Artikelilmiahs

Menampilkan 4.821-4.840 dari 48.763 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
482114625G1A012037PENGARUH POLIMORFISME GEN ACTN3 TERHADAP PERUBAHAN KEKUATAN OTOT: Studi pada Mahasiswa Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman yang Menjalani Sprint Interval TrainingKekuatan otot yang baik sangat diperlukan untuk menunjang aktivitas, performa olahraga dan menghindari cedera. Gen ACTN3 diyakini berpengaruh penting terhadap kekuatan otot individu. Gen ACTN3 mengkode pembentukan protein struktural α-aktinin-3 pada serabut otot tipe IIx yang identik dengan kekuatan. Sprint Interval Training (SIT) merupakan metode latihan yang terbukti mampu meningkatkan performa otot individu, meskipun pengaruhnya terhadap peningkatan kekuatan otot berdasarkan polimorfisme gen ACTN3 belum banyak diteliti. Penelitian eksperimental dengan pendekatan pre test dan post test tanpa kelompok kontrol ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh polimorfisme gen ACTN3 terhadap perubahan kekuatan otot setelah menjalani SIT. Sebanyak 30 pria berusia 18 hingga 25 tahun dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) olahraga Universitas Jenderal Soedirman yang aktif secara fisik diambil menjadi subyek penelitian menggunakan metode consecutive sampling. Subyek dibagi ke dalam 3 kelompok genotip berdasarkan tes identifikasi gen ACTN3 dengan metode PCR-RFLP, yakni RR, RX dan XX. Masing-masing kelompok menjalani 3 sesi SIT perminggu selama 5 minggu berturut-turut dengan work to rest ratio (W:R) = 1:8. Data diperoleh dari selisih pengukuran kekuatan otot sebelum dan setelah menjalani seluruh rangkaian SIT dengan menggunakan metode leg strength test. Data dari masing-masing kelompok dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA. Terdapat perbedaan rerata perubahan kekuatan otot yang signifikan pada masing-masing kelompok genotip (p=0,049), dengan rerata perubahan terbesar terjadi pada kelompok RR, yakni 25 ± 21,5 kg. Dengan demikian, terdapat pengaruh polimorfisme gen ACTN3 terhadap perubahan kekuatan otot pada mahasiswa UKM olahraga Universitas Jenderal Soedirman setelah menjalani SIT.
A good muscle strength is needed to support activity, sport performance, and avoid injury. ACTN3 gene is believed to be influential toward individual muscle strength. ACTN3 gene encodes making of α-actinin-3 structural protein on type IIx muscle fiber which is identical with strength. Sprint Interval Training (SIT) is a training method which is proved to increase individual muscle performance, however the effect on muscle stregth increasing based on ACTN3 gene polymorphism hasn’t tested much yet. This experimental research with pre test and post test without control group design was done to understand the effect of ACTN3 gene polymorphism on muscle strength changes after SIT. Thirty men aged 18-25 years old from Student of Sport Activity Unit (UKM) of Jenderal Soedirman University which were physically active were considered as research subjects under consecutive sampling method. Subjects were divided into 3 genotype groups based on gene identification test with PCR-RFLP method, which were RR, RX, and XX. Each of groups completed 5 weeks SIT intervention, 3 sessions per week with work to rest ratio (W:R) = 1:8. Data was collected from the difference of muscle strength measurement before and after completed SIT with leg strength test method. Data of each group was analyzed with One Way ANOVA test. There was a significant difference of muscle strength changes mean on each genotype group (p=0,049), where the biggest changes mean happened in RR group which was 25 + 21,5 kg. Hence, there is an effect of ACTN3 gene polymorphism on muscle strength changes on students of sport activity unit of Jenderal Soedirman University after completed SIT.
482214626A1C109059KAJIAN KELAYAKAN USAHA SALE PISANG UKM ‘‘INDOLIA’’
DESA SIDAREJA KECAMATAN SIDAREJA
KABUPATEN CILACAP
Pisang merupakan tanaman pangan sebagai sumber penghasil bahan baku industri makanan. UKM “Indolia” yang melaksanakan pengolahan pisang menjadi sale dengan skala usaha kecil menengah atau skala rumah tangga, namun manajemen keuangan yang masih sangat sederhana sehingga potensi yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan masih belum optimal, sehingga diperlukan analisis kelayakan usaha. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Menghitung berapa besar biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang di peroleh dalam usaha sale pisang, (2) Mengetahui kelayakan usaha sale pisang pada UKM “Indolia” di Desa Sidareja Kecamatan Sidareja Kabupaten Cilacap secara finansial.
Penelitian dilaksanakan di Desa Sidareja Kecamatan Sidareja Kabupaten Cilacap pada bulan Agustus 2014. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi kasus karena penelitian dilakukan hanya pada UKM ‘’Indolia’’. Pengambilan data dengan cara wawancara, observasi, dan pencatatan data. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis usaha berdasarkan perhitungan biaya, pendapatan dan keuntungan serta Break Even Point (BEP) dan R/C.
Hasil penelitian ini menunjukkan besarnya penerimaan rata-rata produksi sale pisang UKM “Indolia” dari bulan Maret-Agustus tahun 2014 sebesar Rp94.000.000,00 dengan biaya total rata-rata sebesar Rp79.074.786,00 sehingga dapat diketahui pendapatan rata-rata sebesar Rp14.932.714,00 dan usaha sale pisang UKM “Indolia” layak untuk diusahakan, dengan criteria nilai R/C Ratio lebih besar dari satu yaitu 1,20 dan hasil produksi BEP sudah diatas unit (546,54 kg perbulan).
Banana is a crop as a source of raw material food industry. UKM “Indolia” which carry out processing of bananas into sale to the small and medium scale enterprises business scale house stair but financial management is still very simple so that the potential which should be utilized to increase revenue is still not optimal, so that the necessary feasibility analysis. The purpose of this study is (1) Calculate how much it costs and the income earned from the sale of bananas. (2) To assess the feasibility of bananas sale on UKM “Indolia” District Sidareja, Cilacap Regency Financially.
This study conducted in Sidareja in August 2014 by using the method of case study, because the study is only done on UKM “Indolia”. Data collection by interview, observation, and data record. The analytical tool used in this research is the analysis of business based on the calculation of costs, revenues and profits, as well as the Break Event Point (BEP) and R/C.
These result showed the average mount of sale production in UKM “Indolia” during March-August 2014 amounted to Rp94.000.000,00 with an average total cost amounted Rp79.074.786,00 so that it can be seen the average income amounted to Rp14.932.714,00 and the business of sale of bananas UKM “ Indolia” was worth. Companies feasible criteria that the value of R/C Ratio is greater that one , that is 1,20 and the sale of products above the level of the BEP unit (546,54 kg per mont).
482314641H1C012055PREDIKSI DAN ANALISIS KELEMBABAN UDARA DI WILAYAH CILACAP DENGAN MENGGUNAKA METODE ANFIS (ADAPTIVE NEURO FUZZY INFERENCE SYSTEM)Informasi tentang cuaca yang diperkirakan atau yang diprakirakan akan terjadi di waktu berikutnya berguna untuk menetapkan rencana dan pengambilan keputusan untuk penanggulangan dan antisipasi akibat yang berkaitan dengan kondisi cuaca yang akan terjadi. Kelembaban udara merupakan salah satu unsur dari cuaca. Persentase kelembaban udara menjadi tolak ukur kehidupan bagi masing-masing vegetasi, seperti kering, basah, dan sangat basah. Apabila di gunakan dengan benar, maka prediksi kelembaban udara akan sangat bermanfaat baik bagi bidang pertanian agar didapat pemilihan tanaman yang tepat, ataupun bidang transportasi seperti penempatan landasan pacu bagi pesawat terbang, dan lain sebagainya. Untuk itu perlu adanya sistem prediksi persentase kelembaban udara. Prediksi yang dilakukan adalah prediksi berdasarkan urutan waktu (time-series). Metode ANFIS adalah metode yang dapat digunakan untuk memprediksi potensi energi angin, karena kemampuan pendekatan yang baik terhadap ketidak linieran sehingga menghasilkan error yang lebih kecil. Data yang didapatkan dari BMKG diolah menjadi 2 varian yang kemudian akan digunakan untuk merangcang arsitektur ANFIS dengan memberikan variasi pada beberapa variabel seperti masukan, mf_n, mf_type dan epoch. Kemudian ANFIS akan dilatih dan diuji menggunakan data yang telah diolah. Hasilnya arsitektur ANFIS terbaik yang didapat untuk memprediksi kelembaban udara adalah arsitektur dengan 6 data masukan, mf_n=3, mf_type=trapesium dan epoch=75. Lalu memvalidasi hasil pelatihan dan pengujian menggunakan data validasi yang menghasilkan RMSE sebesar 0.6976 untuk single variat. Sedangkan untuk multivariat yaitu arsitektur dengan parameter 2 mingguan, mf_n=2, mf_type=sigmoid biner, dan epoch=100, yang memiliki nilai RMSE=0.8002. akan tetapi arsitektur multivariat tidak dapat digunakan untuk memprediksi kelembaban udara saja. Sehingga prediksi dilakukan dengan model masukan single variat yang menghasilkan prediksi kelembaban udara dari 2016 hingga 2019, dengan rata-rata kelembaban udara nya adalah 79.35100625 %.Information about weather that will predict could happen in the next time useful to set plan and making decision for counter measures and anticipation of result that relevant with weather condition that will happen. Air humidity is one of the element from weather. Air humidity percentage can be benchmark for living things in each vegetation, like dry, wet, and very wet. If it be used correctly, then prediction of air humidity will be very usefull in farming so that can choose the best plant for planting in that time, or in transportation like placement of airport for plane, etc. for that, need presence prediction system for air humidity percentage. Prediction that will done is prediction based on time series. ANFIS method is method that can be used for predict air humidity percentage, because it have a good approaching ability for an unlinear, so that produce less error. Data that available from BMKG be treated to 2 varian, then will used to devise ANFIS architecture with giving variation for several variable like input, mf_n, mf_type and epoch. Then ANFIS will trained and tested with devised data. The best result of ANFIS architecture that be obtained can be used for predict air humidity percentage is architecture with 6 data input with parameter each month, mf_n=2, mf_type=trapezium and epoch=75. Then validate the training result and testing result with validation data that result RMSE is 0.6976 for single variate. While for multivariate model is architecture with parameter each 2 weeks , mf_n=2, mf_type=sigmoid biner , and epoch=100, wich has RMSE value is 0.8002. However multivariate architecture cannot be used just for predict air humidity. So that prediction using single variate input model which result air humidity prediction from 2016 until 2019, with average of air humidity value is 79.35100625 %.
482414627D1E011208HUBUNGAN ORIENTASI WIRAUSAHA DAN MOTIVASI PETERNAK TERHADAP PENDAPATAN PETERNAK SAPI PO KEBUMEN DI KABUPATEN KEBUMENPenelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 20 November tahun 2015 sampai dengan tanggal 15 Januari tahun 2016. Lokasi penelitian berada pada daerah pesisir pantai Kabupaten Kebumen yaitu di Kecamatan Puring, Petanahan, Klirong dan Ambal. Sasaran penelitian yaitu Kelompok Tani Ternak Sapi PO Kebumen, jumlah responden 40 orang. Tujuan penelitian mengetahui tingkat orientasi, tingkat motivasi, tingkat pendapatan peternak Sapi PO Kebumen, dan menganalisis hubungan antara orientasi wirausaha dan motivasi terhadap pendapatan usaha sapi PO Kebumen di Kabupaten Kebumen. Metode penetapan lokasi penelitian menggunakan purposive sampling (sengaja), karena di 4 kecamatan tersebut merupakan sentra pembibitan Sapi PO Kebumen. Metode penetapan sampel menggunakan random sampling yaitu secara acak. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan statistic deskriptif, dan analisis korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat orientasi wirausaha peternak Sapi PO Kebumen berada pada kriteria sedang. Tingkat motivasi peternak Sapi PO Kebumen berada pada kriteria sedang. Tingkat pendapatan peternak Sapi PO Kebumen per tahun berada pada rataan Rp 11.355.400,00. Terdapat hubungan yang sangat erat antara orientasi wirausaha dan motivasi peternak terhadap pendapatan Sapi PO Kebumen.The research had been conducted in Puring, Petanahan, Klirong and Ambal Sub districts from November 20, 2015 to January 15 2016. The research aimed (1) to measure the level of entrepreneurial orientation, motivation, and income of cattle farmers’ (2) to analyze the relationship between the entrepreneurial orientation and motivation of the farmers’ to their income. Fourty respondents in Puring, Petanahan, Klirong and Ambal Sub districts were selected by using random sampling. Descriptive statistic and spearman correlation test were used to describe and analyze the relationship between the entrepreneurial orientation and motivation of the farmers’ to their income. The results showed that the entrepreneurial orientation of the farmers is categorized as moderate. The level of cattle farmers’ motivation was moderate. Meanwhile, the cattle farming has generated an average income of Rp 11.355.400,00 per year. There is a significant relationship between the entrepreneurial orientation and motivation of the farmers with their income.
482514624D1E010082PENGARUH LAMA PEMASAKAN BERTEKANAN TERHADAP KEEMPUKAN DAN TINGKAT KESUKAAN KARKAS MERPATIPenelitian ini bertujuan mempelajari lama pemasakan dengan metode uap air bertekanan terhadap keempukan dan tingkat kesukaan pada karkas merpati. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah 25 ekor merpati jantan. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk mengukur tingkat keempukan daging setelah pemasakan, dan Rancangan Acak Kelompok (RAK) untuk mengukur tingkat kesukaan lewat uji organoleptik kepada 25 panelis semi terlatih. Perlakuan yang digunakan yaitu P1 = pemasakan selama 60 menit, P2 = pemasakan selama 90 menit, P3 = pemasakan selama 120 menit, dan P4 = pemasakan selama 150 menit, setiap perlakuan diulang sebanyak lima kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh perbedaan lama waktu pemasakan bertekanan menggunakan metode uap air terhadap keempukan karkas merpati sampai dengan 150 menit berpengaruh tidak nyata (P > 0,05), dan berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap tingkat kesukaan karkas merpati. Kesimpulkan bahwa lama pemasakan karkas merpati menggunakan pressure cooker sampai dengan 150 menit memiliki keempukan yang relatif sama, tetapi dapat meningkatkan kesukaan karkas merpati.The research aimed to study the duration of cooking with steaming pressure method on the tenderness and preference rate of pigeon carcasses. The materials used in the study were 25 male pigeons. The study was conducted by using an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD) to measure the tenderness of meat after cooking, and Block Randomized Design (BRD) to measure the preference rate through organoleptic tests by 25 semi-trained panelists. The treatments used were P1 = steamed for 60 minutes, P2 = steamed for 90 minutes, P3 = steamed for 120 minutes, and P4 = steamed for 150 minutes, each of which was repeated five times. The results showed that the effect of different pressure duration on the tenderness of the pigeon carcass up to 150 minutes is not effective (P > 0.05), but significants effective (P < 0.05) to increase the preference rate of pigeon carcasses. It could be concluded that the cooking duration of pigeon carcass using a pressure cooker up to 150 minutes can increase the value of the respondents' preferences, although the level of tenderness was not really affected.
482614629C1J012009THE INFLUENCE ANALYSIS OF EXCHANGE RATE, CERTIFICATE OF BANK INDONESIA (SBI) INTEREST RATE, INFLATION, AND DOW JONES INDEX OF JAKARTA COMPOSITE INDEX (JCI) AT INDONESIA STOCK EXCHANGE (IDX) IN 2004-2014 PERIODPasar saham yang tercermin dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki peran penting bagi perekonomian negara karena IHSG merupakan salah satu indikator yang menjadi tolak ukur perkembangan ekonomi nasional. Perkembangan IHSG tersebut tidak lepas dari berbagai faktor internal yaitu makro ekonomi dan faktor eksternal yaitu pengaruh dari negara lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel makro ekonomi dan indeks pasar modal dunia terhadap pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI). Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai tukar, suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI), inflasi dan Dow Jones Indeks (variabel independen) serta IHSG (variabel dependen). Jenis data berupa data sekunder yang diperoleh dari website terkait dengan periode waktu pengamatan yakni mulai tahun 2004 hingga 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah Error Correction Model (ECM).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek inflasi memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap IHSG, serta Dow Jones Indeks memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap IHSG. Adapun nilai tukar memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap IHSG dalam jangka panjang dan memiliki pengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap IHSG dalam jangka pendek. Selain itu, suku bunga SBI memiliki pengaruh negatif dan signifikan dalam jangka panjang, serta memiliki pengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap pergerahan IHSG dalam jangka pendek. Nilai R2 sebesar 0,8661 menunjukkan bahwa variabel independen yang digunakan dalam penelitian telah berkontribusi dalam pembentukan IHSG sebesar 86,61% sedangkan 13,38% kekurangan ditentukan oleh variabel lain di luar model penelitian.
Stock market reflected by Jakarta Composite Index (JCI) has an important role in economy circumstances because JCI is one of the benchmark indicator for national economic development. The JCI development cannot be separated from the various factors, there are from internal factors (macro-economic), and external factors (influence from other countries). This research aimed to analyze the effect of macro-economic variables and global stock market index toward JCI in Indonesia Stock Exchange (IDX). Variables used in this research are; exchange rate, Certificate of Bank Indonesia (SBI) interest rates, inflation and Dow Jones Index (independent variables) and JCI (dependent variable). Type of data in this research is the secondary data which obtained from associated website with the observation period from 2004 to 2014. The method used is an Error Correction Model (ECM).
The results show both in long and short term period inflation has a negative and significant impact toward JCI, as well as the Dow Jones index has a positive and significant impact on JCI both in long and short term period. While the exchange rate has a positive but not significant effect toward JCI in long term period yet has a negative but not significant effect toward JCI in short term period. In addition, SBI interest rate has a negative and significant impact in long term, as well as having a negative but not significant effect toward JCI in short term period. R2 value of this research is amounted to 0.8661, it indicates that the independent variables used in this research has contributed to the establishment of JCI by 86.61%, while 13.38% is determined by other variables outside the research model.
482714630A1M009072EVALUASI PENERAPAN CPPB (CARA PRODUKSI PANGAN YANG BAIK)
PADA SALAH SATU INDUSTRI GETUK GORENG SOKARAJA
Keamanan pangan adalah bagian terpenting dalam industri pangan. Regulasi keamanan pangan untuk Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) di Indonesia telah ada melalui PERKBPOM RI No. HK.03.1.23.04.12.2206 Tahun 2012. Persyaratan keamanan pangan melalui peraturan tersebut dikenal dengan istilah Cara Produksi Pangan Yang Baik (CPPB) Produk-produk IRTP perlu meningkatkan daya saingnya melalui pemenuhan syarat CPPB. Getuk goreng Sokaraja merupakan salah satu produk unggulan dan ciri khas Kabupaten Banyumas dilakukan kajian penerapan CPPB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerapan CPPB di salah satu industri getuk goreng Sokaraja. Penelitian ini ditetapkan dengan menggunakan metode studi kasus melalui analisis deskripsi kualitatif terhadap semua faktor CPPB. Penilaian hasil menggunakan formulir pemeriksaan berdasar PERKBPOM RI No.HK.03.1.23.04.12.2207 Tahun 2012. Hasil evaluasi penerapan CPPB pada salah satu industri getuk goreng Sokaraja berada pada kategori “level IV”, yaitu harus dilakukan audit internal dengan frekuensi tiap hari melalui perbaikan temuan ketidaksesuian. Terdapat ketidaksesuaian tingkat “kritis” berjumlah 2 ( aspek pelabelan pangan dan program pelatihan keamanan pangan); “serius” berjumlah 5 (aspek pencatatan dan dokumentasi, pengendalian proses, kesehatan dan higiene karyawan); “mayor” berjumlah 2 (aspek kesehatan dan higiene karyawan, pemeliharaan dan program higiene dan sanitasi ); dan “minor” berjumlah 1 (aspek pencatatan dan dokumentasi).Food safety is the most important part in the food industry. Food safety regulation for food home-industry in Indonesia has been there through the “PERKBPOM RI No. HK.03.1.23.04.12.2206 Tahun 2012”. Food safety requirements through the regulation known as Good Manufacturing Practices (GMP). The food home-industry products need to improve competitiveness through the fulfillment of the requisite GMP. Getuk goreng Sokaraja is one superior product and Banyumas Regency hallmark conducted the study of the application GMP. This research aims to know the level application GMP of one industry's getuk goreng Sokaraja.The study defined using a case study through the analysis of qualitative description of all factors GMP. The examination form based “PERKBPOM RI No. HK.03.1.23.04.12.2207 Tahun 2012”. The results evaluation application of GMP on an industry getuk goreng Sokaraja is on category "level IV", must be internal audit with a frequency every day through the improvement of discrepancies findings. There are discrepancies, the level of "critical" amounted 2 (food labeling and food safety training program); "serious" amounted 5 (record keeping and documentation, process control, health and hygiene of employee); "major" amounted 2 (employee health and hygiene aspect, maintenance and hygiene and sanitation program); and "minor" amounted 1 (record keeping and documentation).
482814631F1B111041KEBERHASILAN PROGRAM BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN MAHASISWA MISKIN (BIDIKMISI) DI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANPenelitian ini bertujuan untuk mengukur keberhasilan program bantuan biaya pendidikan mahasiswa miskin (Bidikmisi) di Universitas Jenderal Soedirman melalui beberapa dimensi yaitu ketepatan sasaran, ketapatan sosialisasi, ketepatan tujuan dan ketepatan pemantauan. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui pengaruh kejelasan program, kemampuan pelaksana dan respon kelompok sasaran terhadap keberhasilan program Bidikmisi di Universitas Jenderal Soedirman. Teknik analisis data dalam penelitian ini terdiri dari distribusi frekuensi, korelasi product moment, korelasi partial, korelasi ganda, regresi linier sederhana dan regresi ganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa keberhasilan program Bidikmisi di Universitas Jenderal Soedirman berada pada kategori tinggi. Dimensi keberhasilan yang paling tinggi ada pada ketepatan sosialisasi dan dimensi keberhasilan terendah ada pada ketepatan pemantauan. Berdasarkan hasil perhitungan statistik dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kejelasan program, kemampuan pelaksana dan respon kelompok sasaran baik secara parsial maupun simultan terhadap keberhasilan program Bidikmisi di Universitas Jenderal Soedirman.The research aimed to measure the effectiveness of Scholarship Program for Low-income-family Student (Bidikmisi) in Jenderal Soedirman Univesity throught several dimensions such as target group accuracy, socialization accuracy, goals acccuracy and monitoring accuracy.In addition this research also intends to examine the effect of program clarity, implementer’s ability and target group response partially or simultaneously to the effectiveness of Bidikmisi program.Technique of sampling used is stratified proportionate incidental sampling. Data analysis technique used consist of frequency distribution,pearson coeffisient correlation, partial correlation, simultaneause multiple correlation,simple linear regression and simultaneause multiple regression.The results of this research showed that the effectiveness of the Bidikmisi program in Jenderal Soedirman University is in high category with the highest dimension is socialization accuracy and the lowest dimension is monitoring accuracy. From the results of the statistical count is known that there are positive and significant effect both partially and simultaneously between Program Clarity, Implementer’s Ability and Target Group Response to the effectiveness of Bidikmisi program in Jenderal Soedirman University.
482914632A1M009036APLIKASI EDIBLE COATING BERBAHAN DASAR TAPIOKA DENGAN PENAMBAHAN SERAT NANOSELULOSA DAN CITRAL TERHADAP SIFAT FISIK DAN SENSORIS TOMATPermintaan buah tomat meningkat seiring dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk. Upaya untuk menjaga kualitas buah tomat adalah mencegah kerusakan dari proses pematangan dan mencegah mikroba pada buah dengan melakukan pelapisan edible coating yang ditambah dengan serat nanoselulosa dan citral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) pengaruh penambahan serat nanoselulosa pada edible coating terhadap sifat sensoris dan sifat fisik tomat selama
penyimpanan. 2) pengaruh penambahan citral pada edible coating terhadap sifat sensoris dan sifat fisik tomat selama penyimpanan. 3) pengaruh kombinasi perlakuan penambahan serat nanoselulosa dan citral pada edible coating terhadap sifat sensoris dan sifat fisik tomat selama penyimpanan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang dicoba meliputi penambahan serat nanoselulosa (% b/b dari berat kering tapioka) : 0,5%
(N1), dan 1% (N2). Penambahan citral: 0 ppm (C1), 100 ppm (C2) dan 200 ppm (C3). Perlakuan disusun secara faktorial sehingga diperoleh 6 perlakuan ditambah kontrol N0C0 menjadi 7 perlakuan masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah sifat sensoris yang terdiri atas aroma buah, tekstur, warna, keriput dan sifat fisik yang terdiri atas analisis susut bobot . Data kuantitif hasil uji sensoris dan susut bobot dianalisis dengan Uji F (sidik ragam) pada taraf 5% dan apabila terdapat pengaruh yang nyata maka dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan
Multiple Range Test). Hasil Penelitian menunjukan bahwa penambahan serat nanoselulosa 1% merupakan perlakuan terbaik dan dapat memperlambat penurunan tekstur, menahan aroma, memperlambat pengeriputan, dan menekan susut bobot. Penambahan citral 200 ppm merupakan perlakuan terbaik dan dapat menahan aroma. Hasil Penelitian menunjukan bahwa penambahan serat nanoselulosa 1% dan citral 200 ppm merupakan perlakuan terbaik dengan nilai slope yang terendah pada penahanan aroma, dan perlambatan periputan.
Increased population has resulted in increasing demand on tomatoes. Efforts to maintain the quality of tomatoes is to prevent maturation process and prevent microbial damages by coating on the fruit trough edible coating which coupled with nanoselulosa fiber and citral. This study aimed to determine: 1) the effect of adding fiber nanoselulosa on edible coating in the sensory and phsycal properties of tomato during storage. 2) the effect of adding citral on edible coating in the sensory and phsycal properties of tomato during storage. 3) the combined effect of the addition fiber nanoselulosa and citral on edible coatingin the sensory and phsycal properties of tomato during storage. This study was an experimental study using a randomized block design. Factors to be tested include the addition of fiber nanoselulosa (% w / w of dry weight tapioca): 0.5% (N1), and 1% (N2). The addition of citral:0 ppm (C1), 100 ppm (C2) and 200 ppm (C3). Treatment factorial treatments 6 treatments in order to obtain control plus N0C0 into 7 treatments each treatment was repeated 3 times. Variables were observed in this study were, the sensory properties consisting of fruit aroma, texture, shrinkage, color, and physical properties consist of the analysis of weight loss and. Data quantitative sensory test results and weight loss were analyzed by F test (ANOVA) at 5% level, and if there are any real effect then continued with DMRT (Duncan Multiple Range Test). Results showed that the addition of fiber nanoselulosa 1% is the best treatment and may slow the decline of texture, hold of aroma, slowing wrinkling, and pressing more weight loss. The addition of 200 ppm citral is the best treatment and can hold scent and slow down the wrinkling. Results showed that the addition of fiber nanoselulosa 1% and 200 ppm citral is best treated with a slope value of the lowest in the aroma, dan wrinkle.
483014612E1A012157TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PEMBERIAN GARANSI BANK DALAM PEMBORONGAN PEKERJAAN OLEH PT. BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) Tbk. CILEGONTinjauan Yuridis Terhadap Pemberian Garansi Bank dalam Pemborongan Pekerjaan oleh PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Cilegon
Oleh:
Yosi Putri Erdiana
E1A012157

ABSTRAK

Pemberian suatu Garansi Bank mensyaratkan adanya kontra garansi. Kontra Garansi Bank yang sering diterapkan oleh BTN Cilegon adalah kontra garansi full cover dan kontra garansi penjaminan asuransi. Secara khusus Garansi Bank diatur didalam Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia Nomor 23/88/KEP/DIR tentang Pemberian Garansi oleh Bank.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan hukum dan perlindungan hukum yang diberikan kepada Obligee didalam pemberian Garansi Bank tanpa melalui perantara asuransi (kontra garansi full cover) dan melalui perantara asuransi (kontra garansi penjaminan asuransi.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif. Data sekunder dan data primer yang telah dikumpulkan diolah dan disajikan dalam bentuk teks naratif. Metode analisis data yang digunakan ialah metode normatif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya perbedaan hubungan hukum dalam pemberian Garansi Bank tanpa melalui perantara asuransi (kontra garansi full cover) timbul dari 2 (dua) perjanjian sedangkan didalam pemberian Garansi Bank melalui perantara asuransi (kontra garansi penjaminan asuransi) adanya pihak baru yang muncul, sehingga terdapat hubungan hukum yang timbul dari 3 (tiga) perjanjian, dikarenakan keduanya merupakan dua transaksi penjaminan yang berbeda. Dalam hal perlindungan hukum yang diberikan kepada Obligee baikdalam pemberian Garansi Bank tanpa melalui perantara asuransi (kontra garansi full cover) dan melalui perantara asuransi (kontra garansi penjaminan asuransi adalah sama, yaitu memperoleh perlindungan dari KUHPerdata, Undang-Undang Perbankan, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan, dan Undang-Undang Perlindungan Konsumen.

Kata Kunci : Jaminan, Pemborongan Pekerjaan, Garansi Bank, Asuransi
Judicial Review Of Granting BankGuarantee In Outsourcing By PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Cilegon
By:
Yosi Putri Erdiana
E1A012157

ABSTRACT


Granting a Bank Guarantee requires counter guarantee. Counter guarantee which are commonly implemented by BTN Cilegon are full cover counter guarantee and insurance underwriting counter guarantee. Bank Guarantee specifically regulated under the Decree of Directors of Bank Indonesia Number 23/88/KEP/DIR concerning Granting Bank Guarantee by the Bank.
The purpose of this study is to analyze the legal relation and legal protection which is given to obligee in granting Bank Guarantee without intermediary through insurance (full cover counter guarantee) and with intermediary through insurance.
This study use a normative juridical approach. Secondary data and primary data that has been collected are processed and presented in the form of narrative text. The data analysis method used is a qualitative normative method.
The results show that there is a difference in the legal relation between granting Bank Guarantee without intermediary through insurance (full cover counter guarantee) and granting Bank Guarantee with intermediary through insurance (insurance underwriting counter guarantee), because both of them are two different guarantee transactions. In granting a Bank Guarantee without intermediary through insurance (full cover counter guarantee), there is a legal relation that came by 2 (two) agreements, while in granting Bank Guarantee with intermediary through insurance (insurance underwriting counter guarantee) appearly a new party, so that the legal relation came by 3 (three) agreements. In the term of legal protection that is given to Obligee both in granting a Bank Guarantee without intermediary through insurance (full cover counter guarantee) and granting Bank Guarantee with intermediary through insurance (insurance underwriting counter guarantee) are same, which get protection by the code of civil law, the Banking Act, Regulation of Otoritas Jasa Keuangan (OJK), and the Consumer Protection Act.
Keys: Protection, Outsourcing, Bank Guarantee, Insurance
483114633A1L012043UJI METABOLIT SEKUNDER DUA ISOLAT Trichoderma sp. TERHADAP PENYAKIT KRESEK DAN HASIL PADI VARIETAS IR-64Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan metabolit sekunder dua isolat Trichoderma sp. untuk mengendalikan penyakit kresek serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi varietas IR-64 di lapangan. Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, dan lahan padi Desa Tambaksogra Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, mulai dari September 2015 sampai Januari 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yaitu dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri atas kontrol, metabolit sekunder Trichoderma sp. isolat jahe, isolat bawang merah, gabungan isolat jahe dan bawang merah, serta bakterisida (berbahan aktif streptomisin sulfat 7%). Variabel yang diamati yaitu masa inkubasi, intensitas penyakit, laju infeksi, selisih tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah anakan, bobot tanaman segar dan basah, waktu berbunga pertama kali, jumlah gabah per malai, bobot 1000 butir gabah per rumpun, bobot gabah basah dan kering per rumpun serta analisis jaringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metabolit sekunder Trichoderma sp. isolat bawang merah dan jahe baik secara tunggal maupun gabungan berpotensi menunda masa inkubasi 8,82-11,7%, menekan intensitas penyakit 39,98-41,67% dan laju infeksi 19,56-22,23%, meningkatkan selisih jumlah daun 52,86-56,47%, hasil gabah 8,02-8,49 t/ha dan senyawa fenol, namun belum mampu meningkatkan selisih jumlah anakan, bobot tanaman segar dan kering. Penerapan tunggal metabolit sekunder Trichoderma sp. isolat bawang merah dan jahe memberikan potensi terbaik mempercepat waktu berbunga pertama kali 2,28-3,26%, menambah selisih tinggi tanaman 9,87-10,04%, jumlah gabah per malai 3,34-6,43%, bobot 1000 butir per rumpun, 7,28-19,76%, bobot gabah basah dan kering per rumpun masing-masing 4,93-11,4% dan 5,81-12% serta meningkatkan senyawa fenol pada jaringan tanaman dibandingkan dengan kontrol. This research aimed to test secondary metabolites ability of two Trichoderma sp. isolates toward bacterial leaf blight and its influence on the growth and yield of rice IR-64 variety in the field. This research was conducted at the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, and in the rice field at Tambaksogra Village, Sumbang Subdistrict, Banyumas Regency, from September 2015 to January 2016. Randomized block design was used with 5 treatments and 5 replications. The treatments were control, secondary metabolite of Trichoderma sp. ginger isolate, shallot isolate, and their combination and bactericide (with active ingredient of 7% streptomycin sulfate). Observed variables were incubation period, disease intensity, infection rate, different crop height, number of leaves and tillers, fresh and dry weight of crop, earlier flowering, number of grains per panicle, weight of 1000 grains per clump, and fresh and dry weight of grain per clump, and tissue analysis. Result of the research indicated that the secondary metabolite of Trichoderma sp. ginger and shallot isolates either alone or in combination potentially delay the incubation period of 8.82-11.7%, reduce the disease intensity as 39.98-41.67%, reduce the infection rate as 19.56-22.23%, and increase different number of leaves 52.86-56.47%, grain yield 8,02-8,49 t/ha and phenolic compound, but did not increase different number of tillers and fresh and dry weight of crop. Application of the secondary metabolites from both isolates alone was the best treatment to fasten earlier flowering as 2.28-3.58%, to increase different crop height 9,87-10,04%, to increase number of grains per panicle 3,34-6,43%, to increase weight of 1000 grains per clump 7.28-19.76%, fresh and dry weight of grain per clump of 4.93-11.4%, and 5.81-12%, respectively and to increase phenolic compound in the crop tissue compared to control.
483214445G1A012095Perbedaan Tingkat Stres antara Narapidana Pria dan Wanita di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I dan IIA Kota BandungLatar Belakang: Lembaga pemasyarakatan (lapas) merupakan tempat untuk melaksanakan pembinaan terhadap orang-orang yang dijatuhi hukuman penjara (narapidana) berdasarkan keputusan pengadilan. Lama masa hukuman dan terisolasinya mereka dari lingkungan luar memberikan dampak psikologis yang cukup besar pada kesehatan mental para narapidana, diketahui bahwa kehidupan di lapas merupakan stressor yang menempati posisi paling tinggi dalam kehidupan seorang narapidana. Perbedaan jenis kelamin dimungkinkan akan mempengaruhi tingkat stres pada narapidana.
Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan tingkat stres antara narapidana pria dan wanita di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I dan IIA Kota Bandung.
Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel penelitian adalah 124 narapidana, terdiri dari 62 narapidana pria dan 62 narapidana wanita di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I dan IIA Kota Bandung yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data penelitian diperoleh dari hasil pengukuran tingkat stres menggunakan kuesioner Social Readjusment Rating Scale (SRRS). Analisis data yang digunakan adalah uji Chi square.
Hasil: Dari 124 responden, 52,4% mengalami stres berat. Responden wanita yang mengalami stres berat sedikit lebih tinggi dibandingkan responden pria, yaitu 31 responden pria (50,0%) dan 34 responden wanita (54,8%). Hasil uji Chi square menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat stres antara narapidana pria dan wanita dengan nilai p=0,715.
Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat stres antara narapidana pria dan wanita di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I dan IIA Kota Bandung.
Background: Prison is a place to improve sentenced people (prisoners) based on trial decision. Length of punishment and isolated circumstances gives psychological effect that affects on mental health of the prisoners, live a life inside a prison is known as the higher stressor for prisoners. Gender difference is predicted to affect stress level of the prisoners.
Objective: This research aimed to understand the difference of stress level between men prisoners and women prisoners in Class I and IIA Prison, Bandung.
Method: This research was an analytic observational with cross sectional approach. Sample was 124 prisoners consist of 62 men and 62 women in Class I and IIA Prison, Bandung who completed inclusion and exclusion criterias. Research data was collected from stress level measurement questionnaire which was Social Readjustment Rating Scale (SRRS). Data analyzed by Chi square.
Result: There were 52,4% of prisoners that diagnosed has high stress level throughout 124 respondens. This study has shown that women prisoners has suffered higher stress level (54,8%) than 31 men prisoners (50,0%). The result showed there was no significant difference on stress level between men and women prisoners with p value p=0,715.
Conclusion: The conclusion is there is no significant difference on stress level btween men and women prisoners in Class I and IIA Prison, Bandung.
483314636H1E011009PEMBUATAN UNIT PEMANTAU TEMPERATUR, KELEMBABAN DAN TEKANAN UDARA PADA RUANGAN LABORATORIUM FISIKA DASARUnit pemantau variabel udara berupa temperatur, kelembaban dan tekanan udara menggunakan sensor DHT11 dan BMP085 telah dibuat. Nilai variabel udara ini bisa ditampilkan secara bergantian otomatis pada display dengan menggunakan Arduino. Karakterisasi variabel udara dilakukan masing – masing sensor. Karakterisasi sensor DHT11 berupa besaran suhu dibandingkan dengan termometer air raksa untuk mengukur ruangan dan termometer analog dalam pengujian. Sensor tersebut juga mengukur besaran kelembaban dibandingkan dengan hygrometer ruangan dan hygrometer analog untuk pengujian. Karakterisasi sensor BMP085 untuk tekanan udara dibandingkan dengan barometer untuk pengujian dan pengujian ruangan. Hasil pengukuran variabel udara dalam ruangan dengan keadaan STP, memperlihatkan nilai Temperatur terukur memiliki rata- rata sebesar (30.46 - 30.49℃), kelembaban sebesar (58.85 - 58.89 %) dan tekanan udara (13,99 – 14,63 psi). Sedangkan hasil pengujian sensor terkarakterisasi, memperlihatkan nilai akurasi tertinggi sebesar 86,04%, error terkecil adalah 12,57% saat temperatur 32,2˚C. Akurasi tertinggi sebesar 80,91%, error terkecil adalah 13,14% saat kelembaban udara sebesar 64,0% dan akurasi tertinggi sebesar 95,66%, error terkecil adalah 4,05% saat tekanan udara 14,55 psi.



Monitoring unit of air condition such as temperature , humidity and air pressure has been made using sensors DHT11 and BMP085. All of these variables are displayed in sequence automatically using arduino. Characterization is performed for each sensors. DHT11 sensor is characterized by comparing it with mercury thermometer and analog thermometer. DHT11 as humidity sensor also compared to analog hygrometer. BMP085 as air pressure sensor is calibrated with analog barometer. All measurement are conducted in Laboratory room at STP condition. The result are as follow average temperature is (30.46 - 30.49℃), humidity is (58.85 - 58.89 %) and air pressure is (13.99 – 14.63 psi). The measurement also shows that the high accuracy is 86.04 %, the lowest error is 12.57%, at temperature measurement point of 32.2˚C. Highest accuracy is 80.91%, the lowest error is 13.14%, at humidity measurement point of 64.0% and higest accuracy is 95.66%, the lowest error is 4.05%, at air pressure measurement point of 14.55 psi.


483414646A1C011055Analisis Kelayakan Finansial Industri Tapioka di Usaha Dagang Istamar Tapioka Desa Gumelar Kecamatan Gumelar Kabupaten BanyumasUD Istamar Tapioka merupakan industri tapioka yang memanfaatkan ketersediaan ubi kayu untuk peluang usaha agar dapat memperoleh manfaat yang menguntungkan. Keputusan investasi dalam usaha ini harus dibuat dengan tepat agar memenuhi standar kriteria penilaian investasi. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui arus biaya dan penerimaan industri tapioka di UD Istamar Tapioka, 2) menganalisis kelayakan finansial industri tapioka di UD Istamar Tapioka, 3) menganalisis tingkat sensitivitas industri tapioka di UD Istamar Tapioka terhadap perubahan pada harga jual dan harga bahan baku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan September 2015 sampai dengan Oktober 2015. Analisis data yang digunakan adalah Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net B/C, dan analisis sensitivitas menggunakan dua skenario yaitu penurunan harga jual sebesar 7,7% dan kenaikan harga bahan baku sebesar 9,2%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa di UD Istamar Tapioka memperoleh rata-rata arus penerimaan dalam satu tahun yaitu Rp1.769.179.678,00 yang lebih besar dari rata-rata arus biaya dalam satu tahun yaitu Rp1.489.925.311,00. Tingkat suku bunga yang dipakai adalah 13%. Industri Tapioka di UD Istamar Tapioka dinyatakan layak yang ditunjukkan dengan nilai NPV sebesar Rp496.170.321,00, IRR sebesar 29,08%, dan Net B/C sebesar 1,87. Analisis sensitivitas pada penurunan harga jual sebesar 7,7% dinyatakan tidak layak yang ditunjukkan dengan nilai NPV sebesar Rp(1.468.447,26), IRR sebesar 12,93%, dan Net B/C sebesar 0,998. Analisis sensitivitas pada kenaikan harga bahan baku sebesar 9,2% dinyatakan tidak layak yang ditunjukkan dengan nilai NPV sebesar Rp(2.714.143,29), IRR sebesar 12,90%, dan Net B/C sebesar 0,996.Trade business (UD) Istamar Tapioka constitute tapioca industry is that take advantage of the availability of cassava for business opportunities in order to obtain lucrative benefits. An investment decision in this business shall be made by right to fulfill standard the criteria for assessing which investment. This research aim to: 1) know the costs and revenues of the tapioca industry in UD Istamar Tapioka, 2) analyze feasibility financial of the tapioca industry in UD Istamar Tapioka, 3) analyze levels of sensitivity of the tapioca industry in UD Istamar Tapioka on changes by selling prices and raw material prices.This research used the case study method. The data collected on September 2015 until October 2015. The data analysis used the Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net B/C ratio, and analysis sensitivity used the two scenario that on the decrease in selling prices of 7,7% and on the increase in raw material prices of 9,2%.The research results show that in UD Istamar Tapioka have the average of inflow in a year that Rp1.769.179.678,00 greater than average of outflow in a year that Rp1.489.925.311,00. Interest rates used 13%. Tapioca industry in UD Istamar Tapioka be declared worthy of demonstrated by NPV value of Rp496.170.321,00, IRR that 29,08%, and Net B/C that 1,87. The sensitivity analysis on the decrease in selling prices of 7,7% be declared did not worthy of demonstrated by NPV value of Rp(1.468.447,26), IRR that 12,93%, and Net B/C that 0,998. The sensitivity analysis on the increase in raw material prices of 9,2% be declared did not worthy of demonstrated by NPV value of Rp(2.714.143,29), IRR that 12,90%, and Net B/C that 0,996.
483514638E1A012348PERANAN OTOPSI FORENSIK TERHADAP PUTUSAN BEBAS DALAM TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 226/Pid.Sus/2011/PN.Kds)Seiring berkembangnya ilmu, kasus-kasus tindak pidana yang terjadi semakin beragam, sehingga proses menentukan kebenaran materiil terhambat karena mengalami kesulitan dalam melakukan pemeriksaan alat bukti. Dengan adanya Pasal 120, 133 dan 180 KUHAP penyidik maupun hakim dapat meminta bantuan kepada ahli. Salah satunya mengenai pemeriksaan Otopsi atau bedah mayat guna kepentingan peradilan. Seperti dalam Putusan Pengadilan Nomor 226/Pid.Sus/2011/PN.Kds terdapat Visum Et Repertum Nomor 4228/MPA3b/VII/ yang menyatakan bahwa korban didiagnosa cedera otak berat dan tidak ditemukan memar atau luka pada korban serta tidak dicantumkan kesimpulan karena tidak dilakukannya otopsi atau bedah mayat padahal dengan dilakukannya otopsi dapat diketahui sebab kematian secara pasti. Peranan otopsi forensik diatur dalam Pasal 134 KUHAP, Pasal 222 KUHP, Pasal 3 dan Pasal 6 Instruksi Kapolri No.Pol INS/E/20/IX/75. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode pendekatan yuridis normatif. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka yang berhubungan dengan permasalahan yang akan diteliti. Berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Kudus Nomor 226/Pid.Sus/2011/PN.Kds, dimana hakim memutus terdakwa anak tidak terbukti secara sah dan meyakinkan sesuai dengan Pasal 80 ayat (1) dan (3) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sesuai Pasal 183 dan Pasal 184 Kitab Undang-Undang Hukum acara Pidana (KUHAP). Hakim memutus berdasarkan alat bukti keterangan saksi, Visum Et Repertum, dan keterangan terdakwa.

Kata Kunci : Peranan Otopsi Forensik, Pembuktian, Putusan Bebas, Tindak Pidana Penganiayaan
Science progress, causing criminal acts more diverse, so it make more difficult to determining the truth material because there is a trouble in conducting the examination of evidence. The Article 120, 133 and 180 KUHAP makes the investigators and judges may have ask for help to the experts. One of it was about the autopsy for the interests of Court of Justice. Based on Court of Justice Decision Number 226/Pid.Sus/2011/PN.Kds there is a Visum Et Repertum Number 4228/MPA3b/VII/ declare that the victim get a brain injury and found no bruises or cuts on the victim and also there is no conclusions because they do not do an autopsy whereas with doing an autopsy we can know what is the factor that cause of death. The role of forensic autopsy be regulated in Article 134 KUHAP, Article 222 KUHP, Article 3 and 6 Instructions Kapolri No.Pol INS/E/20/IX/75. This study used a qualitative method with juridical normative approach. The data source used are literature relating to the issues. Based on Court of Justice Decision Number 226/Pid.Sus/2011/PN.Kds judgess decide the child defendant not legally proven and convincingly accordance with Article 80 Paragraph (1) and (3) The Law Number 23 of 2002 about Child Protection corresponding with Article 183 and 184 KUHAP. Judges decide based on evidence of witness explanation, Visum Et Repertum, and defendant explanation.

Keyword: The Role of Forensic Autopsy, verification, Acquittal Decision, Crime of Persecution.
483614637H1C012017ANALISIS DAN PENGUJIAN SOLVER
UNTUK KINEMATIKA BALIK PADA KAKI ROBOT 4 DOF
Kinematika balik merupakan salah satu penentu kualitas gerakan robot. Untuk menjamin kualitas gerakan robot, perlu dipastikan bahwa solver kinematika balik yang digunakan sesuai dengan kemampuan pemrosesan dari pengendali yang digunakan. Selain itu, peningkatan efektivitas dan optimasi program perlu dilakukan agar proses yang dilakukan dapat berjalan dengan cepat dan dihasilkan trajectory yang baik. Berangkat dari permasalahan tersebut, penulis melakukan pengujian terhadap solver kinematika balik Trigonometri Analitis dan FABRIK dengan menerapkannya ke dalam sistem kaki robot 4 DoF. Kedua solver yang dipilih dianalisis secara matematis, dikonversikan ke dalam kode sumber dan diterapkan ke dalam pengendali gerakan kaki robot. Hasil dari penerapan kemudian dianalisis keandalannya. Pengujian yang dilakukan menggunakan MATLAB terhadap Solver Trigometri Analitis menghasilkan error sebesar 0 cm dan rerata waktu di bawah 0.1 detik, sedangkan pengujian menggunakan Arduino menghasilkan rerata error 3.324 cm dengan rerata waktu eksekusi di bawah 1 detik. Solver FABRIK yang diuji memiliki error sebesar 2.615 cm dengan waktu 3.095 detik pada MATLAB, dan error 4.29 cm dengan waktu 8.4 detik pada Arduino.Inverse kinematics is one of important factors that determine the robot motion quality. In order to assure the good quality of robot motion, the system needs inverse kinematics solver that match computing ability of the processor. Efectivity and optimization improvement is also needed so inverse kinematics process can be done within acceptable time limit and excellent trajectories can be generated. This thesis is presented to solve these mentioned problems, by analyzing and testing two selected inverse kinematics solvers : The Analytical Trigonometry and FABRIK. After implementing these two solvers to the designated 4 DoF robot leg system, we can determine which is the better solver to use. The Analytical Trigonometry and FABRIK are analyzed mathematically, converted to programs and implemented to the hardware to control the robot leg motion. Implementation results are then compared between these two solvers. The test results show that Analytical Trigonometry produced nearly 0 cm average error with less than 0.1 second average execution time using MATLAB, and produced 3.324 cm average error with less than 1 second average execution time using Arduino. FABRIK test results are 2.615 cm average error with 3.095 seconds average execution time in MATLAB, and 4.29 cm average error with 8.4 seconds average execution time in Arduino.
483714639H1C012021PERANCANGAN SISTEM LOCALIZATION, MAPPING DAN PATH PLANNING DENGAN METODE SLAM ALGORITHM DAN DISTANCE TRANSFORM
PADA MOBILE ROBOT
Melihat kurang efektifnya penerapan SLAM algorithm dalam sistem localization dan mapping yang masih menggunakan metode penelusuran reaktif serta terbatasnya penerapan algoritma distance transform dalam sistem path planning yang hanya dapat digunakan pada map-based planning, maka pada penelitian ini penulis akan menggabungkan kedua sistem tersebut. Prinsip kerja sistem yaitu sistem akan memetakan sebuah peta input yang berperan sebagai simulasi lingkungan pada dunia nyata. Sebuah simulasi sensor sonar 360 derajat akan melakukan propagasi untuk melakukan deteksi obstacle dan free-space pada peta input. Data sensor berupa jarak akan digunakan sebagai dasar penentuan lokasi robot sementara dan pembangunan peta sementara. Selanjutnya, berdasarkan peta sementara yang telah dibangun simulasi mobile robot akan menentukan titik tujuan sementara dan menggunakan hasil jalur terpendek dari sistem path planning untuk menuju titik tersebut. Mobile robot akan melakukan pengulangan sistem localization, mapping dan path planning sampai seluruh peta terpetakan. Pada penelitian ini hasil sistem menunjukan bahwa sistem localization membuat robot mampu menentukan posisinya bergantung pada area yang sudah terpetakan dan secara bertahap memperbaiki posisinya ketika area yang terpetakan bertambah. Pada sistem mapping robot mampu memetakan lingkungan dengan tingkat akurasi mencapai 100 % selama lingkungan mungkin untuk ditelusuri. Pada sistem localization robot mampu mengetahui posisi bergantung cakupan area yang telah dipetakan dan akan sesuai dengan orientasi global ketika ukuran lingkungan telah diketahui. Sementara pada sistem path planning, sistem mampu menghasilkan koordinat-koordinat sebagai jalur collision-free robot dengan jarak yang terus berkurang tiap langkahnya dengan waktu komputasi bergantung ukuran peta masukan.According to the ineffectiveness of SLAM algorithm implementation in localization and mapping system that still use reactive method and the limited implementation of distance transform algorithm in path planning system that only can be used in map-based planning, so this thesis try to accomplish effective algorithm in mapping system by combining path planning system which is distance transform algorithm in to localization and mapping system which is SLAM algorithm. The simulation of the system was done in Matlab by robot try to map the binary input map as representation of environment in the real world. Robot will sense its environment and get the distance data by simulate adjustable distance sensor that propagate 360 degree. The distance data will be converted in to free space and obstacle coordinate. This coordinate will be used as reference for robot to localize and build temporary map. According to temporary map, an algorithm will be used to determine temporary goal. Meanwhile, path planning system which is distance transform will provide the shortest collision-free path for robot to reach its temporary goal. These step which are sensing, localization, mapping and path planning will be repeated until all reachable unknown environment is covered while SLAM algorithm synchronize each temporary map so the map of environment can be built. The result of the system simulation shows that the mapping system is able to map the static unknown environment with 100 % accuracy in the term of size, obstacle and free space recognition as long as all part of environment can be covered or reachable. Meanwhile, the localization system is able to localize robot position depend on area that already covered by robot and will gradually correct its localization in line with how success robot seize its environment. In other hand, path planning system show that the distance transform can provide the coordinate of the collision-free path that executable for the mobile robot with distance that always decrease each step and time computation depend on the size of input map.
483814647H1C012014PREDIKSI DAN ANALISIS CURAH HUJAN DI WILAYAH CILACAP DENGAN METODE ANFIS (ADAPTIVE NEURO FUZZY INFERENCE SYSTEM)Informasi tentang cuaca yang diperkirakan atau yang diprakirakan akan terjadi di waktu berikutnya berguna untuk menetapkan rencana dan pengambilan keputusan untuk penanggulangan dan antisipasi akibat yang berkaitan dengan kondisi cuaca yang akan terjadi. Hujan merupakan fenomena alam yang dampaknya terasa langsung oleh manusia dalam beraktifitas. Manusia menggunakan air hujan secara beragam sebagai penyedia air guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ketika ketersediaan air hujan berlebihan atau terlalu sedikit maka akan menimbulkan permasalahan yang serius. Untuk itu perlu adanya sistem prediksi curah hujan. Prediksi yang dilakukan adalah prediksi berdasarkan urutan waktu (time-series). Metode ANFIS adalah metode yang dapat digunakan untuk memprediksi curahh hujan, karena kemampuan pendekatan yang baik terhadap ketidak linieran sehingga menghasilkan error yang lebih kecil. Data yang didapatkan dari BMKG diolah menjadi 2 varian yang kemudian akan digunakan untuk merangcang arsitektur ANFIS singlevariate dan multivariate dengan memberikan variasi pada beberapa variabel seperti masukan, mf_n, mf_type dan epoch. Kemudian ANFIS akan dilatih dan diuji menggunakan data yang telah diolah. Hasilnya arsitektur ANFIS terbaik yang didapat untuk memprediksi curah hujan yaitu arsitektur dengan 3 data masukan, mf_n=3, mf_type=product of two sigmoid dan epoch= 100. Lalu memvalidasi hasil pelatihan dan pengujian menggunakan data validasi yang menghasilkan RMSE sebesar 8,7497.Information about weather forecast is useful to set a plan and decision-making for the prevention and to anticipate the weather effect. Rain is a natural phenomenon that impact directly to human activities. Humans use rainwater variously as a provider of water for daily needs. The excess of rainwater will cause serious problem and so will the less. We need a system rainfall prediction. Prediction is done by prediction based on the sequence of time (time-series). ANFIS method is a method that can be used to predict rain, because it has a good approachment to non nonlinearity and result a smaller error. Data from BMKG processed into two variants which be used to design ANFIS singlevariate and multivariate architecture with variations on several variables such as input, mf_n, mf_type and epoch. Then ANFIS will be trained and tested using the data that has been processed. The best ANFIS architecture to predict the rainfall is the architecture with three input data, mf_n = 3, mf_type = product of two sigmoid and epoch = 100. Then validate the results using the validated data which produce RMSE 8.7497.
483914640E1A011060Tinjauan Yuridis Terhadap Kebijakan System Payment Point Online Bank dalam Pembayaran Melalui ATM dan Phone Banking Ditinjau dari Undang - Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan KonsumenPenggunaan teknologi di perbankan relatif lebih maju dibandingkan sektor lainnya. Berbagai jenis teknologi diantaranya meliputi ATM dan Phone Banking. Layanan yang telah digunakan oleh lembaga perbankan yang menggunakan sistem internet adalah System Payment Point Online Bank. Menurut Keputusan Direksi PLN No. 021.K/0599/DIR/1995 tanggal 23 mei 1995 tentang Pedoman dan Petunjuk Tata Usaha Pelanggan dan Edaran Direksi PT. PLN (Persero) No. 010.E/012/DIR/2002 tanggal 29 Juni 1984 tentang Penyelenggaran Bank dan PT. Pos Indonesia diberikan kewenangan untuk memberikan jasa dalam lalu lintas Pembayaran Payment Point Online Bank, yang artinya adalah layanan pembayaran rekening listrik pelanggan PLN secara online melalui jasa bank.
Penelitian ini disusun menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan menggambarkan suatu objek atau peristiwa. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa buku literatur, peraturan perundang-undangan dan dengan cara studi pustaka, yaitu dengan menginventarisasi data tersebut yang kemudian disajikan dalam bentuk uraian sistematis. Data yang diperoleh dianalisa dan dijabarkan berdasarkan norma hukum yang berkaitan dengan objek penelitian.
PT. PLN APJ Purwokerto dan Bank mitranya sudah melaksanakan perlindungan hukum terhadap nasabah dalam System Payment Point Online Bank dalam bentuk pemberian kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam melakukan transaksi sesuai dengan Pasal Pasal 4 huruf a Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 dan Pasal 3 Peraturan Bank Indonesia Nomor 16/1/PBI/2014, PT. PLN APJ Purwokerto juga menyediakan informasi mengenai Payment Point Online Bank, sesuai dengan Pasal 4 huruf a dan c Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 dan Pasal 11 Peraturan Bank Indonesia Nomor 16/1/PBI/2014.
Kata Kunci: ATM, Phone Banking, Payment Point Online Bank, PT. PLN APJ Purwokerto.
The use of telecommunications and information in banking relatively more advanced than other sectors. Various types of technology including ATM and Phone Banking. One service that has been used by various industries and even banking institutions that use Internet banking in modern information and technology systems are System Payment Point Online Bank. According to the Decision of the Board of Directors PLN No. 021.K/0599/DIR/1995 date may, 23 1995 on Guidelines and Instructions Customer Administration and Circular Directors PT. PLN (Persero) No.010.E/012/DIR/2002 date Juny, 29 1984 about organizing The Bank and PT. Pos Indonesian is authorized to provide services in the traffic Payment Payment Point Online Bank, which mean electricity bill payment services PLN customers online through bank services.
This research is compiled using normative juridical approach to describe an object or event. The data used are secondary data from literature books, legislation and by way of literature. Namely the inventory data, which is then presented in the form of systematic description. The data obtained were analyzed and elaborated by legal norms relating to the object of research.
PT. PLN APJ Purwokerto and partners Bank Payment Point Online Bank has been implementing legal protection to customers in the System Payment Point Online Bank in the form of comfort, security, and safety in the transaction Payment Point Online Bank corresponding with Article 4 paragraph a of Law Number 8 of 1999 and Article 3 Bank Indonesia Regulation Number 16/1 / PBI / 2014. It can be seen from their legal protection on Self Regulation and Government Regulation, PT. PLN APJ Purwokerto has also provided information on the implementation of System Payment Point Online Bank. This is in accordance with Article 4 letter a and c of Law No. 8 of 1999 and Article 11 of Bank Indonesia Regulation Number 16/1 / PBI / 2014. It can be seen from the PT. PLN APJ Purwokerto provide information about Payment Point Online Bank to customers through print and online media as well as through the website.
Keynote: ATM, Phone Banking, Payment Point Online Bank, PT. PLN APJ Purwokerto.
484014642H1H012025KAJIAN RETENSI PROTEIN DAN EFISIENSI PAKAN IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) YANG DIBUDIDAYAKAN PADA PADAT TEBAR TINGGI DENGAN SISTEM BIOFLOKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh padat penebaran tinggi ikan lele dumbo yang dipelihara dengan sistem bioflok terhadap retensi protein dan efisiensi pakan. Menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan ulangan individu (ikan). Perlakuan yang diujikan adalah padat tebar berbeda dalam media bioflok P1 (1000 ekor/m3), P2 (1500 ekor/m3), P3 (2000 ekor/m3) dan P4 (ekor/m3). Hewan uji menggunakan benih ikan lele dumbo dengan berat individu sebesar ± 1 - 3 gram. Benih lele dipelihara dalam kolam bundar dengan volume air ±2000 L selama 40 hari dan pemberian pakan 3% dari biomassa dengan frekuensi pemberian 2 kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padat penebaran tidak berpengaruh nyata terhadap retensi protein (P>0,05) tetapi memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan mutlak (P<0,05). Retensi protein yang dicapai pada P1, P2, P3 dan P4 berturut - turut adalah 22,65±1,87%, 45,78±7,73%, 41,75±5,22% dan 41,24±3,14%. Efisiensi pakan pada P1, P2, P3 dan P4 berturut - turut adalah 121,49±2,04%, 110,57±3,40%, 111,15±0,87% dan 117,12±2,25%. Pertumbuhan mutlak dapat dicapai berturut - turut adalah 4,6866±2,04 g, 5,4594±3,40 g, 3,8478±0,87 g, 4,127±2,25 g. pH, suhu, oksigen terlarut masih berada dalam kondisi optimal, namun ammonia, nitrit dan nitrat belum optimal.This study was performed to determine the effect of rearing high stocking density with biofloc technology on protein retention, and feed efficiency. This study used a completely random design with 4 treatments and replications individual (fish). The treatments tested were different stocking densities in bioflok technology which are P1 (1000/m3), P2 (1500/m3), P3 (2000/m3) and P4 (2500/m3). Animal trials using catfish seed (C. gariepinus) with an average individual weight of ± 1 - 3 g. Catfish seeds reared in circular pool with a volume of 2000 L of water for 40 days and feeding ratio 3% of the weight of biomass with feeding frequency 2 times a day. The result of the study showed that different stocking densities in biofloc technology have not significant effect (P>0.05) on protein retention, the study showed that different stocking densities in biofloc technology have a significant effect (P<0.05) on absolute growth. Protein retention achieved in treatment P1, P2, P3 and P4, were 22,65±1,87%, 45,78±7,73%, 41,75±5,22% and 41,24±3,14%. Feed efficiency on treatment P1, P2, P3 and P4 respectively, 121,49±2,04%, 110,57±3,40%, 111,15±0,87% dan 117,12±2,25%, respectively absolute growth of treatment P1, P2 P3, and P4 were 4,6866±2,04 g, 5,4594±3,40 g, 3,8478±0,87 g, 4,127±2,25 g. pH, temperature dissolved oxygen are optimal condition but ammonia, nitrat and nitrit not yet for Clarias gariepinus.