relationship. From this research is known that amae is also appears in other relationship, such as brothers/sisters, teacher-student, senpai-kohai (senior-junior), and among the same age friends relationship. In this research data were classified using relationship category. The amount of data about amae among friends relationship is most commonly found in this anime than other relationship. That is because the scene that show the character spend more time with friends is higher. It can be concluded that the amount of time that a person spent together with friends, as well as the empathy among them can cause emotional bond that generating amae. The existence of a friend is very important especially for someone who enters adolescence like the one in this anime. And amae make that friendship goes well.