Artikelilmiahs
Menampilkan 47.521-47.540 dari 48.726 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 47521 | 50900 | F1B020089 | PENERAPAN PRINSIP TRANSPARANSI - AKUNTABILITAS DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN DANA DESA UNTUK MENINGKATKAN GOOD GOVERNANCE (Penelitian Di Desa Gandatapa Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas) | Pengelolaan Dana Desa di Desa Gandatapa masih menghadapi berbagai kendala dalam penerapan prinsip-prinsip good governance. Beberapa aspek seperti akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi masyarakat belum berjalan secara optimal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan ketiga prinsip tersebut serta mengidentifikasi hambatan yang muncul. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan studi kasus, melibatkan perangkat desa, BPD, kepala dusun, tokoh masyarakat, dan warga sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuntabilitas administratif sudah dilaksanakan, tetapi pertanggungjawaban sosial belum sepenuhnya terbuka. Transparansi melalui baliho APBDes dan musyawarah desa masih bersifat umum, sementara partisipasi masyarakat rendah akibat minimnya literasi dan ruang partisipatif. Diperlukan peningkatan kualitas informasi, kapasitas aparatur desa, dan ruang partisipasi untuk mewujudkan pengelolaan Dana Desa yang lebih baik. | The management of Village Funds in Gandatapa Village still faces several challenges in implementing good governance principles. Key aspects such as accountability, transparency, and community participation have not yet been fully optimized. This study aims to describe the implementation of these three principles and identify the obstacles that arise. The research employs a qualitative case study method involving village officials, the Village Consultative Body (BPD), hamlet heads, community leaders, and residents as informants. The findings show that administrative accountability has been carried out, but social accountability is not yet fully transparent. Transparency through the APBDes information boards and village meetings remains general and lacks detailed budget information. Community participation is also low due to limited literacy and insufficient participatory space. Improving information quality, strengthening the capacity of village officials, and expanding participatory opportunities are needed to achieve better Village Fund management. | |
| 47522 | 50926 | E1A021180 | TANGGUNG JAWAB HUKUM RUMAH SAKIT TERHADAP TENAGA MEDIS DAN TENAGA KESEHATAN YANG BEKERJA MELEBIHI STANDAR JAM KERJA | Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji sinkronisasi pengaturan dan bentuk tanggung jawab hukum rumah sakit terhadap tenaga medis dan tenaga kesehatan yang bekerja melebihi standar jam kerja. Jenis penelitian yaitu yuridis normatif dengan menggunakan metode pendekatan perundang-undangan, analitis, serta konseptual. Spesifikasi penelitian menggunakan inventarisasi peraturan perundang-undangan, analisis sinkronisasi hukum, dan penemuan hukum in concreto. Data penelitian yang digunakan merupakan data sekunder yang didapat melalui studi kepustakaan. Penelitian ini menggunakan metode analisis normatif kualitatif. Hasil Penelitian menunjukkan adanya pengaturan tanggung jawab hukum rumah sakit terhadap tenaga medis dan tenaga kesehatan yang bekerja melebihi standar jam kerja tercapai taraf sinkronisasi vertikal dan horizontal. Artinya, peraturan yang derajatnya lebih rendah tidak bertentangan dengan peraturan yang derajatnya lebih tinggi dan peraturan yang derajatnya lebih tinggi menjadi landasan dibentuknya peraturan yang derajatnya lebih rendah. Selain itu peraturan yang derajatnya sama tidak saling bertentangan serta hubungannya saling melengkapi satu sama lain. Tanggung jawab hukum rumah sakit terhadap tenaga medis dan tenaga kesehatan yang bekerja melebihi standar jam kerja meliputi: tanggung jawab hukum pidana diatur dalam Pasal 447 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan Pasal 187, Pasal 188, dan Pasal 189 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, dan tanggung jawab hukum administratif diatur dalam Pasal 189 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Pasal 853 Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dan Pasal 30, Pasal 31, Pasal 32, Pasal 33, dan Pasal 34 Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 Tahun 2018 tentang Kewajiban Rumah Sakit dan Kewajiban Pasien. | This research aims to examine the synchronization of regulations and the form of legal liability of hospitals towards medical and health personnel who work beyond standard working hours. The type of research is normative legal research utilizing a statutory, analytical, and conceptual approach. The research specifications involved the inventory of statutory regulations, legal synchronization analysis, and in concreto legal discovery. The research data used is secondary data obtained through library research. This study employs a qualitative normative analysis method. The research results indicate that the regulation of a hospital's legal liability towards medical and health personnel working beyond standard working hours achieves a level of vertical and horizontal synchronization. This means that regulations of a lower degree do not contradict regulations of a higher degree, and regulations of a higher degree serve as the foundation for the formation of lower-degree regulations. Furthermore, regulations of the same degree do not contradict each other and are mutually complementary. The legal liability of hospitals towards medical and health personnel working beyond standard working hours includes: criminal legal liability regulated in Article 447 of Law Number 17 of 2023 concerning Health, and Articles 187, 188, and 189 of Law Number 13 of 2003 concerning Manpower; and administrative legal liability regulated in Article 189 paragraph (2) of Law Number 17 of 2023 concerning Health, Article 853 of Government Regulation Number 28 of 2024 concerning the Implementing Regulation of Law Number 17 of 2023 concerning Health, and Articles 30, 31, 32, 33, and 34 of Minister of Health Regulation Number 4 of 2018 concerning the Obligations of Hospitals and the Obligations of Patients. | |
| 47523 | 50927 | A1D020103 | Pengaruh Aplikasi Pupuk Organik Cair Kotoran Sapi dan Photosynthetic Bacteria (PSB) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.) | Tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan salah satu komoditas unggulan hortikultura yang optimal ditanam di ketinggian 0 – 1.500 mdpl sesuai jenis varietasnya dan tumbuh pada berbagai jenis tanah. Upaya peningkatan produksi budidaya tomat dilakukan dengan memperluas area produksi tanaman dengan memperhatikan ketersediaan unsur hara, salah satunya dengan cara pemupukan. Pemberian pupuk organik merupakan tindakan yang dilakukan dalam memaksimalkan pertumbuhan dan hasil pada tanaman tomat. Pupuk organik cair (POC) bahan kotoran sapi dapat memberikan suplai unsur N, P, dan K. Pemberian pupuk bakteri fotosintesis (PSB) dapat memfiksasi nitrogen dalam meningkatkan pasokan nitrogen untuk fotosintesis tanaman. Penelitian dilaksanakan di screen house Experimental farm, Laboratorium Agroekologi, dan Laboratorium Riset, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Kabupaten Banyumas. Waktu penelitian dilaksanakan dari bulan Januari sampai dengan Mei 2025. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor, yaitu 1) Konsentrasi POC 0 mL/L (P0), 10 mL/L (P1), dan 20 mL/L (P2), 2) Konsentrasi PSB 0 mL/L (F0), 10 mL/L (F1), dan 20 mL/L (F2). Variabel yang diamati terdiri dari tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, kadar klorofil daun, diameter batang, jumlah bunga, jumlah buah, dan berat buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi POC 10 mL/L dan 20 mL/L mampu meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah daun. Konsentrasi PSB 10 mL/L berpengaruh nyata terhadap peningkatan jumlah daun. Konsentrasi PSB 10 mL/L dan 20 mL/L berpengaruh nyata terhadap luas daun. Interaksi antara konsentrasi POC 20 mL/L dan PSB 20 mL/L memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun. | Tomatoes (Solanum lycopersicum L.) are a leading horticultural commodity optimally grown at an altitude of 0 – 1,500 meters above sea level depending on the variety and can grow on various soil types. Efforts to increase production can be made by expanding crop production areas while ensuring adequate nutrient availability with fertilization. Organic fertilizer application is a measure taken to maximize growth and yield in tomato plants. Liquid organic fertilizer (LOF) with cow manure as the main ingredient, can supply N, P, and K. Application of photosynthetic bacteria fertilizer (PSB) can fix nitrogen, increasing nitrogen supply for plant photosynthesis. The study was conducted in the Experimental Farm screen house, Agroecology Laboratory; and Research Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Banyumas Regency. The study was conducted from January to May 2025. The study used a Randomized Block Design (RBD) consisting of two factors: 1) LOF of 0 mL/L (P0), 10 mL/L (P1), and 20 mL/L (P2), and 2) PSB concentrations of 0 mL/L (F0), 10 mL/L (F1), and 20 mL/L (F2). Observed variables included plant height, number of leaves, leaf area, leaf chlorophyll content, stem diameter, number of flowers, number of fruits, and fruit weight. The results showed that the concentration of LOF 10 mL/L and 20 mL/L was able to increase plant height and the number of leaves. PSB 10 mL/L significantly affected the increase in the number of leaves. PSB 10 mL/L and 20 mL/L significantly affected the leaf area. The interaction between LOF 20 mL/L and PSB 20 mL/L significantly affected plant height and the number of leaves. | |
| 47524 | 50928 | C1C021091 | PENGARUH KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA, SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL, TRANSPARANSI, SERTA PENGAWASAN MASYARAKAT TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN DESA DI KABUPATEN BANYUMAS | Studi ini bertujuan untuk menguji pengaruh kualitas sumber daya manusia, sistem pengendalian internal, transparansi, dan pengawasan masyarakat terhadap kualitas laporan keuangan desa di Kabupaten Banyumas. Sampel penelitian ditentukan dengan kriteria responden yaitu kepala desa, sekretaris desa, kaur keuangan, dan tiga perwakilan masyarakat. Studi ini menunjukkan pengaruh langsung dan tidak langsung menggunakan regresi linier berganda guna membuktikan variabel independen terhadap dependen secara parsial dan simultan terhadap kualitas laporan keuangan desa. Hasil uji parsial (uji t) menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia, sistem pengendalian internal, dan transparansi berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan desa, sedangkan pengawasan masyarakat tidak berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan desa. Temuan pada studi ini mengindikasikan bahwa masih perlu adanya peningkatan kompetensi aparatur desa melalui pelatihan akuntansi pemerintahan, penguatan sistem pengendalian internal, serta pengembangan mekanisme transparansi. Selain itu, peningkatan literasi keuangan dan partisipasi masyarakat melalui forum desa diharapkan dapat memperkuat akuntabilitas laporan keuangan desa. Kata Kunci: Kualitas Sumber Daya Manusia, Sistem Pengendalian Internal, Transparansi, Pengawasan Masyarakat, Kualitas Laporan Keuangan Desa, Kabupaten Banyumas | This study aims to empirically examine the influence of human resource quality, internal control systems, transparency, and community supervision on the quality of village financial reports in Banyumas Regency. The research sample was determined based on respondent criteria comprising village heads, village secretaries, financial officers, and three community representatives. Multiple linear regression analysis was employed to investigate both the direct and indirect effects of the independent variables on the dependent variable, analyzed partially and simultaneously, to assess their impact on the quality of village financial reporting. The results of the partial test (t-test) reveal that human resource quality, internal control systems, and transparency have a significant positive effect on the quality of village financial reports, whereas community supervision shows no significant influence. These findings emphasize the importance of enhancing the competence of village officials through training in governmental accounting, strengthening internal control mechanisms, and improving the accessibility of transparency practices. Furthermore, fostering financial literacy and community participation through inclusive village forums is expected to reinforce accountability and promote more reliable village financial reporting. Keywords: Human Resource Quality, Internal Control System, Transparency, Community Supervision, Village Financial Report Quality, Banyumas Regency. | |
| 47525 | 50929 | A1D021205 | Kadar Klorofil Ragam Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) dengan Aplikasi Biochar Plus | Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) merupakan salah satu komoditas pangan sumber karbohidrat non-beras yang memiliki potensi strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional karena memiliki banyak makronutrien yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Produktivitas tanaman ubi jalar di Indonesia saat ini masih tergolong rendah akibat degradasi lahan yang disebabkan praktik budidaya yang tidak tepat. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya untuk mengatasi masalah tersebut. Aplikasi biochar plus mengetahui respon kadar klorofil ubi jalar terhadap ragam biochar, dengan tujuan memperoleh perlakuan biochar terbaik yang dapat meningkatkan produktivitas tanaman. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bobosan, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian. Waktu penelitian dimulai pada September 2024 hingga Agustus 2025. Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri atas dua faktor kombinasi perlakuan. Faktor pertama adalah perlakuan varietas ubi jalar (U), yaitu U1 = Ubi kuning; U2 = Ubi ungu; U3 = Ubi putih. Faktor kedua adalah perlakuan biochar (B), yaitu B1 = biochar; B2 = biochar plus POC; B3 = biochar plus azolla. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F dan apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Varietas ubi jalar memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap kadar klorofil a. Secara umum, kadar klorofil a pada perlakuan ini berada pada rentang 1815,44 mg/kg-1998,41 mg/kg. Hasil analisis kadar klorofil b menunjukkan bahwa varietas ubi jalar tidak memberikan pengaruh nyata terhadap nilai kadar klorofil b. Secara umum, kadar klorofil b pada perlakuan ini berada pada rentang nilai 474,02 mg/kg-487,76 mg/kg. Hasil analisis kadar klorofil total menunjukkan bahwa varietas ubi jalar tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar klorofil total. Secara keseluruhan, kadar klorofil total pada perlakuan ini berada dalam rentang 2431,99mg/kg-2681,93 mg/kg. | Sweet potato (Ipomoea batatas L.) is a carbohydrate-rich food crop that serves as an important non-rice staple and holds strategic potential for strengthening national food security due to its high content of health-promoting macronutrients. However, current sweet potato productivity in Indonesia remains relatively low, largely due to land degradation caused by inappropriate cultivation practices. Therefore, improvement efforts are needed to address this issue. The application of biochar is expected to enhance soil quality, and this study aimed to evaluate the chlorophyll content response of sweet potato to various types of biochar in order to identify the most effective treatment for improving plant productivity. The study was conducted in Bobosan Village, North Purwokerto Subdistrict, Banyumas Regency, and in the Agronomy and Horticulture Laboratory, Faculty of Agriculture. The research was carried out from September 2024 to August 2025. A factorial Randomized Block Design (RBD) was employed, comprising two treatment factors. The first factor was sweet potato variety (U): U1 = yellow sweet potato, U2 = purple sweet potato, and U3 = white sweet potato. The second factor was biochar treatment (B): B1 = biochar, B2 = biochar plus liquid organic fertilizer (POC), and B3 = biochar plus Azolla. Data were analyzed using an F-test, and when significant differences were detected, Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) was applied for mean separation. The results showed that sweet potato varieties had no significant effect on chlorophyll a content, which generally ranged from 1815.44 mg/kg to 1998.41 mg/kg. Similarly, chlorophyll b content was not significantly influenced by sweet potato variety, with values ranging from 474.02 mg/kg to 487.76 mg/kg. Total chlorophyll content also showed no significant response to the variety factor, with overall values ranging from 2431.99 mg/kg to 2681.93 mg/kg. | |
| 47526 | 50930 | H1D021022 | IMPLEMENTASI METODE AUTOREGRESSIVE INTEGRATED MOVING AVERAGE (ARIMA) UNTUK PREDIKSI JUMLAH WISATAWAN OBJEK WISATA GUCI TEGAL DENGAN VISUALISASI WEBSITE MENGGUNAKAN FRAMEWORK STREAMLIT | Pariwisata merupakan sektor penting yang berkontribusi terhadap perekonomian daerah, salah satunya adalah objek wisata Guci Tegal yang memiliki potensi besar dalam menarik wisatawan. Jumlah kunjungan wisatawan yang fluktuatif dan tidak menentu menyebabkan pengelola kesulitan dalam mengambil keputusan strategis karena belum adanya sistem prediksi yang terukur. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan metode Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) untuk memprediksi jumlah wisatawan pada objek wisata Guci Tegal berdasarkan data historis, mengevaluasi tingkat akurasi hasil prediksi menggunakan metrik RMSE dan MAPE, serta menyajikan hasil prediksi dalam bentuk dashboard interaktif berbasis website menggunakan framework Streamlit. Sistem prediksi dikembangkan dengan pendekatan prototyping untuk mempermudah proses perancangan dan penyesuaian kebutuhan pengguna, serta diuji menggunakan metode blackbox testing guna memastikan setiap fungsi berjalan sesuai yang diharapkan. Dampak penerapan sistem ini adalah membantu pengelola dalam menganalisis tren wisatawan secara akurat sehingga mendukung pengambilan keputusan strategis dalam perencanaan promosi, infrastruktur, serta pengelolaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model terbaik adalah ARIMA(5,0,0) dengan nilai RMSE sebesar 294,179 dan MAPE sebesar 10,71%. Hasil prediksi divisualisasikan melalui dashboard interaktif berbasis web dengan framework Streamlit yang informatif dan mudah dipahami oleh pengguna. | Tourism is an important sector that contributes to regional economic development, one of which is the Guci Tegal tourist destination that has great potential to attract visitors. The fluctuating and unpredictable number of tourist arrivals causes difficulties for managers in making strategic decisions due to the absence of a measurable prediction system. This study aims to implement the Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) method to predict the number of tourists at the Guci Tegal tourist destination based on historical data, evaluate the accuracy level of prediction results using RMSE and MAPE metrics, and present the forecasting results in an interactive web-based dashboard using the Streamlit framework. The prediction system was developed using the prototyping approach to facilitate the design process and meet user requirements, and tested using the Blackbox Testing method to ensure that each function works as expected. The impact of this system implementation is to assist managers in analyzing tourist trends accurately, thereby supporting strategic decision-making in promotion planning, infrastructure development, and tourism management. The results show that the best model is ARIMA(5,0,0) with an RMSE value of 294.179 and a MAPE value of 10.71%. The prediction results are visualized through an interactive web-based dashboard built with the Streamlit framework, which is informative and easy for users to understand. | |
| 47527 | 50931 | A1D021097 | Pengaruh Aplikasi Pupuk Organik dan Biochar Terhadap Jumlah Daun Ubi Jalar Putih (Ipomoea batatas L.) | Produksi ubi jalar di Kabupaten Banyumas mengalami fluktuasi dari tahun 2020 hingga 2024 yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti faktor lingkungan, media tanam yang tidak mendukung, serta luas panen yang berkurang. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi pupuk organik, mengetahui pengaruh aplikasi biochar, dan mengetahui pengaruh aplikasi pupuk organik dan biochar terhadap pertumbuhan dan hasil ubi jalar putih. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bobosan, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Laboratorium Agroekologi, dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Waktu penelitian dimulai pada September 2024 hingga Juli 2025. Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri atas dua faktor kombinasi perlakuan. Faktor pertama adalah perlakuan pupuk organik (O), yaitu O0 = tanpa pupuk organik; O1 = pupuk organik kambing; O2 = pupuk organik sapi. Faktor kedua adalah perlakuan biochar (B), yaitu B1 = biochar; B2 = biochar + POC; B3 = biochar + Azolla. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F dan apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan aplikasi pupuk organik kambing atau sapi 15 ton/ha menghasilkan jumlah daun ubi jalar putih yang setara dengan tanpa aplikasi pupuk organik. Aplikasi biochar 8 ton/ha menghasilkan jumlah daun ubi jalar putih yang setara. Aplikasi pupuk organik dan biochar belum mampu meningkatkan jumlah daun pada ubi jalar putih. | Sweet potato production in Banyumas Regency fluctuated from 2020 to 2024, influenced by several factors, such as environmental factors, unsupportive planting media, and reduced harvest area. Therefore, efforts are needed to overcome these problems. This study aims to determine the effect of organic fertilizer application, determine the effect of biochar application, and determine the effect of organic fertilizer and biochar applications on the growth and yield of white sweet potatoes. This study was conducted in Bobosan Village, North Purwokerto District, Banyumas Regency, the Agroecology Laboratory, and the Agronomy and Horticulture Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The study period began in September 2024 to July 2025. A factorial Randomized Block Design (RAK) consisting of two treatment combination factors. The first factor is organic fertilizer treatment (O), namely O0 = without organic fertilizer; O1 = goat organic fertilizer; O2 = cow organic fertilizer. The second factor is biochar treatment (B), namely B1 = biochar; B2= biochar + POC; B3 = biochar + Azolla. The data obtained were analyzed using the F test and if significantly different, continued with the Duncan's Multiple Range Test (DMRT). he results showed that applying 15 tons/ha of organic goat or cow fertilizer produced the same number of white sweet potato leaves as without organic fertilizer. Applying 8 tons/ha of biochar produced the same number of white sweet potato leaves. Both organic fertilizer and biochar applications were unable to increase the number of leaves in white sweet potato. | |
| 47528 | 50932 | F1C021064 | ANALISIS STRATEGI KEHUMASAN DALAM UPAYA MEMPROMOSIKAN LOKAWISATA BATURRADEN: STUDI PADA DINAS PEMUDA, OLAHRAGA, KEBUDAYAAN, DAN PARIWISATA KABUPATEN BANYUMAS | Lokawisata Baturraden merupakan destinasi unggulan Kabupaten Banyumas yang memiliki potensi besar dalam mendukung Pendapatan Asli Daerah. Namun, kontribusinya yang belum maksimal mendorong perlunya kajian mengenai efektivitas strategi kehumasan yang dilakukan oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta menganalisis strategi kehumasan Dinporabudpar dalam mempromosikan Baturraden. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi dilakukan melalui media konvensional, media digital seperti Instagram, serta penyelenggaraan event budaya, namun masih menghadapi kendala anggaran, koordinasi, dan optimalisasi konten digital. Kesimpulannya, strategi kehumasan sudah berjalan tetapi belum sepenuhnya efektif, sehingga dibutuhkan komunikasi dua arah, penguatan kolaborasi, serta pemanfaatan media digital yang lebih kreatif untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. | Lokawisata Baturraden is one of the leading tourist destinations in Banyumas Regency with significant potential to contribute to regional revenue. However, its contribution has not yet reached an optimal level, creating a need to examine the effectiveness of the public relations strategies implemented by the Department of Youth, Sports, Culture, and Tourism (Dinporabudpar). This study aims to describe and analyze the public relations strategies used by Dinporabudpar in promoting Baturraden. This research employs a qualitative approach with a constructivist paradigm, utilizing interviews, observations, and documentation. Data were analyzed using the Miles and Huberman model. The findings indicate that promotional efforts are carried out through conventional media, digital platforms such as Instagram, and cultural events. However, these efforts still face several challenges, including limited budgets, coordination barriers, and the suboptimal use of digital content. The study concludes that although public relations strategies have been implemented, they are not yet fully effective. Therefore, two-way communication, enhanced collaboration, and more creative utilization of digital media are needed to increase tourist visits. | |
| 47529 | 50720 | A1A021048 | Analisis Tren Harga Eceran Cabai Rawit (Capsicum frutescens) di Provinsi Jawa Barat dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya | Cabai rawit merupakan komoditas hortikultura strategis di Indonesia dengan tingkat konsumsi yang tinggi, khususnya di Provinsi Jawa Barat yang juga menjadi salah satu sentra produksi utama. Harga cabai rawit di Jawa Barat mengalami fluktuasi tajam meskipun produksi cukup besar pada periode 2020–2024. Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) mengetahui tren harga eceran cabai rawit di Provinsi Jawa Barat, 2) meramalkan harga eceran cabai rawit di Provinsi Jawa Barat selama 24 bulan, 3) menganalisis pengaruh harga produsen, permintaan konsumen, produksi, inflasi, dan musim terhadap harga eceran cabai rawit di Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu berupa data time series atau deret waktu dengan periode waktu bulan Januari 2020 sampai bulan Desember 2024. Data sekunder diperoleh melalui lembaga resmi seperti Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Pertanian, Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), dan berbagai artikel. Analisis data yang digunakan yaitu analisis tren menggunakan analisis deskriptif, analisis forecasting menggunakan metode Holt Winter Exponential Smoothing, dan analisis faktor menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa tren harga eceran cabai rawit di Jawa Barat mengalami fluktuasi dan menunjukkan tren yang meningkat. Hasil peramalan (forecasting) harga eceran cabai rawit di Provinsi Jawa Barat menunjukkan harga cabai rawit di Jawa Barat masih terus berfluktuasi selama Januari 2025 hingga Desember 2026. Analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi harga eceran cabai rawit di Jawa Barat secara signifikan yaitu harga produsen, permintaan konsumen, produksi dan inflasi | Cayenne peppers are a strategic horticultural commodity in Indonesia with high consumption, particularly in West Java Province, which is also a major production center. Cayenne pepper prices in West Java experienced sharp fluctuations despite substantial production during the 2020–2024 period. The objectives of this study are: 1) to determine the retail price trend for cayenne peppers in West Java Province, 2) to forecast the retail price of cayenne peppers in West Java Province over a 24-month period, and 3) to analyze the influence of producer prices, consumer demand, production, inflation, and seasonality on the retail price of cayenne peppers in West Java Province. This research is a quantitative descriptive study. The data used in this study is secondary, in the form of time series data from January 2020 to December 2024. Secondary data was obtained from official institutions such as the Central Statistics Agency (BPS), the Department of Agriculture, the National Strategic Food Price Information Center (PIHPS), and various articles. The data analysis used included trend analysis using descriptive analysis, forecasting analysis using the Holt Winter Exponential Smoothing method, and factor analysis using multiple linear regression. The results of the study indicate that the retail price trend for cayenne pepper in West Java fluctuates and shows an upward trend. The results of the retail price forecast for cayenne pepper in West Java Province indicate that cayenne pepper prices in West Java will continue to fluctuate from January 2025 to December 2026. The multiple linear regression analysis indicates that the factors significantly influencing the retail price of cayenne pepper in West Java are producer prices, consumer demand, production, and inflation | |
| 47530 | 50933 | A1D021147 | Jumlah Cabang Ubi Jalar Kuning dengan Aplikasi Pupuk Organik dan Biochar plus | Ubi jalar (Ipomea batatas L.) merupakan tanaman pangan dengan potensi yang besar untuk dibuididayakan di Indonesia, namun demikian produksi ubi jalar masih terbatas yang diakibatkan oleh penurunan luas panen dan pemupukan yang tidak berimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi pupuk organik, mengetahui pengaruh aplikasi biochar plus, dan mengetahui pengaruh aplikasi pupuk organik dan biochar plus terhadap jumlah cabang ubi jalar kuning. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bobosan, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian. Waktu penelitian dimulai pada September 2024 hingga Agustus 2025. Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri atas dua faktor kombinasi perlakuan. Faktor pertama adalah perlakuan pupuk organik (O), yaitu O0 = tanpa pupuk organik; O1 = pupuk organik sapi; O2 = pupuk organik kambing. Faktor kedua adalah perlakuan biochar (B), yaitu B1 = biochar; B2 = biochar plus POC; B3 = biochar plus azolla. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F dan apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan aplikasi pupuk organik belum mampu meningkatkan variabel jumlah cabang ubi kuning. | Sweet potatoes (Ipomea batatas L.) are food crops with great potential for cultivation in Indonesia, but sweet potato production is still limited due to a decline in harvest area and unbalanced fertilization. This study aims to determine the effect of organic fertilizer application, the effect of biochar plus application, and the effect of organic fertilizer and biochar plus application on the number of branches of yellow sweet potatoes. This study was conducted in Bobosan Village, North Purwokerto District, Banyumas Regency, and the Laboratory of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture. The study period was from September 2024 to August 2025. A factorial randomized block design (RBD) consisting of two treatment combinations was used. The first factor was organic fertilizer treatment (O), namely O0 = no organic fertilizer; O1 = cow manure; O2 = goat manure. The second factor was biochar treatment (B), namely B1 = biochar; B2 = biochar plus POC; B3 = biochar plus azolla. The data obtained were analyzed using the F test, and if there were significant differences, the analysis was continued with Duncan's Multiple Range Test (DMRT). The results showed that the application of organic fertilizer was not able to increase the number of yellow sweet potato branches. | |
| 47531 | 50934 | E1A021175 | IMPLEMENTASI PERLINDUNGAN HUKUM MASYARAKAT DALAM PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK (Studi di Apotek Padayungan, Kota Tasikmalaya) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi perlindungan hukum masyarakat dalam pelayanan kefarmasian dan menganalisis pengaruh faktor komunikasi, kedisiplinan, serta sarana dan prasarana terhadap implementasi perlindungan hukum dalam pelayanan kefarmasian di Apotek Padayungan, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan yuridis empiris dan spesifikasi penelitian deksriptif. Jenis dan sumber data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui penyebaran angket dan studi kepustakaan. Pengolahan data melalui metode editing, coding, dan tabulasi yang kemudian dianalisis menggunakan metode distribusi frekuensi analisis, tabel silang analisis, analisis isi dan analisis perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi perlindungan hukum masyarakat dalam pelayanan kefarmasian di Apotek Padayungan adalah efektif. Hal tersebut tercermin dari 3 (tiga) indikator yang meliputi efektifnya perlindungan hukum masyarakat terhadap keamanan penggunaan obat; efektifnya perlindungan hukum masyarakat terhadap sumber daya kefarmasian; dan kurang efektifnya perlindungan hukum masyarakat terhadap sediaan farmasi dan kefarmasian klinis. Faktor komunikasi, kedisiplinan, serta sarana dan prasarana berpengaruh secara positif terhadap efektivitas implementasi perlindungan hukum masyarakat dalam pelayanan kefarmasian di apotek, artinya semakin baik komunikasi apoteker, semakin tinggi kedisiplinan apoteker, serta semakin baik sarana dan prasarana yang tersedia di apotek, maka akan semakin efektif pula implementasi perlindungan hukum masyarakat dalam pelayanan kefarmasian di apotek. | This study aims to examine the implementation of legal protection for the public in pharmaceutical services at Apotek Padayungan, Cihideung District, Tasikmalaya City, and to analyze the influence of communication, discipline, and facilities and infrastructure on such implementation. The research applies a quantitative method with a juridical-empirical approach and descriptive analysis. Data were collected from 45 respondents selected through a simple random sampling method. Primary and secondary data were obtained through questionnaires and literature studies, processed by editing, coding, and tabulation, and analyzed using frequency distribution, cross- tabulation, content, and comparative analysis methods The findings indicate that the implementation of legal protection for the public in pharmaceutical services at Apotek Padayungan is generally effective. This is reflected in three indicators: the effectiveness of legal protection related to drug use safety, the effectiveness of legal protection related to pharmaceutical human resources, and the less effective protection concerning pharmaceutical preparations and clinical pharmacy services. Furthermore, communication, discipline, and facilities and infrastructure positively influence the effectiveness of implementing legal protection in pharmaceutical services. This suggests that effective communication, high discipline among pharmacists, and adequate facilities and infrastructure contribute significantly to realizing optimal legal protection for the public in pharmacy practice. | |
| 47532 | 50936 | A1D020114 | ISOLASI, KARAKTERISASI, DAN POTENSI BAKTERI PENDEGRADASI SELULOSA PADA SERASAH DAUN SEBAGAI BIODEKOMPOSER | Serasah daun merupakan masalah lingkungan di Indonesia akibat produksi serasah yang tinggi. Iklim tropis di Indonesia membuat produksi serasah daun relatif lebih tinggi dari produksi serasah dari negara sub tropis. Hutan tropis menyumbang 50% dari total produksi serasah secara global sementara hutan sub tropis hanya menyumbang 9%. Produksi serasah daun yang tinggi pada pepohonan di perkotaan dapat membuat serasah daun menjadi masalah lingkungan terutama dengan pengelolaan yang kurang optimal seperti pembakaran. Salah satu solusi yang dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalisasi pengelolaan limbah serasah daun adalah pemanfaatan daun sebagai bahan baku pupuk organik melalui proses dekomposisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mengkarakterisasi, dan menguji potensi bakteri selulolitik dari serasah daun glodokan dan daun jati sebagai biodekomposer. Pemanfaatan bakteri selulolitik diharapkan dapat mempercepat proses dekomposisi dan meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah organik. Penelitian dilakukan di Laboratorium Agroekologi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman pada September 2024–Mei 2025. Sampel serasah daun pohon jati dan serasah daun pohon glodokan diambil di sekitar Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia. Variabel pengamatan meliputi perhitungan total populasi bakteri, nilai indeks selulolitik, karakter morfologi, dan Persentase susut bobot kering serasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua daun memiliki populasi bakteri yang sama-sama tinggi yaitu 5,6 × 10^7 CFU/mL untuk daun glodokan dan 4,55 × 10^7 CFU/mL untuk daun jati. Berdasarkan karakterisasi secara morfologis didapat 14 isolat untuk daun glodokan dan 12 isolat untuk daun jati. Uji aktivitas selulotik menghasilkan masing-masing 2 isolat dari kedua serasah daun dengan indeks selulotik tertinggi 2 atau sedang. Pengujian degradasi selulosa juga menghasilkan penurunan berat kering serasah daun. | Leaf litter poses an environmental challenge in Indonesia due to its high production rate. Indonesia's tropical climate results in relatively higher leaf litter production compared to subtropical countries; tropical forests contribute 50% of global litter production, whereas subtropical forests contribute only 9%. High leaf litter production from urban trees can become an environmental issue, particularly when management is suboptimal, such as through burning. One solution to optimize leaf litter waste management is utilizing leaves as raw material for organic fertilizer via the decomposition process. This study aims to isolate, characterize, and test the potential of cellulolytic bacteria from Glodokan (Polyalthia longifolia) and Teak (Tectona grandis) leaf litter as biodecomposers. The utilization of cellulolytic bacteria is expected to accelerate the decomposition process and enhance the efficiency of organic waste management. The research was conducted at the Agroecology Laboratory, Faculty of Agriculture, Universitas Jenderal Soedirman, from September 2024 to May 2025. Samples of Teak and Glodokan leaf litter were collected from the area surrounding the Faculty of Agriculture, Universitas Jenderal Soedirman, Banyumas, Central Java, Indonesia, and the observed variables included total bacterial population count, cellulolytic index value, morphological characteristics, and the percentage of dry litter weight loss. The results showed that both leaf types had similarly high bacterial populations, with 5,6 × 10^7 CFU/mL for glodokan leaves and 4,55 × 10^7 CFU/mL for teak leaves. Based on morphological characterization, 14 isolates were obtained from Glodokan leaves and 12 isolates from Teak leaves. Cellulolytic activity testing identified two isolates from each leaf litter type with a maximum cellulolytic index of 2.0, classified as moderate. Cellulose degradation testing also resulted in a reduction in the dry weight of the leaf litter.. | |
| 47533 | 50937 | B1B021032 | THE CELLULOSE CONTENT OF THREE SEAWEED SPECIES AND ITS POTENTIAL FOR BIODEGRADABLE FILM PRODUCTION | Seaweed is abundant in Indonesian waters with coral reef substrates, but the utilization and processing of seaweed in Indonesia is still limited. The cell walls of seaweed primarily consist of lignocellulose. Its high cellulose content makes seaweed potentially valuable for various industries, notably in the production of biodegradable film material. The variables observed in this study were the seaweed species used and the quality of biodegradable films. This study was conducted using three different species of seaweed, namely Sargassum sp., Gracilaria sp., and Ulva sp. The objectives of this study were to determine the seaweed species with the highest cellulose content and to determine the quality of biodegradable films made from cellulose extracted from three seaweed species. The parameters analyzed included the percentage of seaweed cellulose content and the biodegradable film’s quality based on solubility, biodegradability, colour, odour, and texture. Cellulose was extracted from seaweed using a chemical extraction method. The film quality was evaluated through solubility test, biodegradability test, and organoleptic test. Data analysis was performed using one-way analysis of variance (ANOVA, multiple groups) with a significance level of α=0.05. The Kruskal-Wallis test was used if the data did not meet the assumption of a normal distribution | Seaweed is abundant in Indonesian waters with coral reef substrates, but the utilization and processing of seaweed in Indonesia is still limited. The cell walls of seaweed primarily consist of lignocellulose. Its high cellulose content makes seaweed potentially valuable for various industries, notably in the production of biodegradable film material. The variables observed in this study were the seaweed species used and the quality of biodegradable films. This study was conducted using three different species of seaweed, namely Sargassum sp., Gracilaria sp., and Ulva sp. The objectives of this study were to determine the seaweed species with the highest cellulose content and to determine the quality of biodegradable films made from cellulose extracted from three seaweed species. The parameters analyzed included the percentage of seaweed cellulose content and the biodegradable film’s quality based on solubility, biodegradability, colour, odour, and texture. Cellulose was extracted from seaweed using a chemical extraction method. The film quality was evaluated through solubility test, biodegradability test, and organoleptic test. Data analysis was performed using one-way analysis of variance (ANOVA, multiple groups) with a significance level of α=0.05. The Kruskal-Wallis test was used if the data did not meet the assumption of a normal distribution | |
| 47534 | 50938 | A1D021157 | ASPEK AGRONOMI TANAMAN JAGUNG MANIS PADA VARIASI DOSIS PUPUK P DAN KASGOT YANG DIPERKAYA BIOCHAR, LEGUM, DAN ZEOLIT DI TANAH ULTISOL | Jagung manis (Zea mays L. saccharata) merupakan komoditas pangan bergizi tinggi yang digemari masyarakat, namun produksinya di Indonesia masih rendah. Salah satu kendalanya adalah terbatasnya lahan subur akibat alih fungsi lahan, sehingga budidaya dilakukan di lahan marginal seperti tanah Ultisol yang bersifat masam, miskin hara, dan memiliki kesuburan rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian pupuk fosfor (P) dan kasgot yang diperkaya biochar, legum, dan zeolit terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis di tanah Ultisol. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman pada Agustus 2024–Januari 2025, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk P, dan faktor kedua adalah dosis kasgot yang diperkaya. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, kehijauan daun, bobot kering tanaman, panjang dan diameter tongkol, serta hasil per tanaman. Data dianalisis menggunakan uji F dan dilanjutkan dengan uji DMRT α5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk P tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Kasgot yang diperkaya memberikan pengaruh nyata terhadap sebagian besar parameter, dengan hasil terbaik pada dosis 20 ton/ha yang menghasilkan bobot tongkol 313,83 g/tanaman. Tidak terdapat interaksi signifikan antara pupuk P dan kasgot terhadap seluruh parameter. | Sweet corn (Zea mays L. saccharata) is a highly nutritious food commodity favored by the public; however, its production in Indonesia remains low. One of the main constraints is the limited availability of fertile land due to land-use conversion, forcing cultivation on marginal soils such as Ultisols, which are acidic, nutrient-poor, and have low fertility. This study aimed to examine the effects of phosphorus (P) fertilizer and maggot frass enriched with biochar, legumes, and zeolite on the growth and yield of sweet corn on Ultisol soils. The research was conducted in a greenhouse and at the Agronomy and Horticulture Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, from August 2024 to January 2025, using a two-factor Completely Randomized Block Design (CRBD) with three replications. The first factor was the P fertilizer dose, and the second factor was the dose of enriched maggot frass. Observed parameters included plant height, number of leaves, leaf area, leaf greenness, dry weight, cob length and diameter, and yield per plant. Data were analyzed using an F-test, followed by DMRT at α5%. The results showed that P fertilizer had no significant effect on plant growth and yield. Enriched maggot frass significantly affected most parameters, with the best results achieved at a dose of 20 tons/ha, producing a cob weight of 313.83 g/plant. No significant interaction was observed between P fertilizer and maggot frass for any of the measured parameters. | |
| 47535 | 50939 | F1A022022 | GENERATION X'S BELIEF IN THE LAW OF ATTRACTION (LOA) AMID THE UNCERTAINTY OF MODERN SOCIETY | Hukum tarik-menarik (law of attraction) adalah konsep yang menjadi keyakinan bagi sebagian orang ketika ingin mewujudkan keinginannya. Kehidupan masyarakat modern yang semakin dinamis menyebabkan LoA menjadi strategi dalam pola pikir, motivasi, dan perilaku individu untuk meraih tujuan. Konsep ini berkaitan dengan teori self-fulfilling prophecy yang dikemukakan Robert K. Merton pada tahun 1948. la menyatakan bahwa keyakinan atau ekspektasi seseorang dapat mendorongnya untuk bertindak sedemikian rupa sehingga ekspektasi tersebut akhimnya menjadi kenyataan. Pandangan ini juga diyakini Generasi X yang menjadi agen asuransi. Studi ini mengeksplorasi pemahaman para agen asuransi terhadap LoA yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap tiga informan yang telah bekerja sebagai agen asuransi di Perusahaan Z. Para informan meyakini bahwa berbagai pencapaian mereka merupakan hasil praktik LoA yang dilakukan secara konsisten. Selain itu, LoA juga telah memengaruhi cara berpikir mereka dan menjadi andalan informan ketika menjalani pekerjaannya. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa meyakini LoA adalah tindakan yang rasional, walau metode penerapannya tidak berbentuk konkrit karena bertumpu pada pengaruh alam bawah sadar yang menjadi strategi adaptif ketika menghadapi ketidakpastian hidup. Temuan ini juga menunjukkan bahwa di tengah modernisasi, sebagian individu masih berada pada tahap metafisik dengan memercayai konsep abstrak seperti LoA, ini menandakan bahwa perkembangan menuju masyarakat tahap positif tidak berlangsung merata. | The law of attraction is a concept that some people rely on to realize their desires. The increasingly dynamic nature of modern society has led to the Law of Attraction becoming a strategy in individuals' mindsets, motivations, and behaviours, enabling them to achieve their goals. This concept is related to the self-fulfilling prophecy theory proposed by Robert K. Merton in 1948. He stated that a person's beliefs or expectations can motivate them to act in such a way that those expectations ultimately become reality. This view is also held by Generation X, who are insurance agents. This study examines insurance agents' understanding of the LoA as it is applied in their daily work. This study employed a qualitative method, conducting in-depth interviews with three informants who have worked as insurance agents at Company Z. The informants believe that their various achievements are the result of consistent LoA practice. In addition, LoA has also influenced their way of thinking and has become a mainstay of the informants when carrying out their work. This phenomenon demonstrates that believing in LoA is a rational action. However, the method of implementation is not concrete, as it relies on the influence of the subconscious, which becomes an adaptive strategy when facing life's uncertainties. This finding also shows that, amidst modernization, some individuals remain at the metaphysical stage, believing in abstract concepts such as LoA. This indicates that development towards a positive stage of society is not occurring evenly. | |
| 47536 | 50935 | F1A020071 | Representasi Praktik Dehumanisasi dalam Anime Attack On Titan (2013-2023) | Peneliti melihat anime sebagai budaya populer dapat menjadi wadah diskusi untuk membahas isu-isu sosial berat menjadi lebih mudah dimengerti oleh masyarakat umum. Salah satu isu yang berat dan mendesak dibahas adalah isu dehumanisasi. Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mendeskripsikan, dan menganalisis representasi praktik dehumanisasi dalam anime Attack On Titan (2013-2023). Penelitian ini dilakukan dengan observasi mendalam terkait adegan yang terdapat dalam anime Attack On Titan musim 4 bagian 1 (2020-2021). Semiotika model Roland Barthes digunakan sebagai alat analisis dalam penelitian ini. Penelitian ini memiliki temuan bahwa anime Attack On Titan (2013-2023) menggambarkan dehumanisasi. Dalam anime tersebut terdapat dua bentuk dehumanisasi, yaitu dehumanisasi kebinatangan dan dehumanisasi mekanistik. Dehumanisasi kebinatangan merupakan mekanisme kontrol satu ras terhadap ras lain. Dehumanisasi mekanistik merupakan mekanisme eksploitasi satu ras terhadap ras lain. Melalui anime Attack On Titan (2013-2023) dapat terbaca bahwa anime sebagai budaya populer dapat menjadi media penyadaran untuk memerangi dehumanisasi yang terjadi di kehidupan nyata. | Researchers view anime as a popular culture that can serve as a forum for discussing serious social issues in a way that is more easily understood by the public. One serious and pressing issue that needs to be discussed is dehumanization. Therefore, this study aims to identify, describe, and analyze the representation of dehumanization practices in the anime Attack on Titan (2013-2023). This research was conducted through in-depth observation of scenes in Attack on Titan season 4 part 1 (2020-2021). Roland Barthes' semiotic model was used as an analytical tool in this study. This study found that the anime Attack on Titan (2013-2023) depicts dehumanization. In the anime, there are two forms of dehumanization, namely animalistic dehumanization and mechanistic dehumanization. Animalistic dehumanization is a mechanism of control of one race over another. Mechanistic dehumanization is a mechanism of exploitation of one race over another. Through the anime Attack on Titan (2013-2023), it can be seen that anime as popular culture can be a medium of awareness to combat dehumanization that occurs in real life. | |
| 47537 | 50855 | F2C022011 | Pengelolaan Instagram @dinkominfopbg Sebagai Media Utama Komunikasi Publik Pemerintah Kabupaten Purbalingga | Keterbatasan media guna memfasilitasi komunikasi publik Pemerintah Kabupaten Purbalingga menjadikan Instagram dipilih sebagai media utama komunikasi publiknya. Kajian ini mendeskripsikan pengelolaan Instagram @dinkominfopbg sebagai media utama komunikasi publik Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Dengan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan studi kasus, data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Instagram dilakukan melalui tiga tahap: perencanaan, implementasi, dan pasca-implementasi. Hasil menunjukkan bahwa Instagram @dinkominfobpg telah berfungsi dalam publikasi agenda, penyediaan informasi publik, dan pembentukan citra daerah. Meski mendapat dukungan organisasi, pengelolaan masih menghadapi kendala seperti keterbatasan anggaran, koordinasi lintas perangkat daerah, kapasitas teknis yang belum merata, segmentasi audiens, serta evaluasi manual. Secara umum, akun ini telah berjalan sebagai mestinya menjadi media utama komunikasi publik Kabupaten Purbalingga tetapi memerlukan penguatan strategi konten, peningkatan kapasitas SDM, dan evaluasi berbasis data. Penelitian ini juga memberi kontribusi teoritis melalui penerapan Mediatization Theory, SOME Model, dan 4C Framework, serta secara praktis memetakan proses kerja dan faktor yang memengaruhi efektivitas komunikasi publik sebagai dasar rekomendasi optimalisasi strategi, penyusunan SOP, dan peningkatan pemanfaatan Instagram. | The limited availability of media for facilitating public communication in Purbalingga Regency has led to Instagram being selected as its primary communication platform. This study describes the management of the Instagram account @dinkominfopbg as the main medium for public communication by the Purbalingga Regency Government. Using a descriptive qualitative method and a case study approach, data were collected through interviews, observations, and documentation. The findings show that Instagram management is carried out through three stages: planning, implementation, and post-implementation. The results also indicate that Instagram @dinkominfopbg has functioned effectively in publishing government agendas, providing public information, and shaping regional image. Despite organizational support, management still faces challenges such as limited budget, ineffective inter-agency coordination, uneven technical capacity, audience segmentation issues, and manual evaluation. Overall, the account has functioned as intended as the main public communication medium but requires strengthened content strategy, improved human resource capacity, and data-based evaluation. This study also provides theoretical contributions through the application of Mediatization Theory, the SOME Model, and the 4C Framework, and practical contributions by mapping workflow and identifying factors influencing public communication effectiveness as a basis for strategy optimization, SOP development, and enhanced use of Instagram. | |
| 47538 | 50941 | F1A022119 | Hubungan Tingkat Religiusitas dan Persepsi Penegakan Tata Tertib Sekolah dengan Tingkat Kedisiplinan Siswa SMA di Banyumas | Kedisiplinan merupakan aspek penting dalam pembentukan karakter dan keberhasilan akademik siswa. Namun, faktanya Indonesia masih tergolong sebagai negara yang memiliki tingkat kedisiplinan rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan religiusitas dan persepsi terhadap penegakan tata tertib dengan kedisiplinan siswa SMA di Banyumas. Metode yang digunakan adalah survei dengan sampel 189 dan jumlah responden sebanyak 294 siswa kelas XI salah satu SMA di Banyumas yang ditentukan melalui rumus Slovin dengan margin error 5%. Data didapatkan melalui hasil dari kuesioner, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Kendall’s Tau, tabel silang, dan Chi-Kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, religiusitas memiliki hubungan yang positif antara dengan tingkat kedisiplinan siswa (r = 0,219; sig. 0,000) serta antara persepsi terhadap tata tertib dengan kedisiplinan siswa (r = 0,160; sig. 0,006), meskipun kekuatannya lemah. Temuan ini menegaskan bahwa semakin tinggi tingkat religiusitas siswa dan semakin positif persepsi mereka terhadap tata tertib, maka semakin tinggi pula tingkat kedisiplinannya. Dengan demikian, pembentukan disiplin siswa tidak hanya ditentukan oleh faktor internal berupa religiusitas, tetapi juga oleh faktor eksternal berupa persepsi terhadap penegakan tata tertib yang adil dan konsisten. | Discipline is an important aspect in shaping students' character and academic success. However, Indonesia is still considered a country with a low level of discipline. This study aims to analyze the relationship between religiosity and perceptions of discipline enforcement with the discipline of high school students in Banyumas. The method used was a survey with a sample of 189 and a total of 294 respondents from grade XI of a high school in Banyumas, which was determined using the Slovin formula with a margin of error of 5%. The data were obtained from questionnaires, interviews, and documentation, then analyzed using Kendall's Tau statistical test, cross tables, and Chi-Square. The results showed that religiosity had a positive relationship with student discipline (r = 0.219; sig. 0.000) and with perceptions of rules and regulations (r = 0.160; sig. 0.006), although the strength of the relationship was weak. These findings confirm that the higher the level of student religiosity and the more positive their perceptions of order, the higher their level of discipline. Thus, the formation of student discipline is not only determined by internal factors such as religiosity, but also by external factors such as perceptions of fair and consistent enforcement of order. | |
| 47539 | 50942 | F1A022060 | PEMBERDAYAAN PEREMPUAN UNTUK BERKARIR DAN BERBISNIS MELALUI PLATFORM DIGITAL INSTAGRAM @WEWAW.ID | Instagram menjadi platform digital yang efektif untuk pemberdayaan perempuan. Instagram memiliki fitur mengubah akun pribadi menjadi profesional, salah satunya komunitas. Kehadiran komunitas digital tentu mendukung pemberdayaan perempuan, termasuk WEWAW (Women Empower Women at Work) dengan komitmen memberi referensi, edukasi, dan pendampingan bagi perempuan Indonesia dalam berkarir maupun berbisnis. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana konten dan program di Instagram @wewaw.id merepresentasikan upaya pemberdayaan perempuan untuk berkarir dan berbisnis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis isi, mengumpulkan data melalui akun Instagram dan studi literatur dari dokumen dan buku, serta menggunakan triangulasi data dengan memanfaatkan beberapa sumber informasi yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas wewaw berhasil memberdayakan perempuan melalui tujuh tahapan pemberdayaan: kesadaran, kebebasan, penguatan kapasitas, pemberdayaan, pencapaian hasil, evaluasi, dan tahap lanjutan. Komunitas ini menggunakan simbol-simbol seperti warna feminim, ilustrasi kartun perempuan, dan kata kunci seperti "berkarir" dan "berbisnis" untuk merepresentasikan identitas sosial perempuan. Kesimpulannya, wewaw merupakan contoh nyata pemberdayaan perempuan digital melalui Instagram yang berhasil membentuk identitas sosial baru bagi perempuan melalui simbol, warna, dan kata kunci yang digunakan secara konsisten dalam kampanye, serta menjadi ruang yang aman dan strategis untuk membangun makna baru tentang perempuan mandiri. | Instagram is an effective digital platform for women's empowerment. Instagram has features to turn personal accounts into professionals, one of which is the community. The presence of digital communities certainly supports women's empowerment, including WEWAW (Women Empower Women at Work) with a commitment to provide references, education, and assistance for Indonesian women in their careers and businesses. This research aims to analyse how the content and programs on Instagram @wewaw.id represent efforts to empower women to have a career and do business. This research uses qualitative methods with content analysis techniques, collects data through Instagram accounts and literature studies from documents and books, and uses data triangulation by utilising several different sources of information. The results showed that the wewaw community successfully empowered women through seven stages of empowerment: awareness, freedom, capacity building, empowerment, achievement of results, evaluation, and a follow-up stage. The community uses symbols such as feminine colours, cartoon illustrations of women, and keywords such as "career" and "business" to represent women's social identity. In conclusion, wewaw is a clear example of digital women's empowerment through Instagram that has succeeded in shaping a new social identity for women through the symbols, colours and keywords used consistently in the campaign, and has become a safe and strategic space to build new meanings of independent women. | |
| 47540 | 50943 | A1D020182 | Identifikasi dan Bioaktivitas Metabolit Sekunder Jamur Entomopatogen Isolat Pabuwaran Kabupaten Banyumas Terhadap Spodoptera frugiperda | Spodoptera frugiperda merupakan hama utama yang menyerang tanaman jagung pada bagian titik tumbuh tanaman. Penurunan hasil panen akibat serangan hama ini mencapai 40%. Pengendalian S. frugiperda umumnya masih menggunakan insektisida kimia sintetis yang dapat berdampak negatif, oleh karena itu, perlu adanya alternatif pengendalian yang ramah lingkungan. Salah satu alternatif pengendalian S. frugiperda dengan menggunakan metabolit sekunder jamur entomopatogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jamur entomopatogen yang menginfeksi larva S. frugiperda di Kelurahan Pabuwaran Kabupaten Banyumas, mengetahui pengaruh jamur entomopatogen isolat Pabuwaran dan metabolit sekundernya terhadap mortalitas dan aktivitas makan, serta mengetahui pengaruh jamur entomopatogen isolat Pabuwaran dan metabolit sekundernya terhadap pertumbuhan larva S. frugiperda. Penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial terdiri dari 6 perlakuan dan diulang 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identifikasi jamur entomopatogen merupakan Penicillium sp. Jamur entomopatogen penicillium sp dan metabolit sekundernya berpengaruh nyata terhadap mortalitas larva, penurunan aktivitas makan, pertumbuhan larva, dan efikasi S. frugiperda. Hasil terbaik pada perlakuan K3 (metabolit sekunder dengan konsentrasi 30%) dengan mortalitas sebesar 47,50%, penurunan konsumsi pakan larva tertinggi dibanding kontrol sebesar 68,42%, persentase penghambatan periode larva, dan periode pupa, tertinggi sebesar 61,65%, dan 58,26%, serta pembentukan imago dan efikasi sebesar 48,33% dan 47,50%. Selain itu, perlakuan K4 (Konidia 10^8/ml) menunjukkan hasil terbaik terhadap penghambatan pupa terbentuk sebesar 50%. | Spodoptera frugiperda is a major pest that attacks corn plants at the growing point of the plant. The decrease in yield due to this pest attack reaches 40%. Control of S. frugiperda generally still uses synthetic chemical insecticides that can have negative impacts, therefore, an environmentally friendly control alternative is needed. One alternative to control S. frugiperda is by using secondary metabolites of entomopathogenic fungi. This study aims to identify entomopathogenic fungi that infect S. frugiperda larvae in Pabuwaran Village, Banyumas Regency, to determine the effect of entomopathogenic fungi isolates from Pabuwaran and their secondary metabolites on mortality and feeding activity, and to determine the effect of entomopathogenic fungi isolates from Pabuwaran and their secondary metabolites on the growth of S. frugiperda larvae. The study was conducted experimentally using a non-factorial Randomized Block Design (RBD) consisting of 6 treatments and 4 replications. The results showed that the identification of entomopathogenic fungi was Penicillium sp. Entomopathogenic fungi penicillium sp. and its secondary metabolites significantly affect larval mortality, decreased feeding activity, larval growth, and the efficacy of S. frugiperda. The best results were in treatment K3 (secondary metabolites with a concentration of 30%) with a mortality of 47.50%, the highest decrease in larval feed consumption compared to the control of 68.42%, the highest percentage of inhibition of the larval period and pupal period of 61.65% and 58.26%, as well as imago formation and efficacy of 48.33% and 47.50%. In addition, Treatment K4 (Conidia 10^8/ml) showed the best results in inhibiting pupa formation by 50.00%. |