Home
Login.
Artikelilmiahs
51868
Update
SUSI ADHA NABILA
NIM
Judul Artikel
Evaluasi Kesesuaian dan Efektivitas Analgesik pada Pasien Anak Rawat Inap dengan Leukemia Limfoblastik Akut Di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Leukemia Limfoblastik Akut (LLA) merupakan kanker tersering pada anak dan sering menimbulkan nyeri, baik akibat infiltrasi sel leukemik ataupun efek samping kemoterapi. Manajemen nyeri pada anak masih belum optimal karena keterbatasan komunikasi serta perbedaan persepsi nyeri sehingga lebih sulit dikenali dan berpotensi mendapatkan terapi yang kurang memadai, termasuk ketidaksesuaian jenis dan dosis analgesik. Evaluasi kesesuaian dan efektivitas analgesik diperlukan untuk mendukung optimalisasi pengendalian nyeri pasien LLA anak. : Penelitian observasional retrospektif ini dilakukan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo melalui analisis rekam medis pasien LLA rawat inap periode Januari-Desember 2025. Kesesuaian terapi dinilai berdasarkan jenis analgesik menggunakan skor Pain Management Index, serta kesesuaian dosis berdasarkan pedoman terapi. Efektivitas analgesik dianalisis menggunakan uji Paired T-Test untuk membandingkan intensitas nyeri sebelum dan sesudah pemberian analgesik. Dari 106 pasien LLA rawat inap, 50 pasien memenuhi kriteria inklusi. Analgesik yang paling banyak digunakan adalah parasetamol oral (45,94%). Berdasarkan hasil analisis, kesesuaian jenis analgesik berdasarkan PMI sebesar 51,35%, sementara kesesuaian dosis berdasarkan pedoman terapi mencapai 52,25%. Uji paired t-test menunjukkan penurunan skor nyeri yang signifikan antara sebelum dan sesudah terapi (p-value <0,001).
Abtrak (Bhs. Inggris)
Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL) is the most common pediatric cancer and often causes pain due to leukemic infiltration and chemotherapy side effects. Pain management in children remains suboptimal because communication limitations and differences in pain perception make pain harder to assess, increasing the risk of inadequate therapy, including inappropriate analgesic selection and dosing. Evaluation of analgesic appropriateness and effectiveness is needed to optimize pain control in pediatric ALL patients. This retrospective observational study was conducted at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo using medical records of hospitalized ALL patients from January–December 2025. Therapy appropriateness was assessed by analgesic type using the Pain Management Index (PMI) and by dose according to therapeutic guidelines. Effectiveness was analyzed using a paired t-test to compare pain intensity before and after analgesic administration. Of 106 patients, 50 met the inclusion criteria. Oral paracetamol was the most frequently used analgesic (45.94%). Appropriateness of analgesic type based on PMI was 51.35%, while dose appropriateness was 52.25%. The paired t-test showed a significant reduction in pain scores (p-value <0.001).
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save