Artikel Ilmiah : B1A021026 a.n. IKRIMAH FITHRIYANDINI

Kembali Update Delete

NIMB1A021026
NamamhsIKRIMAH FITHRIYANDINI
Judul ArtikelBioaktivator Bakteri Hidrolitik dan Nitrifikasi Dalam Proses Dekomposisi dan Netralisasi Bau Sampah
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pengelolaan sampah organik di Indonesia menjadi tantangan besar, dengan 80%
sampah padat terdiri dari sampah organik yang mudah membusuk dan mengeluarkan
bau tidak sedap. Teknologi penggunaan bioaktivator yang mengandung mikroba
dekomposer dan bakteri nitrifikasi diharapkan mampu mempercepat dekomposisi
sampah organik menjadi kompos dan bebas bau. Bioaktivator bekerja dengan
menguraikan bahan organik secara efektif. Kombinasi isolat bakteri LG73, LG101,
LG113, SA126, dan LG127 yang memiliki kemampuan menghasilkan enzim
hidrolitik dan isolat Nts 2.5 sebagai bakteri nitrifikasi diharapkan mampu berfungsi
sebagai bioaktivator. Potensi konsorsium bioaktivator tersebut belum pernah diteliti
sebelumnya dalam dekomposisi sampah organik dan menghilangkan bau sampah.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kemampuan konsorsium isolat bakteri
LG73, LG101, LG113, SA126, dan LG127 serta Nts 2.5 dalam dekomposisi sampah
dan menghilangkan bau sampah.
Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan penelitian
Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Perlakuan terdiri atas dosis
bioaktivator (0%, 5%, 10%, 15%) dan waktu inkubasi (15, 30, 45 hari). Masing-
masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 36 unit percobaan.
Substrat pengomposan terdiri atas bubur sampah, jerami, sekam, serasah, dan
kotoran sapi dengan perbandingan 1:1:1:1:1. Variabel bebas penelitian ini yaitu dosis
bioaktivator dan lama waktu pengomposan, sedangkan variabel terikat penelitian ini
yaitu kemampuan konsorsium bakteri dalam pengomposan dan menghilangkan bau
sampah. Parameter utama yang diamati penelitian ini yaitu nilai rasio C/N dan kadar
amonium, dan parameter pendukung penelitian ini terdiri atas kadar nitrat, suhu, pH,
total bakteri, kenampakan kompos (warna, tekstur, dan bau kompos). Data yang
diperoleh dianalisis dengan ANOVA pada tingkat kepercayaan 95% dan dilakukan
uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada tingkat kepercayaan 95%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor waktu inkubasi berpengaruh nyata
terhadap penurunan rasio C/N dan kadar amonium, sedangkan faktor dosis
bioaktivator serta interaksi keduanya tidak memberikan pengaruh signifikan, dengan
nilai signifikansi masing-masing 0,337 (p>0,05) dan 0,825 (p>0,05) untuk rasio C/N,
serta 0,651 (p>0,05) dan 0,104 (p>0,05) untuk kadar amonium. Nilai rata-rata rasio
C/N awal sebesar 17,14 menurun menjadi 12,01 pada akhir inkubasi hari ke-45 dan
rata-rata kadar amonium menunjukkan kadar amonium awal sebesar 5,58 menurun
menjadi 3,49. Hal ini menunjukan bahwa proses dekomposisi telah mencapai tahap
stabil dan kompos dinyatakan matang. Perlakuan dengan waktu inkubasi 45 hari
menghasilkan penurunan rasio C/N dan kadar amonium paling nyata secara biologis
dibandingkan dengan waktu inkubasi 15 dan 30 hari, yang mengindikasikan bahwa
semakin lama waktu inkubasi mampu meningkatkan dekomposisi bahan organik
sedangkan peningkatan dosis bioaktivator tidak secara signifikan meningkatkan
efektivitas penguraian bahan organik
Abtrak (Bhs. Inggris)Organic waste management in Indonesia remains a major challenge, as
approximately 80% of solid waste consists of easily degradable organic materials
that produce unpleasant odors due to ammonia emissions. To address this issue,
bioactivator technology containing decomposer and nitrifying bacteria is required to
accelerate the decomposition of organic waste into odorless compost. The
bioactivator functions by efficiently breaking down organic matter. A combination of
bacterial isolates LG73, LG101, LG113, SA126, and LG127, which produce
hydrolytic enzymes, along with isolate Nts 2.5 as a nitrifying bacterium, is expected
to serve effectively as a bioactivator. The potential of this bacterial consortium has
not been previously studied. Therefore, this research aimed to determine the ability
of the bacterial consortium LG73, LG101, LG113, SA126, LG127, and Nts 2.5 in
decomposing and reducing the odor of organic waste.
This study was conducted experimentally using a Completely Randomized
Design (RAL) with a factorial pattern. The treatments consisted of different
bioactivator concentrations (0%, 5%, 10%, and 15%) and incubation periods (15, 30,
and 45 days). Each treatment was replicated three times, resulting in a total of 36
experimental units. The composting substrate consisted of waste pulp, straw, husks,
leaf litter, and cow dung in a 1:1:1:1:1 ratio. The independent variables were
bioactivator dosage and incubation time, while the dependent variables were the
consortium’s ability to decompose and eliminate waste odor. The main parameters
observed were the C/N ratio and ammonium concentration, while supporting
parameters included nitrate content, temperature, pH, total bacterial population, and
compost characteristics (color, texture, and odor). Data were analyzed using
ANOVA at a 95% confidence level, and significant results were further tested using
Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at the same confidence level.
The results showed that incubation time significantly affected the decrease in
C/N ratio and ammonia concentration, whereas bioactivator dosage and the
interaction between both factors had no significant effect, with significance values of
0.337 (p>0.05) and 0.825 (p>0.05) for C/N ratio, and 0.651 (p>0.05) and 0.104
(p>0.05) for ammonium concentration. The average initial C/N ratio of 17.14
decreased to 12.01 at the end of the 45-day incubation, while the average ammonium
content decreased from 5.58 to 3.49 at the end of the 45-day incubation, indicating
that decomposition had reached a stable phase and the compost was considered
mature. The 45-day incubation period resulted the most significant effect in decrease
C/N ratio and ammonia content compared to 15 and 30 days, indicating that longer
incubation time enhances the efficiency of organic matter decomposition. Thus,
incubation duration is a key factor determining the rate of organic matter
decomposition, whereas increasing the bioactivator dosage does not significantly
improve the decomposition effectiveness.
Kata kuncibioaktivator, kompos, mikroba dekomposer, sampah organik.
Pembimbing 1Prof. Dr. Dini Ryandini, M.Si
Pembimbing 2Dr. Sri Martina Wiraswati, M.Si
Pembimbing 3-
Tahun2025
Jumlah Halaman74
Tgl. Entri2025-11-21 11:20:37.694397
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.