Artikelilmiahs

Menampilkan 47.641-47.660 dari 48.726 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4764151026C1A020033Preferensi Pembelian Barang di Shopee Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal SoedirmanPerkembangan ekonomi digital yang semakin pesat membawa perubahan
besar dalam perilaku konsumsi masyarakat, termasuk Indonesia. Shopee sebagai
salah satu e-commerce terbesar di Indonesia berhasil mendominasi pasar dengan
jumlah kunjungan tertinggi karena adanya persepsi harga, pendapatan, kemudahan
penggunaan, keamanan akun, cashless payment, dan promosi rutin tanggal kembar.
Penelitian ini memilih mahasiswa FEB Unsoed sebagai objek penelitian
karena FEB merupakan fakultas dengan jumlah mahasiswa terbanyak di Unsoed,
sehingga relevan untuk melihat pola konsumsi belanja online pada kalangan
mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi harga,
pendapatan, kemudahan penggunaan, keamanan akun, cashless payment, dan
promosi rutin tanggal kembar baik secara bersama-sama maupun parsial terhadap
preferensi pembelian barang di Shopee. Jenis penelitian ini menggunakan
pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui
penyebaran kuesioner dengan Google Form. Jumlah sampel dalam penelitian ini
adalah 96 mahasiswa aktif FEB Unsoed dari angkatan 2022 sampai 2024. Analisis
data dilakukan menggunakan regresi linear berganda menggunakan metode OLS
(Ordinary Least Square) dengan bantuan program SPSS versi 25.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Secara bersama-sama persepsi
harga, pendapatan, kemudahan penggunaan, keamanan akun, cashless payment,
dan promosi rutin tanggal kembar berpengaruh signifikan terhadap preferensi
pembelian barang di Shopee. (2) Secara parsial, persepsi harga berpengaruh positif
signifikan terhadap preferensi pembelian barang di Shopee. (3) Pendapatan
berpengaruh positif signifikan terhadap preferensi pembelian barang di Shopee. (4)
Kemudahan penggunaan tidak berpengaruh signifikan terhadap preferensi
pembelian barang di Shopee. (5) Keamanan akun tidak berpengaruh signifikan
terhadap preferensi pembelian barang di Shopee. (6) Cashless payment
berpengaruh positif signifikan terhadap preferensi pembelian barang di Shopee. (7)
Promosi rutin tanggal kembar berpengaruh positif dan signifikan terhadap
preferensi pembelian barang di Shopee.
Implikasi penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi Shopee
untuk meningkatkan strategi pemasaran, seperti menjaga stabilitas harga,
menyesuaikan pendapatan konsumen, memperbaiki fitur keamanan akun,
menambah fitur yang mudah digunakan, memperkuat sistem pembayaran digital,
dan mengoptimalkan program promosi tanggal kembar. Dengan demikian,
preferensi pembelian barang di Shopee terus meningkat sehingga Shopee mampu
mempertahankan dominasinya sebagai platform belanja online terbesar di
Indonesia.
The rapid development of the digital economy has brought about major
changes in consumer behavior, including in Indonesia. Shopee, as one of the largest
e-commerce platforms in Indonesia, has successfully dominated the market with the
highest number of visits due to its pricing, income, ease of use, account security,
cashless payment, and regular twin date promotions.
This study chose FEB Unsoed students as the research subjects because
FEB is the faculty with the largest number of students at Unsoed, making it relevant
to observe online shopping consumption patterns among students. This study aims
to determine the influence of price perception, income, ease of use, account security,
cashless payment, and regular twin date promotions, both collectively and partially,
on purchasing preferences for goods on Shopee. This study uses a quantitative
descriptive approach with primary data obtained through a questionnaire
distributed via Google Form. The sample size in this study was 96 active FEB
Unsoed students from the 2022 to 2024 cohorts. Data analysis was performed using
multiple linear regression with the OLS (Ordinary Least Square) method using
SPSS version 25.
The results of the study show that: (1) Together, price perception, income,
ease of use, account security, cashless payment, and regular twin date promotions
have a significant effect on purchasing preferences for goods on Shopee. (2)
Partially, price perception has a significant positive effect on purchasing
preferences for goods on Shopee. (3) Income has a significant positive effect on
purchasing preferences for goods on Shopee. (4) Ease of use does not have a
significant effect on purchasing preferences for goods on Shopee. (5) Account
security does not have a significant effect on purchasing preferences for goods on
Shopee. (6) Cashless payment has a significant positive effect on purchasing
preferences for goods on Shopee. (7) Regular twin date promotions have a positive
and significant effect on purchasing preferences for goods on Shopee.
The implications of this study are expected to provide input for Shopee to
improve its marketing strategies, such as maintaining price stability, adjusting
consumer income, improving account security features, adding easy-to-use
features, strengthening the digital payment system, and optimizing twin date
promotion programs. Thus, the preference for purchasing goods on Shopee will
continue to increase so that Shopee can maintain its dominance as the largest online
shopping platform in Indonesia.
4764251028H1A022013EVALUASI PERANCANGAN INSTALASI LISTRIK PADA GEDUNG SMK N 1 ADIWERNA KABUPATEN TEGAL Perkembangan dalam sektor pendidikan mengalami peningkatan secara signifikan, peningkatan
tersebut mencangkup pembangunan fasilitas pendidikan dan rehabilitasi bangunan. Dalam konteks
pembangunan infrastruktur gedung pendidikan, sistem instalasi listrik memiliki peran penting untuk
mendukung seluruh aktivitas pendidikan. Kebutuhan instalasi listrik pada gedung harus berdasarkan
dengan Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2011 dan SNI.
Metode penelitian ini dilakukan menggunakan software AutoCAD 2025 dan LATS-LOAD serta
menggunakan perhitungan secara manual untuk mendapatkan hasil instalasi listrik yang aman dan nyaman.
Penelitian ini dilakukan dengan empat tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pengambilan data, tahap
perancangan dan simulasi, serta tahap akhir.
Hasil yang diperoleh pada penelitian menunjukan bahwa beberapa ruangan memiliki intensitas
pencahayaan di bawah standar SNI dan PUIL 2011, sehingga dilakukan penyeragaman lampu
menggunakan TL 36 W dan downlight 24 W untuk mencapai tingkat pencahayaan 250–300 lux. Pada
sistem pendinginan, kapasitas AC existing sebesar 262.500 BTU/hr belum mencukupi kebutuhan aktual
berdasarkan hasil perhitungan manual dan LATS-LOAD sebesar 430.731–504.041 BTU/hr. Evaluasi juga
menunjukkan bahwa sistem pengaman dan penghantar umumnya telah sesuai dengan PUIL 2011, namun
peningkatan kapasitas AC menyebabkan total daya perancangan naik menjadi 53.076 W dari 38.011 W,
sehingga diperlukan penambahan daya langganan PLN minimal 66 kVA agar sistem tetap aman dan efisien.
Developments in the education sector have increased significantly, including the construction of
educational facilities and the rehabilitation of buildings. In the context of educational building
infrastructure development, electrical installation systems play an important role in supporting all
educational activities. The electrical installation requirements for buildings must be based on the 2011
General Requirements for Electrical Installations (PUIL) and SNI.
This research method was carried out using AutoCAD 2025 and LATS-LOAD software as well as
manual calculations to obtain safe and comfortable electrical installation results. This research was
carried out in four stages, namely the preparation stage, data collection stage, design and simulation stage,
and final stage.
The results indicate that several rooms have lighting intensities below the SNI and PUIL 2011
standards; therefore, luminaires were standardized using 36 W fluorescent (TL) and 24 W downlights to
achieve an illuminance of 250–300 lux. In the cooling system, the existing AC capacity of 262,500 BTU/hr
is insufficient to meet actual demand based on manual calculations and LATS-LOAD results of 430,731
504,041 BTU/hr. The evaluation also shows that the protection devices and conductors are generally
compliant with PUIL 2011; however, the increased AC capacity raises the total design power to 53,076 W
from 38,011 W, necessitating a minimum PLN subscription upgrade to 66 kVA to maintain system safety
and efficiency.
4764351029C1A020039Pengaruh Indeks BPPBM, Musim, Dan Harga Pada Tingkat Produsen Terhadap Produksi Bawang Merah Di Jawa Tengah Tahun 2018-2023Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komponen Indeks BPPBM, musim, dan harga pada tingkat produsen terhadap produksi bawang merah di Jawa Tengah tahun 2018–2023. Dengan menggunakan model regresi time series, penelitian ini menganalisis data bulanan dari Januari 2018 hingga Desember 2023. Objek dalam penelitian ini meliputi komponen Indeks BPPBM, musim, harga pada tingkat produsen bawang merah, serta kuantitas produksi bawang merah di Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks perkembangan harga bibit, pupuk, sewa tanah, dan upah tidak berpengaruh terhadap kuantitas produksi bawang merah. Indeks transportasi dan komunikasi memiliki pengaruh negatif terhadap produksi, sedangkan rata-rata produksi bawang merah lebih tinggi pada musim kemarau. Selain itu, harga pada tingkat produsen juga berpengaruh negatif terhadap kuantitas produksi bawang merah di Jawa Tengah. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi pada pengembangan literatur ekonomi pertanian serta memberikan implikasi praktis bagi petani dan pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang mendukung stabilitas produksi dan kesejahteraan petani.This study aims to analyze the influence of the components of the BPPBM Index, seasonality, and producer-level prices on shallot production in Central Java from 2018 to 2023. Using a time-series regression model, the study examines monthly data from January 2018 to December 2023. The objects of this research include the components of the BPPBM Index, seasonal factors, producer-level shallot prices, and the quantity of shallot production in Central Java. The results indicate that the price development indices for seeds, fertilizers, land rental, and labor have no significant effect on shallot production quantity. The transportation and communication indices exhibit a negative influence on production, while the average shallot production is higher during the dry season. In addition, producer level prices also negatively affect the quantity of shallot production in Central Java. This study is expected to contribute to the development of agricultural economics literature and provide practical implications for farmers and the government in formulating policies that support production stability and farmer welfare.
4764451030F1D022006STRATEGI PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN (PDI-P) DALAM PENGUATAN PARTAI PASCA PEMILU 2024 DI KABUPATEN BANYUMAS. Penelitian ini mengkaji strategi politik PDI-P Banyumas pasca pemilu
sebagai langkah penguatan partai. Hal ini melihat adanya dinamika pada saat
pemilu 2024 yang berbeda dari dua periode sebelumnya. Kondisi tersebut diwarnai
dengan adanya konflik internal DPP PDI-P serta dinamika kontestasi elektoral baik
ditingkat nasional ataupun lokal yang mempengaruhi kemenangan PDIP diberbagai
daerah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif
dengan pendekatan studi kasus, pengambilan data melalui wawancara mendalam,
observasi, serta analisis dokumen. Penelitian ini menemukan bahwa PDI-P
Banyumas berhasil mempertahankan dominasinya pada tingkat lokal baik melalui
perolehan suara ditingkat legislatif lokal maupun pemilihan kepala daerah. PDI-P
Banyumas menyusun strategi campuran dengan penggabungan antara strategi
offensif–defensif yang meliputi strategi peningkatan intensitas turun kepada
masyarakat, pemetaan dan treatment desa, melakukan pendidikan serta rekrutmen
kader muda secara intensif dan terprogram, penguatan citra melalui media sosial,
dan konsolidasi struktur internal kepartaian.
Konteks pendukung dalam
pelaksanaan strategi tersebut antara lain masih adanya basis dukungan akar rumput
dan sejarah kemenangan PDI-P di Banyumas, serta masih mendominasi kursi
dilegislatif dan puncak eksekutif di Banyumas. Disisi lain terdapat konteks
penghambat, seperti kurangnya manajerial dalam proses konsolidasi dan evaluasi
strategi kepartaian, regenerasi terhadap pemahaman dan pematangan ideologi partai
yang masih minim, serta minimnya optimalisasi dalam memahami sebuah
permasalahan yang ada.
This study examines the post-election political strategy of the Indonesian
Democratic Party of Struggle (PDI-P) in Banyumas as a means of strengthening
the party. This study examines the dynamics of the 2024 election, which differ from
the two previous periods. This situation was marked by internal conflicts within the
PDI-P Central Executive Board (DPP) and the dynamics of electoral contestation
at both the national and local levels, which influenced PDI-P's victory in various
regions. The method used in this study was descriptive qualitative with a case study
approach, data collection through in-depth interviews, observation, and document
analysis. This study found that PDI-P Banyumas successfully maintained its
dominance at the local level through both vote acquisition in the local legislative
level and regional head elections. PDI-P Banyumas developed a mixed strategy
combining offensive and defensive strategies, including increasing the intensity of
community outreach, village mapping and treatment, conducting intensive and
programmed education and recruitment of young cadres, strengthening its image
through social media, and consolidating the party's internal structure. The
supporting context for implementing this strategy includes the persistence of
grassroots support and PDI-P's history of victories in Banyumas, as well as its
continued dominance in the legislative and executive branches in Banyumas. On
the other hand, there are inhibiting factors, such as a lack of management in the
consolidation and evaluation of party strategy, minimal regeneration of
understanding and development of party ideology, and minimal optimization in
understanding existing problems.
4764551032G1A021100PERBANDINGAN KEJADIAN TELOGEN EFFLUVIUM PADA MAHASISWA LAKI-LAKI DENGAN BERBAGAI TINGKAT STRES AKADEMIK: Studi pada Mahasiswa Pra-klinik Fakultas Kedokteran UnsoedLatar belakang: Telogen effluvium (TE) adalah kerontokan rambut non-inflamasi sebanyak lebih dari 100 helai per hari. Pemulihan yang membutuhkan waktu berbulanbulan memberikan beban masalah estetika, sehingga pencegahan dan penanganan faktor risiko menjadi penting. Salah satu faktor risiko TE yang relevan bagi mahasiswa Kedokteran adalah kejadian stres akademik.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada/tidaknya perbedaan bermakna kejadian TE pada berbagai tingkat stres akademik pada mahasiswa laki-laki FK Unsoed.
Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross sectional, dan teknik purposive sampling. Sampel adalah mahasiswa pra-klinik FK Unsoedangkatan 2022, 2023, dan 2024 berjenis kelamin laki-laki berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Tingkat stres akademik ditentukan dengan pengisian kuesioner Medical Student Stressor Questionnaire (MSSQ). Kejadian TE ditentukan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan hair pull test. Perbedaan kejadian TE berbagai tingkat stres diuji dengan Chi-Square.
Hasil: Tingkat stres terbanyak adalah sedang dan berat (masing-masing sebesar 33,9%). Stresor dominan yaitu Academic Related Stressor (ARS) dengan tingkat sangat berat (30,6%). TE pada 50% responden. Uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,000.
Kesimpulan: Terdapat perbedaan bermakna tingkat stres akademik dengan kejadian TE pada mahasiswa laki-laki FK Unsoed angkatan 2022, 2023, dan 2024.
Kata kunci: mahasiswa kedokteran, stres akademik, Telogen effluvium
Background: Telogen effluvium (TE) is a non-inflammatory hair loss condition characterized by shedding of more than 100 strands per day. Since recovery takes several months, TE can cause significant aesthetic concerns, making the prevention and management of risk factors important. One relevant risk factor for medical students is academic stress.
Aim: This study aimed to determine whether there is a significant difference in the incidence of TE across various levels of academic stress among male medical students at the Faculty of Medicine, Jenderal Soedirman University (Unsoed).
Method: This study was an observational analytic with a cross-sectional design and purposive sampling technique. The samples were male pre-clinical medical students of FK Unsoed from Class of 2022, 2023, and 2024 who met the inclusion and exclusion criteria. Academic stress levels were assessed using the Medical Student Stressor Questionnaire (MSSQ). The incidence of TE was determined through anamnesis, physical examination, and the hair pull test. Differences in TE incidence across stress levels were analyzed using the Chi-Square test.
Result: The most common stress levels are moderate and severe (each 33.9%). The dominant stressor is Academic Related Stressor (ARS) with a very severe level (30.6%). TE is found in 50% of respondents. The Chi-Square test shows a p-value = 0.000.
Conclution: There is a significant difference between academic stress levels and the incidence of TE in male medical students from Class of 2022, 2023, and 2024 at the Faculty of Medicine, Unsoed.
Keywords: medical students, academic stress, telogen effluvium
4764651031H1D021033ANALISIS KOMPARATIF LARAVEL DAN ADONISJS DALAM PENGEMBANGAN APLIKASI LELANG AGROPerkembangan aplikasi web untuk mendukung aktivitas pasar lelang komoditas agro menuntut pemilihan framework backend yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki performa yang andal. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan performa dua framework web berbasis REST API, yaitu Laravel 12 (PHP) dan AdonisJS 6 (TypeScript), pada studi kasus aplikasi lelang agro yang digunakan di Bangsal Lelang Guyub Rukun, Purworejo. Pengujian dilakukan secara kuantitatif menggunakan tools k6 sebagai load testing dan Grafana Cloud untuk memantau penggunaan sumber daya CPU dan memori pada lingkungan lokal. Skenario uji beban disusun dengan variasi 100 hingga 250 virtual user, serta pengujian tambahan pada 350 virtual user. Metrik yang dianalisis meliputi throughput (Requests per Second), latensi, penggunaan CPU, dan penggunaan memori.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa AdonisJS memiliki performa yang secara konsisten lebih unggul dibandingkan Laravel. Rata-rata throughput AdonisJS mencapai 90,70 RPS, sekitar 11 kali lebih tinggi dibandingkan Laravel yang hanya 8,24 RPS. Rata-rata latensi AdonisJS sebesar 0,89 detik, sehingga proses responnya sekitar 19 kali lebih cepat dibandingkan Laravel dengan latensi 17,25 detik. Dari sisi konsumsi CPU, AdonisJS lebih efisien dengan rata-rata penggunaan 0,98%, kurang lebih tiga kali lebih hemat dibandingkan Laravel yang mencapai 2,8%. Namun, AdonisJS memerlukan memori lebih besar, sekitar 254,75 MB atau hampir dua kali lipat dibandingkan Laravel sebesar 126,75 MB. Secara keseluruhan, AdonisJS dinilai lebih optimal untuk menangani beban akses tinggi pada aplikasi lelang agro, terutama ketika prioritas utama adalah throughput dan waktu respon.
The development of web applications to support commodity auction activities requires the selection of backend frameworks that are not only functional but also have reliable performance. This study aims to analyze and compare the performance of two web frameworks for REST API implementation, namely Laravel 12 (PHP) and AdonisJS 6 (TypeScript), in a case study of an agricultural auction application used at Bangsal Lelang Guyub Rukun, Purworejo. The evaluation was conducted quantitatively using k6 as a load testing tool and Grafana Cloud to monitor CPU and memory usage in a local environment. Load test scenarios were designed with variations from 100 up to 250 virtual users, with an additional scenario of 350 virtual users. The metrics analyzed include throughput (Requests per Second), latency, CPU usage, and memory usage.
The results show that AdonisJS consistently outperforms Laravel in terms of performance. The average throughput of AdonisJS reaches 90.70 RPS, which is approximately 11 times higher than Laravel with 8.24 RPS. The average latency of AdonisJS is 0.89 seconds, making its response time about 19 times faster than Laravel, which records 17.25 seconds. In terms of CPU consumption, AdonisJS is more efficient with an average usage of 0.98%, which is roughly three times lower than Laravel at 2.8%. However, AdonisJS requires more memory, with an average of 254.75 MB, almost twice that of Laravel at 126.75 MB. Overall, AdonisJS is considered more optimal for handling high access loads in agricultural auction applications, especially when throughput and response time are the main priorities.
4764751088C1I022022The Effect of IFRS 15 Adoption on Earnings Management in Real Estate Development Companies Listed on IDX (2020 - 2024): The Moderating Role of Audit QualityPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan pada perusahaan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk menganalisis hubungan antara penerapan IFRS 15 yang diadopsi melalui PSAK 72 dan praktik manajemen laba. Industri real estate dipilih karena memiliki karakteristik pendapatan yang kompleks, seperti proyek jangka panjang, pengakuan pendapatan bertahap, dan variasi kontrak penjualan yang memerlukan pertimbangan signifikan dari manajemen maupun auditor. Kompleksitas ini menjadikan IFRS 15 relevan untuk dikaji, terutama pada periode awal implementasi ketika perusahaan masih beradaptasi. Penelitian ini berjudul “Pengaruh Penerapan IFRS 15 (PSAK 72) terhadap Manajemen Laba dengan Pengalaman Auditor dan Audit Report Lag sebagai Variabel Moderasi”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh penerapan IFRS 15 terhadap manajemen laba serta menilai apakah pengalaman auditor dan audit report lag dapat memoderasi hubungan tersebut. Secara teoretis, IFRS 15 bertujuan mengurangi fleksibilitas pengakuan pendapatan melalui pendekatan berbasis prinsip yang menekankan perpindahan kendali. Namun, efektivitas standar ini dapat berbeda pada setiap negara, terutama di pasar berkembang yang memiliki kondisi institusional dan tata kelola yang bervariasi.
Populasi penelitian meliputi seluruh perusahaan real estate yang menerbitkan laporan keuangan tahunan selama periode 2020 - 2024. Sampel dipilih dengan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 10 perusahaan dengan total 50 observasi. Data diperoleh dari laporan tahunan, laporan auditor independen, dan publikasi resmi BEI. Manajemen laba diukur menggunakan akrual diskresioner, sedangkan penerapan IFRS 15 diukur melalui indeks pengungkapan. Variabel pengalaman auditor dan audit report lag digunakan sebagai variabel moderasi. Analisis dilakukan menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penerapan IFRS 15 berpengaruh negatif dan tidak signifikan manajemen laba, (2) pengalaman auditor tidak memoderasi hubungan antara penerapan IFRS 15 dan manajemen laba, dan (3) audit report lag juga tidak memoderasi hubungan tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa implementasi PSAK 72 pada tahap awal belum cukup mampu menekan praktik manajemen laba di industri real estate.
Implikasi penelitian menunjukkan bahwa efektivitas IFRS 15 tidak hanya ditentukan oleh adopsi formal standar, tetapi juga oleh kesiapan institusional, pemahaman entitas terhadap konsep “transfer of control” serta kualitas tata kelola dan kompetensi auditor. Selain menjadi masukan bagi regulator dan praktisi dalam meningkatkan kualitas pelaporan keuangan, temuan ini juga penting bagi investor karena mengindikasikan bahwa tingkat pengungkapan IFRS 15 belum dapat secara andal dijadikan indikator risiko manajemen laba. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi literatur implementasi awal IFRS 15 di pasar berkembang serta membuka ruang bagi penelitian lanjutan pada periode yang lebih panjang.
This study employs a quantitative approach to examine how the implementation of IFRS 15, adopted in Indonesia through PSAK 72, relates to earnings management practices in real estate companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The real estate industry is chosen due to its complex revenue characteristics, including long-term projects, gradual revenue recognition, and diverse contractual arrangements that require substantial managerial and auditing judgment. These conditions make IFRS 15 particularly relevant to investigate, especially during its early adoption stage. Accordingly, this study is titled “The Effect of IFRS 15 (PSAK 72) Adoption on Earnings Management with Auditor Experience and Audit Report Lag as Moderating Variables”.
The purpose of this research is to assess the extent to which IFRS 15 adoption influences earnings management and to determine whether auditor experience and audit report lag moderate this relationship. Theoretically, IFRS 15 aims to reduce managerial discretion in revenue recognition by introducing a principle-based approach centered on the transfer of control. However, the effectiveness of this standard may vary across countries, particularly in emerging markets where institutional readiness and governance structures differ.
The research population consists of real estate companies that issued complete annual reports from 2020 to 2024. Using purposive sampling, ten companies were selected, yielding a total of fifty observations. Earnings management was measured using discretionary accruals, while IFRS 15 adoption was assessed through a disclosure index. Auditor experience and audit report lag served as moderating variables, and data were analyzed using Moderated Regression Analysis (MRA).
The results of the study show that (1) IFRS 15 adoption exhibits a negative direction toward earnings management but is not statistically significant, (2) auditor experience demonstrates a positive direction but does not significantly moderate the relationship between IFRS 15 adoption and earnings management, and (3) audit report lag exhibits a positive direction but does not significantly moderate the relationship between IFRS 15 adoption and earnings management. These findings indicate that the early implementation of PSAK 72 has not been sufficient to curb earnings management practices within the real estate industry.
The implications of these findings suggest that the effectiveness of IFRS 15 depends not only on the formal adoption of the standard but also on institutional readiness, the entity’s understanding of the transfer-of-control concept, and the quality of corporate governance and auditor competence. Beyond informing regulators and practitioners seeking to improve financial reporting transparency, the results are also important for investors, as IFRS 15 disclosure levels cannot yet be considered a reliable indicator of earnings management risk. This study contributes to the growing literature on IFRS 15 implementation in emerging markets and provides a foundation for future research involving longer observation periods or additional governance-related variables.
4764851036B1A021068PERTUMBUHAN DAN INDEKS MORFOANATOMI IKAN GURAMI (Osphronemus goramy) YANG DIBERI PAKAN BUATAN DENGAN BAHAN NABATI DIFERMENTASI CAIRAN RUMEN SAPI
Pemanfaatan cairan rumen sapi untuk fermentasi bahan nabati pakan ikan berpotensi meningkatkan kualitas pakan melalui peningkatan protein, penurunan serat kasar, serta perbaikan kecernaan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi secara komprehensif berbagai konsentrasi fermentasi (25–100%) terhadap pertumbuhan dan indeks morfoanatomi ikan gurami, sekaligus menentukan konsentrasi fermentasi yang paling optimum untuk fermentasi bahan nabati pakan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap. Percobaan ini menggunakan 5 perlakuan dengan ulangan sebanyak 4 kali. Perlakuan yang diujikan berupa penggunaan konsentrasi cairan rumen sapi yang terdiri dari 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100% dari berat total bahan nabati pakan. Bahan nabati yang difermentasi cairan rumen sapi dengan konsentrasi 75% menunjukkan pertumbuhan berat, SGR, RGR, dan sintasan optimum. Sedangkan pada faktor kondisi, indeks hepatosomatik (HSI), viscerasomatik (VSI), intestosomatik (ISI), dan panjang intestin (ILI) tidak menunjukkan perbedaan antar perlakuan, menandakan tidak terjadinya stres fisiologis atau gangguan metabolik pada ikan gurami selama pemeliharaan.The utilization of cattle rumen fluid for the fermentation of plant-based fish feed ingredients has the potential to enhance feed quality by increasing protein content, reducing crude fiber, and improving digestibility. This study aimed to comprehensively evaluate various fermentation concentrations (25–100%) on the growth performance and morpho-anatomical indices of giant gourami, as well as to determine the optimal fermentation concentration for plant-based feed ingredients. An experimental method was applied using a Completely Randomized Design (CRD). The experiment consisted of five treatments with four replicates each. The treatments involved the application of rumen fluid at concentrations of 0%, 25%, 50%, 75%, and 100% of the total weight of plant-based feed ingredients. Plant materials fermented with 75% rumen fluid produced the most optimal outcomes in weight gain, SGR, RGR, and survival rate. In contrast, condition factor, hepatosomatic index (HSI), viscerosomatic index (VSI), intestosomatic index (ISI), and intestinal length index (ILI) showed no significant differences among treatments, indicating the absence of physiological stress or metabolic disturbances in giant gourami throughout the rearing period.
4764951034B1A021008UJI EFEKTIVITAS ASAP CAIR DALAM MENURUNKAN INTENSITAS PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA TANAMAN KENTANGProduktivitas kentang (Solanum tuberosum) masih rendah akibat serangan Fusarium oxysporum sebagai penyebab layu fusarium, sementara penggunaan pestisida sintetis berpotensi menimbulkan residu, pencemaran lingkungan, serta gangguan organisme non-target, sehingga diperlukan alternatif pengendalian yang lebih aman seperti asap cair. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh asap cair terhadap pertumbuhan Fusarium sp., efektivitasnya dalam menekan intensitas layu fusarium pada kentang, serta menentukan kombinasi jenis dan konsentrasi asap cair yang paling optimal. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 10 perlakuan dan 3 ulangan melalui uji in vitro dan in plantae, dengan parameter utama berupa diameter koloni Fusarium sp. dan intensitas penyakit, serta parameter pendukung berupa kandungan fenol, asam total, pertumbuhan tanaman, dan kondisi lingkungan. Hasil in vitro menunjukkan bahwa respon penghambatan berbeda pada setiap jenis asap cair; asap cair sekam padi menghasilkan indeks antifungi tertinggi 68% pada konsentrasi 3%, sedangkan asap cair tempurung kelapa dan kayu jati mencapai 100% pada konsentrasi 2–3%. Pada uji in plantae, asap cair tempurung kelapa 2% merupakan perlakuan paling efektif dalam menekan pertumbuhan Fusarium sp. dan intensitas layu fusarium, sementara asap cair sekam padi 3% dan kayu jati 2% juga menunjukkan kemampuan menghambat penyakit namun dengan efektivitas lebih rendah. Secara keseluruhan, asap cair tempurung kelapa 2% berpotensi menjadi alternatif pengendalian hayati yang lebih ramah lingkungan untuk mengatasi layu fusarium pada tanaman kentang.Potato productivity remains low due to infections by Fusarium oxysporum, the causal agent of fusarium wilt. The reliance on synthetic pesticides poses risks such as harmful residues, environmental pollution, and impacts on non-target organisms. Liquid smoke offers a safer alternative, and its efficacy depends on the type and concentration used. This study aimed to evaluate the effect of liquid smoke on the growth of Fusarium sp., its effectiveness in reducing fusarium wilt in potatoes, and to identify the optimal type–concentration combination. The research was conducted using a Completely Randomized Design with 10 treatments and 3 replications through in vitro and in plantae tests. Key parameters included fungal colony diameter and disease intensity, supported by measurements of phenol and acid content, plant growth, and environmental conditions. In vitro results showed varying inhibition levels among treatments. Rice husk liquid smoke produced a maximum antifungal index of 68% at 3%, while coconut shell and teak wood liquid smoke achieved 100% inhibition at 2–3%. In plantae, 2% coconut shell liquid smoke was the most effective in suppressing Fusarium sp. and reducing disease intensity. Although 3% rice husk and 2% teak wood liquid smoke also inhibited the pathogen, their effectiveness was lower. Overall, 2% coconut shell liquid smoke is the most promising eco-friendly alternative for managing fusarium wilt in potato cultivation.
4765051038L1A021078Struktur Komunitas Makroinvertebrata di Hulu dan Tengah Sungai Logawa, Banyumas,
Jawa Tengah
Pemantauan struktur komunitas makroinvertebrata menjadi salah satu cara untuk menilai kondisi ekosistem perairan sungai secara biologis. Kajian ini dilakukan di bagian hulu dan tengah Sungai Logawa, Kabupaten Banyumas, guna menggambarkan struktur komunitas makroinvertebrata serta hubungannya dengan kualitas air. Bagian tengah Sungai Logawa diketahui telah mengalami tekanan aktivitas manusia seperti penambangan pasir, pemukiman, dan pembuangan limbah domestik, sehingga berpotensi memengaruhi karakteristik habitat dan komunitas bentik. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Juli–September 2024 di delapan stasiun menggunakan metode purposive sampling. Parameter kualitas air yang diamati meliputi suhu, pH, kecepatan arus, dan oksigen terlarut. Nilai kelimpahan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi di bagian tengah lebih tinggi daripada bagian hulu sungai. Nilai indeks kesamaan menunjukkan komunitas makroinvertebrata bagian hulu dan tengah sangat mirip. Pola distribusi lebih banyak spesies yang beraturan daripada mengelompok. Keberadaan spesies pada stasiun hulu ditandai dengan karakteristik wilayah yang memiliki oksigen terlarut dan arus yang kuat sedangkan spesies di hilir ditemukan pada bagian perairan yang memiliki pH dan suhu yang tinggi. Hasil analisis NMDS memperlihatkan terbentuknya dua wilayah yaitu hulu dan tengah dengan karakteristik yang berbeda. Analisis CCA menunjukkan bahwa komposisi makroinvertebrata dipengaruhi oleh variasi kualitas air.Monitoring the structure of macroinvertebrate communities is one way to biologically assess the condition of river aquatic ecosystems. This study was conducted in the upper and middle reaches of the Logawa River, Banyumas Regency, to describe the structure of macroinvertebrate communities and their relationship to water quality. The middle reaches of the Logawa River are known to have experienced pressure from human activities such as sand mining, settlements, and domestic waste disposal, potentially affecting the characteristics of the habitat and benthic communities. Sampling was conducted from July to September 2024 at eight stations using a purposive sampling method. Water quality parameters observed included temperature, pH, current velocity, and dissolved oxygen. Abundance, diversity index, evenness index, and dominance index values in the middle reaches were higher than in the upper reaches. The similarity index value indicated that the macroinvertebrate communities in the upper and middle reaches were very similar. The distribution pattern of more species was regular rather than clumped. The presence of species at the upstream stations was characterized by areas with high dissolved oxygen and strong currents, while species in the downstream stations were found in waters with high pH and temperature. The results of the NMDS analysis showed the formation of two regions, namely the upstream and middlestream, with different characteristics. CCA analysis showed that macroinvertebrate composition was influenced by variations in water quality
4765151037C1A019095ANALISIS PENGARUH PARIWISATA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI JAWA TENGAHPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif mengenai pertumbuhan ekonomi pada kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini mengambil judul: “Analisis Pengaruh Pariwisata Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Jawa Tengah”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh parsial dari jumlah wisatawan, investasi, dan tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah dengan menggunakan analisis regresi data panel. Hasil analisis dengan pendekatan fixed effect model mengungkapkan tiga temuan utama: (1) Jumlah wisatawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah, (2) Investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah, (3) Tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disarankan beberapa langkah kebijakan. Pertama, promosi pariwisata yang intensif diperlukan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan di seluruh kabupaten dan kota, didukung penguatan ekosistem pariwisata yang memadai. Kedua, prioritas peningkatan investasi harus diarahkan pada pengembangan modal fisik melalui pembangunan infrasruktur dasar dan penunjang, serta alokasi ke sektor-sektor produktif yang terkait erat dengan perekonomian lokal. Ketiga, perlu diciptakan perluasan kesempatan kerja melalui penciptaan iklim investasi dan usaha yang kondusif, disertai penguatan program pelatihan vokasi dan pendidikan yang selaras dengan kebutuhan industri, sehingga peningkatan tenaga kerja tidak hanya mencakup aspek kuantitas tetapi juga kualitas.

Kata kunci: Pertumbuhan Ekonomi; Pariwisata; Jumlah Wisatawan; Investasi; Tenaga Kerja
This quantitative study examines economic growth across regencies and cities in Central Java Province, entitled “Analysis of Tourism’s Impact on Economic Growth in Central Java”. This research aims to analyze the partial effect of tourist visits, investment, and labor on Central Java economic growth using panel data regression analysis. The fixed effect model analysis reveals three primary findings: (1) Tourist visits exhibit a positive and statistically significant effect on economic growth in Central Java, (2) Investment demonstrates a positive and significant impact on economic growth, and (3) Labor shows a positive and significant contribution to economic growth. Based on these findings, several policy measures are recommended. First, intensive tourism promotion in essential to increase visitor numbers across all regencies and cities, supported by adequate tourism ecosystem development. Second, investment enhancement should prioritize physical capital development through basic and supporting infrastructure development, allocated to productive sectors closely linked to the local economy. Third, job expansion should be facilitated by creating a conducive investment and business climate, complemented by strengthened vocational training programs and industry-aligned education, ensuring workforce improvement encompasses both quantitative and qualitative dimensions.

Keywords: Economic Growth; Tourism; Tourist Visits; Investment; Labor
4765251040E1B021034LEGAL PROTECTION FOR VICTIMS OF ONLINE GENDER-BASED VIOLENCE IN REALIZING GENDER JUSTICE IN BANYUMAS REGENCYKorban Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) umumnya merasakan dampak yang serius dan mengalami kerugian seperti kerugian secara psikologis, keterasingan sosial, kerugian ekonomi, terbatasnya mobilitas, dan sensor diri sehingga pantas mendapatkan perlindungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum dan penanganan kasus yang diberikan oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Banyumas kepada korban KBGO. Jenis penelitian hukum yang digunakan adalah yuridis empiris dengan metode pendekatan kualitatif. Spesifikasi penelitian adalah preskriptif analisis. Lokasi penelitian dilakukan di Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Banyumas. Metode penentuan informan dilakukan dengan purposive sampling. Informan pada penelitian ini adalah Staff UPTD PPA Kab. Banyumas, Psikolog UPTD PPA Kab. Banyumas, Advokat UPTD PPA Kab. Banyumas. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, kepustakaan, dan dokumentasi. Metode pengolahan data dilakukan dengan reduksi data, display data, dan kategorisasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa UPTD PPA Kabupaten Banyumas sudah melaksanakan perlindungan hukum pada korban KBGO sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual pada Pasal 67 ayat (1). UPTD PPA Kabupaten Banyumas sudah melaksanakan penanganan kasus KBGO sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku, namun belum optimal dengan adanya hambatan yang datang dari keluarga korban Kekerasan Berbasis Gender Online.Victims of Online Gender-Based Violence generally experience serious impacts and suffer losses such as psychological damage, social isolation, economic loss, limited mobility, and self-censorship, and therefore deserve protection. This study aims to determine the legal protection and case handling provided by the Banyumas Regency Technical Implementation Unit for Women and Children Protection (UPTD PPA) to victims of Online Gender Based Violence. The type of legal research used is empirical juridical with a qualitative approach. The research specification is prescriptive analysis. The research was conducted at the Regional TechnicalImplementation Unit for Women and Child Protection in Banyumas Regency. The method of determining informants was purposive sampling. The informants in this study were staff of the UPTD PPA of Banyumas Regency, psychologists of the UPTD PPA of Banyumas Regency, and advocates of the UPTD PPA of Banyumas Regency. The types and sources of data used were primary and secondary data. Data collection was carried out through interviews, literature, and documentation. Data processing methods included data reduction, data display, and data categorization. The results of this study indicate that the UPTD PPA of Banyumas Regency has implemented legal protection for victims of Online Gender Based Violence in accordance with Law of the Republic of Indonesia Number 12 of 2022 concerning Criminal Acts of Sexual Violence in Article 67 paragraph (1). The Banyumas Regency PPA Technical Implementation Unit has handled online gender-based violence cases in accordance with the applicable Standard Operating Procedures (SOP), but has not been able to do so optimally due to obstacles posed by the families of victims of online gender-based violence.
4765351042G1A020118HUBUNGAN TINGKAT AKTIVITAS FISIK DENGAN KONTROL GLIKEMIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2
Studi pada Peserta Jaminan Kesehatan Nasional Program Pengelolaan Penyakit Kronis di Kabupaten Banyumas
Latar belakang: Angka kejadian Diabetes Melitus (DM) di Kabupaten Banyumas merupakan salah satu yang tertinggi di Jawa Tengah. Salah satu pengendalian DM dapat dilakukan dengan meningkatkan aktivitas fisik dan mengatur pola makan. Hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan kontrol glikemik di Kabupaten Banyumas belum diketahui.
Tujuan: Menganalisis hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan kontrol glikemik pada pasien Prolanis DM di Kabupaten Banyumas.
Metode: Peenelitian ini merupakan Secondary Analysis dari penelitian survei cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 318 orang. Variabel terikat pada penelitian ini adalah kontrol glikemik yang didasarkan pada HbA1c dan variabel bebas berupa tingkat aktivitas fisik yang didasarkan pada kuisioner GPAQ. Teknik pengambilan sampel dengan metode total sampling sejumlah 318 orang. Hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan kontrol glikemik dianalisis menggunakan uji Chi-square.
Hasil: Responden dengan tingkat aktivitas fisik tinggi memiliki kontrol glikemik yang baik sebanyak 5% sedangkan 17,3% lainnya memiliki kontrol glikemik kurang baik. Responden dengan tingkat aktivitas fisik rendah hingga sedang memiliki kontrol glikemik yang baik sebanyak 22,6% sedangkan 55,1% lainnya memiliki kontrol glikemik kurang baik. Hasil uji Chi-square antara tingkat aktivitas fisik dengan kontrol glikemik didapatkan nilai p=0,529.
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik dengan kontrol glikemik pada pasien DM peserta Prolanis di Kabupaten Banyumas. Penelitian lebih lanjut perlu melakukan analisis multivariabel dengan mengikutkan variabel lain yang mungkin memengaruhi kontrol glikemik.
Background: The incidence of Diabetes Mellitus (DM) in Banyumas Regency is one of the highest in Central Java. One way to control DM can be done by increasing physical activity and adjusting diet. The relationship between physical activity levels and glycemic control in Banyumas Regency is not yet known.
Objective: Analyzing the relationship between physical activity levels and glycemic control in Prolanis DM patients in Banyumas Regency.
Methods: This research is a Secondary Analysis of cross-sectional survey research with a sample size of 318 people. The dependent variable in this study is glycemic control which is based on HbA1c and the independent variable is physical activity level which is based on the GPAQ questionnaire. The sampling technique used a total sampling method of 318 people. The relationship between physical activity level and glycemic control was analyzed using the Chi-square test.
Results: 5% of respondents with high levels of physical activity had good glycemic control, while the other 17.3% had poor glycemic control. Respondents with low to moderate levels of physical activity had good glycemic control as much as 22.6%, while the other 55.1% had poor glycemic control. The results of the Chi-square test between physical activity level and glycemic control showed a value of p=0.529.
Conclusion: There was no significant relationship between physical activity level and glycemic control in DM patients participating in Prolanis in Banyumas Regency. Further research needs to carry out multivariable analysis by including other variables that may influence glycemic control.
4765451041K1B021063KOMBINASI METODE VERNAM CIPHER DAN ZIGZAG CIPHER DALAM PROSES KRIPTOGRAFI Salah satu aspek penting dalam proses pertukaran informasi digital adalah tingkat keamanan data, sehingga diperlukan metode kriptografi yang mampu menjaga kerahasiaan data. Penelitian ini menggunakan kombinasi kriptografi metode vernam cipher dan zigzag cipher dalam proses kriptografi untuk menjaga kerahasiaan data saat bertukar informasi. Vernam cipher dipilih karena sifatnya yang secara teoritis memiliki keamanan yang tinggi, sedangkan zigzag cipher dipilih karena metode ini membandingkan kombinasi vernam cipher dan zigzag cipher untuk menghasilkan tingkat keamanan kriptografi yang lebih rumit serta membuat pemrograman sederhana untuk meningkatkan efisiensi dan mempermudah pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi metode vernam cipher dan zigzag cipher mampu meningkatkan keamanan data dibandingkan dengan hanya satu metode kriptografi vernam cipher atau zigzag cipher karena algoritma yang dihasilkan lebih kompleks serta ciphertext yang lebih acak.One of the important aspects in the digital information exchange process is the level of data security, so a cryptographic method capable of maintaining data confidentiality is needed. This study uses a combination of the vernam cipher and zigzag cipher methods in the cryptographic process to maintain data confidentiality when exchanging information. Vernam cipher was chosen because of its theoretically high security properties, while zigzag cipher was chosen because this method produces random encryption patterns. This study aims to compare the combination of vernam cipher and zigzag cipher to produce a more complex level of cryptographic security and create a simple program to increase efficiency and to make it easier for users. The results of the study show that the combination of vernam cipher and zigzag cipher methods is able to increase data security compared to only one cryptographic method such as vernam cipher or zigzag cipher cryptographic method because the resulting algorithm is more complex and the ciphertext is more random.
4765551062I1B022007Hubungan Interaksi Sosial dan Kejadian Burnout pada Mahasiswa Jurusan Keperawatan Universitas Jenderal SoedirmanLatar Belakang: Mahasiswa keperawatan rentan mengalami burnout. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kejadian burnout yaitu, interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan interaksi sosial dan kejadian burnout pada mahasiswa Jurusan Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman.
Metodologi: Desain penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Besar sampel, yaitu 151 responden dengan teknik total sampling. Instrumen dalam penelitian ini, yaitu kuesioner interaksi sosial dan Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS). Analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan persentase, serta uji Somers’D.
Hasil Penelitian: Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (92,1%), memilih jurusan sesuai minat (84,1%), dan aktif dalam organisasi/Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) (86,1%). Uji Somers’ D menghasilkan nilai r = -0,366 dengan nilai signifikansi p value < 0,001, artinya Ha diterima dan H0 ditolak. Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara interaksi sosial dan kejadian burnout pada mahasiswa keperawatan. Semakin baik interaksi sosial maka semakin ringan kejadian burnout yang dialami mahasiswa keperawatan.
Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara interaksi sosial dan kejadian burnout pada mahasiswa Jurusan Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman.

Background: Nursing students are susceptible to burnout, and one factor influencing its occurrence of burnout is social interaction. This study aims to determine the relationship between social interaction and burnout incidents among nursing students at Jenderal Soedirman University.
Methodology: This study employed a correlational design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 151 respondents selected using a total sampling technique. The instruments used were the Social Interaction Questionnaire and the Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS). Data were analysis using frequency distributions, percentages, and the Somers’D test.
Results: The majority of respondents were female (92.1%), chose their major based on interests (84.1%), and were active in organizations or Students Activity Units (86.1%). The Somers’ D test yielded an r value of -0,366 with a p value < 0.001, indicating that Ha was accepted and H0 was rejected. This shows a significant negative relationship between social interaction and burnout among nursing students. The better social interaction can reduce burnout in nursing students.
Conclusion: There is a significant relationship between social interaction and burnout among nursing students at Jenderal Soedirman University.

4765651035B1A021062AKTIVITAS PROTEASE SALURAN DIGESTI DAN RETENSI PROTEIN IKAN GURAMI (Osphronemus goramy) YANG DIBERI PAKAN FERMENTASI CAIRAN RUMEN SAPIProses pencernaan pada ikan Osphronemus goramy berperan penting dalam menentukan efisiensi pemanfaatan protein dari pakan melalui kerja enzim-enzim pencernaan terutama protease yang menjadi indikator kemampuan ikan dalam mencerna dan memanfaatkan protein, serta retensi protein yang mencerminkan efisiensi penyimpanan protein pakan dalam tubuh untuk pertumbuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perubahan aktivitas protease saluran digesti dan retensi protein ikan gurami setelah diberi pakan campuran bahan nabati terfermentasi cairan rumen sapi dengan konsentrasi berbeda dan mendapatkan konsentrasi cairan rumen sapi terbaik untuk fermentasi bahan nabati yang dapat meningkatkan aktivitas protease saluran digesti dan retensi protein ikan O. goramy. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas 5 perlakuan, yaitu 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100% konsentrasi cairan rumen fermentasi pakan, masing-masing diulang 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi 50% memberikan aktivitas protease terbaik pada usus tengah, sedangkan konsentrasi 75% terbaik pada usus depan dan belakang, serta retensi protein tubuh.The digestive process in the fish Osphronemus goramy plays a crucial role in determining the efficiency of protein utilization from feed through the action of digestive enzymes, especially proteases, which indicate the fish's ability to digest and utilize protein. Protein retention reflects the efficiency of storing feed protein in the body for growth. The objective of this study was to investigate the changes in digestive tract protease activity and protein retention of gourami fish after being fed a mixture of fermented plant-based ingredients with different concentrations of cow's rumen fluid, and to identify the optimal concentration of cow's rumen fluid for fermenting plant-based ingredients to enhance digestive tract protease activity and protein retention in O. goramy fish. This research uses an experimental method with a Completely Randomized Design consisting of 5 treatments, namely 0%, 25%, 50%, 75%, and 100% concentration of feed fermentation rumen fluid, each repeated 4 times. The research results show concentration of 50% provided the best protease activity in the midgut, while a concentration of 75% was best in the foregut and hindgut, as well as body protein retention.
4765751043G1A021014ANALISIS HUBUNGAN SELF-MANAGEMENT DIABETES MELITUS (SMDM) DENGAN KEJADIAN DISFUNGSI SEKSUAL PADA PASIEN DIABETES MELITUS (DM) TIPE 2 DI KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMASLatar belakang: Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat setiap tahun. Pada tahun 2023, tercatat 23.388 kasus DM di Kabupaten Banyumas, termasuk 699 kasus di Kecamatan Sumbang. Peningkatan kasus DM turut berdampak pada meningkatnya komplikasi, termasuk disfungsi seksual. Self-management yang baik berperan penting dalam pengendalian glukosa darah dan pencegahan komplikasi, namun saat ini belum ada upaya pengukuran dan penguatan self-management diabetes melitus (SMDM) yang dilakukan secara sistematis dalam pengelolaan pasien di Puskesmas, termasuk di Puskesmas Sumbang. Tujuan: Mengetahui hubungan antara Self-Management Diabetes Melitus (SMDM) dengan kejadian disfungsi seksual pada pasien DM tipe 2 di Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Metode: Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 55 responden dipilih dengan teknik purposive sampling. Self-management diukur menggunakan kuesioner DSMQ, adapun fungsi seksual diukur menggunakan kuesioner IIEF-15 dan FSFI. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square.
Hasil: Tingkat self-management diabetes melitus (SMDM) berada pada kategori cukup sebesar 63,6%. Kejadian disfungsi seksual ditemukan pada 16,4% responden, sedangkan 83,6% memiliki fungsi seksual normal. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara SMDM dengan kejadian disfungsi seksual (p = 0,492). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara Self-Management Diabetes Melitus dengan kejadian disfungsi seksual pada pasien DM tipe 2 di Kecamatan Sumbang.

Background: Type 2 Diabetes Mellitus (DM) is a global health problem with a steadily increasing prevalence each year. In 2023, a total of 23,388 DM cases were recorded in Banyumas Regency, including 699 cases in the Sumbang subdistrict. The rising number of DM cases contributes to a higher incidence of complications, including sexual dysfunction. Good self-management plays a crucial role in maintaining blood glucose control and preventing complications. However, systematic assessment and strengthening of diabetes self-management (SMDM) have not yet been implemented in the management of patients at public health centers, including Sumbang Health Center. Objective: To determine the relationship between Self-Management of Diabetes Mellitus (SMDM) and the occurrence of sexual dysfunction among patients with Type 2 DM in the Sumbang subdistrict, Banyumas Regency. Methods: This study employed an observational analytic design with a cross-sectional approach. A total of 55 respondents were selected through purposive sampling. Self-management was assessed using the Diabetes Self-Management Questionnaire (DSMQ), while sexual function was measured using the International Index of Erectile Function (IIEF-15) and the Female Sexual Function Index (FSFI). Data were analyzed using the Chi-Square test. Results: The level of diabetes self-management was categorized as moderate in 63.6% of respondents. Sexual dysfunction was found in 16.4% of respondents, while 83.6% had normal sexual function. There was no statistically significant relationship between diabetes self-management and the occurrence of sexual dysfunction (p = 0.492). Conclusion: There is no significant relationship between Self-Management of Diabetes Mellitus and the occurrence of sexual dysfunction in patients with Type 2 DM in the Sumbang subdistrict.

4765851044H1B021001ANALISIS PERKUATAN FRP STRING PADA BALOK BETON BERTULANG GEOPOLYMER DENGAN METODE NEAR SURFACE MOUNTED MENGGUNAKAN FINITE ELEMENTBangunan dengan struktur beton bertulang rentan terhadap kerusakan karena berbagai alasan. Oleh karena itu, perkuatan struktur dilakukan untuk mengurangi kerusakan yang mungkin terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis secara numerik pengaruh metode perkuatan terhadap balok beton bertulang bentang pendek yang diperkuat dengan beton geopolimer pada daerah tekan. Penelitian ini menggunakan 2 (dua) model balok, khususnya balok tanpa perkuatan atau balok normal (BN) dengan rata-rata kuat tekan beton yang digunakan adalah 28 MPa, serta beton geopolimer yang digunakan untuk perkuatan dengan nilai kuat tekan rata-rata 26,97 MPa. Balok-balok tersebut juga diperkuat dengan material FRP String dengan jarak 75 mm disepanjang balok. Metode pemasangan FRP String dengan metode Near Surface Mounted yang ditanam sedalam 10 mm pada alur groove yang sudah dibuat. Luasan penampang masing-masing FRP yang digunakan adalah 9,75 mm yang memiliki kuat tarik 2000 MPa. Tujuan analisis menggunakan software ATENA adalah untuk mendapatkan pemahaman tentang pola retak dan menentukan nilai beban lendutan. Nilai-nilai ini kemudian digunakan untuk menghitung kapasitas beban lentur, kekakuan, daktilitas, dan penyerapan energi. Balok perkuatan menunjukkan kapasitas beban lentur dan kekakuan yang lebih tinggi dibandingkan dengan balok normal. Sebaliknya, balok yang diperkuat menunjukkan penurunan daktilitas dan penyerapan energi dibandingkan dengan balok kontrol, hal ini disebabkan oleh penurunan nilai lendutan ultimit yang terjadi pada balok perkuatan. Pola dari grafik balok perkuatan menunjukkan balok mengalami kegagalan setelah mencapai beban maksimum, inilah yang menyebabkan nilai lendutan maksimum balok perkuatan lebih rendah dari balok normal. Buildings with reinforced concrete structures are susceptible to damage for various reasons. Therefore, structural reinforcement is carried out to reduce possible damage. The purpose of this study is to numerically analyze the effect of reinforcement methods on short-span reinforced concrete beams reinforced with geopolymer concrete in the compression zone. This study uses two beam models, namely unreinforced beams or normal beams (BN) with an average concrete compressive strength of 28 MPa, and geopolymer concrete used for reinforcement with an average compressive strength of 26.97 MPa. The beams were also reinforced with FRP String material at a distance of 75 mm along the beam. The FRP String was installed using the Near Surface Mounted method, embedded 10 mm deep in a groove that had been made. The cross-sectional area of each FRP used was 9.75 mm, with a tensile strength of 2000 MPa. The purpose of the analysis using ATENA software is to gain an understanding of the crack pattern and determine the deflection load values. These values are then used to calculate the flexural load capacity, stiffness, ductility, and energy absorption. Reinforced beams exhibit higher flexural load capacity and stiffness compared to normal beams. Conversely, reinforced beams exhibit a decrease in ductility and energy absorption compared to control beams, due to the decrease in ultimate deflection values that occur in reinforced beams. The pattern of the reinforced beam graph shows that the beam fails after reaching the maximum load, which causes the maximum deflection value of the reinforced beam to be lower than that of a normal beam.
4765951045E1A020076TINJAUAN YURIDIS PERBUATAN MELAWAN HUKUM TERHADAP JUAL BELI TANAH BEKAS LELANG (Studi Putusan Nomor 84/Pdt.G/2023/PN Pwt)
Perbuatan melawan hukum adalah tindakan yang bertentangan dengan kewajiban hukum, melanggar hak orang lain, atau bertentangan dengan kesusilaan serta kepatutan dalam masyarakat. Dalam praktiknya perbuatan melawan hukum sering terjadi saat melakukan jual beli, terutama saat melakukan jual beli tanah. Salah satu kasus mengenai perbuatan melawan hukum dalam jual beli tanah terdapat dalam Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 84/Pdt.G/2023/PN. Pwt, Dimana Suswati menjaminkan tanahnya kepada Bank Mega tetapi, gagal melunasi hutang sehingga tanah tersebut dilelang dan dimenangkan oleh PT. Central Asia Properti. Tanah kemudian dijual kepada Sukati tetapi, Suswati menolak mengosongkan tanah yang telah dibeli oleh Sukati. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dasar pertimbangan hakim dalam menetapkan adanya suatu perbuatan melawan hukum serta penolakan gugatan ganti rugi materiil. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan menggunakan metode pendekatan konseptual. Spesifikasi penelitian ini bersifat preskriptif analitis dengan sumber data berupa bahan hukum primer dan sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan. Data penelitian disajikan dalam bentuk teks naratif kemudian dianalisis secara normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa tindakan Suswati menolak pengosongan objek tanah yang sudah sah dimiliki oleh Sukati menurut hakim merupakan perbuatan melawan hukum dengan melanggar hak sujektif orang lain. Namun, hakim tidak merinci hak subjektif mana yang dilanggar oleh Suswati. Menurut penulis, Hak Subjektif yang dilanggar oleh Suswati adalah Hak Kekayaan. Hal ini karena Suswati menempati tanah dan bangunan tanpa izin dari Sukati. Selain itu, gugatan ganti rugi materiil sebesar Rp200.000.000,00 terhadap Suswati ditolak oleh hakim karena Sukati tidak dapat membuktikannya secara Yuridis. Menurut Penulis, berdasarkan Fakta yang ada Sukati memang mengalami kerugian karena tidak dapat menempati atau mendapatkan keuntungan dari tanah dan bangunan yang sudah dibelinya selama kurang lebih 11 bulan, terhitung mulai dari 19 Januari 2023 sampai 13 Desember 2023 saat surat gugatan diajukan ke Pengadilan. Akan tetapi, Sukati tidak dapat memberikan bukti secara yuridis sehingga hakim tidak mengabulkannyaAn unlawful act refers to conduct that contravenes legal obligations, infringes upon the rights of others, or violates moral norms and societal propriety. In practice, such acts frequently occur in sale and purchase transactions, particularly in land dealings. One notable case involving an unlawful act in land sale is found in the Decision of the Purwokerto District Court Number 84/Pdt.G/2023/PN.Pwt, in which Suswati pledged her land to Bank Mega but failed to repay the debt, resulting in the land being auctioned and acquired by PT. Central Asia Properti. The land was subsequently sold to Sukati; however, Suswati refused to vacate the property that had been legally purchased by Sukati. This study aims to analyze the judge’s legal reasoning in determining the existence of an unlawful act and the rejection of the claim for material compensation. The research employs a normative juridical approach using a conceptual framework. It is prescriptive-analytical in nature, relying on primary, secondary, and tertiary legal materials obtained through literature study. The data is presented in narrative form and analyzed qualitatively from a normative perspective. The findings indicate that Suswati’s refusal to vacate the land legally owned by Sukati constitutes an unlawful act, as it infringes upon another’s subjective rights. However, the judge did not specify which subjective rights were violated. According to the author, the violated subjective right is the right to property, as Suswati occupied the land and building without Sukati’s consent. Furthermore, the claim for material damages amounting to Rp200,000,000.00 was rejected by the judge due to Sukati’s inability to provide juridical evidence. Based on the facts, the author argues that Sukati did suffer losses, as she was unable to occupy or benefit from the land and building she had purchased for approximately eleven months, from January 19, 2023, until December 13, 2023, when the lawsuit was filed. Nevertheless, the lack of juridical proof led the judge to dismiss the compensation claim.
4766051046C1B022095The Effect of High-Performance Work Systems on Job Satisfaction: The Mediating Role of Psychological Capital (A Study at the Regional Office of the Directorate General of Treasury, Central Java)Penelitian ini mengkaji pengaruh High-Performance Work Systems (HPWS) terhadap kepuasan kerja (job satisfaction) dengan Psychological Capital (PsyCap) sebagai variabel mediasi pada pegawai Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) di Provinsi Jawa Tengah. HPWS mencakup praktik sumber daya manusia yang terintegrasi, seperti partisipasi, pelatihan, penilaian kinerja, sistem penghargaan, dan jaminan kerja, yang bertujuan meningkatkan kinerja organisasi melalui pemberdayaan pegawai. Namun, tidak semua pegawai melaporkan tingkat kepuasan kerja yang tinggi, sehingga diperlukan kajian mengenai peran mediasi PsyCap yang terdiri atas efikasi diri, harapan, optimisme, dan resiliensi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 58 pegawai, dengan 42 respons valid yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert lima poin dan dianalisis dengan statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, analisis regresi, serta uji Sobel untuk pengujian mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HPWS berpengaruh positif dan signifikan terhadap PsyCap dan kepuasan kerja. PsyCap juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja serta memediasi secara parsial hubungan antara HPWS dan kepuasan kerja. Temuan ini mendukung bahwa penerapan HPWS yang efektif dapat memperkuat sumber daya psikologis pegawai, yang selanjutnya meningkatkan kepuasan kerja. Penelitian ini menyoroti pentingnya integrasi sistem sumber daya manusia yang terstruktur dengan dukungan psikologis dalam membangun tenaga kerja yang lebih terlibat, puas, dan berkinerja tinggi pada institusi publik.This study examines the influence of High-Performance Work Systems (HPWS) on Job Satisfaction, with Psychological Capital (PsyCap) as a mediating variable, among employees of the Directorate General of Treasury (DJPb) in Central Java Province. HPWS includes integrated HR practices such as participation, training, performance appraisal, rewards, and job security, aimed at enhancing organizational performance through employee empowerment. However, not all employees report high job satisfaction, prompting the need to explore the mediating role of PsyCap, comprising self-efficacy, hope, optimism, and resilience. A quantitative approach was employed using a survey of 58 staff, with 42 valid responses selected through simple random sampling. Data were collected via a five-point Likert scale questionnaire and analyzed using descriptive statistics, validity and reliability tests, regression, and Sobel test for mediation. Results show that HPWS positively and significantly affects both PsyCap and Job Satisfaction. PsyCap also significantly enhances Job Satisfaction and partially mediates the HPWS–Job Satisfaction relationship. These findings support the idea that effective HPWS implementation strengthens employee psychological resources, which in turn boosts satisfaction. The study highlights the importance of integrating structured HR systems with psychological support to build a more engaged, satisfied, and high-performing workforce in public institutions.