Artikelilmiahs

Menampilkan 47.561-47.580 dari 48.726 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4756150957J1A021043“Images of Dystopia in The Docudrama Film "2073” by Asif Kapadia"
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana representasi distopia digambarkan dalam film 2073 karya Asif Kapadia. Sebagai sebuah docudrama, film ini menggabungkan realisme dokumenter dengan narasi fiksi untuk menggambarkan masa depan suram yang didominasi oleh ketakutan, kehancuran lingkungan, dan kendali teknologi. Teori karakteristik distopia karya Gregory Claeys digunakan sebagai kerangka teoretis untuk menjelaskan bagaimana unsur-unsur distopia tercermin dalam 2073. Analisis ini berfokus pada aspek audio dan visual, menggunakan pendekatan mise-en-scène untuk mengeksplorasi bagaimana pencahayaan, setting, kostum, dan properti berfungsi dalam membangun atmosfer distopia dan memperkuat pesan sosial dan politik film. Temuan menunjukkan bahwa 2073 mewakili lima karakteristik utama distopia yang diuraikan oleh Claeys. Pertama, ancaman kehancuran eksistensial. Kedua, degradasi ekologi. Ketiga, dominasi teknologi. Keempat, kemunduran budaya dan moral. Terakhir, pengawasan ekstrem yang dibenarkan karena ‘perang melawan teror’. Penggunaan rekaman arsip asli memperkuat hubungan antara dunia distopia 2073 dan kondisi global saat ini, menekankan bahwa distopia bukan sekadar masa depan yang dibayangkan, melainkan refleksi terhadap ancaman yang sudah ada dalam masyarakat saat ini.

This study aims to analyze how dystopian representation is portrayed in Asif Kapadia’s film 2073. As a docudrama, the film combines documentary realism with fictional storytelling to depict a bleak vision of the future dominated by fear, environmental collapse, and technological control. Gregory Claeys’s theory of dystopian characteristics is employed as the theoretical framework to explain how dystopian elements are reflected in 2073. The analysis focuses on both audio and visual aspects, using a mise-en-scène approach to examine how lighting, setting, costume, and props function in constructing a dystopian atmosphere and reinforcing the film’s social and political messages. The findings reveal that 2073 represents the five main characteristics of dystopia as outlined by Claeys. First, the threat of existential destruction. Second, ecological degradation. Third, technological domination. Fourth, cultural and moral decline. Lastly, extreme surveillance justified because of ‘war on terror’. The use of real archival footage strengthens the connection between the dystopian world of 2073 and current global conditions, emphasizing that dystopia is not merely an imagined future but a critical reflection of the threats already present in today society.
4756250959H1C021035GEOLOGI DAN STUDI PROVENANCE PADA BATUPASIR FORMASI WATURANDA DAERAH CANGKRING DAN SEKITARNYA KECAMATAN SADANG KABUPATEN KEBUMEN PROVINSI JAWA TENGAHPenelitian ini membahas geologi dan studi provenance pada Batupasir Formasi Waturanda di daerah Cangkring dan sekitarnya, Kecamatan Sadang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kondisi geologi daerah penelitian serta menentukan asal-usul (provenance) sedimen penyusun Formasi Waturanda. Metode yang digunakan meliputi pemetaan geologi, analisis petrografi, analisis geokimia XRF, analisis granulometri, dan analisis mikropaleontologi. Hasil pemetaan geologi menunjukkan bahwa morfologi daerah penelitian tersusun atas Satuan Punggungan Sinklin Karangasem, Satuan Perbukitan Zona Sesar Cangkring, serta Satuan Perbukitan Melange Sadang. Struktur geologi dikontrol oleh sesar mendatar sinistral berarah Barat Daya–Timur Laut. Stratigrafi daerah penelitian tersusun dari Satuan Sekis Mika, Satuan Batulempung, Satuan Breksi, hingga Satuan Batupasir yang merepresentasikan bagian dari Formasi Waturanda. Analisis petrografi menunjukkan batupasir berkomposisi kuarsa 2–31%, feldspar hingga 31%, dan fragmen litik 26–96%. Plot pada diagram Qt–F–L dan Qm–F–Lt mengindikasikan provenansi Recycled Orogenic, yang berkaitan erat dengan lingkungan subduction-complex, olistostrome, atau mélange. Hasil analisis XRF mendukung interpretasi tersebut, memperlihatkan ciri magmatic arc provenance pada lingkungan continental island arc hingga active continental margin, dengan suplai signifikan dari batuan vulkanik menengah–mafik serta material karbonat. Analisis granulometri menunjukkan karakter poorly sorted, fine skewed, dan mesokurtic, mencerminkan sedimentasi pada lingkungan energi fluktuatif seperti sistem kipas bawah laut (turbidit). Data mikropaleontologi menunjukkan keberadaan foraminifera planktonik dan bentonik yang menandakan pengendapan pada lingkungan upper–lower bathyal pada Miosen Awal. Secara diagenetik, sedimen menunjukkan ciri burial diagenesis melalui kompaksi, alterasi mineral, serta sementasi karbonat dan silika, tetapi tidak mengaburkan jejak provenansi. Secara keseluruhan, Formasi Waturanda merupakan hasil sedimentasi laut dalam pada zona tektonik aktif yang dipengaruhi oleh kompleks akresi subduksi, dengan rekaman provenance yang masih terpelihara baik melalui bukti petrografi, geokimia, granulometri, mikropaleontologi, serta karakter diagenesis.This study examines the geology and provenance of the sandstone of the Waturanda Formation in Cangkring and the surrounding areas, Sadang District, Kebumen Regency, Central Java. The research aims to describe the geological conditions of the study area and determine the sediment provenance of the Waturanda Formation. The methods employed include geological mapping, petrographic analysis, XRF geochemical analysis, granulometric analysis, and micropaleontological analysis. Geological mapping reveals that the study area comprises the Karangasem Syncline Ridge Unit, the Cangkring Fault Zone Hills Unit, and the Sadang Mélange Hills Unit. The geological structure is dominated by a sinistral strike-slip fault trending southwest–northeast, while the stratigraphy consists of mica schist, claystone, breccia, and sandstone units that represent the Waturanda Formation. Petrographic analysis indicates a dominance of lithic fragments with moderate quartz content and low feldspar abundance. Plotting the data on Qt–F–L and Qm–F–Lt diagrams shows that the sandstone originated from a Recycled Orogenic provenance, associated with a subduction-complex, olistostrome, or mélange environment. XRF analysis supports this interpretation by showing characteristics of magmatic arc provenance within a continental island arc to active continental margin setting, with significant input from intermediate–mafic volcanic rocks and carbonate material. Granulometric results reveal that the sediments are poorly sorted, fine-skewed, and mesokurtic, suggesting deposition under fluctuating energy conditions typical of submarine fan or turbidite systems. Micropaleontological evidence, including planktonic and benthic foraminifera, indicates deposition in an upper–lower bathyal deep-marine environment during the Early Miocene. Diagenetic features such as compaction, mineral alteration, and carbonate–silica cementation reflect burial diagenesis without significantly altering the original provenance signal. Overall, the Waturanda Formation represents deep-marine sedimentation within an active tectonic zone influenced by subduction-related accretionary processes, with provenance signatures that remain well preserved through petrographic, geochemical, granulometric, micropaleontological, and diagenetic evidence.
4756350706H1C021005Geologi Dan Geokimia Multi-Element Pada Kawasan Gunung Api Patuha Dan Wayang Windu, Jawa Barat: Implikasi Terhadap Sumber Dan Distribusi Logam BeratDaerah penelitian berada di kawasan Gunungapi Patuha dan Wayang Windu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, merupakan salah satu area manifestasi panas bumi aktif yang terbentuk akibat adanya aktivitas hidrotermal dari sistem vulkanik di bawah permukaan. Sistem panas bumi merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang potensial, namun di sisi lain, sistem panas yang terbentuk akibat proses hidrotermal juga menyimpan risiko lingkungan yang berbahaya, salah satunya yaitu pelepasan unsur logam berat ke lingkungan sekitar. Logam berat merupakan unsur logam dengan massa jenis tinggi yang bersifat toksik/beracun apabila kadarnya melebihi ambang batas aman yang telah diperkirakan, sehingga dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan maupun lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unsur logam berat yang berada pada daerah penelitian serta mengetahui dan mengkaji sumber dan pola distribusinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa analisis geokimia Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) untuk mengetahui konsentrasi unsur logam berat. Analisis kadar unsur logam berat pada daerah Wayang Windu dilakukan pada mata air panas (11 sampel), mata air dingin (15 sampel), sedimen (5 sampel), dan batuan (3 sampel). Sementara itu, analisis kadar unsur logam berat daerah Patuha dilakukan pada mata air panas (13 sampel), mata air dingin (9 sampel), sedimen (6 sampel), dan batuan (3 sampel). Hasil penelitian menunjukkan bahwa logam berat yang teridentifikasi dalam daerah penelitian meliputi unsur cadmium (Cd), chromium (Cr), cobalt (Co), copper (Cu), iron (Fe), mangan (Mn), nickel (Ni), lead (Pb), dan zinc (Zn). Unsur logam tersebut bersumber dari batuan yang telah mengalami proses alterasi hidrotermal, dimana akan terjadi peruhaban mineralogi akibat proses alterasi yang menyebabkan pelepasan unsur logam berat ke lingkungan sekitarnya. Logam berat yang dilepaskan dari batuan hasil interkasi dengan fluida panas dalam permukaan bumi, kemudian tertransportasi melalui rekahan atau struktur geologi menuju permukaan dan mengalami proses presipitasi serta adsorpsi yang selanjutnya terendapkan pada sedimen di sekitar sumber mata air.The research area is located in the Patuha and Wayang Windu volcanoes, Bandung Regency, West Java, which is one of the areas of active geothermal energy formed as a result of hydrothermal activity from the volcanic system beneath the surface. Geothermal systems are a potential source of renewable energy, but on the other hand, systems formed by hydrothermal processes also pose environmental risks, one of which is the release of heavy metals into the surrounding environment. Heavy metals are metals with high density that are toxic when their levels exceed safe thresholds, thus causing negative impacts on health and the surrounding environment. This study aims to identify the heavy metals present in the study area and to determine and examine their sources and distribution patterns. The method used in this study was Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) geochemical analysis to determine the concentration of heavy metals. The analysis of heavy metal content in the Wayang Windu area was carried out on hot springs (11 samples), cold springs (15 samples), sediments (5 samples), and rocks (3 samples). The Patuha area heavy metal element content analysis was conducted on hot springs (13 samples), cold springs (9 samples), sediments (6 samples), and rocks (3 samples). The results of the study show that the heavy metals identified in the study area include cadmium (Cd), chromium (Cr), cobalt (Co), copper (Cu), iron (Fe), manganese (Mn), nickel (Ni), lead (Pb), and zinc (Zn). These metals originate from rocks that have undergone hydrothermal alteration, a process that causes mineralogical changes resulting in the release of heavy metals into the surrounding environment. Heavy metals released from rocks interact with hot fluids in the earth's surface, then are transported through fractures or geological structures to the surface and undergo precipitation and adsorption processes, which are then deposited in sediments around the spring.
4756450962C1G019027ANALYSIS OF PNM MEKAAR LOANS ON INCOME AND LIVELIHOOD OF TRADERS IN WATUKUMPUL DISTRICT, PEMALANG REGENCYKabupaten Pemalang, khususnya Kecamatan Watukumpul, termasuk dalam daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi di Jawa Tengah. Program Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar hadir sebagai solusi pembiayaan bagi perempuan prasejahtera pelaku usaha mikro untuk mengatasi kendala modal dan meningkatkan pendapatan. Adanya penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pendapatan pedagang sebelum dan sesudah mengambil pinjaman PNM Mekaar dan menganalisis kelayakan hidup pedagang setelah mengambil pinjaman PNM Mekaar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode accidental sampling dan melibatkan 93 nasabah PNM Mekaar. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank untuk membandingkan pendapatan sebelum dan setelah menerima pinjaman, serta evaluasi kelayakan hidup berdasarkan Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Hasil penelitian menunjukkan: (1) Terdapat perbedaan signifikan antara pendapatan sebelum dan sesudah menerima pinjaman PNM Mekaar. (2) Sebagian besar responden menunjukkan peningkatan status kelayakan hidup setelah menerima pinjaman. Implikasi model pembiayaan ini dapat diadopsi oleh lembaga keuangan mikro lain. Pendampingan usaha dan literasi keuangan sangat penting untuk memaksimalkan manfaat pinjaman. Skema kelompok tanggung renteng memperkuat jejaring sosial pelaku usaha. Temuan ini dapat membantu pemerintah merancang kebijakan inklusif untuk meningkatkan akses pembiayan mikro di daerah miskin.Pemalang Regency, especially Watukumpul District, is among the areas with high poverty rates in Central Java. The Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar program is present as a financing solution for underprivileged women micro-entrepreneurs to overcome capital constraints and increase income. This study aims to analyze the difference in traders' income before and after taking PNM Mekaar loan and to analyze the traders' livelihood after taking PNM Mekaar loan. The research method used a quantitative approach using accidental sampling method and involved 93 PNM Mekaar customers. Data were collected through questionnaires and analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank test to compare income before and after receiving a loan, as well as an evaluation of livelihoods based on the Kebutuhan Hidup Layak (KHL).The results showed: (1) There is a significant difference between income before and after receiving PNM Mekaar loans. (2) Most respondents showed an improvement in their livelihood status after receiving the loan. The implications of this financing model can be adopted by other microfinance institutions. Business assistance and financial literacy are essential to maximize the benefits of loans. The joint liability group scheme strengthens the social networks of business actors. These findings can help the government design inclusive policies to increase access to microfinance in poor areas.
4756550963J1C020051MEKANISME PERTAHANAN DIR PADA TOKOH MIKEY DALAM FILM TOUKYOU MANJI RIBENJAAZU KARYA SUTRADARA TSUTOMU HANABUSAPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur kepribadian dan mekanisme pertahanan diri tokoh Manjiro Sano (Mikey) dalam film Toukyou Manji Ribenjaazu karya sutradara Tsutomu Hanabusa berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi terhadap adegan, dialog, serta perilaku tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur kepribadian Mikey cenderung didominasi oleh id, yang mendorong munculnya perilaku impulsif dan destruktif. Meskipun demikian, keberadaan ego dan superego tetap terlihat melalui pertimbangan moral, rasa bersalah, serta refleksi diri yang dialami tokoh tersebut dalam menghadapi konflik. Lebih lanjut, Mikey menunjukkan beberapa bentuk mekanisme pertahanan diri, yaitu represi, proyeksi, rasionalisasi, acting out, regresi, identifikasi dengan agresor, dan idealisasi. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan psikoanalisis efektif untuk mengungkap dinamika psikologis tokoh fiksi serta memperlihatkan kompleksitas struktur kepribadian manusia yang direpresentasikan melalui karakter dalam film.This research aims to examine the personality structure and defense mechanisms of the character Manjiro Sano (Mikey) in the film Toukyou Manji Ribenjaazu directed by Tsutomu Hanabusa, using Sigmund Freud's psychoanalytic theory. Mikey is portrayed as a central character who experiences complex internal and external conflicts, particularly due to the trauma of losing loved ones and the pressure of being a gang leader. The research employs a descriptive qualitative method through content analysis of scenes, dialogues, and character actions. The results of the study show that Mikey’s personality is largely dominated by the id, leading to destructive and impulsive behavior. However, elements of the ego and superego also appear through moral consideration, guilt, and self-reflection. The defense mechanisms exhibited by Mikey include repression, projection, rationalization, acting out, regression, identification with the aggressor, and idealization. This research demonstrates that the psychoanalytic approach is effective in uncovering the psychological dynamics of fictional characters as a reflection of human complexity.
4756650956J1A021058The Representation of Interracial Relation in the Movie Green Book (2018)Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi hubungan antar ras dalam film Green Book (2018). Penelitian ini menggunakan teori representasi dari Stuart Hall dan teori Reading Images: The Grammar of Visual Design oleh Kress dan van Leeuwen untuk mengkaji bagaimana film ini menampilkan isu rasial dan hubungan antara Dr. Don Shirley, seorang pianis kulit hitam, dengan Tony Lip, seorang sopir kulit putih. Data penelitian berupa adegan-adegan terpilih dari film yang mengandung unsur rasisme atau interaksi antara kedua tokoh utama. Data dikumpulkan dengan menonton film beberapa kali, membuat catatan, dan mengambil tangkapan layar (screenshot) adegan penting, kemudian dianalisis menggunakan teori Hall untuk memahami bagaimana makna tentang ras dibentuk, serta kerangka Kress dan van Leeuwen untuk mengeksplorasi unsur-unsur visual di setiap adegan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Green Book (2018) sekaligus menantang dan mempertahankan stereotip rasial. Film ini menampilkan Don Shirley sebagai sosok kulit hitam yang berpendidikan, berbakat, dan percaya diri, namun tetap memusatkan banyak narasi pada sudut pandang tokoh kulit putih. Rasisme digambarkan tidak hanya melalui diskriminasi terbuka, tetapi juga melalui bentuk-bentuk halus seperti pengucilan, jarak fisik, dan pemisahan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa film tersebut memberikan gambaran yang kompleks tentang hubungan ras, mendorong empati dan pemahaman antar ras, namun masih merefleksikan beberapa ideologi rasial dominan dalam narasi Hollywood. This study aims to analyze the representation of interracial Relation in the movie Green Book (2018). It applies Stuart Hall’s theory of representation and Kress and van Leeuwen’s Reading Images: The Grammar of Visual Design to examine how the film shows racial issues and the relationship between Dr. Don Shirley, a Black pianist, and Tony Lip, a white driver. The data consist of selected scenes from the movie that contain elements of racism or interactions between the two characters. Data were collected by watching the movie several times, taking notes, and capturing screenshots of important scenes, then analyzed using Hall’s theory to understand how racial meanings are constructed, and Kress and van Leeuwen’s framework to explore the visual elements in each scene. The findings show that Green Book (2018) both challenges and maintains racial stereotypes. It portrays Don Shirley as an educated, talented, and confident Black man, yet still centers much of the narrative from the white character’s perspective. Racism is represented not only through explicit discrimination but also through subtle exclusion, physical distance, and social separation. This research concludes that the film presents a complex portrayal of race relations promoting empathy and understanding between races while still reflecting some dominant racial ideologies in Hollywood storytelling.
4756750964J1E019049THE USE OF PLATFORM MERDEKA MENGAJAR (PMM) AS A MEDIA OF TEACHING READING FOR ENGLISH TEACHERS IN JUNIOR HIGH SCHOOL
(A Qualitative Descriptive Study to The English Teacher at State Junior High School 1 Banyumas)
Penelitian ini mengkaji penggunaan Platform Merdeka Mengajar (PMM) sebagai media dalam pembelajaran membaca oleh guru Bahasa Inggris di SMPN 1 Banyumas. Sebagai bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka, PMM menyediakan alat ajar digital, materi pembelajaran, serta fitur pengembangan profesional yang dirancang untuk mendukung kinerja guru. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memanfaatkan PMM untuk mengakses materi membaca siap pakai, khususnya teks preposisi, dan menerapkannya dalam kegiatan pembelajaran. PMM juga membantu guru dalam menyiapkan lembar kerja serta mendukung pembelajaran interaktif melalui penggunaan media dan alat peraga kontekstual. Selain itu, PMM berkontribusi pada pengembangan profesional guru melalui pelatihan dan sertifikasi yang tersedia. Meskipun memberikan banyak manfaat, penelitian ini menemukan beberapa kendala, seperti keterbatasan guru dalam mengoperasikan platform dan menurunnya aktivitas PMM akibat perubahan kebijakan. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa PMM bermanfaat dalam mendukung pembelajaran membaca, memperkaya materi ajar, serta meningkatkan kompetensi guru, meskipun pengembangan dan dukungan berkelanjutan tetap diperlukan agar penggunaannya lebih optimal.
This study investigates the use of Platform Merdeka Mengajar (PMM) as a media for teaching reading by an English teacher at SMPN 1 Banyumas. As part of the implementation of Kurikulum Merdeka, PMM provides digital teaching tools, learning materials, and professional development features designed to support teacher performance. Using qualitative descriptive method, data were collected through classroom observations, interview, and document analysis. The findings reveal that the teacher utilized PMM to access ready-to-use reading materials, particularly prepositio texts, and applied them in classroom instruction. PMM also facilitated the preparation of worksheets and supported interactive learning through contextual teaching aids. Additionally, PMM contributed to teacher development by providing training and certification opportunities. Despite these benefits, challenges were found, including teachers’ limited familiarity with the platform and decreasing activity of PMM due to policy changes. Overall, the study concludes that PMM is beneficial for supporting teaching reading activities, enriching instructional materials, and improving teacher competence, although continuous improvement and supports are still needed for its optimal use.
4756850966J1E019052AN ANALYSIS OF GENDER REPRESENTATION IN SPEAKING ACTIVITY IN ENGLISH TEXTBOOK “PATHWAY TO ENGLISH” FOR GRADE XRepresentasi gender mengacu pada cara laki-laki dan perempuan digambarkan dan diberi peran dalam materi pembelajaran. Aspek ini krusial karena buku teks berperan besar dalam membentuk persepsi siswa tentang kesetaraan. Penelitian ini mengkaji representasi gender dalam aktivitas berbicara buku teks Pathway to English Kelas X, penelitian ini secara spesifik menjawab dua pertanyaan: (1) bagaimana gender direpresentasikan dalam buku tersebut, dan (2) proporsi kosakata laki-laki dan perempuan yang digunakan dalam dialog. Dengan menggunakan desain kualitatif deskriptif dan analisis dokumen berdasarkan kerangka Jones, Kitetu, dan Sunderland (1997) yang meliputi inisiasi dialog, pengambilan giliran, jumlah penutur, jumlah kata, dan proporsi kosakata. Hasil analisis menunjukkan bahwa inisiasi dialog (L: 45.5%, P: 45.5%), pengambilan giliran (L: 46.7%, P: 40%), jumlah kata (L: 46.8%, P: 43.5%), dan jumlah penutur (L: 43.5%, P: 39.1%) mengindikasikan representasi yang relatif seimbang, meskipun bebrapa ketimpangan tetap ada. Namun, kesenjangan substansial terlihat dalam proporsi kosakata, di mana kosakata terkait laki-laki menyumbang 83.5% dan kosakata terkait perempuan hanya 16.5%. Kesimpulannya, temuan mengungkapkan bahwa tokoh laki-laki muncul dan berbicara sedikit lebih sering, sementara tokoh perempuan berpartisipasi aktif tetapi menampilkan peran yang lebih responsif. Analisis kosakata menyoroti dominasi pada kosakata terkait laki-laki. Secara keseluruhan, buku teks tersebut telah menunjukkan upaya menuju kesetaraan gender, tetapi keseimbangan penuh belum tercapai. Penelitian ini merekomendasikan agar guru mendorong partisipasi yang setara, penulis buku teks menciptakan peran karakter yang lebih seimbang, dan peneliti di masa depan memperluas analisis pada buku teks lain atau aspek lain dari representasi gender.Gender representation refers to the ways in which males and females are depicted and assigned roles within learning materials. This aspect is crucial, as textbooks play a significant role in shaping students’ perceptions of equality and participation. The present study examines gender representation in the speaking activities of the Pathway to English textbook for Grade X. It specifically addresses two research questions: (1) how gender is represented in the textbook, and (2) the proportion of male and female vocabulary used in the dialogues. Employing a descriptive qualitative design, this study utilized document analysis and applied the analytical framework proposed by Jones, Kitetu, and Sunderland (1997), which includes dialogue initiation, turn-taking, number of speakers, number of words, and vocabulary proportion. The analysis shows that dialogue initiation (male: 45.5%, female: 45.5%), turn-taking (male: 46.7%, female: 40%), number of words spoken (male: 46.8%, female: 43.5%), and number of speakers (male: 43.5%, female: 39.1%) indicate a relatively balanced representation, although certain disparities remain. Nonetheless, a substantial gap is evident in vocabulary proportion, with male-related vocabulary accounting for 83.5% and female-related vocabulary for 16.5%. In conclusion, the findings reveal that male characters appear and speak slightly more frequently, whereas female characters participate actively but display more responsive roles. The vocabulary analysis further highlights a dominance of male-associated lexical items. Overall, the textbook demonstrates progress toward gender fairness, yet complete balance has not been fully achieved. The study recommends that teachers promote equitable participation, textbook authors design more balanced character roles, and future researchers expand the analysis to other textbooks or additional dimensions of gender representation.
4756950965I1D021075HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG PEMBERIAN MAKAN BAYI DAN ANAK SERTA TINGKAT KECUKUPAN ENERGI TERHADAP STATUS GIZI BADUTA
(Studi di Wilayah Puskesmas Purwokerto Timur II Kabupaten Banyumas)
Latar belakang: Status gizi baduta dipengaruhi oleh kecukupan asupan gizi serta faktor tidak langsung seperti pengetahuan dan sikap ibu dalam praktik PMBA. Ketidaktepatan praktik makan dapat menyebabkan asupan energi tidak adekuat dan meningkatkan risiko underweight. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap ibu tentang PMBA serta kecukupan energi dengan status gizi baduta. Metode: Penelitian cross sectional pada 44 ibu baduta yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian: Pengetahuan ibu (p=0,004), sikap ibu (p=0,005), dan kecukupan energi (p=0,012) berhubungan signifikan dengan status gizi baduta. Kesimpulan: Pengetahuan dan sikap ibu terhadap PMBA serta tingkat kecukupan asupan energi berhubungan signifikan terhadap status gizi.Background: Nutritional status of children under two is influenced by energy intake and maternal feeding practices, including knowledge and attitudes toward complementary feeding. Inadequate practices may lead to insufficient energy intake and increase the risk of underweight. This study aimed to analyze the relationship between maternal knowledge and attitudes regarding complementary feeding and energy adequacy with the nutritional status of children under two. Methods: A cross sectional study involving 44 purposively selected mothers. Knowledge and attitudes were assessed using PMBA questionnaires, energy intake using two-day 24-hour recall, and nutritional status using weight-for-age indicators. Data were analyzed using Fisher’s exact test and Chi-Square (α=0.05). Results: Maternal knowledge (p=0.004), attitudes (p=0.005), and energy adequacy (p=0.012) were significantly associated with the nutritional status of children under two. Conclusion: Maternal knowledge and attitudes toward complementary feeding, as well as adequate energy intake, were significantly associated with the nutritional status of children under two.
4757050968K1B019056PENENTUAN TREE NUMBER PADA GRAF TRIPARTIT LENGKAP
DENGAN TEOREMA POHON MATRIKS
Graf tripartit lengkap adalah graf yang himpunan simpulnya terpatisi
ke dalam 3 simpul sedemikian sehingga setiap simpul di suatu partisi terhubung
dengan semua simpul di partisi lainnya. Penelitian ini bertujuan menentukan tree
number pada graf tripartit lengkap 𝐾𝑛1,𝑛2,𝑛3
untuk 𝑛1,𝑛2,𝑛3 = 1,2,3 dengan
teorema pohon matriks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tree number pada graf
tripartit lengkap dapat ditentukan dengan menghitung nilai kofaktor dari matriks
laplacenya.
A complete tripartite graph is a graph whose vertex set is partitioned
into 3 vertices such that each vertex in a partition is connected to all vertices in the
other partitions. This study aims to determine the tree number in a complete
tripartite graph 𝐾𝑛1,𝑛2,𝑛3
for 𝑛1, 𝑛2,𝑛3 = 1,2,3 using the matrix tree theorem. The
results show that the tree number in a complete tripartite graph can be determined
by calculating the cofactor value of its Laplace matrix.
4757150969J1C020050Interaksi Parasosial dan Celebrity Worship Wibu dengan WaifuFenomena wibu menunjukkan keterikatan emosional yang unik terhadap karakter fiktif perempuan atau waifu dalam budaya populer Jepang. Hubungan ini tidak hanya bersifat hiburan, tetapi dapat berkembang menjadi bentuk interaksi parasosial yang menyerupai hubungan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola interaksi parasosial wibu dengan waifu serta mengklasifikasikan intensitas keterikatannya menggunakan teori Celebrity Worship (McCutcheon, Lange, & Houran, 2002). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam terhadap lima mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman yang mengidentifikasikan diri sebagai wibu dan memiliki waifu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan parasosial wibu dengan waifu terbagi dalam tiga tingkat pemujaan, yaitu Entertainment–Social, Intense–Personal, dan Borderline–Pathological. Mayoritas responden berada pada dua tingkat pertama, di mana keterikatan terhadap waifu masih bersifat wajar dan berfungsi sebagai bentuk hiburan serta dukungan emosional. Namun, satu responden menunjukkan keterikatan ekstrem yang menggantikan hubungan sosial nyata. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa model Celebrity Worship relevan diterapkan pada objek fiksi seperti waifu, karena mampu menjelaskan perbedaan antara bentuk keterikatan yang sehat dan yang bersifat patologis.The wibu phenomenon reflects a unique emotional attachment toward fictional female characters, known as waifu, within Japanese popular culture. This attachment goes beyond mere entertainment and often develops into a parasocial interaction that resembles real-life relationships. This study aims to analyze the patterns of parasocial interaction between wibu and their waifu, and to classify the intensity of attachment using the Celebrity Worship framework by McCutcheon, Lange, and Houran (2002). This research employs a descriptive qualitative method with data collected through in-depth interviews involving five students from Universitas Jenderal Soedirman who identify themselves as wibu and have a waifu. The findings reveal three levels of parasocial attachment corresponding to the dimensions of Celebrity Worship: Entertainment–Social, Intense–Personal, and Borderline–Pathological. Most respondents fall into the first two categories, where attachment to waifu serves as a healthy form of entertainment and emotional support. However, one respondent exhibits an extreme level of attachment that replaces real social interactions. The study concludes that the Celebrity Worship model is applicable to fictional figures such as waifu, providing a theoretical framework to distinguish between healthy admiration and pathological obsession.
4757250970J1C020052Food as Performance dan Food in Performance dalam Film Dokumenter Jiro Dreams of Sushi Karya David GelbArtikel ini membahas representasi makanan sebagai bentuk performa budaya dalam film dokumenter Jiro Dreams of Sushi karya David Gelb. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri bagaimana makanan direpresentasikan sebagai tindakan performatif (food as performance) sekaligus sebagai medium representasional dalam pertunjukan (food in performance). Dengan
menggunakan metode deskriptif kualitatif, analisis difokuskan pada adegan-adegan yang memperlihatkan praktik kuliner, disiplin kerja, dan interaksi sosial dalam konteks budaya Jepang. Kajian ini menggunakan kerangka teori Barbara Santich serta Lindenfeld & Langellier yang memandang makanan sebagai media ekspresi budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan sushi dalam film tersebut merepresentasikan nilai-nilai spiritual seperti kodawari (pencarian kesempurnaan), shokunin kishitsu (semangat profesionalisme), dan wabi-sabi (keindahan dalam kesederhanaan). Film ini memperlihatkan bahwa makanan bukan hanya sarana pemenuhan kebutuhan jasmani, tetapi juga media performatif yang mengomunikasikan etika, estetika, dan identitas budaya Jepang.
This article discusses the representation of food as a form of cultural performance in the documentary film Jiro Dreams of Sushi directed by David Gelb. The research aims to explore how
food is represented as both a performative act (food as performance) and as a representational medium within performance (food in performance). Using a descriptive qualitative method, the
analysis focuses on scenes that display culinary practice, discipline, and social interaction within the context of Japanese culture. The study is based on the theoretical framework of Barbara Santich and Lindenfeld & Langellier, who propose that food can function as a medium of cultural expression. The findings indicate that the making of sushi in the film represents spiritual values such
as kodawari (pursuit of perfection), shokunin kishitsu (craftsmanship spirit), and wabi-sabi (beauty in simplicity). The film illustrates that food is not merely a means of sustenance but also a medium
of performance that communicates Japanese aesthetics, ethics, and identity.
4757350972C1A020081ANALISIS EFISIENSI PADA INDUSTRI GULA SEMUT DESA SEMEDO KECAMATAN PEKUNCEN KABUPATEN BANYUMASSektor Industri Kecil dan Mikro (IKM) mengelola industri berskala kecil atau menengah seperti
industri rumah tangga yang mudah dibentuk oleh masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Industri
gula semut merupakan salah satu usaha IKM di Indonesia yang berpotensi dikembangkan. Gula kelapa
berasal dari pohon kelapa dengan nilai jual tinggi, khususnya di Desa Semedo Kabupaten Banyumas.
Produksi gula semut menghadapi kendala terkait efisiensi karena melimpahnya produksi tidak
memberikan keuntungan maksimal bagi pengrajin. Penelitian ini menganalisis tingkat efisiensi pada
industri gula semut Desa Semedo Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas dengan metode
pendekatan kuantitatif menggunakan analisis regresi linier berganda dengan model fungsi produksi
Cobb-Douglas. Data primer diperoleh dari 80 responden pengrajin gula semut. Hasil penelitian
menunjukkan faktor produksi nira, modal, tenaga kerja, dan bahan bakar tidak efisien secara teknis
dengan nilai 0,91. Efisiensi harga mencapai 0,442 dan efisiensi ekonomi 0,405. Skala hasil
menunjukkan nilai 1,597 yang mengindikasikan kondisi increasing return to scale. Penelitian
memberikan implikasi penting untuk optimalisasi penggunaan faktor produksi dan pemanfaatan
energi hemat biaya guna mendukung keberlanjutan usaha.
The Small and Micro Industry (SMI) sector manages small to medium-scale industries such as home
industries that are easily established by lower-middle class communities. The palm sugar industry
represents one of Indonesia's SMI ventures with significant development potential. Coconut sugar derives
from coconut trees with high market value, particularly in Semedo Village, Banyumas Regency. Palm
sugar production faces efficiency challenges as abundant production does not generate maximum profits
for artisans. This study analyzes efficiency levels in the palm sugar industry in Semedo Village, Pekuncen
District, Banyumas Regency using quantitative approach with multiple linear regression analysis
employing the Cobb-Douglas production function model. Primary data were obtained from 80
respondent palm sugar artisans. Results show that production factors of palm sugar, capital, labor, and
fuel are technically inefficient with a value of 0.91. Price efficiency reaches 0.442 and economic efficiency
0.405. Scale of returns shows a value of 1.597 indicating increasing returns to scale condition. This study
provides important implications for optimizing production factor utilization and employing cost-
effective energy use to support business sustainability.
4757450971C1A020103ANALISIS PENGARUH PENGGUNAAN APMK, E-MONEY, DAN INFLASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIAPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK), e-money, dan inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia periode 2009 hingga 2024. Variabel
dependen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Produk Domestik Bruto (PDB), sedangkan variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu
kartu kredit, kartu ATM/debit, e-money, dan inflasi. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder dari Badan Pusat Statistik dan Bank Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kartu kredit, kartu ATM/debit, dan e-money memiliki pengaruh positif signifikan terhadap Produk Domestik Bruto, sebaliknya, inflasi terbukti tidak memiliki pengaruh terhadap Produk Domestik Bruto. Berdasarkan temuan ini, disarankan
agar Bank Indonesia dan lembaga keuangan dapat meningkatkan sosialiasi mengenai manfaat dan jaminan keamanan dalam penggunaan alat pembayaran non tunai, memperluas infrastruktur pendukung kegiatan transaksi non tunai, dan memperluas kerja sama dengan berbagai merchant untuk meningkatkan volume transaksi instrumen non tunai.
This research aims to analyze the effect of the use of Card Payment Instruments (APMK), e-money, and inflation on economic growth in Indonesia in 2009 to 2024. The dependent variable used in this research is Gross Domestic Product (GDP), while the independent variables used in this study are credit cards, ATM/debit cards, e-money, and inflation. The type of data used in this study is secondary data from the Central Statistics Agency and Bank Indonesia. This research uses a descriptive quantitative method with multiple regression analysis techniques. The findings reveal that credit cards, ATM/debit cards, and e-money have a significant positive
effect on Gross Domestic Product, on the other hand inflation has no effect on Gross Domestic Product. Based on these findings, it is recommended that Bank Indonesia
and financial institutions increase awareness about the benefits and security guarantees of using non-cash payment instruments, expand the infrastructure supporting non-cash transactions, and expand cooperation with various merchants to increase the volume of non-cash transactions.
4757550979C0D022005THE ROLE OF DIGITALIZATION IN MARKETING AND
PASSENGER EDUCATION AT PT KAI (PERSERO) DAOP 5
PURWOKERTO
Digitalisasi telah menjadi elemen kunci dalam meningkatkan efisiensi pemasaran dan
edukasi penumpang di industri transportasi, termasuk PT KAI (Persero) Daerah Operasi
5 Purwokerto. Program magang ini bertujuan untuk menganalisis peran digitalisasi
dalam strategi pemasaran serta edukasi penumpang yang diterapkan oleh PT KAI
(Persero) Daop 5 Purwokerto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi
observasi langsung, wawancara dengan pihak terkait, serta analisis data sekunder dari
berbagai sumber resmi perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan
teknologi digital, seperti aplikasi mobile, media sosial, dan sistem informasi berbasis
web, telah meningkatkan efektivitas komunikasi perusahaan dengan penumpang. Selain
itu, digitalisasi juga berperan dalam meningkatkan pengalaman pelanggan melalui
sistem pemesanan tiket online, pemberian informasi real-time mengenai jadwal
perjalanan, serta edukasi terkait keselamatan dan kenyamanan perjalanan. Temuan ini
menegaskan bahwa digitalisasi berkontribusi secara signifikan terhadap strategi 2
pemasaran dan edukasi penumpang PT KAI (Persero) Daop 5 Purwokerto, sehingga
dapat meningkatkan loyalitas pelanggan dan daya saing perusahaan di industri
transportasi.
Digitalization has become a key element in enhancing the efficiency of marketing and
passenger education in the transportation industry, including PT KAI (Persero) Daerah
Operasi 5 Purwokerto. This internship program aims to analyze the role of digitalization
in the marketing strategy and passenger education implemented by PT KAI (Persero)
Daop 5 Purwokerto. The methods used in this study include direct observation,
interviews with relevant stakeholders, and secondary data analysis from official
company sources. The results indicate that the utilization of digital technology, such as
mobile applications, social media, and web-based information systems, has improved
the effectiveness of corporate communication with passengers. Furthermore,
digitalization plays a role in enhancing customer experience through online ticket
booking systems, real-time travel schedule updates, and education regarding safety and
travel convenience. These findings confirm that digitalization significantly contributes
to the marketing strategy and passenger education of PT KAI (Persero) Daop 5
Purwokerto, ultimately increasing customer loyalty and the company's competitiveness
in the transportation industry.
4757651213I1C022023STUDI POTENSI METABOLIT SEKUNDER RIMPANG KUNYIT (Curcuma longa) SEBAGAI AGEN GASTROPROTEKTIF TERHADAP HRH2 SECARA IN SILICOTukak peptik salah satunya disebabkan oleh hipersekresi asam lambung dengan protein yang berperan adalah HRH2. Curcuma longa telah digunakan secara empiris dalam berbagai penyakit salah satunya adalah mengobati asam lambung. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi senyawa apa saja dari C.longa yang berpotensi menargetkan HRH2 yang dilihat melalui seleksi ADMET, energi ikatan, RMSD dan RMSF yang dibandingkan dengan kompleks protein-ligan natif. Penelitian eksperimental ini menggunakan seleksi ADMET, molecular docking dan molecular dynamics. Data yang diperoleh berupa energi dan jenis ikatan, dan kestabilan berupa nilai RMSD dan RMSF. Pada penelitian ini, 5-hydroxyl-ar-turmerone merupakan senyawa terbaik dari 206 metabolit sekunder yang terdapat pada C.longa karena lolos seleksi ADMET dengan parameter berupa Lipinski’s rule of five, TPSA, Gastrointestinal (GI) absorption, ESOL Class, Bioavailability score dan human hepatotoxicity. Data molecular docking diperoleh energi ikatan kompleks protein-5-hydroxyl-ar-turmerone -6,7kkal/mol lebih rendah dari kompleks protein-ligan natif yaitu -6,5kkal/mol. Data molecular dynamics diperoleh rata-rata nilai RMSD protein-5-hydroxyl-ar-turmerone sebesar 2,6 Å dan nilai RMSF di bawah 2,5 Å pada setiap residu kunci. 5-hydroxyl-ar-turmerone merupakan senyawa terbaik berdasarkan seleksi ADMET, molecular docking dan molecular dynamicsPeptic ulcers are caused, among other things, by hypersecretion of gastric acid, with the protein involved being HRH2. Curcuma longa has been used empirically for various diseases, including treating gastric acid. This study aims to predict which compounds from C. longa have the potential to target HRH2, as determined thru ADMET screening, binding energy, RMSD, and RMSF, compared to the native protein-ligand complex. This experimental study utilizes ADMET screening, molecular docking, and molecular dynamics. The data obtained consisted of energy and bond type, and stability was measured based on RMSD and RMSF values. In this study, 5-hydroxy-ar-turmerone was the best compound out of 206 secondary metabolites found in C. longa because it passed ADMET screening with parameters including Lipinski's rule of five, TPSA, gastrointestinal (GI) absorption, ESOL class, bioavailability score, and human hepatotoxicity. Molecular docking data showed that the binding energy of the protein-5-hydroxy-ar-turmerone complex was -6.7 kcal/mol, which was lower than that of the native protein-ligand complex at -6.5 kcal/mol. Molecular dynamics data showed that the average RMSD value for protein-5-hydroxy-ar-turmerone was 2.6 Å, and the RMSF value was below 2.5 Å for each key residue. 5-hydroxy-ar-turmerone was the best compound based on ADMET screening, molecular docking, and molecular dynamics.
4757751458E1A021021Perlindungan Hukum Atas Kerahasiaan Identitas Anak Berhadapan Dengan Hukum Dalam Penulisan Putusan Pengadilan
(Studi Putusan di Pengadilan Negeri Purbalingga)
Penelitian ini mengkaji permasalahan masih ditemukannya kelemahan dalam pelaksanaan perlindungan hukum atas kerahasiaan identitas anak yang berhadapan dengan hukum dalam penulisan putusan pengadilan dengan menggunakan metode penelitian yuridis empiris, bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum terhadap kerahasiaan identitas anak yang berhadapan dengan hukum dalam penulisan putusan di Pengadilan Negeri Purbalingga. Fokus penelitian diarahkan pada penerapan ketentuan peraturan perundang-undangan, khususnya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum atas kerahasiaan identitas anak di Pengadilan Negeri Purbalingga belum terlaksana secara optimal. Meskipun aturan hukum telah dengan jelas mengatur kewajiban anonimisasi, dalam praktiknya masih ditemukan putusan yang memuat identitas anak secara lengkap di Direktori Putusan Mahkamah Agung. Kondisi ini menunjukkan bahwa pelaksanaan perlindungan hukum masih lemah akibat kurangnya pemahaman teknis terkait anonimisasi, lemahnya pengawasan, serta keterbatasan sumber daya manusia di lingkungan pengadilan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem anonimisasi putusan dan peningkatan kesadaran aparat peradilan untuk menjamin perlindungan hukum bagi anak secara konsisten.This study examines the persistent weaknesses in the implementation of legal protection for the confidentiality of the identities of children in conflict with the law in court decisions. This study uses empirical legal research methods. The aim is to analyze the legal protection for the confidentiality of the identities of children in conflict with the law in court decisions at the Purbalingga District Court. The research focuses on the application of statutory provisions, specifically Law Number 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System and Law Number 35 of 2014 concerning Child Protection. The results indicate that legal protection for the confidentiality of children's identities at the Purbalingga District Court has not been optimally implemented. Although the law clearly stipulates the obligation to anonymize, in practice, decisions still contain the complete identity of children in the Supreme Court Decision Directory. This situation indicates that the implementation of legal protection remains weak due to a lack of technical understanding regarding anonymization, weak oversight, and limited human resources within the court environment. This study recommends strengthening the decision anonymization system and increasing awareness among judicial officials to ensure consistent legal protection for children.
4757850974C2C022058ANALISIS PENGARUH KEPUASAN PELANGGAN, BIAYA BERPINDAH, DAN DAYA TARIK ALTERNATIF TERHADAP NIAT BERPINDAH KONSUMEN GRAB DI PURWOKERTO DIMODERASI AKURASI INFORMASI APLIKASIPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepuasan pelanggan, biaya berpindah, dan daya tarik alternatif terhadap niat berpindah konsumen aplikasi Grab di Purwokerto, dengan akurasi informasi aplikasi sebagai variabel moderasi. Fenomena tingginya persaingan dalam industri transportasi online dan menurunnya pangsa pasar Grab menjadi latar belakang utama studi ini. Penelitian ini mengacu pada Expectancy Disconfirmation Theory (EDT) yang dimodifikasi dengan menambahkan variabel moderasi akurasi informasi aplikasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei kuesioner. Sampel pada penelitian ini didapatkan dengan menggunakan accidental sampling terhadap 100 responden pengguna Grab di Purwokerto. Teknik analisis data menggunakan Partial Least Square Structural Equation Modelling (PLS-SEM).
Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan berpengaruh negatif signifikan terhadap niat berpindah, daya tarik alternatif berpengaruh positif signifikan terhadap niat berpindah, biaya berpindah memiliki pengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap niat berpindah, dan akurasi informasi aplikasi terbukti memperkuat pengaruh kepuasan pelanggan terhadap niat berpindah (interaksi moderasi signifikan).
Terdapat dua implikasi pada penelitian ini. Pertama, implikasi teoritis mengenai bagaimana variabel akurasi informasi aplikasi memengaruhi hubungan antara variabel kepuasan pelanggan pelanggan terhadap niat berpindah. Kedua, implikasi manajerial dari penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan layanan, pemanfaatan informasi akurat di aplikasi, dan strategi retensi pelanggan guna mengurangi kecenderungan pelanggan untuk beralih ke kompetitor.
This study aims to analyze the influence of customer satisfaction, switching costs, and alternative attractiveness on customer switching intentions among Grab application users in Purwokerto, with application information accuracy as a moderating variable. The primary background of this study stems from the phenomenon of intense competition in the online transportation industry and Grab’s declining market share. This research is grounded in the Expectancy Disconfirmation Theory (EDT), modified by incorporating application information accuracy as a moderating variable. A quantitative approach employing a questionnaire survey was adopted as the research method. The sample was selected using accidental sampling, comprising 100 Grab users in Purwokerto. Data analysis was conducted using Partial Least Square Structural Equation Modelling (PLS-SEM).
The findings reveal that customer satisfaction has a significant negative effect on switching intentions, while alternative attractiveness has a significant positive effect on switching intentions. Conversely, switching costs exhibit a negative but insignificant influence on switching intentions. Furthermore, application information accuracy significantly strengthens the effect of customer satisfaction on switching intentions (significant moderating interaction).
This study yields two key implications. First, the theoretical implication elucidates how application information accuracy moderates the relationship between customer satisfaction and switching intentions. Second, the managerial implication underscores the importance of service improvement, leveraging accurate in-app information, and implementing customer retention strategies to mitigate customers’ propensity to switch to competitors.
4757950973J0B022032PEMBUATAN E-GUIDEBOOK BERBAHASA MANDARIN DALAM BENTUK QR CODE BAGI WISATAWAN PENUTUR BAHASA MANDARIN DI UNIT PENGELOLA KAWASAN (UPK) KOTA TUA JAKARTAArtikel ini berjudul “Pembuatan E-guidebook Berbahasa Mandarin Dalam Bentuk QR Code Bagi Wisatawan Penutur Bahasa Mandarin di Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua Jakarta”. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menghasilkan e-guidebook berbahasa Mandarin guna mempermudah penyampaian informasi kepada wisatawan penutur bahasa Mandarin. Penulis menggunakan tiga metode pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penulis menggunakan metode penerjemahan komunikatif untuk menerjemahkan isi konten dalam buklet agar informasi yang disampaikan menjadi lebih jelas dan mudah dipahami karena mengikuti tata bahasa bahasa sasaran. Hasil dari kegiatan ini adalah e-guidebook berbahasa Mandarin yang disajikan dalam bentuk QR code yang dapat diakses oleh wisatawan Penutur bahasa Mandarin di Tourist Information Center (TIC) Kota Tua Jakarta. E-guidebook berbahasa Mandarin ini dapat membantu pemandu wisata dalam memberikan informasi mengenai wisata Kota Tua Jakarta.This article is entitled "Creating a Mandarin-Language E-guidebook in QR Code Form for Mandarin-Speaking Tourists at the Kota Tua Jakarta Area Management Unit (AMU). The purpose of this article is to produce a Mandarin-language e-guidebook to facilitate the delivery of information to Mandarin-speaking tourists. The author used four data collection methods, namely observation, interviews, documentation, and internet browsing. The author used a communicative translation method to translate the content in the booklet so that the information conveyed is clearer and easier to understand because it follows the grammar of the target language. The result of this activity is a Mandarin-language e-guidebook presented in QR code form that can be accessed by Mandarin-speaking tourists at the Kota Tua Jakarta Tourist Information Center (TIC). This Mandarin-language e-guidebook can assist tour guides in providing information about Kota Tua Jakarta tourism
4758050975J1E019053TEACHER’S PERCEPTIONS ON THE IMPLEMENTATION OF POP-UP BOOK AS A LEARNING MEDIA TO LEARN WRITING “NARRATIVE TEXT” FOR SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS (A Descriptive-Qualitative Research on the 11th Grade English Teacher in SMA Negeri 4 Purwokerto in the Academic Year of 2025/2026)Penelitian ini membahas persepsi guru sekolah menengah atas mengenai penerapan Pop-Up Book sebagai media pembelajaran inovatif untuk pengajaran menulis teks naratif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi implementasi dan persepsi guru mengenai penggunaan media ini pada siswa kelas XI SMA Negeri 4 Purwokerto. Studi ini didasarkan pada Pendekatan Menulis Proses (Process Writing Approach) untuk analisis pedagogis, dan memanfaatkan Analisis Tematik (Braun & Clarke) untuk menginterpretasikan data kualitatif. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui tiga observasi kelas dan wawancara mendalam dengan guru Bahasa Inggris, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Korelasi temuan menunjukkan bahwa implementasi Pop-Up Book dilakukan melalui tahapan project-based learning yang mencakup perencanaan, drafting, dan pembuatan produk 3D (RQ1). Melalui implementasi ini, Pop-Up Book dipersepsikan membantu siswa memahami tahapan menulis dan struktur naratif inti. Selain itu, guru berpendapat bahwa sifat visual dan interaktif media ini mendukung peningkatan minat dan kreativitas siswa (RQ2). Secara keseluruhan, guru menilai Pop-Up Book sangat membantu, relevan, dan tepat untuk mendukung instruksi menulis naratif di tingkat SMA.

This research deals with senior high school teachers' perceptions regarding the implementation of Pop-Up Books as an innovative learning medium for teaching narrative writing. The aim is to explore both the implementation and the teacher’s perception of using this media with eleventh-grade students of SMA Negeri 4 Purwokerto. The study is grounded in the Process Writing Approach for pedagogical analysis and utilized Thematic Analysis (Braun & Clarke) to interpret the data. The research applied a descriptive qualitative method. Data were collected through three classroom observations and an in-depth interview with the English teacher, and subsequently analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings correlation revealed that the implementation of the Pop-Up Book was conducted through project-based learning stages, encompassing planning, drafting, and 3D product creation (RQ1). Through this implementation, the Pop-Up Book was perceived as helping students comprehend writing stages and the core narrative structure. Furthermore, the teacher opined that the visual and interactive nature of the medium supported an increase in students' interest and creativity (RQ2). Overall, the teacher assessed Pop-Up Books as highly helpful, relevant, and appropriate for supporting narrative writing instruction at the senior high school level.