Artikelilmiahs
Menampilkan 4.921-4.940 dari 48.776 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 4921 | 14728 | E1A011140 | PRINSIP PEMBATASAN DALAM PROTOKOL III KONVENSI SENJATA KONVENSIONAL TERTENTU 1980 MENGENAI SENJATA PEMBAKAR (STUDI TENTANG KASUS PENGGUNAAN BOM FOSFOR PUTIH PADA SERANGAN ISRAEL KE PALESTINA TAHUN 2009) | Skripsi ini membahas tentang permasalahan penggunaan bom fosfor putih oleh Israel Ke Palestina tahun 2009. Bom fosfor putih termasuk ke dalam salah satu jenis senjata pembakar yang sangat berbahaya karena efek membakarnya, terutama bila mengenai manusia. karena dapat menimbulkan luka-luka yang berlebihan dan penderitaan yang tidak perlu, ditambah dengan efek-efek lain pada benda-benda maupun lingkungan hidup. Saat jatuh ke tanah atau kontak dengan udara, bom fosfor putih akan pecah, dan memancarkan asap putih tebal yang di dalam militer digunakan untuk menutupi gerakan pasukan. Penggunaannya di daerah padat penduduk adalah melanggar hukum karena penyebarluasan dari fosfor putih yang diledakkan dan terbakar dapat mengakibatkan efek tidak pandang bulu ke siapa saja, bom fosfor putih ketika ditembakkan tidak akan bisa membedakan antara objek militer dan sipil. Metode pendekatan yang digunakan dalam pendekatan ini adalah metode yuridis normatif. Spesifikasi penelitian ini menggunakan tipe deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data primer, sekunder, dan tertier. Pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaturan penggunaan bom fosfor putih berdasarkan Protokol III Konvensi Senjata Konvensional Tertentu 1980 tentang larangan dan pembatasan penggunaan senjata pembakar serta kaitannya dengan prinsip pembatasan. Protokol III Konvensi Senjata Konvensional Tertentu 1980 melarang penggunaan senjata pembakar yang ditujukan pada penduduk sipil. Dalam serangan Israel terhadap Palestina tahun 2009, Israel telah menggunakan bom fosfor putih di daerah-daerah sipil yang mengakibatkan banyak korban sipil berjatuhan dan rusaknya berbagai fasilitas umum serta lingkungan. Dalam hal ini Israel telah melanggar ketentuan mengenai prinsip pembatasan serta Protokol III Konvensional Tertentu 1980. | This thesis discusses about the problem in the use of white phosphorus bombs by Israel to Palestine in 2009. White phosphorus bomb is one of very dangerous incendiary weapons because of its burn effect, especially to humans. This weapon may cause severe injuries and unnecessary suffering, coupled with other effects on objects and the environment. While falling to the ground or in contact with the air, white phosphorus bomb may burst and emitting thick white smoke as it is used in the military to cover troop movements. Its use in densely populated area is unlawful because the dissemination of white phosphorus being blown up and burnt can cause effects indiscriminately to anyone, white phosphorus bombs when fired may not be able to distinguish between civilian and military objects. The method used in this approach was a normative juridical approach. The specification of this research used the type of descriptive analytical. Data source used were primary, secondary and tertiary data. Data collection was carried out by the study of literature. The analytical method used was descriptive qualitative. This research aimed to determine how the legality for using white phosphorus bomb by Protocol III of the Convention on Certain Conventional Weapon in 1980 on bans and restrictions on the use of incendiary weapons and its relation to the principle of limitation. Protocol III of the Convention on Certain Conventional Weapons in 1980 banned the use of incendiary weapons aimed at civilians. In the Israeli attacks against Palestinian in 2009, Israel has used white phosphorus bombs in civilian areas resulting in many civilian casualties fall and damage of public facilities as well as the environment. In this respect, Israel has violated the principle of limitation and Protocol III of the Convention on Certain Conventional Weapons in 1980. | |
| 4922 | 14729 | E1A011069 | Peran Pengawasan Badan Lingkungan Hidup Terhadap Pelaku Industri Tekstil Sebagai Penghasil Limbah B3 Berdasarkan PP No.101 Tahun 2014 (Studi di Badan Lingkungan Hidup Kota Tangerang) | ABSTRAK Masalah Lingkungan Hidup semakin lama semakin besar, meluas, dan serius. Persoalannya bukan hanya bersifat lokal atau translokal, tetapi regional, nasional, trans nasional, dan global. Pengawasan merupakan aspek penting dalam pengelolaan lingkungan hidup, Badan Lingkungan Hidup sebagai representatif pemerintah pusat yang berada dalam pemerintah daerah mempunyai tugas, pokok dan fungsi pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup. Kota Tangerang sebagai salah satu kota yang ada di Indonesia merupakan kota industri yang dimana memberikan dampak yang luar biasa terhadap kerusakan lingkungan yang ada disekitar khususnya industri tekstil sebagai penghasil Limbah B3. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pengawasan preventif yang dilakukan oleh Badan Lingkungan Hidup Kota Tangerang terhadap pelaku industri tekstil penghasil Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Limbah B3. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif yang Penelitian ini berdasarkan bahan hukum primer dan sekunder. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa : Peran pengawasan preventif Badan Lingkungan Hidup Kota Tangerang sudah sesuai sebagaimana diatur dalam Pasal 240 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Limbah B3 yang dimana instumen pengawasan yang dilakukan sekurang-kurangnya terdiri dari Verifikasi Laporan dan Inspeksi, dengan implementasi verifikasi laporan yang sudah mencapai tingkat ketaatan diatas 70% dengan ada standar operasional prosedur internal serta inspeksi yang pelaksanaannya masih sangat kurang, tercatat pada tahun 2014-2015 inspeksi yang dilakukan terhadap pelaku industri tekstil Penghasil Limbah B3 hanya 22 industri dari total 545 industri tekstil yang ada di Kota Tangerang. Kata Kunci : Pengawasan, Badan Lingkungan Hidup, Industri tekstil, Limbah B3 | ABSTRACT Environmental issues are increasingly going large, widespread and serious. The issue isn’t merely local or trans-local , but regional, national, trans-national, and global. Supervision is an important aspect in the management of the environment, the Environment Agency as a representative of the central government that are in the local government has the task, responsibilities and management and environmental protection. Tangerang is one of the cities in Indonesia which is an industrial city where give a huge effect towards environmental damage around and textile industry as hazardous wastes production particularly. This research aims to know preventive supervisory role undertaken by the Environment Agency of Tangerang to the textile industry producing hazardous wastes, based on Government Regulation No. 101 of 2014 About hazardous wastes management. This study uses normative and this study is based on primary and secondary legal materials. Based on the results of the study showed that : The role of supervision preventive Environment Agency Tangerang City has been corresponding as stipulated in Article 240 paragraph ( 1 ) of Government Regulation No. 101 of 2014 About hazardous wastes management where the instrument surveillance conducted at least consist of Verification Report and inspection, with the implementation of the verification reports that had reached the level of compliance above 70 % with no internal standard operating procedures and inspection of the implementation of which is still lacking, was recorded in 2014-2015 inspections carried out on the textile industry Producing industry hazardous wastes only 22 of the total 545 the textile industry in the city of Tangerang. Keywords : Monitoring , Environmental Agency , textile Industry , Hazardous Wastes | |
| 4923 | 14730 | E1A012079 | PENGARUH PENERAPAN PAJAK PROGRESIF KENDARAAN BERMOTOR TERHADAP PENERIMAAN BEA BALIK NAMA KENDARAAN BERMOTOR ATAS PENYERAHAN KEDUA DI KABUPATEN CIAMIS (Studi di Kantor Cabang Pelayanan Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Wilayah Kabupaten Ciamis I) | Pajak progresif kendaraan bermotor merupakan kebijakan baru pada Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Kabupaten Ciamis telah menerapkan tarif pajak progresif sejak tanggal 1 Januari 2012 berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2011 Tentang Pajak Daerah. Salah satu tujuan dari penerapan tarif pajak progresif yaitu untuk tertib administrasi kepemilikan kendaraan bermotor, yang mana tujuan tersebut secara langsung berhubungan dengan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Sejak diterapkannya pajak progresif banyak wajib pajak yang telah menjual kendarannya melakukan pemblokiran supaya terhindar dari pajak progresif, dengan demikian pemilik baru harus melakukan balik nama. Fakta tersebut menimbulkan pertanyaan apakah penerapan tarif pajak progresif berpengaruh terhadap penerimaan BBNKB atas penyerahan kedua di Kabupaten Ciamis. Penelitian ini dilakukan dengan metode yuridis normatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mengkaji pengaruh dari penerapan tarif pajak progresif kendaraan bermotor terhadap penerimaan BBNKB atas penyerahan kedua di Kabupaten Ciamis. Hasil penelitian bahwa penerapan pajak progresif di Kabupaten Ciamis pada kurun waktu 2010-2015 telah memberikan pengaruh positif yaitu penerimaan BBNKB atas penyerahan kedua mengalami peningkatan setiap tahunnya. Peningkatan terbesar dialami pada tahun 2013 dengan kenaikan 133% dari tahun 2012. Faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan BBNKB atas penyerahan kedua adalah hukum pajak, tingkat kepemilikan kendaraan bermotor, penerapan tarif pajak progresif serta Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) yang dijaminkan pada lembaga penjamin (leasing). | The motor vehicle progressive tax is a new policy in the Act Number 28 Year 2009 about Regional Tax and Regional Distribution. Ciamis has implemented the progressive tax since January 1st 2012 based on the West Java Regional Regulation Number 13 Year 2011 about Regional Tax. One of the goals of the implementation of progressive tax is to make vehicle ownerships administration more orderly, in which also relates to the Title Transfer of Motor Vehicle Title Fee. After the implementation of progressive tax, there are many taxpayers sold and block their vehicle to avoid getting paid the progressive tax, which makes the new owner to have a title transfer. That fact raise a question on are the implementation of the progressive tax have effects on the collection of Title Transfer of Motor Vehicle Title Fee for the second handover in Ciamis. This research use juridicial normative method. The goal of this research is to find and review the effect of the implementation of the motor vehicle progressive tax on the collection of Title Transfer of Motor Vehicle Title Fee for the second for the second handover in Ciamis. The research found that the implementation of the progressive tax in Ciamis, period of 2010 until 2015 give positive effects, in which the collection of Title Transfer of Motor Vehicle Title Fee for the second for the second handover is increased every year. The highest increase was in 2013 with 133% increase from 2012. The factors that play roles on the collection of Title Transfer of Motor Vehicle Title Fee for the second for the second handover is the Tax Law, the level of vehicle ownership, the implantation of progressive tax rates, and Proof of Motor Vehicle Ownership which guaranteed by leasing agencies. Keywords: Effects, Motor Vehicle Progressive Tax, Title Transfer of Motor Vehicle Title Fee | |
| 4924 | 14731 | E1A012216 | Upaya Pencegahan Tindak Pidana Korupsi Oleh Kejaksaan Negeri Karawang (studi di wilayah hukum kabupaten karawang) | Kejaksaan Negeri Karawang merupakan institusi yang turut bertanggung jawab dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Pemberantasan tindak pidana korupsi tidak hanya penjatuhan sanksi terhadap pelakunya, namun juga dengan melakukan pencegahan. Pemberantasan tindak pidana korupsi di wilayah hukum Kabupaten Karawang masih terfokus kepada penjatuhan sanksi saja. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya tindak pidana korupsi di wilayah hukum Kabupaten Karawang. Fakta tersebut menimbulkan pertanyaan upaya apa yang dilakukan Kejaksaan Negeri Karawang dalam pencegahan tindak pidana korupsi. Penelitian ini dilakukan dengan metode pendekatan yuridis sosiologis yaitu penelitian yang dilakukan baik melalui kepustakaan maupun penelitian lapangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mengkaji upaya apa yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Karawang dalam rangka mencegah terjadinya tindak pidana korupsi di wilayah hukum Kabupaten Karawang dan untuk mengetahui serta mengkaji hambatan dalam melakukan pencegahan tindak pidana korupsi di wilayah hukum Kabupaten Karawang. Hasil penelitian bahwa upaya Kejaksaan Negeri Karawang dalam melakukan pencegahan tindak pidana korupsi yaitu dengan melaksanakan Kegiatan Penerangan/Penyuluhan Hukum Program Pembinaan Masyarakat Tertib Hukum (Binmatkum) sebagai upaya pencegahan preemtif dan penindakan sebagai bentuk pencegahan represif dan faktor yang menjadi hambatan dalam pencegahan tindak pidana korupsi di wilayah hukum Kabupaten Karawang adalah faktor hukumnya, faktor penegak hukum, faktor sarana dan fasilitas pendukung, faktor masyarakat, dan faktor budaya. | The District Prosecutor’s General Office of Karawang is the institution that plays a role in preventing corruption. The eradication of corruption is not only giving the sanction to the corruptor but doing preventive action as well. The eradication of corruption in Karawang Jurisdiction is still only focused on giving the sanctions only. This can be seen from the many cases of corruption in Karawang Jurisdiction. This fact raises question on what kind of efforts the District Prosecutor’s General Office of Karawang done in order to prevent corruption. This research se socio-juridicial approach, which is done through literature and field research. This research goal is to find and revie the efforts that the District Prosecutor’s General Office of Karawang has done in order to prevent corruption in Karawang Jurisdiction and to find and review the obstacles in doing the preventive actions. This research found that the District Prosecutor’s General Office of Karawang is doing preventive action throughout socialization on community building to strengthen awareness and knowledge of corruption as a pre-emptive and doing prosecution as a represive action and the factors that become the obstacle in preventing corruption in Karawang Jurisdiction is, the law itself, the prosecutors, the facilities, the society, and the culture. | |
| 4925 | 14739 | E1A010157 | PERAN KANTOR PELAYANAN PERBENDAHARAAN NEGARA (KPPN) DALAM MEWUJUDKAN TATA KELOLA KEUANGAN YANG BAIK (STUDI DI KPPN KOTA PEKALONGAN) | Penelitian ini dilatar belakangi oleh Negara Indonesia mempunyai beberapa tujuan yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 seperti yang terdapat dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945 yaitu : Memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam rangka melakukan upaya diatas, maka diperlukan tata kelola keuangan yang baik (good and clean governance) yang dilakukan oleh pemerintah. KPPN adalah salah satu instansi pemerintah yang mempunyai peran sangat penting dalam menggerakkan roda perekonomian nasional dalam bidang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Konsep peran dapat diartikan sebagai tingkah laku yang diharapkan dari seorang yang mempunyai kedudukan tertentu. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan berupa yuridis normatif atau penelitian hukum yang hanya meneliti hukum kepustakaan, pendekatan perundang-undangan (Statute Approach) dan pendekatan analitis (Analitical Approach, berdasarkan sifatnya penelitian ini adalah deskriptif analisis yaitu menggambarkan atau mendiskripsikan keseluruhan dan sistematika mengenai asas-asas hukum, kaidah-kaidah dan peraturan-peraturan lain yang terkandung didalam permasalahan yang dibahas. Lokasi penelitian berada di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Pekalongan. Adapun metode yang digunakan untuk mengumpulkan data ialah observasi, interview,dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Dahulu ada sejarah yang menarik, dari beberapa eselon I di dirjen keuangan, peraturan perundang-undangan perbendaharaan negara masih kacau dan rancu, namun sekarang sudah di pertegas tentang kewenangan perbendaharaan. Sesuai amanat UU No.17 Tahun 2003 tentang keuangan negara dan UU No.1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Tata kelola keuangan negara terbagi menjadi 3 bagian, meliputi: perencanaan, pelaksanaan, pertanggung jawaban. | The background of this research is that indonesia has some of the objectives listed in the constitution of the republic of indonesia in 1945 as contained in the fourth paraghraph of the preamble of the 1945 constitution, namely: To promote general welfare and educating the nation. In order to perform the above effort, it is needed a good financial management (good and clean governance) undertaken by the government. State treasury service office (KPPN) is one of the government agencies that have a very important role in moving the national economy in the field of state budget (APBN). The role concept can be defind as expected someone behavior of having a certain position. The method of this research used normative juridical approach or legal research that only examined legal literature, statute approach, and analytical approach. This research was a descriptive analysis research that illustrated or described the overall and systematic principles of the law, rules and othe regulations contained in the problem discussed. This research was conducted at the state treasury service office pekalongan. The method used to collect data were observation, interview, and documentation. The result of this research indicated that there was an interesting history in the past of some echelon I in the directorate-general of finance, the legislation of state treasury was still chaotic and confusing, but it has now been affirmed on the authority of the treasurry. As stipulated by law no. 17 of 2003 on state finance and law no. 1 of 2004 on state treasury. State financial management is divided into three parts, including; planning, implementation, and accountability. | |
| 4926 | 14732 | A1L011010 | Aplikasi Pupuk Hayati Mikoriza dan Pengurangan Dosis Pupuk N-P-K terhadap Beberapa Sifat Fisika Tanah Ultisol pada Tanaman Paprika | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk hayati mikoriza dan pengurangan dosis ajuran pupuk N-P-K terhadap beberapa sifat fisik tanah ultisol dan pertumbuhan tanaman paprika. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 3x3 dengan 3 kali ulangan. Faktor yang dicoba terdiri: 1) dosis kapsul mikoriza (0 kapsul, 3 kapsul, 6 kapsul) dan 2) pengurangan pupuk N-P-K dari dosis anjuran (pengurangan 0%, 50%, 100%). Variabel yang diamati yaitu berat jenis partikel, berat jenis isi, porositas, batas cair, batas lekat, batas gulung, batas berubah warna, jangka olah, indeks plastisitas, tinggi tanaman, bobot segar tanaman dan bobot kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk hayati mikoriza hanya berpengaruh nyata terhadap porositas. Pemberian kapsul mikoriza mampu mempengaruhi nilai porositas sebesar 48,14%. Nilai porositas tertinggi yaitu pada perlakuan mikoriza 6 kapsul dengan nilai sebesar 57,64%. Pemberian kapsul mikoriza dan pengurangan dosis pupuk N-P-K secara mandiri tidak berpengaruh terhadap sifat fisika lainnya dan pertumbuhan tanaman paprika. | This study aims to determine the effect of mycorrhizal biology fertilizer and dose reduction of N-P-K fertilizer of some physical of soil ultisol and the growth of sweet pepper. The experimental design used was a randomized complate block design (RCBD) factorial 3x3 with 3 replications. Factors tested were: 1) dose mycorrhizal capsule (0 capsule, 3 capsule, and 6 capsule) and 2) dose reduction of fertilizer N-P-K (0%, 50%, 100%). The variables observed were particle density, dry bulk density, porosity, liquid limit, adhesive limit, roll limit, changes color limit, platisity Index, treat period, height plant, fresh weight plants, and weights dry plants. The results showed mycorrhizal biology fertilizer only affect the porosity. The porosity of the highest value is on treatment mycorrhizal 6 capsule of 57,64%. The capsule mycorrhizal can influence value porosity of 48,14%. The capsule mycorrhizal and reducing doses fertilizer N-P-K independently will not affect other physical soil and growth of plants sweet peppers. | |
| 4927 | 14735 | C1C012070 | PENGARUH FAKTOR – FAKTOR MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP PENGUNGKAPAN INTELLECTUAL CAPITAL | Penelitian ini merupakan studi empiris pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2014. Penelitian ini mengambil judul : “ Pengaruh Faktor – Faktor Mekanisme Corporate Governance Terhadap Pengungkapan Intellectual Capital.” Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh mekanisme corporate governance yaitu hak pemegang saham, pemerataan pelayanan pemegang saham, peran stakeholder, pengungkapan dan transparansi dan tanggung jawab dewan terhadap tingkat pengungkapan intellectual capital. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia ( BEI ) Tahun 2014. Sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling dan diperoleh 34 perusahaan yang menjadi sampel. Penelitian ini menganalisis laporan tahunan perusahaan dengan menggunakan metode content analysis dan Asean Corporate Governanve Scorecard. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan variasi perubahan tingkat pengungkapan intellectual capital dapat dijelaskan oleh varibel independen sebesar 90% dan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Hak pemegang saham, pemerataan pelayanan pemegang saham, dan tanggung jawab dewan tidak berpengaruh terhadap pengungkapan intellectual Capital. Sementara itu peran stakeholder dan pengungkapan dan transparansi berpengaruh terhadap pengungkapan intellectual capital. Faktor pengungkapan dan transparansi merupakan faktor yang berpengaruh paling dominan terhadap pengungkapan intellectual capital. | This research is an empirical study on banking companies listed in Indonesian Stock Exchange in 2014. The title of this study is "The Influence Corporate Governance Factors Mechanism on The Intellectual Capital Disclosures." The purpose of this study is to determine and analyze the influence of corporate governance mechanisms namely the rights of shareholders, equitable treatment of shareholders, role of stakeholders, disclosure and transparency and responsibilities of the board the level of intellectual capital disclosure. Population of this research are all banking companies listed in the Indonesia Stock Exchange (IDX) Year 2014. Samples were selected using purposive sampling and total sample in this research is 34 companies. This study analyzed the annual reports of companies using content analysis and Asean Corporate Governanve Scorecard. The data analysis using descriptive statistics, the classic assumption test and multiple linear regression analysis. Results showed that variation of changes in the level of disclosure of intellectual capital can be explained by the independent variable for 90% and the results of this research showed that the right of shareholders, equitable treatment of shareholders and responsibilities of the board does not affect the disclosure of intellectual Capital. Meanwhile, the role of stakeholders and disclosure and transparency affect the disclosure of intellectual capital. Factors disclosure and transparency are the most dominant factors that influence on the disclosure of intellectual capital. | |
| 4928 | 14741 | E1A011264 | “PEMBUKTIAN TERHADAP TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA DALAM KASUS ADE SARA” (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 1358/PID.B./2014/PN.Jkt.Pst)”. | Pembuktian merupakan ketentuan yang mengatur alat-alat bukti yang dibenarkan undang-undang yang boleh dipergunakan oleh hakim guna membuktikan kesalahan yang didakwakan. Pembuktian merupakan masalah yang memegang peranan penting dalam proses pemeriksaan sidang pengadilan. Dalam Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan register perkara Nomor 1358/PID.B/2014/PN.Jkt.Pst. terjadi pembunuhan berencana yang dilakukan oleh Terdakwa bernama Assyifa Ramadhani binti Iwan Sulaeman dan dalam pembuktiannya, Terdakwa memenuhi unsur Pasal 183 KUHAP karena di dalam perkara ini terdapat lebih dari satu alat bukti. Hakim telah memeriksa 4 alat bukti berupa: 14 orang saksi, surat berupa Visum Et Repertum, petunjuk, dan keterangan Terdakwa, sehingga hakim memperoleh keyakinan atas kesalahan Terdakwa yang terbukti bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana, karena terbukti merencanakan terlebih dahulu melakukan pembunuhan kepada korban. Berdasarkan atas pertimbangan Pasal 193 (1) KUHAP pada hasil penelitian terhadap putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan register perkara Nomor 1358/PID.B/2014/PN.Jkt.Pst dengan Terdakwa Assyifa Ramadhani binti Iwan Sulaeman telah terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan berencana sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 340 KUHAP sebagaimana dalam dakwaan kesatu primair dengan dijatuhi pidana penjara selama seumur hidup dengan perintah Terdakwa tetap ditahan dan membebankan biaya kepada Terdakwa sebesar Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah). | Proving is the condition governing the evidence that justified the laws that may be used by the judge in order to refute indicted. Proving is an important role in the process of court examination. In the District Court Central Jakarta No. 1358/PID.B/2014/PN.Jkt.Pst.the case of premeditated murder committed by the defendant named Assyifa Ramadhani binti Iwan Sulaeman and in proof, the defendant breaks the elements of Article 183 Criminal Procedure Code because in this case there is more than one evidences. The judge has examined 4 evidence in the form: 14 people witnesses, a letter in the form of Visum Et Repertum, instructions, and information from the defendant. Therefore, the judge obtain a conviction of guilty which were found guilty of committing a crime of premeditated murder, because it is proved that the defendant planed in advance before murdering the victim. Based on the consideration of Article 193 (1) Code of Criminal Procedure on the results of the District Court Central Jakarta No. 1358/PID.B/2014/PN.Jkt.Pst., Assyifa Ramadhani binti Iwan Sulaeman as defendant has been proven in committing the crime of premeditated murder and threatened as provided in Article 340 Criminal Procedure Code as well as in the primary to the first charge sentenced to imprisonment for lifetime with the command that the defendant got detention and charged in total Rp. 5.000, - (five thousand rupiah). | |
| 4929 | 14736 | A1L011015 | APLIKASI KAPSUL MIKORIZA DAN PENGURANGAN PUPUK N-P-K TERHADAP KEBUTUHAN AIR, SIFAT FISIK TANAH DAN PERTUMBUHAN TANAMAN PAPRIKA DI TANAH ULTISOL | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1). Mengetahui pengaruh kapsul pupuk hayati mikoriza dan pengurangan dosis pupuk N-P-K terhadap kebutuhan air tanaman dan titik layu permanen di tanah ultisol pada pertanaman paprika. 2). Mengetahui pengaruh kapsul pupuk hayati mikoriza dan pengurangan dosis pupuk N-P-K terhadap beberapa sifat fisik tanah ultisol. 3). Mengetahui pengaruh kapsul pupuk hayati mikoriza dan pengurangan dosis pupuk N-P-K terhadap pertumbuhan tanaman paprika di tanah ultisol.. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 3x3 dengan 3 kali ulangan. Faktor yang dicoba terdiri atas: 1) dosis kapsul mikoriza, yaitu: 0 kapsul, 3 kapsul, 6 kapsul dan 2) pengurangan pupuk N-P-K dari dosis anjuran yaitu pengurangan 0%, 50%, 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kapsul pupuk hayati mikoriza dan pengurangan dosis anjuran pupuk Urea, SP-36, dan KCl tidak memberikan pengaruh terhadap BJI, BJP, BC, BBW, PAM, tinggi tanaman, bobot tanaman segar dan kering, tetapi mempengaruhi nilai kebutuhan air tanaman sampai 90,31%, titik layu permanen sampai 77,58% dan porositas sampai 48,14%. Nilai titik layu permanen dan kebutuhan air tanaman yang tertinggi pada pengurangan N-P-K dosis 0% (P0) dengan nilai titik layu permanen 21,81% dan kebutuhan air tanaman 1,08 liter, Nilai porositas yang tertinggi pada pemberian 6 kapsul mikoriza (M2) yaitu 57,64%. | Research aims to understand: 1). To determine the effect of mycorrhizal fertilizer capsule and a reduction in the recommended doses of N-P-K fertilizer on crop water requirement and permanent wilting point of ultisol in planting sweet peppers. 2). To determine the effect of mycorrhizal fertilizer capsule and a reduction in the recommended doses of N-P-K fertilizer some of the physical ultisol soil. 3). To determine the effect of mycorrhizal fertilizer capsule and a reduction in the recommended doses of N-P-K fertilizer on the growth of sweet peppers plants in the ultisol soil. The experimental design used was a randomized complate block design (RCBD) 3x3 with 3 replications. Factors tested were: (1) dose of mycorrhizal fertilizer capsule (0 capsule, 3 capsule, and 6 capsule) (2) dose reduction of fertilizer N-P-K (0%, 50%, 100%). The research results show that the effect of mycorrhizal fertilizer capsule and a reduction in the recommended doses of urea, sp-36, and KCl no effect to dry bulk density, particle density, liquid limit, soil color change limit, maximum water supply, height plant, plant fresh and dry weight, but effect on crop water requirement value up to 90,31%, permanent wilting point up to 77,58%, and porosity up to 48,14%. Point value permanent wilting point and crop water requirement highest on reducing N-P-K doses 0 % (P0) to the value of permanent wilting point 21,81% and crop water requirement 1,08 liters. The porosity of the highest value of treatment mychorrhizal 6 capsule (M2) is on 57,64%. | |
| 4930 | 14733 | A1L012012 | KAJIAN APLIKASI METABOLIT SEKUNDER DUA ISOLAT Trichoderma sp. TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF BIBIT LADA PERDU | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh metabolit sekunder dua isolat Trichoderma sp., yaitu isolat jahe dan bawang merah maupun gabungannya, terhadap pertumbuhan vegetatif, serta pengaruhnya terhadap kandungan senyawa fenol pada bibit lada perdu. Penelitian telah dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan Desa Banteran Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, mulai Oktober 2015 sampai Januari 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 6 ulangan. Perlakuan terdiri atas kontrol, metabolit sekunder Trichoderma sp. isolat jahe, isolat bawang merah, gabungan isolat jahe dan bawang merah, serta fungisida berbahan aktif benomil. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, panjang daun, luas daun, jumlah cabang, bobot tanaman segar dan kering, bobot akar segar dan kering, panjang akar dan analisis senyawa fenol secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metabolit sekunder Trichoderma sp. isolat jahe, isolat bawang merah dan gabungan keduanya memberikan nilai penambahan tinggi tanaman 36,18-48,21%, diameter batang 8,33-13,72%, jumlah daun 43,67-47,02%, bobot tanaman segar 20,02-21,57%, bobot akar segar 31,99-33,95%, bobot akar kering 30,76-33,33%, panjang akar 17,07-18,26% dibanding kontrol dan mampu meningkatkan senyawa fenol.Penerapan gabungan metabolit sekunder Trichoderma sp. isolat jahe dan isolat bawang merah memberikan potensi terbaik dalam meningkatkan penambahan tinggi tanaman (48,21%), lebar diameter batang (13,72%), bobot tanaman segar (21,57%) dan bobot akar segar (33,95%). | This study aimed to assess the effect of secondary metabolites from two Trichoderma sp. Isolatesthat were ginger and shallot isolates or their combination, on the vegetative growth of non climbing pepper seedling, as well as its influence on the content of phenolic compounds in the seedlings. This research was carried out at the Laboratory of Plant Protection and at Banteran Village, Sumbang Sub-District, Banyumas Regency, from October 2015 to January 2016. Randomized block design was used with five treatments six replicates. The treatments were control, secondary metabolit of Trichoderma sp. ginger and shallots isolates, their combination and fungicide with active ingredient of benomil. Variables observed were plant height, stem diameter, number of leaves, leaf length, leaf area, number of branches, weight of fresh and dry plants, weight of fresh and dry roots, root length and analysis of phenolic compounds qualitatively. Results of theresearch showed that the application of secondary metabolites from Trichoderma sp. ginger and shallots isolates, and their combination provided value addition of plant heightas 36.18-48.21%, stem diameter as8.33-13.72%, number of leaves as 43.67-47.02%, fresh weight of plant as 20,02-21.57%, fresh weight of root as 31.99-33.95%, dried weight of rootas 30.76-33.33%, and root length as 17.07-18.26% compared to control and able to increase phenolic compounds. The combined application of secondary metabolites from Trichoderma sp. ginger and shallot isolates was the best potential to increase plant height (48.21%), stem diameter (13.72%), fresh weight of plants (21.57%), and fresh weight of root (33.95%). | |
| 4931 | 14744 | A1L011095 | PENGARUH PEMBERIAN PUPUK DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN BEBERAPA VARIETAS BIBIT TANAMAN KELENGKENG (Dimocarpus longan Lour.) DATARAN RENDAH | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi pupuk daun terhadap beberapa varietas bibit tanaman kelengkeng dataran rendah, mengetahui pertumbuhan beberapa varietas bibit tanaman kelengkeng dataran rendah, dan mendapatkan konsentrasi pupuk daun yang optimal terhadap pertumbuhan bibit tanaman kelengkeng dataran rendah. Penelitian dilaksanakan di Screen House Cilengko Farm Desa Pandak Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas. Rancangan percobaan lapangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama, empat varietas kelengkeng yaitu Kristalin, Aroma Durian, Diamond River, dan Itoh. Faktor kedua, beberapa taraf konsentrasi pupuk daun terdiri atas 0 g/liter, 2 g/liter, dan 2,5 g/liter. Variabel yang diamati adalah penambahan tinggi tanaman, penambahan jumlah daun, penambahan jumlah cabang, penambahan luas daun, dan kandungan klorofil. Data pengamatan dianalisis dengan menggunakan uji F pada taraf kesalahan 5% dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test). Hasil penelitian menujukkan bahwa : 1) Pengaruh pupuk daun terhadap empat varietas terdapat pada variabel penambahan jumlah cabang, pada varietas Kristalin memberikan respon yang optimal pada konsentrasi 1,14 g/liter dengan penambahan cabang sebesar 1,11, pada varietas Diamond River dan Itoh menunjukkan peningkatan jumlah cabang, sedangkan pada varietas Aroma Durian memberikan respon yang menurun. 2) Pertumbuhan empat varietas kelengkeng menunjukkan hasil yang beragam pada semua variabel pertumbuhan, varietas Kristalin memberikan hasil yang baik pada variabel penambahan tinggi tanaman, penambahan jumlah daun, dan penambahan luas daun, varietas Diamond River memberikan hasil yang baik pada variabel penambahan jumlah cabang, dan varietas Itoh memberikan hasil yang baik pada variabel kandungan klorofil. 3) Pengaruh pemberian pupuk daun pada variabel penambahan tinggi tanaman memberikan hasil yang meningkat seiring dengan penambahan konsentrasi pupuk daun, pada variabel penambahan jumlah daun memberikan hasil yang optimal pada konsentrasi 1,46 g/liter dengan penambahan daun sebesar 94,04 helai. | This study aims to determine the interaction of foliar fertilizer on some varieties of longan crop seeds, knows the growth of several varieties of longan’s crop seeds, and get the optimal concentration of foliar fertilizers on crop seeding growth on lowland. The research organized at the Screen House Cilengko Farm Village Pandak Baturraden Banyumas’ regency. The experimental design in the field is Rancangan Acak Kelompok Lengkap or in short is RAKL with two factorial factors. The first factor is four varieties of longan those are crystalline, Aroma Durian, Diamond River, and Itoh. The second factor is some concentration of foliar fertilizer consisting of 0 g / liter, 2 g / liter, and 2.5 g / liter.Observed variebel is incereasing of longan’s height and leaf. The data are analyzed by F test with 5% point of error rate and then it will be continued by DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). The results showed that the effect of foliar fertilizer on the four varieties are the addition of a variable number of branches, the Kristalin varieties provide optimum response at a concentration of 1.14 g/liter with the addition of branches by 1.11, the Diamond River and Itoh varieties also showed an increase in the number of branch, while the Aroma Durian varieties declined to respond. Growth of the four varieties of longan shown mixed results on all the variables of growth, Kristalin varieties gives good results in the variable addition of plant height, increasing the number of leaves, and the addition of leaf area, varieties of Diamond River gives good results in a variable increase in the number of branches, and a variety Itoh gives good results in the variable chlorophyll content. Effect of foliar fertilizer on plant height gives results increase with the addition concentration of foliar fertilizer, the addition of a variable number of leaves to provide optimal results at a concentration of 1.46 g/liter with the addition of 94.04 leaf blade. | |
| 4932 | 14740 | C1C011056 | PENGARUH STRUKTUR MODAL DAN STRUKTUR KEPEMILIKAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia) | Tujuan dari studi ini adalah untuk menguji pengaruh struktur modal dan struktur kepemilikan terhadap kinerja keuangan. Variabel struktur kepemilikan terdiri dari kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional. Variabel kinerja keuangan diukur menggunakan rasio profitabilitas yaitu Return On Assets (ROA). Hipotesis dalam penelitian ini adalah: 1) struktur modal berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan, 2) kepemilikan manajerial berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, dan 3) kepemilikan institusional berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Populasi dalam studi ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2014 berjumlah 128. Sebanyak 24 perusahaan diambil sebagai sampel dengan menggunakan purposive sampling. Teknik untuk pengujian hipotesis adalah analisis regresi linear berganda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa struktur modal berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan, kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. | The purpose of the study is to examine the effect of capital structure and ownership structure on financial performance. Ownership structure variable used for this study are managerial ownership and institusional ownership. Financial performance is measured by profitability ratio is ROA (Return On Assets). It is hypotheses that : 1) capital structure is negative effect on financial performance, 2) managerial ownership is positive effect on financial performance and 3) institusional ownership is positive effect on financial performance. The population in this study is a manufacturing company which listed on the Indonesian Stock Exchange with the study period of 2011-2014, totaling 128 companies. As much as 24 firms were taken as a simple using a purposive method. The technique for examining hypothesis is multiple linear regression analysis. The result showed that capital structure is negative effect on financial performance, managerial ownership and institusional ownership have no influence to financial performance. | |
| 4933 | 14734 | E1A012101 | PERTIMBANGAN HUKUM HAKIM DALAM PENJATUHAN PIDANA PENJARA BAGI ANAK DALAM TINDAK PIDANA MEMBUJUK ANAK MELAKUKAN PERSETUBUHAN (Studi Putusan Nomor 4/Pid.Sus-A/2015/PN.Pbg) | Dampak negatif dari era globalisasi menyebabkan perubahan gaya dan cara hidup sebagian orang tua, sehingga membawa pengaruh terhadap nilai dan perilaku anak. Kenakalan anak dapat menimbulkan bentuk kejahatan kesusilaan yang mengakibatkan anak sebagai pelaku harus dihadapkan pada proses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Hakim lebih cenderung untuk menjatuhkan pidana penjara terhadap anak yang terbukti bersalah melakukan persetubuhan, walaupun anak tersebut baru pertama kali melakukan tindak pidana. Penjatuhan pidana penjara dipandang sebagai usaha untuk menanggulangi kejahatan yang terjadi. Tetapi apakah penjatuhan penjara tersebut sesuai untuk dijatuhkan kepada anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan hukum dalam Putusan Nomor 4/Pid.Sus-A/2015/PN.Pbg. dan untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana penjara bagi anak dalam perkara tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbuatan terdakwa telah memenuhi rumusan delik Pasal 81 Ayat (2) Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan dasar pertimbangan Majelis Hakim menjatuhkan pidana penjara bagi terdakwa anak selama selama 1 (satu) tahun dan pidana pelatihan kerja selama 3 (tiga) Bulan berdasarkan pertimbangan yuridis dan pertimbangan sosiologis. | The negative impact of globalization era led to a change style and way life of some parents, so as to result a childs grades and behavior. Delinquency may cause the crime of decency that cause children as perpetrators should be brought to account for his actions legal process. Judges are more likely to impose imprisonment on children who were found guilty of intercourse, although the child for the first time committing a crime. The imposition of imprisonment seen as an attempt to overcome the evil that occurred. But whether the imposition of the prison according to meted out to the child. The purpose of this study to determine the application of the law in its Decision Number 4/Pid.Sus-A/2015/PN.Pbg. and to know the basic legal consideration of judges in imposing imprisonment for children in the case. The results showed that the defendant has fulfilled formulation delict Article 81 Paragraph (2) legislation Number 35, 2014 about the Change for Legislation Number 233, 2002 about Children Protection and basic consideration of the judges impose imprisonment for accused child for as long as one (1) year imprisonment and job training for 3 (three) months based on the consideration of juridical and sociological considerations. | |
| 4934 | 14748 | E1A010123 | TINDAK PIDANA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA OLEH ANAK SECARA BERSAMA-SAMA (TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN NOMOR 33/PID.B/2014/PN.CN) | Anak merupakan amanah dan anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa yang dalam dirinya melekat harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya. Setiap anak mempunyai harkat dan martabat yang patut dijunjung tinggi dan setiap anak yang lahir harus mendapatkan hak-haknya tanpa anak tersebut meminta. Termasuk hak untuk mendapatkan perlindungan sesuai dengan ketetntuan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perindungan Anak. Termasuk perlindungan terhadap penyalahgunaan narkotika. Penyalahgunaan narkotika oleh kaum remaja atau anak-anak merupakan perbuatan yang disadari berdasarkan pengetahuan/pengalaman sebagai pengaruh langsung maupun tidak langsung dari proses interaksi sosial, sehingga tidak hanya satu atau dua orang saja yang dapat terkena narkotika akan tetapi sekelompok anak-anak yang berada didalam interaksi sosial tersebut dapat terpengaruh oleh peredaran narkotika. hal ini membuat beberapa pihak bertanya-tanya mngenai pertanggungjawaban pidana narkotika yang dimana tersangkanya adalah anak-anak. Sehingga hal tersebut membuat penulis melakukan penelitian terhadap penyalahgunaan narkotika yang dilakukan oleh anak secara bersama-sama. Penelitian ini dilakukan melalui analisis Putusan Pengadilan Negeri Cirebon Nomor 33/PID.B/2014/PN.CN | children of a mandate and the grace of the Almighty God that in her inherent dignity as human beings. Every child has the pride and dignity that should be upheld and every child born should get their rights without the child's request .Including the right to protection in accordance Act No. 35 of 2014 on the Amendment of Act No. 23 of 2002 concerning Child Protection Law. Including protection against the misuse of narcotics Drug abuse by adolescents or children is an act that is realized based on knowledge / experience as an influence directly or indirectly from the process of social interaction , so it's not just one or two people who may be exposed to narcotics but a group of children who are in interaction the social can be affected by narcotics . thismakes some people wonder about narcotics criminal liability where the suspects were children . So it makes the writer doing research on drug abuse committed by a child together . This research was conducted through analysis of Cirebon District Court's Decision No. 33 / Pid.B / 2014 / PN.CN | |
| 4935 | 14742 | A1H011019 | PENDUGAAN UMUR SIMPAN MINUMAN TEMULAWAK ASAM BENTUK SERBUK DENGAN METODE ACCELERATED SHELF LIFE TESTING (ASLT) MODEL ARRHENIUS | Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) yang tergolong dalam kelompok (Zingiberaceae) adalah salah satu tanaman obat yang telah lama dipergunakan secara empiris oleh masyarakat Indonesia untuk menyembuhkan penyakit ataupun untuk menjaga kesehatan. Besarnya potensi kesehatan yang terkandung dalam temulawak, serta tingginya kebutuhan masyarakat akan kesehatan dan kecenderungan untuk mengkonsumsi minuman kesehatan yang lebih praktis, menggugah peneliti membuat minuman temulawak asam dalam bentuk serbuk. Tujuan penelitan ini adalah melakukan pendugaan umur simpan minuman temulawak asam serbuk berdasarkan parameter terpilih dengan menggunakan model Arrhenius metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT). dan mengetahui jenis kemasan yang mampu mempertahankan mutu minuman temulawak asam lebih baik. Kemasan yang digunakan adalah alumunium foil, plastik dan kertas. Hasil penelitian menunjukan Umur simpan pada suhu ruang (280C) minuman temulawak asam serbuk yang didapatkan pada penelitian ini yaitu : 96 hari pada kemasan Alumunium foil, 84 hari pada kemasan plastik, dan 88 hari pada kemasan kertas. Kemasan alumunium foil merupakan kemasan yang mampu mempertahankan umur simpan paling lama dibandingkan dengan kemasan plastik dan kertas. | Curcuma (Curcuma xantorrhiza roxb.) which belongs to Zingiberaceae group is a medicinal plant that has been used empirically for long by Indonesian to cure diseases or to maintain health. The magnitude of the potential health contained in curcuma as well as the high demand of health and the tendency to consume more healthy drinks practically evocate researchers to make sour curcuma drink in powder form. The purpose of the study is to estimate the shelf life of sour curcuma drink in powder form based on selected parameters using Arrhenius model of Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) method and to find out the type of packaging which is able to maintain the quality of sour curcuma drink better. The packagings used are aluminum foil, plastic, and paper. The result of the study shows that the shelf life of sour curcuma drink in powder form in room temperature (28◦C) obtained in this study are: 96 days on aluminum foil packaging, 84 days on plastic packaging, and 88 days on paper packaging. Therefore, aluminum foil is the best packaging to maintain the longest shelf life compared to plastic and paper. | |
| 4936 | 14751 | C1B010059 | ANALISIS PENGARUH KUALITAS PRODUK CITRA MEREK PENGALAMAN KONSEPTUAL DAN LAYANAN PURNA JUAL TERHADAP NILAI YANG DIRASAKAN PELANGGAN PREFERENSI DAN MINAT MEMBELI ULANG PADA PRODUK NOTEBOOK MEREK SAMSUNG (Studi Kasus di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman) | Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kualitas produk, citra merek, pengalaman konseptual, dan layanan purna jual terhadap nilai yang dirasakan pelanggan, preferensi, dan minat membeli ulang di masa depan. Sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu 140 responden. Analisis data menggunakan analisis Struktural Equation Modelling (SEM). Hasil dari penelitian ini menunjukan kualitas produk memiliki pengaruh positif terhadap nilai yang dirasakan pelanggan, citra merek memiliki pengaruh positif terhadap nilai yang dirasakan pelanggan, pengalaman konseptual memiliki pengaruh positif terhadap nilai yang dirasakan pelanggan, layanan purna jual memiliki pengaruh positif terhadap nilai yang dirasakan pelanggan, selanjutnya nilai yang dirasakan pelanggan memiliki pengaruh yang positif terhadap preferensi dan minat membeli ulang di masa depan | The purpose of this research was to analyze the influence of product quality, brand image, contextual experience, and after sales service to customer perceived value, preference and future buying intentions. The researcher using a sample size of 140 respondents. The sampling techique was purposive sampling. Structural Equation Modelling (SEM) was used to analyze the variable. Based on the result of data analysis, it can be concluded that product quality had positive influence to customer perceived value, brand image had positive influence to customer perceived value, contextual experience had positive influence to customer perceived value, after sales service had positive influence to customer perceived value, while customer perceived value had positive influence to preference and future buying intentions. | |
| 4937 | 14634 | F1A012037 | KAMPUNG BURUH MIGRAN INDONESIA (KBMI) (Studi Deskriptif tentang Peran dan Hambatan KBMI dalam Memberikan Perlindungan dan Pemberdayaan BMI di Desa Tracap Kecamatan Kaliwiro Kabupaten Wonosobo) | Buruh Migran Indonesia (BMI) seringkali rentan menjadi korban trafficking karena mereka minim pengetahuan. Hal ini menjadi salah satu alasan munculnya Kampung Buruh Migran Indonesia (KBMI). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran dan hambatan KBMI dalam memberikan perlindungan dan pemberdayaan kepada BMI di Desa Tracap Kecamatan Kaliwiro Kabupaten Wonosobo. Penelitian ini dilakukan di Desa Tracap Kecamatan Kaliwiro Kabupaten Wonosobo dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sasaran utama dalam penelitian ini adalah pengurus KBMI dan peneliti menggunakan purposive sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dalam penelitian ini menjelaskan bahwa perlindungan terhadap BMI dilakukan saat pra penempatan, saat di negara tujuan serta purna penempatan. Hambatannya yaitu tidak berhasilnya proses kaderisasi sebagai regenerasi organisasi serta tidak bersinerginya antara KBMI dengan pemerintah desa dan pemerintah daerah. Pemberdayaan yang dilakukan KBMI melalui beberapa tahap yaitu identifikasi masalah, pelatihan, implementasi serta tahap evaluasi. Hambatan dalam pemberdayaan ini karena tidak semua peserta yang mengikuti pembekalan mampu mengimplementasikan pelatihan yang diberikan serta KBMI belum bersinergis dengan pemerintah desa maupun pemerintah daerah sehingga menghambat perkembangan organisasi. KBMI hendaknya bersinergi dengan pemerintah desa dan pemerintah daerah serta adanya kaderisasi sebagai media untuk menciptakan penerus organisasi selanjutnya. | Indonesian Migrant Workers (BMI) is susceptible to become the trafficking victims due to their lack knowledge of their rights. This is one reason the appearance of Indonesian Migrant Worker’s Village (KBMI). The purpose of this study to determine the role and constraints of KBMI in providing protection and empowerment to BMI in the Tracap Kaliwiro District of Wonosobo. This research was conducted in Tracap Kaliwiro District of Wonosobo by using descriptive qualitative method. The main target of this research are administrators and researchers KBMI using purposive sampling. Methods of data collection using interviews, observation, and documentation. The results in this study explains that the protection of BMI is done during pre-placement, when the country of destination as well as after placement. The obstacle is not the success of the regeneration process as regeneration organization and no synergy between KBMI with village leader and local government. Empowerment KBMI has been done through several stages of problem identification, training, implementation, and evaluation stage. The obstacles in the empowerment happened because not all participants in the briefing was able to implement the training provided and KBMI not sinergy with the village leaders and local government that is hindering the development of the organization. KBMI should work together with the village government and local governments and regeneration as a medium to create a further organization successor. | |
| 4938 | 14749 | C1B012013 | PENGARUH KOMPENSASI DAN IKLIM ORGANISASI TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi Pada PT POS Indonesia Cabang Purwokerto) | Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kompensasi dan iklim organisasi terhadap kepuasan kerja, untuk mengetahui pengaruh kompensasi, iklim organisasi dan kepuasan kerja terhadap organizational citizenship behavior di PT POS Indonesia cabang Purwokerto dan untuk mengetahui apakah kepuasan kerja memediasi pengaruh kompensasi dan iklim organisasi terhadap organizational citizenship behavior. Sampel dalam penelitian ini ada 56 responden yang merupakan karyawan tetap dari kantor pos cabang Purwokerto. Metode Proporsional Stratified Random Sampling digunakan dalam penentuan sampel. Data dianalisis dengan menggunakan persamaan Partial Least Square (PLS). Hasil ini menunjukkan bahwa kompensasi dan iklim organisasi berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja. Sementara kompensasi dan iklim organisasi tidak berpengaruh terhadap organizational citizenship behavior. Hasil lainnya menunjukkan bahwa kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap organizational citizenship behavior dan kepuasan kerja memediasi (mediasi penuh) pengaruh kompensasi dan iklim organisasi terhadap organizational citizenship behavior. | The purpose of this study to determine the effect of compensation and organizational climate on job satisfaction, to determine the effect of compensation, organizational climate and job satisfaction on organizational citizenship behavior in PT POS Indonesia Purwokerto branch and to test whether job satisfaction mediates the effect of compensation and organizational climate to organizational citizenship behavior. The sample in this study there were 56 respondents who are permanent employees of the post office Purwokerto branch. Proportionate Stratified Random Sampling method is used in the determination of the sample. Data were analyzed using the equation Partial Least Square (PLS). These results indicate that the organizational climate compesation and positive effect on job satisfaction. While compensation and organizational climate had no effect on organizational citizenship behavior. Other results found that job satisfaction has positive influence on organizational citizenship behavior, and job satisfaction mediates (full mediation) the effect of compensation and organizational climate to organizational citizenship behavior. | |
| 4939 | 14752 | H1G011020 | POTENSI LESTARI SUMBERDAYA IKAN TERI (Stolephorus sp.) DI PERAIRAN PANGANDARAN | Ikan teri (Stolephorus sp) merupakan salah satu ikan pelagis yang di tangkap di daerah perairan Pangandaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju eksploitasi dan nilai yield per rekrut ikan teri di perairan Pangandaran. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-September 2015, di perairan Pangandaran, Kota Pangandaran dengan menggunakan metode survei. Data primer yang dikumpulkan adalah panjang total, panjang standar, tinggi dan berat ikan teri. Jumlah sampel yang dikumpulkan selama penelitian adalah 1200 ekor. Data primer dianalisis menggunakan FISAT II dengan metode ELEFAN 1, von Bertalanffy, Berverton dan Holt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai K=0,44/tahun, Linf=9,13 cm, t0=0,5171 tahun, Z=1,521/tahun, M=1,170/tahun dan F=0,352/tahun. Laju eksploitasi ikan teri di Perairan pangandaran sebesar yaitu 0,231, sudah diatas nilai eksploitasi optimum dan nilai potensi lestari adalah nilai (E) diperoleh saat ini sebesar 0,231 dengan Y/R = 0,048 g/rekrut, sedangkan nilai dugaan eskploitasi optimum (E50) = 0,267. Nilai eksploitasi yang diperoleh masih berada dibawah nilai eksploitasi maksimum, hal ini menunjukkan bahwa hasil tangkapan ikan teri di perairan Pangandaran belum mencapai tangkap sudah mencapai tangkap lebih (overfishing). | Anchovy (Stolephorus sp) is one of pelagic fish caught in the water of Pangandaran. This study aims to determinis the rate of Exploration and the value of yield per recruit ancohvy in the waters of Pangandaran. The research was conducted in July- September 2015, in the waters of Pangandaran, Pangandaran City by using the survey method. Primary data collected is the total length, standard length, height and weight of anchovy. The number of samples collected during the study is 1200 tail. Primary data were analyzed using FISAT and the ELEFAN 1 method, von Bertalanffy, Berverton and Holt. The results showed that the value K = 0.44 / year, Linf = 9.13 cm, t0=0,5171 years, Z = 1.521 / year, M = 1,170 / year and F = 0.352 / year. The rate of exploitation of anchovy in the waters pangandaran amounting to between 0,231, already above its exploitation optimum and value sustainable potential is the value ( E ) obtained at this time amounted to 0,231 with Y / R = 0.048 g / recruits , while the value of the alleged exploitation of optimum ( E50 ) = 0.267 , Exploitation value obtained is below the maximum exploitation value , it indicates that the catches of anchovy in the waters of Pangandaran not yet reached the catch has reached overexploitation (overfishing) | |
| 4940 | 14753 | C1B012037 | ANALISIS DAMPAK STOCK SPLIT TERHADAP ABNORMAL RETURN, TINGKAT VOLUME PERDAGANGAN, DAN BID-ASK SPREAD PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2012-2014 | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak stock split terhadap abnormal return, tingkat volume perdagangan, dan bid-ask spread pada perusahaan yang terdaftar di BEI dengan mengambil sampel 21 perusahaan pada periode pengamatan 2012-2014. Dalam penelitian ini variabel independennya adalah pengumuman stock split, dan variabel dependennya adalah abnormal return, volume perdagangan saham, dan bid-ask spread. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah event study. Periode penelitian selama 11 hari, termasuk 5 hari sebelum, 1 hari event, dan 5 hari sesudah event. Sedangkan alat uji yang digunakan adalah uji statistik paired sample t-test dan wilcoxon signed rank test. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan SPSS versi 16.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa abnormal return menurun secara signifikan sesudah stock split, tingkat volume perdagangan meningkat secara signifikan sesudah stock split, dan bid-ask spread meningkat secara signifikan sesudah stock split. | This study aims to analyze the impact of stock split to abnormal return, volume activity, bid-ask spread at the Indonesian Stock Exchange (BEI) by taking a sample of 21 companies in the observation period 2012-2014. In this study the independent variable is the announcement of the stocak split, and the dependent variable are abnormal stock returns, trading volume, and bid-ask spread. The method used in this study is the event study. The event period taken is 11 days including 5 days before, 1 day event, and 5 days after the event. While test equipment is a statistical test useing paired sample t-test and wilcoxon signed rank test. This hypothesis was tested by using SPSS version 16.0. The results showed that abnormal return decreased significantly after stock split, trading volume increased significantly after stock split, and bid-ask spread increased significantly after stock split. |