Home
Login.
Artikelilmiahs
50955
Update
FARITS AKHMAD
NIM
Judul Artikel
GERAKAN PENDUKUNG KOTAK KOSONG PADA PILKADA KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2024
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini menganalisis gerakan politik kotak kosong yang diinisiasi oleh Koalisi Rakyat Banyumas (KRB) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Banyumas tahun 2024. Hal ini menarik karena kotak kosong memperoleh suara sebanyak 40,56% dan mendapat kemenangan di empat kecamatan. Dengan menggunakan pendekatan opportunity structure, resource mobilization, dan framing processes, penelitian ini mengidentifikasi penyebab, tujuan, serta strategi yang dilakukan oleh KRB. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini meliputi wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa KRB memanfaatkan tiga pendekatan tersebut untuk mengubah pandangan masyarakat terhadap kotak kosong sebagai pilihan alternatif selain calon tunggal. KRB memposisikan diri sebagai bentuk perlawanan masyarakat terhadap elit politik demi memperbaiki demokrasi lokal. Temuan ini menegaskan bahwa berkembangnya gerakan sosial ditentukan oleh hubungan antara pemanfaatan kesempatan politik, kemampuan mobilisasi, dan narasi yang kuat.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study analyzes the “empty box” (kotak kosong) political movement initiated by the Banyumas People's Coalition (KRB) during the 2024 Banyumas Regency Regional Head Election (Pilkada). This phenomenon is significant as the empty box garnered 40.56% of the vote and won in four districts. By employing the frameworks of opportunity structure, resource mobilization, and framing processes, this research identifies the underlying causes, objectives, and strategies of the KRB. This study employs a qualitative method with a case study approach, utilizing in-depth interviews and documentation for data collection. The findings demonstrate that the KRB leveraged these three frameworks to transform public perception, framing the empty box as a viable alternative to the uncontested sole candidate. The KRB positioned itself as a vehicle for grassroots resistance against political elites, aiming to restore local democracy. This study confirms that the trajectory of social movements is contingent upon the interplay between political opportunity structures, mobilization capacity, and robust narrative construction.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save