Artikelilmiahs
Menampilkan 4.781-4.800 dari 48.763 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 4781 | 14577 | F1B010031 | PENGARUH KOMPETENSI DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL PADA KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN CIREBON | Pegawai Negeri Sipil adalah pelayan masyarakat yang tentunya berfungsi memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Untuk dapat melayani masyarakat dengan baik Pegawai Negeri Sipil harus lah mempunyai Profesionalisme dalam bekerja. Instansi pemerintah dalam hal ini Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon terus Berupaya untuk dapat memberikan pelayanan yang Profesional kepada masyarakat, oleh karena itu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon terus berbenah dalam memperbaiki Kekurangan-kekuranganya hal ini termasuk sumber daya manusia itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pengaruh kompetensi (X1) terhadap kinerja (Y), besarnya pengaruh Motivasi (X2) terhadap kinerja (Y), dan besarnya pengaruh kompetensi (X1) dan motivasi (X2) terhadap kinerja (Y) di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, untuk mengetahui adakah pengaruh dari variabel kompetensi dan motivasi terhadap kinerja Pegawai. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan keseluruhan jumlah Pegawai Negeri Sipil di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon. metode pengumpulan data menggunakan kuisioner, dan observasi. Sasaran dalam penelitian ini adalah Pegawai Negeri Sipil di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon. Berdasarkan hasil yang di dapatkan dari uji regresi ordinal menunjukan bahwa dari dua variabel yang terdiri dari kompetensi dan motivasi berpengaruh positif terhadap kinerja. Hal ini membuktikan bahwa semua variabel independen mempunyai pengaruh positif terhadap variabel dependen yaitu kinerja Pegawai. | Civil Servants is a public servant who would serve to provide maximum service to the community. To be able to serve the community by both the Civil Service should be the one to have professionalism in the work. Government agencies in this regard the Ministry of Religious Affairs Cirebon Regency continue Attempts to provide professional services to the public, therefore Ministry of Religious Affairs Cirebon Regency continue to improve in correcting this deficiency including human resources itself. The purpose of this study was to determine the effect of competence (X1) on the performance (Y), the effect of motivation (X2) on the performance (Y), and the effect of competence (X1) and motivation (X2) on the performance (Y) at the Ministry religion Cirebon. The method used in this research is quantitative method to know is there any effect of variable competence and motivation on the performance of Employees. The samples in this study using a whole number of Civil Servants in the Ministry of Religious Affairs Cirebon Regency. methods of data collection using questionnaires, and observations. The target in this study is the Civil Service in Ministry of Religious Affairs Cirebon Regency. Based on the results in getting from ordinal regression analysis showed that the two variables consisting of the competence and motivation positive effect on performance. This proves that all the independent variables have a positive effect on the dependent variable is the performance of Employees. | |
| 4782 | 14578 | C1C011016 | PENGARUH PENGUNGKAPAN SUSTAINABILITY REPORT TERHADAP NILAI PERUSAHAAN | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengungkapan sustainability report beserta masing – masing aspek kinerjanya terhadap nilai perusahaan. Indeks pengungkapan Sustainability Report mengikuti pedoman yang dibuat oleh Global Reporting Initiative (GRI) yaitu G3.1 dan G4 Guidelines yang terdiri dari tiga aspek kinerja utama yaitu kinerja ekonomi, kinerja lingkungan dan kinerja sosial. Dalam penelitian ini, populasi data yang digunakan adalah perusahaan yang menerbitkan Sustainability Report dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia, pengumpulan data menggunakan metode random sampling. Sebanyak 100 perusahaan dengan total 300 sampel dari tahun 2012 – 2014 digunakan sebagai data penelitian. Analisis data menggunakan analisis regresi dan lolos uji asumsi klasik, kemudian pengujian hipotesis menggunakan metode regresi sederhana dan berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan Sustainability Report memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa pengungkapan Sustainability Report yang dilakukan perusahaan mempengaruhi nilai perusahaan tersebut. Pengungkapan kinerja lingkungan dan sosial dalam Sustainability Report memiliki hubungan yang signifikan terhadap nilai perusahaan, namun pengungkapan aspek kinerja ekonomi tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap nilai perusahaan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa secara parsial aspek kinerja lingkungan dan sosial yang terdapat dalam Sustainability Report mempengaruhi nilai perusahaan. Kata kunci: pengungkapan sustainability report, pengungkapan kinerja ekonomi, pengungkapan kinerja lingkungan, pengungkapan kinerja sosial, nilai perusahaan. | SUMMARY This research aims to analyze the impact of Sustainability Report Disclosure and each of its performance aspects on firm value. The index of Sustainability Report Disclosure follows the guidelines from Global Reporting Initiative (GRI), G3.1 and G4, both consist of three main aspects which are Economic performance, Environment performance and Social performance. In this research, the data population taken from companies that publishes Sustainability Report and listed into Indonesia Stock Exchange, then data collected by using random sampling method. There are 100 companies with total 300 samples starts from 2012 - 2014 used as research data. Data is analyzed by using regression analysis and further tested classical assumption test, whereas hypotheses is tested by using single and multiple regression method. The result of this research shows that Sustainability Report Disclosure have significant impact on firm value. This results shows that Sustainability Report Disclosure published by companies have impact on firm value itself. The disclosure of Environment Performance and Social Performance of Sustainability Report have significant relation on firm value, meanwhile The disclosure of Economy Performance does not have significant relation on firm value. This results shows that The disclosure of Environment Performance and Social Performance of Sustainability Report have impact on firm value. Keywords: Disclosure Sustainability Report, economic performance disclosure, environmental performance disclosure, social performance disclosure, firm value. | |
| 4783 | 14579 | F1D010060 | PEMBERDAYAAN MASYARAKAT OLEH LPPSLH DALAM MEMANDIRIKAN MASYARAKAT PETANI GULA KELAPA DI KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini berjudul “Pemberdayaan Masyarakat Oleh LPPSLH dalamMemandirikan Masyarakat Petani Gula Kelapa Di Kabupaten Banyumas”. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan tentang pemberdayan masyarakat petani gula kelapa di Kabupaten Banyumas, serta melihat sejauh mana peran dan strategi antara LPPSLH dan pemerintah setempat dalam membantu masyarakat petani gula kelapa agar mandiri dalam membudidayakan gula kelapa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Untuk menjamin validitas data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LPPSLH dan Pemda mampu bekerjasama dalam memberdayakan sumberdaya alam yang ada di Kabupaten Banyumas dan berhasil memasarkan produksi gula kelapa hingga keluar negeri. Peran LPPSLH dan Pemerintah daerah khususnya Disperindagkop adalah sebagai mitra untuk bekerja sama dalam pengembangan industri gula kelapa atau yang dikenal dengan gula semut ini dalam rangka pemberdayaan masyarakat menuju masyarakat sejahtera. Selain itu, adanya program produksi gula kelapa semut ini diharapkan mampu mencukupi kebutuhan gula nasional. Dalam mengembangkan industri gula kelapa tersebut maka strategi yang dapat dicapai antara lain, pelatihan, pemberian modal usaha, pemasyarakatan standarisasi mutu, perlindungan harga, pembentukan dan pembinaan melalui koperasi industri gula kelapa dan pembinaan kelompok asosiasi petani gula kelapa dan yang terakhir adalah pengembangan pola kemitraan. Adapula beberapa upaya pengembangan industri gula semut di wujudkan dengan memberikan bantuan alat produksi dan sarana rumah produksi.strategi pemberdayaanmasyarakat desa khususnya membantu mengembangkan daya saing masyarakat petani gula kelapa untuk kesejahteraan ekonomi. Peran LPPSLH dalam mengembangkan ekonomi petani gula kelapa di Kabupaten banyumas. Keterlibatan pemerintah daerahkhususnya Disperindagkop adalah sebagai mitra untuk bekerja sama dalam pengembangan industri gula kelapa atau yang dikenal dengan gula semut ini dalam rangka pemberdayaan masyarakat menuju masyarakat sejahtera | This study entitled "Community Empowerment By LPPSLH in Coconut Sugar Farmers Society's independence in Banyumas". This study aims to understand and describe the empowerment of community coconut sugar farmers in Banyumas, as well as see the extent to which the roles and strategies between LPPSLH and local authorities in helping people to become independent of coconut sugar farmers in the cultivation of palm sugar. The method used is descriptive qualitative method with case study approach. To ensure the validity of the data, this study uses data triangulation technique. The results showed that LPPSLH and able to work in empowering local government natural resources that exist in the district of Banyumas and successfully market the production of coconut sugar to get out of the country. The role of local government in particular LPPSLH and Disperindagkop is as a partner to cooperate in the development of palm sugar industry or sugar ants, known to this in order to empower the community toward a prosperous community. In addition, the program ant palm sugar production is expected to fulfill the needs of the national sugar. In developing the sugar industry coconuts the strategy can be achieved among other things, training, provision of venture capital, correctional standardization of quality, price protection, establishment and development through cooperative industrial of palm sugar and coaching a group of associations palm sugar farmers and the last one is the development of partnership. There are alsosomesugar industrydevelopment effortswere embodiedby providingproduction equipment andmeans ofproduction houses. community empowermentstrategiesin particular helpeddeveloppalmsugarfarming communitiesforeconomic prosperity.LPPSLHrolein developing theeconomyof coconutsugar farmersin the district ofBanyumas.The involvement oflocal governmentsin particularDisperindagkopisas apartner to cooperatein the development ofpalmsugar industryorsugar ants, known tothisin order to empowerthe communitytoward a prosperous community. | |
| 4784 | 14586 | D1E012063 | PENGGUNAAN SINBIOTIK DALAM RANSUM TERHADAP KONVERSI PAKAN DAN INCOME OVER FEED COST (IOFC) AYAM LOKAL JANTAN | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan sinbiotik dalam ransum ayam Lokal jantan terhadap konversi pakan dan Income Over Feed Cost (IOFC). Materi yang digunakan adalah ayam Sentul jantan umur delapan minggu sebanyak 60 ekor. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental in vivo dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diuji adalah penggunaan sinbiotik terdiri atas R0 (tanpa sinbiotik), R1 (penggunaan sinbiotik 2%), R2 (penggunaan sinbiotik 4%), R3 (penggunaan sinbiotik 6%). Peubah yang diukur adalah konversi pakan dan Income Over Feed Cost. Rataan konversi pakan hasil penelitian R0, R1, R2, R3, berturut-turut adalah 6,26, 5,96, 5,91, 4,76. Rataan Income Over Feed Cost R0, R1, R2, R3, berturut-turut adalah Rp. 5.974,57, Rp. 5.443,33, Rp. 6.289,36, Rp. 5.617,28. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan sinbiotik dalam ransum ayam Lokal jantan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konversi pakan dan Income Over Feed Cost. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan sinbiotik dalam ransum ayam Lokal menghasilkan konversi pakan dan Income Over Feed Cost ayam Lokal umur delapan minggu yang relatif sama. | The purpose of this research is to investigate the influence of using sinbiotic in Local roosters’ diet on the feed conversion and the Income Over Feed Cost (IOFC). The materials used were 60 Sentul rooster aging eight week old. This research was conducted by invivo experimental method, using a Completely Randomized Desidn (CRD). The tested treatments were R0 (without sinbiotik), R1 (2% sinbiotik), R2 (4% sinbiotik), and R3 (6% sinbiotik). The research variables were the feed conversion and the Income Over Feed Cost. The average values of the feed conversion were, respectively, 6,26, 5,96, 5,91, 4,76 for R0, R1, R2, R3. The average values of the Income Over Feed Cost were, respectively, Rp. 5.974,57, Rp. 5.443,33, Rp. 6.289,36, Rp. 5.617,28 for R0, R1, R2, R3. The results of the analysis showed that the use of sinbiotic in the diet of Local rooster had no significant (P>0,05) effects on the feed conversion and Income Over Feed Cost (IOFC). The conclusion of this research is that the use of sinbiotik in diet of the eight weeks Local rooster produces a relatively same value of the feed conversion and Income Over Feed Cost | |
| 4785 | 14580 | C1C012081 | Pengaruh Agresivitas Pajak, Tunneling Incentive, Debt Covenant dan Mekanisme Bonus Terhadap Keputusan Transfer Pricing Perusahaan Manufaktur yang Listing di Bursa Efek Indonesia | Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris pengaruh agresivitas pajak, tunneling incentive, debt covenant dan mekanisme bonus terhadap keputusan transfer pricing.Hipotesis yang diajukan adalah agresivitas pajak, tunneling incentive, debt covenant dan mekanisme bonus berpengaruh meningkatkan keputusan transfer pricing.Penelitian ini menggunakan data sekunder dari laporan tahunan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2014.Metode yang digunakan untuk menentukkan sampel penelitian adalah metode purposive sampling, sehingga diperoleh 48 sampel perusahaan.Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi logistik biner.Hasil penelitian menunjukkan bahwa agresivitas pajak dan tunneling incentive berpengaruh meningkatkan keputusan transfer pricing.Sedangkan debt covenant dan mekanisme bonus tidak berpengaruh meningkatkan keputusan transfer pricing. | This research aimed to provide an empirical evidence of the effect of tax aggressiveness, tunneling incentive, debt covenant and bonus mechanism on transfer pricing decision. The hypothesis is tax aggressiveness, tunneling incentive, debt covenant and bonus scheme has influence for improving the decision of transfer pricing. This research using secondary data from annual report of manufacture companies that listed at Indonesian Stock Exchange in 2014. Sample selection was using purposive sampling method with final sample 48 in observation. Data analysis in this research using binary logistic regression with program SPSS 17.0 for windows. The result shows that tax aggressiveness and tunneling incentive has influence for improving decision of transfer pricing. While, debt covenant and bonus mechanism hasn’t influence for improving of decision transfer pricing. | |
| 4786 | 14581 | D1E011039 | PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI JENIS PAKAN KOMERSIAL TERHADAP BOBOT BADAN AKHIR DAN INCOME OVER FEED COST AYAM KAMPUNG SUPER | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai jenis pakan komersial terhadap bobot badan akhir dan income over feed cost ayam Kampung Super. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 April 2015 sampai 15 Juni 2015 di Desa Kebumen Kecamatan Bturaden. Materi yang digunakan adalah 100 ekor ayam Kampung Super. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, yang dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diuji adalah berbagai jenis pakan Komersial yang terdiri dari P1 (PRO P-1), P2 (CP 511 ), P3 ( 201 BC), dan P4 ( BR-1). Data dianalisis dengan menggunakan analisis variansi. Hasil analisis variansi menujukan bahwa perlakuan berbagai Jenis Pakan Komersial berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot badan akhir dan income over feed cost Ayam Kampung Super. Dari hasil penelitian diperoleh rataan bobot badan akhir masing-masing perlakuan adalah PRO P-1 (828,0±36,09 gram), CP 511 (884,2±99,78 gram), 201 BC (708,0±86,50 gram) dan BR-1 (829,6±74,33 gram) dan rataan income over feed cost masing-masing perlakuan adalah badan akhir dan income over feed cost, bobot badan akhir masing-masing perlakuan adalah PRO P-1 (RP 10.299,68±912,00), CP 511 (RP 12.006,00± 2990,34), 201 BC (RP 11.523,60±2186,22) dan BR-1 (RP 11.410,60±2101,59). Kesimpulan bahwa pemberian perlakuan berbagai jenis pakan komersial pada ayam Kampung Super menghasilkan bobot badan akhir dan income over feed cost yang relatif sama. | The aims of this research was to know the influence of the provision of various types of feed body weight commercial to the end and income over feeds cost chicken super. Research carried out on April 15th 2014 to June 15th 2015 in the village kebumen kecamatan bturaden .Matter used is 100 chickens their super .This research uses experimental methods , designed use design random complete ( ral ). Those who tested is various types of feed commercial consisting of (PRO P-1), P2 (CP 511 ), P3 ( 201 BC), and P4 ( BR-1). Data analyzed by using analysis variansi .The results of the analysis variansi are showing that treatment various types of feed commercial influential not real (P>0.05 ) of body weight the end and income over feeds cost chicken super.The research obtained rataan body weight the end of each the treatment PRO P-1 ( 828,0 ± 36,09 grams ), CP 511 ( 884,2 ±99,78 grams ), 201 BC ( 708,0 ± 86,50 grams ) and BR-1 ( 829,6 ±74,33 grams ) and rataan income over feeds cost each treatment are the end and income over feeds cost, body weight the end of each the treatment is PRO P-1 ( rp 10.299,68 ± 912,00 ), CP 511 ( rp 12.006,00 ± 2990,34 ), 201 BC ( rp 11.523,60 ± 2186,22 and BR-1 ( rp 11.410,60 ± 2101,59 ).Conclusion that the treatment various types of feed commercial in Super Native chicken produce body weight the end and income over feeds cost the same. | |
| 4787 | 14583 | E1A012047 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP NASABAH PENGGUNA JASA LEMBAGA PEGADAIAN DI KABUPATEN INDRAMAYU | Lembaga Pegadaian menjadi satu-satunya lembaga yang memberikan jasa pemberian pinjaman kepada masyarakat dengan sistem gadai dan mempunyai Visi untuk membantu masyarakat dalam hal keuangan. Lembaga Pegadaian merupakan BUMN yang memberikan jasa gadai kepada masyarakat, di mana jasa Pegadaian ini berorientasi pada jaminan, yang berguna untuk mengatasi agar masyarakat yang membutuhkan uang tidak jatuh ke tangan para pelepas uang atau tukang ijon atau tukang rentenir yang bunganya relatif tinggi. Tingginya animo masyarakat terhadap lembaga pegadaian, sayangnya tidak disertai dengan perlindungan hukum yang mumpuni, di PT Pegadaian (Persero) cabang Jatibarang Kabupaten Indramayu sendiri pernah terjadi kasus dimana nasabah komplain mengenai kerusakan barang jaminan, hal tersebut berpotensi menimbulkan suatu kerugian terhadap nasabah.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Perlindungan Hukum terhadap Nasabah Pengguna Jasa Lembaga Pegadaian khususnya dalam Hal kenyamanan dan kemanan serta ganti kerugian di Lembaga Pegadaian cabang Jatibarang Kabupaten Indramayu. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (Statute Approach) yang bersifat deskriptif. Sumber data penelitian ini menggunakan data sekunder dari bahan kepustakaan yang didukung dengan data primer dari hasil wawancara. Data diuraikan dalam bentuk teks naratif secara sistematis. Metode anailisis yang digunakan adalah metode normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlindungan hukum yang berkaitan dengan kemanan dan kenyaman serta ganti kerugian nasabah telah di berikan oleh PT Pegadaian (Persero). Bentuk perlindungan hukum tersebut terdiri dari Asuransi barang jaminan nasabah, pensegelan barang jaminan, pengecekan barang jaminan, adanya peningkatan sarana dan prasarana yang dilakukan oleh PT Pegadaian (Persero) baik peningkatan secara fasilitas maupun kualitas pegawai. Sistem pengaduan pelanggaran oleh Nasabah dapat melalui berbagai sarana salah satunya adalah Whistle Blowing System. | Pegadaian is an Indonesian government-owned corporation (BUMN) which has a monopoly on fiduciary service through pawning system and a vision to help society in finance. It also has an obligation to support government programme in the effort to increase mid to low class society welfare through main activity of pawning credit distribution, therefore it can avoid the society from illegal moneylender with high interest. Unfortunately this positive backwash is not accompanied by a qualified legal protection. The PT Pegadaian (Persero) branch office in Jatibarang Kabupaten Indramayu has some complaints records due to the damage of collateral which leads to costumers’ dissatisfaction.This study is aimed to find out the legal protection of Pegadaian costumers, particularly in terms of comfort, security, and compensation in Pegadaian branch office in Jatibarang, Kabupaten Indramayu. This study used normative juridical method with descriptive statue approach. The research data were collected by using secondary data from literature review and supported by primary data from interview. The data were also described in systematic narrative text and analysed by normative qualitative method.The results showed that the legal protection in regard to comfort, security, and compensation has been given by PT Pegadaian (Persero). It consists of collateral protection insurance, collateral withdrawal the improvement of facilities and the quality of employees. Complaint system of violation by costumers can be organised through various way such as Whistle Blowing System. | |
| 4788 | 14584 | H1L011010 | RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI KEPEGAWAIAN BERBASIS WEB (STUDI KASUS PD. BKK PURWOKERTO SELATAN) | Seiring dengan berkembangnya perusahaan, maka jumlah pegawai pun terus bertambah. Hal ini menyebabkan meningkatnya beban pengelolaan data kepegawaian. Apalagi dengan digunakannya proses pengelolaan secara manual. Sistem informasi merupakan salah satu bentuk perkembangan teknologi di bidang teknologi informasi. Penggunaan sistem informasi akan mendukung terwujudnya manajemen informasi yang baik. PD. BKK Purwokerto Selatan sering mendapatkan masalah dalam pengelolaan data kepegawaiannya, terutama ketika proses kenaikan pangkat dan gaji pegawai. Proses tersebut seringkali terlambat karena pengelola lupa. Sistem informasi kepegawaian yang terkomputerisasi dapat menjadi solusi dari masalah tersebut. Metode yang digunakan dalam pembangunan sistem ini adalah Waterfall. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan studi literatur. Perancangan sistem dengan metode pemrograman berorientasi objek dan menghasilkan dokumentasi perancangan berupa Unified Modelling Language (UML) yang meliputi use case diagram, sequence diagram, conceptual data model, dan data flow diagram. Penulisan kode program menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan framework Codeigniter dan DBMS Mysql. Sistem yang telah berhasil dikembangkan diimplementasi sehingga dapat membantu pengelolaan data kepegawaian di PD. BKK Purwokerto Selatan. | Along with the development of the company, the number of employees continues to grow. It increase the load of employee information management. Moreover, with the use of manual management processes. The information system is the one of technological developments on the information technology. The use of information systems will creates a good information management. PD. BKK Purwokerto Selatan has problems in their employee data management, especially the promotion process of employee and salary. The process is often delayed because the management forgets the due date. Computerized personnel information system could be the solution of the problem. The software development life cycle used on this project is Waterfall. Interviews and literature studies were used to collect the data and information. System was designed with the object-oriented programming methods and generate documentation in the form of Unified Modeling Language (UML), which includes use case diagrams, sequence diagrams, conceptual data modeling, and data flow diagrams. The program coded using PHP with CodeIgniter framework and MySQL as the database management sysyem. The system has been developed and successfully implemented to assist the management of personnel data in PD. BKK Purwokerto Selatan. | |
| 4789 | 14585 | F1C012080 | Kesenjangan Kepuasan Mahasiswa UKM Ecolens Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Dalam Memenuhi Kebutuhan Informasi Pariwisata Melalui Program Acara Reality Show My Trip My Adventure di TRANS TV | Media televisi merupakan media yang menghadirkan perbedaan, khususnya dalam proses komunikasi yang bersifat massa. Perkembangan industri pertelevisian di Indonesia membuat semakin beragamnya minat masyarakat terhadap kebutuhan akan informasi. Mahasiswa sebagai khalayak yang sadar dalam hal mengkonsumsi media, terkadang memerlukan kebutuhan akan hiburan ataupun informasi. Salah satu kebutuhan yang sedang banyak dicari oleh mahasiswa adalah kebutuhan informasi pariwisata. Salah satu program acara yang menyajikan informasi pariwisata adalah program acara reality show My Trip My Adventure di TRANS TV. Seperti yang diungkapkan teori Uses and Gratification bahwa dalam menggunakan media, khalayak selalu memiliki motif sebelum menonton My Trip My Adventure (Gratification Sought) dan merasakan kepuasan setelah menonton My Trip My Adventure (Gratification Obtained). Antara kepuasan yang dicari dan yang diperoleh tersebut, terkadang memunculkan kesenjangan. Hal ini lah yang mendasari penelitian ini. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui kesenjangan kepuasan antara motif dan kepuasan yang diperoleh dalam memenuhi kebutuhan informasi pariwisata melalui program acara reality show My Trip My Adventure. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan berlandaskan paradigm positivistik dan menggunakan kuesioner yang disebarkan pada 35 orang mahasiswa UKM Ecolens Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed. Hasil dari penelitian ini adalah pertama, penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan rata-rata kepuasan antara yang dicari dan yang diperoleh yang ditunjukkan pada hasil uji t -2.302 < -2,711 < 2.031. Kedua, diperoleh hasil nilai rata-rata GS (M=55.94 Std. Deviasi: 7.215) lebih kecil dari GO (M=57.54 Std. Deviasi: 6.679) yang menunjukkan bahwa terjadi kesenjangan kepuasan positif (GS<GO). Ketiga, berdasarkan hasil uji kesenjangan dari 15 item menunjukkan bahwa program acara My Trip My Adventure dapat memenuhi kebutuhan responden yang ditunjukkan pada presentase tingkat pemenuhan sebesar 84.41%. | Television is one of media that offers difference, especially in mass communication process. Development of television industry in Indonesia contributes in varying people’s interest of information needs. Students as aware public in consuming media need for more entertainment fulfilling or tourism information need. One TV show that offers tourism materials is My Trip My Adventure reality show in Trans TV. As mentioned in Uses and Gratification Theory, people have motives before watching My Trip My Adventure (Gratification Sought) and will feel satisfaction after watching My Trip My Adventure (Gratification Obtained). There is usually occurring discrepancy between the gratification sought and gratification obtained, which is the basic of this study. This study is aimed to understand the satisfaction discrepancy between motives and the obtained satisfaction in fulfilling needs of tourism information when watching My Trip My Adventure reality show. This study uses quantitative method which is based on positivism paradigm. Questionnaire is used for collecting data from 35 members of UKM Ecolens Faculty of Economic and Business Unsoed. There are some results of this study. First, it is found there is difference in average sought and obtained satisfaction, which is found from t-test -2.302 < -2.711 < 2.031. Second, it is found that GS average value (M=55.94 Deviation std.: 7.215) is less than GO (M=57.54 Deviation std.: 6.679) which shows that there is positive discrepancy (GS<GO). Third, based on the discrepancy test of 15 items shows that My Trip My Adventure can fulfill respondents’ needs which is shown with fulfilling percentage level on 84.41%. | |
| 4790 | 14589 | G1A011110 | HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KONVERSI SPUTUM PADA AKHIR PENGOBATAN FASE INTENSIF PASIEN TB PARU BTA + KASUS BARU DI RSUD PROF DR MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang merupakan salah satu masalah kesehatan yang penting di dunia. Salah satu indikator keberhasilan pengobatan TB paru adalah terjadinya konversi sputum menjadi negatif dalam waktu 2 bulan pengobatan. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya konversi pada pasien TB paru, salah satunya ialah status gizi pasien yang dapat diukur dengan Indeks Massa Tubuh (IMT). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan konversi sputum pada akhir pengobatan fase intensif pasien TB paru BTA + kasus baru di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan kohort retrospektif dengan besar sampel 40 responden. Analisis bivariabel dilakukan dengan uji Chi-square. Penelitian ini telah disetujui oleh Komisi Etik Penelitian Kedokteran Fakultas Kedokteran Unsoed. Terdapat hubungan yang signifikan (p<0,05) antara status gizi dengan konversi sputum dengan resiko relatif sebesar 2,06, yang berarti pasien dengan status gizi buruk lebih beresiko 2,06 kali lebih besar untuk tidak terjadi konversi dibandingkan pasien dengan status gizi yang baik. | Tuberculosis is an infectious disease caused by the Mycobacterium tuberculosis. Tuberculosis was concerned as one of the biggest health problem in the world. Sputum conversion at early 2 months of medication was mentioned as the indicator of the successful medication. There were many factors influencing the sputum smear conversion, one of them was the nutritional status measured by the Body Mass Index (BMI). The aim of this study was to analyze the relationship between nutritional status and sputum smear conversion at early 2-months medication of tuberculosis patient with sputum smear positive in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. This was an observational analysis with retrospective cohort approach with total 40 subjects participating. Bivariable analysis was done by using Chi-square analyisis. This study was approved by the Research Ethics Comitee of FK Unsoed. There was a significant relationship of nutritional status and sputum smear conversion of tuberculosis patient. (p<0,05). The relative risk was 2,06. It meant that patient with poor nutritional status had 2,06 times larger risk to have conversion failure than patient with good nutritional status. | |
| 4791 | 14549 | H1E011016 | PENDUGAAN BIDANG GELINCIR TANAH LONGSOR DENGAN METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS (Studi kasus di Daerah Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara) | Tanah longsor merupakan perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan atau material campuran yang bergerak ke bawah atau keluar lereng. Salah satu hal yang terpenting dalam tanah longsor yaitu adanya bidang gelincir. Metode geolistrik konfigurasi Wenner dan Schlumberger digunakan untuk menentukan bidang gelincir gerakan tanah di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara pada 3 titik lintasan pengukuran. Dalam penelitian ini didapatkan nilai V (potensial), I (arus) dan K (faktor geometri) yang digunakan untuk menghitung nilai resistivitasnya. Pemodelan lapisan bawah permukaan dilakukan dengan menggunakan metode Least-Square Inversion pada software Res2Dinv. Hasil interpretasi menunjukan bahwa pada daerah tersebut memiliki 3 buah lapisan yang sama secara berturut-turut yaitu tanah penutup, pasir lempungan, dan tufan. Pada dua lintasan (A dan B) Konfigurasi Wenner menunjukan bahwa bidang gelincir berupa batu lempung tufan pada kedalaman lapisan (± 7 - ±24,5) m dibawah permukaan tanah. Pasir lempungan di atas bidang gelincir merupakan lapisan yang potensial menyimpan air, apabila curah hujan tinggi air akan terakumulasi dan dapat membuat lapisan tersebut kehilangan gaya ikat (kohesi). Hal ini dapat menyebabkan lapisan bergerak menuruni lereng. | Landslides is the displacement of the slope-forming material in the form of rocks, soil debris material or mixture of materials that move down or off the slopes. One of the most important things in a landslide is slip plane. Geoelectric method Wenner and Schlumberger configuration is used to determine the slip surface ground motion in the Dusun Jemblung Sampang Village, District Karangkobar, Banjarnegara on 3 point trajectory measurements. In this study we will get the value of V (voltage) and I (current) and K (geometry factor) which will be used to calculate the value of the resistivity. subsurface Modeling is done using Least-Square Inversion method on the software Res2Dinv. interpretation result show that the suspected area has the same three layers of rocks in a row that is residual soil, consolidate shales, and tufan. On two track ( A and B) Wenner configuration indicates that the slip plane is a tufan with a depth range of opproximately (± 7 - ±24,5)m . Consolidate shales layer on the slip plane is a potential to save water, if rainfall is high the water will accumulate and can make the layer losing the cohesive forces. It can cause the layer to move down the slope. | |
| 4792 | 14590 | G1B010044 | HUBUNGAN HIGIENE PENJAMAH DENGAN ANGKA KUMAN PADA MAKANAN GORENGAN DI KANTIN SEKOLAH KECAMATAN BOBOTSARI | JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO 2015 INTISARI ROSHA YUDHA PRADANA HUBUNGAN HIGIENE PENJAMAH DENGAN ANGKA KUMAN PADA MAKANAN GORENGAN DI KANTIN SEKOLAH KECAMATAN BOBOTSARI Penjamah Kantin Sekolah dalam penelitian ini berlokasi di Kecamatan Bobotsari Kabupaten Purbalingga. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional.Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan higiene penjamah dengan angka kuman pada makanan gorengan di kantin sekolah. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini meliputi higiene personal, perilaku cuci tangan, perilaku penjamah, sanitasi alat, sanitasi bahan makanan, sanitasi tempat berjualan. Populasi berjumlah 31 penjamah, sehingga sampel merupakan seluruh bagian dari populasi.Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner dan pemeriksaan laboratorium. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat chi square. Hasil analisis akan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi.Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa untuk higiene penjamah makanan ditinjau dari variabel higiene penjamah diperoleh higiene personal yang tidak baik ( 100% ), tidak ditemukan ada hubungan yang signifikan antara perilaku cuci tangan dengan angka kuman ( p= 1,000), dan juga tidak ditemukan ada hubungan yang signifikan antara perilaku penjamah dengan angka kuman ( p= 0,304). Ditinjau dari variabel sanitasi kantin sekolah memiliki sanitasi alat buruk sebanyak 31 penjamah (100%), sanitasi bahan makanan buruk sebanyak 31 penjamah (100%), sanitasi tempat berjualan buruk sebanyak 31 penjamah (100%). Hasil pemeriksaan sampel diperoleh 4 sampel makanan gorengan (12,9%) mengandung jumlah angka kuman yang kelayakannya mengacu pada peraturan BPOM No. HK. 00.06.1.52.4011 tahun 2009. Disarankan untuk dilakukan peningkatan program usaha kesehatan sekolah (UKS), perilaku hidup bersih dan sehat kepada para pedagang, serta menyediakan fasilitas sanitasi dan penyajian makanan yang memenuhi syarat di Kantin Sekolah. Kata Kunci : Higiene Penjamah, Sanitasi Kantin Sekolah, Angka Kuman Kepustakaan : 44 (1990-2014) | DEPARTMENT OF PUBLIC HEALTH FACULTY HEALTH SCIENCES JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY PURWOKERTO 2015 ABSTRACT ROSHA YUDHA PRADANA CORRELATION HANDLER’S HYGIENE WITH THE NUMBER OF MICROORGANISM FRIED FOOD IN SCHOOL CAFETARIA BOBOTSARI DISTRICT School cafetaria handler’s in this study are located on Bobotsari District Purbalingga Regency. This Study uses an observational with cross sectional. Purpose research was to correlation handler’s hygiene with the number of microorganism fried food in school cafetaria Bobotsari District. Variables examined in this research involve personal hygiene, behavior of hand washing, behavior handler’s, sanitation equipment, sanitary foodstuffs, sanitary place. The population of research was 31 people, so that the sample is all part of the population. The instrument used was a questionnaire with interviews and laboratorytesting. The data analysis was done univariantly and bivariantly using chi square test. results of this analysis will be presented in the form of a frequency distribution table. The results of this study indicate that for the handler’s hygiene of food handler’s hygiene obtained poor personal hygiene ( 100% ). no found significant relationship between behavior of hand wishing with the number of microorganism, and also no found significant relationship between behavior handler’s with the number of microorganism ( p= 0,304). In terms of variable sanitation school canteen have poor sanitation equipment as many as 31 handler’s (100%).Poor sanitary foodstuffs as many as 31 handler’s, poor sanitary place to sell as many as 31 handler’s (100%). Test results of samples obtained 4 samples fried food (12,9%) contain the total numbers of microorganism.Rule feasibility refers to BPOM No. HK.00.06.1.52.4011 2009.It is suggested an increasing on the programs of Health School Program (UKS) and the Healthy and Clean Life Behavior Program (PHBS) intended for the canteen’s vendors, as well as to provide the sanitation facility and food performance management which meet the requirements for School’s cafeteria. Keywords : Hygiene Handlers, Sanitation School Cafetaria, Number of Microorganism Reference : 44 (1990-2014) | |
| 4793 | 14596 | H1C012050 | RANCANG BANGUN SISTEM STASIUN CUACA NIRKABEL BERBASIS LINKIT-ONE DAN LAYANAN BERBASIS CLOUD | Tugas akhir ini membahas tentang rancang bangun sistem stasiun cuaca nirkabel berbasis perangkat LinkIt-ONE, smartphone android dan layanan berbasis cloud. Perancangan sistem stasiun cuaca nirkabel ini bertujuan untuk membuat sebuah sistem stasiun cuaca yang modern untuk memberitahukan keadaan cuaca saat ini via SMS yang selanjutnya hasil tersebut akan disimpan di sebuah server cloud. Hal yang dilakukan adalah dengan melakukan kontrol dan monitoring terhadap kondisi cuaca di suatu tempat dengan memanfaatkan teknologi dari LinkIt-ONE dan layanan berbasis cloud. LinkIt-ONE adalah development board yang merupakan pengembangan dari perangkat serupa yang sudah pernah ada dan sudah banyak memiliki dukungan untuk melakukan pengembangan aplikasi mikrokontroler yaitu Arduino. LinkIt-ONE menggunakan prosesor berarsitektur ARM dan telah dilengkapi dengan sarana komunikasi dalam satu board yang cukup lengkap, seperti Wi-Fi, Bluetooth, GSM/GPRS,GPS, dan sensor-sensor cuaca. Kontrol yang dilakukan sistem stasiun cuaca nirkabel ini adalah dengan membuat sebuah pada sistem stasiun cuaca yang bisa dikontrol dari jarak jauh dengan memanfaatkan fitur komunikasi yang disediakan oleh LinkIt-ONE dan smartphone Android, seperti layanan SMS, panggilan dan atau melaui fasilitas internet. Fitur dari kedua perangkat yang bisa digunakan untuk mengakses layanan internet, pada sistem ini digunakan untuk mengakses layanan berbasis cloud. Layanan cloud ini digunakan sebagai database yang menyimpan hasil sensing dari stasiun cuaca tersebut. Sistem LinkIt-ONE yang terdapat di stasiun cuaca akan mengirimkan data keadaan cuaca seperti kelembapan,kecepatan angin,suhu, dan intensitas cahaya secara berkala ke cloud, saat inilah smartphone Android akan berperan untuk memonitor keadaan cuaca dengan cara mengakses cloud yang sudah dirancang sedemikian rupa sehingga tampilannya sudah dalam format diagram untuk memudahkan pengguna mengetahui keadaan cuaca secara real-time. | This final project discusses the design of system-based wireless weather station LinkIt-ONE devices, android smartphone and cloud-based services. Wireless weather station system design aims to create a modern system of weather stations to inform current weather situation via SMS which then results will be stored in a cloud server. Thing is to do with the control and monitoring of weather conditions in a place by utilizing the technology of LinkIt-ONE and cloud-based services. LinkIt-ONE is a development board which is the development of a similar device that has ever existed and already many have the support to do that is Arduino microcontroller application development. LinkIt-ONE uses the ARM processor architecture and has been equipped with a means of communication within the board are quite complete, such as Wi-Fi, Bluetooth, GSM / GPRS, GPS and weather sensors. Control exercised wireless weather station system is to set up a weather station on the system that can be controlled remotely by utilizing the communication features provided by LinkIt-ONE and Android smartphones, such as SMS, calls and or through the internet facility. The features of the devices that can be used to access internet services, the system is used to access cloud-based services. The cloud service is used as a database that stores the results of sensing of the weather station. System LinkIt-ONE contained weather station will transmit data weather conditions such as humidity, wind speed, temperature, and light intensity periodically to the cloud, this time Android smartphones will contribute to monitor weather conditions by accessing the cloud that has been designed in diagram to allow users knowing the weather conditions in real-time. | |
| 4794 | 14593 | C1J011006 | THE INFLUENCE OF ORIGINAL LOCAL REVENUE, GENERAL ALLOCATION FUND, INVESTMENT AND LABORFORCE ON ECONOMIC GROWTH OF CENTRAL JAVA 2010-2013 | Penelitian ini berjudul "Pengaruh Pendapatan Asli daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), Investasi dan Angkatan Kerja Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Jawa Tengah 2010-2013". Tujuan utama penelitian ini menganalisis signifikansi pengaruh Asli pendapatan asli daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), Investasi dan Tenaga Kerja Satuan Pertumbuhan Ekonomi di Jawa Tengah untuk 2010-2013. Penelitian ini dilakukan di 35 kabupaten / kota di Jawa Tengah dengan objek penelitian ini adalah pertumbuhan ekonomi. Menggunakan variabel pendapatan asli daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), Investasi dan Tenaga Kerja sejak 2009-2013. Data ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Jawa Tengah, Dinas Pendapatan dan Keuangan Aset Manajemen Daerah Jawa Tengah Badan Penanaman Modal dan Perizinan Jawa Tengah dan studi penelitian sebelumnya. Data ini menggunakan time series dan cross section. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi panel. Hipotesis dari penelitian ini adalah: Pendapatan Asli daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), Investasi dan Tenaga Kerja memiliki pengaruh yang berarti terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Jawa Tengah untuk 2010-2013 secara parsial dan simultan. Hasil analisis regresi panel menunjukkan bahwa model fixed effect adalah model estimator terbaik dari efek comon dan efek acak. Berdasarkan analisis data memberikan pendapatan asli daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU) dan Investasi memiliki pengaruh yang berarti terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Jawa Tengah untuk 2010-2013, sementara angkatan kerja tidak berpengaruh signifikan. Implikasi dari penelitian ini adalah untuk pemerintah daerah di Provinsi Jawa Tengah harus lebih menggali potensi sumber daya. Transfer dari pemerintah pusat hanya digunakan untuk mempertahankan anggaran daerah. Selain mendukung program otonomi daerah, pemerintah pusat juga memberikan bantuan untuk merangsang meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Kata kunci: Pendapatan Asli daerah, Dana Alokasi Umum, Investasi, Tenaga Kerja, Pertumbuhan Ekonomi. | This study entitled “The Influence Of Original local revenue (PAD), General Allocation Fund (DAU), Investment and Labor Force on Economic Growth in Central Java 2010-2013”. The main objectives this study are analyzing the significance influence Original local revenue (PAD), General Allocation Fund (DAU), Investment and Labor Force on Economic Growth in Central Java for 2010-2013. This study is conducted in 35 districts/cities in Central Java with the object of this study is economic growth. Using variables are Original local revenue (PAD), General Allocation Fund (DAU), Investment and Labor Force since 2009-2013. The data uses secondary data obtained from the Central Bureau of Statistics Central Java, Department of Revenue and Finance Asset Management Regional Central Java Investment Board and Licensing Central Java and previous research studies. The data uses time series and cross section. Techniques of data analysis used is panel regression analysis. Hypotheses of this research are: Original local revenue (PAD), General Allocation Fund (DAU), Investment and Labor Force have significance effect on Economic Growth in Central Java for 2010-2013 partially and simultaneously. The results of panel regression analysis show that fixed effect model is the best estimator model than comon effect and random effect. Base on the data analysis provide that Original local revenue (PAD), General Allocation Fund (DAU) and Investment have significance effect on Economic Growth in Central Java for 2010-2013, while labor force has not significance effect. Implications of this research are for local government in province of Central Java should be more explore resources potential. Transfer from the center government is used only to sustain the regional budget. In addition to support the program of regional autonomy, the central government also provides assistance to stimulate increase the regional economy growth. Keywords: Original local revenue, General Allocation Fund, Investment, Labor Force, Economic Growth. | |
| 4795 | 14594 | D1E012136 | Pengaruh Umur dan Bangsa Terhadap Konsentrasi Semen Segar dan Post Thawing Motility Recovery Rate pada Sapi Friesian Holstein, Simmental dan Limousin | Tujuan penelitian ini untuk mengkaji umur dan bangsa yang paling tepat dengan spermatozoa terbaik terhadap konsentrasi semen segar dan post thawing motility recovery rate sapi Friesian Holstein, Simmental, dan Limousin. Penelitian menggunakan metode survey dengan stratified random sampling, sehingga sampel yang digunakan untuk masing-masing bangsa yaitu 7 ekor Friesian Holstein, Simmental, dan Limousin. Data sampel tahun 2006 – 2014 diambil di Balai Inseminasi Buatan. Variabel yang diamati yaitu konsentrasi semen segar dan post thawing motility recovery rate. Pengaruh umur dikategorikan menjadi 5 kategori yaitu umur 3 tahun, 4 tahun, 5 tahun, 6 tahun dan 7 tahun. Data dianalisis menggunakan repeated random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur dan bangsa berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsentrasi semen segar dan tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap post thawing motility recovery rate. Konsentrasi semen segar tertinggi untuk 3 bangsa sapi dicapai oleh sapi Simmental yaitu 1667,57 juta/ml. Diikuti oleh sapi Friesian Holstein yaitu 1284,22 juta/ml dan terendah dicapai oleh sapi Limousin yaitu 1227,53 juta/ml. Puncak produksi konsentrasi semen segar pada umur 5 tahun untuk sapi Simmental yaitu 1725,49 ± 313,2 juta/ml dan sapi Friesian Holstein yaitu 1345,01 ± 310,7 juta/ml, umur 6 tahun untuk sapi Limousin yaitu 1276,42 ± 268,0 juta/ml. Post thawing motility recovery rate tertinggi dicapai sapi Limousin yaitu 60%. Tertinggi kedua dicapai sapi Friesian Holstein yaitu 59% dan tertinggi ketiga dicapai sapi Simmental yaitu 58%. Puncak produksi post thawing motility recovery rate untuk sapi Limousin adalah umur 4 tahun, 5 tahun dan 7 tahun yaitu 61%, untuk sapi Friesian Holstein umur 4 tahun dan untuk sapi Simmental umur 5 tahun yaitu 60%. | The purpose of this research is to examine the most appropriate influence of the age and breed with the best spermatozoa quality on the fresh semen concentration and post thawing motility recovery rate in Friesian Holstein, Simmental and Limousin. This research used a survey methode with stratified random sampling, with the sample of each breed were 7 Friesian Holstein, Simmental, and Limousin cattle. Data samples from 2006 to 2014 were taken at Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari Malang. The observed variables were fresh semen concentration and post thawing motility recovery rate. The influence of the age was categorized into 5 groups namely 3 years, 4 years, 5 years, 6 years and 7 years. The data was analyzed by using a repeated random sampling. The results showed that the age and breed had a highly significant effect (P<0,01) on the fresh semen concentration, but not (P>0,05) on the post thawing motility recovery rate. The highest concentration of the fresh semen out of the 3 cattle was reached by Simmental, which was 1667,57 million/ml, and was followed by Friesian Holstein, 1284,22 million/ml, and lowest one was by Limousin, 1227,53 million/ml. The highest production of fresh semen concentration at the age of 5 years for Simmental was 1725,49 ± 313,2 million/ml and Friesian Holstein 1345,01 ± 310,7 million/ml, and that of 6 years for Limousin was 1276,42 ± 268,0 million/ml. The highest post thawing motility recovery rate was reached by Limousin, 60% and was followed by Friesian Holstein, 59%, and lowest was Simmental, 58%. The highest production of post thawing motility recovery rate for Limousin was at the age of 4, 5 and 7 years, which was 61%, for Friesian Holstein was at the age of 4 years and Simmental was at the age of 5 years, which was 60%. | |
| 4796 | 14592 | D1E010079 | KONTRIBUSI PENDAPATAN USAHA TERNAK SAPI PERANAKAN ONGOLE (PO) TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETERNAK DI KECAMATAN KLIRONG KABUPATEN KEBUMEN | ARIF FATKHUROZI. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen pada bulan Agustus - September tahun 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pendapatan dari usaha ternak sapi Peranakan Ongole (PO) terhadap pendapatan rumah tangga peternak dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pendapatan peternak sapi potong. Metode penelitian menggunakan metode survei dengan kuisioner dan wawancara untuk memperoleh data primer. Data sekunder diperoleh dari laporan ilmiah, catatan atau dokumen dari instansi terkait dan literatur. Metode penetapan lokasi ditentukan dengan cara Purposive Sampling, dari 8 desa diambil 4 desa terpilih yang mewakili. Peternak yang dijadikan sampel ditentukan dengan metode Simple Random Sampling dengan jumah responden penelitian adalah 132 peternak. Analisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian dari usaha ternak sapi PO menunjukan pendapatan rumah tangga di Kecamatan Klirong adalah Rp 29.388.436,00 /tahun yang terdiri dari pendapatan sapi PO sebesar Rp 8.298.360,00/tahun, Pertanian Rp 13.651.654,00/tahun dan Non Pertanian Rp 7.438.422,00/tahun. Usaha ternak sapi PO memberikan kontribusi 28,23 % terhadap total pendapatan rumah tangga. Peningkatan jumlah kepemilikan ternak, lama beternak dan jumlah anggota keluarga meningkatkan pendapatan peternak sapi potong. | This study had been conducted at Klirong subdistrict Kebumen from August to September 2015. The research aimed to investigate the contribution of beef cattle farming to the family income and to determine factors influencing the income of beef cattle farming. The research used a survey method with questionnaire and interview to obtain primary data. The research area (Klirong Sub district) which involved 4 villages was selected by using a purposive sampling method based on the largest number of farmers. 132 PO cattle farmers as the respondents were chosen by using simple random sampling method. The results showed that PO cattle farming generated family income of Rp 29,388,436.00 /year which consisted of Rp 8,298,360.00/year from cattle farming, Rp 13,651,654.00/year from agriculture activities and RP 7,438,422.00/year from non agriculture activities. The PO cattle farming contributed 28,23 percent to total household’s income. The increasing number of PO cattle, farming experience, and number of family members stimulated the income of PO cattle farming. | |
| 4797 | 14617 | E1A012045 | PERANAN BPJS KETENAGAKERJAAN PASCA BERLAKUNYA UU NOMOR 24 TAHUN 2011 TENTANG BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (STUDI DI BPJS KETENGAKERJAAN KABUPATEN BANYUMAS) | Penelitian ini berjudul “Peranan BPJS Ketenagakerjaan Pasca Berlakunya UU Nomor 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (Studi di BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Banyumas)” penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan di BPJS Ketenagakerjaan dalam pelaksanaan programnya. Dalam pelaksanaan program-program di BPJS Ketenagakerjaan ternyata masih banyak ditemui keluhan-keluhan dari masyarakat mengenai BPJS ini, hal tersebut terjadi karena kurang siapnya BPJS dalam beroperasi. Karena BPJS Ketenagakerjaan adalah lembaga baru yang merupakan transformasi dari PT Jamsostek. Rumusan masalahnya yaitu, 1.) Bagaimanakah pengaturan jaminan sosial tenaga kerja sebelum berlakunya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS?, 2.) Bagaimanakan peranan BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Banyumas pasca berlakunya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS? Penelitian ini termasuk penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder dan metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan yang mencakup peraturan tertulis, buku literatur hukum, jurnal penelitian hukum, sumber internet, media cetak serta wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam pelaksanaan program BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Banyumas masih ditemukan masalah, diantaranya kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai BPJS Ketenagakerjaan, karena BPJS Ketenagakerjaan merupakan lembaga baru yang merupakan transformasi dari PT Jamsostek. Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat ini, pihak BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Banyumas melakukan sosialisasi terhadap masyarakat agar dapat menegerti sekaligus bisa ikut menjadi peserta di BPJS Ketenagakerjaan Kata Kunci : Peranan, Jaminan Sosial, BPJS Ketenagakerjaan | This research titled: “The Role of Employment BPJS Post-Applicability The Law Number 24 of 2011 about Social services Administrator (Study on Employment BPJS Banyumas Regency)”. The background of this research based on the problems of Employment BPJS in the implementation of their programs. The implementation of Employment BPJS programs found many complaints from the public because unprepared from the sector of operation. Employment BPJS is a new institution which is the transformation from PT Jamsostek. The problem that wants to solve in this case is, 1.) How the arrangement of social services employment before the implementation The Law Number 24 of 2011 about BPJS?, 2.) How the role of Employment BPJS Banyumas regency Post-Applicability The Law Number 24 of 2011 about BPJS? The study is using juridical-normative method based on the regulation. The data used are secondary data and the source data are used literature includes regulation, legal literature books, legal journals research, internet source, printed media and interviews. The conclusions of this research is the implementation of Employment BPJS programs in Banyumas regency have been found problems, including lack of public knowledge regarding Employment BPJS, because Employment BPJS is a new institution which is the transformation from PT Jamsostek. To increase public knowledge, the Employment BPJS Banyumas Regency do socialize to the public in order to understand at once could come as a participant in Employment BPJS. Keyword: Role, Social Service, Employment BPJS | |
| 4798 | 15423 | C1J009030 | Economic Growth and Income Inequality Among Sub-district in Cilacap Regency In the Year 2005-2014 | Penelitian ini berjudul “Pertumbuhan Ekonomi Dan Ketimpangan Pendapatan Antar Kecamatan Di Kabupaten Cilacap Tahun 2005-2014”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola pertumbuhan ekonomi; tingkat ketimpangan distribusi pendapatan antar kecamatan; arah ketimpangan distribusi pendapatan; serta hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan distribusi pendapatan di kabupaten Cilacap Tahun 2005-2014. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder dari tahun 2005-2014 di Kabupaten Cilacap yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Alat analisis yang digunakan adalah Analisis Tipologi Klassen, Indeks Williamson, Analisis Trend, dan Analisis Korelasi Pearson. Pola pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Cilacap tahun 2005-2014 berdasarkan analisis Typologi Klassen, 11 kecamatan yang masuk dalam kuadran I atau daerah yang maju dan tumbuh cepat (high growth and high income), terdapat 1 kecamatan yang masuk dalam kuadran II atau daerah maju tapi tertekan (high income but low growth), terdapat 4 kecamatan yang masuk dalam kuadran III atau daerah berkembang cepat (high growth but low income), dan terdapat 8 kecamatan di Kabupaten Cilacap yang masuk dalam kuadran IV atau daerah yang relatif tertinggal (low growth and low income). Berdasarkan analisis Indeks Williamson, tingkat ketimpangan distribusi pendapatan selama tahun 2005 sampai dengan 2014 sebesar 0,4242 termasuk dalam kriteria sedang. Arah ketimpangan distribusi pendapatan di Kabupaten Cilacap menunjukan trend yang meningkat. Dan berdasarkan analisis Korelasi pearson hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan tingkat ketimpangan distribusi pendapatan mempunyai hubungan yang cukup kuat. Implikasi dari penelitian ini adalah Pemerintah Daerah Kabupaten Cilacap sebaiknya menciptakan kekuatan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sehingga dapat mengurangi tingkat ketimpangan daerah yang tergolong tinggi. | This research entitled “Economic and Inequality Among Sub-District In Cilacap Regency The Period 2005-2014”. This research aimed to know determine the pattern of economic growth; the level of inequality of income distribution among sub-districts; directions unequal distribution of income; and the relationship between economic growth and inequality of income distribution in Cilacap district Year 2005-2014. The data used is secondary data from the years 2005-2014 in Cilacap obtained from the Central Statistics Agency.The analysis tool used is Klassen Typology analysis, Williamson Index, Trend Analysis and Correlation Analysis Pearson. The pattern of economic growth in Cilacap regency in 2005-2014 based on the analysis Typologi Klassen, 11 subdistricts included in quadrant I or high growth and high income area, there is 1 sub-districts included in quadrant II or high income but low growth area, there are 4 sub-district included in quadrant III or high growth but low income area, and there are 8 sub-districts in Cilacap Regency included in quadrant IV or low growth and low income area. Based on the analysis of Williamson index, the level of inequality during 2005 through 2014 at 0.4242 of income distribution was included in the criteria. Directions unequal distribution of income in Cilacap regency showed an increasing trend. And based on the Pearson correlation analysis of the relationship between economic growth and income distribution inequality has a strong enough relationship. The implication of this study is Regional Government of Cilacap should create a force that can promote economic growth so as to reduce the level of regional inequality is high. | |
| 4799 | 14595 | D1E010186 | PENGARUH PENGGUNAAN BERBAGAI JENIS PREBIOTIK TERHADAP KONSUMSI LEMAK DAN BOBOT LEMAK DAGING DADA ITIK TEGAL UMUR DUA BULAN | Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan prebiotik dalam ransum itik Tegal umur dua bulan terhadap konsumsi lemak daging dan bobot lemak daging dada dan mengkaji perbedaan prebiotik dalam ransum itik Tegal umur dua bulan terhadap konsumsi lemak daging dan bobot lemak daging dada. Dilaksanakan mulai tanggal 02 Mei 2015 sampai dengan 10 Juni 2015 di Seloarum farm sokaraja dan Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman.. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah 80 ekor itik Tegal jantan umur dua bulan. Bahan yang digunakan adalah pakan berupa pakan basal yang tersusun dari jagung, dedak, bungkil kedele, tepung ikan, minyak, premix, kapur, Metionin, Lysine, prebiotik FOS, GOS dan Inulin. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali, setiap ulangan terdiri dari 4 ekor itik. Peubah yang diukur adalah konsumsi lemak dan bobot lemak daging dada. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi kemudian dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ). Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan prebiotik dalam ransum itik Tegal tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi lemak, tetapi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap terhadap bobot lemak daging dada itik Tegal jantan. Rataan konsumsi lemak yaitu 4,20 g, 4,11 g, 4,09 g, dan 4,11 g. rataan bobot lemak daging dada yaitu 19,88 g, 21,24 g, 18,20 g, dan 18,73 g. berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penambahan prebiotik FOS, GOS, dan Inulin pada ransum menghasilkan konsumsi lemak yang relatif sama, tetapi menurunkan bobot lemak daging dada itik Tegal jantan umur dua bulan sebesar 8,45%. | The purpose of this research is to assess the effect of prebiotics in the diet of two- month old Tegal duck on fat consumption and fat weight of breast meat and to assess the differences of prebiotics in the diet of two- month old Tegal duck on fat consumption and fat weight of breast meat. This research was conduct from may 2nd, 2015 until june 10th, 2015 in Seloarum Farm at Sokaraja and the Laboratory of Nutrition and Feed Science, Animal Husbandry Faculty, Jenderal Soedirman Universitiy.The materiasl used in this research were 80 male ducks of 1 month old and various kinds of diet ingredients such as corn flour, rice bran, fish meal, soybean meal, palm oil, premix, methionine, lysine, and prebiotics. The method used was experimental using completely randomized design (CRD) with 4 traetments. Each treatment was reperated 5 times and each replication consisted of 4 ducks. The observed variable were fat consumption and fat weight of breast meat. The data were analyzed using variance analyes then it was continued by honestly significant differences test (BNJ). The results of variance analyses showed that prebiotic in the diets of duck did not significantly effect (P>0,05) on fat consumption but significantly (P<0,05) affected fat weight of breast meat of Tegal duck. The average fat consumption were 4.20 g, 4.11 g, 4.09 g, dan 4.11 g. The average fat weight of breast meat were 19.88 g, 21.24 g, 18.20 g, dan 18.73 g. It can be concluded that FOS, GOS, and Inulin prebiotics can not decrease fat consumption, but it can decrease fat weigh tof breast meat of two-month old Tegal duck as much as 8.45 %. | |
| 4800 | 14602 | E1A012043 | PERANAN LEMBAGA PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN (LPSK) DALAM MELINDUNGI WHISTLEBLOWER SEBAGAI UPAYA PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI | Tindak pidana korupsi dapat dikatakan sebagai salah satu tindak pidana yang cukup fenomenal, karena tindak pidana ini selain merugikan keuangan negara, tetapi juga merupakan pelanggaran terhadap hak-hak sosial dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu kejahatan ini bukan merupakan kejahatan tunggal melainkan kejahatan ganda. Sehingga seharusnya masyarakat mulai menyadari akan bahaya dan kerugian yang diakibatkan dari tindakan ini. Permasalahan dalam penelitian yang diambil antara lain: mengetahui peranan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dalam melindungi whistleblower sebagai upaya pemberantasan tindak pidana korupsi. Selanjutnya mengetahui faktor yang menghambat dan mendorong Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dalam melindungi whistleblower sebagai upaya pemberantasan tindak pidana korupsi. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis sosiologis yaitu penelitian yang menekankan pada aspek-aspek sosiologis. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Peranan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dalam melindungi whistleblower sebagai upaya pemberantasan tindak pidana korupsi adalah memberikan perlindungan atas hak-hak whistleblower sejak dikabulkannya permohonan whistleblower tersebut oleh LPSK dan berakhir sampai dengan adanya putusan yang memiliki kekuatan hukum tetap. Sedangkan faktor yang mendukung peranan LPSK dalam melindungi whistleblower sebagai upaya pemberantasan tindak pidana korupsi yaitu aspek peraturan dalam hal pemenuhan perlindungan hak-hak whistleblower yang sudah diakomodir oleh undang-undang terkait, aspek aparat penegak hukum antara kualitas dan kuantitas aparat penegak hukum dalam menjalankan tugas nya berjalan seimbang serta adanya faktor sarana yang mendukung seperti adanya rumah aman. Faktor penghambat peranan LPSK dalam melindungi whistleblower sebagai upaya pemberantasan tindak pidana korupsi yaitu aspek peraturan, belum adanya mengatur secara rinci mengenai whistleblower, berupa proses permohonan perlindungan, waktu perlindungan dan reward yang diberikan, aspek sarana yaitu gedung kantor LPSK yang masih bergabung dengan instansi lain sehingga tidak mendukung dari sisi keamanannya dalam melaksanakan perlindungan dan aspek kultur yaitu faktor dari masyarakat yang masih belum berani menjadi whistleblower karena kekhawatiran akan keamanan pribadi, keluarga dan pekerjaannya. Kata kunci: Tindak Pidana Korupsi, Whistleblower, dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) | Corruption can be regarded as a quiet phenomenal criminal act, because this act besides giving financial harm to the country, but also can make a violation of the social and economic right of society. Therefore, this act can be called as a double crime not just a single crime. So the public should begin to realize the dangers and harm from this criminal act. The things that discussed in this study is: to determine the role of Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) to protecting whistleblower in an effort to eradication of corruption. Furthermore, to determine what is the factors that obstruct and encourage LPSK to protecting whistleblower in an effort to eradication of corruption. This study uses social-juridical with emphasizes in the sociological aspects. Data were analyzed with descriptive qualitative. The data source used are primary and secondary data. The role of LPSK to protecting the whistleblower in an effort to eradication of corruption is to provide the protection for the rights of whistleblowers since the whistleblower petition is granted by LPSK and ended up with the decision which has permanent legal force. The factors that encourage the role of LPSK which is the regulatory aspects in terms of the fulfillment of the right protection of whistleblower that have been accommodated by related laws, aspects of law enforcement officers in carrying out his duties must balance between quality and quantity, and also the existence of safety house. The factors that obstruct the role of LPSK which is the regulatory aspect, lack of regulate about the whistleblower, a process and time for protection, and prizes awarded, facility aspect which is the office of LPSK that in the same building with another agency makes it didn't support from the side of safety, and cultural aspects of society are still could not brave enough to be a whistleblower because of concerns about the security of themself, family and work. Keyword: Corruption, Whistleblower, and Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) |