Artikelilmiahs

Menampilkan 4.941-4.960 dari 48.776 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
494114755F1A011069INSTAGRAM DI KALANGAN MAHASISWA (PERUBAHAN POLA PERILAKU INTERAKSI BAGI PENGGUNA INSTAGRAM DI KALANGAN MAHASISWA UNSOED PURWOKERTO)Instagram merupakan salah satu media sosial yang memberikan inovasi baru di dalam berinteraksi antar seseorang melalui foto atau video yang tanpa mereka sadari perhatiannya hanya terfokus pada media yang digunakan untuk mengakses Instagram. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan pola perilaku interaksi antar mahasiswa UNSOED sebelum dan setelah adanya Instagram. Disamping itu, penelitian ini juga akan menganalisis pengaruh positif dan negatif pada Instagram di lingkungan mahasiswa UNSOED Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan jumlah informan 16 orang yang diambil dengan menggunakan tekhnik purposive sampling. Penelitian ini mengambil lokasi di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terjadi perubahan pola perilaku interaksi sebelum dan setelah adanya Instagram, disisi lain interaksi secara bertatap muka sekarang sudah sangat jarang dilakukan mereka memang berkumpul namun mereka disibukkan dengan smartphone mereka masing-masing untuk mengakses Instagram. Pengaruh sisi positif yang dirasakan bagi para mahasiswa adalah memberikan berbagai macam informasi seputar pengetahuan, refrensi tempat wisata, refrensi makanan, sarana untuk bertemu dengan teman-teman atau pun menambah teman baru melalui followers atau following, sedangkan sisi negatif yaitu mahasiswa cenderung lupa waktu, mahasiswa cenderung antisosial terhadap orang yang ada disekitarnya. Akibatnya interaksi setelah adanya Instagram cenderung berkurang, interaksi menjadi semakin intens melalui dunia maya. Instagram is one of social media which give new innovations in of interacting between someone through photos or video while they perceive not his attention only focus on media used to access Instagram. The main purpose of this research is to analyze change pattern of behavior interactions among students UNSOED before and after the Instagram. Besides , the research also analyzed a positive influence and negatively at Instagram in the neighborhood students UNSOED Purwokerto. Research methodology used is qualitative descriptive with the majority of informants interviewed 16 a person taken by using tekhnik purposive sampling. This research take locations in general he Purwokerto university. The result of this research showed that evidence for changes pattern of behavior interaction before and after the Instagram, on the other side interaction in face to face now is very rare they were gathered but they busy with a smartphone their respective to access Instagram. The influence of the positive side felt for college students is give various kinds of information about knowledge, refrensi tourist destinations, refrensi food, a means of meets friends or increase new friends through followers or following, while the negative side that is students the tendency to forget time, tending to antisocial to students who were around. As a result interaction after the Instagram tend to be lacking , interaction become more and more intense through digital world.
494214756G1G010050EKSPRESI Ki67 PADA AMELOBASTOMA TIPE FOLIKULER DAN TIPE PLEKSIFORM
Ameloblastoma merupakan tumor jinak yang berasal dari epitel odontogenik yang mempunyai ciri khusus sebagai tumor jinak tetapi bersifat lokal invasif, destruktif, dan mempunyai tingkat rekurensi yang tinggi. Ki67 merupakan marker proliferasi sel yang diekspresikan selama pertengahan fase G1, meningkat pada saat memasuki fase S dan G2, dan mencapai puncak pada fase M pada siklus sel, dan dikatabolisme dengan cepat pada akhir fase M dan tidak diekspresikan pada fase G0 dan awal G1. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan ekspresi Ki67 pada ameloblastoma tipe folikuler dan tipe pleksiform. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan subjek penelitian sebanyak 8 sampel ameloblastoma tipe folikuler, 9 sampel ameloblastoma tipe pleksiform, dan 4 sampel pada kelompok kontrol. Hasil diintepretasikan dengan skor imunosupresi. Analisis statistik yang digunakan yaitu uji koefisien cohen’s kappa untuk menilai kesepakatan 2 pengamat, uji normalitas dengan Saphiro-Wilk, dan uji beda data ekspresi Ki67 menggunakan uji Kruskal-Wallis, untuk mengetahui beda ekspresi Ki67 antar kelompok menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil perhitungan didapatkan rerata ekspresi Ki67 pada kelompok ameloblastoma tipe folikuler 1,50 ± 0,926, kelompok ameloblastoma tipe pleksiform 3,00 ± 0,926, dan kelompok kontrol epitel normal 0,25 ± 0,500. Hasil uji Kruskall-Wallis didapatkan adanya perbedaan bermakna antara ekspresi Ki67 pada ameloblastoma tipe folikuler, ameloblastoma tipe pleksiform, dan kelompok kontrol (nilai p=0,014, p<0,05). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan kelompok kontrol berbeda nyata dengan kelompok ameloblastoma tipe folikuler (nilai p=0,033, p<0,05), kelompok kontrol berbeda nyata dengan kelompok ameloblastoma tipe pleksiform (nilai p=0,009, p<0,05), dan kelompok ameloblastoma tipe folikuler tidak berbeda nyata dengan kelompok ameloblastoma tipe pleksiform (nilai p=0,148, p<0,05). Simpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan signifikan ekspresi Ki67 pada ameloblastoma tipe folikuler dan tipe pleksiform sehingga tidak dapat menentukan tingkat progresivitas ameloblastoma tipe folikuler dan tipe pleksiform.Ameloblastoma is a benign tumor derived from odontogenic epithelium which has special feature as a benign but locally invasive, destructive, and has a high recurrence rate. Ki67 is a marker of cell proliferation which expressed during the middle of the G1 phase, increasing as its enter phase S and G2, and reached the peak at phase M of the cell cycle, and catabolized rapidly in the late M phase and are not expressed in the phase G0 and early G1. The aim of this study was to compare the expression of Ki67 follicular and plexiform type of ameloblastoma. The descriptive analysis method was implemented to 8 samples of ameloblastoma follicular type and 9 samples of ameloblastoma plexiform type and 4 classes control. The results were interpreted using immunoexpression score. Statictical test including Cohen’s kappa (coefficient test), saphiro-wilk (normative test), Kruskall-Wallis (different significant test) and Mann-Whitney (rank-sum test) were used to obtain the data. The results showed mean value of Ki67 in the follicular type ameloblastoma group 1.50 ± 0.926, 3.00 ± 0.926 for plexiform type, and normal epithelial 0.25 ± 0.500. Results of Kruskal Wallis test (p = 0.014, p <0.05) showed significant difference between Ki67 expression in control group, ameloblastoma follicular type, plexiform type. Result of Mann-Whitney test (p = 0.033, p <0.05) showed the control group was significantly different from the ameloblastoma follicular type (p = 0.009, p <0.05), plexiform type (p = 0.009, p <0.05); (p = 0.148, p <0.05). In conclusion there is no significant different in the expression of Ki67 in ameloblastoma follicular type and plexiform type, thus, the progresivited of ameloblastoma folicullar type and plesxiform type cannot be determined.
494314712F1G010025Interpretasi Makna Mantra dalam Ebeg BanyumasRINGKASAN

Skripsi ini berjudul “Interpretasi Makna Mantra dalam Ebeg Banyumas”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis heuristik dan hermeunetik dalam mantra ebeg Banyumas. Penelitian ini diharapkan mampu dijadikan sambungan dalam perkembangan ilmu pengetahuan tentang kesenian tradisional, khususnya ebeg Banyumas dan dapat dijadikan sebagai referensi untuk penelitian selanjutnya.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis. Fokus penelitian ini ialah pada interpretasi makna mantra dalam kesenian tradisional ebeg Banyumas yang digunakan di beberapa paguyuban ebeg di wilayah Banyumas yakni di Kecamatan Kembaran, Kecamatan Purwokerto Selatan dan Kecamatan Cilongok. Teknik penggumpulan data yang digunakan ialah dengan menginventarisasi data penelitian berupa mantra yang digunakan dalam ebeg Banyumas, melakukan wawancara, perekaman, transkripsi, mereduksi data dan mengklasifikasikan data-data yang didapat sesuai dengan permasalahan yang akan diteliti. Teknik analisis data yang digunakan yaitu menerjemahkan mantra dalam ebeg Banyumas ke dalam bahasa Indonesia, menganalisis mantra secara heuristik dan hermeneutik, kemudian menyimpulkan hasil analisis yang sudah diperoleh sesuai dengan tujuan penelitian.
Hasil penelitian ini berdasarkan interpretasi makna mantra dalam ebeg Banyumas dapat disimpulkan bahwa dalam mantra ebeg Banyumas tersirat pemahaman mengenai Islam dan kebudayaan yang mempengaruhi sikap dan perilaku masyarakat Banyumas. Agama yang dianut dan dipercayai oleh sebagian besar masyarakat Banyumas adalah agama yang secara khusus berlaku di Jawa. Agama yang dimaksudkan bukan religi, tetapi spiritualisme. Jiwa spiritualisme yang tertanam dalam jiwa masyarakat Banyumas menjadikan masyarakat Banyumas lebih terbuka dalam menerima perbedaan. Kejawen sebagai kepercayaan masyarakat Banyumas, dibangun oleh masyarakat Banyumas sebagai bentuk penerimaan, penghargaan, dan upaya untuk mempertahankan karunia Tuhan yang adil. Kejawen merupakan budaya dan kearifan lokal masyarakat Banyumas. Di dalam kejawen terdapat motivasi, keyakinan, keterikatan, dan kecerdasan. Motivasi dalam kejawen ialah hamemayu hayuning bawana. Hamemayu hayuning bawana berarti bahwa manusia harus menjaga keselarasan dan kesempurnaan hubungan persekutuan antar-manusia, hubungan manusia dengan alam semesta dan hubungan antara manusia dengan Tuhannya secara selaras dan sempurna.

Kata Kunci: Mantra, Ebeg Banyumas, Kepercayaan
SUMMARY


This study entitles “Interpretasi Makna Mantra dalam Ebeg Banyumas”. The pupose of this study is to describe Ebeg Banyumas Mantras with heuristic and hermeneutic analysis. This study is expected to become a knowledge development sequence of traditional arts, especially Ebeg Banyumas and many also become a reference for further researches.
This study uses descriptive analytical method. The focus of this study is the meaning interpretation of Ebeg Banyumas Mantras used in some Ebebg associations in Banyumas areas, such as in Kembaran, South Purwokerto, and Cilongok sub-district. The data are collected using techniques of inventory, interviews, recording, transcription, reduction, and classification based on the research problems conducted. The data are then analyzed using a technique of translating Ebeg Banyumas mantras into Indonesian heuristically and hermeneutically that analysis result may be obtained based on the purpose of the study.
The research result on meaning interpretation of Ebeg Banyumas Mantras conclude that there are Islamic and curtural understanding influencing behaviors and attitudes of Banyumas people. A religion followed and believed by most Banyumas people is a particular religion applicable only in Java. The religion is not actually a religion but a spiritual belief. The spiritual belief embedded in Banyumas people leads them become more open on differences. Kejawen as banyumas people’s belief is created as a from of acceptance, appreciation, and effort to maintain the rightful God blessing. Kejawen is a culture and local wisdom of Banyumas people. In Kejawen belief, there are motivation, belief, bond, and intelligence. A motivation in Kejawen is Hamemayu Hayuning Bawana which means human beings should maintain harmonius and good relationship with others, universe, and God.

Keywords: Mantras, Ebeg Banyumas, Belief
494414758E1A011219KAJIAN YURIDIS TENTANG ISLAMIC STATE OF IRAQ AND SYIRIA (ISIS) MENURUT HUKUM INTERNASIONALNegara merupakan salah satu subjek hukum internasional yang sangat penting. Negara banyak melakukan hubungan-hubungan dengan subjek-subjek hukum internasional lainnya. Dari hubungan-hubungan tersebut tak jarang menjadi awal mula timbulnya masalah-masalah. Namun masalah-masalah tersebut tidak hanya timbul dari eksternal negara tersebut, namun juga dari internal negara tersebut. Salah satu contoh masalah yang timbul karena faktor internal adalah munculnya kelompok radikal maupun kelompok pemberontak yang memiliki berbagai tujuan. Kelompok pemberontak yang beberapa tahun terakhir sedang ramai dibicarakan adalah Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). ISIS adalah sebuah kelompok radikal yang berada di perbatasan Irak dan Suriah yang memiliki tujuan untuk membentuk sebuah negara Islam atau Khilafah. ISIS mendeklarasikan diri mereka sebagai sebuat negara (state). Penelitian ini mengkaji tentang penerapan status negara (state) terhadap ISIS dan kedudukan ISIS dalam hukum internasional. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif yang bertujuan untuk mengetahui status negara (state) terhadap ISIS dan kedudukan ISIS dalam hukum internasional. Penelitian ini berdasarkan bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Berdasarkan Konvensi Montevideo Tahun 1933 Tentang Hak dan Kewajiban Negara, ISIS tidak bisa dikategorikan sebagai sebuah negara karena ISIS tidak memenuhi unsur keempat dari pasal 1 Konvensi Montevideo Tahun 1933 Tentang Hak dan Kewajiban Negara, yaitu kemampuan mengadakan hubungan dengan negara lain. Karena pasal 1 Konvensi Montevideo Tahun 1933 Tentang Hak dan Kewajiban Negara yang memuat tentang unsur-unsur negara adalah bersifat akumulatif, maka keempat unsur yang tertuang dalam pasang tersebut harus terpenuhi, apabila ada yang tidak terpenuhi maka tidak bisa dikategorikan sebagai negara. Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan beberapa negara, ISIS dikategorikan sebagai sebuah organisasi teroris dan banyak negara di dunia yang telah secara langsung maupun tidak langsung telah mendeklarasikan berperang melawan ISIS. Selain sebagai organisasi teroris, ISIS juga bisa dikategorikan sebagai Organisasi Transnasional Terorganisir atau Transnational Organized Crime (TOC). State is one subject in international law which is very important. State does many realtions with the other subjects of internationa law. These relations often become the beginning of the problems. however, these problems not only emerge from external of the state, but also from the internal of the state. An example of the problem caused by internal factor is appearance of radical groups or rebels (Belligerent) which has some purposes. A belligerent which become worldwide’s discussion in recent years is Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS). ISIS is a radical group that located in the borderline of Iraq and Syiria who aim to make an Islamic State or Khilafah. ISIS decalre themselves as a state. This study examines the application of statehood towards ISIS and the standing of ISIS in international law. This study uses juridical normative which aims to find out about statehood towards ISIS and the standing of ISIS in international law. This research is based on primary, secondary, tertiary legal materials. Based on Montevideo Convention 1933 on Rights and Duties of States, ISIS can not be classified as a state because ISIS can not fulfill the forth criteria based on article 1 Montevideo Convention 1933 on Rights and Duties of States, that is capacity to enter into relations with the other states. Because of the article 1 Montevideo Convention 1933 on Rights and Duties of States which contains about the criterias of states is cumulative, so four criterias of states which contains in that article must be fulfilled, if there is unfulfilled criteria so it can not be classified as a state. According to United Nations and several states, ISIS classified as a terrorist organization and several states in the world have directly nor indirectly declared war against ISIS. Besides as a terrorist organization, ISIS can be classified as a Transnational Organized Crime (TOC)
494514760E1A011006TINJAUAN JURIDIS PENOLAKAN KEPALA PERWAKILAN DIPLOMATIK NEGARA PENGIRIM OLEH NEGARA PENERIMA (STUDI KASUS PENOLAKAN CALON DUTA BESAR INDONESIA OLEH BRAZIL TAHUN 2015)Dalam hubungan diplomatik, negara yang akan mengirimkan perwakilannya sudah harus terlebih dahulu meminta persetujuan resmi dari negara penerima mengenai calon kepala perwakilan diplomatik dan stafnya (Pasal 4 ayat 1 Konvensi Wina 1961). Setelah itu akan diadakan upacara serah terima surat kepercayaan di negara penerima. Pada februari 2015, calon Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Brazil yang sudah disetujui oleh Brazil ternyata tidak diperkenankan mengikuti upacara serah terima surat kepercayaan sehingga berakibat kekosongan sementara jabatan kepala perwakilan diplomatik Indonesia di Brazil.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peraturan mengenai penolakan kepala perwakilan diplomatik menurut hukum internasional, dan untuk mengetahui akibat hukum yang timbul dari kasus penolakan kepala perwakilan diplomatik negara pengirim yang dilakukan oleh negara penerima. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan yang bersifat deskriptif analitis, sumber data sekunder dengan metode pengumpulan data studi kepustakaan, diuraikan dalam bentuk teks naratif secara sistematis, dan metode analisis data normatif kualitatif.
Penolakan yang dilakukan oleh Brazil tersebut dapat dibenarkan menurut hukum internasional, karena pada dasarnya setiap negara berhak untuk menolak perwakilan asing di negaranya setiap saat dan tanpa harus mencari dasar alasannya (Pasal 4 ayat 1 Konvensi Wina 1961), dan setiap saat tanpa harus menjelaskan alasannya negara penerima dapat menyatakan seseorang sebagai persona non grata atau not acceptable (Pasal 9 ayat 1 Konvensi Wina 1961). Penolakan calon Dubes Indonesia untuk Brazil tersebut berakibat pada berakhirnya hak-hak kekebalan dan keistimewaan diplomatik calon Dubes Toto Riyanto pada suatu periode yang layak atau sampai ia meninggalkan negara Brazil (Pasal 39 ayat 2 Konvensi Wina 1961), termasuk pada saat transit di negara ketiga dalam perjalanannya kembali ke Indonesia (Pasal 40 Konvensi Wina 1961). Akibat lainnya yaitu kekosongan sementara pejabat perwakilan diplomatik Indonesia di Brazil sampai diterima kembali calon Dubes Toto Riyanto pada november 2015.
ABSTRACT
In diplomatic relations The sending State must request the agreement from the receiving State before sending the person it proposes to accredit as head of the mission (Article 4 paragraph 1 Vienna Convention On Diplomatic Relations 1961). After that, credentials acceptance ceremony will be held at receiving State. On february 20th 2015, an Ambassador of the Republic of Indonesia to Brazil who have been approved, was not allow to gave the credential letter on that ceremony. It caused inanition the head of the mission of Indonesia for Brazil.
This study aims to ascertain the rules regarding refusal of head of the mission in diplomatic relations in accord with international law, and to ascertain the laws arising from the refusal case of head of the mission from sending State by receiving State. This study use juridical normative methods with legislation approach which is descriptive analysis, sources of secondary data with methods of data collection study in literature, outlined in the form systematically narative text, analysis methods normative qualitative data.
The refusal which was conducted by Brazil may justified in accord with international law, basically every State may at any time could refused a diplomatic agent (Article 4 paragraph 2 Vienna Convention On Diplomatic Relations 1961) and without having to explain its decision that the person was persona non grata or not acceptable (Article 9 paragraph 1 Vienna Convention On Diplomatic Relations 1961). The refusal cause the privileges and immunities of diplomatic agent Toto Riyanto come to an end when he left the State, or on expiry of a reasonable period which to do so (Article 39 paragraph 2 Vienna Convention On Diplomatic Relations 1961), and also when he passed through or was in the territory of a third State on the way to Indonesia (Article 40 Vienna Covention On Diplomatic Relations 1961). Another consequence was inanition the head of the mission of Indonesia in Brazil until Toto Riyanto has been accepted as the head of the mission on november 2015.
494614761C1C009019FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI PELAKU USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) ATAS PENERAPAN PAJAK UMKMTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengetahuan
dan pemahaman tentang peraturan pajak, pengalaman dalam melaksanakan
kewajiban perpajakan, motivasi Wajib Pajak dan kemudahan dalam membayar
pajak terhadap Persepsi Pelaku UMKM atas penerapan Pajak UMKM. Jenis penelitian ini adalah survei terhadap Wajib Pajak Pelaku UMKM yang
terdaftar di KPP Pratama Purwokerto. Penentuan jumlah sampel menggunakan
rumus Slovin, dengan teknik analisis regresi berganda dan elastisitas koefisien
regresi. Berdasarkan hasil analisis data, dapat diambil kesimpulan bahwa
pengetahuan dan pemahaman tentang peraturan perpajakan, pengalaman dalam
melaksanakan kewajiban perpajakan, motivasi Wajib Pajak dan kemudahan dalam
membayar pajak mempunyai pengaruh yang positif terhadap Persepsi Pelaku
UMKM atas penerapan Pajak UMKM, serta pengetahuan dan pemahaman tentang
peraturan perpajakan mempunyai pengaruh yang paling dominan terhadap
Persepsi Pelaku UMKM atas penerapan Pajak UMKM.
The aims of research were to find out the influence of knowledge and understanding about the tax rules, experience in performing the tax obligations, taxpayers’ motivation and the ease of tax payments on the perception of MSMEs perpetrators to the tax regulation for MSMEs. Type of this research was survey on the taxpayers of MSMEs perpetrators registered on KPP Pratama Purwokerto. To determine the sample size was used Slovin formula with technique data analysis used multiple regression analysis and elasticity of regression coefficient.
Based on the analysis results, it could be concluded that knowledge and understanding about the tax rules, experience in performing the tax obligations, taxpayers’ motivation as well as the ease of tax payments had a positive influence on the perception of MSMEs perpetrators to the tax regulation for MSMEs, and so knowledge and understanding about the tax rules had a dominant influence on the perception of MSMEs perpetrators to the tax regulation for MSMEs.
494714762A1L012015PENERAPAN METABOLIT SEKUNDER DUA ISOLAT Trichoderma sp. TERHADAP PENYAKIT BUDOK PADA TANAMAN
NILAM (Pogostemon cablin Benth)
Penelitian ini bertujuan untuk menguji penerapan metabolit sekunder dua isolat Trichoderma sp. untuk mengendalikan penyakit budok serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman nilam di lapangan. Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, dan lahan petani di Desa Banteran, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, mulai dari September 2015 sampai Pebruari 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yaitu dengan 5 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan terdiri atas kontrol, metabolit sekunder Trichoderma sp. isolat bawang merah, isolat jahe, gabungan isolat bawang merah dan jahe, serta fungisida (berbahan aktif benomil 0,1%). Variabel yang diamati yaitu masa inkubasi, intensitas penyakit, tinggi tanaman, jumlah daun, bobot terna segar dan kering, panjang akar, bobot akar segar dan kering, serta analisis jaringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metabolit sekunder Trichoderma sp. isolat bawang merah dan jahe baik secara tunggal maupun gabungan berpotensi menunda masa inkubasi 9,9%-14,5%, menekan intensitas penyakit budok 41,7%-50%, menambah panjang akar 25,2-28,1%, bobot akar segar 53,1%-65,3%, bobot akar kering 56,5-65,2%, tinggi tanaman 68,3-103,6%, jumlah daun 72,3-83,22%, hasil terna segar 111,7-146,3%, menekan kehilangan hasil terna segar 85,1-100%, dan meningkatkan senyawa fenol. This research aimed to application test of secondary metabolites ability of two Trichoderma sp. isolates toward wart disease and its influence on the growth and yield of pathouli in the field. This research was conducted at the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, and field at Banteran Village, Sumbang Subdistrict, Banyumas Regency, from September 2015 to February 2016. Randomized block design was used with 5 treatments and 6 replicates. The treatments were control, secondary metabolite of Trichoderma sp. shallot isolate, ginger isolate, combine disolates of shallot and ginger, and fungicide (with active ingredient of 0,1% benomyl). Variables observed were incubation period, intensity of disease, plant height, number of leaves, weight of fresh and dry herbs, root length, weight of fresh and dry root, and tissue analysis. The research hresult indicated the treatment of secondary metabolites of Trichoderma sp. of onion and ginger isolates either singly or in combination was potential to delay the incubation period of 9.9-14.5%, reduce the intensity of disease of 41.7-50%, increase root length of 25.2-28.1%, weight of fresh root of 53.1- 65.3%, weight of dry root of 56,5- 65.2%, plant height of 68,3-103.6%, number of leaves of 72,3-83.22%, yield of fresh herb of 111.7-146.3%, decrease yield of loss of fresh herbs of 85.1-100%, and increase phenol compounds.
494814763E1A110008TANGGUNG JAWAB PELAKU USAHA JASA PENGIRIMAN BARANG di ESL EXPRESS (PT. EKA SARI LORENA) KANTOR PERWAKILAN PURWOKERTO BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN ABSTRAK
Penyelenggaraan pengangkutan di dalamnya terdapat dua kepentingan yang saling berkaitan yaitu kepentingan Konsumen selaku pengguna jasa dan kepentingan Pelaku Usaha selaku penyedia jasa. Berkaitan dengan pengangkutan pengiriman barang, permasalahan yang sering timbul misalnya keterlambatan, kerusakan dan kehilangan atas suatu barang. ESL EXPRESS (PT. EKA SARI LORENA) merupakan salah satu badan penyelenggara pengangkutan barang yang tidak terlepas dari permasalahan itu, seperti skripsi yang peneliti susun dengan judul Tanggung Jawab Pelaku Usaha Jasa Pengiriman Barang di ESL EXPRESS (PT. EKA SARI LORENA) Kantor Perwakilan Purwokerto Berdasarkan Undang- Undang Nomor 8 tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.
Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan npendekatan perundang-undangan (Statute Approach) yang bersifat deskriptif. Sumber data penelitian ini menggunakan data sekunder dari bahan kepustakaan yang didukung dengan data primer dari hasil wawancara. Data diuraikan dalam bentuk teks naratif secara sistematis. Metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa ESL EXPRESS (PT. EKA SARI LORENA) sudah menjalankan tanggung jawabnya berupa pemberian ganti kerugian terhadap konsumen akan tetapi belum dapat dikatakan telah memenuhi asas itikad baik yang terdapat pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.

Kata Kunci : Tanggung Jawab, Pengangkutan Barang, ESL EXPRESS (PT.EKA SARI LORENA)
ABSTRACT
In the transportation there are two interest conflicting namely the interest of consumers as users and interest of business players as service providers. Pertaining to the transport delivery of good, the problems often springs on the quality of services less well, for example delay, defect, and loss over a goods. ESL Express (PT.Eka Sari Lorena) is one of the transportation of goods agency that cannot be separated from trouble. As thesis who researches responsibility of ESL Express (PT.Eka Sari Lorena) based on act number 8 years 1999 about consumer protection in ESL Express (PT.Eka Sari Lorena).
The research using methods of statute approach normative with legislation whose nature is descriptive. Data sources this research using secondary data from material literature supported by primary data from the result of interviews. Data outlined in the form of text narrative systematically. The method of analysis the datauswd is the method normative qualitative.
The results of the study showed that ESL EXPRESS (PT. EKA SARI LORENA) has given responsibility in the event of the broken goods based on act number 8 years 1999 about consumer protection. But have not meet the principle of good faith.

Keywords : Responsibility , Transporting Goods, ESL EXPRESS (PT. EKA SARI LORENA)
494914764F1F011030An Analysis of Subtitling Strategy and Readability in the Subtitle of :Begin Again" movie
Awaliyah, Hafidatun. 2016. Analisis Strategi Subtitling dan Keterbacaan pada Subtitle di film Begin Again. Skripsi. Pembimbing I: R. Pujo Handoyo, S.S., M.Hum. Pembimbing II: Dyah Raina Purwaningsih, S.S., M.Hum. Penguji: Asrofin Nur Kholifah, S.S., M.Hum. Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Universitas Jenderal Soedirman. Fakultas Ilmu Budaya. Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris. Program Studi Sastra Inggris. Purwokerto.

Penelitian yang berjudul Strategi Subtitling dan Keterbacaan pada Subtitle di film Begin Again ini bertujuan untuk menganalisis strategi subtitling oleh subtitler pada saat menerjemahkan film Begin Again ke bahasa Indonesia dan untuk mengetahui keterbacaan hasil terjemahan tersebut.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dalam menganalisis strategi subtitling oleh subtitler di film Begin Again. Ujaran Dan menjadi data utama dari penelitian ini. Data tersebut dianalisis menggunakan teori strategi subtitling Gottlieb yaitu, expansion, paraphrase, transfer, imitation, transcription, dislocation, condensation, decimation, deletion, resignation. Data sekunder diambil dari hasil kuisioner yang diberikan kepada 10 penilai untuk mengukur keterbacaan dari subtitle.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa peneliti menemukan total 81 ujaran yang mngandung strategi subtitling oleh subtitler dalam menerjemahkan ujaran Dan. Klasifikasinya sebagai berikut: strategi expansion (14 ujaran), strategi paraphrase (5 ujaran), strategi transfer (16 ujaran), strategi imitation (7 ujaran, strategi transcription 6 ujaran, strategi dislocation 3 ujaran, strategi condensation 4 ujaran), strategi decimation (14 ujaran), dan strategi deletion (12 ujaran). Jadi, data yang paling sering muncul pada strategi subtitling adalah strategi transfer dengan 16 ujaran.
Hasil dari kuisioner yang dibagikan kepada 10 penilai menunjukkan bahwa sebagian besar data terbaca dengan baik. Dari 81 data, 67 data memiliki tingkat keterbacaan baik, 12 data memiliki tingkat keterbacaan kurang, dan 2 data memiliki keterbacaan buruk. Singkatnya, dapat disimpulkan bahwa subtitle pada film Begin Again termasuk subtitle dengan keterbacaan baik, dengan beberapa strategi yang diterapkan untuk membuat subtitle terbaca oleh penonton Indonesia.

Kata Kunci: Strategi Subtitling, Keterbacaan, Begin Again, Film
Awaliyah, Hafidatun. 2016. An Analysis of Subtitling Strategy and Readability of the Subtitle in “Begin Again” movie. Thesis. Supervisor I: R. Pujo Handoyo, S.S., M.Hum.,. Supervisor II: Dyah Raina Purwaningsih, S.S., M.Hum. External Examiner: Asrofin Nur Kholifah, S.S., M.Hum. Ministry of Research, Technology and Higher Education. Jenderal Soedirman University. Faculty of Humanities. Language and Literature Department. English Study Program, Purwokerto.

The research entitled “An Analysis of Subtitling Strategy and Readability of the Subtitle in Begin Again movie” was aimed to analyze the subtitling strategy by the subtitler in translating Begin Again movie into Indonesian and to know how the readability of the translation itself.
The research is a descriptive qualitative research which analyzes the subtitling strategy by the subtitler in Begin Again movie. Dan’s utterances are the primary data source of the research. There were 81 data found in this source (Dan’s utterances). The data were analyzed using the theory of subtitling strategy by Gottlieb which included expansion, paraphrase, transfer, imitation, transcription, dislocation, condensation, decimation, deletion, resignation. The secondary data were taken from the result of questionnaire given by 10 reviewers in measuring the readability of the subtitle.
The result of the research shows that in total, there are 81 Dan’s utterances that contain subtitling strategy. The classifications are as follows: expansion strategy (14 utterances), paraphrase strategy (5 utterances), transfer (strategy 16 utterances), imitation strategy (7 utterances), transcription strategy (6 utterances), dislocation strategy (3 utterances), condensation strategy (4 utterances), decimation strategy (14 utterances), and deletion strategy (12 utterances). Thus, the most frequent data in subtitling strategy is transfer strategy with 16 data.
The result of questionnaire distributed to 10 reviewers shows that the data are mostly readable. Out of 81 data 67 data are readable, 12 data are less readable, and only 2 data are unreadable. In brief, it can be concluded that Begin Again subtitle belongs to readable subtitle, with appropriate strategies applied to make the subtitle readable by Indonesian viewers.


Key Words: Subtitling Strategy, Readability, Begin Again, Movie
495014765G1G011040OPTIMASI SIFAT NANOKOMPOSIT METAKAOLIN-KARBONAT APATIT DENGAN DOPING STRONSIUM DAN COUPLING AGENT KITOSAN UNTUK APLIKASI PLAT IMPLANPengembangan material implan kini difokuskan pada biokeramik dengan
sifat mekanik dan biokompabilitas serta kemampuan biointegrasi yang baik
seperti penggunaan karbonat apatit dan stronsium sebagai doping. Metakaolin dan
kitosan sebagai coupling agent diketahui mampu meningkatkan sifat mekanik
suatu material. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sifat dan
optimasi nanokomposit metakaolin dan karbonat apatit dengan doping stronsium
dan coupling agent kitosan yang sesuai untuk aplikasi plat implan. Jenis penelitian
merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan metode simple random
sampling yang terbagi menjadi empat kelompok sampel, yaitu nanokomposit
metakaolin dan karbonat apatit dengan doping stronsium dan coupling agent
kitosan dengan perbandingan massa 1:1, 2:1, dan 3:1 serta dengan teknik dip
coating. Hasil penelitian menunjukkan pada sifat kimia adanya kelengkapan
gugus fungsi namun tidak ditemukan gugus Sr-O, sifat mekanik yang tidak
mendekati nilai parameter sifat mekanik tulang kortikal sementara kelompok
sampel dengan sifat mekanik terbaik yaitu nanokomposit dengan perbandingan
massa 2:1 dan 3:1 menunjukkan adanya sifat bioaktifitas. Simpulan penelitian ini
adalah tidak adanya kelompok sampel yang memiliki sifat karakteristik sebagai
plat implan namun kelompok sampel dengan sifat mekanik, kimia, dan biologis
yang paling optimal adalah nanokomposit metakaolin dan karbonat apatit dengan
doping stronsium dan coupling agent kitosan pada perbandingan massa 2:1 dapat
berpotensi sebagai inisiator pembentukan tulang dan plat implan pada tulang
trabekular.
Various problem implant plate based on metal and polymer materials
when used as fixation for bone defect case induced development of bioceramic for
implant plate materials. The development focused on bioceramic materials with
good mechanical characteristic and good biocompability along with biointegrity,
such as carbonate apatite and stronsium as doping. Metakaolin and addition of
chitosan as a coupling agent is known to improve the mechanical properties of
material. This study aims to determine the characteristics and optimation of
nanocomposite metakaolin-carbonate apatite doped strontium and chitosan as
coupling agent for implant plate application, covers the microstructure
morphological characteristic, the flexibility, the hardness, functional band and
bioactivity. This study is an experimental laboratory research with simple random
sampling methode, by dividing the sample into four groups: nanocomposite
metakaolin-strontium doped carbonate apatite and chitosan as coupling agent for
implant plate with a mass ratio 1:1, 2:1, 3:1, and dip coating technique. The
result of chemical characteristic showed a complete functional bond except the
Sr-O bond but detected on XRD results as carbonate apatite (Sr-bearing),
mechanical characteristic showed neither hardness and flexibility value of
nanocomposite approach mechanical characteristic of cortical bone as parameter
but two groups samples which best mechanical properties showed an bioactivity
progress by apatite deposition. The conclusions of this study can be stated that
there’s none of group sample can be applied as implant plate materials but
nanocomposite metakaolin-strontium doped carbonate apatite and chitosan as
coupling agent for implant plate with a mass ratio 2:1 has the most optimum
characteristic and showed a potential as bone initiator and implant plate for
trabecular bone.
495114766G1A012091DETEKSI GEN MLH-1 PADA DAERAH EKSON 16 DARI JARINGAN DALAM FIKSATIF FORMALIN: STUDI PADA Rattus norvegicus GALUR WISTAR YANG DIPAPAR ASAP KRETEKLatar belakang: Merokok kretek telah menjadi bagian gaya hidup masyarakat Indonesia. Kebiasaan merokok sering dikaitkan dengan kejadian kanker, seperti kanker kolorektal yang menjadi jenis kanker ke-3 tertinggi di Indonesia. Pada saat ini diagnosis molekular untuk kanker telah dikembangkan dengan deteksi gen yang dianggap berperan dalam patogenesis penyakit seperti MLH-1. Untuk melakukan analisis molekular, para ahli cenderung memakai jaringan fiksatif seperti jaringan formalin untuk pengawetan sampel guna penelitian prospektif atau yang memerlukan waktu lama.
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui positivitas gen MLH-1 pada jaringan kolorektal Rattus norvegicus dalam fiksatif formalin menggunakan metode PCR, sehingga diharapkan metode PCR mampu memberikan kontribusi dalam menegakkan diagnosis kanker kolorektal.
Metode penelitian: Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Peneliti melakukan isolasi DNA dan deteksi gen MLH-1 menggunakan metode PCR pada 20 sampel jaringan kolorektal tikus (Rattus norvegicus) dalam larutan formalin, terdiri dari 10 jaringan kontrol dan 10 jaringan yang dipapar asap kretek (5 jaringan terminasi minggu ke-14 dan 5 jaringan terminasi minggu ke-28 untuk masing-masing kelompok).
Hasil: Deteksi gen MLH-1 ditemukan positif pada 12 dari 20 sampel, masing-masing 6 sampel pada setiap kelompok.
Kesimpulan: Positivitas metode PCR adalah sebesar 60% untuk mendeteksi gen MLH-1dari jaringan fiksatif formalin.
Background: Smoking kretek has become a part of lifestyle for Indonesian people. Smoking habit is often related to cancer incidence, such as colorectal cancer which is becoming number 3 cancer happens in Indonesia. Nowadays, molecular diagnosis for cancer has been developed by gene detection which is suspected to have a role in disease pathogenesis like MLH-1. In order to do molecular analysis, the expertises tend to use fixated tissue such as formalin fixed tissue to make it easier for preservation in prospective study or that needs long time.
Goal: The goal of this study was to know the positivity of MLH-1 gene in formalin fixed colorectal tissue of Rattus norvegicus using PCR method, so it was expected that PCR method could give a contribution in making colorectal cancer diagnosis.
Method: This study was done using descriptive method with cross sectional approach. First we did DNA isolation and MLH-1 gene detection using PCR method to 20 samples of Rattus norvegicus colorectal tissues in formalin solution, consist of 10 control tissues and 10 tissues that have been exposed to kretek smoke (5 tissues terminated at 14th week and 5 tissues terminated at 28th week for each group).
Result: Detection of MLH-1 gene was found positive in 12 of 20 samples, respectively 6 sample in each group.
Conclusion: Positivity PCR method was 60% for detecting MLH-1 gene from formalin fixated tissue.
495214767E1A111044PERCERAIAN KARENA LI’AN
(Tinjauan Yuridis terhadap Putusan Pengadilan Agama Slawi No 1609/Pdt.G/2010/PA.Slw)
Tulisan hukum ini berjudul Perceraian Li’an (Tinjauan Yurisis Terhadap Putusan No 0609/Pdt.G/2010/PA.Slw). tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan perceraian li’an (Tinjauan Yurisis Terhadap Putusan No 0609/Pdt.G/2010/PA.Slw). Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Yuridis Normatif.
Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu bahan pustaka yang mencakup dokumen-dokumen resmi, buku-buku perpustakaan, peraturan perundang-undangan, doktrin, serta dokumen-dokumen yang berkaitan dengan materi penelitian yang tersedia di perpustakaan.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa perceraian li’an yang diakukan oleh Pemohon dan Termohon adalah cara terakhir yang di gunakan hakim apabila tidak ditemukan alat bukti yang cukup terungkap di persidangan. Cara perceraian li’an ini adalah dengan diangkat sumpah oleh Pemohon dan Termohon di hadapan hakim dengan mengatasnamakan Allah. Akibat hukum yang muncul dengan adanya perceraian ini adalah perkawinan Pemohon dan Termohon dapat putus untuk selama-lamanya.
This research of law is intitled Divorce Because Of Li’an (Study Of Decision Number: 0609/Pdt.G/2010/PA.Slw). the purpuse of the research is to discover the consideration of judge’s decision to grant divorce because of li’an. This research uses Normative Juridicial method.
This research is also use secondary data which includes refenrences from official documents, library, library books, law regulation, doctrine and journals that relate to the research purpose.
Based on the results, it can be concluded that divorce Jinhuang carried out by the Applicant and the Respondent is a last resort to be used when the judge did not find sufficient evidence revealed at the hearing. How Jinhuang divorce is to be appointed by the Applicant and the Respondent oath before the judge in the name of God. The legal consequences that arise with this divorce is marriage the Petitioner and the Respondent may be broke forever.
495314768C1B012005ANALISIS PERBANDINGAN TINGKAT KESEHATAN BANK BERDASARKAN PERINGKAT RISK PROFILE, GOOD CORPORATE GOVERNANCE, EARNINGS DAN CAPITALMetode penilaian kesehatan bank terus berkembang, mulai dari CAMEL, CAMELS dan yang terbaru adalah RGEC atau Risk Based Bank Rating. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat kesehatan bank umum yang ada di Indonesia periode 2012-2014. Tingkat kesehatan bank diukur melalui empat faktor yaitu risk profile, good corporate governance, earnings yang diproksikan oleh rasio NIM dan ROA, dan faktor capital yang diproksikan oleh rasio CAR. Penelitian ini merupakan penelitian komparatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan analisis RGEC untuk mengetahui tingkat kesehatan bank dan pengujian hipotesis menggunakan Uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian ini diketahui bahwa secara umum tidak terdapat perbedaan tingkat kesehatan perbankan berdasarkan peringkat RGEC, terdapat perbedaan tingkat kesehatan perbankan berdasarkan peringkat risk profile, tidak terdapat perbedaan tingkat kesehatan perbankan berdasarkan peringkat GCG, terdapat perbedaan tingkat kesehatan perbankan berdasarkan peringkat earnings, dan tidak terdapat perbedaan tinggkat kesehatan perbankan berdasarkan peringkat capital.Assessment method of the bank rating continuously grows, it was started by CAMEL, CAMELS, and the latest one is RGEC or Risk Based Bank Rating. The purpose of this research is to comparing commercial bank rating level in Indonesia for 2012-2014 period. Level of bank rating can be measured by four factors, Risk Profile, good corporate governance, earnings, which proxy by NIM and ROA ratio, and capital which proxy by CAR ratio. This research is comparative research. Analysis technique of the data that was used is RGEC analysis to find out the level of bank rating and statistic test using Kruskal-Wallis test. The result of this research is there’s no difference between the level of bank rating of banking based on RGEC rating, there’s difference between the level of bank rating of banking based on risk profile rating, there’s no difference between the level of bank rating of banking based on GCG rating, there’s difference between the level of bank rating of banking based on earnings rating, and there’s difference between the level of bank rating of banking based on capital rating.
495414770C1B012029PENGARUH KETIDAKPUASAN PASCAKONSUMSI, NEGATIVE WORD OF MOUTH, HARGA TINGGI, KEBUTUHAN MENCARI VARIASI, DAN KETIDAKTERSEDIAAN PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PERPINDAHAN MEREK (Studi Pada Perpindahan Merek Kartu Paket Data Internet 3 Always On di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman)Penelitian yang berjudul “Pengaruh Ketidakpuasan Pascakonsumsi, Negative Word of Mouth, Harga Tinggi, Kebutuhan Mencari Variasi, dan Ketidaktersediaan Produk Terhadap Keputusan Perpindahan Merek" adalah bertujuan untuk menganalisis pengaruh ketidakpuasan pascakonsumsi, negative word of mouth, harga tinggi, kebutuhan mencari variasi, dan ketidaktersediaan produk terhadap keputusan perpindahan merek yang terjadi pada produk layanan internet 3 AON.
Penelitian dilakukan menggunakan kuesioner dengan jumlah sampel 100 responden dari mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan uji t sebagai metode pengujian hipotesis.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketidakpuasan pascakonsumsi, negative word of mouth, harga tinggi, kebutuhan mencari variasi, dan ketidaktersediaan produk secara parsial berpengaruh positif terhadap keputusan perpindahan merek. Merujuk pada penelitian ini, faktor yang paling mempengaruhi perpindahan merek adalah ketidakpuasan pascakonsumsi, maka disarankan bagi manajer untuk memberikan layanan internet dengan jaringan dan kecepatan yang prima sehingga dapat meningkatkan kepuasan konsumen
Penelitian ini hanya fokus pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman dalam keputusannya berpindah merek dari 3 AON ke merek lain berdasarkan variabel ketidakpuasan pascakonsumsi, negative word of mouth, harga tinggi, kebutuhan mencari variasi, ketidaktersediaan produk. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan lokasi penelitian, subyek dan obyek penelitian, metode penelitian serta variabel penelitian.
The research entitled “Influence of Dissatisfaction after Consumption, Negative Word of mouth, High Price, Variety Seeking, and Product Out of Stock to Brand Switching” is aimed to analyze the influence of dissatisfaction after consumption, negative word of mouth, high price, variety seeking, and product out of stock to brand switching behavior of 3 AON.
Data collection method uses questionnaire with a sample 100 respondents from five department in Economics and Business Faculty, Jenderal Soedirman University. The data are analyzed by using multiple linear regressions and using t-test to determine the hypothesis.
The result shows that dissatisfaction after consumption, negative word of mouth, high price, variety seeking, and product out of stock partially have positive influence to brand switching. Based on the result, the most influenced factor is dissatisfaction after consumption, thus managers are recommended to give their best internet service quality with great speed access to advancing consumer satisfaction.
This research only focused on Economics and Business Faculty, Jenderal Soedirman University in analyzing the brand switching decision over the used variables. Future researches are recommended to analyze at different location, subject, object, variables, and method as well.
495514750C1C011003PENGARUH PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) DAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG) TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN PROFITABILITAS SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI
(Studi Pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011-2013)
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pengungkapan corporate social responsibility dan good corporate governance terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas sebagai moderating variable pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2013.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian sebab akibat dengan menggunakan teknik purposive sampling. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang masuk kedalam kelompok manufaktur selama tahun 2011-2013 yang berjumlah 135 dan sampel penelitian sebanyak 30 perusahaan selama 3 tahun, sehingga total observasi dalam penelitian ini menjadi 90 perusahaan yang dianalisis dengan model analisis regresi linier berganda. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan dan laporan berkelanjutan. Pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t.
Hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa pengungkapan corporate social responsibility dan good corporate governance berpengaruh terhadap nilai perusahaan, sedangkan profitabilitas tidak memoderasi hubungan antara pengungkapan corporate social responsibility dan good corporate governance terhadap nilai perusahaan.
This study aimed to examine the effect of disclosure of corporate social responsibility and good corporate governance on the value of the company to profitability as a moderating variable on manufacturing companies listed in Indonesia Stock Exchange 2011-2013.
This type of research is the study of cause and effect by using purposive sampling technique. The population in this study are all companies listed on the Indonesia Stock Exchange entered into a manufacturing group during the years 2011-2013 which totaled 135 and a sample of 30 companies for 3 years, so the total observation in this study to 90 companies that were analyzed by the analysis model multiple linear regression. The data used are secondary data from financial report and sustainability report. Hypothesis testing using t test.
Results of research and data analysis show that the disclosure of corporate social responsibility and good corporate governance affect the value of the company, while profitability is not moderate the relationship between disclosure of corporate social responsibility and good corporate governance on firm value.
495614801A1L010208PENGARUH PEMBERIAN BIOCHAR DAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP SIFAT KIMIA TANAH DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH PADA TANAH PASIR PANTAIPenelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui pengaruh pemberian biochar dan pupuk kandang sapi terhadap sifat kimia tanah dan hasil tanaman bawang merah pada tanah pasir pantai (2) Menentukan perbandingan dosis biochar dan pupuk kandang sapi yang optimal terhadap sifat kimia tanah dan hasil tanaman bawang merah pada tanah pasir pantai (3) Mengetahui pengaruh penggunaan macam varietas terhadap hasil tanaman bawang merah pada tanah pasir pantai. Penelitian ini dilakukan di screen house dan Laboratorium Ilmu tanah Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RAKL faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama yang dicoba adalah perbandingan dosis biochar dan pupuk kandang sapi terdiri dari K0 (0:0) t/ha, K1 (50:0) t/ha, K2 (40:10) t/ha, K3 (30:20) t/ha, K4 (20:30) t/ha, K5 (10:40) t/ha, K6 (0:50) t/ha. Faktor kedua meliputi penggunaan macam varietas yaitu Tiron (V1) dan Bima (V2). Variabel yang diamati meliputi pH tanah, DHL tanah, N-tersedia, jumlah umbi, bobot umbi segar, bobot umbi kering, panjang akar, bobot tajuk kering. Penelitian dilaksanakan dari bulan Oktober 2015 sampai dengan Februari 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar dan pupuk kandang sapi mampu memperbaiki sifat kimia tanah dan meningkatkan hasil tanaman bawang merah pada tanah pasir pantai seperti DHL tanah, N-tersedia, bobot umbi segar, bobot umbi kering. Dosis optimum pemberian biochar dan pupuk kandang sapi sebesar 26,5 ton/ha biochar dan 17,7 ton/ha pupuk kandang sapi pada tanah pasir pantai. Varietas Tiron memiliki jumlah umbi yang lebih tinggi dari pada varietas Bima pada tanah pasir pantai. Tidak terdapat interaksi antara perbandingan dosis biochar dan pupuk kandang sapi dengan macam varietas bawang merah pada tanah pasir pantai.This research was aimed to (1) Determine the effects of biochar and cow manure giving toward soil chemical properties and result of onion crop in the coastal sandy soil, (2) Determine the optimum dosage of biochar and cow manure toward soil chemical properties and yield of onion crop in the coastal sandy soil, (3) Know the best respond varieties on giving biochar and cow manure in coastal sandy soil. The research conducted in screen house and Soil Science Laboratory, Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman, Purwokerto. The experimental design used Complete Randomize Block Design (CRBD) with two factors. The first factor is comparison biochar and cow manure dosage include K0 (0:0) tons/Ha, K1 (50:0) tons/Ha, K2 (40:10) tons/Ha, K3 (30:20) tons/Ha, K4 (20:30) tons/Ha, K5 (10:40) tons/Ha, K6 (0:50) tons/Ha. The second factor include Tiron (V1) and Bima (V2). The observed variables include soil pH, soil electrical conductivity, available Nitrogen, the number of onion bulbs, fresh weight of onion bulbs, dry weight of onion bulbs, root lenght, dry weight of onion leaves. The research was conducted from October 2015 through to February 2016. The Results of researh showed that giving the dosage biochar and cow manure be able to repair the soil chemical properties and yield of onion in the coastal sandy soil are like; soil electrical conductivity, available Nitrogen, fresh weight of onion bulbs, dry weight of onion bulbs. Optimum biochar dossage is 26.5 tons/ha and cow manure is 17.7 tons/ha in the coastal sandi soil. Tiron varieties have higher number of union bulbs from the soil varieties of Bima on the coastal sandy soil. There is no interaction between of dosage comparison biochar-cow manure and varieties of onion.
495714809F1A009026Pengetahuan Ibu Rumah Tangga Mengenai HIV/AIDS
di Kampung Sri Rahayu Kecamatan Purwokerto Selatan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas tahun 2014 yang menunjukkan bahwa penularan tertingggi HIV/AIDS di Kabupaten Banyumas terjadi pada ibu rumah tangga. Penelitian ini bertujuan mencari tahu pengetahuan ibu rumah tangga mengenai HIV/AIDS, cara penularannya, dan gejala apa saja yang muncul saat seseorang terinfeksi HIV/AIDS. Penelitian ini juga mencari tahu pendapat ibu rumah tangga mengenai tingginya penularan HIV/AIDS di kalangan ibu rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu rumah tangga di Kampung Sri Rahayu telah mengetahui definisi dari HIV/AIDS, cara penularan, serta gejala yang muncul saat seseorang terinfeksi HIV. Informan menjelaskan bahwa HIV/AIDS adalah penyakit yang menular, berbahaya, dan dapat menyebabkan kematian. Cara penularannya dapat melalui hubungan seks, transfusi darah, dan penggunaan jarum suntik bersama-sama. Gejala yang timbul saat seseorang terinfeksi HIV adalah munculnya bitnik-bintik merah pada bagian tubuh tertentu, demam tinggi, penyakit kulit, TBC. Jika seseorang tidak mendapat pengobatan yang benar, maka kondisi tubuh lama-kelamaan akan menurun, dan dapat berakibat pada kematian. Informan menjelaskan penularan pada ibu rumah tangga terjadi karena tertular suami yang suka jajan (berhubungan seks) dengan wanita lain. Suami yang bekerja di luar kota ataupun yang tidak setiap hari pulang ke rumah dapat menjadi faktor adanya perilaku suami berhubungan seks dengan wanita lain untuk memenuhi nafsu. Jenis pekerjaan suami yang biasanya suka jajan atau memakai jasa PSK menurut informan adalah sopir, pegawai, dan pedagang.This research is motivated by data from Banyumas District Health Office in 2014 which showed that the highest transmission of HIV/AIDS in Banyumas occurs to housewives. This research has a purpose to find out housewives’s knowledge about HIV/AIDS, how it is transmitted, and symptoms that appear when a person is infected by HIV/AIDS. This research also to find out housewives’s opinion about the high transmission of HIV/AIDS among housewives. The result of research showed that housewives in Kampung Sri Rahayu already know the definition of HIV/AIDS, modes of transmission, as well as the symptoms that appear when a person is infected by HIV. Informant explained that HIV/AIDS is a disease that infectious, dangerous, and can cause death. The transmission occurs through sexual contact, blood transfusions, and sharing a hypodermic needle together. Symptoms that arise when a person infected by HIV is the appearance of red spots on a particular body part, high fever, skin diseases, and TBC. If someone does not get the right treatment, the condition of the body will decline, and may result the death. The main reason transmission of HIV to housewives is from husband whom likes to jajan (having sex) with another woman. Husband whom works out of town or whom cannot back home every day could be a factor in the behavior of husband having sex with another woman to satisfy their appetite. The type of work which usually like to having sex or use the service of a prostitute is driver, employe, and seller.
495814807A1H011064DESAIN DAN PENERAPAN EVAPORATIVE COOLING PADA PENYIMPANAN PASCAPANEN BUAH TOMAT (Lycopersicon esculentum Mill)Evaporative cooling merupakan salah satu cara untuk memepertahankan kualitas dan kesegaran buah serta memperpanjang umur simpan buah, yaitu dengan menyimpan buah pada ruang pendingin (suhu rendah), pada ruang bertekanan dan modifikasi atmosfer ruangan. Penelitian ini membuat suatu alat yang akan digunakan untuk proses penyimpanan dengan sistem pendinginan evaporatif dengan desain tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui prinsip kerja dari alat pendinginan evaporatif, 2) mengetahui pengaruh sistem pendinginan evaporatif terhadap beberapa parameter mutu buah tomat, 3) mengetahui jenis perlakuan penyimpanan yang tepat untuk mempertahankan mutu buah tomat. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknik Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian, Program Studi Teknik Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Jawa Tengah, pada bulan Juni sampai dengan bulan Juli 2015. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu tenpat penyimpanan dan waktu penyimpanan. Percobaan diulang sebanyak tiga kali. Variabel yang diamati adalah konduktivitas termal, efektivitas pendinginan, suhu lingkungan, kelembaban udara relatif, warna, kadar brix, gaya tekan, kadar air, dan susut bobot. Hasil penelitian menunjukkan pada pengukuran suhu dan kelembaban rata-rata suhu ruangan yaitu sebesar 29,63°C dan 81,67%. Sedangkan dari rata-rata pengukuran pada suhu dan kelembaban penyimpanan evaporatif yaitu sebesar 28,57°C dan 88,33%. Perhitungan laju pelepasan kalor dari air diperoleh ∂qa = 20,48 kJ/s. Sedangkan laju kalor yang diterima udara ∂qu = 3,164 kJ/s. Sehingga diperoleh nilai koefisien konveksi sebesar 0,12153 kW/m2.K.Evaporative cooling is one way to maintain the quality and freshness of the fruit as well as extend the shelf life of fruit, by storing the fruit in cold storage (low temperature), pressure storage and modified atmosphere room. This research makes a storage appliance with an specific design of evaporative cooling system. This research aims to 1) determine the working principle of evaporative cooling appliance, 2) knowing the effect of evaporative cooling systems on several quality parameters of tomatoes, 3) knowing the right treatment storage to maintain the quality of tomatoes. This research was done in Laboratory of Food Processing and Agricultural Products, Agricultural Engineering Program UnSoed Purwokerto, Central Java, in June to July 2015. The experimental design used was a completely randomized design (CRD) with two factors is storage appliance and storage time. The experiment was repeated three times. The variables measured is the thermal conductivity, the effectiveness of cooling, temperature, relative humidity, color, brix levels, compressive force, moisture content, and weight loss. The results showed the measurement of average temperature and humidity in room temperature storage is equal to 29.63°C and 81.67%, while the average temperature and humidity in evaporative storage that is equal to 28.57°C and 88.33%. Calculation of heat release rate of water obtained ∂qa = 20.48 kJ/s. While the rate of heat received by the air ∂qu = 3.164 kJ/s. Thus obtained value of convection coefficient of 0.12153 kW/m2.K.
495914771F1I011034Implikasi Perluasan Keanggotaan NATO terhadap Eksistensi Rusia di Wilayah Baltik Pada Masa Pemerintahan Vladimir Putin Tahun 2000 – 2008Penelitian dengan judul “Implikasi Perluasan Keanggotaan Nato Terhadap Eksistensi Rusia Di Wilayah Baltik Pada Masa Pemerintahan Valdimir Putin Tahun 2000 - 2008” ini menganalisa tentang proses perluasan keanggotaan NATO di wilayah Eropa Timur khususnya wilayah Baltik. Penelitian ini juga menjabarkan perluasan keanggotaan NATO yang mempengaruhi eksistensi Rusia di wilayah Baltik
Penelitian ini berfokus pada respon Rusia terhadap perluasan keanggotaan NATO, serta hubungan antara Rusia dengan Negara Baltik. Penelitian ini lebih menekankan pada kebijakan pertahanan Rusia sebagai respon atas ancaman bagi Rusia dengan adanya perluasan NATO di wilayah Eropa Timur khususnya wilayah Baltik, serta hubungan Rusia dengan Negara Baltik pasca bergabungnya Negara Baltik dalam keanggotaan NATO.
Berdasarkan pada analisa penulis, perluasan NATO di wilayah Eropa Timur khususnya wilayah Baltik, tidak menghilangkan eksistensi Rusia seutuhnya di wilayah Baltik, hal ini dipengaruhi oleh adanya ketergantungan Negara Baltik terhadap pasokan energi dari wilayah Rusia.
This research, titled “The Implication of Nato Enlargement to Russia Existence in Baltic Under Putin Administration 2000-2008” is analyze about the process of NATO enlargement in East Europe specially in Baltic. This research also outlines of NATO enlargement which affect on Russia existence in Baltic.
This reserach focus on Russia response to NATO enlargement, and the relations of Russia with The Baltic. This research emphasize the Russia defence policy as a response to prevent Russia from NATO enlargement in East Europe specially in Baltic, and Russia relations with Baltics State after the Baltics joined in NATO.
According to author analysis, NATO enlargement in East Eurpo specially in Baltic didn’t diminish the Russia existence in Baltic due to the Baltic States dependence on Russia’s energy supplies in Baltic.
496014773H1B012026Model Dinamika Nutrisi pada Lahan Persawahan dengan Faktor Pemupukan Bergantung pada WaktuNutrisi yang dibutuhkan tanaman dapat berupa bahan-bahan organik maupun siap diserap tanaman. Bahan-bahan organik memerlukan proses dekomposisi oleh mikroorganisme untuk menjadi nutrisi dalam bentuk siap diserap tanaman. Nutrisi tersebut dapat diserap oleh akar (uptake), tercuci oleh air (leaching), dan menguap ke udara (volatilized). Selain bahan-bahan organik, pupuk anorganik dapat juga menjadi input nutrisi dalam bentuk siap diserap tanaman. Waktu pemberian pupuk pada tanaman padi dilakukan dalam tiga tahap, yaitu sebelum penanaman bibit, fase vegetatif awal, dan fase vegetatif akhir. Pada penelitian ini dikaji model dinamika nutrisi pada lahan persawahan dengan faktor pemupukan bergantung pada waktu yang berupa sistem persamaan diferensial linier. Selanjutnya, model tersebut diselesaikan dengan metode transformasi Laplace. Berdasarkan simulasi model, peningkatan konsentrasi nitrogen dalam bentuk organik maupun siap diserap sebanding dengan penambahan laju input bahan organik. Kemudian, penggunaan pupuk yang diselingi dengan input bahan organik akan lebih meningkatkan konsentrasi nitrogen dalam bentuk siap diserap tanaman.Nutrition needed by plants can be organic materials and available nutrient. Organic materials need a decomposition process by microorganisms to be available nutrient. The available nutrient can be taken by roots, leached by water, and volatilized into the air. Besides organic materials, anorganic fertilizers can also become input for available nutrients. The fertilizing time of paddy is held in three stage, which are before seeds planting, initial vegetative phase, and last vegetative phase. This research discussed the dynamics of nutrients in paddy field by a factor of fertilizing depend on time in form of the linear system of differential equations. The model can be solved by the method of Laplace transformation. Based on simulation model, increasing concentration of nitrogen in the form of organic material and concentration of available nitrogen proportional to the addition of rate input organic matter. Then, the use of fertilizer interspersed with the input of organic matter will increase the concentration of available nitrogen.