Artikel Ilmiah : B1A022138 a.n. MARSHA RAFILA ADHYA

Kembali Update Delete

NIMB1A022138
NamamhsMARSHA RAFILA ADHYA
Judul Artikel Upaya Perbanyakan Pisang Barangan (Musa acuminata L.) dengan Jenis dan Konsentrasi Sitokinin Berbeda dalam Kultur In Vitro
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pisang (Musa sp.) merupakan komoditas hortikultura unggulan Indonesia dengan
nilai ekonomi tinggi. Salah satu varietas yang banyak diminati adalah pisang Barangan
(Musa acuminata L.) yang memiliki cita rasa manis, tekstur lembut, dengan
kandungan gizi dan mineral penting. Namun, peningkatan produksinya masih
terkendala oleh keterbatasan bibit bermutu dan serangan penyakit seperti layu
Fusarium. Metode perbanyakan konvensional melalui anakan dinilai kurang efisien
dan berisiko menularkan penyakit, sehingga diperlukan metode perbanyakan alternatif
melalui teknik kultur in vitro tumbuhan. Keberhasilan kultur in vitro tumbuhan sangat
bergantung pada penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) yang tepat, terutama
golongan sitokinin seperti 6-Benzylaminopurine (BAP) dan 6-Furfurylaminopurine
(Kinetin), yang berperan merangsang pembelahan sel dan pembentukan tunas baru.
Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental dengan Rancangan Petak
Terpisah (Split Plot Design). Petak utama (main plot) adalah jenis sitokinin yang
terdiri atas 6-Benzylaminopurine (BAP) dan Kinetin, sedangkan sebagai anak petak
(sub-plot) adalah konsentrasi sitokinin yang meliputi 0; 5; 10; 15; 20, dan 25 µM.
Setiap perlakuan diulang sebanyak lima kali sehingga secara keseluruhan terdapat 60
unit percobaan. Variabel bebas yang dicobakan adalah jenis dan konsentrasi sitokinin,
sedangkan variabel terikat yang diamati adalah pertumbuhan tunas mikro pisang
Barangan (Musa acuminata L.). Parameter yang diukur meliputi jumlah tunas, panjang
tunas, jumlah daun, dan jumlah akar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan
Analysis of variance (ANOVA) pada tingkat kesalahan 5%, dan dilanjutkan dengan
Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kinetin meningkatkan pertambahan panjang tunas utama pisang
Barangan (Musa acuminata L.) dalam kultur in vitro. Jenis dan konsentrasi sitokinin
tidak berpengaruh terhadap jumlah total tunas, pertambahan jumlah tunas, panjang
tunas, pertambahan jumlah daun, dan jumlah akar pisang Barangan (Musa acuminata
L.) dalam kultur in vitro.
Abtrak (Bhs. Inggris)Banana (Musa sp.) is a leading horticultural commodity in Indonesia with high
economic value and growing market demand. One of the most popular varieties is the
Barangan banana (Musa acuminata L.), which has a sweet taste, soft texture, and
important nutritional and mineral contents. However, its productivity remains
constrained by the limited availability of high-quality seedlings and by the incidence
of diseases such as Fusarium wilt. Conventional propagation methods using suckers
are considered inefficient and pose a risk of disease transmission; an in vitro culture
technique is needed as an alternative. This technique enables plant propagation under
aseptic, controlled conditions to produce uniform, healthy, pathogen-free seedlings.
The success of in vitro culture depends heavily on the use of appropriate plant growth
regulators (PGRs), particularly cytokinins such as 6-benzylaminopurine (BAP) and 6
Furfurylaminopurine (Kinetin), which stimulate cell division and shoot formation.
Selecting the appropriate cytokinin type and optimal concentration is key to improving
the effectiveness of Barangan banana shoot multiplication.
This research was conducted experimentally in the Plant in vitro Culture
Laboratory using a Split-Plot Design. The main plot consists of two types of cytokinin,
namely 6-Benzylaminopurine (BAP) and Kinetin, while the subplot consists of
cytokinin concentrations of 0, 5, 10, 15, 20, and 25 µM. Each treatment combination
was replicated 5 times, yielding a total of 60 experimental units. The data were
analyzed using analysis of variance (ANOVA) at the 5% significance level, and
Duncan's multiple-range test at the 5% significance level. The results showed that
kinetin increased the length of the main shoots of the Barangan banana (Musa
acuminata L.) in in vitro culture. Meanwhile, the types and concentrations of cytokinin
did not affect the total number of shoots, number of new shoots, shoot length, leaf and
root numbers of Barangan banana (Musa acuminata L.) in in vitro culture.
Kata kunciKata kunci: 6-Benzylaminopurine, Kinetin, Kultur in vitro, Multiplikasi tunas, Sitokinin
Pembimbing 1Sugiyono, Ph.D.
Pembimbing 2Ir. Alice Yuniaty, M.Sc., Ph.D.
Pembimbing 3-
Tahun2026
Jumlah Halaman31
Tgl. Entri2026-02-20 06:05:08.697989
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.