Artikelilmiahs
Menampilkan 48.421-48.440 dari 48.725 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 48421 | 51824 | F1D022018 | Pelembagaan Partai Politik : Studi Kasus Partai Gerindra pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Banyumas Tahun 2024 | Penelitian ini berangkat dari permasalahan kualitas internal partai politik yang berkaitan dengan pengambilan keputusan. Partai politik dengan kualitas internal yang buruk memicu pengambilan keputusan yang menyimpang dari nilai demokrasi dan terkesan pragmatis. Adanya perubahan dukungan partai gerindra dalam pilkada banyumas merupakan salah satu penyebab utama munculnya calon tunggal atas keputusan partai yang pragmatis. Penyebab perubahan dukungan pada internal partai perlu diteliti lebih jauh. Penelitian ini bertujuan untuk menilai sejauh mana partai tersebut terinstitusionalisasi dalam menjalankan fungsi politiknya dan bentuk perubahan dukungan DPC Gerindra Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi sebagai bagian dari studi lapangan. Informan dipilih secara purposive sampling. Informan dibagi menjadi dua yaitu informan utama dan pembanding. Informan utama meliputi pengurus DPC Partai Gerindra, anggota tim penjaringan dan bakal calon kepala daerah. Sedangkan informan pembanding meliputi akar rumput partai gerindra, pengamat politik lokal, jurnalis dan tim pemenangan pasangan calon Sadewo - Lintari. Penelitian ini menunjukkan bahwa keputusan perubahan dukungan disebabkan karena rendahnya pelembagaan partai dan didorong oleh sistem rekrutmen dan kandidasi bakal calon kepala daerah dari DPC Gerindra Banyumas yang dilaksanakan dengan minimnya partisipasi kader, dan sistem yang bersifat eksklusif serta sentralistik. Alasan perubahan dukungan disebabkan karena adanya miss komunikasi, kurangnya modal politik dan sikap pragmatis. | This research stems from issues concerning the internal quality of political parties related to decision-making. Political parties with poor internal quality trigger deviant decision-making that deviates from democratic values and appears pragmatic. The shift in Gerindra Party's support during the Banyumas Pilkada election is one of the main causes of the emergence of a single candidate due to the party's pragmatic decision. The reasons for changes in party support internally need further investigation. This study aims to assess the extent to which the party is institutionalized in carrying out its political functions and the form of support changes by the Gerindra Banyumas DPC. This research employs a qualitative method with a case study approach. Data collection techniques are conducted through in-depth interviews, direct observation, and documentation as part of fieldwork. Informants are selected using purposive sampling. Informants are divided into two categories: primary informants and comparative informants. Primary informants include Gerindra DPC officials, screening team members, and prospective regional head candidates. Meanwhile, comparative informants include Gerindra party grassroots members, local political observers, journalists, and the winning team for the Sadewo-Lintari candidate pair. This research shows that the decision to change support was caused by low party institutionalization and driven by the recruitment and candidacy system for prospective regional head candidates from Gerindra Banyumas DPC, which was carried out with minimal cadre participation, and an exclusive and centralistic system. The reasons for the support change were due to miscommunication, lack of political capital, and pragmatic attitudes. | |
| 48422 | 51825 | A1G023009 | Analisis Impor Beras di Indonesia Menggunakan Model Gravitasi | Indonesia sebagai negara agraris memiliki produksi beras yang belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan konsumsi domestik. Masyarakat Indonesia mengonsumsi beras lebih dari 90 persen dengan konsumsi perkapita mencapai 185 kg per tahun, merupakan yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Meningkatnya permintaan beras seiring pertumbuhan penduduk dari 249 juta jiwa pada tahun 2011 menjadi 281 juta jiwa pada 2023, dikombinasikan dengan penurunan luas panen padi dari 11,4 juta hektare pada 2018 menjadi 10,21 juta hektare pada 2023, mengakibatkan defisit pasokan beras nasional. Kondisi ini mendorong pemerintah melakukan impor dari tujuh negara eksportir utama, yaitu Vietnam, Myanmar, Thailand, Pakistan, India, Jepang dan China. Model gravitasi perdagangan menawarkan pendekatan yang efektif untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi impor beras. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi impor beras Indonesia, menganalisis pengaruh variabel PDB eksportir, PDB Indonesia, populasi Indonesia, jarak ekonomi, kurs, dan kuota impor terhadap volume impor beras, serta mengetahui sejauh mana model gravitasi perdagangan dapat menjelaskan pola impor beras di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan regresi data panel untuk menganalisis impor beras Indonesia dari tahun 2011 hingga 2023 dari tujuh negara eksportir utama, menghasilkan 89 observasi data. Data sekunder diperoleh dari berbagai sumber resmi termasuk Trademap, UNCTAD, Bank Indonesia, World Bank, CEPII, dan Kementerian Perdagangan. Variabel dependen adalah nilai impor beras dalam USD, sedangkan variabel independen meliputi PDB eksportir dan Indonesia (USD), populasi Indonesia (jiwa), jarak ekonomi yang dihitung dari jarak geografis dikalikan harga minyak dunia (USD), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, dan kuota impor beras (ton). Analisis menggunakan Random Effect Model (REM) berdasarkan hasil uji Chow, Uji Hausman dan uji Lagrange Multiplier. Uji asumsi klasik dilakukan untuk multikolinearitas dan heteroskedastisitas sebelum interpretasi hasil. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji t untuk pengaruh parsial dan uji F untuk pengaruh simultan variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari enam variabel independen yang dianalisis, lima variabel berpengaruh signifikan terhadap impor beras Indonesia. Variabel PDB Eskportir berpengaruh negatif signifikan. Populasi Indonesia berpengaruh positif signifikan. Jarak ekonomis berpengaruh negatif signifikan. Kurs berpengaruh positif signifikan. Kuota impor berpengaruh positif signifikan. Adapun PDB Indronesia tidak berpengaruh signifikan terhadap impor beras. Model gravitasi perdagangan menunjukkan daya penjelas yang kuat dengan nilai R-squared sebesar 0,917, mengindikasikan 91,7 persen variasi impor beras dapat dijelaskan oleh variabel dalam model, sementara 8,3 persen dijelaskan oleh faktor lain di luar model. | Indonesia, as an agrarian country, has rice production that is still unable to fully meet domestic consumption needs. Indonesian people consume rice for more than 90 persen of their staple food, with per capita consumption reaching 185 kg per year, the highest in Southeast Asia. The increasing demand for rice in line with population growth from 249 million people in 2011 to 281 million people in 2023, combined with a decline in harvested rice area from 11.4 million hectares in 2018 to 10.21 million hectares in 2023, has resulted in a national rice supply deficit. This condition has prompted the government to import rice from seven main exporting countries, namely Vietnam, Myanmar, Thailand, Pakistan, India, Japan, and China. The gravity model of trade offers an effective approach to analyzing the factors that influence rice imports. The objectives of this study are to identify the factors affecting Indonesia’s rice imports, to analyze the effects of exporter GDP, Indonesia’s GDP, Indonesia’s population, economic distance, exchange rate, and import quota on the volume of rice imports, and to determine the extent to which the gravity model can explain the pattern of rice imports in Indonesia. This research uses a quantitative method with panel data regression to analyze Indonesia’s rice imports from 2011 to 2023 from seven main exporting countries, resulting in 89 observations. Secondary data are obtained from various official sources including Trademap, UNCTAD, Bank Indonesia, World Bank, CEPII, and the Ministry of Trade. The dependent variable is the value of rice imports in USD, while the independent variables include exporter and Indonesian GDP (USD), Indonesia’s population (persons), economic distance calculated from geographical distance multiplied by world oil prices (USD), the rupiah exchange rate against the US dollar, and rice import quotas (tons). The analysis uses the Random Effect Model (REM) based on the results of the Chow test, Hausman test, and Lagrange Multiplier test. Classical assumption tests for multicollinearity and heteroskedasticity are conducted prior to interpreting the results. Hypothesis testing is carried out using the t-test for partial effects and the F-test for the simultaneous effect of independent variables on the dependent variable. The results show that, of the six independent variables analyzed, five have a significant effect on Indonesia’s rice imports. Exporter GDP has a significantly negative effect. Indonesia’s population has a significantly positive effect. Economic distance has a significantly negative effect. The exchange rate has a significantly positive effect. Import quotas have a significantly positive effect. Meanwhile, Indonesia’s GDP does not have a significant effect on rice imports. The gravity model of trade demonstrates strong explanatory power with an R-squared value of 0.917, indicating that 91.7 persen of the variation in rice imports can be explained by the variables in the model, while 8.3 persen is explained by other factors outside the model. | |
| 48423 | 51827 | A1G023010 | Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Petani dalam Usahatani Tebu di Kecamatan Bodeh Kabupaten Pemalang | Petani sebagai pelaku usaha pertanian memiliki kendali untuk memilih komoditas usaha berdasarkan dorongan dan motivasi dirinya (Biky et al., 2025). Kondisi tersebut juga terlihat di Kecamatan Bodeh, dimana terdapat sebagian petani yang masih mengusahakan usaha pertanian pada komoditas perkebunan tebu. Kecamatan Bodeh pernah berada pada titik tertinggi dengan produksi hingga mencapai 130.762,1 ton, produksi tersebut menjadikan Kecamatan Bodeh menjadi salah satu penghasil tebu terbesar di Pemalang pada tahun 2014. Namun, Pada tahun 2024 produksi tebu turun drastis sebesar 99,7 % jika dibandingkan dengan tahun 2014. Berdasarkan dinamika tersebut penelitian ini merumuskan tujuan yaitu 1) mengetahui tingkat motivasi petani tebu di Kecamatan Bodeh Kabupaten Pemalang, 2) mengetahui faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi motivasi petani tebu Kecamatan Bodeh Kabupaten Pemalang. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Bodeh Kabupaten Pemalang dengan metode sensus. Objek penelitian ini untuk mengetahui tingkat motivasi petani dan faktor yang mempengaruhi motivasi petani dalam usahatani tebu. Data yang digunaakan yaitu data primer dan sekunder. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu motivasi ekonomi, motivasi sosial, motivasi karir sebagai variabel dependen. Luas lahan, jumlah tanggungan keluarga, usia, tingkat pendidikan, pengalaman usahatani sebagai variabel inependen faktor internal dan peran petugas PG serta harga gula sebagai variabel independen faktor eksternal. Skala likert digunakan pada penelitian ini untuk menjawab tujuan pertama dan analisis regresi logistik digunakan untuk menganalisis tujuan kedua. Hasil penelitian menunjukan tingkat motivasi petani tebu di Kecamatan Bodeh berada pada katagori tinggi. Tingkatan tertinggi diperoleh motivasi ekonomi, kedua motivasi sosial dan ketiga motivasi karir. Faktor pengaruh motivasi dari delapan variabel hanya terdapat luas lahan dan penerimaan yang signifikan terhadap motivasi enonomi dan karir, sedangkan pada motivasi sosian tudak terdapat variabel independen yang signifikan | Farmers, as agricultural entrepreneurs, have the autonomy to select the commodities they cultivate based on their own internal drives and motivations (Biky et al., 2025). This condition is also evident in Bodeh Subdistrict, where some farmers continue to engage in sugarcane cultivation. Historically, Bodeh reached its highest production level at 130,762.1 tons, making it one of the largest sugarcane-producing areas in Pemalang Regency in 2014. However, by 2024, sugarcane production had declined drastically by 99.7% compared to 2014. In light of these dynamics, this study formulated two objectives: (1) to determine the level of motivation among sugarcane farmers in Bodeh Subdistrict, Pemalang Regency, and (2) to identify internal and external factors influencing the motivation of sugarcane farmers in the area. The research was conducted in Bodeh Subdistrict, Pemalang Regency, using a census method. The study aimed to assess the level of farmer motivation and the factors affecting their motivation in sugarcane farming. Both primary and secondary data were utilized. The dependent variables consisted of economic motivation, social motivation, and career motivation. Internal independent variables included land area, number of family dependents, age, education level, and farming experience, while external independent variables consisted of the role of sugar mill officers and sugar prices. A Likert scale was employed to address the first objective, and logistic regression analysis was used to analyze the second objective. The results showed that the motivation level of sugarcane farmers in Bodeh Subdistrict was categorized as high. Economic motivation ranked the highest, followed by social motivation and career motivation. Among the eight variables examined, only land area and income had a significant influence on economic and career motivations, while none of the independent variables showed a significant effect on social motivation | |
| 48424 | 51829 | E1A022006 | CONCURSUS REALIS DALAM PERKARA JUDI ONLINE DAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG (Studi Kasus Putusan 174/Pid.Sus/2025/PN Cjr Agen Judi Online 1XBET di Cianjur) | Putusan Nomor 174/Pid.Sus/2025/PN Cjr mengungkap terdakwa Awaludin yang melakukan tindak pidana sebagai agen judi online dalam website bernama 1XBET. Tidak hanya sebagai agen judi online namun, terdapat aliran dana serta penyamaran hasil kejahatan berdasar fakta persidangan. Peristiwa hukum tersebut mengindikasikan adanya keterkaitan antara tindak pidana judi online dengan pencucian uang, sehingga menimbulkan persoalan hukum mengenai konstruksi hukum kedua tindak pidana atau disebut sebagai concursus realis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi hukum tindak pidana judi online yang berkaitan dengan tindak pidana pencucian uang serta penerapan concursus realis. Jenis penelitian ini yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, kasus, dan konseptual serta spesifikasi penelitian menggunakan preskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dengan metode pengumpulan data studi kepustakaan yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi hukum tindak pidana judi online yang berkaitan dengan tindak pidana pencucian uang dapat dianalisis melalui tahapan placement, layering, dan integration. Adapun penerapan concursus realis dalam perkara ini memenuhi unsur subjektif dan objektif sebagaimana diatur dalam Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang namun, berdasar amar putusan hakim hanya memutus selama 1 tahun 8 bulan penjara. Jika mengacu pada Pasal 65 KUHP penerapan pemidanaan dalam hal concursus realis terdakwa dapat dihukum penjara dengan tidak melebihi batas maksimal hukuman selama 26, 6 tahun penjara. | Decision Number 174/Pid.Sus/2025/PN Cjr revealed that the defendant, Awaludin, committed a criminal offense as an online gambling agent on a website called 1XBET. Not only was he an online gambling agent, but there was also a flow of funds and concealment of the proceeds of crime based on the facts of the trial. This legal event indicates a connection between online gambling crimes and money laundering, thereby raising legal issues regarding the legal construction of both crimes, known as concursus realis. This study aims to analyze the legal construction of online gambling crimes related to money laundering crimes and the application of concursus realis. This study is a normative legal study with a legislative, case, and conceptual approach, and the research specification uses prescriptive analysis. The data source used is secondary data with a qualitative analysis of literature study data collection methods. The results of the study show that the legal construction of online gambling crimes related to money laundering crimes can be analyzed through the stages of placement, layering, and integration. The application of concursus realis in this case fulfills the subjective and objective elements as stipulated in Article 27 paragraph (2) of Law number 1 of 2024 concerning Electronic Information and Transactions and Article 3 of Law number 8 of 2010 concerning the Prevention and Eradication of Money Laundering Crimes. However, based on the judge's verdict, the defendant was only sentenced to 1 year and 8 months in prison. Referring to Article 65 of the Criminal Code, the application of punishment in the case of concursus realis means that the defendant can be sentenced to imprisonment not exceeding the maximum sentence of 26.6 years. | |
| 48425 | 51828 | K1B022095 | Klasifikasi Diagnosis Penyakit Tuberkulosis Menggunakan Algoritma Random Forest | Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi permasalahan kesehatan serius di Indonesia sehingga diperlukan metode diagnosis yang cepat dan akurat untuk membantu proses pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk membangun model klasifikasi diagnosis penyakit tuberkulosis berdasarkan data klinis menggunakan pendekatan machine learning dengan algoritma Random Forest serta mengukur performa model berdasarkan nilai accuracy, precision, recall, dan F1-score. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tuberculosis X-Ray Dataset (Synthetic) yang diunggah oleh Arif Miah pada platform Kaggle. Proses penelitian meliputi tahap praproses data, pembagian data dengan beberapa rasio, pelatihan model, serta evaluasi performa model menggunakan metrik evaluasi klasifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Random Forest menghasilkan nilai accuracy berturut-turut sebesar 70,1%, 70,6%, dan 71,2% pada rasio data split 70:30, 80:20, dan 90:10, yang menunjukkan bahwa model mampu mengklasifikasikan status pasien tuberkulosis dengan tingkat ketepatan sekitar 70% dari keseluruhan data uji, baik untuk kelas tuberkulosis maupun normal. Selain itu, nilai precision, recall, dan F1-score yang diperoleh relatif serupa dan tidak berbeda secara signifikan. Keseragaman performa antar rasio data split menunjukkan bahwa performa model lebih dipengaruhi oleh karakteristik fitur pada dataset dibandingkan oleh variasi pembagian data, serta menunjukkan stabilitas algoritma Random Forest dalam melakukan klasifikasi diagnosis tuberkulosis. | Tuberculosis is one of the infectious diseases that remains a serious health problem in Indonesia requiring fast and accurate diagnostic method to aid the decision-making process. This study aims to build a tuberculosis diagnosis classification model based on clinical data using a machine learning approach with the Random Forest algorithm and to measure the model's performance based on accuracy, precision, recall, and F1-score values. The data used in this study is the Tuberculosis X-Ray Dataset (Synthetic) uploaded by Arif Miah on the Kaggle platform. The research process includes data preprocessing, data splitting with several ratios, model training, and model performance evaluation using classification evaluation metrics. The results show that the Random Forest model produced accuracy values of 70.1%, 70.6%, and 71.2% for data split ratios of 70:30, 80:20, and 90:10, indicating that the model is capable of classifying the status of tuberculosis patients with an accuracy rate of around 70% of the total test data, both for the tuberculosis and normal classes. In addition, the precision, recall, and F1-score values obtained were relatively similar and not significantly different. The consistency of performance across data split ratios indicates that the model's performance is more influenced by the feature characteristics in the dataset than by variations in data division, and demonstrates the stability of the Random Forest algorithm in classifying tuberculosis diagnoses. | |
| 48426 | 51630 | F1A021019 | Hubungan Kepercayaan Konsumen terhadap Merek dengan Minat Beli Produk Skincare pada Mahasiswa Sosiologi Unsoed di Media Sosial TikTok | Saat ini sangat banyak merek skincare yang beredar di kalangan masyarakat khususnya mahasiswa, sehingga mengharuskan mereka untuk bisa memilih merek skincare yang akan digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepercayaan konsumen terhadap merek dengan minat beli produk skincare di kalangan mahasiswa Sosiologi Unsoed Angkatan 2021-2024 di media sosial TikTok. Teori yang digunakan adalah Teori Aksi Sukarela milik Talcott Parsons dan menggunakan metode survey eksplanatif dengan pendekatan kuantitatif. Berdasarkan teknik penentuan sampel proporsional random sampling, probability sampling dan Slovin 10%, responden penelitian ini berjumlah 71 orang. Dengan menggunakan metode analisis data korelasi tau kendall-b, hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kepercayaan konsumen terhadap merek dengan minat beli produk skincare pada mahasiswa Sosiologi Unsoed di media sosial TikTok. Artinya, semakin tinggi kepercayaan konsumen terhadap merek skincare, maka semakin tinggi pula minat beli terhadap produk tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor sosial seperti interaksi sosial, rekomendasi dan ulasan orang lain baik secara langsung maupun di TikTok berperan dalam membentuk kepercayaan responden terhadap merek skincare yang kemudian mendorong minat beli mereka. Kata Kunci: Kepercayaan Merek, Minat Beli, Skincare, TikTok, Mahasiswa | Currently, there are many skincare brands circulating among the public, especially students, requiring them to choose which skincare brand to use. This study aims to determine the relationship between consumer trust in brands and purchasing interest in skincare products among Sociology students at Unsoed from the 2021-2024 cohort on the social media platform TikTok. The theory used is Talcott Parsons' Theory of Voluntary Action, employing an explanatory survey method with a quantitative approach. Based on proportional random sampling, probability sampling, and the Slovin 10% technique, the sample size for this study was 71 respondents. Using the Kendall's tau-b correlation data analysis method, the results of this study show that there is a positive and significant relationship between consumer trust in brands and the interest in purchasing skincare products among Sociology students at Unsoed from the 2021-2024 cohort on the social media platform TikTok. This means that the higher the consumer trust in skincare brands, the higher the interest in purchasing these products. This finding indicates that social factors such as social interaction, recommendations, and reviews from others, both directly and on TikTok, play a role in shaping respondents' trust in skincare brands, which then drives their purchase interest. Keywords: Brand Trust, Purchase Interest, Skincare, TikTok, Students | |
| 48427 | 51834 | E1A022023 | PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN TERHADAP PEREDARAN MAKANAN KEMASAN DENGAN TANGGAL KADALUWARSA YANG DIMANIPULASI BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 (Studi Terhadap Putusan Nomor 61/Pid.Sus/2024/Pn.Arm) | Pertumbuhan sektor industri pangan yang semakin pesat serta meningkatnya preferensi masyarakat terhadap produk makanan kemasan di Indonesia menghadirkan tantangan hukum baru, khususnya terkait praktik pengubahan tanggal kedaluwarsa yang berisiko merugikan kesehatan dan keselamatan konsumen. Kajian difokuskan pada analisis bentuk perlindungan hukum bagi konsumen dan akibat yang dikenakan kepada pelaku usaha berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen selanjutnya disebut UUPK, dengan menelaah Putusan Nomor 61/Pid.Sus/2024/PN Arm sebagai studi kasus. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif melalui pendekatan perundang-undangan dan analisis putusan pengadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manipulasi tanggal kedaluwarsa merupakan pelanggaran terhadap Pasal 4, Pasal 7, dan Pasal 8 UUPK. Atas pelanggaran tersebut, pengadilan menjatuhkan pidana penjara selama 10 (sepuluh) bulan kepada terdakwa serta menetapkan perampasan dan pemusnahan barang-barang yang telah dimanipulasi. Putusan tersebut menegaskan bahwa manipulasi label pangan menimbulkan konsekuensi hukum yang tegas sebagai bentuk perlindungan nyata bagi konsumen. | The rapid growth of the food industry sector and the increasing public preference for packaged food products in Indonesia present new legal challenges, especially related to the practice of changing expiration dates that risk harming consumer health and safety. The study focuses on the analysis of the form of legal protection for consumers and the consequences imposed on business actors based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection, hereinafter referred to as the UUPK, by examining Decision Number 61/Pid.Sus/2024/PN Arm as a case study. The research uses normative juridical methods through a legislative approach and analysis of court decisions. The results of the study show that the manipulation of the expiration date is a violation of Article 4, Article 7, and Article 8 of the UUPK. For this violation, the court sentenced the defendant to 10 (ten) months in prison and ordered the confiscation and destruction of the manipulated goods from circulation. The ruling affirms that the manipulation of food labels has strict legal consequences as a form of real protection for consumers. | |
| 48428 | 51835 | B1A021041 | Keanekaragaman Tumbuhan Paku Epifit di Sepanjang Jalan Raya Melung, Kedungbanteng, Banyumas, Jawa Tengah | Tumbuhan paku memiliki persebaran yang luas. Lingkungan yang lembab merupakan habitat utama dari tumbuhan paku tersebut. Tumbuhan paku epifit hidup menempel di pohon atau kayu, salah satunya dapat dijumpai pada pohon di sepanjang Jalan Raya Melung. Desa Melung memiliki panjang 3 km dengan ketinggian antara 410-610 mdpl. Kisaran suhu di Desa Melung adalah antara 20-29ºC, dengan kelembaban berkisar antara 70-85% sehingga banyak tumbuhan paku epifit yang tumbuh. Kawasan Jalan Raya Melung, ini menjadi lokasi penelitian yang bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman paku epifit dan pohon inangnya dan mengetahui hubungan kemiripan tumbuhan paku epifit berdasarkan karakter morfologi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling di sepanjang Jalan Raya Melung pada 3 stasiun yang berbeda. Variabel bebas yang diamati dalam penelitian ini yaitu ketinggian tempat dan kondisi lingkungan. Variabel terikat yang diamati yaitu karakteristik morfologi, spesies tumbuhan paku epifit dan pohon inangnya. Parameter yang diamati berupa parameter utama dan parameter pendukung. Parameter utama yang diukur yaitu spesies tumbuhan paku epifit, jumlah spesies, jumlah individu, morfologi tumbuhan paku, dan pohon inang. Karakter morfologi tumbuhan paku yang diamati meliputi: akar, panjang ental, panjang stipe, daun (tipe daun, bangun daun, bentuk daun, ujung daun, letak daun, tepi daun, pertulangan daun, panjang daun, lebar daun), sorus (letak sorus, warna sorus, bentuk sorus) dan indusium (ada tidaknya indusium, bentuk, dan warna indusium). Parameter pendukung yaitu suhu, ketinggian, kelembaban dan intensitas cahaya. Keanekaragaman tumbuhan paku dianalisis menggunakan indeks Shannon Wiener sedangkan hubungan kemiripannya dilakukan analisis fenetik dengan metode Neighbor Joining Tree dan Bootstrap method menggunakan software MEGA 11. Hasil dari penelitian ini didapatkan 8 spesies tumbuhan paku epifit yang berasal dari 4 famili yaitu, Asplenium nidus L., Lepisorus spicatus (L.f.) Li Wang, Nephrolepis biserrata (Sw.) Schott, Pyrrosia longifolia (Burn.f.) C.V. Morton, Microsorum membranifolium (R.Br.) Ching, Cyclopeltis semicordata (Sw.) J.Sm, Pyrrosia piloselloides (L.) M.G. Price, Pyrrosia lanceolata (L.) Farw dan pohon inang sebanyak 8 spesies dari 8 famili yaitu Mangifera indica L., Artocarpus heterophyllus Lam., Nepehelium lappaceum L., Tectona grandis L.f., Persea americana Mill., Archidendron pauciflorum (Benth.) I.C.Nielsen., Citrus maxima (Burm.) Merr., Guazuma ulmifolia Lam. Indeks keanekaragaman yang paling tinggi dari 3 stasiun yaitu stasiun III dengan nilai H’ = 1,03 . Fenogram hubungan kemiripan antar spesies tumbuhan paku epifit terbagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok 1 terdiri dari Asplenium nidus L., Lepisorus spicatus (L.f.) Li Wang Pyrrosia piloselloides (L.) M.G. Price, Pyrrosia lanceolata (L.) Farw, dan Pyrrosia longifolia (Burn.f.) C.V. Morton. Kelompok 2 terdiri dari Nephrolepis biserrata (Sw.) Schott, Microsorum membraniolium (R.Br.) Ching dan Cyclopeltis semicordata (Sw.) J.Sm dengan karakter morfologi yang membedakan yaitu tipe daun. Hubungan kemiripan yang paling dekat yaitu Pyrrosia piloselloides (L.) M.G. Price dan Pyrrosia lanceolata (L.) Farw. | Ferns had a wide distribution. A humid environment was the main habitat of these ferns. Epiphytic ferns lived attached to trees or wood, one of which could be found on trees along Jalan Raya Melung. Melung Village had long 3 km with elevations between 410-610 mdpl. The temperature range in Melung Village was between 20-29ºC, with humidity ranging between 70-85%, so many epiphytic ferns grew. The Jalan Raya Melung area became the location of a study that aimed to determine the diversity of epiphytic ferns and their host trees and to determine the similarity relationship of epiphytic ferns based on morphological characters. This study was conducted using a survey method with purposive sampling technique along Jalan Raya Melung at 3 different stations. The independent variables observed in this study were site elevation and environmental conditions. The dependent variables observed were morphological characteristics, species of epiphytic ferns, and their host trees. The parameters observed consisted of main parameters and supporting parameters. The main parameters were epiphytic fern species, number of species, number of individuals, fern morphology, and host trees. The morphological characters of ferns observed included: roots, frond length, stipe length, leaves (leaf type, leaf shape, leaf form, leaf apex, leaf position, leaf margin, leaf venation, leaf length, leaf width), sori (sorus position, sorus color, sorus shape), and indusium (presence or absence of indusium, shape, and indusium color). The supporting parameters were temperature, elevation, humidity, and light intensity. The diversity of ferns was analyzed using the Shannon-Wiener index, while their similarity relationship was analyzed using phenetic analysis with the Neighbor Joining Tree method and Bootstrap method using MEGA 11 software. The results of this study found 8 species of epiphytic ferns from 4 families namely Asplenium nidus L., Lepisorus spicatus (L.f.) Li Wang, Nephrolepis biserrata (Sw.) Schott, Pyrrosia longifolia (Burn.f.) C.V. Morton, Microsorum membranifolium (R.Br.) Ching, Cyclopeltis semicordata (Sw.) J.Sm, Pyrrosia piloselloides (L.) M.G. Price, Pyrrosia lanceolata (L.) Farw. and 8 species of host trees from 8 families namely, Mangifera indica L., Artocarpus heterophyllus Lam., Nepehelium lappaceum L., Tectona grandis L.f., Persea americana Mill., Archidendron pauciflorum (Benth.) I.C.Nielsen., Citrus maxima (Burm.) Merr., Guazuma ulmifolia Lam. The highest diversity index was from station III with a value of H’ = 1.03. The phenogram of similarity relationships among epiphytic fern species divided into two groups: group 1 consisted of Asplenium nidus L., Lepisorus spicatus (L.f.) Li Wang, Pyrrosia piloselloides (L.) M.G. Price, Pyrrosia lanceolata (L.) Farw, and Pyrrosia longifolia (Burn.f.) C.V. Morton. Group 2 consisted of Nephrolepis biserrata (Sw.) Schott, Microsorum membraniolium (R.Br.) Ching, and Cyclopeltis semicordata (Sw.) J.Sm, with the distinguishing morphological character being leaf type. The closest similarity relationship was between Pyrrosia piloselloides (L.) M.G. Price and Pyrrosia lanceolata (L.) Farw. | |
| 48429 | 51836 | J1C022074 | Self-Reward dan Perilaku Konsumtif Mahasiswa Indonesia Peserta Internship di Jepang | Fenomena self-reward pada mahasiswa sering kali dipandang positif sebagai bentuk penghargaan diri setelah menyelesaikan suatu tugas. Namun, dalam konteks internship lintas budaya di Jepang, praktik ini kerap bergeser menjadi alasan bagi perilaku konsumtif. Penelitian ini bertujuan untuk memahami faktor-faktor yang mendorong mahasiswa Indonesia peserta internship di Jepang melakukan self-reward serta bagaimana praktik tersebut berkembang menjadi pola konsumsi yang berlebihan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus eksploratif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dengan lima mahasiswa Sastra Jepang Indonesia yang telah menyelesaikan program internship selama satu tahun di Jepang. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis tematik menurut Braun dan Clarke, dengan menjaga keabsahan melalui triangulasi sumber, perbandingan antarpartisipan, serta penguatan literatur penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan adanya empat faktor utama yang mendorong munculnya self-reward, yaitu tekanan akan pekerjaan, aksesibilitas produk konsumsi, kapasitas finansial yang lebih tinggi, dan kurangnya kontrol diri. Praktik self-reward kemudian mengalami pergeseran menjadi perilaku konsumtif melalui dua bentuk, yaitu pembelian berulang sebagai mekanisme regulasi emosi dan pembelian impulsif yang dilegitimasi oleh pembenaran psikologis. Penelitian ini menegaskan bahwa pengalaman internship lintas budaya di Jepang tidak hanya memengaruhi keterampilan kerja mahasiswa, tetapi juga membentuk pola konsumsi baru mahasiswa internship sebagai respon terhadap tekanan psikososial. Temuan ini diharapkan dapat menjadi kontribusi bagi kajian lintas budaya dan perilaku konsumsi mahasiswa. | The phenomenon of self-reward among students is often viewed positively as a form of self- appreciation after completing a task. However, in the context of cross-cultural internships in Japan, this practice often shifts into a justification for consumptive behavior. This study aims to understand the factors that drive Indonesian students participating in internships in Japan to engage in self-reward, as well as how this practice develops into excessive consumption patterns. This research employed a qualitative approach with an exploratory case study design. Data were obtained through semi-structured, in-depth interviews with five Indonesian Japanese Literature students who had completed a one-year internship program in Japan. Data were analyzed using thematic analysis techniques proposed by Braun and Clarke, while validity was ensured through source triangulation, cross-participant comparison, and reinforcement from relevant previous studies. The findings revealed four main factors that encourage self-reward practices: work pressure, accessibility of consumer products, higher financial capacity, and lack of self-control. Self-reward practices then shifted into consumptive behavior through two forms: repetitive purchases as an emotional regulation mechanism and impulsive buying legitimized through psychological justification. This study emphasizes that cross-cultural internship experiences in Japan not only influence students’ professional skills but also shape new consumption patterns as a response to psychosocial pressures. These findings are expected to provide a meaningful contribution to the study of cross-cultural understanding and student consumption behavior. | |
| 48430 | 51804 | J1D022004 | Makna Denotatif dan Konotatif pada Lirik Lagu Album Hitam Putih Karya Feby Putri serta Relevansinya terhadap Pembelajaran Puisi Kelas X SMA | Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis makna denotatif dan konotatif dalam lirik lagu album Hitam Putih karya Feby Putri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk makna denotatif dan makna konotatif dalam lirik lagu album Hitam Putih serta mendeskripsikan relevansi hasil penelitian terhadap pembelajaran puisi kelas X SMA. Analisis dilakukan menggunakan pedoman teori Chaer (2013). Bentuk penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan metode analisis konten. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat yang mengandung makna denotatif dan konotatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak dengan teknik lanjutan, yaitu teknik catat. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data interaktif. Teknik keabsahan data dalam penelitian ini didapat melalui triangulasi teori dari teori utama Chaer (2013) dan teori pembanding Suprihatin (2017) serta teori lainnya yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan sebanyak 52 data dengan didominasi makna konotatif sebanyak 34 data terdiri atas 11 konotatif positif dan 23 konotatif negatif sedangkan makna denotatif hanya terdapat 18 data. Hasil penelitian juga menunjukkan relevansi terhadap pembelajaran puisi kelas X SMA pada tujuan pembelajaran memahami diksi dari teks puisi yang dibacakan dan dapat direlevansikan sebagai alternatif bahan ajar berbentuk modul ajar. Berdasarkan uraian data di atas, lirik lagu album Hitam Putih karya Feby Putri kaya akan penggunaan diksi sehingga membangun kedalaman pesan dan nilai rasa dalam teks dan dapat memberikan pemahaman mengenai diksi serta sebagai contoh nyata penggunaan diksi memengaruhi makna dalam puisi maupun lirik lagu | This research was conducted by analyzing the denotative and connotative meanings in the song lyrics of the album Hitam Putih by Feby Putri. The study aims to describe the forms of denotative and connotative meanings in the lyrics of the album Hitam Putih as well as to explain the relevance of the research findings to the teaching of poetry in Grade X of senior high school. The analysis was carried out using the theoretical framework proposed by Abdul Chaer (2013).This study is classified as qualitative research employing a content analysis method. The data used in this research consist of words, phrases, clauses, and sentences containing denotative and connotative meanings. The data collection technique applied was the observation method with an advanced note-taking technique. The study utilized an interactive data analysis technique. The validity of the data was ensured through theoretical triangulation, drawing on the main theory by Chaer (2013), a comparative theory by Suprihatin (2017), and other relevant theories.The results of the study reveal a total of 52 data findings, dominated by 34 instances of connotative meaning, consisting of 11 positive connotations and 23 negative connotations, while denotative meaning was found in 18 data points. The findings also demonstrate relevance to Grade X poetry learning objectives, particularly in understanding diction in recited poetry texts, and can be applied as an alternative teaching material in the form of a teaching module. Based on the data presented, the song lyrics in the album Hitam Putih by Feby Putri are rich in diction, thereby constructing depth of message and emotional value within the text, and providing insight into how diction influences meaning in both poetry and song lyrics. | |
| 48431 | 51833 | A1D019154 | Efektivitas Ekstrak Meniran Hijau (Phyllanthus niruri L) Sebagai Fungisida Nabati pada Penyakit Hawar Pelepah Padi | Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan utama di Indonesia. Salah satu penyakit penting tanaman adalah hawar pelepah padi, disebabkan oleh jamur Rhizoctonia solani Kuhn. Penggunaan fungisida kimia secara berlebihan menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan, sehingga diperlukan alternatif yang lebih ramah lingkungan, seperti penggunaan fungisida nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi dan pelarut terbaik dari ekstrak daun meniran hijau dalam menghambat R. solani, baik secara in-vitro maupun in-planta. Penelitian dilaksanakan di dua tempat yaitu di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan Screen House Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Karangwangkal, Purwokerto Utara. Penelitian dilaksanakan mulai dari bulan Januari 2023 hingga bulan Januari 2024. Rancangan yang digunakan dalam uji antifungi secara in-vitro adalah rancangan acak lengkap dan rancangan yang digunakan dalam aplikasi ekstrak daun meniran hijau secara in-planta adalah rancangan acak kelompok. Pengujian antifungi secara in-vitro dilakukan dengan metode peracunan pada berbagai konsentrasi yaitu 2%, 4%, 6%, 8%, 10%. Pada uji in-planta terdiri atas dua faktor yaitu cara pengaplikasian dan konsentrasi ekstrak (kontrol, propineb, ekstrak dengan pelarut etanol 96% terbaik dan pelarut aquades terbaik). Variabel pengamatan terdiri atas diameter zona hambat, kandungan fitokimia, masa inkubasi, intensitas penyakit, kejadian penyakit, laju infeksi, AUDPC, jumlah anakan, jumlah malai, jumlah gabah permalai, bobot gabah 1.000 butir, bobot kering tanaman dan bobot kering akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun meniran hijau dengan pelarut etanol 96% memberikan zona hambat terbesar terhadap R. solani secara in-vitro. Secara in-planta, konsentrasi 10% ekstrak dengan pelarut etanol 96% menunjukkan efektivitas tertinggi dalam menekan perkembangan penyakit hawar pelepah, meskipun masih belum setara dengan propineb. | Rice (Oryza sativa L) is a major food crop in Indonesia. One important disease that infects rice plants is rice sheath blight, caused by the fungus Rhizoctonia solani Kuhn. Excessive use of chemical fungicides has negative environmental impacts, making it necessary to find more environmentally friendly alternatives, such as using plant-based fungicides. This research aims to determine the best concentration and solvent for meniran hijau extract in inhibiting R. solani, both in vitro and in planta. The research was conducted in two locations: the Plant Protection Laboratory and the Screen House of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Karangwangkal, North Purwokerto. The research was conducted from January 2023 to January 2024. The design used in the in-vitro antifungal test was a completely randomized design, and the design used in the in-planta application of meniran hijau extract was a randomized block design. In-vitro antifungal testing was conducted using the poisoning method at various concentrations: 2%, 4%, 6%, 8%, and 10%. The in-planta test consisted of two factors: application method and extract concentration (control, propineb, extract with the best 96% ethanol solvent, and the best distilled water solvent). The observation variables included the diameter of the inhibition zone, phytochemical content, incubation period, disease intensity, disease incidence, infection rate, AUDPC, number of tillers, number of panicles, number of grains per panicle, weight of 1.000 grains, plant dry weight, and root dry weight. The research results show that meniran hijau extract with 96% ethanol as a solvent provides the largest inhibition zone against R. solani in vitro. In-planta, a 10% concentration of extract with 96% ethanol solvent showed the highest effectiveness in suppressing sheath blight disease development, although it was still not equivalent to propineb. | |
| 48432 | 51837 | F1C021074 | POLA KOMUNIKASI VIRTUAL DALAM SQUAD LADIES LYNETTE PADA GAMES ONLINE MOBILE LEGENDS: BANG BANG | Industri game online di Indonesia, khususnya Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), telah bergeser menjadi fenomena budaya masif yang diiringi dengan peningkatan signifikan jumlah pemain perempuan. Fenomena ini memicu terbentuknya "Squad Ladies" sebagai ruang aman (safe space) bagi perempuan untuk menghindari perilaku toksik dan diskriminasi di lingkungan e-sport yang cenderung maskulin. Penelitian ini bertujuan untuk membedah proses terbentuknya pola komunikasi virtual yang kohesif pada Squad Ladies Lynette di tengah penggunaan multiplatform komunikasi seperti WhatsApp, Discord, dan in-game chat. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi virtual (netnografi), data dikumpulkan melalui observasi partisipatif virtual dan wawancara mendalam terhadap tiga informan kunci yang mewakili peran kapten tim, anggota lama, dan anggota baru. Analisis data dikaji menggunakan kerangka teori Social Information Processing (SIP) dan Social Identity Deindividuation Effect (SIDE). Hasil penelitian menemukan adanya "Pola Komunikasi Adaptif Lynette" yang berjalan secara dinamis dalam siklus empat fase: pra-permainan, permainan, pasca-permainan, dan relasional. Adaptasi isyarat sosial melalui simbol digital serta internalisasi identitas kolektif sebagai gamer perempuan terbukti mampu membentuk pola komunikasi yang menyeimbangkan antara efisiensi koordinasi taktis melalui pola sentralisasi serta penguatan solidaritas sosial melalui pola desentralisasi. | The online gaming industry in Indonesia, particularly Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), has shifted into a massive cultural phenomenon accompanied by a significant increase in the number of female players. This phenomenon has triggered the formation of "Squad Ladies" as a safe space for women to avoid toxic behavior and discrimination in the predominantly masculine e-sports environment. This research aims to dissect the formation process of cohesive virtual communication patterns within Squad Ladies Lynette amidst the use of multiple communication platforms such as WhatsApp, Discord, and in-game chat. Employing a qualitative method with a virtual ethnography (netnography) approach, data were collected through virtual participant observation and in-depth interviews with three key informants representing the roles of team captain, senior member, and new member. Data analysis was conducted using the theoretical frameworks of Social Information Processing (SIP) and Social Identity Deindividuation Effect (SIDE). The findings reveal "Lynette's Adaptive Communication Pattern," which operates dynamically in a four-phase cycle: pre-game, in-game, post-game, and relational. The adaptation of social cues through digital symbols and the internalization of collective identity as female gamers are proven to shape communication patterns that balance tactical coordination efficiency through centralized patterns and the reinforcement of social solidarity through decentralized patterns. | |
| 48433 | 51838 | A1A021031 | Perilaku Petani Terhadap Risiko Produksi Padi di Wilayah Bendungan Gerak Serayu Kabupaten Banyumas | Petani padi di wilayah sekitar Bendungan Gerak Serayu menghadapi ketidakpastian produksi akibat fluktuasi iklim, perubahan pola curah hujan, risiko banjir pada musim hujan, serta kekeringan pada musim kemarau menimbulkan ketidakpastian dalam kegiatan usahatani padi, yang berdampak pada penurunan luas lahan, produktivitas, dan peningkatan risiko produksi. Kondisi tersebut menuntut petani untuk mampu mengambil keputusan yang tepat dalam menghadapi risiko produksi guna menjaga keberlanjutan usahatani. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) menganalisis tingkat risiko yang dihadapi petani padi di wilayah Bendungan Gerak Serayu; (2) menganalisis perilaku petani terhadap risiko produksi padi dengan menggunakan model Moscardi dan de Janvry; (3) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku petani terhadap risiko produksi padi di wilayah tersebut; serta (4) mengetahui mitigasi risiko yang diterapkan petani padi di Wilayah Bendungan Gerak Serayu Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan secara purposive di dua desa sekitar Bendungan Gerak Serayu, yaitu Desa Gambarsari di Kecamatan Kebasen dan Desa Tambaknegara di Kecamatan Rawalo. Pengumpulan data dilakukan melalui metode survei, dokumentasi, dan wawancara dengan menggunakan kuesioner. Unit analisis dalam penelitian ini adalah petani padi yang berusahatani di wilayah penelitian. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan menerapkan model matematis Moscardi dan de Janvry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat risiko yang dihadapi petani di wilayah penelitian tergolong tinggi. Input yang memberikan kontribusi terbesar terhadap produktivitas padi adalah luas lahan. Sebagian besar petani menunjukkan perilaku menghindari risiko (risk averter) dalam menghadapi ketidakpastian produksi. Faktor-faktor yang memengaruhi perilaku petani terhadap risiko atau parameter keengganan terhadap risiko (K(s)) antara lain umur petani, pendidikan petani, luas lahan garapan petani, risiko banjir, risiko fluktuasi harga input, dan risiko keterbatasan modal. Selain itu, petani di wilayah Bendungan Gerak Serayu menerapkan berbagai bentuk mitigasi risiko, meliputi strategi teknis (seperti penggunaan varietas unggul, pengaturan waktu, dan pola tanam), strategi ekonomi (melalui pengelolaan modal dan efisiensi input produksi), serta strategi sosial budaya (melalui penetapan waktu tanam berdasarkan sistem pranata mangsa, musyawarah, dan kegiatan gotong royong). | Rice farmers at the area surrounding the Gerak Serayu Dam experience production uncertainty due to climate variability, changes in rainfall patterns, the risk of flooding during the rainy season, and drought during the dry season. These conditions create uncertainty in rice farming activities, leading to reductions in cultivated area and productivity, as well as an increased level of production risk. Such circumstances require farmers to make appropriate decisions in managing production risks in order to ensure the sustainability of rice farming. The objectives of this study were to: (1) analyze the level of risk faced by rice farmers at the Serayu Dam area; (2) analyze farmers' behavior towards rice production risk using the Moscardi and de Janvry model; (3) analyze the factors that influence farmers' behavior towards rice production risks in the region; and (4) identify the risk mitigation measures applied by rice farmers at the Gerak Serayu Dam area of Banyumas Regency. The research was conducted purposively in two villages around the Gerak Serayu Dam, namely Gambarsari Village in Kebasen District and Tambaknegara Village in Rawalo District. Data collection was conducted through surveys, documentation, and interviews using questionnaires. The unit of analysis in this study was rice farmers who farm in the study area. Data analysis was conducted using quantitative descriptive methods by applying the Moscardi and de Janvry mathematical model. The results showed that the level of risk faced by farmers in the study area was relatively high. The input that contributes most significantly to rice productivity is land area. Most farmers exhibit risk-averse behavior in dealing with production uncertainty. The factors influencing farmers’ risk behavior or the risk aversion parameter (K(s)) include farmers’ age, education level, cultivated land area, flood risk, input price fluctuation risk, and capital limitation risk. In addition, farmers in the Serayu Dam area implement various forms of risk mitigation, including technical strategies (such as the use of superior varieties, timing, and cropping patterns), economic strategies (through capital management and production input efficiency), and socio-cultural strategies (through the determination of planting times based on the pranata mangsa system, deliberation, and mutual assistance activities). | |
| 48434 | 51839 | I1A021073 | ANALISIS FAKTOR RISIKO PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS (PPOK) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WANGON I KABUPATEN BANYUMAS | Latar Belakang: Prevalensi Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) di wilayah kerja Puskesmas Wangon I meningkat dari tahun ke tahun dan pada tahun 2025 mencapai 0,27% atau 176 kasus. PPOK dipengaruhi oleh berbagai faktor dan berdampak pada beban sosial ekonomi, sehingga penelitian mengenai faktor risiko PPOK penting dilakukan sebagai upaya pencegahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko PPOK di wilayah kerja Puskesmas Wangon I. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus-kontrol. Kelompok kasus sebanyak 64 responden yang dipilih dengan metode fixed-disease sampling, sedangkan kelompok kontrol sebanyak 64 responden yang dipilih dengan metode simple random sampling. Variabel yang diteliti yaitu pendapatan, pekerjaan, status gizi, perilaku merokok, paparan asap rokok, pajanan bahan bakar kayu, pajanan obat nyamuk bakar, pembakaran sampah, jarak rumah ke jalan nasional, riwayat penyakit pernapasan, dan riwayat keluarga. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Tahap analisis data meliputi univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi kejadian PPOK yaitu perilaku merokok (OR=4,634), terpapar asap rokok (OR=4,314), dan memiliki aktivitas pembakaran sampah di sekitar rumah (OR=4,526). Perilaku merokok merupakan faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap kejadian PPOK (OR=4,634), sedangkan memiliki berat badan lebih merupakan faktor yang protektif terhadap kejadian PPOK (OR=0,231). Kesimpulan: Faktor risiko PPOK yaitu perilaku merokok, paparan asap rokok, dan pembakaran sampah, sedangkan faktor protektif PPOK yaitu berat badan lebih. Oleh karena itu, perlu dilakukan edukasi berhenti merokok dan pengendalian paparan asap rokok, serta penyuluhan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. | Background: The prevalence of Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) in the working area of Puskesmas Wangon I has increased year by year and reached 0,27% or 176 cases by 2025. COPD is influenced by various factors and impacts the socioeconomic burden; therefore, research on COPD risk factors is important for prevention efforts. This study aims to determine the risk factors for COPD in the working area of Puskesmas Wangon I. Methods: This study used a case-control design. The case group consisted of 64 respondents selected using a fixed-disease sampling method, while the control group consisted of 64respondents selected using a simple random sampling method. The variables examined were income, occupation, nutritional status, smoking behavior, exposure to cigarette smoke, exposure to wood fuel, exposure to mosquito coils, waste-burning, distance from house to the national road, history of respiratory disease, and family history. Data were collected through interviews using a questionnaire. Data analysis included univariate, bivariate using the chi-square test, and multivariate using logistic regression. Result: The analysis results showed that factors influencing the incidence of COPD were smoking behavior (OR=4,643), exposed to cigarette smoke (OR=4,314), and having waste-burning activities around the house (OR=4,526). Smoking behavior was the most dominant factor influencing the incidence of COPD (OR=4,643), while being overweight was a protective factor against the incidence of COPD (OR=0,231). Conclusion: Risk factors for COPD included smoking behavior, exposure to cigarette smoke, and waste-burning, while protective factors for COPD included overweight status. Therefore, education on smoking cessation, control of secondhand smoke exposure, and environmentally friendly waste management are necessary. | |
| 48435 | 51728 | F1F022028 | Integrating Material and Ideational Logics to Explain BRICS+ Cohesion amidst Heterogeneity | Selama dekade terakhir, BRICS+ telah berkembang dari koalisi ekonomi sederhana menjadi forum antarpemerintah terbesar di Global South, kini terdiri dari 11 negara anggota. Ekspansi ini menghadirkan paradoks strategis: meskipun peningkatan kekuatan material memperkuat kemampuan blok untuk mengimbangi hegemoni Utara, inklusi anggota-anggota yang beragam di tengah meningkatnya ketegangan global mengancam kohesinya. Dengan menggunakan Eklektisisme Analitis, makalah ini secara pragmatis mengevaluasi BRICS+ mengacu terutama namun tidak terbatas pada paradigma Neorealisme, Neoliberalisme, dan Konstruktivisme. Melalui analisis dinamika kekuasaan, kapasitas institusional, dan proyeksi identitas, studi ini menyimpulkan bahwa meskipun ekspansi mengikuti logika rasional dari kekuasaan dan institusionalisme, masa depan blok sebagai alternatif strategis yang layak bergantung pada kemampuannya untuk membangun identitas kolektif yang terpadu di antara keanggotaannya yang beragam. | Over the last decade, BRICS+ has evolved from a small economic coalition into the Global South’s largest intergovernmental forum, now comprising 11 member states. This expansion presents a strategic paradox: while increased material power strengthens the bloc’s ability to counterbalance Northern hegemony, the inclusion of diverse members amidst rising global tensions threatens its cohesion. Utilizing Analytical Eclecticism, this paper pragmatically evaluates BRICS+ by drawing mainly from Neorealism, Neoliberalism, and Constructivism paradigms. Through an analysis of power dynamics, institutional capacity, and identity projection, the study concludes that while expansion follows a rational logic of power and institutionalism, the bloc's future as a viable strategic alternative depends on its ability to forge a unified collective identity among its diverse membership. | |
| 48436 | 51842 | A1A020094 | Efisiensi Pemasaran Kangkung di Kecamatan Kuwarasan Kabupaten Kebumen | Kangkung (Ipomoea reptans Poir) merupakan salah satu komoditas hortikultura penting di Indonesia yang memiliki permintaan pasar stabil dan masa tanam singkat. Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen, merupakan salah satu sentra produksi utama kangkung. Perbedaan saluran pemasaran dan panjangnya rantai distribusi menyebabkan selisih harga antara petani dan konsumen yang berdampak pada rendahnya efisiensi pemasaran dan pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi saluran dan fungsi pemasaran kangkung di Kecamatan Kuwarasan, (2) menghitung margin pemasaran, farmer’s share, serta rasio keuntungan terhadap biaya pemasaran pada setiap saluran, dan (3) menganalisis efisiensi pemasaran berdasarkan indeks efisiensi teknis (IET) dan indeks efisiensi ekonomis (IEE). Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai September 2025 di Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen, menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Responden terdiri atas 62 petani yang diambil secara simple random sampling dan 12 lembaga pemasaran yang ditentukan dengan metode snowball sampling. Data primer diperoleh melalui wawancara terstruktur dan observasi lapangan, kemudian dianalisis menggunakan indikator efisiensi operasional meliputi margin pemasaran, farmer’s share, rasio keuntungan terhadap biaya, indeks efisiensi teknis dan indeks efisiensi ekonomis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat saluran pemasaran kangkung di Kecamatan Kuwarasan. Margin pemasaran tertinggi terdapat pada saluran I, II, dan III sebesar Rp5.200,00/kg, sedangkan margin terendah pada saluran IV sebesar Rp5.000,00/kg. Nilai farmer’s share berkisar antara 35–38 persen yang menunjukkan bagian harga yang diterima petani masih rendah. Rasio keuntungan terhadap biaya tertinggi sebesar 2,44 terdapat pada saluran III, sehingga saluran ini dinilai paling efisien. Saluran III direkomendasikan sebagai saluran pemasaran paling efisien secara teknis maupun ekonomis dengan nilai IET sebesar 32,02 dan IEE 1,46 dan memenuhi kriteria uji paling banyak pada indikator efisiensi operasional dengan skor pemenuhan kriteria sebesar lima dari delapan indikator. | Water spinach (Ipomoea reptans Poir) was one of the important horticultural commodities in Indonesia, characterized by stable market demand and a short cultivation period. Kuwarasan District in Kebumen Regency was one of the main production centers of this commodity. However, differences in marketing channels and the length of the distribution chain created price disparities between farmers and consumers, which reduced marketing efficiency and farmer income. This study aimed to (1) identify the marketing channels and marketing functions of water spinach in Kuwarasan District, (2) calculate the marketing margin, farmer’s share, and profit-to-cost ratio for each channel, and (3) analyze marketing efficiency based on the technical efficiency index (TEI) and economic efficiency index (EEI) The research was conducted from July to September 2025 in Kuwarasan District, Kebumen Regency, using a survey method with a quantitative-descriptive approach. The respondents consisted of 62 farmers selected through simple random sampling and 12 marketing institutions determined by snowball sampling. Primary data were obtained through structured interviews and field observations, then analyzed using operational efficiency indicators, including marketing margin, farmer’s share, profit-to-cost ratio, technical efficiency index (TEI), economic efficiency index (EEI). The results showed that there were four marketing channels for water spinach in Kuwarasan District. The highest marketing margin was found in Channels I, II, and III (Rp 5,200/kg), while the lowest was in Channel IV (Rp 5,000/kg). The farmer’s share ranged from 35% to 38%, indicating that the portion of the price received by farmers was still relatively low. The highest profit-to-cost ratio (2.44) was obtained in Channel III, making it the most efficient channel. Channel III was recommended as the most efficient both technically and economically, with a TEI value of 32.02 and an EEI of 1.46, fulfilling five out of eight operational efficiency indicators. | |
| 48437 | 51840 | E1A021198 | KESADARAN HUKUM MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAHAN SAMPAH RUMAH TANGGA (Studi di Kelurahan Karangpucung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas) | Persoalan sampah rumah tangga masih menjadi tantangan lingkungan yang cukup besar, terutama di wilayah Kabupaten Banyumas. Salah satu aspek penting yang menentukan keberhasilan pengelolaan sampah adalah tingkat sikap masyarakat dalam menaati ketentuan hukum peraturan yang berlaku. Penelaahan ini dilakukan untuk mengidentifikasi serta mengkaji derajat pemahaman hukum warga, sekaligus menganalisis kontribusi variabel kedisiplinan, motivasi, serta ketersediaan sarana dan prasarana terhadap kesadaran hukum Penelitian ini dilaksanakan sehubungan dengan praktik pengelolaan sampah rumah tangga di Kelurahan Karangpucung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, dengan menggunakan karakteristik penelitian yuridis empiris mengadopsi pendekatan kuantitatif dan bersifat deskriptif. Informasi yang digunakan dalam studi ini mencakup data primer dan sekunder yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner serta penelusuran bahan pustaka, serta dokumentasi. Proses pengolahan data mencakup tahap penyuntingan, pengkodean, dan selanjutnya ditabulasi disajikan dalam bentuk tabel serta penjelasan secara naratif. Teknik analisis data meliputi analisis persebaran data, tabulasi Studi ini menggunakan analisis silang, isi, dan perbandingan, dan temuan menunjukkan bahwa kesadaran hukum warga terkait pengelolaan sampah rumah tangga termasuk kategori tinggi. Kondisi terlihat pada indikator, yaitu tingginya pengetahuan masyarakat mengenai ketentuan hukum terkait pengelolaan sampah rumah tangga, tingginya pemahaman masyarakat terhadap aturan tersebut, dominannya sikap masyarakat yang mendukung peraturan pengelolaan sampah, serta perilaku masyarakat yang pada praktiknya telah memenuhi ketentuan hukum yang berlaku. Selanjutnya, hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kedisiplinan tidak menunjukkan pengaruh yang berarti terhadap kesadaran hukum masyarakat. Sebaliknya, faktor motivasi serta Adanya sarana dan prasarana memberikan efek positif terhadap kesadaran hukum dalam manajemen limbah domestik. Kata lain, makin tinggi motivasi masyarakat dan semakin memadai sarana serta prasarana yang tersedia, maka tingkat kesadaran hukum masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga di Kelurahan Karangpucung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas juga akan semakin meningkat. | The problem of household waste remains a significant environmental challenge, especially in Banyumas Regency. One important aspect that determines the success of waste management is the level of community attitude in complying with applicable legal provisions. This study was conducted to identify and assess the level of legal understanding of residents, while analyzing the contribution of discipline, motivation, and availability of facilities and infrastructure variables to legal awareness. This study was conducted in connection with the practice of household waste management in Karangpucung Village, South Purwokerto District, Banyumas Regency, using the characteristics of empirical juridical research adopting a quantitative and descriptive approach. The information used in this study includes primary and secondary data collected through questionnaires and library searches, as well as documentation. The data processing process includes editing, coding, and then tabulation presented in tables and narrative explanations. Data analysis techniques include data distribution analysis, tabulation. This study uses cross-analysis, content analysis, and comparison, and the findings show that residents' legal awareness regarding household waste management is in the high category. The condition is seen in the indicators, namely the high level of public knowledge regarding legal provisions related to household waste management, high public understanding of these regulations, the dominant public attitude that supports waste management regulations, and community behavior that in practice has complied with applicable legal provisions. Furthermore, the results of the analysis indicate that the level of discipline does not show a significant influence on public legal awareness. Conversely, motivational factors and the availability of facilities and infrastructure have a positive effect on legal awareness in domestic waste management. In other words, the higher the public motivation and the more adequate the facilities and infrastructure available, the level of public legal awareness in household waste management in Karangpucung Village, South Purwokerto District, Banyumas Regency will also increase. | |
| 48438 | 51843 | F1D022085 | Legitimasi Identitas dan Resistensi Kelompok Etnis Uighur di Cina | Etnis Uighur merupakan salah satu kelompok minoritas yang diakui secara konstitusional di Cina, namun keberadaannya dipandang sebagai ancaman terhadap stabilitas nasional dan dianggap sebagai kelompok separatis. Pandangan tersebut kemudian mendorong Pemerintah Cina untuk memberlakukan serangkaian kebijakan diskriminatif yang secara sistematis memarjinalkan identitas dan eksistensi etnis Uighur. Artikel ini bertujuan untuk memahami bagaimana legitimasi identitas dan resistensi kelompok etnis Uighur di Cina dengan menggunakan teori Manuel Castells tentang konstruksi identitas. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan hermeneutika, hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas perlawanan yang dikonstruksi oleh etnis Uighur menciptakan strategi resistensi kultural untuk mempertahankan budaya dan eksistensi mereka di tengah wacana persatuan identitas nasional. Identitas perlawanan etnis Uighur merepresentasikan perjuangan kelompok minoritas dalam mempertahankan eksistensinya. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian ilmu politik, khususnya dalam studi tentang identitas dan resistensi. | The Uighur ethnic group is one of the constitutionally recognized minority groups in China, but its existence is viewed as a threat to national stability and is considered a separatist group. This view then prompted the Chinese government to implement a series of discriminatory policies that systematically marginalize the identity and existence of the Uighur ethnic group. This article aims to understand how the legitimacy of identity and resistance of the Uighur ethnic group in China using Manuel Castells' theory of identity construction. Using qualitative methods and a hermeneutic approach, the research results show that the resistance identity constructed by the Uighur ethnic group creates cultural resistance strategies to preserve their culture and existence amidst the discourse of national identity unity. The resistance identity of the Uighur ethnic group represents the struggle of a minority group to maintain its existence. This research contributes to the field of political science, particularly in the study of identity and resistance. | |
| 48439 | 51844 | J0A022030 | CREATING PROMOTIONAL E-MAGAZINE FOR ASTON SENTUL LAKE RESORT AND CONFERENCE CENTER | Laporan Tugas Akhir ini dibuat guna menyampaikan pengalaman penulis selama melaksanakan magang di Aston Sentul Lake Resort Hotel and Conference Center beserta menyampaikan bagaimana produk tugas akhir berupa E-Magazine promosi tersusun. Dengan berjudul “Creating Promotional E-Magazine for Aston Sentul Lake Resort and Conference Center”, laporan ini selain menghasilkan produk juga bertujuan untuk memberi sekilas pengetahuan tentang pengalaman di dunia kerja khususnya di bidang Sales and Marketing. Tugas akhir ini membahas bagaimana penulis menyusun E-Magazine (ASTONMAG) sebagai media pemasaran digital untuk Aston Sentul Lake Resort Hotel and Conference Center. Dengan berangkat dari perubahan perilaku konsumen yang semakin bergantung pada perangkat digital, melalui kegiatan magang di Departemen Sales and Marketing, penulis mengidentifikasi kendala utama dalam penyampaian informasi produk hotel yang masih tersebar dalam berbagai dokumen konvensional dan kurang optimal untuk konsumsi mobile. Oleh karena itu, E-Magazine dipilih sebagai solusi media promosi yang lebih ringkas, visual, informatif, dan konsisten untuk menjangkau segmen keluarga maupun korporasi. Adapun dalam pelaksanaannya, beberapa metode digunakan. Mulai dari observasi, wawancara, dokumentasi, serta praktek langsung. Semuanya tetap mengacu pada teori digital marketing, strategi promosi, karakteristik e-magazine, serta prinsip penulisan dan tata letak visual. Hasil dari tugas akhir ini menunjukkan bahwa e-magazine mampu menjadi media promosi yang relevan, efisien, dan dapat digunakan berulang kali dalam kegiatan pemasaran hotel. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan waktu dan padatnya tugas administratif selama magang, hambatan tersebut dapat diatasi melalui manajemen waktu dan komunikasi aktif dengan pihak terkait. Penulis berharap besar atas laporan tugas akhir ini dalam mengembangkan pengetahuan serta sebagai cerita pengalaman reflektif yang nantinya dapat berguna untuk pembaca. | This Final Project Report was created to convey the author's experiences during his internship at Aston Sentul Lake Resort Hotel and Conference Center and to explain how the final project product, a promotional e-magazine, was compiled. Entitled “Creating Promotional E-Magazine for Aston Sentul Lake Resort and Conference Center,” this report not only produces a product but also aims to provide a glimpse of the author's experiences in the world of work, particularly in the field of sales and marketing. This final project discusses how the author developed an E-Magazine (ASTONMAG) as a digital marketing medium for Aston Sentul Lake Resort Hotel and Conference Center, based on the rapid development of the tourism sector in Bogor and changes in consumer behavior that increasingly rely on digital devices. Through an internship at the Sales and Marketing Department, the author identified the main obstacle in delivering hotel product information, which was still scattered across various conventional documents and not optimized for mobile consumption. Therefore, an E-Magazine was chosen as a more concise, visual, informative, and consistent promotional media solution to reach both family and corporate segments. In its implementation, several methods were used, ranging from observation and interviews to documentation and hands-on practice. All of these methods referred to digital marketing theory, promotional strategies, e-magazine characteristics, and writing and visual layout principles. The results of this final project show that e-magazines can be a relevant, efficient, and reusable promotional medium in hotel marketing activities. Despite challenges such as time constraints and the heavy workload of administrative tasks during the internship, these obstacles can be overcome through effective time management and active communication with relevant parties. Finally, the author hopes that this Final Project Report will be useful in expanding knowledge and as a reflective account of experiences that may benefit readers in the future. | |
| 48440 | 51846 | J0A022070 | INTERNSHIP EXPERIENCE AS A FRONT DESK CLUB LOUNGE DEPARTMENT AT SHERATON PETALING JAYA HOTEL MALAYSIA | Laporan kerja praktek ini berjudul “Pengalaman Magang sebagai Front Desk Club Lounge Department di Sheraton Petaling Jaya Malaysia” ini didasarkan pada pelatihan magang selama enam bulan yang dilaksanakan mulai 9 Agustus 2024 hingga 7 Februari 2025 di Hotel Sheraton Petaling Jaya, Malaysia. Laporan kerja praktek ini dibuat untuk menjelaskan pelaksanaan pelatihan kerja serta menghubungkan antara teori dan praktek kerja secara langsung di Sheraton Petaling Jaya Hotel Malaysia. Buku saku juga dibuat sebagai sumber informasi tercetak bagi mahasiswa yang ingin melaksanakan program magang serupa.. Di laporan ini juga penulis menjelaskan tahap tahap dalam proses pembuatan buku sampul yang berjudul “Indonesia Interns Experiences at Sheraton Petaling Jaya Hotel Malaysia” serta menyampaikan beberapa hambatan dan solusi selama pelatihan kerja di Sheraton Petaling Jaya Hotel Malaysia. Selama pelatihan kerja, observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan untuk menyusun buku panduan ini. Observasi membantu mengumpulkan informasi tentang lingkungan hotel, sementara wawancara membantu menggali pendapat mendalam dari staf tentang hotel tersebut. Dokumentasi membantu mengingat detail kegiatan atau prosedur selama pelatihan kerja. Salah satu tantangan yang dihadapi dalam pengembangan buku saku ini adalah kurangnya komunikasi yang efektif antar tim. Selain itu, waktu untuk berdiskusi terbatas dan kurangnya inisiatif dalam menyelesaikan tanggung jawab pekerjaan masing-masing. Untuk mengatasi masalah ini, langkah-langkah telah diambil untuk meningkatkan komunikasi antar tim dengan mendorong diskusi terbuka dan secara kolaboratif menentukan format dan desain buku saku. | This job training report entitled “Internship Experience as a Front Desk Club Lounge Department at Sheraton Petaling Jaya Malaysia,” is based on a six month internship conducted from August 9, 2024, to February 7, 2025, at the Sheraton Petaling Jaya Hotel, Malaysia. This job training report was created to explain the implementation of the work training and to connect theory and practice directly at the Sheraton Petaling Jaya Hotel Malaysia. A pocketbook was also created as a printed information resource for students who want to carry out a similar internship program. In this report, I also explains the stages in the process of produce the pocketbook entitled “Indonesia Interns Experiences at Sheraton Petaling Jaya Hotel Malaysia” and conveys several obstacles and solutions during the work training at Sheraton Petaling Jaya Hotel Malaysia. During the job training, observation, interview, and documentation were used as methods to create a pocketbook. Observation helped to gain information about the hotel environment, while interview to get insight from the staff about this hotel. Documentation helped for reminder detail activity or procedure during the job training. One of the challenges faced in creating the pocketbook was the lack of effective communication among the team. In addition, there was limited time for discussion and a lack of initiative in completing individual job responsibilities. To face these issues, steps were taken to enhance communication between the team by encouraging open discussions and collaboratively deciding on the format and design of the pocketbook. |