| NIM | B1A021008 |
| Namamhs | SALSABILLA SHAKIRA |
| Judul Artikel | UJI EFEKTIVITAS ASAP CAIR DALAM MENURUNKAN INTENSITAS PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA TANAMAN KENTANG |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Produktivitas kentang (Solanum tuberosum) masih rendah akibat serangan Fusarium oxysporum sebagai penyebab layu fusarium, sementara penggunaan pestisida sintetis berpotensi menimbulkan residu, pencemaran lingkungan, serta gangguan organisme non-target, sehingga diperlukan alternatif pengendalian yang lebih aman seperti asap cair. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh asap cair terhadap pertumbuhan Fusarium sp., efektivitasnya dalam menekan intensitas layu fusarium pada kentang, serta menentukan kombinasi jenis dan konsentrasi asap cair yang paling optimal. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 10 perlakuan dan 3 ulangan melalui uji in vitro dan in plantae, dengan parameter utama berupa diameter koloni Fusarium sp. dan intensitas penyakit, serta parameter pendukung berupa kandungan fenol, asam total, pertumbuhan tanaman, dan kondisi lingkungan. Hasil in vitro menunjukkan bahwa respon penghambatan berbeda pada setiap jenis asap cair; asap cair sekam padi menghasilkan indeks antifungi tertinggi 68% pada konsentrasi 3%, sedangkan asap cair tempurung kelapa dan kayu jati mencapai 100% pada konsentrasi 2–3%. Pada uji in plantae, asap cair tempurung kelapa 2% merupakan perlakuan paling efektif dalam menekan pertumbuhan Fusarium sp. dan intensitas layu fusarium, sementara asap cair sekam padi 3% dan kayu jati 2% juga menunjukkan kemampuan menghambat penyakit namun dengan efektivitas lebih rendah. Secara keseluruhan, asap cair tempurung kelapa 2% berpotensi menjadi alternatif pengendalian hayati yang lebih ramah lingkungan untuk mengatasi layu fusarium pada tanaman kentang. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Potato productivity remains low due to infections by Fusarium oxysporum, the causal agent of fusarium wilt. The reliance on synthetic pesticides poses risks such as harmful residues, environmental pollution, and impacts on non-target organisms. Liquid smoke offers a safer alternative, and its efficacy depends on the type and concentration used. This study aimed to evaluate the effect of liquid smoke on the growth of Fusarium sp., its effectiveness in reducing fusarium wilt in potatoes, and to identify the optimal type–concentration combination. The research was conducted using a Completely Randomized Design with 10 treatments and 3 replications through in vitro and in plantae tests. Key parameters included fungal colony diameter and disease intensity, supported by measurements of phenol and acid content, plant growth, and environmental conditions. In vitro results showed varying inhibition levels among treatments. Rice husk liquid smoke produced a maximum antifungal index of 68% at 3%, while coconut shell and teak wood liquid smoke achieved 100% inhibition at 2–3%. In plantae, 2% coconut shell liquid smoke was the most effective in suppressing Fusarium sp. and reducing disease intensity. Although 3% rice husk and 2% teak wood liquid smoke also inhibited the pathogen, their effectiveness was lower. Overall, 2% coconut shell liquid smoke is the most promising eco-friendly alternative for managing fusarium wilt in potato cultivation. |
| Kata kunci | asap cair, Fusarium sp. layu fusarium, kentang |
| Pembimbing 1 | Drs. Aris Mumpuni, M.Phil |
| Pembimbing 2 | Galang Anahatta Hidayat, S.Si., M.Si. |
| Pembimbing 3 | - |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 14 |
| Tgl. Entri | 2025-12-08 08:53:33.511974 |
|---|