Artikelilmiahs
Menampilkan 48.441-48.460 dari 48.725 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 48441 | 51847 | E1A022221 | PEMBATALAN MEREK BERDASARKAN GUGATAN PIHAK KETIGA BERKEPENTINGAN SEBAGAI PEMAKAI PERTAMA DAN PEMILIK SATU SATUNYA (PUTUSAN NOMOR 5/Pdt.Sus-HKI/MEREK/2025/PN Niaga Jkt.Pst) | Merek merupakan salah satu bagian dari hak kekayaan intelektual yang berupa nama, simbol, gambar, desain yang digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa. Perlindungan merek diperoleh melalui permohonan pendaftaran, menganut sistem first to file. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana pembatalan merek berdasarkan gugatan pihak ketiga berkepentingan yang diajukan oleh pemilik merek tidak terdaftar sebagai pemakai pertama dan pemilik satu satunya dan akibat hukum dari gugatan pembatalan pendaftaran merek berdasarkan Undang- undang Nomor 20 tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis dalam Putusan Nomor 5/Pdt.Sus-HKI/MEREK/2025/PN Niaga Jkt.Pst. Penelitian menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan berupa data sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan yang disajikan dalam bentuk teks naratif serta menggunakan metode analisis data normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, Putusan Nomor 5/Pdt.Sus- HKI/MEREK/2025/PN Niaga Jkt.Pst telah memberikan perlindungan hukum kepada penggugat sebagai pemilik merek tidak terdaftar dengan mengabulkan gugatan pembatalan merek ”ELANG DUA” dan ”ELANG DUA + LUKISAN” milik Tergugat atas dasar persamaan pada pokoknya dan adanya iktikad tidak baik. Akibat hukum yang timbul akibat gugatan pembatalan merek yaitu penghapusan merek milik Tergugat dari Daftar Umum Merek dan mengumumkannya dalam Berita Resmi Merek. | A trademark is a form of intellectual property consisting of a name, symbol, image, or design used in the trade of goods or services. Trademark protection is obtained through an application for registration, which follows a first-to-file system. The purpose of this study is to determine how trademark cancellation based on a lawsuit filed by an interested third party is carried out when the trademark owner is not registered as the first user and sole owner, and the legal consequences of a lawsuit for cancellation of trademark registration based on Law Number 20 of 2016 concerning Trademarks and Geographical Indications in Decision Number 5/Pdt.Sus -HKI/MEREK/2025/PN Niaga Jkt.Pst. The research uses a normative juridical approach with descriptive research specifications. The data sources used are secondary data. Data collection methods were carried out through literature studies presented in narrative text form and using qualitative normative data analysis methods. Based on the results of the research and discussion, Decision Number 5/Pdt.Sus-HKI/MEREK/2025/PN Niaga Jkt.Pst has provided legal protection to the plaintiff as the owner of an unregistered trademark by granting the lawsuit to cancel the trademarks “ELANG DUA” and “ELANG DUA + LUKISAN” owned by the Defendant on the grounds of similarity in essence and bad faith. The legal consequences arising from the trademark cancellation lawsuit are the removal of the Defendant's trademark from the General Trademark Register and its announcement in the Official Trademark Gazette. | |
| 48442 | 51845 | A1C021064 | PENGGUNAAN METODE RANDOM FOREST UNTUK PENDUGAAN CROP CHARACTERISTIC MENGGUNAKAN SYNTHETIC APERTURE RADAR DAN OPTICAL MULTI-SPECTRAL | Pemantauan jenis dan fase tanaman yang akurat dan tepat waktu sangat krusial dalam manajemen irigasi dan ketahanan pangan. Penginderaan jarak jauh seperti Synthetic Apertur Radar (SAR) dan Optical Multi-Spektral (MSI), diperlukan untuk mengamati secara temporal dengan cangkupan wilayah lebih luas. Penelitian bertujuan menguji performansi algoritma Random Forest (RF) dalam melakukan klasifikasi dan pendugaan karakteristik tanaman menggunakan SAR dan MSI pada tiga Daerah Irigasi (DI). Penelitian menggunakan platform GEE dan Google Colab untuk mengolah data dan membangun model algoritma. Indeks spektral yang digunakan adalah NDVI, TNDVI, GNDVI, SAVI, IRECI, S2REP dan PSSRa. Hasil menunjukkan bahwa model RF berhasil mengidentifikasi jenis tanaman untuk input data SAR, MSI, dan integrasi kedua citra. Akurasi tertinggi diperoleh pada integrasi kedua citra yaitu 71,5% dengan kappa 0,68. Untuk citra tunggal, SAR mendapatkan akurasi 50,4% dan MSI mendapatkan 66,2%. Fase pertumbuhan diidentifikasi melalui indeks spektral hasil ekstraksi pada klasifikasi jenis tanaman. Penelitian menunjukkan model memungkinkan untuk dikembangkan lebih lanjut untuk memprediksi kebutuhan air tanaman, hasil panen, serta pertumbuhan abnormal di sekitar DI. | Accurate and timely monitoring of plant species and phases is crucial in irrigation management and food security. Remote sensing, such as Synthetic Aperture Radar (SAR) and Optical Multi-Spectral (MSI), is needed to observe temporally with wider area coverage. The study aims to test the performance of the Random Forest (RF) algorithm in classifying and estimating plant characteristics using SAR and MSI in three Irrigation Areas (DI). The study used the GEE platform and Google Colab to process data and build algorithm models. The spectral indices used were NDVI, TNDVI, GNDVI, SAVI, IRECI, S2REP and PSSRa. The results showed that the RF model successfully identified plant species for SAR, MSI, and integrated data inputs. The highest accuracy was obtained in the integration of the two images, namely 71.5% with a kappa of 0.68. For a single image, SAR achieved an accuracy of 50.4% and MSI achieved 66.2%. The growth phase was identified through the extracted spectral indices in the classification of plant species. Research shows that the model can be further developed to predict crop water requirements, crop yields, and abnormal growth around the DI area. | |
| 48443 | 51848 | A1A020041 | Analisis Kinerja Rantai Pasok Carica (Carica pubescens) di CV Gemilang Kencana Kabupaten Wonosobo | Carica (Carica pubescens) merupakan komoditas khas Dataran Tinggi Dieng yang memiliki nilai ekonomi penting, terutama dalam industri pengolahan menjadi minuman sirup buah. CV Gemilang Kencana sebagai salah satu perusahaan pengolahan carica di Kabupaten Wonosobo menghadapi berbagai tantangan dalam rantai pasok, meliputi fluktuasi ketersediaan dan harga bahan baku serta ketatnya persaingan usaha. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan ketidakstabilan pasokan, tidak terpenuhinya permintaan pasar, serta ketidaksesuaian antara rencana dan realisasi produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja rantai pasok carica di CV Gemilang Kencana menggunakan model Supply Chain Operations Reference (SCOR) yang dikombinasikan dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan objek rantai pasok CV Gemilang Kencana. Data primer diperoleh melalui kuesioner dan wawancara semi-terstruktur kepada lima informan kunci, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumentasi perusahaan dan studi pustaka. Analisis kinerja dilakukan berdasarkan lima atribut utama model SCOR versi 12.0, yaitu reliability, responsiveness, agility, cost, dan asset management efficiency, yang selanjutnya dibobotkan menggunakan metode AHP untuk menentukan prioritas perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja rantai pasok CV Gemilang Kencana berada pada kategori good, dengan nilai sebesar 77,24% berdasarkan pengukuran SCOR dan meningkat menjadi 78,41% setelah dilakukan pembobotan AHP. Meskipun secara umum kinerja telah berjalan baik, terdapat beberapa aspek yang memerlukan perhatian utama, terutama terkait kepatuhan jadwal pasokan bahan baku, pemanfaatan kapasitas produksi, serta kecepatan respons terhadap perubahan jadwal distribusi. Berdasarkan temuan tersebut, strategi perbaikan diarahkan pada penguatan koordinasi jadwal dengan pemasok, peningkatan sinkronisasi antarbagian internal, serta pengelolaan komunikasi pelanggan yang lebih terstruktur guna meningkatkan keandalan dan daya saing rantai pasok perusahaan secara berkelanjutan. | Carica (Carica pubescens) is a distinctive commodity from the Dieng Pleateu with significant economic value, particularly in the fruit syrup processing industry. CV Gemilang Kencana, as one of the carica processing companies in Wonosobo Regency, faces several supply chain challenges, including fluctuations in raw material availability and prices, as well as intense business competition. These conditions potentially lead to supply instability, unmet market demand, and discrepancies between production planning and realization. This study aims to analyze the supply chain performance of carica at CV Gemilang Kencana using the Supply Chain Operations Reference (SCOR) model integrated with the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. This research employed a case study approach focusing on the supply chain of CV Gemilang Kencana. Primary data were collected through questionnaires and semi-structured interviews with five key informants, while secondary data were obtained from company documentation and relevant literature. The performance analysis was conducted based on the five main attributes of SCOR version 12.0: reliability, responsiveness, agility, cost, and asset management efficiency. These attributes were then weighted using the AHP method to determine improvement priorities. The results indicate that the overall supply chain performance of CV Gemilang Kencana falls into the good category, with a SCOR score of 77.24%, which increased to 78.41% after AHP weighting. Although the overall performance is satisfactory, several areas require further attention, particularly related to adherence to raw material delivery schedules, optimization of production capacity utilization, and responsiveness to distribution schedule changes. Based on these findings, improvement strategies are directed toward strengthening coordination with suppliers, enhancing internal cross-functional synchronization, and improving structured communication with customers in order to increase supply chain reliability and long-term competitiveness. | |
| 48444 | 37259 | A1C018010 | PENGARUH SUHU DAN LAMA PENGERINGAN TERHADAP KARAKTERISTIK BIOPELET KULIT KOPI DAN SERBUK KAYU SENGON HASIL KARBONISASI | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama pengeringan terhadap karakteristik biopelet meliputi pengujian kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, densitas, laju massa pembakaran, dan shatter index. Bahan utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah kulit kopi dan serbuk kayu sengon yang telah dilakukan karbonisasi. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor suhu pengeringan terdiri atas 3 taraf yaitu 55°C, 100°C, 125°C dan faktor lama pengeringan terdiri atas 3 taraf yaitu 1 jam, 2 jam, 3 jam. Hasil pengujian didapatkan hasil bahwa semakin tinggi suhu dan lama waktu pengeringan yang digunakan maka kadar air, shatter index, dan laju massa pembakaran akan semakin rendah, namun nilai kadar abu dan densitas akan semakin meningkat. Karakteristik biopelet yang yang dihasilkan dari penelitian memiliki kadar air berkisar 3,00-50,33%bb, kadar abu 3,67-9,33%, kadar zat terbang 88,102-92,063%, densitas 0,365-0,858 g/cm3, laju massa pembakaran 0,0934-0,1434 g/menit, dan shatter index 23,73-45,32%. Penggunaan suhu dan lama waktu yang paling optimal untuk karakteristik kadar air adalah pada suhu 125°C dengan lama waktu pengeringan 3 jam (T3L3). Karakteristik kadar abu, kadar zat terbang, dan densitas optimal pada suhu 55°C dengan lama pengeringan selama 1 jam (T1L1). Sedangkan, untuk karakteristik laju massa pembakaran dan shatter index paling optimal terdapat pada suhu 100°C dengan lama pengeringan 2 jam (T2L2) | This study aims to determine the effect of temperature and drying time on the characteristics of biopellets including testing air content, ash content, volatile matter content, density, burning mass rate, and shatter index. The main ingredients used in this study were coffee skin and sengon wood powder which had been carbonized. This study used a completely randomized design (CRD) with a factorial pattern. The temperature factor consists of 3 levels, namely 55°C, 100°C, 125°C and the drying time factor consists of 3 levels, namely 1 hour, 2 hours, and 3 hours. The test results show that the higher the drying temperature and time used, the lower the moisture content, shatter index, and mass rate of combustion, but the ash content and density will increase. The characteristics of the biopellets produced from the study have a water content ranging from 3.00-50.33%ww, ash content 3.67-9.33%, volatile matter content of 88.102-92.063%, density 0.365-0.858 g/cm3, the mass rate of combustion is 0.0934-0.1434 g/minute, and the fracture index is 23.73-45.32%. The most optimal use of temperature and length of time for water content characteristics is at a temperature of 125°C with a drying time of 3 hours (T3L3). Characteristics of ash content, volatile matter, and density are optimal at a temperature of 55°C with a drying time of 1 hour (T1L1). As for the characteristics of the combustion rate and the most optimal destruction index is at a temperature of 100°C with a drying time of 2 hours (T2L2) | |
| 48445 | 51849 | F1A022002 | Upaya Masyarakat dalam Melaksanakan Program Kampung Iklim di RW 01 (Tepungsari), Kelurahan Walitelon Selatan, Kecamatan Temanggung | Penelitian ini bertujuan menganalisis pemahaman masyarakat RW 01 (Tepungsari) serta bentuk kolaborasinya dengan pemerintah dalam pelaksanaan Proklim. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui teknik pengumpulan data wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisisnya mengacu pada Model Interaktif berupa pengumpulan data, penyajian data, kondensasi data, dan pengambilan kesimpulan. Lokasi penelitian di RW 01 (Tepungsari), Kelurahan Walitelon Selatan, Kecamatan Temanggung, dengan teknik penentuan informan purposive sampling, sasaran masyarakat RW 01 (Tepungsari) & pihak dari pemerintah yang terlibat selama Proklim. Adapun validitas yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini, masyarakat RW 01 (Tepungsari) memiliki pemahaman yang cukup mendalam mengenai Proklim yang dibuktikan dengan partisipasi aktif dalam kegiatan pelestarian lingkungan. Selain itu, terdapat kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah setempat. Pihak pemerintah, utamanya dari Kelurahan Walitelon Selatan dan DLH memberikan dukungan, pendampingan, dan fasilitas kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga lingkungan, dan dari pihak masyarakat umum mengikuti segala bentuk rangkaian kegiatan. | This study aims to analyze the understanding of the community of RW 01 (Tepungsari) and its collaboration with the government in implementing Proklim. This study uses a qualitative method with a case study approach, through data collection techniques of in-depth interviews, observation, and documentation. The analysis technique refers to the Interactive Model in the form of data collection, data presentation, data condensation, and conclusion. The research location is in RW 01 (Tepungsari), Kelurahan Walitelon Selatan, Kecamatan Temanggung, with a purposive sampling technique for determining informants, targeting the community of RW 01 (Tepungsari) and government officials involved in Proklim. The validity used in this study employed source triangulation and technique triangulation. The results of this study show that the community of RW 01 (Tepungsari) has a fairly deep understanding of Proklim, as evidenced by their active participation in environmental conservation activities. In addition, there is collaboration between the community and the local government. The government, mainly from Kelurahan Walitelon Selatan and DLH, provides support, assistance, and facilities to the community regarding the importance of protecting the environment, and the general public participates in all forms of activities. | |
| 48446 | 51850 | I1C022018 | AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIBAKTERI REBUSAN RIMPANG TEMU HITAM (Curcuma aeruginosa Roxb.) DENGAN DAN TANPA FERMENTASI MENGGUNAKAN Saccharomyces cerevisiae | Rimpang temu hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.) berpotensi sebagai sumber antioksidan dan antibakteri alami karena kandungan flavonoid dan terpenoidnya. Fermentasi menggunakan Saccharomyces cerevisiae dilaporkan mampu meningkatkan aktivitas biologis bahan herbal melalui biotransformasi senyawa fenolik. Penelitian ini bertujuan membandingkan aktivitas antioksidan dan antibakteri rebusan rimpang temu hitam sebelum dan sesudah fermentasi. Simplisia direbus dan dibagi menjadi dua perlakuan, yaitu tanpa fermentasi dan fermentasi menggunakan S. cerevisiae. Aktivitas antioksidan dievaluasi dengan metode DPPH melalui penentuan nilai IC₅₀, sedangkan aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram agar terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Bacillus cereus. Analisis statistik dilakukan dengan uji independent t-test. Hasil menunjukkan bahwa fermentasi menurunkan nilai IC₅₀ secara signifikan (p < 0,05) dari 10,54 ± 0,84% menjadi 7,41 ± 0,17%, yang mengindikasikan peningkatan aktivitas antioksidan. Aktivitas antibakteri terhadap E. coli dan S. aureus juga mengalami peningkatan setelah fermentasi, dari masing-masing 0,78 ± 0,69 mm dan 0,60 ± 0,54 mm pada sampel tanpa fermentasi menjadi 1,41 ± 1,46 mm dan 1,12 ± 0,99 mm pada sampel fermentasi dengan perbedaan yang tidak signifikan (p > 0,05 (p > 0,05), sedangkan terhadap B. cereus tidak terdeteksi aktivitas. Temuan ini menunjukkan bahwa fermentasi dengan S. cerevisiae berpotensi meningkatkan kapasitas antioksidan dan secara terbatas meningkatkan aktivitas antibakteri rebusan rimpang temu hitam. | Curcuma aeruginosa Roxb. rhizome has potential as a natural source of antioxidants and antibacterial agents due to its flavonoid and terpenoid contents. Fermentation using Saccharomyces cerevisiae may enhance the biological activity of herbal materials through phenolic biotransformation. This study compared the antioxidant and antibacterial activities of C. aeruginosa rhizome decoction before and after fermentation. Dried rhizome was boiled and divided into two treatments: non-fermented decoction and decoction fermented with S. cerevisiae. Antioxidant activity was evaluated using the DPPH assay by determining IC₅₀ values, while antibacterial activity was assessed by agar disk diffusion against Staphylococcus aureus, Escherichia coli, and Bacillus cereus. Data were analyzed using an independent t-test. Fermentation significantly reduced the IC₅₀ value (p < 0.05) from 10.54 ± 0.84% to 7.41 ± 0.17%, indicating improved antioxidant activity. Antibacterial activity against S. aureus and E. coli showed increased inhibition zones by 1.87- and 1.81-fold, respectively, although differences were not statistically significant (p > 0.05). No inhibitory activity was observed against B. cereus. Overall, fermentation with S. cerevisiae enhanced antioxidant capacity and provided limited antibacterial improvement in C. aeruginosa decoction. | |
| 48447 | 51851 | F1D022063 | POLITIK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA DI DESA KALIURIP, KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini mengkaji dinamika pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Kaliurip, Kabupaten Banyumas, sebagai upaya mendukung terwujudnya desa mandiri energi dan penguatan ketahanan pangan. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan studi kasus, penelitian ini menganalisis relasi aktor, tata kelola aset, dan kapasitas kelembagaan desa dalam pengelolaan PLTS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun masyarakat memperoleh pelatihan teknis dan dilibatkan dalam operasional harian, pemberdayaan yang terjadi masih bersifat semu (pseudo-empowerment). Status PLTS sebagai aset kabupaten menyebabkan desa tidak memiliki kewenangan untuk melakukan perbaikan ketika terjadi kerusakan, sehingga muncul ketergantungan struktural dan lambatnya respons penanganan teknis. Analisis aktor juga memperlihatkan adanya asymmetric power relations, di mana Dinas Pertanian memegang otoritas tertinggi sebagai pemilik aset, sementara kelompok tani hanya berperan sebagai pengguna tanpa kewenangan pengambilan keputusan. Hambatan tata kelola, koordinasi lintas instansi, serta lemahnya struktur kelembagaan desa menjadi faktor utama yang membatasi efektivitas pemanfaatan PLTS. Penelitian ini menegaskan perlunya redistribusi kewenangan, penguatan kapasitas lokal, dan perbaikan struktur tata kelola agar PLTS benar-benar menjadi instrumen pemberdayaan dan pendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan. | This research examines the dynamics of community empowerment in the utilization of Solar Power Plants (PLTS) in Kaliurip Village, Banyumas Regency, as an effort to support the realization of energy-independent villages and the strengthening of food security. Using a descriptive qualitative method and a case study approach, this study analyzes actor relations, asset governance, and village institutional capacity in the management of PLTS. The results indicate that although the community received technical training and was involved in daily operations, the empowerment that occurred was still pseudo-empowerment. The status of the PLTS as a regency asset means the village lacks the authority to carry out repairs when damage occurs, leading to structural dependency and slow technical response times. Actor analysis also reveals asymmetric power relations, where the Department of Agriculture holds the highest authority as the asset owner, while farmer groups only function as users without decision-making authority. Governance barriers, cross-agency coordination issues, and weak village institutional structures are the primary factors limiting the effectiveness of PLTS utilization. This research emphasizes the need for a redistribution of authority, strengthening of local capacity, and improvements in governance structures so that PLTS can truly become an instrument for empowerment and a supporter of sustainable food security. | |
| 48448 | 51854 | A1F022098 | Karakteristik Fisik dan Mekanik Bioplastik Polivinil Alkohol (PVA) dan Pati Sagu dengan Penambahan Sorbitol dan Serat Nanoselulosa | Peningkatan penggunaan plastik konvensional yang sulit terurai mendorong pengembangan bioplastik sebagai alternatif material ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan sorbitol sebagai plasticizer dan serat nanoselulosa sebagai bahan penguat terhadap sifat fisik, mekanik, dan biodegradabilitas bioplastik berbasis polivinil alkohol (PVA) dan pati sagu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor, yaitu konsentrasi sorbitol (0%, 1%, dan 2%) dan serat nanoselulosa (0%, 2%, dan 4%). Parameter yang diuji meliputi ketebalan, laju transmisi uap air (WVTR), transparansi, kuat tarik, elongasi, dan biodegradabilitas, dengan analisis data menggunakan ANOVA dua arah dan uji DMRT pada taraf kepercayaan 95%. Hasil menunjukkan bahwa sorbitol berpengaruh nyata meningkatkan ketebalan, WVTR, dan elongasi, serta menurunkan kuat tarik. Serat nanoselulosa berpengaruh nyata meningkatkan ketebalan dan kuat tarik, serta menurunkan transparansi. Interaksi kedua faktor berpengaruh nyata terhadap ketebalan dan kuat tarik, namun tidak terhadap WVTR dan elongasi. Seluruh sampel mengalami degradasi secara visual pada uji penguburan tanah, sehingga bioplastik berbasis PVA dan pati sagu berpotensi dikembangkan sebagai material kemasan ramah lingkungan. | The increased use of conventional plastics, which are difficult to decompose, has driven the development of bioplastics as an environmentally friendly material alternative. This study aims to analyze the effect of adding sorbitol as a plasticizer and nanocellulose fibers as reinforcing materials on the physical, mechanical, and biodegradability properties of bioplastics based on polyvinyl alcohol (PVA) and sago starch. The study used a two-factor Completely Randomized Design (CRD), namely the concentration of sorbitol (0%, 1%, and 2%) and nanocellulose fibers (0%, 2%, and 4%). The parameters tested included thickness, water vapor transmission rate (WVTR), transparency, tensile strength, elongation, and biodegradability, with data analysis performed using two-way ANOVA and DMRT tests at a 95% confidence level. The results showed that sorbitol had a significant effect in increasing thickness, WVTR, and elongation, while reducing tensile strength. Nanocellulose fibers had a significant effect in increasing thickness and tensile strength, while reducing transparency. The interaction of the two factors had a significant effect on thickness and tensile strength, but not on WVTR and elongation. All samples visually degraded in the soil burial test, indicating that PVA- and sago starch-based bioplastics have the potential to be developed as environmentally friendly packaging materials. | |
| 48449 | 51856 | H1B019084 | ANALISIS POTENSI GENANGAN TSUNAMI DI JAKARTA UTARA DENGAN MENGGUNAKAN PEMODELAN COMCOT | Tsunami merupakan bencana destruktif yang beresiko tinggi bagi wilayah pesisir padat penduduk, khususnya Jakarta Utara yang berdekatan dengan zona subduksi Selat Sunda dan memiliki topografi rendah serta datar. Penelitian ini menganalisis potesi genangan tsunami akibat gempa megathrust Mw 8.7 menggunakan pemodelan numerik Cornell Multigrid Coupled Tsunami (COMCOT) dengan pendekatan dua layer. Hasil simuasi meunjukan gelombang pertama tiba sekitar 38 menit setelah gempa dengan tinggi maksimum sekitar 6.5 meter di Cilincing. Wilayah dengan genangan tertinggi adalah Cilincing dan Penjaringan (4 - 6.5 meter), sedang Tanjung Priok, Pademangan, dan Kelapa Gading relatif lebih rendah (2 - 4 meter). Penurunan muka tanah 0.5 - 2 meter meningkatkan tinggi genangan hingga 2 meter dan memperluas area terdampak, menunjukan bahwa subsidence berperan signifikan dalam meningkatkan risiko tsunami di Jakarta Utara. | Tsunamis are highly destructive disasters that pose a significant risk to densely populated coastal area, particularly North Jakarta, which is located near the Sunda Strait subduction zone and has low-lying, flat topography. This study analyzes the potential for tsunami inundation caused by an Mw 8.7 megathrust earthquake using Cornell Multigrid Coupled Tsunami (COMCOT) numerical modeling with two-layer approach. The simulation results show that the first wave arrived appromaxitely 38 minutes after the earthquake with a maximum height of avout 6.5 meters in Cilincing. The areas with the highest inundation were Cilincing and Penjaringan (4 - 6.5 meters), while Tanjung Priok, Pademangan, and Kelapa Gading were relatively lower (2 - 4 meters). Ground subsidence of 0.5 - 2 meters increased inundation height by up to 2 meters and expanded the affected area, indicating that subsidence plays a significant role in increasing tsunami risk in North Jakarta. | |
| 48450 | 51857 | C1N023002 | THE EFFECT OF TURNOVER INTENTION, AUDITOR COMPETENCE, WORK STRESS AND TIME BUDGET PRESSURE ON DYSFUNCTIONAL AUDIT BEHAVIOR | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh niat keluar, kompetensi auditor, stres kerja, dan tekanan anggaran waktu terhadap perilaku disfungsional audit. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari auditor yang bekerja di Kantor Akuntan Publik (KAP) di Provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta. Sample diperoleh menggunakan kuesioner yang didistribusikan langsung kepada 74 auditor. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria auditor yang telah memiliki pengalaman minimal satu tahun, karena dianggap telah memiliki pengalaman audit. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis regresi berganda menggunakan SPPS versi 26, menunjukkan bahwa: (1) niat berpindah kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku disfungsional audit, (2) kompetensi auditor memiliki pengaruh negative dan signifikan terhadap perilaku disfungsional audit, (3) kompetensi audit memiliki pengrauh negative dan signifikan terhadap perilaku disfungsional audit, dan (4) tekanan anggaran waktu memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku disfungsional audit. Kata Kunci: Niat Berpindah, Kompetensi Audit, Stres Kerja, Tekanan Anggaran Waktu dan Perilaku Disfungsional Audit | The purpose of this research is to analyze the influence of turnover intention, auditor competence, work stress, and time budget pressure on dysfunctional audit behavior. The population in this study consists of auditors working at Public Accounting Firms (KAP) in Central Java and Yogyakarta Province. The sample was obtained using a questionnaire that was directly distributed to 74 auditors. The sample selection used the purposive sampling method with the criteria of auditors who have at least one year of experience, as they are considered to have audit experience. This research uses a quantitative method with multiple linear regression analysis using SPSS version 25, showing that: (1) turnover intention has a positive and significant effect on dysfunctional audit behavior, (2) auditor competence has a negative and significant effect on dysfunctional audit behavior, (3) work stress has a negative and significant effect on dysfunctional audit behavior, and (4) time budget pressure has a positive and significant effect on dysfunctional audit behavior. | |
| 48451 | 51883 | J1D022043 | INTERFERENSI FONOLOGIS BAHASA ARAB TERHADAP BAHASA INDONESIA PADA MAHASISWA ASING PENUTUR BAHASA ARAB DI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk interferensi fonologis bahasa Arab terhadap bahasa Indonesia yang dilakukan oleh mahasiswa asing penutur bahasa Arab di Universitas Jenderal Soedirman serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa tuturan lisan mahasiswa asing penutur bahasa Arab yang diperoleh melalui teknik rekam, simak, dan catat. Data dianalisis dengan mengklasifikasikan bentuk interferensi fonologis yang meliputi penambahan, pengurangan, dan substitusi fonem dalam pelafalan bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interferensi fonologis terjadi pada fonem vokal dan konsonan bahasa Indonesia pada substitusi fonem vokal /e/ yang memiliki perbedaan atau ketidaksepadanan dengan sistem fonologi bahasa Arab. Interferensi paling dominan ditemukan dalam bentuk substitusi fonem, yang disebabkan oleh pengaruh sistem fonologi bahasa Arab sebagai bahasa pertama. Faktor penyebab interferensi meliputi perbedaan sistem fonologis antara bahasa Arab dan bahasa Indonesia, kebiasaan artikulasi bahasa pertama, serta keterbatasan pemelajar dalam menguasai pelafalan bunyi bahasa Indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan pembelajaran pelafalan dalam pengajaran BIPA, khususnya bagi pemelajar penutur bahasa Arab. | This study aims to describe the forms of Arabic phonological interference in Indonesian carried out by foreign students who are Arabic speakers at Jenderal Soedirman University and to identify the factors that influence it. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. The research data consists of spoken utterances of foreign students who are Arabic speakers, obtained through recording, listening, and note-taking techniques. The data was analyzed by classifying the forms of phonological interference, which include the addition, reduction, and substitution of phonemes in Indonesian pronunciation. The results show that phonological interference occurs in Indonesian vowel and consonant phonemes that differ from or are incompatible with the Arabic phonological system. The most dominant interference is found in the form of phoneme substitution, which is caused by the influence of the Arabic phonological system as the first language. The factors causing interference include differences in the phonological systems between Arabic and Indonesian, first language articulation habits, and learners' limitations in mastering Indonesian pronunciation. This study is expected to make a significant contribution to the development of pronunciation learning in BIPA teaching, especially for Arabic-speaking learners. | |
| 48452 | 51859 | I1C022040 | Efek Ekstrak Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) Terhadap Profil Histopatologi Tubulus Proksimal dan Jumlah Sel Limfosit pada Ginjal Tikus yang Diinduksi Streptozotocin | Kerusakan ginjal dan inflamasi kronik dapat terjadi akibat hiperglikemia persisten pada Diabetic Nephropathy. Kayu manis (Cinnamomum burmannii) secara empiris diketahui memiliki efek antihiperglikemik dan antioksidan sehingga berpotensi melindungi jaringan ginjal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ekstrak kayu manis terhadap gambaran histopatologi tubulus proksimal dan jumlah sel limfosit ginjal tikus yang diinduksi Streptozotocin (STZ). Desain yang digunakan adalah post-test only control group pada tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi enam kelompok: kontrol sehat, STZ 35 mg/kgBB, STZ + metformin 9 mg/kgBB, serta STZ + ekstrak kayu manis dosis 150, 300, dan 600 mg/kgBB selama 21 hari. Preparat ginjal diamati menggunakan pewarnaan Hematoxylin and eosin stain. Analisis data dilakukan dengan uji Shapiro–Wilk, one-way ANOVA dan post hoc Tukey, sedangkan jumlah limfosit dianalisis menggunakan Kruskal–Wallis dan Mann–Whitney. Hasil menunjukkan kelompok STZ mengalami kerusakan tubulus proksimal berat dan peningkatan limfosit. Perbedaan signifikan ditemukan antara kelompok STZ dengan kelompok sehat, metformin, serta dosis 150 dan 300 mg/kgBB, namun tidak pada dosis 600 mg/kgBB. Dosis 150 mg/kgBB paling efektif dalam memperbaiki struktur tubulus dan menurunkan infiltrasi limfosit. | Kidney damage and chronic inflammation can occur as a result of persistent hyperglycemia in diabetic nephropathy. Cinnamon (Cinnamomum burmannii) is empirically known to have antihyperglycemic and antioxidant effects, thus potentially protecting kidney tissue. This study aims to analyze the effect of cinnamon extract on the histopathological picture of the proximal tubules and the number of kidney lymphocytes in rats induced by Streptozotocin (STZ). The design used was a post-test only control group in male Wistar rats divided into six groups: healthy control, STZ 35 mg/kgBW, STZ + metformin 9 mg/kgBW, and STZ + cinnamon extract doses of 150, 300, and 600 mg/kgBW for 21 days. Kidney preparations were observed using Hematoxylin and eosin stain. Data analysis was performed using the Shapiro–Wilk test, one-way ANOVA and post hoc Tukey, while lymphocyte counts were analyzed using Kruskal–Wallis and Mann–Whitney. The results showed that the STZ group experienced severe proximal tubule damage and an increase in lymphocytes. Significant differences were found between the STZ group and the healthy group, the metformin group, and the 150 and 300 mg/kgBW groups, but not in the 600 mg/kgBW group. The 150 mg/kgBW dose was most effective in improving tubule structure and reducing lymphocyte infiltration. | |
| 48453 | 51860 | B1A022138 | Upaya Perbanyakan Pisang Barangan (Musa acuminata L.) dengan Jenis dan Konsentrasi Sitokinin Berbeda dalam Kultur In Vitro | Pisang (Musa sp.) merupakan komoditas hortikultura unggulan Indonesia dengan nilai ekonomi tinggi. Salah satu varietas yang banyak diminati adalah pisang Barangan (Musa acuminata L.) yang memiliki cita rasa manis, tekstur lembut, dengan kandungan gizi dan mineral penting. Namun, peningkatan produksinya masih terkendala oleh keterbatasan bibit bermutu dan serangan penyakit seperti layu Fusarium. Metode perbanyakan konvensional melalui anakan dinilai kurang efisien dan berisiko menularkan penyakit, sehingga diperlukan metode perbanyakan alternatif melalui teknik kultur in vitro tumbuhan. Keberhasilan kultur in vitro tumbuhan sangat bergantung pada penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) yang tepat, terutama golongan sitokinin seperti 6-Benzylaminopurine (BAP) dan 6-Furfurylaminopurine (Kinetin), yang berperan merangsang pembelahan sel dan pembentukan tunas baru. Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental dengan Rancangan Petak Terpisah (Split Plot Design). Petak utama (main plot) adalah jenis sitokinin yang terdiri atas 6-Benzylaminopurine (BAP) dan Kinetin, sedangkan sebagai anak petak (sub-plot) adalah konsentrasi sitokinin yang meliputi 0; 5; 10; 15; 20, dan 25 µM. Setiap perlakuan diulang sebanyak lima kali sehingga secara keseluruhan terdapat 60 unit percobaan. Variabel bebas yang dicobakan adalah jenis dan konsentrasi sitokinin, sedangkan variabel terikat yang diamati adalah pertumbuhan tunas mikro pisang Barangan (Musa acuminata L.). Parameter yang diukur meliputi jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun, dan jumlah akar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of variance (ANOVA) pada tingkat kesalahan 5%, dan dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinetin meningkatkan pertambahan panjang tunas utama pisang Barangan (Musa acuminata L.) dalam kultur in vitro. Jenis dan konsentrasi sitokinin tidak berpengaruh terhadap jumlah total tunas, pertambahan jumlah tunas, panjang tunas, pertambahan jumlah daun, dan jumlah akar pisang Barangan (Musa acuminata L.) dalam kultur in vitro. | Banana (Musa sp.) is a leading horticultural commodity in Indonesia with high economic value and growing market demand. One of the most popular varieties is the Barangan banana (Musa acuminata L.), which has a sweet taste, soft texture, and important nutritional and mineral contents. However, its productivity remains constrained by the limited availability of high-quality seedlings and by the incidence of diseases such as Fusarium wilt. Conventional propagation methods using suckers are considered inefficient and pose a risk of disease transmission; an in vitro culture technique is needed as an alternative. This technique enables plant propagation under aseptic, controlled conditions to produce uniform, healthy, pathogen-free seedlings. The success of in vitro culture depends heavily on the use of appropriate plant growth regulators (PGRs), particularly cytokinins such as 6-benzylaminopurine (BAP) and 6 Furfurylaminopurine (Kinetin), which stimulate cell division and shoot formation. Selecting the appropriate cytokinin type and optimal concentration is key to improving the effectiveness of Barangan banana shoot multiplication. This research was conducted experimentally in the Plant in vitro Culture Laboratory using a Split-Plot Design. The main plot consists of two types of cytokinin, namely 6-Benzylaminopurine (BAP) and Kinetin, while the subplot consists of cytokinin concentrations of 0, 5, 10, 15, 20, and 25 µM. Each treatment combination was replicated 5 times, yielding a total of 60 experimental units. The data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) at the 5% significance level, and Duncan's multiple-range test at the 5% significance level. The results showed that kinetin increased the length of the main shoots of the Barangan banana (Musa acuminata L.) in in vitro culture. Meanwhile, the types and concentrations of cytokinin did not affect the total number of shoots, number of new shoots, shoot length, leaf and root numbers of Barangan banana (Musa acuminata L.) in in vitro culture. | |
| 48454 | 51862 | G1A022073 | HUBUNGAN ANTARA SKALA NYERI DENGAN DERAJAT HERNIA NUKLEUS PULPOSUS LUMBOSACRAL DI RSUD MARGONO SOEKARJO | Latar belakang: Hernia Nukleus Pulposus (HNP) lumbosakral merupakan penyebab umum nyeri punggung bawah yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Derajat herniasi pada pemeriksaan pencitraan sering digunakan untuk menilai tingkat keparahan penyakit, namun hubungannya dengan intensitas nyeri yang dirasakan pasien masih menjadi perdebatan. Visual Analog Scale (VAS) merupakan instrumen yang banyak digunakan untuk menilai intensitas nyeri secara subjektif. Tujuan: Mengetahui hubungan antara skala nyeri menggunakan VAS dengan derajat hernia nukleus pulposus lumbosakral pada pasien di RSUD Margono Soekarjo. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross-sectional menggunakan data rekam medis pasien yang terdiagnosis HNP lumbosakral. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik pasien, skor nyeri berdasarkan VAS, dan derajat HNP berdasarkan pemeriksaan pencitraan MRI. Analisis statistik dilakukan untuk menilai hubungan antara skala nyeri dan derajat HNP. Hasil: Sebanyak 43 pasien memenuhi kriteria penelitian. Analisis statistik menggunakan uji Spearman menunjukkan nilai p = 0,066 tidak terdapat hubungan yang bermakna antara skala nyeri VAS dengan derajat HNP lumbosakral. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara intensitas nyeri berdasarkan VAS dengan derajat hernia nukleus pulposus lumbosakral. Intensitas nyeri pada HNP kemungkinan dipengaruhi oleh berbagai faktor selain derajat herniasi. | Background: Lumbosacral herniated nucleus pulposus (HNP) was a common cause of low back pain that could reduce patients’ quality of life. The degree of disc herniation observed on imaging was often used to assess disease severity; however, its relationship with pain intensity remained controversial. The Visual Analog Scale (VAS) was widely used to measure subjective pain intensity.. Objective: This study aimed to determine the relationship between pain intensity measured by VAS and the degree of lumbosacral herniated nucleus pulposus in patients at Margono Soekarjo Regional Hospital. Methods: This study was an analytic observational study with a cross-sectional design using medical record data of patients diagnosed with lumbosacral HNP. The collected data included patient characteristics, VAS pain scores, and the degree of HNP based on imaging findings. Statistical analysis was performed to evaluate the association between pain intensity and the degree of HNP. Results: A total of 43 patients meet the inclusion criteria. Statistical analysis shows no significant relationship between VAS pain scores and the degree of lumbosacral HNP (p = 0.066). Conclusion: There is no significant association between pain intensity measured by VAS and the degree of lumbosacral herniated nucleus pulposus. Pain intensity in HNP is likely influenced by factors other than the degree of disc herniation. | |
| 48455 | 51863 | I1C022047 | Analisis dan Monitoring Interaksi Obat Potensial Pasien Leukemia Limfoblastik Akut dengan Terapi Metotreksat di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto | Leukemia limfoblastik akut (LLA) menyumbang 75–80% kasus leukemia akut pediatri dan 20–40% kasus leukemia dewasa. Metotreksat digunakan di setiap fase kemoterapi pasien LLA sebagai profilaksis sistem saraf pusat. Namun, metotreksat dapat berinteraksi dengan obat lain yang memengaruhi klirens ginjal atau berafinitas tinggi dengan protein plasma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan metotreksat, interaksi metotreksat dengan obat lain, dan hubungan karakteristik pasien dengan jumlah interaksi obat potensial. Pengambilan data dilakukan di Unit Rekam Medis dan Bangsal Wijaya Kusuma secara retrospektif untuk pasien Januari–Oktober 2025 dan konkuren untuk pasien November–Desember 2025. Data identitas pasien, penggunaan obat, dan hasil pemeriksaan laboratorium dicatat pada lembar pengumpulan data untuk seluruh pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis secara univariat untuk pola penggunaan metotreksat dan interaksi obat potensial, sedangkan hubungan dianalisis dengan uji Chi Square dan Spearman Rank Correlation. Selama Januari–Oktober 2025 metotreksat digunakan 528 kali oleh 76 pasien dalam 410 kunjungan berbeda. Interaksi obat ditemukan pada 85,53% pasien dengan obat yang paling banyak terlibat adalah merkaptopurin (51,23%) dan kotrimoksazol (34,74%). Sebagian besar interaksi terjadi secara farmakokinetika (64,21%) dan tingkat keparahan moderate (57,89%). Karakteristik pasien yang memiliki hubungan signifikan dengan jumlah interaksi obat potensial adalah diagnosis penyerta (p=0,014), durasi perawatan (p<0,001), dan jumlah obat (p<0,001). Ditemukan pula gejala mielosupresi pada 59,59% pasien bulan November–Desember 2025. Interaksi obat potensial dengan dampak peningkatan konsentrasi metotreksat banyak ditemukan pada pasien LLA, sehingga perlu dilakukan pemantauan kadar metotreksat dalam darah untuk antisipasi risiko toksisitas. | Acute lymphoblastic leukemia (ALL) accounts for 75–80% of pediatric acute leukemia and 20–40% of adult leukemia. Methotrexate is used in all phases of chemotherapy for ALL as central nervous system prophylaxis. However, methotrexate can interact with other drugs that affect renal clearance or have high affinity for plasma proteins. This study aims to determine the pattern of methotrexate use, its interactions, and the correlation between patient characteristics and the number of drug interactions. Data collection was conducted at the Medical Records Unit and Wijaya Kusuma Ward retrospectively for patients from January–October 2025 and concurrently for patients from November–December 2025. Identity, drug used, and laboratory results were collected on a data collection sheet for all patients who met the criteria. Data were analyzed univariately for use patterns and drug interactions, while correlation were analyzed using the Chi Square and Spearman Rank Correlation. Methotrexate was used 528 times by 76 patients. Drug interactions were found in 85.53% of patients, with the most frequently involved drugs are mercaptopurine (51.23%) and cotrimoxazole (34.74%). Most interactions were pharmacokinetic (64.21%) and moderate (57.89%). Characteristics that had a significant correlation with the number of drug interactions were comorbidities (p=0.014), duration of treatment (p<0.001), and number of drugs (p<0.001). Symptoms of myelosuppression were also found in 59.59% patients. Potential drug interactions with elevated methotrexate concentrations are often found in ALL patients, so it is necessary to monitor methotrexate concentrations in the blood to anticipate the risk of toxicity. | |
| 48456 | 51861 | E1B021012 | LEGAL PROTECTION FOR HOLDERS OF RIGHTS TO THE “SENSATIA” TRADEMARKS BASED ON LAW NUMBER 20 OF 2016 CONCERNING TRADEMARKS AND GEOGRAPHICAL INDICATIONS (Study of Decision Number 8/Pdt.Sus-HKI/Merek/2025/PN.Niaga.Jkt.Pst) | Oleh : Nanda Sifaun Nafiah E1B021012 ABSTRAK Merek dagang berfungsi sebagai penanda unik dalam kegiatan bisnis dan oleh karena itu memerlukan perlindungan hukum melalui sistem pendaftaran di Indonesia. Perlindungan merek dagang terkenal sangat penting ketika penggunaan merek yang serupa dapat menimbulkan kebingungan bagi konsumen dan melanggar kepentingan sah pemilik hak yang sah. Penelitian ini mengkaji perlindungan hukum yang diberikan kepada pemilik merek dagang “SENSATIA” dan meninjau implikasi hukum yang timbul dari Putusan Nomor 8/Pdt. Sus-HKI/Merek/2025/PN. Niaga. Jkt. Pst. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan orientasi deskriptif analitis, berbasis data sekunder melalui studi kepustakaan, yang dianalisis secara kualitatif dalam bentuk teks naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengadilan Niaga mengabulkan gugatan Penggugat. Pembatalan merek “SENSATIA” milik Tergugat merupakan bentuk perlindungan hukum berdasarkan Pasal 21 ayat (1) huruf b dan Pasal 21 ayat (3) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 karena pendaftarannya dilakukan dengan iktikad tidak baik dan memiliki persamaan pada pokoknya dengan merek Penggugat. Merek tersebut dinyatakan tidak sah dan dicoret dari Daftar Umum Merek oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, sekaligus menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam pendaftaran merek dan ketelitian pemeriksa guna mencegah pendaftaran yang beriktikad tidak baik. Kata Kunci : Merek, Perlindungan Hukum, Iktikad Tidak Baik, Pembatalan Merek. | By : Nanda Sifaun Nafiah E1B021012 ABSTRACT Trademarks serve as unique identifiers in business operations and thus require legal safeguards through a registration system in Indonesia. The defense of famous trademarks is essential when the employment of comparable brands could lead to confusion for consumers and violate the rightful interests of the legitimate rights owner. This research explores the legal protection granted to the owner of the "SENSATIA" trademark and reviews the legal implications stemming from Decision Number 8/Pdt. Sus-HKI/Merek/2025/PN. Niaga. Jkt.Pst. This research employs a normative juridical method with a descriptive-analytical approach, utilizing secondary data obtained from legislation, court decisions, and relevant legal literature. The collected data are analyzed qualitatively to provide a systematic explanation of the legal issues discussed. The findings show that the Commercial Court granted the Plaintiff’s claim. The cancellation of the Defendant’s “SENSATIA” trademark reflects the application of legal protection under Article 21 paragraph (1) letter b and Article 21 paragraph (3) of Law Number 20 of 2016, as the registration was made in bad faith and demonstrated substantial similarity to the Plaintiff’s trademark. The disputed trademark was declared invalid and removed from the General Trademark Register by the Directorate General of Intellectual Property, underscoring the need for careful trademark searches prior to registration and stricter examination to prevent bad faith filings. Keywords: Trademark, Legal Protection, Bad Faith, Trademark Cancellation. | |
| 48457 | 51864 | C1B022119 | Pengaruh Perceived Organizational Support dan Learning Agility terhadap Kinerja Pegawai dengan Work Engagement sebagai Variabel Mediasi (Studi pada ASN Sekretariat Daerah Kabupaten Kuningan) | Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perceived organizational support dan learning agility terhadap kinerja pegawai dengan work engagement sebagai variabel mediasi pada ASN Sekretariat Daerah Kabupaten Kuningan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode survei terhadap 117 responden dengan teknik proportionate stratified random sampling, serta analisis regresi mediasi metode causal step. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived organizational support dan learning agility berpengaruh positif dan signifikan terhadap work engagement maupun kinerja pegawai. Selain itu, work engagement berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja serta terbukti memediasi pengaruh perceived organizational support dan learning agility terhadap kinerja pegawai. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan organisasi dan pengembangan kemampuan adaptif dalam memperkuat keterikatan kerja sehingga kinerja pegawai sektor publik dapat ditingkatkan. Kata Kunci: perceived organizational support, learning agility, work engagement, kinerja pegawai, Social Exchange Theory, Conservation of Resources Theory | This study aims to analyze the influence of perceived organizational support and learning agility on employee performance with work engagement as a mediating variable among civil servants at the Regional Secretariat of Kuningan Regency. The research employed a quantitative survey approach involving 117 respondents selected through proportionate stratified random sampling, with data analyzed using mediation regression through the causal step method. The findings indicate that perceived organizational support and learning agility have a positive and significant effect on both work engagement and employee performance. Furthermore, work engagement positively and significantly affects performance and mediates the relationship between perceived organizational support and learning agility with employee performance. These results highlight the importance of organizational support and adaptive learning capabilities in strengthening work engagement and enhancing public sector employee performance. Keywords: perceived organizational support, learning agility, work engagement, employee performance, Social Exchange Theory, Conservation of Resources Theory | |
| 48458 | 51866 | I1C022017 | Analisis dan Monitoring Interaksi Obat Potensial pada Pasien Leukemia Limfoblastik Akut (LLA) dengan Terapi Vinkristin di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto | Leukemia limfoblastik akut merupakan kanker darah yang menjadi salah satu penyebab utama kematian. Terapi LLA menggunakan kemoterapi kombinasi sehingga meningkatkan risiko polifarmasi dan interaksi obat. Vinkristin sebagai salah satu obat utama dalam terapi LLA dimetabolisme oleh enzim CYP3A4, sehingga berpotensi mengalami interaksi yang dapat meningkatkan risiko toksisitas, terutama neurotoksisitas, serta menurunkan efektivitas terapi. RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo menangani banyak pasien LLA, namun data terkait interaksi obat vinkristin masih terbatas. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis dan memonitoring interaksi obat guna mendukung optimalisasi terapi dan keamanan pasien. Penelitian menggunakan desain retrospektif dan konkuren. Data retrospektif diperoleh dari rekam medis pasien LLA yang menerima vinkristin periode Januari – Oktober 2025, sedangkan data konkuren diperoleh melalui monitoring pemeriksaan dan kondisi pasien periode November – Desember 2025. Data retrospektif digunakan untuk mengidentifikasi potensi interaksi obat berdasarkan Lexidrug. Data konkuren dianalisis secara deskriptif untuk mengamati manifestasi klinis interaksi obat. Sebanyak 88 pasien dengan 380 kunjungan menerima vinkristin. Ditemukan 12 interaksi obat potensial dengan keparahan moderate dan mekanisme farmakokinetik, interaksi terbanyak antara vinkristin dengan flukonazol. Manifestasi klinis berupa penurunan AUC vinkristin akibat interaksi dengan metamizol belum dapat dipastikan akibat keterbatasan data laboratorium | Acute lymphoblastic leukemia is a blood cancer and a leading causes of death. ALL therapy uses combination chemotherapy with multiple drugs, increasing the risk of polypharmacy and drug interactions. Vincristine, a main drugs in ALL therapy, is metabolized by CYP3A4 and may interact with other drugs, increasing the risk of toxicity, especially neurotoxicity, and reduce therapeutic effectiveness. RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo treats many ALL patients, but data on vincristine drug interactions are limited. This study analyze and monitor potential drug interactions to support therapy optimization and patient safety. This observational descriptive study used retrospective and concurrent designs. Retrospective data were obtained from the medical records of ALL patients who received vincristine between January and October 2025, while concurrent data were collected through monitoring patients clinical examinations and conditions from November to December 2025. Retrospective data were used to identify potential drug interactions based on Lexidrug. Concurrent data were analyzed descriptively to assess the clinical manifestations of drug interaction. 88 patients with 380 visits received vincristine. 12 potential drug interactions were identified, all with moderate severity and pharmacokinetic mechanisms, most commonly between vincristine and fluconazole. Clinical manifestations, such as a decrease in vincristine AUC due to interaction with metamizole, could not be confirmed because of limited laboratory data. | |
| 48459 | 51867 | I1C022036 | AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIBAKTERI FERMENTASI KOMBUCHA DAUN JOMBANG (Taraxacum officinale) | Tanaman jombang (Taraxacum officinale) memiliki potensi antioksidan dan antibakteri, namun bioaktivitasnya setelah fermentasi masih jarang diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh fermentasi kombucha menggunakan SCOBY terhadap kapasitas antioksidan (IC50) dan aktivitas antibakteri daun jombang untuk mendukung pengembangan minuman fungsional. Rebusan daun jombang (80 °C, 15 menit) difermentasi dengan variasi waktu (5, 7, dan 10 hari) dan konsentrasi sukrosa (10, 12, dan 14%). Aktivitas antioksidan diukur melalui uji DPPH (λ maks 518 nm), dan aktivitas antibakteri terhadap S. aureus, B. cereus, dan E. coli dievaluasi menggunakan metode Kirby-Bauer. Data dianalisis dengan uji Shapiro-Wilk dan uji T-paired/Wilcoxon (α=0,05) melalui R Studio. Kondisi optimal dicapai pada konsentrasi sukrosa 12% dan fermentasi 10 hari. Aktivitas antioksidan meningkat setelah fermentasi, ditunjukkan dengan penurunan nilai IC50 dari 0,41 ± 0,025% menjadi 0,35 ± 0,046% (b/v) (p=0,423), dibandingkan vitamin C (49,18 ± 1,21 μg/mL). Uji antibakteri menunjukkan peningkatan signifikan zona hambat terhadap S. aureus sebesar 0,56 mm (p=0,046). Sebaliknya, peningkatan terhadap E. coli (0,71 mm; p=0,147) tidak signifikan, dan tidak ditemukan aktivitas pada B. cereus. Fermentasi meningkatkan bioaktivitas daun jombang, terutama melalui perbaikan signifikan aktivitas antibakteri terhadap S. aureus. Meskipun peningkatan kapasitas antioksidan dan penghambatan E. coli pada konsentrasi 2% (b/v) tidak signifikan, fermentasi kombucha efektif mengoptimalkan pemanfaatan tanaman jombang untuk penggunaan sebagai minuman fungsional. | While Taraxacum officinale (Dandelion) exhibits antioxidant and antibacterial potential, its bioactivity following fermentation remains under-researched. This study aims to evaluates the impact of SCOBY-mediated kombucha fermentation on the antioxidant capacity (IC50) and antibacterial activity of dandelion leaves to support functional beverage development. Dandelion leaf infusion (80°C, 15 minutes) was fermented with varying durations (5, 7, and 10 days) and sucrose concentrations (10, 12, and 14%). Antioxidant activity was measured via DPPH assay (λ max 518 nm), and antibacterial activity against S. aureus, B. cereus, and E. coli was evaluated using the Kirby-Bauer method. Data were analyzed using Shapiro-Wilk and paired T-test/Wilcoxon (α=0,05) via R Studio. Optimal conditions were achieved at 12% sucrose and 10 days of fermentation. Antioxidant activity improved after fermentation as IC50 values decreased from 0,41 ± 0,025% to 0,35 ± 0,046% (w/v) (p=0,423), compared to vitamin C (49,18 ± 1,21 μg/mL). Antibacterial assays showed a significant increase in the inhibition zone against S. aureus by 0,56 mm (p=0,046). Conversely, the increase against E. coli (0,71 mm; p=0,147) was non-significant, and no activity was observed against B. cereus. Fermentation enhances the bioactivity of dandelion leaves, particularly through significant antibacterial improvement against S. aureus. Despite non-significant increases in antioxidant capacity and E. coli inhibition at 2% (w/v), kombucha fermentation effectively optimizes utilization of dandelion leaf for functional beverage use. | |
| 48460 | 51868 | I1C022025 | Evaluasi Kesesuaian dan Efektivitas Analgesik pada Pasien Anak Rawat Inap dengan Leukemia Limfoblastik Akut Di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto | Leukemia Limfoblastik Akut (LLA) merupakan kanker tersering pada anak dan sering menimbulkan nyeri, baik akibat infiltrasi sel leukemik ataupun efek samping kemoterapi. Manajemen nyeri pada anak masih belum optimal karena keterbatasan komunikasi serta perbedaan persepsi nyeri sehingga lebih sulit dikenali dan berpotensi mendapatkan terapi yang kurang memadai, termasuk ketidaksesuaian jenis dan dosis analgesik. Evaluasi kesesuaian dan efektivitas analgesik diperlukan untuk mendukung optimalisasi pengendalian nyeri pasien LLA anak. : Penelitian observasional retrospektif ini dilakukan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo melalui analisis rekam medis pasien LLA rawat inap periode Januari-Desember 2025. Kesesuaian terapi dinilai berdasarkan jenis analgesik menggunakan skor Pain Management Index, serta kesesuaian dosis berdasarkan pedoman terapi. Efektivitas analgesik dianalisis menggunakan uji Paired T-Test untuk membandingkan intensitas nyeri sebelum dan sesudah pemberian analgesik. Dari 106 pasien LLA rawat inap, 50 pasien memenuhi kriteria inklusi. Analgesik yang paling banyak digunakan adalah parasetamol oral (45,94%). Berdasarkan hasil analisis, kesesuaian jenis analgesik berdasarkan PMI sebesar 51,35%, sementara kesesuaian dosis berdasarkan pedoman terapi mencapai 52,25%. Uji paired t-test menunjukkan penurunan skor nyeri yang signifikan antara sebelum dan sesudah terapi (p-value <0,001). | Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL) is the most common pediatric cancer and often causes pain due to leukemic infiltration and chemotherapy side effects. Pain management in children remains suboptimal because communication limitations and differences in pain perception make pain harder to assess, increasing the risk of inadequate therapy, including inappropriate analgesic selection and dosing. Evaluation of analgesic appropriateness and effectiveness is needed to optimize pain control in pediatric ALL patients. This retrospective observational study was conducted at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo using medical records of hospitalized ALL patients from January–December 2025. Therapy appropriateness was assessed by analgesic type using the Pain Management Index (PMI) and by dose according to therapeutic guidelines. Effectiveness was analyzed using a paired t-test to compare pain intensity before and after analgesic administration. Of 106 patients, 50 met the inclusion criteria. Oral paracetamol was the most frequently used analgesic (45.94%). Appropriateness of analgesic type based on PMI was 51.35%, while dose appropriateness was 52.25%. The paired t-test showed a significant reduction in pain scores (p-value <0.001). |