Artikel Ilmiah : A1C018010 a.n. YOGA ADITYA

Kembali Update Delete

NIMA1C018010
NamamhsYOGA ADITYA
Judul ArtikelPENGARUH SUHU DAN LAMA PENGERINGAN TERHADAP KARAKTERISTIK BIOPELET KULIT KOPI DAN SERBUK KAYU SENGON HASIL KARBONISASI
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama pengeringan terhadap karakteristik biopelet meliputi pengujian kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, densitas, laju massa pembakaran, dan shatter index. Bahan utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah kulit kopi dan serbuk kayu sengon yang telah dilakukan karbonisasi. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor suhu pengeringan terdiri atas 3 taraf yaitu 55°C, 100°C, 125°C dan faktor lama pengeringan terdiri atas 3 taraf yaitu 1 jam, 2 jam, 3 jam. Hasil pengujian didapatkan hasil bahwa semakin tinggi suhu dan lama waktu pengeringan yang digunakan maka kadar air, shatter index, dan laju massa pembakaran akan semakin rendah, namun nilai kadar abu dan densitas akan semakin meningkat. Karakteristik biopelet yang yang dihasilkan dari penelitian memiliki kadar air berkisar 3,00-50,33%bb, kadar abu 3,67-9,33%, kadar zat terbang 88,102-92,063%, densitas 0,365-0,858 g/cm3, laju massa pembakaran 0,0934-0,1434 g/menit, dan shatter index 23,73-45,32%. Penggunaan suhu dan lama waktu yang paling optimal untuk karakteristik kadar air adalah pada suhu 125°C dengan lama waktu pengeringan 3 jam (T3L3). Karakteristik kadar abu, kadar zat terbang, dan densitas optimal pada suhu 55°C dengan lama pengeringan selama 1 jam (T1L1). Sedangkan, untuk karakteristik laju massa pembakaran dan shatter index paling optimal terdapat pada suhu 100°C dengan lama pengeringan 2 jam (T2L2)
Abtrak (Bhs. Inggris)This study aims to determine the effect of temperature and drying time on the characteristics of biopellets including testing air content, ash content, volatile matter content, density, burning mass rate, and shatter index. The main ingredients used in this study were coffee skin and sengon wood powder which had been carbonized. This study used a completely randomized design (CRD) with a factorial pattern. The temperature factor consists of 3 levels, namely 55°C, 100°C, 125°C and the drying time factor consists of 3 levels, namely 1 hour, 2 hours, and 3 hours. The test results show that the higher the drying temperature and time used, the lower the moisture content, shatter index, and mass rate of combustion, but the ash content and density will increase. The characteristics of the biopellets produced from the study have a water content ranging from 3.00-50.33%ww, ash content 3.67-9.33%, volatile matter content of 88.102-92.063%, density 0.365-0.858 g/cm3, the mass rate of combustion is 0.0934-0.1434 g/minute, and the fracture index is 23.73-45.32%. The most optimal use of temperature and length of time for water content characteristics is at a temperature of 125°C with a drying time of 3 hours (T3L3). Characteristics of ash content, volatile matter, and density are optimal at a temperature of 55°C with a drying time of 1 hour (T1L1). As for the characteristics of the combustion rate and the most optimal destruction index is at a temperature of 100°C with a drying time of 2 hours (T2L2)
Kata kuncibiopelet, kulit kopi, pengeringan, serbuk kayu sengon, suhu
Pembimbing 1Ropiudin, S.TP., M.Si.
Pembimbing 2Abdul Mukhlis Ritonga, S.TP., M.Sc.
Pembimbing 3
Tahun2022
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2022-08-23 02:22:44.478366
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.