Artikel Ilmiah : I1C022018 a.n. SAUSAN AURORA SAPUTRI

Kembali Update Delete

NIMI1C022018
NamamhsSAUSAN AURORA SAPUTRI
Judul ArtikelAKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIBAKTERI REBUSAN RIMPANG TEMU HITAM (Curcuma aeruginosa Roxb.) DENGAN DAN TANPA FERMENTASI MENGGUNAKAN Saccharomyces cerevisiae
Abstrak (Bhs. Indonesia)Rimpang temu hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.) berpotensi sebagai sumber antioksidan dan antibakteri alami karena kandungan flavonoid dan terpenoidnya. Fermentasi menggunakan Saccharomyces cerevisiae dilaporkan mampu meningkatkan aktivitas biologis bahan herbal melalui biotransformasi senyawa fenolik. Penelitian ini bertujuan membandingkan aktivitas antioksidan dan antibakteri rebusan rimpang temu hitam sebelum dan sesudah fermentasi. Simplisia direbus dan dibagi menjadi dua perlakuan, yaitu tanpa fermentasi dan fermentasi menggunakan S. cerevisiae. Aktivitas antioksidan dievaluasi dengan metode DPPH melalui penentuan nilai IC₅₀, sedangkan aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram agar terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Bacillus cereus. Analisis statistik dilakukan dengan uji independent t-test. Hasil menunjukkan bahwa fermentasi menurunkan nilai IC₅₀ secara signifikan (p < 0,05) dari 10,54 ± 0,84% menjadi 7,41 ± 0,17%, yang mengindikasikan peningkatan aktivitas antioksidan. Aktivitas antibakteri terhadap E. coli dan S. aureus juga mengalami peningkatan setelah fermentasi, dari masing-masing 0,78 ± 0,69 mm dan 0,60 ± 0,54 mm pada sampel tanpa fermentasi menjadi 1,41 ± 1,46 mm dan 1,12 ± 0,99 mm pada sampel fermentasi dengan perbedaan yang tidak signifikan (p > 0,05 (p > 0,05), sedangkan terhadap B. cereus tidak terdeteksi aktivitas. Temuan ini menunjukkan bahwa fermentasi dengan S. cerevisiae berpotensi meningkatkan kapasitas antioksidan dan secara terbatas meningkatkan aktivitas antibakteri rebusan rimpang temu hitam.
Abtrak (Bhs. Inggris)Curcuma aeruginosa Roxb. rhizome has potential as a natural source of antioxidants and antibacterial agents due to its flavonoid and terpenoid contents. Fermentation using Saccharomyces cerevisiae may enhance the biological activity of herbal materials through phenolic biotransformation. This study compared the antioxidant and antibacterial activities of C. aeruginosa rhizome decoction before and after fermentation. Dried rhizome was boiled and divided into two treatments: non-fermented decoction and decoction fermented with S. cerevisiae. Antioxidant activity was evaluated using the DPPH assay by determining IC₅₀ values, while antibacterial activity was assessed by agar disk diffusion against Staphylococcus aureus, Escherichia coli, and Bacillus cereus. Data were analyzed using an independent t-test. Fermentation significantly reduced the IC₅₀ value (p < 0.05) from 10.54 ± 0.84% to 7.41 ± 0.17%, indicating improved antioxidant activity. Antibacterial activity against S. aureus and E. coli showed increased inhibition zones by 1.87- and 1.81-fold, respectively, although differences were not statistically significant (p > 0.05). No inhibitory activity was observed against B. cereus. Overall, fermentation with S. cerevisiae enhanced antioxidant capacity and provided limited antibacterial improvement in C. aeruginosa decoction.
Kata kunciAntibakteri, Antioksidan, Curcuma aeruginosa, Fermentasi, Saccharomyces cerevisiae
Pembimbing 1Dr.nat.techn.apt. Hendri Wasito, M.Sc.
Pembimbing 2apt. Nur Amalia Choironi, M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2026
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2026-02-19 21:10:09.899585
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.