Home
Login.
Artikelilmiahs
51860
Update
MARSHA RAFILA ADHYA
NIM
Judul Artikel
Upaya Perbanyakan Pisang Barangan (Musa acuminata L.) dengan Jenis dan Konsentrasi Sitokinin Berbeda dalam Kultur In Vitro
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pisang (Musa sp.) merupakan komoditas hortikultura unggulan Indonesia dengan nilai ekonomi tinggi. Salah satu varietas yang banyak diminati adalah pisang Barangan (Musa acuminata L.) yang memiliki cita rasa manis, tekstur lembut, dengan kandungan gizi dan mineral penting. Namun, peningkatan produksinya masih terkendala oleh keterbatasan bibit bermutu dan serangan penyakit seperti layu Fusarium. Metode perbanyakan konvensional melalui anakan dinilai kurang efisien dan berisiko menularkan penyakit, sehingga diperlukan metode perbanyakan alternatif melalui teknik kultur in vitro tumbuhan. Keberhasilan kultur in vitro tumbuhan sangat bergantung pada penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) yang tepat, terutama golongan sitokinin seperti 6-Benzylaminopurine (BAP) dan 6-Furfurylaminopurine (Kinetin), yang berperan merangsang pembelahan sel dan pembentukan tunas baru. Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental dengan Rancangan Petak Terpisah (Split Plot Design). Petak utama (main plot) adalah jenis sitokinin yang terdiri atas 6-Benzylaminopurine (BAP) dan Kinetin, sedangkan sebagai anak petak (sub-plot) adalah konsentrasi sitokinin yang meliputi 0; 5; 10; 15; 20, dan 25 µM. Setiap perlakuan diulang sebanyak lima kali sehingga secara keseluruhan terdapat 60 unit percobaan. Variabel bebas yang dicobakan adalah jenis dan konsentrasi sitokinin, sedangkan variabel terikat yang diamati adalah pertumbuhan tunas mikro pisang Barangan (Musa acuminata L.). Parameter yang diukur meliputi jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun, dan jumlah akar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of variance (ANOVA) pada tingkat kesalahan 5%, dan dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinetin meningkatkan pertambahan panjang tunas utama pisang Barangan (Musa acuminata L.) dalam kultur in vitro. Jenis dan konsentrasi sitokinin tidak berpengaruh terhadap jumlah total tunas, pertambahan jumlah tunas, panjang tunas, pertambahan jumlah daun, dan jumlah akar pisang Barangan (Musa acuminata L.) dalam kultur in vitro.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Banana (Musa sp.) is a leading horticultural commodity in Indonesia with high economic value and growing market demand. One of the most popular varieties is the Barangan banana (Musa acuminata L.), which has a sweet taste, soft texture, and important nutritional and mineral contents. However, its productivity remains constrained by the limited availability of high-quality seedlings and by the incidence of diseases such as Fusarium wilt. Conventional propagation methods using suckers are considered inefficient and pose a risk of disease transmission; an in vitro culture technique is needed as an alternative. This technique enables plant propagation under aseptic, controlled conditions to produce uniform, healthy, pathogen-free seedlings. The success of in vitro culture depends heavily on the use of appropriate plant growth regulators (PGRs), particularly cytokinins such as 6-benzylaminopurine (BAP) and 6 Furfurylaminopurine (Kinetin), which stimulate cell division and shoot formation. Selecting the appropriate cytokinin type and optimal concentration is key to improving the effectiveness of Barangan banana shoot multiplication. This research was conducted experimentally in the Plant in vitro Culture Laboratory using a Split-Plot Design. The main plot consists of two types of cytokinin, namely 6-Benzylaminopurine (BAP) and Kinetin, while the subplot consists of cytokinin concentrations of 0, 5, 10, 15, 20, and 25 µM. Each treatment combination was replicated 5 times, yielding a total of 60 experimental units. The data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) at the 5% significance level, and Duncan's multiple-range test at the 5% significance level. The results showed that kinetin increased the length of the main shoots of the Barangan banana (Musa acuminata L.) in in vitro culture. Meanwhile, the types and concentrations of cytokinin did not affect the total number of shoots, number of new shoots, shoot length, leaf and root numbers of Barangan banana (Musa acuminata L.) in in vitro culture.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save