Artikel Ilmiah : F1D022001 a.n. RAIHAN MAULANA

Kembali Update Delete

NIMF1D022001
NamamhsRAIHAN MAULANA
Judul ArtikelKuasa Peminggiran Peran Politik Perempuan Adat Anak Putu Bonokeling di Desa Pekuncen Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini membahas kuasa dan proses peminggiran peran politik perempuan adat dalam komunitas Anak Putu Bonokeling di Pekuncen, Banyumas. Perempuan adat Bonokeling sejak masa awal memegang posisi otoritatif dalam berbagai ranah adat, mulai dari ritual, pengelolaan domestik, hingga forum informal yang menjaga kesinambungan tradisi. Waktu kemudian membawa pergeseran makna dan posisi kuasa yang tidak sepenuhnya disadari oleh komunitas itu sendiri. Pergeseran ini tampak semakin jelas setelah hadirnya negara melalui Undang Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014 yang mendorong perubahan relasi kuasa di tingkat lokal, termasuk dalam komunitas adat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan paradigma konstruktivis dan perspektif strukturalis. Peneliti mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, lalu memvalidasinya dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuasa perempuan Bonokeling bersifat berlapis, mencakup dimensi simbolik, genealogis, domestik, dan kultural yang menopang kelangsungan adat. Meski begitu, peminggiran peran perempuan muncul secara perlahan dan halus melalui keterputusan narasi sejarah yang dikuasai laki laki. Proses ini menghapus jejak kepemimpinan perempuan dari memori kolektif dan memindahkan peran mereka ke ranah domestik serta ritual. Institusi sosial seperti kerajaan, negara, dan lembaga adat berperan menjaga keberlangsungan sistem patriarkal. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa peminggiran perempuan adat Bonokeling merupakan proses historis yang panjang dan bertumpuk. Kondisi ini membuka kebutuhan mendesak untuk menempatkan perempuan sebagai sumber pengetahuan guna mengungkap kembali narasi yang terputus akibat dominasi androsentris dalam politik adat.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study explores the marginalizing power that shapes the political roles of Indigenous women in the Anak Putu Bonokeling community in Pekuncen, Banyumas. Historically, Bonokeling women held authoritative positions across cultural spheres such as ritual practice, domestic management, and informal forums that supported the continuity of tradition. Over time, subtle shifts in meaning and power have emerged, and the community has not fully recognized these changes. These shifts became more visible after the state intervened through Village Law No. 6 of 2014, which reshaped local power relations, including within Indigenous communities. This research uses a qualitative case study with a constructivist paradigm and a structuralist perspective. The researcher gathered data through in-depth interviews, participatory observation, and documentation, then validated the findings through source triangulation. The study shows that Bonokeling women’s power operates in layers covering symbolic, genealogical, domestic, and cultural dimensions that support customary continuity. Their marginalization develops gradually and subtly as a form of soft domination, visible through disrupted historical narratives controlled by men. This disruption erases women’s leadership from collective memory and pushes their roles into domestic and ritual spaces. Classical royal institutions, the modern state, and customary bodies act as agents that maintain patriarchal structures. The study concludes that the marginalization of Bonokeling Indigenous women is a long and cumulative historical process. It also underscores the urgent need to reposition women as central knowledge holders who can recover narratives overshadowed by androcentric dominance in customary politics.
Kata kuncikuasa, peminggiran, perempuan adat, Bonokeling, Banyumas
Pembimbing 1Prof. Dr. Sofa Marwah, S.IP., M.Si.
Pembimbing 2Dr. Indaru Setyo Nuprojo, S.IP., M.A.
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman26
Tgl. Entri2025-11-21 10:29:28.486299
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.