Artikelilmiahs
Menampilkan 47.661-47.680 dari 48.726 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 47661 | 51048 | G1A020091 | HUBUNGAN ANTARA ASUPAN MAKANAN DENGAN KONTROL GLIKEMIK PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 PESERTA JKN DI KABUPATEN BANYUMAS | Latar belakang: Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan kontrol glikemik yang baik untuk mencegah komplikasi. Salah satu faktor pengendalian status glikemik pada pasien DMT2 adalah asupan makanan. Dengan memahami hubungan antara asupan makanan dan kontrol glikemik dapat meningkatkan pengelolaan penyakit pada pasien DMT2, khususnya di fasilitas kesehatan primer di Kabupaten Banyumas. Tujuan: Menganalisis hubungan antara asupan makanan dan kontrol glikemik pada pasien DMT2 peserta JKN di Kabupaten Banyumas. Metode: Penelitian menggunakan desain kohort retrospektif dengan analisis data sekunder dari dataset penelitian sebelumnya. Sampel terdiri dari 358 pasien DMT2, dengan variabel utama adalah asupan makanan dan kontrol glikemik yang diukur berdasarkan kadar HbA1c. Analisis bivariat dan multivariat digunakan untuk menguji hubungan antara variabel. Hasil: Sebagian besar pasien (72,6%) memiliki kontrol glikemik yang tidak terkontrol dan memiliki asupan makanan kurang (63,4%). Asupan makanan berlebih (>100% AKE) berhubungan signifikan dengan kontrol glikemik yang buruk (p=0,027). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa asupan kalori berlebih meningkatkan peluang kontrol glikemik yang buruk (aOR=2,56; p=0,024). Kesimpulan: Asupan makanan berlebih berhubungan signifikan dengan buruknya kontrol glikemik pada pasien DMT2 peserta JKN di Kabupaten Banyumas. Modifikasi asupan makanan dan pengelolaan kalori yang tepat penting untuk mencapai kontrol glikemik yang lebih baik. | Background: Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a chronic disease that requires proper glycemic control management to prevent complications. One of the factors controlling the glycemic status in T2DM patients is food intake. Knowledge about the relationship between food intake and glycemic control can improve disease management in T2DM patients, especially in primary health facilities in Banyumas Regency. Objective: To analyze the relationship between dietary intake and glycemic control in T2DM patients enrolled in the National Health Insurance (JKN) program in Banyumas Regency. Methods: This research used a retrospective cohort design with secondary data analysis from a previous study. The sample consisted of 358 T2DM patients, with the primary variables being dietary intake and glycemic control measured by HbA1c levels. Bivariate and multivariate analyses were performed to examine the relationship between variables. Results: The majority of patients (72.6%) had uncontrolled glycemic control and inadequate food intake (63.4%). Excessive dietary intake (>100% AKE) was significantly associated with poor glycemic control (p=0.027). Multivariate analysis showed that excessive calorie intake increased the likelihood of uncontrolled glycemic levels (aOR=2.56; p=0.024). Conclusion: Excessive dietary intake is significantly associated with poor glycemic control in T2DM patients enrolled in JKN in Banyumas Regency. Dietary modification and proper calorie management are essential to achieving better glycemic control. | |
| 47662 | 51047 | B1A021028 | Struktur dan Komposisi Vegetasi Tumbuhan Bawah pada Berbagai Umur Tegakan Pinus (Pinus merkusii) di Kesatuan Pemangkuan Hutan Pekalongan Timur | Pertumbuhan dan perkembangan vegetasi tumbuhan bawah sangat dipengaruhi oleh tegakan yang ada di atasnya, baik jenis pohon penyusun tegakan maupun umur tegakannya. Oleh karena itu pada jenis dan umur tegakan yang berbeda diduga akan menghasilkan struktur dan komposisi vegetasi tumbuhan bawah yang berbeda pula. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh umur tegakan pinus (Pinus merkusii) terhadap struktur dan komposisi vegetasi tumbuhan bawah di KPH Pekalongan Timur. Penelitian ini dilakukan di hutan pinus dengan tiga kelompok umur yang berbeda yaitu umur 10 tahun, 15 tahun, dan 20 tahun. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dengan teknik pengambilan sampel menggunakan kuadrat yang dibuat di setiap kelompok umur tegakan pinus. Parameter yang dihitung terdiri atas jumlah spesies dan jumlah individu setiap spesies tumbuhan bawah pada berbagai umur tegakan pinus, kerapatan tegakan, tinggi tegakan, luas basal area tegakan, luas tutupan kanopi tegakan, suhu udara, intensitas cahaya, kelembaban, dan pH tanah. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan indeks diversitas (H’), indeks kemerataan jenis (E), indeks nilai penting (INP), indeks kesamaan komunitas (IS), dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumbuhan bawah pada tegakan pinus umur 10 sampai 20 tahun di KPH Pekalongan Timur terdapat 32 spesies yang termasuk ke dalam 23 familia. Indeks keanekaragaman tumbuhan bawah cenderung menurun dengan semakin tuanya umur tegakan pinus. Nilai penting tertinggi tumbuhan bawah pada tegakan pinus umur 10 tahun, 15 tahun, dan 20 tahun, masing-masing adalah Olfersia cervina (32,265%), Miconia crenata (42,254%), dan Oplismenus compositus (26,595%). Berdasarkan indeks kesamaan komunitasnya tumbuhan bawah pada ketiga kelompok umur tersebut sangat berbeda dengan nilai indeks lebih kecil dari 58,82%. Hasil analisis korelasi Pearson menunjukkan bahwa jumlah spesies tumbuhan bawah tidak berkorelasi signifikan dengan struktur tegakan pinus dan faktor lingkungan, sedangkan jumlah individu spesies tumbuhan bawah memiliki hubungan yang signifikan dengan struktur tegakan pinus dan faktor lingkungannya. | The growth and development of understory vegetation is greatly influenced by the canopy above it, both in terms of the types of trees that make up the canopy and the age of the canopy. Therefore, different types and ages of canopy are expected to produce different structures and compositions of understory vegetation. The purpose of this study was to analyze the effect of the age of pine (Pinus merkusii) stands on the structure and composition of understory vegetation in the East Pekalongan Forest Management Unit. This study was conducted in a pine forest with three different age groups, namely 10 years, 15 years, and 20 years. This study was conducted using a survey method with sampling techniques using squares made in each pine stand age group. The parameters calculated consisted of the number of species and the number of individuals of each understory plant species at various pine stand ages, stand density, stand height, stand basal area, stand canopy cover, air temperature, light intensity, humidity, and soil pH. The data obtained were analyzed using the diversity index (H'), species evenness index (E), importance value index (IVI), community similarity index (IS), and Pearson correlation. The results showed that there were 32 species belonging to 23 families of understory plants in 10- to 20-year-old pine stands in the East Pekalongan Forest Management Unit. The diversity index of understory plants tended to decrease with increasing age of pine stands. The highest importance values for understory plants in 10-year-old, 15-year-old, and 20-year-old pine stands were Olfersia cervina (32.265%), Miconia crenata (42.254%), and Oplismenus compositus (26.595%), respectively. Based on the community similarity index, the understory plants in the three age groups were very different, with index values of less than 58.82%. Pearson's correlation analysis showed that the number of understory plant species was not significantly correlated with pine stand structure and environmental factors, while the number of understory plant individuals was significantly related to pine stand structure and environmental factors. | |
| 47663 | 51049 | F1A021038 | Representasi Ketidaksetaraan dan Ketidakadilan Gender dalam Serial Netflix Anne With An E Season 1-3 (2017-2020) | Penelitian ini bertujuan mengkaji bentuk-bentuk ketidaksetaraan dan ketidakadilan terhadap perempuan yang direpresentasikan dalam serial Netflix Anne With An E Season 1-3 (2017-2020). Selain itu, juga dikaji respons tokoh-tokoh perempuan sebagai korban dalam menanggapi ketimpangan gender yang mereka alami. Data diambil dari sembilan adegan yang terdiri atas dua adegan dari season 1, tiga adegan dari season 2, dan empat adegan dari season 3. Masing-masing adegan yang dipilih mencerminkan bentuk-bentuk ketidakadilan gender yang berbeda. Penelitian ini tidak hanya berfokus pada Anne Shirley-Cuthbert sebagai tokoh utama, tetapi juga tokoh-tokoh perempuan lain seperti Marilla Cuthbert, Diana Barry, Priscilla Andrews, Josie Pye, dan Rachel Lynde. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan teknik analisis semiotika Roland Barthes untuk menemukan makna denotasi, konotasi, dan mitos. Proses pemaknaan atas tanda dilakukan dengan representasi dari Stuart Hall melalui proses pemaknaan bahasa (dialog) dan visual yang ditampilkan setiap adegan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaksetaraan dan ketidakadilan terhadap perempuan direpresentasikan secara kompleks dan eksplisit dalam serial Anne With An E Season 1-3 (2017-2020) baik melalui visual maupun dialog antartokoh. Berdasarkan analisis dari setiap adegan yang telah dipilih, ketimpangan gender yang direpresentasikan mencakup ranah pekerjaan, karier, politik, keluarga, pendidikan, ekspektasi sosial, pelecehan, dan kekerasan, baik kekerasan seksual maupun kekerasan fisik terhadap perempuan. Jika diklasifikasikan, para tokoh perempuan mengalami berbagai bentuk ketimpangan gender yang meliputi marginalisasi, subordinasi, stereotip, beban ganda, kekerasan, dan pelecehan. Adanya ketimpangan gender tersebut adalah akibat dari sistem patriarki yang mengekang kebebasan perempuan. Selain merepresentasikan bentuk-bentuk ketidaksetaraan dan ketidakadilan gender, serial ini juga menyelipkan pesan-pesan feminisme yang dapat dikaitkan dengan gerakan feminisme liberal. Hal tersebut tercermin dari sikap para tokoh dalam menyuarakan resistensi dengan cara seperti mengembangkan kesadaran kritis dan kolektif untuk menentang norma gender tradisional, memperjuangkan hak, dan menyuarakan kebebasan bagi perempuan dalam menentukan identitas dan pilihan hidup. Pada akhirnya, keberanian perempuan menentang dan menolak sistem patriarki memberikan perubahan terhadap perspektif dan pola pikir masyarakat atas norma gender tradisional yang merugikan para perempuan. | This research aims to examine the forms of inequality and injustice against women represented in the Netflix series Anne With An E Seasons 1-3 (2017-2020). Furthermore, it also examines the responses of female characters as victims in responding to the gender inequality they experience. Data were taken from nine scenes consisting of two scenes from season 1, three scenes from season 2, and four scenes from season 3. Each selected scene reflects different forms of gender inequality. This study not only focuses on Anne Shirley-Cuthbert as the main character, but also other female characters such as Marilla Cuthbert, Diana Barry, Priscilla Andrews, Josie Pye, and Rachel Lynde. This study uses qualitative methods and Roland Barthes' semiotic analysis techniques to find the meaning of denotation, connotation, and myth. The process of interpreting the sign is carried out with Stuart Hall's representation through the process of interpreting language (dialogue) and visuals displayed in each scene. The results of the research show that women's inequality and injustice are represented in a complex and explicit manner in the Anne With An E Seasons 1-3 (2017-2020) series, both through visuals and dialogue between characters. Based on the analysis of each selected scene, the gender inequality represented includes the realms of work, career, politics, family, education, social expectations, harassment, and violence, both sexual violence and physical violence against women. If classified, the female characters experience various forms of gender inequality including marginalization, subordination, stereotypes, double burdens, violence, and harassment. The existence of this gender inequality is a result of a patriarchal system that restricts women's freedom. Apart from representing forms of gender inequality and injustice, this series also includes feminist messages that can be linked to the liberal feminism movement. This is reflected in the attitudes of the figures in voicing resistance in ways such as developing critical and collective awareness to challenge traditional gender norms, fighting for rights, and voicing freedom for women in determining their identity and life choices. In the end, women's courage to oppose and reject the patriarchal system provides a change in society's perspective and mindset regarding traditional gender norms that are detrimental to women. | |
| 47664 | 51050 | C1H021023 | PERCEIVED SCARCITY AND IMPULSE BUYING BEHAVIOR: TESTING THE MEDIATING ROLE OF FOMO AND MODERATING ROLE OF HEDONIC SHOPPING VALUE | Penelitian ini mengkaji pengaruh persepsi kelangkaan terhadap pembelian impulsif dengan FOMO sebagai variabel mediasi dan nilai belanja hedonik sebagai variabel moderasi. Objek penelitian ini adalah merek fashion Rucas, yang dikenal dengan sistem peluncuran terbatasnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan ketidakkonsistenan hubungan antara persepsi kelangkaan dan pembelian impulsif dari temuan sebelumnya dengan memasukkan faktor psikologis dan emosional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik sampling purposif pada konsumen yang telah membeli produk Rucas. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada konsumen Rucas di Indonesia yang telah melakukan setidaknya satu pembelian produk Rucas. Sebanyak 200 tanggapan dianalisis menggunakan pendekatan SEM dengan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kelangkaan memiliki efek yang signifikan namun negatif terhadap pembelian impulsif. Namun, persepsi kelangkaan memiliki efek positif terhadap FOMO, FOMO secara positif mempengaruhi pembelian impulsif, dan FOMO secara signifikan memediasi efek persepsi kelangkaan terhadap pembelian impulsif. Selain itu, nilai belanja hedonis ditemukan dapat melemahkan efek negatif persepsi kelangkaan terhadap pembelian impulsif, sehingga memperkuat hubungan antara kedua variabel tersebut. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa merek seperti Rucas sebaiknya mengoptimalkan keterlibatan emosional konsumen. Strategi seperti menciptakan narasi produk yang imersif dan menonjolkan koleksi terbatas dengan daya tarik estetika dapat memperkuat nilai emosional dan mendorong pembelian impulsif yang positif. Untuk penelitian lebih lanjut, disarankan untuk memperluas objek penelitian ke produk lain dan mempertimbangkan variabel tambahan untuk memperkaya model penelitian. | This study examines the effect of perceived scarcity on impulse buying with FOMO as a mediating variable and hedonic shopping value as a moderating variable. The object of this research is the fashion brand Rucas, known for its limited drop system. The purpose of this study is to explain the inconsistency of the relationship between perceived scarcity and impulse buying from previous findings by including psychological and emotional factors. This study uses a quantitative approach with purposive sampling techniques on consumers who have purchased Rucas products. Data were collected using a questionnaire distributed to Rucas consumers in Indonesia who had made at least one purchase of Rucas products. A total of 200 responses were analyzed using the SEM approach with the SmartPLS software. The results show that perceived scarcity has a significant but negative effect on impulse buying. However, perceived scarcity has a positive effect on FOMO, FOMO positively affects impulse buying, and FOMO significantly mediates the effect of perceived scarcity on impulse buying. In addition, hedonic shopping value was found to weaken the negative effect of perceived scarcity on impulse buying, thereby strengthening the relationship between the two variables. The implication of this research is that brands like Rucas should optimize consumer emotional engagement. Strategies such as creating immersive product storytelling and highlighting limited collections with aesthetic appeal can strengthen emotional value and encourage positive impulse purchases. For further research, it’s recommended to expand the research object to other products and consider additional variables to enrich the research model. | |
| 47665 | 51001 | K1C021039 | ANALISIS LUAS AREA KANKER NASOFARING PADA CITRA CT SCAN BERBASIS DETEKSI TEPI CANNY | Kanker nasofaring merupakan salah satu jenis kanker kepala dan leher yang sering terdiagnosis pada stadium lanjut karena letaknya tersembunyi, sehingga sulit dideteksi secara dini. Identifikasi area tumor pada citra CT umumnya masih dilakukan manual oleh radiolog, yang rentan terhadap subjektivitas dan variasi antar pengamat. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan algoritma deteksi tepi Canny dengan bantuan rentang nilai Hounsfield Unit (HU) untuk mengidentifikasi batas tumor, serta menghitung luas area kanker nasofaring secara otomatis pada citra CT. Data penelitian berupa sepuluh sampel citra CT pasien kanker nasofaring dari RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto, dengan Region of Interest (ROI) yang telah ditentukan radiolog. Proses analisis dilakukan melalui seleksi nilai HU untuk mempertegas kontras jaringan, kemudian dilanjutkan dengan deteksi tepi Canny pada ROI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini mampu mengekstraksi kontur tumor secara presisi dan memberikan estimasi kuantitatif luas area tumor dalam satuan milimeter persegi. Variasi luas area yang diperoleh menunjukkan perbedaan ukuran antar pasien yang secara klinis sering berkaitan dengan stadium lanjut. Meskipun belum divalidasi secara klinis, pendekatan ini dapat menjadi alternatif sederhana, efisien, dan konsisten untuk analisis kuantitatif kanker nasofaring, serta berpotensi mendukung tenaga medis dalam proses evaluasi dan pemantauan perkembangan penyakit. | Nasopharyngeal carcinoma is one of the head and neck cancers that is often diagnosed at an advanced stage due to its hidden location, making early detection difficult. Tumor delineation on CT images is generally performed manually by radiologists, which is prone to subjectivity and interobserver variability. This study aims to apply the Canny edge detection algorithm assisted by Hounsfield Unit (HU) ranges to identify tumor boundaries and automatically calculate the tumor area of nasopharyngeal cancer in CT images. The dataset consisted of ten CT scan samples of nasopharyngeal carcinoma patients from RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto, with Regions of Interest (ROI) defined by radiologists. The analysis involved HU-based intensity selection to enhance tissue contrast, followed by Canny edge detection within the ROI. The results show that this method successfully extracted tumor contours with precision and provided quantitative estimates of tumor area in square millimeters. The variations in tumor area among patients indicate differences in tumor size that are often clinically associated with advanced stages. Although clinical validation has not been performed, this approach offers a simple, efficient, and consistent alternative for quantitative analysis of nasopharyngeal carcinoma, and has the potential to assist medical professionals in tumor evaluation and disease monitoring. | |
| 47666 | 51052 | C1G021036 | ANALYSIS OF FACTORS AFFECTING INDONESIA'S CRUDE PALM OIL (CPO) EXPORT VOLUME TO CHINA IN 1993-2023 | Indonesia merupakan produsen dan eksportir utama Crude Palm Oil (CPO) di dunia, dengan Tiongkok sebagai salah satu tujuan ekspor utamanya. Namun, volume ekspor CPO Indonesia ke Tiongkok selama periode 1993–2023 mengalami fluktuasi akibat berbagai faktor ekonomi global dan domestik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga CPO internasional, produksi CPO domestik, Produk Domestik Bruto (PDB) Tiongkok, serta harga minyak bunga matahari sebagai barang substitusi terhadap volume ekspor CPO Indonesia ke Tiongkok. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode regresi linier berganda (OLS) pada data runtut waktu periode 1993–2023 yang bersumber dari BPS, World Bank, Direktorat Jenderal Perkebunan, dan FRED. Analisis dilakukan melalui pengujian asumsi klasik serta uji signifikansi untuk menilai pengaruh parsial maupun simultan dari variabel-variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi CPO domestik dan PDB Tiongkok berpengaruh positif dan signifikan terhadap volume ekspor CPO Indonesia, yang mengindikasikan bahwa peningkatan kapasitas produksi serta pertumbuhan ekonomi Tiongkok mendorong peningkatan ekspor. Sementara itu, harga CPO internasional tidak berpengaruh signifikan, dan harga minyak bunga matahari memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap ekspor. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas dan efisiensi produksi di industri kelapa sawit, serta penguatan hubungan perdagangan dengan Tiongkok. Selain itu, diversifikasi pasar dan pemantauan pergerakan harga minyak nabati substitusi secara cermat diperlukan untuk memitigasi ketidakpastian pasar global | Indonesia is the world’s leading producer and exporter of Crude Palm Oil (CPO), with China as one of its key export destinations. However, Indonesia’s CPO export volume to China during 1993–2023 has fluctuated due to various global and domestic economic factors. Therefore, this study aims to examine the effects of international CPO prices, domestic CPO production, China’s GDP, and sunflower oil prices as substitute goods on Indonesia’s CPO export volume to China. A quantitative approach is applied using multiple linear regression (OLS) on time-series data from 1993–2023, sourced from BPS, the World Bank, the Directorate General of Plantations, and FRED. The analysis includes classical assumption testing and significance testing to assess both partial and simultaneous impacts of the variables. The findings reveal that domestic CPO production and China’s GDP have a positive and significant influence on Indonesia’s CPO export volume, indicating that increased production capacity and China’s economic growth support higher exports. Meanwhile, international CPO prices are found to be insignificant, and sunflower oil prices show a positive but insignificant effect on exports. These results highlight the need to enhance production capacity and efficiency in the palm oil industry, while strengthening trade relations with China. Additionally, market diversification and close monitoring of substitute vegetable oil price movements are crucial to mitigate global market uncertainties. | |
| 47667 | 51053 | H1D021037 | Optimasi Proses Pendaftaran Event pada Chatbot Whatsapp dengan Named Entity Recognition dan Validasi Entitas Berbasis Koreksi Pengguna | Proses pendaftaran event di CNN Indonesia, masih bersifat sekali pakai, yaitu aplikasi harus dibuat ulang untuk setiap event baru. Kondisi ini menimbulkan inefisiensi serta meningkatkan risiko ketidakkonsistenan data. Penelitian ini mengembangkan sistem pendaftaran event berbasis chatbot WhatsApp yang dioptimalkan dengan Named Entity Recognition (NER) dan mekanisme validasi entitas berbasis koreksi pengguna. Sistem dibangun menggunakan Laravel sebagai aplikasi utama dan FastAPI sebagai layanan mikro yang menjalankan model NER spaCy. Dataset pendaftaran dikumpulkan melalui kuisioner dan ditingkatkan kualitasnya menggunakan teknik augmentasi Synonym Replacement dan Back-Translation. Model NER digunakan untuk mengekstraksi entitas penting seperti nama, lokasi, dan email, sementara proses validasi memungkinkan pengguna memperbaiki kesalahan input secara langsung dalam percakapan sehingga data yang tersimpan tetap akurat. Selain itu, dashboard admin dikembangkan untuk mendukung pengelolaan event dan pendaftar secara terpusat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa integrasi NER dan koreksi entitas mampu meningkatkan ketepatan data serta efisiensi alur pendaftaran, menjadikan sistem lebih fleksibel dan dapat digunakan untuk berbagai jenis event tanpa perlu membangun aplikasi baru. | The event registration process at CNN Indonesia is still single-use, requiring a new application to be built for every event. This approach creates inefficiencies and increases the risk of data inconsistency. This study develops a WhatsApp-based event registration system enhanced with Named Entity Recognition (NER) and an entity-validation mechanism supported by user correction. The system is built using Laravel as the main application and FastAPI as a microservice responsible for executing the spaCy NER model. The registration dataset was collected through questionnaires and improved using data augmentation techniques, namely Synonym Replacement and BackTranslation. The NER model extracts key entities such as names, locations, and email addresses, while the validation mechanism allows users to correct input errors directly within the conversation, ensuring accurate stored data. Additionally, an admin dashboard was developed to support centralized event and participant management. The evaluation results show that the integration of NER and entity correction improves data accuracy and streamlines the registration workflow, making the system more flexible and suitable for various types of events without the need to build new applications. | |
| 47668 | 51056 | K1A021072 | Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Nano Facial Wash Berbasis Metil Ester Sulfonat dari Minyak Biji Ketapang dengan Penambahan Ekstrak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) | Penerapan prinsip green chemistry dalam formulasi kosmetik mendorong penggunaan surfaktan berbasis bahan terbarukan yang lebih aman bagi lingkungan. Metil ester sulfonat (MES) dari minyak biji ketapang merupakan kandidat surfaktan nabati yang biodegradable dan sesuai untuk produk pembersih wajah. Untuk meningkatkan fungsi biologis pada kulit, ekstrak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) ditambahkan sebagai sumber antioksidan alami kaya antosianin. Penelitian ini mengembangkan sepuluh variasi facial wash dengan kombinasi konsentrasi MES 3%, 5%, dan 7% serta ekstrak rosella 0%, 2%, 4%, dan 6%. Seluruh formula dievaluasi berdasarkan parameter organoleptik, pH, stabilitas busa, dan homogenitas. Formula terbaik ditentukan menggunakan metode Indeks Efektivitas De Garmo, kemudian diformulasikan ulang menjadi nano facial wash melalui proses sonikasi. Karakterisasi ukuran partikel dilakukan dengan Particle Size Analyzer, sementara aktivitas antioksidan dianalisis menggunakan metode DPPH berdasarkan nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula FA3 yang mengandung 7% MES dan 2% ekstrak rosella merupakan formulasi terbaik, dengan pH 5,5 dan stabilitas busa 92,59%. Setelah sonikasi, ukuran partikel menurun menjadi 98,3 nm dengan Polydispersity Index 0,244. Aktivitas antioksidan meningkat pada sediaan nano dengan nilai IC50 84,14 ppm, lebih baik dibandingkan sediaan non nano yang menunjukkan nilai IC50 95,11 ppm. Kedua formulasi termasuk kategori antioksidan kuat, namun bentuk nano menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi. | The application of green chemistry principles in cosmetic formulation encourages the use of renewable, environmentally benign surfactants. Methyl ester sulfonate (MES) derived from ketapang seed oil is a biodegradable plant-based surfactant suitable for facial cleanser products. To enhance the biological benefits on the skin, rosella (Hibiscus sabdariffa L.) extract was incorporated as a natural antioxidant rich in anthocyanins. This study developed ten facial wash formulations with combinations of MES at 3%, 5%, and 7% and roselle extract at 0%, 2%, 4%, and 6%. All formulations were evaluated based on organoleptic properties, pH, foam stability, and homogeneity. The best formula was identified using the De Garmo Effectiveness Index method and subsequently reformulated into a nano facial wash through sonication. Particle size characterization was performed using a Particle Size Analyzer, and antioxidant activity was assessed using the DPPH method based on IC50 values. The results showed that formula FA3 containing 7% MES and 2% roselle extract exhibited the best characteristics, with a pH of 5.5 and foam stability of 92.59%. Sonication reduced the particle size to 98.3 nm with a Polydispersity Index of 0.244. Antioxidant activity increased in the nano formulation, with an IC50 value of 84.14 ppm compared to the non-nano formulation, which had an IC50 value of 95.11 ppm. Both formulations were classified as strong antioxidants, although the nano form demonstrated higher effectiveness. | |
| 47669 | 51054 | L1B021037 | Inventarisasi Ektoparasit Pada Benih Ikan Bawal Air Tawar (Colossoma Macropomum) Yang Dibudidayakan Di Tiga Kecamatan Di Kabupaten Banjarnegara | Ikan Bawal air tawar (Colossoma macropomum) merupakan komoditas siginifikan dalam budidaya perairan tawar. Indikator mutu ikan yang optimal adalah bebas penyakit. Ektoparasit merupakan parasit yang menyerang tubuh ikan bagian luar. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis, prevalensi dan intensitas ektoparasit ikan Bawal air tawar (Colossoma macropomum) pada 3 Kecamatan di Banjarnegara yaitu Rakit, Wanadadi dan Purwanegara. Pengambilan sampel ikan Bawal air tawar ini menggunakan metode purpossive sampling. Sampel yang digunakan adalah benih ikan bawal di 3 kecamatan masing-masing sebanyak 10 ekor. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk prevalensi dan kualitas air sedangkan intensitas dianalisis secara statistik. Hasil pengamatan menemukan 3 jenis ektoparasit yaitu Trichodina sp., Dactylogyrus sp., dan Chilodonella sp. Ektoparasit yang menginfeksi benih ikan bawal pada setiap kecamatan yaitu Kecamatan Rakit terdapat Trichodina sp. dengan prevalensi 100% dan intensitas 346,8 ind/ekor dan Dactylogyrus sp. dengan prevalensi 10% dan intensitas 1 ind/ekor. Kecamatan Wanadadi ditemukan Trichodina sp dengan prevalensi 40% dan intensitas 2,25 ind/ekor dan Dactylogyrus sp. dengan prevalensi 100% dan intensitas 49 ind/ekor. Kecamatan Purwanegara ditemukan Trichodina sp. dengan prevalensi 60% dan intensitas 5,33 ind/ekor, Dactylogyrus sp. dengan prevalensi 90% dan intensitas 5,88 ind/ekor, dan Chilodonella sp. dengan prevalensi 90% dan intensitas 2,55 ind/ekor. | Pacu (Colossoma macropomum) is a key species in freshwater aquaculture, with disease-free status indicating optimal quality. This study investigates the type, prevalence, and intensity of ectoparasites infecting pacu fry in three Banjarnegara sub-districts: Rakit, Wanadadi, and Purwanegara. Using purpossive sampling, 10 fry were collected from each site. Prevalence and water quality were analyzed descriptively, while intensity was assessed statistically. Three ectoparasite species were identified: Trichodina sp., Dactylogyrus sp., and Chilodonella sp. In Rakit, Trichodina sp. showed 100% prevalence with 346.8 individuals/head, and Dactylogyrus sp. 10% with 1 individual/head. In Wanadadi, Trichodina sp. had 40% prevalence (2.25 individuals/head), and Dactylogyrus sp. 100% (49 individuals/head). In Purwanegara, Trichodina sp. appeared in 60% of samples (5.33 individuals/head), Dactylogyrus sp. in 90% (5.88 individuals/head), and Chilodonella sp. in 90% (2.55 individuals/head). | |
| 47670 | 51055 | A1D021028 | MOLECULAR GENOTYPING BERBASIS PCR PADA BEBERAPA GENOTIPE PADI DENGAN BERBAGAI KANDUNGAN ANTOSIANIN | Padi berpigmen masuk ke dalam pangan fungsional karena memiliki kandungan antosianin. Program pemuliaan padi berpigmen telah dilakukan melalui tahapan seleksi tetua yang dilakukan dengan memilih varietas padi yang memiliki kandungan pigmen tinggi, peningkatan keragaman genetik yang bertujuan untuk memperoleh kombinasi sifat unggul, seleksi genotipe potensial, evaluasi karakter unggul, hingga pelepasan varietas baru yang memiliki keunggulan. Tujuan penelitian yang dilakukan yaitu untuk mendapatkan dan mengembangkan marka molekuler serta metode PCR yang dapat mendeteksi dan memfasilitasi seleksi gen terkait sifat antosianin pada tanaman padi sebagai dasar pengembangan pemuliaan tanaman yang efisien. Penelitian dilaksanakan di Experimental Farm Fakultas Pertanian Unsoed, Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi Fakultas Pertanian Unsoed, Laboratorium Riset Unsoed, dan Laboratorium Bioteknologi Peternakan Integrated Academic Building (IAB) Unsoed. Sampel yang digunakan terdiri dari 8 genotipe padi, yaitu Basmati, Logawa, Inpari 31, Cilosari, Inpari 24, Jeliteng, BMA (lokal Bumiayu), KBN (lokal Kebumen). Delapan genotipe padi tersebut diuji untuk mengetahui karakter genetik antosianinnya menggunakan teknik PCR dengan primer RC12, RM336, RM3400, dan RM252. | Pigmented rice is included in functional foods because it contains anthocyanins. The pigmented rice breeding program has been carried out through stages of parent selection carried out by selecting rice varieties with high pigment content, increasing genetic diversity aimed at obtaining a combination of superior traits, selecting potential genotypes, evaluating superior characters, and releasing new varieties that have advantages. The purpose of the research was to obtain and develop molecular markers and PCR methods that can detect and facilitate the selection of genes related to anthocyanin traits in rice plants as a basis for developing efficient plant breeding. The research was conducted at the Experimental Farm of the Faculty of Agriculture, Unsoed, the Plant Breeding and Biotechnology Laboratory of the Faculty of Agriculture, Unsoed, the Unsoed Research Laboratory, and the Integrated Academic Building (IAB) Animal Biotechnology Laboratory. The samples used consisted of 8 rice genotypes, namely Basmati, Logawa, Inpari 31, Cilosari, Inpari 24, Jeliteng, BMA (local Bumiayu), KBN (local Kebumen). The eight rice genotypes were tested to determine their anthocyanin genetic characteristics using PCR techniques with primers RC12, RM336, RM3400, and RM252. | |
| 47671 | 51057 | C1H022045 | GROWTH STRATEGY: RECOGNITION THROUGH FIRST PLACE WINNER AT THE EMERGING MARKET CASE COMPETITION, MICHIGAN STATE UNIVERSITY MARKETING ASSOCIATION, UNITED STATES, 2024 | Penelitian ini mengkaji permasalahan strategis terkait pertumbuhan yang dihadapi oleh Cory Austrian Pastries, sebuah usaha pastry gourmet milik keluarga yang beroperasi di Chile. Perusahaan ini menjalankan dua kegiatan usaha utama, yaitu gerai ritel dengan merek Cory Austrian Pastries serta produksi dan penjualan grosir melalui Gloriet. Saat ini, Cory menghadapi persaingan yang semakin ketat, ketidakseimbangan kapasitas produksi, serta tantangan untuk melakukan ekspansi tanpa mengorbankan kekuatan utamanya, yaitu kualitas produk yang tinggi. Dengan menggunakan metode studi kasus kualitatif yang didukung oleh analisis strategis dan finansial, penelitian ini mengevaluasi beberapa alternatif strategi pertumbuhan, antara lain ekspansi internal, pemanfaatan pendanaan berbasis utang, dan sistem waralaba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspansi merupakan langkah penting untuk meningkatkan efisiensi dan menjaga daya saing dalam jangka panjang. Namun demikian, pertumbuhan yang terlalu cepat atau agresif berpotensi menimbulkan risiko terhadap pengendalian kualitas serta stabilitas keuangan. Oleh karena itu, strategi ekspansi yang dilakukan secara bertahap dan terkelola dengan baik, sambil mempertahankan struktur dua lini usaha yang ada, dinilai sebagai pilihan paling tepat untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan pada perusahaan keluarga yang berorientasi pada kualitas. | This study explores the growth-related strategic issues faced by Cory Austrian Pastries, a family-owned gourmet pastry business operating in Chile. The company runs two main business activities: retail stores under the Cory Austrian Pastries brand and wholesale production through Gloriet. Cory is currently dealing with stronger competition, uneven production capacity, and the challenge of expanding the business without reducing its main strength which is high product quality. Using a qualitative case study method supported by strategic and financial analysis, this study assesses several growth options, such as internal expansion, the use of debt financing, and franchising. The results show that expansion is important for improving efficiency and maintaining competitiveness in the long run; however, rapid or aggressive growth could create risks related to quality control and financial stability. Therefore, a gradual and well-managed expansion that preserves the company’s current dual-business structure is identified as the most suitable strategy for sustainable long-term growth in a family-owned, quality-focused business. | |
| 47672 | 51058 | C1B022121 | ANALYSIS OF THE EFFECT OF THE IMPLEMENTATION OF STANDARD OPERATING PROCEDURES AND WORK ENVIRONMENTAL CONDITIONS ON EMPLOYEES' WORK EFFECTIVENESS IN THE REGIONAL OFFICE OF THE DIRECTORATE GENERAL OF TREASURY OF CENTRAL JAVA PROVINCE IN SEMARANG | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan kondisi lingkungan kerja terhadap efektivitas kerja pegawai di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah. Efektivitas kerja diukur dengan tiga indikator, yaitu kualitas kerja, kuantitas kerja, dan ketepatan waktu. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan pengumpulan data melalui kuesioner terstruktur yang didistribusikan kepada 42 pegawai. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh masing-masing variabel independen terhadap dimensi efektivitas kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SOP berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas, kuantitas, dan ketepatan waktu kerja pegawai. Demikian pula, lingkungan kerja baik fisik maupun nonfisik juga berpengaruh positif signifikan terhadap ketiga indikator efektivitas tersebut. Temuan ini menekankan pentingnya pedoman prosedural yang jelas dan lingkungan kerja yang mendukung dalam meningkatkan kinerja organisasi. Penelitian ini memberikan wawasan praktis bagi lembaga pemerintah untuk memperkuat sistem kerja berbasis SOP serta mengoptimalkan kondisi lingkungan kerja guna meningkatkan produktivitas pegawai dan kualitas layanan. | This study aims to analyze the influence of the implementation of Standard Operating Procedures (SOPs) and work environment conditions on employee work effectiveness at the Regional Office of the Directorate General of Treasury, Central Java Province. Work effectiveness is measured by three indicators: work quality, quantity, and Punctuality. A quantitative approach was applied with data collection using a structured questionnaire distributed to 42 employees. The data were analyzed using multiple linear regression to test the effect of each independent variable on the dimensions of work effectiveness. The results show that the implementation of SOPs has a positive and significant effect on the quality, quantity, and Punctuality of employee work. Likewise, the work environment both physical and non-physical also has a significant positive effect on all three indicators of effectiveness. These findings emphasize the importance of clear procedural guidelines and a supportive work environment in improving organizational performance. This study provides practical insights for government institutions to reinforce SOP-based work systems and optimize workplace conditions in order to enhance employee productivity and service quality. | |
| 47673 | 51059 | C1A022048 | PENGARUH KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) TERHADAP KEMISKINAN DENGAN KESEMPATAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2018-2023 | Kredit Usaha Rakyat (KUR) mengurangi tingkat kemiskinan melalui perluasan kesempatan kerjaMeskipun Jawa Tengah menjadi daerah dengan penyaluran KUR tertinggi, namun persentase kemiskinannya masih diatas persentase kemiskinan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari KUR dan variabel kontrol terhadap kesempatan kerja, dampak kesempatan kerja terhadap kemiskinan, dan pengaruh mediasi kesempatan kerja terhadap hubungan KUR dan kemiskinan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diolah melalui Eviews 12 dengan teknik analisis regresi data panel, analisis jalur, dan uji sobel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa KUR berpengaruh negatif terhadap tingkat kemiskinan. KUR, PDRB, dan jumlah UMK berpengaruh positif terhadap kesempatan kerja. Upah minimum berpengaruh negatif terhadap kesempatan kerja. Jumlah penduduk tidak berpengaruh pada kesempatan kerja. Kemudian, kesempatan kerja berpengaruh negatif terhadap tingkat kemiskinan dan mampu memediasi variabel KUR terhadap tingkat kemiskinan pada 35 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah tahun 2018-2023. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah bahwa diperlukan perluasan akses KUR oleh pemerintah sebagai upaya strategis dalam mengurangi kemiskinan. KUR yang secara tidak langsung melalui kesempatan kerja dapat mempengaruhi tingkat kemiskinan, oleh karena itu penyaluran KUR sebaiknya difokuskan pada sektor-sektor usaha padat karya. Selain itu, perlunya pelatihan dan pendampingan terhadap penerima KUR untuk memastikan keberlanjutan usaha dan dampak ekonominya. | Although Central Java records the highest distribution of People’s Business Credit (Kredit Usaha Rakyat/KUR) in Indonesia, its poverty rate remains above the national average. This study examines the effects of KUR and selected control variables on employment, the impact of employment on poverty, and the mediating role of employment in the relationship between KUR and poverty. Using a quantitative approach with secondary data from 35 regencies and municipalities in Central Java Province during the period 2018–2023, the analysis employs panel data regression, path analysis, and the Sobel test using EViews 12. The results indicate that KUR has a significant negative effect on poverty levels. Moreover, KUR, Gross Regional Domestic Product (GRDP), and the number of micro and small enterprises (MSEs) positively and significantly affect employment, while the minimum wage has a significant negative effect; population size shows no significant effect on employment. Employment is found to negatively affect poverty and to significantly mediate the relationship between KUR and poverty. These findings suggest that expanding access to KUR can serve as an effective strategy for poverty reduction, particularly when credit allocation is directed toward labor-intensive sectors and supported by training and business assistance to ensure sustainability and maximize economic impact. | |
| 47674 | 51061 | H1D021078 | ANALISIS PERBANDINGAN STABILITAS KONEKSI VIRTUAL PRIVATE NETWORK (VPN) POINT-TO-POINT TUNNELING PROTOCOL (PPTP) DAN SECURE SOCKET TUNNELING PROTOCOL (SSTP) BERBASIS MIKROTIK | Kebutuhan akan koneksi jaringan yang stabil dan andal menjadi aspek krusial dalam operasional modern karena berbagai layanan digital berperan penting dalam mendukung kelancaran transaksi dan pertukaran data. Untuk menghubungkan jaringan yang terpisah melalui internet, diperlukan solusi yang mampu menjamin performa serta keamanan data. Teknologi Virtual Private Network (VPN) menjadi solusi umum untuk permasalahan ini dengan membentuk terowongan komunikasi privat di dalam jaringan publik. Mikrotik, sebagai perangkat router yang banyak digunakan, menyediakan beragam protokol VPN, termasuk Point-to-Point Tunneling Protocol (PPTP) dan Secure Socket Tunneling Protocol (SSTP). Penelitian ini menganalisis perbandingan stabilitas koneksi Virtual Private Network (VPN) menggunakan protokol Point-to-Point Tunneling Protocol (PPTP) dan Secure Socket Tunneling Protocol (SSTP) berbasis Mikrotik. Evaluasi kinerja dilakukan melalui simulasi jaringan dengan mengukur parameter Quality of Service (QoS) standar TIPHON, yaitu throughput, packet loss, delay, dan jitter. Hasil pengujian menunjukkan bahwa PPTP lebih unggul dengan throughput mencapai 11 Mbps dibandingkan SSTP yang hanya 6,3 Mbps, serta memiliki delay dan jitter yang lebih rendah. Meskipun kedua protokol mencatatkan packet loss 0%, penelitian ini menyimpulkan bahwa PPTP lebih optimal untuk kebutuhan jaringan yang mengutamakan kecepatan dan stabilitas karena beban enkripsi yang lebih ringan dibandingkan SSTP. | The need for a stable and reliable network connection has become crucial in modern operations, as various digital services play an essential role in ensuring smooth transactions and data exchange. To connect separated networks via the internet, a solution capable of maintaining both performance and data security is required. Virtual Private Network (VPN) technology serves as a common solution to this issue by creating a private communication tunnel within a public network. Mikrotik, widely used as a network router, provides various VPN protocols, including Point-to-Point Tunneling Protocol (PPTP) and Secure Socket Tunneling Protocol (SSTP). This study analyzes the comparison of connection stability in Virtual Private Network (VPN) implementations using the PPTP and SSTP protocols on Mikrotik. Performance evaluation is carried out through network simulations by measuring Quality of Service (QoS) parameters based on TIPHON standards, namely throughput, packet loss, delay, and jitter. The results show that PPTP performs better, achieving a throughput of 11 Mbps compared to SSTP’s 6.3 Mbps, and demonstrating lower delay and jitter values. Although both protocols recorded 0% packet loss, the study concludes that PPTP is more optimal for network environments that require speed and stability, primarily due to its lighter encryption overhead compared to SSTP. | |
| 47675 | 51060 | C1A021037 | Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Volume Ekspor Teh Indonesia ke Malaysia | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fluktuasi volume ekspor teh Indonesia ke Malaysia selama periode 2004–2023, meskipun Indonesia merupakan salah satu negara penghasil teh utama di dunia. Ketidakstabilan ekspor ini diduga dipengaruhi oleh faktor harga, kurs, produksi, dan konsumsi teh dalam negeri. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana faktor-faktor tersebut mempengaruhi volume ekspor teh Indonsia ke Malaysia dan menganalisis variabel mana yang paling dominan. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari tahun 2004–2023 yang diperoleh dari BPS, Bank Indonesia, FAO, dan ITC Trade Map. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan model log-linear yang diolah menggunakan aplikasi EViews 10. Pemilihan model log-linear bertujuan untuk memperoleh hubungan elastisitas dan memperbaiki sifat distribusi data. Model telah diuji dengan uji asumsi klasik dan dinyatakan memenuhi syarat asusmsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga ekspor teh berpengaruh negatif signifikan terhadap volume ekspor, kurs Rupiah berpengaruh positif signifikan, produksi teh dalam negeri berpengaruh positif signifikan, dan konsumsi teh domestik berpengaruh negatif signifikan. Secara simultan, seluruh variabel independen berpengaruh signifikan dengan nilai R² sebesar 0,95, yang berarti 95% variasi ekspor dapat dijelaskan oleh model. Berdasarkan hasil tersebut, implikasi penelitian menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga agar produk teh Indonesia tetap kompetitif di pasar Malaysia, menjaga kestabilan nilai tukar Rupiah, meningkatkan produksi melalui pengembangan perkebunan dan efisiensi pengolahan, dan mengelola konsumsi domestik agar tidak mengurangi stok ekspor. Upaya peningkatan ekspor dapat dilakukan dengan memperbesar kapasitas produksi, mengendalikan biaya agar harga tetap bersaing, dan menjaga ketersediaan stok ekspor yang memadai. Dengan demikian, strategi peningkatan ekspor teh Indonesia ke Malaysia harus difokuskan pada stabilitas harga, peningkatan produksi, dan pengaturan konsumsi dalam negeri. | This study is motivated by the fluctuation in Indonesia’s tea export volume to Malaysia during the period 2004–2023, despite Indonesia being one of the world’s major tea producers. These fluctuations are assumed to be influenced by several economic factors such as export price, exchange rate, domestic tea production, and domestic tea consumption. Therefore, this research aims to analyze the influence of these factors on Indonesia’s tea export volume to Malaysia and simultaneous effects of each variable as well as to identify the most dominant factor. This study utilizes annual secondary data from 2004–2023 obtained from BPS, Bank Indonesia, FAO, and ITC Trade Map. The analytical method employed is multiple linear regression with a log-linear model processed using EViews 10. The log-linear model was chosen to capture elasticity relationships and improve data distribution. The model has been tested through classical assumption tests. The results indicate that tea export price has a significant negative effect on export volume, the exchange rate has a significant positive effect on export volume, domestic tea production has a significant positive effect, and domestic tea consumption has a significant negative effect. Simultaneously, all independent variables significantly influence export volume, with an R² value of 0.95, implying that 95% of the variation in export volume is explained by the model. Based on these findings, the implications suggest the importance of maintaining stable export prices to ensure competitiveness in the Malaysian market, increasing production through plantation development and processing efficiency, and managing domestic consumption to maintain adequate export supply. Efforts to enhance Indonesia’s tea exports should focus on expanding production capacity, controlling costs to maintain competitive prices, and ensuring sufficient stock availability for export. Strategies to improve Indonesia’s tea export performance to Malaysia must prioritize price stability, increased production, and balanced domestic consumption. Keywords: Tea Exports, Multiple Linear Regression, Log-Linear Model, Fluctuation, Export Commodity. | |
| 47676 | 51070 | K1A021064 | Sintesis Senyawa C-4--Metilfenilkaliks[4]resorsinarena dan Penerapannya sebagai Adsorben Zat Warna Metilen Biru | Kaliks[4]resorsinarena adalah senyawa makrosiklik yang berpotensi sebagai adsorben karena memiliki struktur unik berbentuk rongga yang dapat bertindak sebagai inang bagi molekul lain. Tujuan penelitian ini adalah mensintesis C-4- metilfenilkaliks[4]resorsinarena (CMFKR) serta menguji kemampuannya untuk proses adsorpsi zat warna metilen biru. Metode pada penelitian ini meliputi, sintesis dan karakterisasi senyawa CMFKR serta uji kemampuan adsorpsi dengan metilen biru meliputi pengukuran pH optimum, waktu kontak optimum, kinetika adsorpsi, kapasitas adsorpsi maksimum, isoterm adsorpsi, dan desorpsi. Sintesis CMFKR menghasilkan padatan berwarna oranye dengan rendemen 80%. Strukturnya berhasil diidentifikasi melalui karakterisasi FTIR yang menunjukkan serapan khas jembatan metin (-CH-) pada bilangan gelombang 1427 cm-1 dan karakterisasi ¹HNMR yang mengonfirmasi sinyal proton jembatan metin pada pergeseran kimia 5,56 ppm. Uji adsorpsi metilen biru menunjukkan kondisi optimal pada pH 9 dan waktu kontak 125 menit. Kinetika adsorpsi mengikuti model pseudo orde kedua dengan koefisien determinasi R2 sebesar 0,99968 yang mengindikasikan proses penyerapan kimiawi. Isoterm adsorpsi lebih sesuai dengan model Langmuir dengan nilai R2 0,99206 yang menggambarkan proses terjadi secara monolayer pada permukaan homogen. Kapasitas adsorpsi maksimum yang dicapai CMFKR adalah 23,111 mg/g. Adsorben ini juga menunjukkan efisiensi pakai ulang yang baik sebesar 87,27% pada siklus ketiga dan membuktikan potensinya sebagai adsorben yang efektif dan dapat diregenerasi. | Calix[4]resorcinarenes are macrocyclic compounds with potential as adsorbents due to their unique cup-like cavity structure capable of acting as a host for other molecules. This study aimed to synthesize C-4- methylphenylcalix[4]resorcinarene (CMFKR) and test its ability for methylene blue dye adsorption. The methods in this study included the synthesis and characterization of the CMFKR compound, as well as adsorption capability tests with methylene blue involving measurements of optimum pH, optimum contact time, adsorption kinetics, maximum adsorption capacity, adsorption isotherms, and desorption. The synthesis of CMFKR yielded an orange solid with an 80% yield. Its structure was successfully identified through FTIR characterization showing a characteristic methine bridge (-CH-) absorption at wavenumber 1427 cm⁻¹, and ¹HNMR characterization confirming the methine proton signal at a chemical shift of 5.56 ppm. Methylene blue adsorption tests showed optimal conditions at pH 9 and a contact time of 125 minutes. The adsorption kinetics followed a pseudo-secondorder model with a coefficient of determination R 2 of 0.99968, indicating a chemical adsorption process. The adsorption isotherm best fit the Langmuir model with an R 2 value of 0.99206, describing a monolayer process on a homogeneous surface. The maximum adsorption capacity achieved by CMFKR was 23.111 mg/g. This adsorbent also showed good reusability efficiency of 87.27% in the third cycle, proving its potential as an effective and regenerable adsorbent. | |
| 47677 | 51067 | I1C022035 | Studi In Silico Potensi Gastroprotektif Senyawa Aktif Jinten Hitam (Nigella sativa L.) Terhadap HRH2 | Latar Belakang: Tanaman herbal Indonesia khususnya jinten hitam (Nigella sativa L.) dapat dimanfaatkan sebagai terapi strategi pengatasan ulkus peptik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mekanisme molekuler senyawa dari jinten hitam yang berpotensi sebagai gastroprotektif secara in silico. Metodologi: Penelitian in silico menggunakan sampel uji berupa senyawa dari tanaman jinten hitam yang lolos seleksi ADMET (Absorpsi, Distribusi, Metabolisme, Ekskresi, dan Toksisitas)5. Selanjutnya dilakukan analisis molecular docking dan molecular dynamic dengan reseptor HRH2 dan kemudian dibandingkan dengan famotidin sebagai kontrol positif. Hasil Penelitian: Senyawa davanone pada jinten hitam memiliki nilai energi ikatan sebesar -6,7 kkal/mol dibandingkan dengan kontrol positif famotidin (-6,5 kkal/mol) pada uji molecular docking. Selanjutnya hasil pada molecular dynamics menunjukkan hasil yang sejalan dengan molecular docking berupa nilai RMSD 2,471 Å dan RMSF pada residu kunci dibawah 2,5 Å. Kesimpulan: Berdasarkan hasil skrining profil ADMET, molecular docking dan molecular dynamics, senyawa davanone dari jinten hitam (N. sativa L.) merupakan senyawa yang lebih berpotensi sebagai gastroprotektif terhadap reseptor HRH2 jika dibandingkan dengan kontrol positif famotidin Kata kunci: jinten hitam, ulkus peptik, gastroprotektif, HRH2 | Background: Indonesian herbal plants, particularly black cumin (Nigella sativa L.), can be utilized as a therapeutic strategy for managing peptic ulcers. This study aims to investigate the molecular mechanisms of compounds from black cumin that have the potential as gastroprotective agents through an in silico approach. Methods: The in silico study was conducted using test samples in the form of compounds from black cumin (Nigella sativa) that passed the ADMET (Absorption, Distribution, Metabolism, Excretion, and Toxicity) screening. These compounds were then subjected to molecular docking and molecular dynamics analyses with the HRH2 receptor protein and subsequently compared with famotidine as a positive control. Results: The compound davanone in black cumin exhibited a binding energy value of –6,7 kcal/mol compared to the positive control famotidine (–6,5 kcal/mol) in the molecular docking test. Furthermore, the results of the molecular dynamics simulation were consistent with the docking analysis, showing RMSD values 2,471 Å and RMSF in active sites with values below 2,5 Å. Conclusions: Based on the results of the ADMET profile screening, molecular docking, and molecular dynamics analyses, the compound davanone from black cumin (N. sativa L.) shows greater potential as a gastroprotective agent targeting the HRH2 receptor compared to the positive control, famotidine. Keywords: black cumin, ulkus peptik, gastroprotektif, HRH2 | |
| 47678 | 51066 | B1A021033 | Analisis Karakteristik Radula Pada Keong Darat Genus Hemiplecta (Gastropoda: Ariophantidae) Di Indonesia Koleksi Museum Zoologicum Bogoriense | Keong darat adalah gastropoda terestrial yang memiliki cangkang tunggal dengan struktur tubuh lembut dan memiliki kulit yang tipis. Karakteristik morfologi cangkang dan radula dapat digunakan sebagai penanda taksonomi. Habitat memengaruhi karakteristik radula keong, karena perbedaan jenis pakan pada keong darat menyebabkan variasi bentuk radulanya. Oleh karena, itu radula seringkali digunakan untuk membedakan genus dan spesies. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara rinci karakteristik radula dari Genus Hemiplecta yang terdapat di Indonesia dan mengetahui hubungan kekerabatan antar spesies dalam Genus Hemiplecta. Genus Hemiplecta merupakan bagian dari Famili Ariophantidae yang mencakup keong darat berukuran besar. Pada umumnya habitat mereka berada di batang kayu yang tumbang dan serasah daun sebagai tempat berlindung. Penelitian dilakukan dengan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menganalisis dan mendeskripsikan karakteristik dari radula. Ekstraksi radula dilakukan melalui tahapan pembedahan dan pembersihan. Karakteristik yang diamati berupa bentuk gigi, pola susunan, ukuran, dan jumlah gigi menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM). Preparasi dilakukan sebanyak tiga kali pengulangan untuk mendapatkan perbedaan dari setiap radula. Data yang diperoleh dibandingkan dengan literatur untuk memastikan keakuratan identifikasi taksonomi. Data morfologi radula dianalisis menggunakan metode klaster (cluster analysis) untuk melihat hubungan kekerabatan antar spesies dalam Genus Hemiplecta. Sebanyak 11 spesimen dari 9 lokasi ditelaah dalam penelitian ini. Hasil analisis menunjukkan adanya variasi bentuk dan susunan gigi radula antar spesies yang mencerminkan tingkat kekerabatan yang beragam. Hemiplecta humphreysiana (2) dan (6) dan yang berkerabat paling jauh adalah Hemiplecta simalurensis. | Land snails are terrestrial gastropods with a single shell, a soft body structure, and a thin skin. Gastropods that live on land are called terrestrial gastropods or land snails, and they exhibit high diversity. The morphological characteristics of the shell and radula can be used as taxonomic markers. Habitat determines the characteristics of the snail radula, as the radula can be a distinguishing feature among land snails due to differences in the types of food they eat. Therefore, the radula is often used to distinguish genera and species. This study aims to examine in detail the characteristics of the radula of the Genus Hemiplecta found in Indonesia and to determine the phylogenetic relationships among species within the Genus. The Genus Hemiplecta is part of the Ariophantidae Family, which includes large land snails. They generally live in fallen logs and leaf litter for shelter. The study was conducted using qualitative and quantitative descriptive analysis. Data collection involved analyzing and describing the characteristics of the radula. The radula was extracted through dissection and cleaning. Radula characteristics, including tooth shape, arrangement pattern, size, and number, were observed in detail using a Scanning Electron Microscope (SEM). Preparations were repeated three times to identify differences in each radula. The obtained data were compared with the literature to ensure accurate taxonomic identification. Furthermore, radula morphology data were analyzed using cluster analysis to examine the phylogenetic relationships between species within the Genus Hemiplecta. This study examined 11 specimens from nine locations. The analysis revealed variations in radula tooth shape and arrangement between species, reflecting varying degrees of phylogenetic relationship. Several species, such as Hemiplecta humphreysiana (2) and (4) exhibited highly similar radula, while Hemiplecta simalurensis exhibited the greatest differences. | |
| 47679 | 51063 | I1B022083 | Hubungan Durasi dan Posisi Tubuh saat Penggunaan Smartphone dengan Keluhan Muskuloskeletal pada Siswa SMP | Latar Belakang: Peningkatan penggunaan smartphone di kalangan remaja menimbulkan kekhawatiran terhadap munculnya keluhan muskuloskeletal yang disebabkan oleh penggunaan dalam durasi yang lama serta postur tubuh yang tidak tepat. Siswa sekolah menengah pertama (SMP) menjadi kelompok yang sangat rentan karena intensitas penggunaan smartphone yang tinggi untuk keperluan komunikasi, hiburan, dan pembelajaran. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi penggunaan smartphone dan posisi tubuh dengan keluhan muskuloskeletal pada siswa SMP. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Sampel dipilih menggunakan Teknik proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan screen time untuk mengetahui durasi penggunaan per hari, Nordic Body Map (NBM) untuk menilai keluhan muskuloskeletal, serta Rapid Entire Body Assessment (REBA) untuk observasi posisi tubuh. Analisis data dilakukan menggunakan uji Somers’ D. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan smartphone dengan keluhan muskuloskeletal (p < 0,001; r = 0,432), posisi duduk dengan keluhan muskuloskeletal (p = 0,026; r = 0,512), serta posisi berbaring dengan keluhan muskuloskeletal (p = 0,004; r = 0,617). Semakin lama durasi penggunaan smartphone dan semakin tidak ergonomis posisi tubuh, maka semakin tinggi risiko terjadinya keluhan muskuloskeletal. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan smartphone dan posisi tubuh dengan keluhan muskuloskeletal pada siswa SMP. | ||
| 47680 | 51064 | F1D021052 | RESISTENSI PEREMPUAN TERHADAP DOMINASI KEKUASAAN PATRIARKI DALAM NOVEL “PUTRI CINA” | Artikel ini bertujuan untuk menganalisis representasi dominasi kekuasaan patriarki dan resistensi perempuan dalam novel "Putri Cina" karya Sindhunata. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutika Gadamerian dalam paradigma konstruktivisme. Analisis dilakukan melalui dialog antara horizon teks dan horizon pembaca untuk menafsirkan masalah gender yang direpresentasikan dalam novel. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dominasi patriarki termanifestasi melalui subordinasi perempuan, marjinalisasi, kontrol atas tubuh dan otonomi perempuan, serta kekerasan berbasis gender yang dilegitimasi oleh otoritas laki-laki. Di sisi lain, novel ini juga menghadirkan resistensi perempuan baik secara simbolik maupun terbuka, melalui penolakan, negosiasi, dan tekanan politik terhadap kekuasaan patriarkal. Dengan demikian, Putri Cina tidak hanya mereproduksi ideologi patriarki, tetapi juga berfungsi sebagai medium kritik dan perlawanan terhadapnya. | This article aims to analyze the representation of patriarchal power domination and female resistance in Sindhunata's novel Putri Cina. The study uses a qualitative method with a Gadamerian hermeneutic approach in a constructivist paradigm. The analysis is conducted through a dialogue between the text horizon and the reader horizon to interpret the gender problem that represented in the novel. The findings show that patriarchal domination is manifested through the subordination of women, marginalization, control over women's bodies and autonomy, and gender-based violence legitimized by male authority. On the other hand, the novel also presents women's resistance, both symbolically and openly, through rejection, negotiation, and political pressure against patriarchal power. Thus, Putri Cina not only reproduces patriarchal ideology but also functions as a medium of criticism and resistance against it. |