Artikelilmiahs
Menampilkan 4.901-4.920 dari 48.776 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 4901 | 14707 | E1A011049 | PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM PELAKSANAAN PEMBIAYAAN MURABAHAH DI PT BANK SYARIAH MANDIRI KANTOR CABANG PEMBANTU AMUNTAI BANJARMASIN | Perbankan Syariah memiliki perantara lain sebagai pengatur perekonomian nasional. Aktivitas perbankan yang yang pertama adalah menghimpun dana dari masyarakat luas. Setelah memperoleh dana dalam bentuk simpanan dari masyarakat, maka oleh perbankan dana tersebut diputarkan kembali kepada masyarakat. Pasal 51 ayat (1) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah menyebutkan bahwa Bank Syariah wajib memelihara tingkat kesehatan yang meliputi sekurang-kurangnya mengenai kecukupan modal, kualitas aset, likuiditas, rentabilitas, solvabilitas, kualitas manajemen yang menggambarkan kapabilitas dalam aspek keuangan, kepatuhan terhadap Prinsip Syariah dan prinsip manajemen islami, serta aspek lainnya yang berhubungan dengan usaha Bank Syariah. Salah satu usaha Bank Syariah adalah pembiayaan. Sebelum pembiayaan diberikan, untuk meyakinkan bank bahwa nasabah benar dapat dipercaya maka bank terlebih dahulu melakukan analisis pembiayaan dengan menerapkan prinsip kehati-hatian agar tidak muncul pembiayaan yang bermasalah. Penelitian ini disusun menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan menggambarkan suatu objek atau peristiwa. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa buku-buku literatur, peraturan perundang-undangan, dokumen resmi, dan dengan cara studi pustaka, yaitu dengan menginventarisasi data-data tersebut yang kemudian disajikan dalam bentuk uraian sistematis. Data-data yang diperoleh di analisa dan dijabarkan berdasarkan norma hukum yang berkaitan dengan objek penelitian. PT. Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pembantu Amuntai menerapkan prinsip kehati-hatian berdasarkan Pasal 23 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah dalam pemberian pembiayaan. Hal ini dapat diketahui karena PT. Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pembantu Amuntai telah menerapkan pedoman pembiayaan, melakukan perjanjian pembiayaan setelah persyaratan terpenuhi, melakukan analisa sebelum pembiayaan diberikan, dan menetapkan batas maksimum penyaluran dana berdasarkan Prinsip Syariah. Di samping itu juga melakukan penilaian yang saksama terhadap watak, kemampuan, modal, agunan, dan prospek usaha dari calon nasabah penerima fasilitas sebelum pembiayaan diberikan. | Islamic Banking has other intermediaries as a regulator of the national economy. The first banking activities is to collect funds from the public. After obtaining the funds in the form of deposits from the public, then by banks such funds is played back to the community. Article 51 paragraph ( 1 ) of Law Number 21 Year 2008 on Islamic Banking said that the Islamic Bank is required to maintain the level of health, which includes at least about capital adequacy, asset quality, liquidity, profitability, solvency, management quality that describes the capabilities of the financial aspects, adherence to Sharia and Islamic management principles, as well as other aspects related to the business of Islamic Bank. One attempt Islamic Bank is financing. Before financing is given, to convince the bank that the client is completely trustworthy, the bank must first conduct cost analysis by applying the precautionary principle in order not appear problematic financing. This research is compiled using normative juridical approach to describe an object or event. The data used are secondary data from literature books, legislation, official documents, and by way of literature, namely the inventory of these data is then presented in the form of systematic description. The data obtained in the analysis and described by legal norms relating to the object of research. PT. Bank Syariah Mandiri Sub Branch Office Amuntai apply the precautionary principle under Article 23 paragraph (1) and (2) of Law No. 21 of 2008 concerning Islamic Banking in the provision of financing . This can be known as PT. Bank Syariah Mandiri Sub Branch Office Amuntai has implemented guidelines for financing, conduct financing agreement after the requirements are met, perform an analysis before financing was provided, and set a maximum limit of the distribution of funds is based on Sharia. In addition it also conduct thorough assessment of the character, capacity, capital, collateral, and the prospects of a prospective customer receiving facility before financing granted . | |
| 4902 | 14708 | C1B012031 | PENGARUH CAPITAL EXPENDITURE, FINANCIAL LEVERAGE, DIVIDEND PAYOUT RATIO DAN PROFITABILITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di BEI) | Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh apakah capital expenditure, financial leverage, dividend payout ratio dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan manufaktur yang berjumlah 146 dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak tahun 2010 sampai periode 2014. Dengan metode pengumpulan data menggunakan metode purposive sampling, diperoleh jumlah sampel sebanyak 18 perusahaan. Teori yang mendasari penelitian ini yaitu signalling theory, teori capital structure (Modigliani Miller,1963), teori dividend irrelevant dan teori keagenan (Jensen dan meckling, 1976). Berdasarkan uji regresi berganda diperoleh hasil penelitian dan analisis data yang menunjukkan bahwa capital expenditure dan financial leverage berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Sementara profitabilitas berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan dan dividend payout ratio tidak berpengaruh pada nilai perusahaan. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu dalam upaya meningkatkan nilai perusahaaan, calon investor dan pihak manajemen lebih memperhatikan pada keputusan investasi perusahaaan, dimana pada penelitian ini diproksikan dengan capital expenditure dan bagaimana perusahaan mendanai investasi tersebut, yaitu melalui hutang. Pengumuman pengeluaran modal dan leverage dianggap sebagai sinyal positif bahwa perusahaan akan berkembang, sehingga menarik investor untuk berinvestasi dan permintaan akan saham meningkat. Naiknya harga saham mencerminkan naiknya kesejahteraan pemegang saham. | This study aimed to test whether capital expenditure, financial leverage, dividend payout ratio and profitability influencing the value of the firm. The study took population of all 146 manufacturing companies listed in Indonesian Stock Exchange since 2010 until 2014 period. With purposive sampling method, the sample in this research remained 18 companies. The theory underlying this research is signaling theory, theory of capital structure (Modigliani and Miller, 1963), dividend irrelevant theory and agency theory (Jensen and Meckling, 1976). Regression analysis test was performed. Based on the results of data analysis this study concludes some of the following: capital expenditure and financial leverage has significant positive effect toward firm value. Profitability has no significant positive effect toward firm value and dividend payout ratio has no effect toward firm value. The Implication of the results is investors and manager of the firm should focus on the investment decision in capital expenditure and how to fund the investment, it can be inferred as positive signal for the investor. The positive signal attracts the investor so the stock demand will be increase. The increase of stock demand also increasing the stock price. Stock prices as indicator of firm value, so the firm value is also increase. | |
| 4903 | 14704 | E1A012257 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN YANG MENGALAMI KERUGIAN ATAS KENAIKAN TAGIHAN PEMBAYARAN AIR MINUM DI PDAM TIRTA SUKAPURA KABUPATEN TASIKMALAYA | Air merupakan sumber kehidupan bagi kelangsungan hidup seluruh mahluk hidup di bumi. Manfaat air dirasakan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan di segala bidang. PDAM merupakan salah satu pelayanan umum yang menyediakan pelayanan berupa air minum bagi konsumen. Konsumen sebagai pengguna air minum akan membayar harga yang telah ditetapkan sesuai jumlah pemakaian air minum, akan tetapi banyak konsumen yang mengeluh karena tagihan pembayaran air minum yang mereka bayar tidak sesuai dengan jumlah pemakaian. Konsumen tentunya harus mendapatkan perlindungan hukum. Hal ini tidak terlepas dari perlindungan konsumen karena UUPK bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada konsumen agar tidak dirugikan oleh pelaku usaha. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif. Data sekunder dan data primer yang terkumpul kemudian diolah, disajikan dan dianalisa secara kualitatif dengan penyajian data teks naratif. Hasil penelitian menyatakan bahwa perlindungan hukum terhadap konsumen layanan air minum khususnya berkaitan dengan hak-hak konsumen sudah diterapkan dengan baik oleh PDAM Tirta Sukapura Kabupaten Tasikmalaya selaku pelaku usaha, khususnya mengenai Pasal 4 huruf a UUPK yaitu hak atas kenyamanan, keamanan dan keselamatan dalam barang dan/atau jasa, disini PDAM sudah melaksanakan kewajiban untuk memberikan pelayanan air minum yang baik kepada konsumen, selain itu mengenai Pasal 4 huruf h UUPK yaitu hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian, apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya, disini PDAM sudah menunjukan tanggung jawab dalam memberikan ganti rugi yang jumlahnya berdasarkan kebijakan Direktur Utama PDAM Tirta Sukapura Kabupaten Tasikmalaya. Namun demikian, PDAM Tirta Sukapura Kabupaten Tasikmalaya hendaknya lebih meningkatkan lagi pelayanan yang diberikan kepada konsumen. | Water is a source of any living things on earth. The benefits of water are perceived by human to provide various needs. PDAM is one public service that provides drinking water to consumer. Consumer as the user of drinking water will pay some amount of money which has been set according to the usage amount, but many consumers complain about the bill payment if it’s not consistent with the usage amount. Consumer of course should be protected by law. This situation is not apart from the consumer protection since UUPK aim to give the protection towards consumer so that will not disadvantage the business entity. This study was conducted using normative jurisdiction approach. Primary and secondary data were collected then processed, presented and analyzed quantitatively which were shown as narrative text. The study results showed that law protection towards drinking water consumer especially which was related to consumer’s rights has been well implemented by PDAM Tirta Sukapura Tasikmalaya Regency as business entity, especially about that point was written in UUPK article 4a about the rights on comfort, safety and security of goods and/or services, here PDAM has carried out the obligations to well provide drinking water services towards consumer, besides that about UUPK article 4h about the rights to receive compensation, amends and/or replacement if goods and/or services accepted was not in accordance with the agreement or was not as it should be, PDAM has shown responsibility in giving compensation with the amount based on the decision of the President Director of PDAM Tirta Sukapura Tasikmalaya Regency. However, PDAM Tirta Sukapura Tasikmalaya Regency should improve their service. | |
| 4904 | 14710 | F1D011014 | STRATEGI KAMPANYE “BUDE” DALAM PEMENANGAN PILKADA KOTA TASIKMALAYA TAHUN 2012 | Penelitian ini berjudul “Strategi Kampanye BuDe dalam Pemenangan Pilkada Kota Tasikmalaya Tahun 2012” dilatarbelakangi oleh keingintahuan bagaimana Strategi Kampanye BuDe dalam Pemenangan Pilkada Kota Tasikmalaya Tahun 2012 dalam pembentukan dan optimalisasi Tim kampanye dan perencanaan strategi kampanye. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi apa yang digunakan Pasangan BuDe pada Pilkada Kota Tasikmalaya Tahun 2012. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui data primer yang dapat dari wawancara mendalam dengan narasumber dan data sekunder yang diperoleh dari buku-buku dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode analisis interaktif. Hasil penelitian ini, strategi kampanye yang dilakukan yaitu dengan cara yang pertama, melalui rekruitmen pasangan BuDe yang dihasilkan dari mekanisme pencalonan dari PPP. Kedua, pembentukan dan konsolidasi tim sukses pemenangan yang terdiri dari PPP, PKB, PKS, PBB, PBR, dan Partai Demokrat yang menjadi kekuatan utama. Ketiga, pemanfaatan popularitas figur dari pasangan BuDe khususnya di masyarakat. Keempat, Strategi kampanye tim sukses pemenangan BuDe melalui segmentasi pemilih. | The research titles, “BuDe campaign strategy to win the Tasikmalaya mayor election in 2012”. Is created due to writer’s curiosity on how BuDe campaigns to win the Tasikmalaya mayor election in 2012 especially in forming and optimalization of the campaign team and campaign strategy planning. This research aims to analyze the kind of strategy BuDe uses in Tasikmalaya major election 2012. The research method that is conducted is qualitative method with case study approach. The research data is taken from primary data which is got from detail interview with the informants. The supporting data is taken from books and some documentations. In addition, data analysis technique uses interactive analysis method. The result of this research: campaign strategy that has been done are: First with the recruitment of candidate BuDe by PPP election. Second, creating and consolidating success team consist of PPP, PKB, PKS, PBR, PBB, and Democrat that become the major power. Third, the advantage of candidate BuDe popularity in society. Fourth, the BuDe success team’s campaign strategy wins through segmentation voters. | |
| 4905 | 14713 | E1A109112 | PENGGELEDAHAN RUMAH OLEH PENYIDIK POLRI (Tinjauan Yuridis Teradap Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto No. 13/Pid.Sus/2016/PN. Pwt.) | Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tindakan penggeledahan rumah terhadap tindak pidana narkotika oleh Polres Banyumas dalam Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto No. 13/Pid.Sus/2015/PN.Pwt. dan hambatan dalam penggeledahan rumah tersebut. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, spesifikasi penelitian dengan metode deskriptif kualitatif, sumber data yang digunakan yaitu data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Adapun teknik pengumpulan data dengan studi kepustakaan atau studi dokumen, selanjutnya analisis data dengan teknis analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan disimpulkan bahwa tindakan penggeledahan rumah terhadap tindak pidana narkotika oleh Polres Banyumas dalam Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto No. 13/Pid.Sus/2015/PN.Pwt. dilakukan sesuai dengan sistem penggeledahan dalam keadaan mendesak, yang meliputi tahap-tahap sebagai berikut: 1) Penyidik menunjukkan tanda pengenal pada tersangka pada saat melakukan penangkapan; 2) Penggeledahan rumah dilakukan tanpa ijin tersangka/saksi/penghuni rumah dan tanpa Surat Ijin Ketua Pengadilan Negeri, karena dalam keadaan mendesak dan ada kekhawatiran tersangka akan menghilangkan barang bukti; 3) Penggeledahan rumah tersebut telah dilaporkan kepada Ketua Pengadilan Negeri Purwokerto untuk mendapatkan persetujuan; 4) Penggeledahan rumah tersebut telah dibuatkan Berita Acara Penggeledahan yang didasakan pada Skep.Kapolda Jateng No. Pol.:Skep./0856/VI/2004 tanggal 16 Juni 2004. Adapun hambatan penggeledahan rumah terhadap tindak pidana narkotika oleh Polres Banyumas dalam Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto No. 13/Pid.Sus/2015/PN.Pwt. adalah Tersangka tidak mengakui memiliki narkotika jenis sabu. Pengakuan kepemilikan narkotika jenis sabu tersebut baru didapatkan setelah Penyidik menunjukkan barang bukti sabu seberat 0,071 gram yang ditemukan di atas dashboard mobil Suzuki APV warna silver metalik tahun 2007 No. Pol: R-9015-EE milik Tersangka. Kata kunci: penggeledahan rumah, tindak pidana narkotika, penyidik | Interest Want accomplished singer Research hearts know is to review measures against house searches by the Police Narcotics Crime hearts Banyumas Purwokerto District Court's Decision No. 13 / Pid.Sus / 2015 / PN.Pwt. Barriers hearts and ransacked the house. The approach method used hearts Research singer is normative, research specs WITH qualitative descriptive method, Source Data The data used secondary Namely Consisting Of primary legal materials, secondary materials and legal tertiary legal materials. The data collection techniques were WITH OR Study Documents Literature study, data analysis WITH Furthermore Technical analysis of qualitative data. Based on the research findings and the discussion concluded that the actions of a house search Crime Against Police Narcotics By hearts Banyumas Purwokerto District Court's Decision No. 13 / Pid.Sus / 2015 / PN.Pwt. According WITH conducted shakedown System hearts urgency, which covers Phases as follows: 1) Identification Investigators showed the suspect ON ON When making arrests; 2) The search of the house is done without permission suspect / witness / Residents And Without Permit Chairman of the Court, BECAUSE THERE hearts urgency and fear the suspect will eliminate Evidence; 3) The search of the house has reportedly indicated to the Chairman of the District Court for a review Purwokerto get approval; 4) The search of the house has made Minutes Warrant Yang didasakan ON Skep.Kapolda Java No. Pol.:Skep./0856/VI/2004 Date June 16, 2004. The house search Barriers Against Crime Narcotics By Police hearts Banyumas Purwokerto District Court's Decision No. 13 / Pid.Sus / 2015 / PN.Pwt. The suspect is NOT admit having Narcotics Operations methamphetamine. Recognition of the ownership of Narcotics TYPE methamphetamine new taxable income earned Evidence Investigator shows shabu weighing 0071 grams The differences found in the car's dashboard metallic silver color Suzuki APV 2007 No. Pol: R-9015-EE-Owned suspect. Keywords: house searches, Crime Narcotics, Investigator | |
| 4906 | 14714 | H1L012059 | SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN LOKASI PEMBANGUNAN KOMPLEK PERUMAHAN BERBASIS WEB MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (STUDI KASUS PT. ANUGRAH WISNU WICAKSANA) | Penelitian ini dilakukan di PT. Anugrah Wishnu Wicaksana, sebuah perusahaan yang bergerak dalam kontruksi bangunan dan perumahan dengan kegiatan utamanya adalah menjalankan bangunan dan proyek perumahan. Dalam pemilihan lokasi pembangunan komplek perumahan terdapat salah satu faktor penting penentu keberhasilan yaitu analisis yang tepat dan penilaian. Untuk menganalisis lokasi kompleks perumahan, dilihat dari berbagai aspek, sehubungan dengan beberapa kriteria. Masalah yang terjadi adalah tidak ada lokasi yang benar-benar lebih baik dari semua kriteria yang ada. Sebuah alternatif lokasi memiliki nilai yang lebih baik pada kriteria dan memiliki nilai yang lebih buruk pada kirteria lainnya. Hasil penelitian, disimpulkan bahwa untuk memfasilitasi PT. Anugrah Wishnu Wicaksana dalam analisis dan perhitungan masing-masing lokasi, bisa menggunakan sistem pendukung keputusan. Sistem ini dibangun untuk memberikan informasi bagi pemilik perusahaan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. Dalam sistem pendukung keputusan ada matematika sistem perhitungan yang dapat dilakukan secara online/offline. Informasi yang diperoleh dapat membantu pemilik dalam menemukan nilai komparatif masing-masing lokasi akan menjadi pilihan dalam membangun perumahan. | This research was conducted at PT. Anugrah Wishnu Wicaksana, a company engaged in the construction of buildings and housing with the main activity is the running of the building and housing projects. In the selection of the construction site of a residential complex there is one of important factor determining the success that proper analysis and assessment. To analyze the location of the residential complex, viewed from various aspects, with respect to some criteria. The problem that occurs is no location is really better than all the criteria. An alternative location has a better value on the criteria and have a value that is worse in other kirteria. The research is to facilitate PT. Anugrah WIshnu Wicaksana in the analysis and calculation of each location, could use a decision support system. The system is built to provide information to the owners of the company as a basis for decision making. Decision support system is system of mathematical calculations that can be performed online / offline. The information obtained can help in finding the owner of the comparative value of each location will be an option in a residential building. | |
| 4907 | 14715 | F1I011032 | IMPLIKASI KEBIJAKAN PROTEKSI EKONOMI CINA MELALUI REVALUASI RENMINBI (YUAN) TERHADAP KERJASAMA PERDAGANGAN CINA-AMERIKA SERIKAT 2009-2014 | Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan implikasi revaluasi Renminbi (RMB) terhadap kerjasama perdagangan Cina dan Amerika Serikat (AS) terutama pada tahun 2009-2014 menggunakan pendekatan Neo-Merkantilisme, konsep sistem moneter internasional dan trade imbalance. Pendekatan Neo-Merkantilisme digunakan untuk menggambarkan pola reformasi kebijakan ekonomi terbuka dan proteksi ekonomi melalui sistem finansial oleh Pemerintah Cina. Konsep sistem moneter digunakan untuk menggambarkan pola pengambilan kebijakan dalam menetapkan level dan rezim nilai tukar serta trilema kebijakan moneter Cina. Pola kebijakan tersebut membuat Cina dianggap telah “memanipulasi” mata uangnya sehingga pada tahun 2005 hingga 2013 Cina harus mengambil kebijakan untuk revaluasi RMB. Sedangkan trade imbalance digunakan untuk menggambarkan perkembangan hubungan perdagangan Cina-AS dan dampak dari adanya revaluasi RMB terhadap kerjasama perdagangan Cina-AS. | This research aims to describe about implication of Renminbi (RMB) revaluation to China-US trade relations on 2009-2014, applying neo merchantilism approach, international and trade imbalance concept. Neo merchantilism applied to describe about reform pattern of open market policy and economy protection within financial system by China Government. International monetary system applied to describe the pattern of policy withdrawal on determining level and regym of China currency, as well as determining its trilema of monetary policy. Those patterns conclude China suspiciously has “manipulate” its currency, so in 2005 untill 2013 revaluate RMB is a needed for China to reduce external preassure. Trade imbalance concept itself applied to describe continuation of trade billateral between China-US and implication of RMB revaluation to its trade relation between China-AS. | |
| 4908 | 14726 | E1A011138 | Perlindungan Hukum Terhadap Pengunjung sebagai Konsumen Jasa Pariwisata Taman Rekreasi Dreamland Park Ajibarang | Pariwisata adalah kepergian orang-orang sementara dalam jangka waktu pendek ke tempat-tempat tujuan di luar tempat tinggal dan dan bekerja sehari-harinya serta kegiatan-kegiatan mereka selama berada di tempat tujuan tersebut, ini mencakup kepergian untuk berbagai maksud, termasuk kunjungan seharian/ darmawisata/ ekskursi. Perlindungan Hukum merupakan gambaran dari bekerjanya fungsi hukum untuk mewujudkan tujuan-tujuan hukum yakni keadilan, kemanfaatan dan kepastian hukum. Perlindungan hukum dapat diartikan sebagai perlindungan oleh hukum atau perlindungan dengan menggunakan pranata dan sarana hukum. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap pengunjung sebagai konsumen Jasa Pariwisata Taman Rekreasi Dreamland Park Ajibarang dan untuk mengetahui tanggung-jawab pelaku usaha terhadap konsumen sebagai pengunjung yang telah dirugikan di Taman Rekreasi Dreamland Park Ajibarang. Metode pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah merupakan penelitian Yuridis Normatif. Dari hasil analisis dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perlindungan hukum terhadap pengunjung sebagai konsumen Jasa Pariwisata Taman Rekreasi Dreamland Park Ajibarang sesuai ketentuan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, yaitu : Perlindungan hukum atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa; Perlindungan hukum untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan; Perlindungan hukum hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa; Perlindungan hukum untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan; Perlindungan hukum untuk mendapatkan advokasi, perlindungan, dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut; Perlindungan hukum untuk mendapatkan pembinaan dan pendidikan konsumen;Perlindungan hukum untuk diperlakukan atau layani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif; Perlindungan hukum untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi, dan/atau penggantian apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya; Tanggung-jawab pelaku usaha terhadap konsumen sebagai pengunjung yang telah dirugikan di Taman Rekreasi Dreamland Park Ajibarang bertanggung jawab penuh dalam memberikan ganti rugi kepada konsumen sesuai dengan kerugian yang senyatanya berdasarkan pertimbangan yang layak yaitu sebesar Rp.500.000 setiap perkejadian. Saran penulis yang dapat ditarik dari permasalahan ini sebagi berikut: Sifat alternatif/pilihan dalam pemberian bentuk ganti rugi kepada konsumen sebagi bentuk tanggung jawab pelaku usaha sebagaimana diatur dalam Pasal 19 ayat (2) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen untuk beberapa situasi kurang berpihak kepada konsumen, apalagi jika kerugian yang dialamioleh konsumen sangat besar/berakibat sangat fatal. Hal tersebut dikarenakan seakan-akan pelaku usaha dapat memilih bentk ganti rugi mana yang paling menguntungkan/meringankan baginya. Oleh karena itu, perlu dilakukannya perubahan pada Pasal 19 ayat (2) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen sehingga pemberian bentuk ganti rugi oleh pelaku usaha bersifat kumulatif. Perlindungan asuransi seharusnya tidak hanya disediakan untuk perkejadian, melainkan untuk setiap akibat kejadian tersebut seperti rawat setelah kejadian tersebut. Dengan adanya asuransi, pengunjung tempat rekreasi akan merasa lebih nyaman dan merasa terlindungi jiwanya. Selain itu, dari sisi bisnis, asuransi juga dapat menjadi salah satu faktor untuk meningkatkan gairah usaha karena apabila konsumen tahu bahwa setiap pengunjung tempat rekreasi tersebut akan berekreasi ke tempat rekreasi tersebut. | Tourism is the departure of the people while in the short term to places of interest outside the residence and and work daily as well as their activities while in places such purpose , includes the departure for various purposes , including visits a day / excursion / excursion . Legal protection is an overview of the functioning of the law to realize the objectives of law which is justice , expediency and legal certainty . Legal protection can be defined as the protection by law or regulation and protection by using legal means . The purpose of this study was to determine the legal protection of the visitors as consumers Recreation Parks Tourism Services Dreamland Park Ajibarang and to determine the responsibility of businesses to consumers who have been harmed as a visitor at Recreation Park Dreamland Park Ajibarang . The approach used in this study is a normative juridical research . From the analysis in this study can be concluded that the protection of the law against visitors as consumers Services Tourism Recreation Park Dreamland Park Ajibarang pursuant to Article 4 of Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection, namely: Legal protection comfort, security, and safety in consumption goods and / or services; The legal protection to choose the goods and / or services and obtain goods and / or services in accordance with the exchange rate and conditions and guarantees promised; Legal protection of the right to information is correct, clear and honest about the condition and guarantee of the goods and / or services; The legal protection to hear the opinions and complaints on goods and / or services used; Obtain legal protection for advocacy, protection and mediation in consumer protection should; Legal protection for guidance and consumer education; protection of the law to be treated or served properly and honestly and not discriminatory; Legal protection for compensation, restitution, and / or replacement if the goods and / or services received are not in accordance with the agreement or not as it should be; Responsibility of business operators against consumers who have been harmed as a visitor at Recreation Park Dreamland Park Ajibarang full responsibility for providing redress to consumers in accordance with the actual loss based on appropriate consideration in the amount of 500,000 each one insident. Suggestions writer that can be drawn from this problem as follows: The nature of the alternative / choice in awarding restitution to consumers as a form of responsibility of business operators as provided for in Article 19 paragraph (2) of Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection for some situations not siding with consumers, especially if the losses are very large consumers experience by / fatal consequences. That is because as if businesses can choose configuration compensation where it is most advantageous / relieve him. Therefore, the need for changes in Article 19 paragraph (2) of Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection thereby granting restitution by businesses are cumulative. Insurance protection should not only be provided for one insident alone, but for every effect the incident such as hospitalization after the incident. With the insurance, visitors to the recreation area will feel more comfortable and feel protected his soul. In addition, from the business side, the insurance can also be a factor to increase the passion effort because if consumers had known that every visitor recreation areas will relax into the recreation area. | |
| 4909 | 14716 | D1E012062 | PENGARUH PEMBALURAN DAGING AYAM BROILER DENGAN BUAH MENGKUDU ( Morinda citrifolia L. ) TERHADAP TOTAL BAKTERI, TINGKAT KEBUSUKAN DAN pH | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh lama pembaluran daging ayam broiler dengan buah mengkudu terhadap total bakteri, tingkat kebusukan dan pH. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 15 sampai 28 Februari 2016 bertempat di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat lima perlakuan dan empat kali ulangan. Perlakuan terdiri dari P0 = tanpa pembaluran dengan buah mengkudu, P1 = Pembaluran dengan buah mengkudu selama 15 menit, P2 = Pembaluran dengan buah mengkudu selama 30 menit, P3 = Pembaluran dengan buah mengkudu selama 45 menit dan P4 = Pembaluran dengan buah mengkudu selama 60 menit. Peubah yang diukur yaitu total bakteri, tingkat kebusukan dan pH. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dan uji orthogonal polynomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembaluran daging ayam broiler dengan buah mengkudu memberikan pengaruh nyata terhadap total bakteri, namun tidak memberikan pengaruh nyata terhadap tingkat kebusukan dan pH. Rataan total bakteri daging ayam broiler bagian paha secara berurutan yaitu 8,50 log cfu/g; 8,12 log cfu/g; 7,83 log cfu/g; 7,65 log cfu/g; 7,51 log cfu/g. Nilai rataan keseluruhan dari tingkat kebusukan dan pH yaitu 1,08 dan 6,02. Hasil uji lanjut orthogonal polynomial perlakuan menunjukkan respon linier dengan persamaan garis Y= 8,41-0,02X dan nilai koefisien determinasi (r2) = 0,53. Kesimpulan dari penelitian adalah pembaluran menggunakan buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) dapat mengawetkan daging ayam broiler karena mampu menurunkan total bakteri dan menghambat tingkat kebusukan daging, tanpa mempengaruhi pH. | The purpose of this research was to examine the effects of rubbing broiler meat with noni fruit on total bacteria, spoilage and pH. The research had been conducted from September 15 to February 28, 2016 at the Animal Product Technology Laboratory, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University. An experimental method using Complete Randomized Design (CRD) with five treatments and four replications was used, in the research. The treatments consisted of P0 = control (without noni fruit), P1 = Rubbing with noni fruit for 15 minutes, P2 = Rubbing with noni fruit for 30 minutes, P3 = Rubbing with noni fruit for 45 minutes and P4 = Rubbing with noni fruit for 60 minutes. The variables measured were the total bacteria, spoilage and pH. Data was analyzed by using an analysis of variance and polynomial orthogonal test. The results showed that rubbing in broiler meat with noni fruit has significant effects on total bacteria, but has no effect on spoilage nor pH. The average total Bacteria in broiler meat was 8,50 log cfu/g; 8,12 log cfu/g; 7,83 log cfu/g; 7,65 log cfu/g; 7,51 log cfu/g, for control, 15, 30, 45 and 60 minutes rubbing duration, respectively. The average value of spoilage and pH of the meat were 1,08 and 6,02. The relationship between rubbing duration and total bacteria was Y = 8,41-0,02X coefficient of determination (r2) = 0, 53. In conclusion, rubbing broiler meat with noni fruit (Morinda citrifolia L.) preserves broiler meat because it reduces total bacteria, delays the spoilage without affecting the pH. | |
| 4910 | 14743 | D1E012072 | PENGARUH SUPLEMENTASI EKSTRAK LIMBAH BAWANG PUTIH DALAM PAKAN SAPI PERAH TERHADAP PRODUKSI GAS TOTAL DAN GAS METAN (CH4) SECARA IN VITRO | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Suplementasi Ekstrak Limbah Bawang Putih dalam Pakan Sapi Perah terhadap Produksi Gas Total dan Gas Metan (CH4) Secara In Vitro”. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh penambahan ekstrak limbah bawang putih dalam pakan sapi perah terhadap produksi gas total dan gas metan (CH4) secara In Vitro. Materi penelitian yang digunakan adalah pakan basal sapi perah (PK 10,58%, SK 21,92%, TDN 65,91%), ekstrak limbah bawang putih dan cairan rumen sapi perah. Metode penelitian adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah R0 = pakan basal, R1 = R0 + 125 ppm ekstrak limbah bawang putih, R2 = R0 + 250 ppm ekstrak limbah bawang putih, R3 = R0 + 375 ppm ekstrak limbah bawang putih dan R4 = R0 + 500 ppm ekstrak limbah bawang putih. Peubah yang diukur adalah produksi gas total dan gas metan (CH4). Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji orthogonal polynomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap produksi gas total dan gas metan. Uji orthogonal polynomial menunjukan perlakuan memberikan respon kubik terhadap produksi gas total dan gas metan dengan persamaan garis Y = 13.5964 - 0.0126X + 6E-05X2 - 7E-08X3 dengan R2 58,38% dan Y = 6.5554 - 0.0182X + 9E-05X2 – 1E-07X3 dengan R2 81,23%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah level terbaik pemberian ekstrak limbah bawang putih dalam pakan basal untuk menurunkan produksi gas total dan gas metan adalah 125 ppm. | This research, entitled “Effect of Supplementation of Garlic Waste Extract to the Feed of Dairy Cattle on the Total Gas and Methane Gas (CH4) Production by In Vitro”, aimed to examine the effects of supplementation of garlic waste extract to the feed of dairy cattle on the total gas and methane gas (CH4) production by In Vitro. The research materials were basal feed of dairy cattle (CP 10,58%, CF 21,92%, TDN 65,91%), garlic waste extract and rumen liquid of dairy cattle. This research was conducted by an experimental method and used Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments and 4 replications. The treatments were R0 = basal feed without garlic waste extract, R1 = R0 + 125 ppm of garlic waste extract, R2 = R0 + 250 ppm of garlic waste extract, R3 = R0 + 375 ppm of garlic waste extract and R4 = R0 + 500 ppm of garlic waste extract. The measured variables were the total gas and methane gas (CH4) production. The data was collected and analyzed by an analysis of variance and followed by orthogonal polynomial test. The results showed that the treatments highly significantly affected (P<0.01) the total gas and methane gas production. The orthogonal polynomial test showed that the treatments gave a cubic response to the total gas and methane gas production with a line equation Y = 13.5964 - 0.0126X + 6E-05X2 – 7E-08X3 with R2 58.38% and Y = 6.5553 - 0.0182X + 9E-05X2 – 1E-07X3 with R2 81.23%. The conclusion of this research is that the best level supplementation of garlic waste extract to decrease the total gas and methane gas production is 125 ppm. | |
| 4911 | 14719 | A1L012003 | UJI APLIKASI METABOLIT SEKUNDER DUA ISOLAT Trichoderma sp. TERHADAP PENYAKIT PEMBULUH KAYU (Oncobasidium theobromae Talbot & Keane) PADA BIBIT KAKAO | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keefektifan aplikasi metabolit sekunder Trichoderma sp., isolat jahe dan bawang merah, maupun gabungannya, terhadap penyakit pembuluh kayu dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan serta kandungan senyawa fenol pada bibit kakao. Penelitian telah dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto dan Desa Banteran, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, mulai September sampai dengan November 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 6 ulangan. Perlakuan terdiri atas kontrol, metabolit sekunder Trichoderma sp. isolat jahe, isolat bawang merah, gabungan isolat bawang merah dan isolat jahe, dan fungisida asam fosfat. Variabel yang diamati adalah masa inkubasi, intensitas penyakit, tinggi tanaman, jumlah daun, bobot tanaman segar dan kering, bobot akar segar dan kering, panjang akar, dan analisis senyawa fenol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan menggunakan metabolit sekunder Trichoderma sp. isolat jahe mampu menekan intensitas penyakit 62,17%, dan mampu menunda masa inkubasi 24,97% dan perlakuan dengan menggunakan metabolit sekunder Trichoderma sp. isolat gabungan bawang merah dan jahe mampu meningkatkan pertambahan tinggi tanaman, jumlah daun, bobot tanaman segar, dan kering, bobot akar segar dan kering serta panjang akar masing-masing sebesar 36,21; 19,07; 20,6; 17,5; 27; 34,36; dan 21,30%. Perlakuan metabolit sekunder Trichoderma sp. mampu meningkatkan kandungan senyawa fenol (saponin, tanin, dan glikosida) pada bibit kakao. | This research aimed to study the secondary metabolite application of Trichoderma sp. from ginger and shallots isolates, or their combination on the disease and its effect on growth and on phenolic compound content of cocoa seedlings. This research was carried out at the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto and at Banteran Village, Sumbang Sub-District, Banyumas Regency, from September to November 2015. Randomized block design was used with nine replicates and five treatments consisted of control, secondary metabolit of Trichoderma sp. ginger and shallots isolates, their combination, and fungicide with active ingredient of phosphic acid. Variables observed were incubation period, disease intensity, plant height, number of leaves, wieght of fresh and dry plants, weight of fresh and dry roots, roots length, and phenolic compound content qualitatively. Result of the research showed that the secondary metabolit of Trichoderma sp. ginger isolate could suppress the disease intensity and delay the incubation period as 62.17 and 24.97%, respectively. The secondary metabolit treatment of Trichoderma sp. shallots and ginger combination could increase plant height, number of leaves, fresh weight of plant, dry weight of plant, fresh weight roots, dry weight of root, and roots length as 36.21, 19.07, 20.6, 17.5, 27, 34.36, and 21.30%, respectively. All secondary metabolites of Trichoderma sp. were able to increase phenolic compound content (saponins, tannins, and glycosides) qualitatively of cocoa seedlings. | |
| 4912 | 14718 | A1L012073 | POTENSI Bacillus subtilis UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT AKAR GADA DAN MENINGKATKAN PERTUMBUHAN TANAMAN KUBIS DI DATARAN RENDAH | Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh antagonis B. subtilis dalam mengendalikan penyakit akar gada dan mendapatkan antagonis B. subtilis terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman kubis. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2015 sampai Januari 2016, di Laboratorium dan Green House Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan yang diberikan meliputi: kontrol, B. subtilis B1, B. subtilis B298, campuran B. subtilis B1 dan B298 dan fungisida. Variabel yang diamati adalah keparahan penyakit, bobot akar gada, diameter akar gada terbesar, jumlah daun, diameter batang, panjang akar terpanjang, bobot tanaman segar dan bobot tanaman kering. Data dianalisis dengan uji F dilanjutkan dengan BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran isolat B. subtilis B1 dan B298 mampu mengendalikan penyakit akar gada dengan nilai efektifitas 20,41%. Isolat B. subtilis B298 mampu meningkatkan diameter batang, panjang akar terpanjang, bobot tanaman segar dan bobot tanaman kering. | The objectives of the research were to assess the effect of Bacillus subtilis antagonist to controlling clubroot and get the best antagonist in improving cabbage plant growth. The research was conducted from November 2015 to January 2016, in the Laboratory and Green house of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. Randomized block design was used with 5 treatments and 6 replicates. The treatments included: control, B. subtilis B1, B. subtilis B298, a mixture of B. subtilis B1 and B298 and fungicides. Variables observed were disease severity, weight of clubroot, greatest of clubroot diameter, number of leaves, stem diameter, length of the longest root, fresh and dry weight of plants. Data were analyzed by F test, then tested further by BNT at the level of 5% error. The result showed that a mixture isolate of B. subtilis B1 and B298 can suppress clubroot diseases with the effectiveness value as 20,41%. Isolates of B. subtilis B298 can increase stem diameter, length of the longest root, fresh weight of the plant and the dry weight of the plant. | |
| 4913 | 14721 | F1J012029 | Analisis Tindak Tutur Direktif dalam Serial Drama Dia Shisutaa Karya Mayumi Nakatani | Penelitian ini mengkaji tindak tutur direktif yang terdapat dalam serial drama Jepang yang berjudul Dia Shisutaa. Tuturan direktif dalam bahasa Indonesia berbeda dengan tuturan direktif dalam bahasa Jepang. Jika dilihat dari bentuk perubahan kata kerja, dalam bahasa Indonesia tidak mengenal hal demikian. Dia Shisutaa merupakan drama yang tepat dijadikan sebagai sumber data karena memiliki banyak tuturan direktif. Tujuan dari skripsi ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur direktif yang dituturkan para tokoh serial drama tersebut, serta faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pemilihan bentuk tindak tutur tersebut. Analisis menggunakan kajian pragmatik dengan penerapan teori tindak tutur. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan menggunakan teknik simak dan catat. Berdasarkan hasil dari analisis objek penelitian tersebut ditemukan 23 bentuk tindak tutur direktif, diantaranya adalah perintah, pemesanan, permohonan dan pemberian saran. Pemilihan tindak tutur tersebut berdasarkan usia, dimana perintah dalam bentuk nasai dituturkan oleh penutur yang usianya lebih tua dibandingkan dengan mitra tutur. Emosi penutur, meireikei digunakan pada saat penutur sedang marah dan digunakan oleh penutur pria. Tingkat keakraban, semakin akrab hubungan antara penutur dan mitra tutur maka semakin singkat dan langsung tuturan yang diujarkan. | This research examines directive speech act that is found in Dear Sister Japanese drama series. Directive speech in Indonesia is different from the one in Japanese. Seen from verb alteration form, there is no such thing in bahasa. Dear Sister is suitable for this research because there are many directive speeches. The purposes of this research are to describe directive speech act forms in this drama series and what factors that have influence on the selection of the directive speech act. The analysis uses pragmatic assessment with application of speech act theory. The type of this research is qualitative, simak and catat are used as methods. As the results from the analysis of the drama 23 directive speech act forms are found, there are command, order, request and advice. The selection of speech act depends on age, in which order in nasai form is said by older speaker to younger listener. Speaker’s emotion, meireikei is used when speaker is angry and is used by men. Intimate level, the more intimate between speaker and his listener, the more simple and more straightforward the speech will be said. | |
| 4914 | 14722 | H1D009074 | ANALISIS HIDROLIKA DAN POTENSI ENERGI LISTRIK PLTM TINOMBO SULAWESI TENGAH | Memanfaatkan potensi aliran dan tinggi jatuh pada Sungai Tinombo untuk suatu PLTM memerlukan saluran pembawa yang terdiri dari bangunan sadap, saluran penghantar, kolam endap, kolam penenang dan pipa pesat. Pada setiap bagian tersebut memiliki potensi kehilangan energi yang dapat berpengaruh pada energi listrik yang dihasilkan oleh PLTM Tinombo, untuk itu perlu dilakukan analisis yang bertujuan memperhitungkan kehilangan energi yang terjadi di sepanjang saluran pembawa. Penelitian analisis hidraulika dan potensi energi listrik PLTM Tinombo ini di harapkan dapat menjadi sebuah referensi untuk mengetahui kehilangan energi yang terjadi dan potensi energi listrik pada suatu PLTM. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah memperhitungkan kehilangan energi yang terjadi pada saluran pembawa dengan menggunakan debit kala ulang pada Sungai Tinombo. Perhitungan ini bertujuan untuk mendapatkan potensi energi listrik yang akan dibangkitkan oleh PLTM Tinombo setelah mengalami kehilangan energi yang terjadi disepanjang saluran pembawa. Dari hasil penelitian diperoleh energi listrik minimal yang dapat dihasilkan oleh PLTM Tinombo kala ulang paling kecil yaitu Q1 = 4.27 MWh dengn kehilangan enegri sebesar 11.1 m, sedangkan energi listrik maksimal yang dapat dibangitkan adalah Q100 = 256.10 MWh dengan kehilangan energi sebesar 2.1 m, dan untuk nilai Qmedian = 30.41 MWh dengan kehilangan energi sebesar 3.65 m. Untuk debit rencana PLTM Tinombo menggunakan Q65 = 3.4 m3/s= 39.11 MWh dengan kehilanga energi sebesar 3.31 m. | Tinombo MHPP exploit the potential head and flow at Tinombo River, needs the waterway which consists of intake, headrace, settling basin, headpond and penstock. Each section of waterway segment has a potential energy loss that can affect the electrical energy generated by Tinombo MHPP. Therefore, it is needs an analysis to calculate the head losses along the waterway. The analysis of hydraulics and electrical energy potential MHPP Tinombo are expected can be a reference to determine the energy loss and the potential for electrical energy in a hydropower. The method used in this paper is calculating the energy loss in the waterway using discharge variation on Tinombo River. The aims of the calculation is to get the energy potential of the electricity generated by Tinombo MHPP after experiencing a loss of energy along the waterway. The result showed that the electrical energy minimum that can be generated by Tinombo MHPP is Q1 = 4.27 MWh and the head loss is 11.1 m, therefore electric energy maximum that can be produced is Q100 = 256.10 MWh with head loss is 2.1 m, and for Qmedian = 30.41 MWh the head loss of 3.65 m. For The design discharge is Q65 = 3.4 m3/s = 39.11 MWh with head loss is 3.31 m. | |
| 4915 | 11965 | D1E011040 | RESPON ERITROSIT DAN HEMOGLOBIN PADA KELINCI SETELAH UJI TANTANG Eimeria stiedai | Penelitian berjudul “Respon Eritrosit dan Hemoglobin pada Kelinci setelah Uji Tantang dengan Eimeria stiedai dilaksanakan dari tanggal l6 Desember 2015 sampai dengan 6 Maret 2015 bertempat di Labolatorium Kesehatan ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto dan Labolatorium Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui kadar hemoglobin dan jumlah eritrosit pada darah kelinci setelah infeksi dan uji tantang Eimeria stiedai serta mengetahui pengaruh infeksi dan uji tantang Eimeria stiedai terhadap kadar hemoglobin dan jumlah eritrosit pada darah kelinci. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 5 macam perlakuan yaitu sebagai berikut:D0 = Kontrol tanpa infeksi Eimeria stiedai, D1 = Dosis infeksi Eimeria stiedai 1 x 101 dengan uji tantang 1 x 103, D2 = Dosis infeksi Eimeria stiedai 1 x 102 dengan uji tantang 1 x 103, D3 = Dosis infeksi Eimeria stiedai 1 x 103 dengan uji tantang 103, D4 = Kontrol uji tantang Eimeria stiedai 103. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan berpengaruh tidak nyata terhadap peningkatan jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin (P>0.05). Nilai rataan Jumlah eritrosit menunjukkan bahwa pada perlakuan D0, D1, D2 masih dalam kisaran normal sedangkan D3, dan D4 terjadi peningkatan. Nilai rataan kadar hemoglobin menunjukan bahwa pada perlakuan D0 dan D4 masih dalam kisaran normal sedangkan pada D1, D2, dan D3 mengalami peningkatan. | The study entitled "Response of erythrocytes and hemoglobin in Rabbits After Test Challenge with Eimeria stiedai". Was conducted from December 6th, 2015 until March 6th, 2015 in the laboratory of Animal Veterinary, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University, Purwokerto and Clinical Pathology laboratory, Faculty of Veterinary Medicine, University of Gadjah Mada, Yogyakarta. The purpose of this study was to determine the number of erythrocytes and hemoglobin concentrations in the blood of rabbits after infected and challenge on Eimeria Stiedai test and determine the effect of infection and Eimeria Stiedai chalenge test to the number of erytrocytes and hemoglobin concretation in the blood of rabbits. The study was conducted by using a completely randomized design (CRD), with 5 kinds of treatments included: D0 = Control without Eimeria stiedai infection, D1 = Infection dose of Eimeria stiedai 1 x 101 challenge test 1 x 103, D2 = Infection dose of Eimeria stiedai 1x102 challenge test 1 x 103, D3 = Infection dose of Eimeria stiedai 1x103 challenge test 1 x 103, D4= Control of Eimeria stiedai challenge test 1 x 103. The results showed that the treatments did not give significant effect on the increase of erythrocytes and hemoglobin levels (P>0.05). The values of the average amount of erythrocytes showed that in the treatment of D0, D1, and D2 the values are still in the normal range, while D3, and D4 increase. The average values of hemoglobin levels showed that the treatment of D0 and D4 are still within the normal range, while D1, D2, and D3 increase. | |
| 4916 | 14723 | F1F010008 | AN ANALYSIS OF DIRECTIVE FUNCTIONS IN THE IMPORTANCE OF BEING EARNEST PLAY BY OSCAR WILDE | Penelitian ini bertujuan untuk mencari bentuk-bentuk ucapan yang berfungsi sebagai perintah di dalam drama terkait dan juga mencari faktor-faktor sosialnya yang mempengaruhi bentuk-bentuk yang digunakan. 2 Penelitian ini menggunakan metode penelitian qualitatif karena data yang digunakan tertulis dan dianalisis dengan kata-kata dan kalimat. Data dari penelitian ini adalah ucapan-ucapan yang memiliki fungsi sebagai perintah. Terdapat 125 data yang ditemukan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan ada tiga macam bentuk yang digunakan dari keseluruhan data. Ketiganya adalah 49 data berbentuk imperatif, 60 data berbentuk deklaratif dan 16 data berbentuk interogatif. Kemudian, faktor-faktor sosial yang mempengaruhi bentuk imperatif adalah status hubungan, jenis kelamin, dan jarak sosial. Kemudian faktor-faktor sosial yang mempengaruhi bentuk deklaratif adalah jarak sosial, status hubungan, jenis kelamin dan rutin. Terakhir, faktor-faktor sosial yang mempengaruhi bentuk interogatif adalah jarak sosial, status hubungan dan jenis kelamin. Faktor-faktor sosial dipisah berdasarkan yang paling mempengaruhi hingga yang paling tidak mempengaruhi. Faktor-faktor sosial yang paling tidak berpengaruh adalah konteks formal dan komunitas kelas bawah. Peneliti menyadari masih ada banyak kekurangan dalam penelitian ini. Sehingga, peneliti berharap adanya saran dari para pembaca dan hasil penelitian ini dapat digunakan untuk penelitian-penelitian lanjutan oleh para peneliti lainnya. | This research was conducted to find out the form of utterances with directive function in the play and their social factors that affected the forms. This research used qualitative method because the data were written and had been analyzed by words and sentences. The data of the research were utterances with directive function. There were 125 data that were found in the research. The results show there are three forms that are used in whole data. They are 49 imperative forms, 60 declarative forms, and 16 interrogative forms. Then, the social factors that affected the imperative form are relative status, gender and social distance. Social factors that affected the declarative form are social distance, relative status, gender and routineness. The last, social factors that affected the interrogative form are social distance, relative status and gender. The social factors are devided from the most influencing to the least influencing. Formality context and lower class community are the lowest influencing social factors. The researcher realizes that this research still has a lot of weaknesses. Therefore, researcher hopes the readers will give some suggestions and other researchers could do further researches from the results of this research. | |
| 4917 | 14658 | H1D011006 | MODEL PEMILIHAN MODA ANGKUTAN UMUM PENUMPANG ANTARA KERETA API DAN BUS PATAS AC DENGAN TEKNIK STATED PREFERENCE (Studi Kasus Rute Purwokerto-Semarang) | Pemilihan moda merupakan salah satu model yang digunakan dalam perencanaan transportasi angkutan umum, hal ini dikarenakan peran kunci dari angkutan umum dalam upaya meningkatkan perbaikan dan peningkatan pelayanan dari moda transportasi. Mobilitas masyarakat Kota Purwokerto dan Kota Semarang semakin bertambah, sehingga PT.KAI melayani perjalanan dari arah Purwokerto-Semarang maupun sebaliknya yaitu kereta api Kamandaka dengan 3 kali frekuensi keberangkatan dalam sehari. Kereta ini baru mulai dibuka pada 17 Februari 2014 (KA Kamandaka I) dan 19 Desember 2014 (Ka Kamandaka II). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik penumpang bus dan kereta api dan memodelkan pemilihan moda agar dapat diketahui potensi penggunaan moda berdasarkan empat atribut terpilih yaitu biaya (cost), waktu tempuh perjalanan (journey time), frekuensi moda, dan keterlambatan serta mengestimasi elastisitas dan sensitivitas pelaku perjalanan dalam menentukan pilihan moda antara Kereta Api Bisnis dan Bus Patas Ac. Data yang didapatkan meliputi data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui kuesioner responden melalui wawancara secara langsung dengan responden pengguna bus patas. Data sekunder diperoleh dari PT.KAI, PO.Nusantara, dan internet. Pemodelan dilakukan berdasarkan respon penumpang dengan metode stated preference. Metode stated preference adalah teknik survey yang dilakukan berdasarkan pertanyaan andaian (hipotesis) yang dihubungkan dengaan atribut-atribut baru. Penelitian ini menyediakan delapan skenario yang berbeda pada kuesioner. Pemodelan dilakukan dengan menggunakan model logit binomial selisih dengan regresi linier berganda pada program excel 2013. Model pemilihan moda yang terbaik yaitu : Ukereta– Ubus = -7.6076 - 0.0001X1 +2.40541X3 - 0.2362X4 Dimana : X1 = selisih biaya perjalanan (cost) kereta api dan bus patas AC X3 = selisih jumlah keberangkatan moda dalam 1 hari (frekuensi) kereta api dan bus patas AC X4 = selisih keterlambatan kereta api dan bus patas AC | Mode choice is one of the models used in transportation planning, public transportation, this is due to the key role of public transportation in an attempt to improve repair and improving the services of the mode of transportation. Mobility society city of Semarang and Purwokerto is growing, so the PT. KAI travel from the direction of Purwokerto or Semarang-on the contrary i.e. a train Kamandaka with 3 times the frequency of departures a day. This new railway opened on 17 February 2014 (KAKamandaka I) and 19 December 2014 (Ka Kamandaka II). The purpose of this research is to know the characteristics of passenger buses and trains and model selectionmode so that you can note the potential use of modes based on four selected attributes, i.e. the cost (cost), it takes a trip (journey time), the frequency of the mode, andthe delay as well as the mengestimasi elasticity and sensitivity of the offender in determining a choice of mode of travel between Rail and Bus Business Patas Ac. Data obtained include primary and secondary data. Primary data obtained through questionnaires respondents directly through interviews with respondents user patas buses.Secondary data obtained from PT. KAI, PO. Nusantara, and the internet. Modeling is done based on the response of passengers by the method stated preference.Stated preference methods are survey techniques being performed based on questions the assumption (hypothesis) that is associated with the new attributes. This research provides eight different scenarios on a questionnaire. Modeling is done using binomial logit model the difference with multiple linear regression excel program on2013. The best mode of election model: Utrain – Ubus =-7.6076-0.0001 x 1 + 2.40541 X 3-X 4 0.2362 Where: X 1 = difference in travel costs (cost) trains and buses patas AC X 3 = the difference between the number of departure mode in 1 day (frequency) trains and buses patas AC X 4 = the difference between train and bus delays patas AC | |
| 4918 | 14725 | A1L008127 | PENGARUH KETINGGIAN TEMPAT DAN ARAH LERENG TERHADAP PRODUKTIVITAS TANAMAN KARET (Havea Brasiliensis Muell. Arg.) DI WILAYAH PTPN IX AFDELING KRUMPUT | Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh ketinggian tempat dan arah lereng terhadap produksi lateks, 2) mengetahui ketinggian tempat dan arah lereng mana yang memiliki produktivitas lateks terbaik. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Karet PTPN IX Afdeling Krumput di Desa Karangrau, Kabupaten Banyumas, mulai bulan Oktober sampai November 2015. Penelitian ini menggunakan metode survai. Peneliti menetapkan varietas PB260 dalam fase remaja (umur 5-10 tahun) untuk pengambilan sampel dan menggunakan teknik stratified random sampling untuk memilih lokasi pertanaman karet pada ketinggian yang dibagi menjadi tiga strata, yaitu 165-199 m dpl, 200-299 m dpl, 300-399 m dpl. Selain itu diterapkan untuk memilih lokasi pertanaman karet pada empat arah lereng, yaitu utara, selatan, barat, dan timur. Setiap strata diambil 10 sampel tanaman yang diulang sebanyak 3 kali. Variabel yang diamati terdiri atas produksi lateks, ketinggian tempat, arah lereng, PH tanah, kelembaban udara, suhu udara, dan intensitas cahaya.Hasil penelitian diperoleh persamaan regresi linearnya yaitu Y=214,978-0,135X. Model regresi yang terbentuk memiliki nilai signifikan α > 0,05, hal ini menunjukkan bahwa ketinggian tempat di Wilayah PTPN IX Afdeling Krumput tidak berpengaruh nyata terhadap produksi tanaman karet tetapi ada kecenderungan walau tidak signifikan yaitu setiap kenaikan 100 m maka akan menurunkan produksi sebesar 0,135 gram/pohon/sadap. Ketinggian yang terbaik dalam produksi lateks di Wilayah PTPN IX Afdeling Krumput yaitu ketinggian 200 - 299 m dpl yang memiliki rataan produksi tertinggi sebesar 262,8 gram/pohon/sadap. Arah lereng yang terbaik dalam produksi lateks di wilayah PTPN IX Afdeling Krumput yaitu arah lereng timur yang memiliki rataan produktivitas tertinggi 245,95 gram/pohon/sadap. | This research aims to 1) know the effect of altitude and slope position toward latex’s production, 2) know the best altitude and the best slope position that has the best latex productivity. This research was conducted at PTPN IX Rubber Afdeling Karangrau Krumput Village, Banyumasregency, October to November 2015. This research used a survey method and researchers define varieties in phase PB 260 adolescents (aged 5-10 years) for sampling and used stratified random sampling to select the position of rubber planting at an altitude which is divided into three strata, which is 165-199 m dpl, 200-299 m dpl, 300-399 m dpl. In addition, it applied to select the location of the rubber planting on four slope position that is north, south, west, and east. Each stratum taken 10 samples of plants was repeated 3 times. Variables observed consisted of latex production, altitude, slope, soil pH, humidity, air temperature, and light intensity. The results obtained by the linear regression equation, that is Y = 214,978 - 0,135X. The model of regression that formed has a significant value of α> 0,05. It indicates that the altitude in the region PTPN IX Cambodgien Krumput not significantly affects toward the production of rubber plants, but there is a tendency. Although it is not significant, but each rise of 100 m it will reduce production of 0,135 gram/tree/tapping. Then, the best Altitude of latex production in PTPN IX Region Cambodgien Krumput is 200 - 299 m above sea level that has the average peak production of 262,8 grams/tree/tapping. Thus, the best of direction slopes in the production of latex in the region PTPN IX Cambodgien Krumput is the eastern slopes that have the highest productivity averaging 245,95 gram/tree/tapping. | |
| 4919 | 14727 | A1L012123 | HUBUNGAN KEKERABATAN JERUK LOKAL DENGAN ANALISIS CAPS MENGGUNAKAN KOMBINASI PRIMER RbcL-ORF106 DAN TIGA JENIS ENZIM RESTRIKSI | Tanaman jeruk memiliki sejarah yang panjang dengan sistem taksonomi yang kontroversial. Sejarah pertanaman yang panjang, kemampuan hibridisasi alami yang tinggi, serta kemungkinan terjadinya mutasi pucuk menyebabkan penggolongan jeruk umumnya sulit dilakukan. Marka CAPS merupakan marka molekular berbasis PCR yang telah diteliti terkait efektivitasnya dalam menggolongkan genotip, kultivar, dan spesies jeruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas dari kombinasi primer dan enzim restriksi, serta korelasi antara data molekular dengan morfologi tanaman dalam menggolongkan tanaman jeruk. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Oktober 2015 hingga Februari 2016 di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi, Fakultas Pertanian dan Laboratorium Biologi Molekular, Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini mengunakan primer RbcL-ORF106 dengan tiga enzim restriksi yaitu HhaI, HinfI, dan TaqI. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi primer dengan tiga enzim rstriksi menghasilkan empat golongan tanaman jeruk. Golongan satu meliputi C.hystrix, C. medica, C. limon, C. unshiu, C. grandis, C. reticulata, C. limonae, C. microcarpa, C. nobilis. Golongan dua terdiri atas C. reticulata, C. nobilis, F. japonica. Golongan tiga dan empat berturut-turut ditempati C. reticulata dan C. sinensis. | Citrus possesed a long historical record with a controversial taxonomy system. A long historical record, high natural hybridization ability, and possibility of bud mutation, caused several difficulties in grouping the Citrus. CAPS is a molecular marker which has been used to assay the effectiveness in grouping the Citrus. This research was aimed to find out the effectiveness of primer and restriction enzyme combination, and the correlation between molecular and morphological data in grouping the Citrus species. This research was conducted from October 2015 until February 2016. This research took place in the Laboratory of Plant Breeding and Biotechnology, Faculty of Agriculture, and Laboratory of Molecular Biology, Faculty of Biology, Jenderal Soedirman University. This research used RbcL-ORF106 primer and three restriction enzymes. The restriction enzymes were HhaI, HinfI, and TaqI. The result showed that combination of primer and three restriction enzymes generated four groups of Citrus. Group one consisted of C.hystrix, C. medica, C. limon, C. unshiu, C. grandis, C. reticulata, C. limonae, C. microcarpa, and C. nobilis. Group two consisted of C. reticulata, C. nobilis, F. japonica. Both group three and four consisted of one species, they were C. reticulata and C. sinensis. | |
| 4920 | 14724 | B1J012008 | AMPLIFIKASI DNA FOSIL POLEN ASAL SITUS LIYANGAN YANG DIEKSTRAK MENGGUNAKAN CTAB DAN KIT | Polen merupakan organ reproduksi jantan tumbuhan sub divisi Angiospermae dan Gymnospermae. Di Liyangan ditemukan fosil polen dari 7 Familia yaitu: Poaceae, Podocarpaceae, Liliaceae, Myrtaceae, Cyperaceae, Annonaceae dan Magnoliaceae yang terkubur sedimen material vulkanik selama ±1600 tahun. Rekonstruksi keragaman tumbuhan masa lalu dapat di analisis berdasarkan karakter morfologi dan molekuler. Analisis molekuler memiliki akurasi yang lebih tinggi dibandingkan morfologi namun ketersediaan informasi tentang hal tersebut sangat terbatas. Oleh karena itu diperlukan analisis fosil polen berdasarkan marka molekuler. Sebelum ekstraksi DNA fosil polen perlu dilakukan preparasi untuk menghilangkan sedimen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas dan kuantitas DNA fosil polen hasil ekstraksi menggunakan CTAB dan Kit dari sampel hasil preparasi BALAR dan Geologi dan amplifikasi DNA hasil ekstraksi menggunakan primer penyela integenik atpB-rbcL melalui teknik PCR. Penelitian ini dilakukan dengan metode survai, meliputi tahapan pengambilan sampel sedimen, preparasi sampel menggunakan metode BALAR dan Geologi, ekstraksi DNA menggunakan metode CTAB dan Kit, pengukuran kualitas dan kuantitas DNA, serta amplifikasi menggunakan primer penyela intergenik atpB-rbcL. Hasil penelitian dari kelima sampel hasil preparasi berdasarkan metode BALAR yang diekstraksi menggunakan CTAB menunjukan konsentrasi DNA antara 314µg/ml sampai 887µg/ml sedangkan yang diekstrak menggunakan Kit antara 382µg/ml sampai 852µg/. Preparasi metode Geologi yang diekstrak menggunakan kedua metode dihasilkan konsentrasi antara 43µg/ml sampai 230µg/ml (CTAB) dan 22 µg/ml sampai 216 µg/ml (Kit). DNA hasil preparasi BALAR yang diekstrak CTAB dan Kit berhasil diamplifikasi menggunakan primer atpB-rbcL dengan ukuran ±600-900bp. Hasil amplifikasi menunjukan DNA yang diperoleh merupakan DNA tumbuhan. | Pollen is a male reproductive organ resulted from microsporocyte formed during meiotic of Angiospermae and Gymnospermae sub divisions. Pollen might survive and become fossils because of sporopolenin on its exine. Within the Liyangan site, there were 7 families of different fossil pollens, namely: Poaceae, Podocarpaceae, Liliaceae, Myrtaceae, Cyperaceae, Annonaceae and Magnoliaceae which buried by volcanic sediment for ±1600 years. Reconstructing ancient plant’s diversities and abundances might be done by analyzing their fossil pollens both morphologically and molecularly. Molecular analysis is known to be more accurate than morphological analysis but its availability is still limited and so becomes a prerequisite to be done. Extraction of fossil pollens need a specific preparation to clean out the fossil pollens from volcanic sediment and other compounds. This research was aimed to know quality and quantity of DNA fossil pollens extracted by the CTAB and genomic DNA mini Kit prepared by methods of BALAR and Geology. DNA amplification was done by applying a PCR technique. A survey method including sampling, preparation according to the BALAR and Geology methods, DNA extraction applying the CTAB and Kit, DNA measurement for its quality and quantity, DNA amplification using intergenic primer of atpB-rbcL. Data show those five samples prepared according to the BALAR and extracted by CTAB method resulted DNA concentrations between 314µg/ml and 887µg/ml; mean while Kit extraction resulted between 382µg/ml and 852µg/ml. Geology preparation and extracted by CTAB and Kit resulted in between 43µg/ml and 230µg/ml (CTAB); 22 µg/ml to 216 µg/ml (Kit). All DNA samples extracted by both methods and prepared by BALAR were well amplified using intergenic primer atpB-rbcL, they were between ±600-900bp. The results showed amplification the DNA obtained is plant’s DNA. |