Artikelilmiahs
Menampilkan 47.541-47.560 dari 48.726 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 47541 | 50944 | F1C020003 | PERAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM RADAR TASIKMALAYA DALAM MENYAMPAIKAN INFORMASI KEPADA MASYARAKAT | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran media sosial Instagram Radar Tasikmalaya sebagai sarana penyebaran informasi kepada masyarakat di era konvergensi media. Perkembangan teknologi digital menuntut media massa, termasuk media lokal, untuk beradaptasi dengan pola konsumsi informasi yang semakin cepat dan berbasis visual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam kepada tiga informan, yaitu Pemimpin Redaksi, Admin Instagram, dan Reporter Radar Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram tidak hanya berfungsi sebagai media promosi, tetapi telah menjadi kanal utama distribusi berita melalui konten foto, video, reels, dan infografis. Radar Tasikmalaya memanfaatkan Instagram untuk menyajikan informasi secara cepat, interaktif, dan mudah diakses oleh masyarakat. Selain itu, Instagram juga menjadi ruang publik digital di mana masyarakat dapat memberikan kritik, saran, dan laporan langsung kepada redaksi. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan Instagram berkontribusi pada efektivitas penyampaian informasi serta memperkuat hubungan antara media dan audiens. Penelitian ini menegaskan bahwa media sosial berperan penting dalam mendukung aktivitas jurnalistik lokal di era digital. | This study aims to examine the role of Instagram used by Radar Tasikmalaya as a platform for delivering information to the public in the era of media convergence. The rapid development of digital technology requires mass media, including local media, to adapt to fast-paced and visually oriented information consumption patterns. This research employs a descriptive qualitative method with in-depth interviews involving three informants: the Editor in Chief, Instagram Admin, and Reporter of Radar Tasikmalaya. The findings indicate that Instagram is not only used for promotion but has become a primary news distribution channel through photos, videos, reels, and infographics. Radar Tasikmalaya utilizes Instagram to present information quickly, interactively, and accessibly for the public. Moreover, Instagram functions as a digital public sphere where audiences can provide feedback, criticism, and direct reports to the newsroom. The study shows that Instagram enhances the effectiveness of information dissemination and strengthens engagement between the media and its audience. Overall, the results highlight the essential role of social media in supporting local journalistic practices in the digital era. | |
| 47542 | 50945 | F2C023006 | Analysis of Digital Marketing Communication Strategies for Wedding Organizers through Instagram Social Media (Case Study: ABE Management Wedding Organizer Semarang) | Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi pemasaran digital ABE Management Wedding Organizer melalui platform Instagram untuk memahami strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan, jenis konten yang dihasilkan untuk menarik calon klien, dan metode membangun keterlibatan dengan audiens. Penelitian ini menggunakan pendekatan netnografi dengan teknik pengumpulan data non-partisipan untuk menjaga keaslian interaksi daring. Data dikumpulkan melalui observasi sistematis terhadap akun Instagram @abemana.weddingorganizer selama periode Juli hingga September 2025, meliputi unggahan yang terdiri dari Reels dan foto statis. Proses pengumpulan data meliputi dokumentasi digital melalui tangkapan layar dan perekaman metadata, analisis visual menggunakan pendekatan semiotika visual, dan analisis tekstual caption, tagar, dan komentar. Validitas penelitian dipastikan melalui triangulasi data dan peer debriefing, sedangkan analisis data menggunakan model analisis konten kualitatif dengan kategorisasi berdasarkan jenis konten, tema visual, strategi verbal, dan strategi keterlibatan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ABE Management menerapkan strategi Komunikasi Pemasaran Terpadu dengan konsistensi visual, verbal, dan strategis di seluruh titik kontak digital. Konten yang dihasilkan terdiri dari empat tipologi utama: portofolio, promosi, di balik layar, dan edukatif, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan audiens di berbagai tahap perjalanan pelanggan. Strategi keterlibatan dijalankan melalui aktivasi multidimensi kognitif, emosional, dan perilaku dengan memanfaatkan berbagai fitur Instagram secara optimal. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis dalam kontekstualisasi kerangka kerja IMC dalam industri penyelenggara pernikahan lokal di Indonesia dan kontribusi praktis berupa praktik terbaik komunikasi pemasaran digital bagi UKM berbasis layanan. | This study analyzes the digital marketing communication strategy of ABE Management Wedding Organizer through the Instagram platform to understand the applied marketing communication strategy, types of content produced to attract prospective clients, and methods of building engagement with audiences. The research employs a netnographic approach with non-participant data collection techniques to maintain the authenticity of online interactions. Data were collected through systematic observation of the Instagram account @abemana.weddingorganizer during the period from July to September 2025, encompassing posts consisting of Reels and static photos. The data collection process included digital documentation through screenshots and metadata recording, visual analysis using visual semiotics approach, and textual analysis of captions, hashtags, and comments. Research validity was ensured through data triangulation and peer debriefing, while data analysis utilized qualitative content analysis models with categorization based on content type, visual themes, verbal strategies, and engagement strategies. Research findings indicate that ABE Management implements an Integrated Marketing Communication strategy with visual, verbal, and strategic consistency across all digital touchpoints. Content produced consists of four main typologies: portfolio, promotional, behind-the-scenes, and educational, designed to address audience needs at various stages of the customer journey. The engagement strategy is executed through multidimensional activation of cognitive, emotional, and behavioral dimensions by optimally leveraging various Instagram features. These findings provide theoretical contributions in contextualizing the IMC framework within the Indonesian local wedding organizer industry and practical contributions in the form of digital marketing communication best practices for service-based SMEs. | |
| 47543 | 50946 | J1D021007 | ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM KOMUNIKASI SOSIAL DI KALANGAN MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan faktor yang melatarbelakangi penggunaan alih kode dan campur kode dalam komunikasi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa tuturan mahasiswa yang diperoleh melalui observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi bentuk alih kode dan campur kode, kemudian menafsirkan faktor penyebabnya berdasarkan teori sosiolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua bentuk alih kode, yaitu alih kode internal dan alih kode eksternal, dengan alih kode internal sebagai bentuk yang paling dominan. Sementara itu, campur kode yang ditemukan terdiri atas campur kode internal, eksternal, dan campur kode campuran, dengan dominasi pada campur kode internal. Faktor yang memengaruhi terjadinya alih kode dan campur kode meliputi faktor penutur, mitra tutur, kebahasaan, pribadi pembicara, perubahan topik, dan situasi komunikasi. Fenomena ini mencerminkan adanya kemampuan bilingual mahasiswa serta kesadaran terhadap konteks sosial dalam berkomunikasi. Dengan demikian, penggunaan alih kode dan campur kode dipandang bukan sebagai penyimpangan bahasa, melainkan sebagai strategi komunikasi dan ekspresi sosial yang wajar dalam masyarakat multilingual. | This study aims to describe the forms and factors underlying the use of code-switching and code-mixing in the communication of students in the Indonesian Language Education Study Program, Jenderal Soedirman University. This research employed a descriptive qualitative method, with data consisting of students’ utterances obtained through observation and documentation. The data were analyzed by identifying the forms of code-switching and code-mixing and interpreting the causal factors based on sociolinguistic theory. The results show that there are two forms of code-switching, namely internal code-switching and external code-switching, with the internal type being the most dominant. Meanwhile, the code-mixing found in this study consists of internal, external, and mixed code-mixing, in which internal code-mixing occurs most frequently. The factors influencing the occurrence of code-switching and code-mixing include the speaker, interlocutor, linguistic factors, personal background, topic changes, and communication situation. This phenomenon reflects students’ bilingual ability and their awareness of social context in communication. Therefore, the use of code-switching and code-mixing is not considered a linguistic deviation, but rather a natural communicative strategy and a form of social expression within a multilingual society. | |
| 47544 | 50947 | F1D022001 | Kuasa Peminggiran Peran Politik Perempuan Adat Anak Putu Bonokeling di Desa Pekuncen Kabupaten Banyumas | Penelitian ini membahas kuasa dan proses peminggiran peran politik perempuan adat dalam komunitas Anak Putu Bonokeling di Pekuncen, Banyumas. Perempuan adat Bonokeling sejak masa awal memegang posisi otoritatif dalam berbagai ranah adat, mulai dari ritual, pengelolaan domestik, hingga forum informal yang menjaga kesinambungan tradisi. Waktu kemudian membawa pergeseran makna dan posisi kuasa yang tidak sepenuhnya disadari oleh komunitas itu sendiri. Pergeseran ini tampak semakin jelas setelah hadirnya negara melalui Undang Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014 yang mendorong perubahan relasi kuasa di tingkat lokal, termasuk dalam komunitas adat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan paradigma konstruktivis dan perspektif strukturalis. Peneliti mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, lalu memvalidasinya dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuasa perempuan Bonokeling bersifat berlapis, mencakup dimensi simbolik, genealogis, domestik, dan kultural yang menopang kelangsungan adat. Meski begitu, peminggiran peran perempuan muncul secara perlahan dan halus melalui keterputusan narasi sejarah yang dikuasai laki laki. Proses ini menghapus jejak kepemimpinan perempuan dari memori kolektif dan memindahkan peran mereka ke ranah domestik serta ritual. Institusi sosial seperti kerajaan, negara, dan lembaga adat berperan menjaga keberlangsungan sistem patriarkal. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa peminggiran perempuan adat Bonokeling merupakan proses historis yang panjang dan bertumpuk. Kondisi ini membuka kebutuhan mendesak untuk menempatkan perempuan sebagai sumber pengetahuan guna mengungkap kembali narasi yang terputus akibat dominasi androsentris dalam politik adat. | This study explores the marginalizing power that shapes the political roles of Indigenous women in the Anak Putu Bonokeling community in Pekuncen, Banyumas. Historically, Bonokeling women held authoritative positions across cultural spheres such as ritual practice, domestic management, and informal forums that supported the continuity of tradition. Over time, subtle shifts in meaning and power have emerged, and the community has not fully recognized these changes. These shifts became more visible after the state intervened through Village Law No. 6 of 2014, which reshaped local power relations, including within Indigenous communities. This research uses a qualitative case study with a constructivist paradigm and a structuralist perspective. The researcher gathered data through in-depth interviews, participatory observation, and documentation, then validated the findings through source triangulation. The study shows that Bonokeling women’s power operates in layers covering symbolic, genealogical, domestic, and cultural dimensions that support customary continuity. Their marginalization develops gradually and subtly as a form of soft domination, visible through disrupted historical narratives controlled by men. This disruption erases women’s leadership from collective memory and pushes their roles into domestic and ritual spaces. Classical royal institutions, the modern state, and customary bodies act as agents that maintain patriarchal structures. The study concludes that the marginalization of Bonokeling Indigenous women is a long and cumulative historical process. It also underscores the urgent need to reposition women as central knowledge holders who can recover narratives overshadowed by androcentric dominance in customary politics. | |
| 47545 | 50948 | F1A022138 | PEMAKNAAN DAN TINDAKAN INFLUENCER DALAM MEMPROMOSIKAN KULINER DI PURWOKERTO: STUDI PADA AKUN INFLUENCER TIKTOK DI PURWOKERTO | Fenomena konten viral, terutama dalam bidang kuliner sudah sangat berkembang pesat. Perkembangan ini didorong oleh kemudahan akses, serta tingginya minat masyarakat dalam mencari rekomendasi kuliner melalui TikTok, terutama di Purwokerto. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pemaknaan influencer TikTok terhadap kuliner di Purwokerto dan menganalisis tindakan yang dilakukan oleh influencer dalam mempromosikan makanan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Penelitian ini berlokasi di Purwokerto, Jawa Tengah. Subjek dalam penelitian ini adalah influencer kuliner di TikTok yang aktif mempromosikan kuliner. Informan ditentukan dengan menggunakan purposive sampling, terdiri dari tiga influencer kuliner yang memiliki lebih dari 5.000 followers. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi, studi pustaka, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan model Miles Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan tindakan promosi yang dilakukan oleh influencer didorong oleh minat pribadi, kebutuhan ekspresi diri, dan peluang ekonomi. Pemaknaan para influencer terhadap kuliner tidak hanya pada aspek visual, melainkan juga memperhatikan nilai sosial dan budaya di balik setiap makanan. Selain itu, tindakan promosi ini mencerminkan tindakan sosial dan makna simbolik yang dibangun melalui interaksi dengan audiens. Implikasi penelitian ini menunjukan bahwa influencer memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk tren baru dan budaya konsumsi di ruang digital. | The phenomenon of viral content, particularly in the culinary field, has grown rapidly. This development is driven by easy digital access and the increasing public interest in seeking culinary recommendations through TikTok, especially in Purwokerto. This study aims to describe the meaning constructed by TikTok culinary influencers in Purwokerto and to analyze the actions they take in promoting local food. The research method employed is qualitative with a phenomenological approach. The study was conducted in Purwokerto, Central Java, with the research subjects being TikTok culinary influencers actively promoting culinary content. Informants were selected using purposive sampling. Data were collected through interviews, observations, literature review, and documentation. The findings show that the meanings and actions of influencers in promoting Purwokerto’s culinary scene vary among individuals. Culinary practices are not only understood as mere consumption products but also as representations of local identity. In conclusion, the role of culinary influencers in Purwokerto is not solely commercial but also involves complex social processes that contribute to the construction of new meanings within society. | |
| 47546 | 50879 | J1A020052 | THE REASON WHY THE MAIN CHARACTER IN VIDEO GAME THE LAST OF US PART II (2020) EXPERIENCE PSYCHOLOGICAL TRAUMA | Studi ini meneliti trauma psikologis yang dialami oleh protagonis, Ellie, dalam video game tahun 2020 The Last of Us Part II (2020), yang dibuat oleh Naughty Dog. Penelitian ini meneliti konsekuensi emosional dan psikologis dari momen-momen penting dalam plot game menggunakan psikologi dalam teori sastra. Trauma Ellie terutama dipicu oleh pembunuhan kejam terhadap figur ayahnya, Joel, yang memicu siklus kesedihan, obsesi, dan pembalasan. Saat ia melakukan pencarian kekerasan untuk membalas dendam, Ellie mengalami tekanan fisik dan emosional yang signifikan, yang mengakibatkan gejala-gejala yang menunjukkan gangguan stres pascatrauma (PTSD), seperti kilas balik, desensitisasi emosional, hiperwaspada, dan isolasi sosial. Temuan penelitian ini adalah sebagai berikut: Ada tiga alasan Ellie sebagai karakter utama mengalami trauma yaitu tanpa ayah, paparan kekerasan, dan objek signifikan yang terkait dengan trauma. Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan bahwa The Last of Us Part II (2020) beroperasi sebagai permainan video yang berfokus pada narasi dan karya sastra, yang secara efektif merangkum konsekuensi emosional dan psikologis trauma melalui karakter, simbolisme, dan struktur. | This study examines the psychological trauma endured by the protagonist, Ellie, in the 2020 video game The Last of Us Part II (2020), created by Naughty Dog. The research examines the emotional and psychological ramifications of pivotal moments within the game's plot using psychology in literature theory. Ellie's trauma is chiefly instigated by the violent murder of her father figure, Joel, which catalyzes a cycle of grief, obsession, and retribution. As she undertakes a violent quest for vengeance, Ellie endures significant physical and emotional strain, resulting in symptoms indicative of post-traumatic stress disorder (PTSD), such as flashbacks, emotional desensitization, hypervigilance, and social isolation. The findings of this research are as follows: There are three reasons of Ellie as the main character experience trauma namely fatherless, exposure of violence, and significant object associated with trauma. Overall, this research emphasizes that The Last of Us Part II (2020) operates as both narrative-focused video game and a literary work, effectively encapsulating the emotional and psychological consequences of trauma through character, symbolism, and structure. | |
| 47547 | 50873 | F1C021077 | PENERIMAAN TERHADAP PROGRAM SOSIALISASI KAMPANYE KESELAMATAN KERETA API DAOP 5 PURWOKERTO | Kampanye keselamatan perlintasan kereta api menjadi penting mengingat tingginya risiko kecelakaan yang disebabkan oleh rendahnya kepatuhan pengguna jalan. Melalui Teori ELM, penelitian ini menganalisis bagaimana jalur elaborasi—pusat (central route) dan periferal (peripheral route)—mempengaruhi pemahaman responden dalam menafsirkan pesan kampanye yang disampaikan.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan penyebaran kuesioner kepada responden yang pernah terpapar kampanye keselamatan perlintasan kereta api. Data yang telah terkumpul dianalisis secara deskriptif melalui uji validitas, reliabilitas, serta pemaparan data karakteristik responden dan indikator penerimaan pesan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memahami pesan kampanye secara baik melalui jalur periferal, seperti visual, desain, dan keterlibatan tokoh. Melalui analisis nilai mean, presentase nilai anatara central route 13.97% dan paripheral route 14.79% ini menunjukan bahwa, masyarakat lebih menerima dan memperoses informasi kampanye melalui jalur paripheral di bandingkan jalur central.Walaupun selisih anatara keduanya tak jauh berbeda, namun hanya sebagian yang melakukan elaborasi mendalam melalui jalur pusat. Temuan ini memperlihatkan bahwa kampanye yang menonjolkan aspek visual dan repetisi pesan lebih efektif dalam meningkatkan kesadaran keselamatan pada perlintasan kereta api. | Therailway crossing safety campaign is important given the high risk ofaccidents caused by low road user compliance. Usingthe ELM theory, this study analyzes how the elaboration route—central (centralroute) and peripheral (peripheral route)—affectsrespondents' understanding in interpreting the campaign messages conveyed. This studyuses a descriptive quantitative method with a questionnaire distributedto respondents who have been exposed to railroad crossing safety campaigns. The collected data were analyzed descriptively through validity and reliability tests, as well as the presentation of respondent characteristics andmessage acceptance indicators. The results show that most respondents understood the campaign message well through peripheral routes, such asvisuals, design, and figure involvement. Through mean value analysis, the percentage value between thecentral route (13.97%) and the peripheral route (14.79%) shows that the publicmore readily accepts and processes campaign information through peripheral routes thancentral routes. Although the difference between the two is not much, only a portion of the respondents elaborated deeply through the central route. These findings show thatcampaigns that emphasize visual aspects and message repetition are more effective inraising safety awareness at railroad crossings | |
| 47548 | 50949 | A1F019009 | ANALISIS TINGKAT KEPUASAN DAN KEPENTINGAN KONSUMEN TERHADAP PRODUK YOGHURT STICK IKM YOGHURT SEHATI PURWOKERTO | Yoghurt merupakan salah satu makanan fungsional yang paling populer dan digemari masyarakat. Salah satu pelaku industri yoghurt di Purwokerto ialah IKM Yoghurt Sehati. Namun, terdapat permasalahan yang sedang dialami ole IKM tersebut, yakni terjadinya penurunan permintaan produk selama beberapa periode terakhir. yang disebabkan oleh semakin ketatnya persaingan pasar. Oleh karena itu, IKM Yoghurt Sehati Purwokerto perlu melakukan evaluasi pada produk mereka yang lebih berorientasi pada konsumen berdasarkan tingkat kepentingan dan kepuasan konsumen. Tujuan penelitian ini ialah menganalisis tingkat kepuasan, kepentingan dan kesesuaian konsumen terhadap produk, mengetahui indeks kepuasan konsumen terhadap produk, menentukan atribut yang harus diperbaiki pada produk, serta menentukan strategi perbaikan produk. Penelitian ini berupa survei mengenai analisis tingkat kepentingan dan kepuasan konsumen terhadap produk menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) serta Customer Satisfaction Index (CSI). Penelitian ini terdiri atas 5 tahap, yaitu identifikasi profil konsumen, identifikasi tingkat kepuasan dan tingkat kepentingan konsumen, penentuan indeks kepuasan konsumen, penentuan atribut perbaikan produk, dan penetapan strategi perbaikan produk menggunakan metode Fishbone. Berdasarkan hasil uji CSI, didapatkan nilai sebesar 77.76%., yang mana termasuk dalam kriteria “Puas”. Adapun hasil uji IPA pada yoghurt stick dari IKM Yoghurt Sehati Purwokerto menunjukan bahwa terdapat tujuh atribut yang perlu diperhatikan oleh pihak IKM untuk mendapat perbaikan, yakni aroma, rasa asam, keseimbangan rasa asam dan manis, kesesuaian harga dengan kualitas, kemudahan untuk membeli produk secara online, kemudahan untuk membeli produk secara offline, serta promosi melalui media sosial. Dari tujuh atribut tersebut, dapat dirumuskan strategi perbaikan yang berfokus pada evaluasi sederhana dengan biaya rendah namun namun efektif untuk meningkatkan kualitas produk serta performa pemasaran, yang meliputi reformulasi produk dengan mengurangi kadar air gula dan penggunaan perisa yoghurt untuk meningkatkan sifat sensoris produk, penerapan sistem pengendalian mutu produk akhir, memperbanyak jumlah reseller, penggunaan signage sebagai penunjuk arah titik penjualan dan lokasi IKM, mengurus izin edar, serta optimasi pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi dan penyampaian informasi mengenai aksesibilitas produk. | Yoghurt is one of the most popular and widely favored functional foods. Yoghurt Sehati Small and Medium Enterprises (SME) is one of yoghurt industry stakeholders in Purwokerto. However, this SME is experiencing a decline in product demand over the past few periods, due to increasingly fierce market competition. Therefore Yoghurt Sehati Purwokerto SME needs to evaluate their product to be more consumer-oriented based on consumer importance and satisfaction rate. The purpose of this research is to analyze the consumer satisfaction, importance, and suitability of the product, identify the consumer satisfaction index of the product, determine attribues of the product that need improvement, and determine product improvement strategy. This research consists of a survey to analyze the consumer importance and satisfaction level for the product isung the Importance Performance Analysis (IPA) and Customer Satisfaction INdex (CSI)). This research consists of five stages such as follows : identifying consumer profile, identifying consumer importance and satisfaction level, determining consumer satisfaction index, determining product improvement attributes, and determining product improvement strategy using the Fishbone method. Based on the CSI analysis, a score of 77.76% was obtained, which falls within the “Satisfied” criteria. As for the IPA analysis of the product, the result shows that there are seven attributes that the SME should address for improvement, which consists of aroma, sour flavor, the balance between sour and sweet flavors, price-to-quality ratio, ease of offline porchasing, ease of online purchasing, and promotion through social media. Based from these seven attributes, improvement strategy is formulated, which focuses in simple and low-cost evaluation yet effective to enhance product quality and marketing performance, which includes reformulating the product composition by reducing the water and sugar ratio and using yoghurt flavoring agent to enhance it’s sensory attributes, implementing quality control system for final product, enhancing the amount of reseller, using some signage to show the direction of selling points and SME location, administering licensing and certification for distribution permit, and optimizing social media to promote and give information about product’s accesibility. | |
| 47549 | 50395 | I1C020069 | FORMULASI BODY SCRUB EKSTRAK ETANOL KACANG HIJAU (Vigna radiata) DAN SERBUK BERAS PUTIH (Oryza sativa L.) | Penelitian ini bertujuan memformulasikan body scrub dari ekstrak kacang hijau (Vigna radiata) dan serbuk beras putih (Oryza sativa L.) sebagai agen pelembab dan eksfoliator alami. Asam stearat dan trietanolamin sebagai emulgator divariasikan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap sifat fisik dan stabilitas sediaan. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk menguji pengaruh sifat dan stabilitas fisik sediaan body scrub ekstrak kacang hijau (Vigna radiata) dan beras putih (Oryza sativa L.) dengan variasi konsentrasi trietanolamin dan asam stearat serta untuk mengetahui konsentrasi trietanolamin dan asam stearat yang menghasilkan body scrub dengan sifat dan stabilitas fisik yang paling baik. Kacang hijau diekstraksi dengan metode maserasi, kemudian dibuat dalam bentuk krim body scrub dengan variasi konsentrasi Asam Stearat dan Trietanolamin. Body scrub dibuat 3 formula yaitu F0 (6;0,5), F1 (6:0,5), F2 (8:1), dan F3 (10:2). Uji stabilitas fisik meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat. Setelah dilakukan uji sifat fisik, dilakukan pula uji stabilitas fisik dengan metode Freeze-Thaw. Seluruh formula telah memenuhi kriteria sifat fisik dan stabilitas fisik krim body scrub, kecuali daya sebar yang masih dibawah 5 cm, dengan daya sebar terbaik yaitu F1 dengan rata-rata 3,98 cm. Variasi konsentrasi asam stearat dan trietanolamin mempengaruhi sifat fisik sediaan krim body scrub yaitu pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat. Konsentrasi asam stearat dan trietanolamin yang tinggi akan meningkatkan pH, viskositas, dan daya lekat, namun akan menurunkan daya sebar sediaan. Body scrub dengan konsentrasi asam stearat 6% dan trietanolamin 0,5% (F1) adalah body scrub dengan formula yang paling baik. | This study aims to formulate a body scrub from mung bean extract (Vigna radiata) and white rice powder (Oryza sativa L.) as a natural moisturizer and exfoliator. Stearic acid and triethanolamine as emulsifiers were varied to determine their effect on the physical properties and stability of the preparation. This study aims to test the effect of the physical properties and stability of the body scrub formulation made from green bean extract (Vigna radiata) and white rice (Oryza sativa L.) with varying concentrations of triethanolamine and stearic acid, as well as to determine the concentrations of triethanolamine and stearic acid that produce a body scrub with the best physical properties and stability. Green beans were extracted using the maceration method, then made into a body scrub cream with varying concentrations of stearic acid and triethanolamine. Three body scrub formulas were created: F0 (6:0.5), F1 (6:0.5), F2 (8:1), and F3 (10:2). Physical stability tests include organoleptic tests, homogeneity, pH, viscosity, spreadability, and adhesion. After the physical property tests, physical stability tests were also conducted using the Freeze-Thaw method. All formulas met the criteria for physical properties and physical stability of body scrub creams, except for spreadability, which was still below 5 cm, with the best spreadability being F1 with an average of 3.98 cm. Variations in the concentrations of stearic acid and triethanolamine affect the physical properties of the body scrub cream formulation, namely pH, viscosity, spreadability, and adhesion. High concentrations of stearic acid and triethanolamine increase pH, viscosity, and adhesion, but reduce the spreadability of the formulation. The body scrub with a stearic acid concentration of 6% and triethanolamine concentration of 0.5% (F1) is the body scrub with the best formulation. | |
| 47550 | 50950 | B1A021027 | Efektivitas Bioaktivator dari Konsorsium Bakteri Hidrolitik dan Nitrifikasi dalam Dekomposisi dan Netralisasi Bau Sampah | Sampah adalah bahan yang berasal dari sisa-sisa kegiatan domestik maupun industri. Volume sampah yang dihasilkan masyarakat meningkat secara signifikan setiap harinya. Tanpa pengolahan yang benar, sampah organik dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan menyebabkan polusi udara yang disebabkan oleh bau yang tidak sedap. Salah satu cara untuk meminimalisir kerugian akibat sampah organik adalah dengan pembuatan pupuk kompos menggunakan bioaktivator. Konsorsium bakteri terdiri atas isolat bakteri LG 73, LG 101, LG 113, LG 127, SA 126 memiliki kemampuan enzimatis hidrolitik dan Ntb 3.berpeluang sebagai bioaktivator pengomposan sampah organik. Kemampuan konsorsium bakteri tersebut dan waktu yang efektif dalam mendekomposisi sampah organik dan menghilangkan bau sampah belum pernah diteliti sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan konsorsium bakteri LG 73, LG 101, LG 113, LG 127, SA 126, dan bakteri nitrifikasi Ntb 3.7 serta lama waktu yang efektif dalam mendekomposisi sampah organik dan menghilangkan bau sampah. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial. Variabel bebas pada penelitian ini adalah konsorsium sebagai bioaktivator dan lama pengomposan. Variabel terikat pada penelitian ini adalah kemampuan konsorsium bakteri dalam mendekomposisi sampah organik dan menghilangkan bau sampah. Penelitian ini terdiri atas 2 faktor, yaitu dosis bioaktivator dengan taraf 0%, 5 %, 10%, 15 %, dan waktu inkubasi dengan taraf 15, 30, dan 45 hari. Masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 36 unit percoban. Substrat pengomposan terdiri atas bubur sampah, jerami, sekam, serasah dan kotoran sapi dengan perbandingan 1:1:1:1:1. Parameter utama yang diamati pada penelitian ini adalah rasio C/N dan kadar amonium, sedangkan parameter pendukung terdiri atas jumlah bakteri, nilai pH kompos, suhu kompos, kelembapan, kadar nitrat dan kualitas pupuk kompos meliputi performa pupuk kompos (warna, tekstur dan bau kompos). Data hasil penelitian berupa rasio C/N dan kadar amonium dianalisis dengan analisis ragam (Analysis of variance/Anova) dengan tingkat kepercayaan 95% kemudian dilakukan analisis lanjut menggunakan DMRT (Duncan’sMultiple Range Test) dan data kualitatif dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian diperoleh bahwa pemberian dosis bioaktivator LG 73, LG 101, LG 113, LG 127, SA 126, dan Ntb 3.7 memberikan pengaruh nyata terhadap kadar amonium yang ditandai dengan kompos sudah tidak berbau sampah, sementara waktu inkubasi memberikan pengaruh nyata terhadap penurunan rasio C/N, dan interaksi antar dosis bioaktivator dengan waktu inkubasi tidak berpengaruh nyata terhadap penurunan rasio C/N maupun amonium, meskipun dosis bioaktivator bakteri tidak memberikan pengaruh nyata terhadap rasio C/N, rasio C/N yang dihasilkan dapat dikategorikan matang setelah inkubasi 45 hari. Hasil pengamatan terhadap parameter lain turut mendukung bahwa seluruh perlakuan telah mencapai tahap kematangan kompos. Suhu kompos berkisar 31oC, pH kompos berkisar 7, dan kelembapan kompos sekitar 50%. Performa kompos dengan penambahan dosis meliputi warna, tekstur, dan aroma juga menunjukkan ciri kompos yang matang, berbeda dengan performa kompos perlakuan kontrol yang masih memiliki warna coklat dan tekstur kurang remah, menandakan proses dekomposisi yang memerlukan waktu lebih lama daripada penambahan dosis bioaktivator. | Waste is the residual material from domestic and industrial activities. The volume of waste produced by the community increases significantly every day. Without proper processing, organic waste can pollute the environment and contribute to air pollution due to unpleasant odors. One way to minimize the damage caused by organic waste is by making compost using a bioactivator. The bacterial consortium of LG 73, LG 101, LG 113, LG 127, SA 126 has hydrolytic enzymatic ability and Ntb 3.7 has nitrification ability. The ability of the bacterial consortium, the effective time in decomposing organic waste and neutralization waste odors have not been studied previously. This study aims to determine the ability of the bacterial consortium of LG 73, LG 101, LG 113, LG 127, SA 126, and Nitrifying bacteria Ntb 3.7 as well as the effective time in decomposing organic waste and neutralization waste odors. The study was conducted using an experimental method using a completely randomized design (RAL) with a factorial pattern. The independent variables in this study were the bacterial formula and the composting time, which were 15, 30, and 45 days. The dependent variable in this study was the ability of the bacterial consortium to decompose organic waste and neutralization waste odor. This study consisted of 2 factors, namely the bioactivator dose with levels of 0%, 5%, 10%, 15%, and the incubation time with levels of 15, 30, and 45 days. Each treatment was repeated 3 times to obtain 36 experimental units. The composting substrate consisted of waste pulp, straw, husks, leaf litter, and cow dung with a ratio of 1:1:1:1:1. The main parameters observed in this study were the C/N ratio and ammonium content, while the supporting parameters consisted of the number of bacteria, the pH value of the compost, the temperature of the compost, humidity, nitrate content, and the quality of the compost fertilizer including the performance of the compost fertilizer (color, texture, and odor). The research data in the form of C/N ratio and ammonium content analyzed using analysis of variance (Analysis of variance/Anova) with a confidence level of 95%. If the Anova results are significant, further analysis carried out using DMRT (Duncan's Multiple Range Test) and qualitative data will be analyzed descriptively. The results of the study showed that the administration of bioactivator doses of LG 73, LG 101, LG 113, LG 127, SA 126, and Ntb 3.7 had a significant effect on ammonium levels, which was indicated by the compost no longer smelling like garbage, while the incubation time had a significant effect on the decrease in C/N, and the interaction between bioactivator doses and incubation time had no significant effect on the C/N ratio or ammonium, the bacterial bioactivator dose had no significant effect on the C/N ratio, the resulting C/N ratio could mature after 45 days of incubation. The results of observations on other parameters also supported that all treatments had reached the compost maturity stage. The compost temperature was around 31oC, the compost pH was around 7, and the compost moisture was around 50%. The performance of the compost with additional doses including color, texture, and aroma also showed characteristics of mature compost, in contrast to the performance of the control compost treatment which still had a brown color and a less crumbly texture, indicating a decomposition process that took longer than the addition of the bioactivator dose. | |
| 47551 | 50951 | B1A021026 | Bioaktivator Bakteri Hidrolitik dan Nitrifikasi Dalam Proses Dekomposisi dan Netralisasi Bau Sampah | Pengelolaan sampah organik di Indonesia menjadi tantangan besar, dengan 80% sampah padat terdiri dari sampah organik yang mudah membusuk dan mengeluarkan bau tidak sedap. Teknologi penggunaan bioaktivator yang mengandung mikroba dekomposer dan bakteri nitrifikasi diharapkan mampu mempercepat dekomposisi sampah organik menjadi kompos dan bebas bau. Bioaktivator bekerja dengan menguraikan bahan organik secara efektif. Kombinasi isolat bakteri LG73, LG101, LG113, SA126, dan LG127 yang memiliki kemampuan menghasilkan enzim hidrolitik dan isolat Nts 2.5 sebagai bakteri nitrifikasi diharapkan mampu berfungsi sebagai bioaktivator. Potensi konsorsium bioaktivator tersebut belum pernah diteliti sebelumnya dalam dekomposisi sampah organik dan menghilangkan bau sampah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kemampuan konsorsium isolat bakteri LG73, LG101, LG113, SA126, dan LG127 serta Nts 2.5 dalam dekomposisi sampah dan menghilangkan bau sampah. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Perlakuan terdiri atas dosis bioaktivator (0%, 5%, 10%, 15%) dan waktu inkubasi (15, 30, 45 hari). Masing- masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 36 unit percobaan. Substrat pengomposan terdiri atas bubur sampah, jerami, sekam, serasah, dan kotoran sapi dengan perbandingan 1:1:1:1:1. Variabel bebas penelitian ini yaitu dosis bioaktivator dan lama waktu pengomposan, sedangkan variabel terikat penelitian ini yaitu kemampuan konsorsium bakteri dalam pengomposan dan menghilangkan bau sampah. Parameter utama yang diamati penelitian ini yaitu nilai rasio C/N dan kadar amonium, dan parameter pendukung penelitian ini terdiri atas kadar nitrat, suhu, pH, total bakteri, kenampakan kompos (warna, tekstur, dan bau kompos). Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA pada tingkat kepercayaan 95% dan dilakukan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor waktu inkubasi berpengaruh nyata terhadap penurunan rasio C/N dan kadar amonium, sedangkan faktor dosis bioaktivator serta interaksi keduanya tidak memberikan pengaruh signifikan, dengan nilai signifikansi masing-masing 0,337 (p>0,05) dan 0,825 (p>0,05) untuk rasio C/N, serta 0,651 (p>0,05) dan 0,104 (p>0,05) untuk kadar amonium. Nilai rata-rata rasio C/N awal sebesar 17,14 menurun menjadi 12,01 pada akhir inkubasi hari ke-45 dan rata-rata kadar amonium menunjukkan kadar amonium awal sebesar 5,58 menurun menjadi 3,49. Hal ini menunjukan bahwa proses dekomposisi telah mencapai tahap stabil dan kompos dinyatakan matang. Perlakuan dengan waktu inkubasi 45 hari menghasilkan penurunan rasio C/N dan kadar amonium paling nyata secara biologis dibandingkan dengan waktu inkubasi 15 dan 30 hari, yang mengindikasikan bahwa semakin lama waktu inkubasi mampu meningkatkan dekomposisi bahan organik sedangkan peningkatan dosis bioaktivator tidak secara signifikan meningkatkan efektivitas penguraian bahan organik | Organic waste management in Indonesia remains a major challenge, as approximately 80% of solid waste consists of easily degradable organic materials that produce unpleasant odors due to ammonia emissions. To address this issue, bioactivator technology containing decomposer and nitrifying bacteria is required to accelerate the decomposition of organic waste into odorless compost. The bioactivator functions by efficiently breaking down organic matter. A combination of bacterial isolates LG73, LG101, LG113, SA126, and LG127, which produce hydrolytic enzymes, along with isolate Nts 2.5 as a nitrifying bacterium, is expected to serve effectively as a bioactivator. The potential of this bacterial consortium has not been previously studied. Therefore, this research aimed to determine the ability of the bacterial consortium LG73, LG101, LG113, SA126, LG127, and Nts 2.5 in decomposing and reducing the odor of organic waste. This study was conducted experimentally using a Completely Randomized Design (RAL) with a factorial pattern. The treatments consisted of different bioactivator concentrations (0%, 5%, 10%, and 15%) and incubation periods (15, 30, and 45 days). Each treatment was replicated three times, resulting in a total of 36 experimental units. The composting substrate consisted of waste pulp, straw, husks, leaf litter, and cow dung in a 1:1:1:1:1 ratio. The independent variables were bioactivator dosage and incubation time, while the dependent variables were the consortium’s ability to decompose and eliminate waste odor. The main parameters observed were the C/N ratio and ammonium concentration, while supporting parameters included nitrate content, temperature, pH, total bacterial population, and compost characteristics (color, texture, and odor). Data were analyzed using ANOVA at a 95% confidence level, and significant results were further tested using Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at the same confidence level. The results showed that incubation time significantly affected the decrease in C/N ratio and ammonia concentration, whereas bioactivator dosage and the interaction between both factors had no significant effect, with significance values of 0.337 (p>0.05) and 0.825 (p>0.05) for C/N ratio, and 0.651 (p>0.05) and 0.104 (p>0.05) for ammonium concentration. The average initial C/N ratio of 17.14 decreased to 12.01 at the end of the 45-day incubation, while the average ammonium content decreased from 5.58 to 3.49 at the end of the 45-day incubation, indicating that decomposition had reached a stable phase and the compost was considered mature. The 45-day incubation period resulted the most significant effect in decrease C/N ratio and ammonia content compared to 15 and 30 days, indicating that longer incubation time enhances the efficiency of organic matter decomposition. Thus, incubation duration is a key factor determining the rate of organic matter decomposition, whereas increasing the bioactivator dosage does not significantly improve the decomposition effectiveness. | |
| 47552 | 50988 | K1A021022 | PENENTUAN METODE DAN STUDI KOMPUTASI SENYAWA INSEKTISIDA CHLORPYRIPHOS MENGGUNAKAN DENSITY FUNCTIONAL THEORY (DFT) | Kimia komputasi membantu kerja eksperimen untuk memahami dan memprediksi berbagai perilaku kimia, fisika, dan biologi. Penetuan metode dengan menggunakan himpunan basis dan exchange correlation merupakan tahapan penting untuk mendapatkan simulasi molekular struktur yang stabil mendekati sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan metode yang sesuai yang dapat digunakan dalam pengembangan senyawa insektisida chlorpyriphos. Penelitian dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak HyperChem dengan metode Density Functional Theory (DFT) yang menggunakan empat himpunan basis 6-31G*, 6-31G**, 6-311G, dan 6-311G** serta menggunakan exchange-correlation hybrid B3LYP, B3-PW91, EDF1, dan Becke97. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis spektrum Inframerah (IR), pergeseran kimia 1H-NMR, panjang ikatan antar atom dan sudut ikatan antar atom. Hasil penelitian menunjukkan metode DFT yang paling sesui untuk senyawa chlorpyriphos yaitu himpunan basis 6-311G**/ B3LYP. Hal ini ditunjukkan oleh nilai PRESS yang dihasilkan berdasarkan beberapa parameter perhitungan bernilai paling kecil sebesar 50.639,1387. Penelitian juga menunjukkan hasil masing-masing nilai PRESS untuk parameter perhitungan panjang ikatan, sudut ikatan, spektrum IR, dan spektrum 1H-NMR secara berturutturut yaitu 0,0881; 111,7624; 50.525,7002; dan 1,5880. | Computational chemistry assists experimental work in understanding and predicting various chemical, physical, and biological behaviors. Determining methods using basis sets and exchange-correlation is an important step in obtaining stable molecular simulations that are close to reality. This study aims to determine the appropriate method that can be used in the development of the insecticide compound chlorpyriphos. The research was conducted using HyperChem software with the Density Functional Theory (DFT) method, which used four basis sets, namely 6-31G*, 6-31G*, 6-311G, and 6-311G*, as well as exchange-correlation hybrids B3LYP, B3-PW91, EDF1, and Becke97. The parameters used in this study were infrared (IR) spectrum analysis, 1H-NMR chemical shift, interatomic bond length, and interatomic bond angle. The results of the study show that the most suitable DFT method for chlorpyriphos compounds is the 6-311G**/B3LYP basis set. This is indicated by the PRESS value produced based on several calculation parameters with the smallest value of 50,639.1387. The study also shows the results of each PRESS value for the calculation parameters of bond length, bond angle, IR spectrum, and 1H-NMR spectrum, respectively, which are 0.0881; 111.7624; 50.525.7002; and 1.5880. | |
| 47553 | 50952 | F1F021047 | Analisis Upaya Penurunan Emisi Karbon Indonesia dalam Dokumen Enhanced NDC Indonesia Tahun 2022 | Penelitian ini bertujuan menganalisis peran United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) dalam upaya penurunan emisi karbon di Indonesia berdasarkan dokumen Enhanced Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia tahun 2022. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan teknik triangulasi sumber, penelitian ini mengkaji sejauh mana peran UNFCCC sebagai rezim internasional selaras dengan teori liberalisme institusionalis dan pendekatan implementasi rezim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UNFCCC telah menjalankan sebagian besar perannya secara sesuai, antara lain melalui penetapan norma global (Paris Agreement), mekanisme transparansi (ETF dan MRV), fasilitasi pendanaan iklim, serta pengembangan mekanisme pasar dan non-pasar untuk mendukung mitigasi. Namun, temuan lapangan menunjukkan bahwa implementasi target NDC Indonesia belum sepenuhnya berjalan sesuai rencana, terutama akibat tingginya ketergantungan pada energi fosil, meningkatnya deforestasi, ketidakcukupan pendanaan iklim, konflik kepentingan domestik, serta lemahnya political will pemerintah. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa UNFCCC belum sepenuhnya mampu memenuhi salah satu parameter utama dalam kerangka teori implementasi rezim, yaitu kemampuan untuk menghilangkan ketidakpastian dalam kerja sama internasional. Ketidakpastian terkait pendanaan, komitmen, dan implementasi lintas negara masih memengaruhi efektivitas dukungan UNFCCC terhadap Indonesia. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa meskipun UNFCCC telah berfungsi sebagai rezim internasional yang relevan, efektivitas penerapannya tetap sangat dipengaruhi oleh faktor domestik dan dinamika global yang kompleks. | This study aims to analyze the role of the United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) in efforts to reduce carbon emissions in Indonesia based on Indonesia's Enhanced Nationally Determined Contribution (NDC) document in 2022. Using descriptive qualitative methods and source triangulation techniques, this study examines the extent to which the role of the UNFCCC as an international regime is in line with the theory of institutionalist liberalism and the regime implementation approach. The results show that the UNFCCC has carried out most of its roles appropriately, including through the establishment of global norms (Paris Agreement), transparency mechanisms (ETFs and MRVs), climate finance facilitation, and the development of market and non-market mechanisms to support mitigation. However, field findings show that the implementation of Indonesia's NDC target has not fully gone as planned, especially due to high dependence on fossil energy, increasing deforestation, insufficient climate finance, domestic conflicts of interest, and weak political will of the government. In addition, the study found that the UNFCCC has not been fully able to meet one of the key parameters in the theoretical framework of regime implementation, namely the ability to eliminate uncertainty in international cooperation. Uncertainty related to funding, commitments, and cross-border implementation still affect the effectiveness of UNFCCC's support to Indonesia. Thus, this study confirms that although the UNFCCC has functioned as a relevant international regime, the effectiveness of its implementation remains heavily influenced by domestic factors and complex global dynamics. | |
| 47554 | 50925 | B1A021120 | Studi Etnoekologi Pemanfaatan Tumbuhan dan Pengelolaan Ekosistem Hutan oleh Masyarakat Desa Cikakak Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas | Hutan memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat, tidak hanya sebagai sumber daya alam, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sosial dan budaya. Desa Cikakak merupakan desa wisata sekaligus desa adat yang memiliki hutan yang dikelola secara adat, sehingga relevan sebagai lokasi studi etnoekologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies tumbuhan hutan yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Cikakak beserta manfaatnya dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya, serta mengetahui bentuk kearifan lokal dalam pengelolaan sumber daya ekosistem hutan. Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur dengan panduan kuesioner, dan dokumentasi. Informan ditentukan dengan teknik snowball sampling, diawali dari satu informan kunci yang memiliki pengetahuan mendalam mengenai pemanfaatan tumbuhan hutan dan kearifan lokal di Desa Cikakak. Variabel penelitian adalah keanekaragaman tumbuhan yang dimanfaatkan dari hutan yang dikelola secara adat, dan bentuk kearifan lokal masyarakat Desa Cikakak. Parameter penelitian adalah karakter morfologi dari tumbuhan, seperti daun, batang, bunga, dan buah, kemudian manfaat sosial berupa penggunaan tumbuhan untuk ritual atau tradisi, manfaat ekonomi berupa hasil tumbuhan yang digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, serta manfaat budaya berupa nilai simbolis kemudian bentuk aturan atau larangan adat yang berperan dalam menjaga kelestarian hutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tujuh spesies tumbuhan kayu dari lima famili yang dimanfaatkan di hutan yang dikelola secara adat di Desa Cikakak, yaitu Acacia mangium, Albizia chinensis, Samanea saman, Syzygium polyanthum, Schima wallichii, Tectona grandis, dan Pinus merkusii. Pemanfaatan tumbuhan tersebut dilakukan secara terbatas dan berlandaskan kearifan lokal. Dalam aspek ekonomi, kayu digunakan untuk kebutuhan rumah tangga dan perbaikan bangunan tanpa tujuan komersial. Dalam aspek sosial, pemanfaatan tumbuhan juga terlihat pada kegiatan memasak bersama dalam rangka upacara adat seperti Jaro Rojab dan Sedekah Bumi, sedangkan secara budaya, kayu digunakan untuk keperluan seperti pembangunan rumah juru kunci, makam, dan Masjid Saka Tunggal yang menjadi simbol tradisi masyarakat Cikakak. Pengelolaan hutan adat di Desa Cikakak berlandaskan pada kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun dan dijalankan oleh juru kunci sebagai pewaris amanah leluhur untuk menjaga serta melestarikan warisan pendahulu. Aturan adat seperti larangan menebang pohon sembarangan, berbicara, dan bersikap tidak sopan di kawasan hutan. | Forests hold an essential role in community life, not only as natural resources but also as integral components of social and cultural systems. Cikakak Village is both a tourism village and a traditional village, where the forest is managed under customary law, making it a relevant site for an ethnoecological study. This research aims to identify the forest plant species utilized by the people of Cikakak Village along with their social, economic, and cultural benefits, as well as to understand the forms of local wisdom applied in managing forest ecosystem resources. This study employed a survey method with a descriptive qualitative approach. Data were collected through observation, semi-structured interviews using a guided questionnaire, and documentation. Informants were selected using the snowball sampling technique, beginning with a key informant who possesses extensive knowledge of forest plant utilization and local wisdom in Cikakak Village. The research variables consisted of the diversity of plants utilized from the forest managed under customary practices, as well as forms of local wisdom within the Cikakak community. Research parameters included the morphological characteristics of plants—specifically leaves, stems, flowers, and fruits—along with their social benefits, economic benefits, cultural values, and the customary rules or prohibitions that play a role in sustaining forest conservation. The results show that seven species of timber trees from five families are utilized within the customary forest of Cikakak Village, namely Acacia mangium, Albizia chinensis, Samanea saman, Syzygium polyanthum, Schima wallichii, Tectona grandis, and Pinus merkusii. The utilization of these species is limited and governed by local wisdom. Economically, the wood is used for household needs and building repairs without commercial purposes. Socially, plants are used for activities related to traditional rituals such as Jaro Rojab and Sedekah Bumi, while culturally, the wood is used for purposes such as constructing the caretaker’s house, graves, and the historic Masjid Saka Tunggal, which symbolizes the traditions of the Cikakak community. The management of the customary forest is grounded in inherited local wisdom and is carried out by the juru kunci as the custodian of ancestral heritage. Customary rules include prohibitions against cutting trees carelessly, speaking, or behaving disrespectfully within the forest area. | |
| 47555 | 50954 | A1C021040 | Pengaruh Pemberian Mulsa Organik Terhadap Kepadatan Tanah Pada Kedalaman 0 – 50 Cm Pada Saat 12 Bulan Setelah Perlintasan Traktor Roda 4 | Traktor roda 4 merupakan sumber tenaga utama dalam pengolahan tanah, namun penggunaannya dapat menimbulkan pemadatan yang merusak struktur tanah. Pemberian mulsa organik menjadi salah satu upaya untuk mengurangi dampak pemadatan karena dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Sebagian penelitian sebelumnya hanya mengkaji efek mulsa sesaat setelah perlintasan traktor, sehingga kajian mengenai pengaruh mulsa organik hingga 12 bulan setelah perlintasan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mulsa jerami, sekam padi, dan serasah daun bambu terhadap tingkat pemadatan tanah pada kedalaman 0–50 cm setelah 12 bulan perlintasan traktor roda 4 serta mempelajari hubungan antar variabel sifat fisik tanah terkait perlakuan tersebut. Penelitian dilaksanakan pada Maret–Desember 2025 di UPJA Sokaraja dan Laboratorium Terpadu 1 IAB Universitas Jenderal Soedirman menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan: tanpa mulsa (M0), mulsa jerami (MJ), mulsa sekam (MS), dan mulsa daun bambu (MD). Sampel tanah tidak terganggu diambil pada lima kedalaman dengan lima ulangan, sehingga diperoleh 100 sampel. Variabel yang diamati meliputi dry bulk density, porositas, kadar air, dan konduktivitas hidrolik jenuh yang dianalisis menggunakan ANOVA, DMRT, dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mulsa organik mampu menurunkan dry bulk density serta meningkatkan porositas, kadar air, dan konduktivitas hidrolik jenuh. Dry bulk density berkorelasi negatif dengan konduktivitas hidrolik jenuh (R² = 0,6915), sedangkan porositas dan kadar air berkorelasi positif (R² = 0,6915 dan R² = 0,4939). Pada 12 bulan setelah perlintasan, tanah menunjukkan dry bulk density lebih tinggi dan nilai porositas, kadar air, serta konduktivitas hidrolik jenuh lebih rendah dibandingkan pengamatan 0 dan 6 bulan. | A four-wheel tractor is an essential power source for soil tillage, but its use can cause soil compaction that damages soil structure. Applying organic mulch is one effort to reduce compaction because it can improve soil physical, chemical, and biological properties. Most previous studies only examined the effects of mulch shortly after tractor passes, so research on the influence of organic mulch up to 12 months after a four-wheel tractor pass is still limited. This study aims to determine the effects of straw mulch, rice husk mulch, and bamboo leaf litter mulch on soil compaction at a depth of 0–50 cm, 12 months after a four-wheel tractor pass, and to examine the relationships among soil physical properties related to these treatments. The research was conducted from March to December 2025 at the UPJA Sokaraja agricultural field and the Integrated Laboratory 1 IAB, Jenderal Soedirman University, using a Completely Randomized Design with four treatments: no mulch (M0), straw mulch (MJ), rice husk mulch (MS), and bamboo leaf litter mulch (MD). Undisturbed soil samples were collected at five depths with five replicates, resulting in a total of 100 samples. The observed variables included dry bulk density, porosity, soil moisture, and saturated hydraulic conductivity, analyzed using ANOVA, DMRT, and regression. The results showed that organic mulch reduced dry bulk density and increased porosity, soil moisture, and saturated hydraulic conductivity. Dry bulk density had a negative linear correlation with saturated hydraulic conductivity (R² = 0,6915), while porosity and soil moisture had positive correlations (R² = 0,6915 and R² = 0,4939). At 12 months after the tractor pass, the soil exhibited higher dry bulk density and lower porosity, moisture content, and saturated hydraulic conductivity compared to observations at 0 and 6 months. | |
| 47556 | 50955 | F1D021018 | GERAKAN PENDUKUNG KOTAK KOSONG PADA PILKADA KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2024 | Penelitian ini menganalisis gerakan politik kotak kosong yang diinisiasi oleh Koalisi Rakyat Banyumas (KRB) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Banyumas tahun 2024. Hal ini menarik karena kotak kosong memperoleh suara sebanyak 40,56% dan mendapat kemenangan di empat kecamatan. Dengan menggunakan pendekatan opportunity structure, resource mobilization, dan framing processes, penelitian ini mengidentifikasi penyebab, tujuan, serta strategi yang dilakukan oleh KRB. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini meliputi wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa KRB memanfaatkan tiga pendekatan tersebut untuk mengubah pandangan masyarakat terhadap kotak kosong sebagai pilihan alternatif selain calon tunggal. KRB memposisikan diri sebagai bentuk perlawanan masyarakat terhadap elit politik demi memperbaiki demokrasi lokal. Temuan ini menegaskan bahwa berkembangnya gerakan sosial ditentukan oleh hubungan antara pemanfaatan kesempatan politik, kemampuan mobilisasi, dan narasi yang kuat. | This study analyzes the “empty box” (kotak kosong) political movement initiated by the Banyumas People's Coalition (KRB) during the 2024 Banyumas Regency Regional Head Election (Pilkada). This phenomenon is significant as the empty box garnered 40.56% of the vote and won in four districts. By employing the frameworks of opportunity structure, resource mobilization, and framing processes, this research identifies the underlying causes, objectives, and strategies of the KRB. This study employs a qualitative method with a case study approach, utilizing in-depth interviews and documentation for data collection. The findings demonstrate that the KRB leveraged these three frameworks to transform public perception, framing the empty box as a viable alternative to the uncontested sole candidate. The KRB positioned itself as a vehicle for grassroots resistance against political elites, aiming to restore local democracy. This study confirms that the trajectory of social movements is contingent upon the interplay between political opportunity structures, mobilization capacity, and robust narrative construction. | |
| 47557 | 51181 | I1B022096 | Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Tingkat Stres Ibu Dalam Pemberian MPASI | Latar Belakang: Makanan pendamping ASI yang berkualitas dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak. Dukungan keluarga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat stres ibu saat memberikan makanan pendamping. Ketika ibu mengalami stres, pemberian makanan pendamping menjadi kurang optimal, sehingga menghambat proses penyediaan gizi yang memadai. Tujuan: Meneliti hubungan antara dukungan keluarga dan tingkat stres ibu dalam memberikan makanan pendamping. Metodologi: Desain kuantitatif korelatif dengan metode cross-sectional. Sampel terdiri dari 82 responden, menggunakan teknik sampling total. Data diperoleh melalui kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner Parental Stress Scale (PSS). Data dianalisis menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan uji Somers' D. Hasil: Mayoritas responden berusia 28 tahun dengan rentang 17-45 tahun. Usia median balita adalah 15 bulan dengan rentang 6-24 bulan. Mayoritas ibu memiliki pendidikan SMP, ibu rumah tangga, status paritas multipara, dan pendapatan keluarga <UMR. Hasil menunjukkan hubungan antara dukungan keluarga dan tingkat stres ibu dalam memberikan makanan pendamping, dengan arah negatif dan kekuatan lemah (nilai p 0,001 (p < 0,05); r = -0,303). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara dukungan keluarga dan tingkat stres ibu dalam memberikan pemberian makanan pendamping. | Background: High-quality complementary foods improve child growth and development. Family support is one factor that influences the mother's stress level when feeding complementary foods. When mothers are stressed, complementary feeding becomes suboptimal, hindering the process of nutritional fulfillment. Purpose: Examine the relationship between family support and mothers' stress levels in providing complementary foods. Methodology: Correlational quantitative design with a cross-sectional method. The sample consisted of 82 respondents, using total sampling technique. Data were obtained through the family support questionnaire and Parental Stress Scale (PSS) questionnaire. Data were analyzed using Kolmogorov-Smirnov normality test and Somers' D test. Results: The majority of respondents were 28 years old with range of 17-45 years. The median age of toddlers was 15 months with a range of 6-24 months. The majority of mothers had a junior high school education, housewives, multiparous parity status, and had family income <UMR. The results showed a relationship between family support and mothers stress level in providing complementary foods, with a negative direction and weak strength (p value 0.001 (p < 0.05); r = -0.303). Conclusion: There is a relationship between family support and mothers stress levels in providing complementary feeding. | |
| 47558 | 50953 | J1A020055 | ANALYZING THE SUBTITLING STRATEGIES AND ACCEPTABILITY OF VERBAL HUMOR IN “MEAN GIRLS” SUBTITLE | Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis humor verbal, strategi penerjemahan, dan tingkat keberterimaan dalam subtitle film “Mean Girls” (2004). Penelitian menggunakan metode deskriptif-kualitatif untuk menganalisis kompleksitas humor verbal dalam film serta bagaimana humor tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa sasaran. Data penelitian terdiri atas 51 data humor verbal yang diambil dari dialog tokoh utama dalam film “Mean Girls”. Peneliti menemukan 11 jenis humor verbal berdasarkan teori Shade (1996), dengan ironi, sarkasme, dan wit sebagai jenis yang paling dominan. Strategi penerjemahan dianalisis menggunakan teori Gottlieb (1992) dan ditemukan 6 strategi, dengan transfer dan parafrase sebagai strategi yang paling dominan untuk mempertahankan efek humor ke dalam bahasa target. Penilaian keberterimaan mengacu pada teori Naban et al. (2012), yang menunjukkan bahwa sebagian besar terjemahan humor verbal dinilai dapat tersampaikan secara alami dan sesuai dengan konteks budaya penonton sasaran. Ironi dan wit merupakan jenis humor yang paling banyak digunakan dengan menggunakan strategi transfer dan dinilai dapat diterima oleh para penilai. Peneliti juga menemukan bahwa sarkasme juga banyak diterjemahkan menggunakan strategi parafrase dan sebagian besar dinilai dapat diterima. Namun, terdapat sejumlah 3 data yang dikategorikan kurang dapat diterima, terutama karena penggunaan strategi condensation yang mengurangi beberapa detail pendukung dan nuansa atau efek humor, sehingga terjemahan kehilangan kekuatan ekspresifnya dan nada asli tidak tersampaikan dengan baik kepada penonton. Strategi lain seperti dislocation, deletion, dan imitation jarang digunakan karena kurang relevan dengan jenis humor yang muncul dalam film. | This research analyzes the types of verbal humor, subtitling strategies, and translation acceptability in the “Mean Girls” movie subtitle (2004). This research used a descriptive-qualitative method to analyze data in order to examine the complexities of verbal humor in the movie and how it is translated into the target language. The data consist of 51 lines of verbal humor from the main characters’ dialogues in the movie “Mean Girls”. The researcher identified 11 types of verbal humor from Shade’s (1996) theory, with irony, sarcasm, and with being the most frequent. Using the subtitling strategies from Gottlieb’s (1992) theory, 6 types of subtitling strategies were identified, with transfer and paraphrase being the most dominant strategies for preserving humor in the target language. Translation acceptability was assessed by Nababan et al. (2012), who revealed that 84% of the translations were rated acceptable, indicating that most humorous expressions are conveyed naturally and coherently within the cultural context of the target audience. Irony and wit mostly employ the transfer strategy and are considered acceptable by raters. The researcher also discovered that sarcasm frequently employs the paraphrase strategy and is largely rated acceptable. However, there are 3 data categorized as less acceptable, primarily due to the condensation strategy, which reduces some supporting details and nuances, making the translation feel flatter and harder for the audience to catch the intended tone. Other strategies such as dislocation, deletion, and imitation are rarely used, as they are less relevant to the humor expressed in the movie. | |
| 47559 | 50961 | G1A021126 | Hubungan Dukungan Sosial Teman Sebaya Dengan Tingkat Kecemasan Mahasiswa Tahun Pertama Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Jenderal Soedirman | Latar belakang: Kecemasan menjadi salah satu masalah kesehatan mental yang paling umum terjadi pada kelompok usia muda, termasuk mahasiswa. Mahasiswa tahun pertama, khususnya di Program Studi Pendidikan Dokter, rentan mengalami kecemasan akibat transisi menuju kehidupan perkuliahan yang penuh tuntutan akademik dan adaptasi ke lingkungan sosial yang baru khususnya di kampus. Dukungan sosial, terutama dari teman sebaya memiliki peran penting dalam membantu individu mengelola kecemasan. Belum ada penelitian terkait hubungan dukungan sosial teman sebaya dengan tingkat kecemasan mahasiswa tahun pertama di Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Jenderal Soedirman, padahal kecemasan yang tinggi dapat mengganggu aktivitas harian, menurunkan performa akademik, mempersulit hubungan sosial, mengurangi motivasi belajar, dan berpotensi menimbulkan gangguan psikologis jangka panjang seperti depresi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial teman sebaya dengan tingkat kecemasan mahasiswa tahun pertama Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Jenderal Soedirman. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian berupa analitik korelasional dengan desain penelitian cross sectional dan teknik purposive sampling, serta analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan mahasiswa yang tidak mengalami kecemasan sebanyak 21,7%, kecemasan ringan 16,7%, kecemasan sedang 20,8%, kecemasan berat 20,8%, dan kecemasan luar biasa 20,0%. Sebagian besar mahasiswa (52,5%) juga diketahui memperoleh dukungan sosial dari teman sebaya dalam kategori tinggi. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dengan tingkat kecemasan (p = 0,009; r = -0,236). Kesimpulan: Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dengan tingkat kecemasan mahasiswa tahun pertama Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Jenderal Soedirman, yang berarti semakin tinggi dukungan sosial teman sebaya yang diterima maka semakin rendah tingkat kecemasan yang dirasakan. Kata kunci: dukungan sosial teman sebaya, tingkat kecemasan, mahasiswa tahun pertama, pendidikan dokter | Background: Anxiety is defined as a state of tension or discomfort in anticipation of potential danger. It is one of the most common mental health issues among young adults, including university students. First year college students, especially medical students, are vulnerable to anxiety due to the transition into university life, which is often accompanied by academic and social demands such as adapting to a new social environment, especially on college. Social support, especially from peers, plays a crucial role in helping individuals manage anxiety. However, no studies have examined the relationship between peer social support and anxiety levels among first-year students in the Medical Education Program at Jenderal Soedirman University, even though high anxiety can disrupt daily activities, reduce academic performance, hinder social relationships, lower learning motivation, and potentially lead to long-term psychological disorders such as depression. Aim: This study aims to determine the relationship between peer social support and anxiety levels among first-year students of at Jenderal Soedirman University. Methods: This study employed a correlational analytic method with a cross-sectional research design and purposive sampling technique. Data analysis was conducted using univariate and bivariate approaches with the Spearman correlation test. Results: The univariate analysis showed that 21.7% of students experienced no anxiety, 16.7% mild anxiety, 20.8% moderate anxiety, 20.8% severe anxiety, and 20.0% extreme anxiety. Most students (52.5%) were also found to receive high levels of peer social support. The bivariate analysis revealed a significant negative relationship between peer social support and anxiety levels (p = 0.009; r = -0.236). Conclusion: There is a significant negative relationship between peer social support and anxiety levels among first year medical students of Jenderal Soedirman University, indicating that higher levels of peer support are associated with lower levels of anxiety. Keywords: peer social support, anxiety levels, first year students, medical students | |
| 47560 | 50958 | J1A021037 | Exploring The Dynamics of Human-Nature Relationships Across Time in Daniel Mason's North Woods (2023) | Prasetya, Faqih Fauzi. 2025. EXPLORING THE DYNAMICS OF HUMAN-NATURE RELATIONSHIP ACROSS TIME IN DANIEL MASON NORTH WOODS (2023). Skripsi. Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Kementerian Pendidikan Tinggi dan Kebudayaan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Pembimbing 1 1: Mia Fitria Agustina, S.S., M.A., Pembimbing 2: Eni Nur Aeni S.S., M.A. Penguji External: Tri Murniati, S.S., M.Hum., Ph.D., Sekretaris: Dr. Lynda Susana Widya Ayu F, S.S., M.Hum Kata Kunci: ekokritik, hubungan manusia alam, lingkungan, north woods Penelitian ini membahas hubungan antara manusia dan alam yang digambarkan dalam novel North Woods karya Daniel Mason yang mengangkat tema ekologis dan historis, tentang bagaimana berbagai karakter dalam novel berinteraksi dengan alam dari waktu ke waktu. Penelitian ini menerapkan kerangka kerja ekokritik Garrard yang juga dibantu dengan teori-teori lain, seperti konsep simbiosis hubungan manusia dengan alam dari Cheam and Nishiguchi serta unsur intrinsik menurut Kennedy dan Gioia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang dinamis antara manusia dan alam pada masing-masing karakter yang dipilih dalam novel. Hubungan tersebut terbagi dalam tiga waktu dan perubahan era dari era kolonial, abad ke-19, dan masa kini yang ditunjukkan dalam tiga aspek, yaitu: pemanfaatan alam sebagai sarana keberlangsungan hidup manusia, alam sebagai sumber inspirasi dan tempat menyendiri, serta alam sebagai medium yang menyimpan kenangan masa lalu dan memberikan tuntunan. | Prasetya, Faqih Fauzi. 2025. EXPLORING THE DYNAMICS OF HUMAN-NATURE RELATIONSHIP ACROSS TIME IN DANIEL MASON NORTH WOODS (2023). Thesis. English Literature Study Program, Faculty of Humanities, Ministry of Higher Education and Culture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. Supervisor 1: Mia Fitria Agustina, S.S., M.A., Supervisor 2: Eni Nur Aeni S.S., M.A. External Examiner: Tri Murniati, S.S., M.Hum., Ph.D., Secretary: Dr. Lynda Susana Widya Ayu F, S.S., M.Hum Keywords: ecocriticism, human nature relationship, environment, north woods This research discusses the relationship between humans and nature illustrated in the North Woods novel by Daniel Mason which raised an ecological and historical theme, about how various characters in the novel interact with nature over time. This research applied the Garrard’s ecocriticism framework and was also assisted with other theories, such as Cheam and Nishiguchi’s concept of human-nature symbiosis and the intrinsic elements proposed by Kennedy and Gioia. The results of this study show that there is a dynamic relationship between humans and nature in each of the characters chosen in the novel. The relationship is divided into three times and changes in eras from the colonial era, the 19th century, and the present day which are shown in three aspects, namely: the use of nature as a means of human survival, nature as a source of inspiration and solitude, and nature as a medium that preserves memories of the past and guidance. |